Anda di halaman 1dari 5

Volume 2 No 1 – 2016

ijse.bsi.ac.id IJSE – Indonesian Journal on Software Engineering

Penerapan Green Computing


Dalam Upaya Efesiensi Sumber Daya Di Amik BSI Tegal
Warjiyono
Program Studi Komputerisasi Akuntansi, AMIK BSI Tegal
warjiyono.wrj@bsi.ac.id

Abstract - Impact of the use of natural resources is triggered because of the rapid development of
technology in today's modern era. The Indonesian government vigorously implement various policies
to conserve the use of resources which adversely affects the preservation of the environment. Green
Computing is a program / policy to solve the problem using resources effectively and environmentally
friendly. It will be able to reduce the consumption of resources that would threaten the preservation of
the earth and reduce global warming. In this study will explain the benefits and application of green
computing is good for education, the world of work as well as individual users. BSI AMIK Tegal as a
private university in Central Java has implemented green computing in the entire academic campus
ranging from saving power consumption by up reduction of paper usage.
Keywords: Green Computing, Global Warming, Sustainable

Abstrak - Dampak penggunaan sumber daya alam dipicu karena pesatnya perkembangan teknologi di
jaman modern saat ini. Pemerintah Indonesia giat menerapkan berbagai macam kebijakan untuk
menghemat pemakaian sumber daya yang berakibat buruk pada kelestarian lingkungan hidup. Green
Computing merupakan program/kebijakan untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan
sumber daya secara efektif dan ramah lingkungan. Hal ini akan mampu mengurangi konsumsi sumber
daya yang akan mengancam kelestarian bumi dan mengurangi global warming. Dalam penelitian ini
akan dijelaskan manfaat dan cara penerapan green computing baik untuk dunia pendidikan, dunia
kerja maupun pengguna individu. AMIK BSI Tegal sebagai perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah
telah menerapkan green computing di seluruh civitas akademika kampus mulai dari hemat
penggunaan daya listrik hingga pengurangan penggunaan kertas.
Kata Kunci: Green Computing, Global Warming, Ramah Lingkungan

PENDAHULUAN sehaingga menghemat biaya-biaya khususnya


Perkembangan teknologi semakin lama biaya listrik dan perawatan elektronika.
semakin pesat, hal ini dikarenakan teknologi Menurut Peraturan Menteri Energi dan
merupakan kebutuhan utama bagi kebanyakan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia
orang khususnya di Indonesia. Produk Nomor: 13 Tahun 2012 Tentang Penghematan
teknologi yang paling banyak digunakan adalah Pemakaian Tenaga Listrik menyatakan bahwa
komputer, laptop dan hadphone. Kedua produk dalam rangka lebih meningkakan penghematan
teknologi tersebut sudah menjadi barang wajib pemakaian tenaga listrik, perlu dilakukan
dimiliki oleh kebanyakan orang karena mampu pemakaian tenaga lsitrik secara efesin dan
membantu aktifitas keseharian baik untuk rasional tanpa mengurangi keselamatan,
urusan komunikasi pribadi maupun untuk kenyamanan dan produktifitas.
aktifitas pekerjaan. Hal ini akan memicu Tujuan dan manfaat dari penelitian ini
penggunaan energi listrik yang berlebihan yang adalah untuk mengedukasi serta mengetahui
akan berdampak terhadap peningkatan penerapan green computing dalam aktifitas
produksi gas karbondioksida yang sehari-hari, baik untuk praktek bisnis maupun
berpengaruh terhadap naiknya suhu bumi. individu sehingga mampu menghemat sumber
Seiring dengan perkembangan teknologi daya energi, biaya dan ramah lingkungan untuk
tersebut maka diperlukan penggunaan bumi kita yang lebih baik salah satunya adalah
teknologi yang ramah lingkungan agar dapat di AMIK BSI Tegal.
menghemat energi listrik, mengurangi daya
energi yang lebih, memanfaatkan sumber daya LANDASAN TEORI
yang ada. Green computing dapat diartikan Green Computing
secara umum yaitu pola pemakaian teknologi Pada tahun 1992 US Environmental
khususnya peralatan komputer dengan Protection Agency meluncurkan fitur power
menghemat penggunaan energi listrik, management yaitu program sertifikasi Energy
mengurangi penggunaan daya yang berlebihan Star yaitu program yang memberikan label
sebagai solusi untuk menghemat energi listrik pada produk TV, AC, Kulkas dan khususnya
ISSN : 2461‐0690 52
Volume 2 No 1 – 2016
ijse.bsi.ac.id IJSE – Indonesian Journal on Software Engineering

perangkat komputer serta perangkat Yaitu dengan mengurangi konsumsi energi


elektronika lainya sebagai program efesensi listrik dari penggunaan komputer dan
sumber daya. Energy Star direvisi pada peralatan teknologi informasi lainnya
Oktober 2006 dengan lebih meningkatkan dengan cara yang ramah lingkungan.
efisiensi pada perangkat komputer. 2. Green Disposal
Energy Star ini membuat alat elektronika Yaitu dengan cara menggunakan kembali
seperti pada komputer terdapat pilihan sleep komputer lama dan daur ulang komputer
mode yaitu fitur yang bisa digunakan saat yang tidak dipakai lagi untuk bisa digunakan
komputer tidak digunakan dalam waktu tertentu kembali sehingga tidak menjadi limbah.
tanpa harus mematikan komputer. Pada 3. Green Design
keadaan ini akan menghemat penggunaan Yaitu dengan merancang peralatan
daya listrik karena kerja komputer aakan komputer dan teknologi informasi lainnya
berhenti memproses data. yang hemat energi dan ramah lingkungan
seperti komputer, server, AC.
4. Green Manufacturing
Yaitu dengan menyertakan bahan baku
pembuatan produksi komponen elektronik,
komputer dan teknologi informasi lainnya
untuk menekan dampak terhadap
pencemaran lingkungan.

Menurut Vithoba, dkk (2010) memaparkan


beberapa solusi dalan penerapan green
Gambar 1. Logo Energy Star yang computing:
terdapat pada perangkat khususnya monitor 1. Efesiensi Energi
Memaksimalkan pemakaian daya listrik
Menurut Kaseya (2008) green computing serta mengurangi penggunaan sistem
adalah praktek dan kebijakan untuk selama sistem itu tidak digunakan
mengedukasi masyarakat dalam penggunaan 2. Reducing Paper Waste
peralatan teknologi informasi dan komunikasi Penggunaan komputer akan mengurangi
guna meningkatkan efisiensi sumber daya penggunaan kertas sehingga dapat
untuk mengurangi dampak lingkungan dari mengurangi limbah kertas. Cara untuk
pemanfaatannya. mengurangi limbah kertas dapat dilakukan
Menurut Tripathi, Praveen (2012) dengan cara seperti cukup preview
menyatakan bahwa green computing tampilan, cetak dokumen seperlunya saja,
merupakan pembelajaran dan implementasi kecuali sangat dibutuhkan, distribusi data
dalam penggunaan sumber daya komputasi dapat menggunakan flashdisk/CD saja.
secara efisien serta ramah lingkungan. 3. Reusing and Recycling
Murugesan dalam Saha (2014) Gunakan toner printer, cartridge tinta dan
menyatakan bahwa listrik merupakan penyebab baterai yang dapat didaur ulang/diisi ulang
utama perubahan iklim karena pembangkit tanpa harus membuangnya agar
listrik termal yang membantu menghasilkan menghemat sumber daya dan mengurangi
listrik juga melepaskan sejumlah besar karbon polusi dan limbah padat.
dioksida dan banyak partikel berbahaya lainnya 4. Telecommuting
ke atmosfir. Mengurangi konsumsi daya listrik Menyediakan fasilitas yang diperlukan untuk
dan menghasilkan listrik lebih ramah memungkinkan karyawan bekerja dari
lingkungan adalah kunci untuk mengurangi rumah sehingga mengurangi emisi
emisi karbon dioksida dan dampaknya terhadap transportasi.
lingkungan dan terjadi pemanasan dan 5. Generasi Green Power
perubahan iklim global. Banyak perusahaan yang telah memilih
Dapat disimpulkan bahwa green untuk menggunakan peralatan yang
computing adalah suatu tindakan dan program menggunakan energi surya dan angin.
untuk meminimalisir dampak buruk dari
penggunaan teknologi terhadap kelangsungan Peraturan Terkait Hemat Energi Nasional
lingkungan hidup.
Menurut Murugesan dalam Saha (2014), 1. Undang- Undang Republik Indonesia No. 32
ada 4 (empat) pokok dalam Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan
mengimplementasikan Green Computing, yaitu Pengelolaan Lingkungan Hidup menyatakan
: bahwa kualitas lingkungan hidup yang
1. Green Use
ISSN : 2461‐0690 53
Volume 2 No 1 – 2016
ijse.bsi.ac.id IJSE – Indonesian Journal on Software Engineering

semakin menurun, pemanasan global yang gas seperti karbondioksida (CO2), metana
semakin meningkat, telah mengancam (CH4), dinitrooksida (N2O) dan
kelangsungan perikehidupan manusia dan chlorofluorocarbon (CFC) sehingga energi
makhluk hidup lainnya sehingga perlu matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.
dilakukan perlindungan dan pengelolaan
lingkungan hidup. Penelitian Terdahulu
2. Peraturan Menteri Energi dan Sumber daya Saha. 2014. Green Computing. International
Mineral Republik Indonesia No. 13 Tahun Journal og Computer Trends an Technology
2012., menyatakan bahwa dalam rangka (IJCTT). Vol 14 number 2, menyimpulkan
meningkatkan penghematan tenaga listrik bahwa green computing suatu tindakan stake
secara efesien dan rasional maka perlu holder untuk melindungi lingkungan demi
dilakukan tanpa mengurangi keselamatan, generasi masa depan.
kenyamanan dan produktifitas. Agarwal, Goswami, Nath. 2013. Green
3. Undang-undang Nomor 30 tahun 2007 Computing and Green Technology in e-
tentang Energi learning, Corporate, Business and IT Sector.
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia International Journal of Computer Application.
yaitu PP No.70/2009 tentang Konservasi Vol 76- No.7 menyimpulkan bahwa green
Energi. Konservasi energi adalah upaya komputing harus dilakukan dengan cara yang
sistematis, terencana, dan terpadu guna terbaik untuk menyebarkan kesadaran
melestarikan sumber daya energy dalam membuat individu, mahasiswa dan manajemen
negeri serta meningkatkan efisiensi implementasi green computing yang
pemanfaatannya. Pasal 8 menyatakan berkelanjutan.
bahwa Masyarakat bertanggung jawab,
mendukung dan melaksanakan program METODE PENELITIAN
konservasi energi. Metode penelitian yang penulis gunakan
5. Keputusan Direktur Jenderal Listrik dan adalah metode studi pustaka yaitu dengan cara
pemanfaatan Energi No. 238- mempelajari teori-teori berdasarkan kajian-
12/47/600.5/2003 tanggal 6 Oktober 2003 kajian dari jurnal-jurnal nasional dan
tentang tata cara pembubuhan label tanda internasional, Undang-Undang, Peraturan
hemat energi Pemerntah, website, artikel dan buku serta
6. Keputusan Kepala Badan Standarisasi literatur-literatur lainnya yang didapat ada
Nasional Nomor: 10/KEP/BSN/2003 tanggal hubungannya dengan penelitian ini.
31 Maret 2003 mengenai Standar nasional
indonesia (SNI) 04-6958-2003 tentang label PENERAPAN GREEN COMPUTING
tingkat hemat energi pemanfaatan tenaga Penulis merangkum dari beberapa sumber
listrik untuk keperluan rumah tangga dan berkaitan dengan penerapan green computing.
sejenisnya Pada dasarnya penerapan green computing
ada pada software, hardware dan pengguna
Global Warming atau user baik pengguna individu maupun
Pengertian secara umum global warming organisasi).
adalah meningkatnya rata-rata suhu Dari sisi perangkat lunak atau software
permukaan bumi karena efek gas rumah kaca. Standar industri Anvanved Configuration and
Gas rumah kaca berasal dari sulfur dioksida, Power Interface (ACPI) menetapkan strandar
metana, dan karbon dioksida. Gas rumah kaca untuk operating system (OS) mengontrol
ini menyerap dan memantulkan radiasi yang secara langsung penghematan konsumsi daya
dipancarkan Bumi dan akibatnya panas yang perangkat keras. Hal ini akan membantu
tersimpan di permukaan bumi. Situasi ini terjadi pengguna dalam mengontrol penggunaan
terus menerus, sehingga suhu rata-rata sumber daya komputer.
tahunan bumi akan terus meningkat. Dari sisi perangkat keras atau hardware
Tand-tanda yang dirasa dari dampak bahwa perangkat komputer seperti monitor
pemanasan global /global warming adalah iklim sudah tersertifikasi program energi star oleh
bumi menjadi tidak stabil, meningkatnya suhu pabrikan asal produk tersebut dikeluarkan.
bumi, meningkatnya permukaan laut dan Dari sisi pengguna baik individu maupun
terganggunya ekologi. organisasi diperlukan kepedulian untuk
Menurut Muhi (2011) global warming menggunakan fitur-fitur yang sudah disediakan
merupakan fenomena peningkatan temperatur oleh pabrikan seperti fitur sleep mode dan
bumi secara global dari tahun ke tahun karena hibirnate.
terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect)
yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-

ISSN : 2461‐0690 54
Volume 2 No 1 – 2016
ijse.bsi.ac.id IJSE – Indonesian Journal on Software Engineering

a. Green Computing pada dunia pendidkan akan istirahat sebentar tanpa harus
- Gunakan metode Paperless dengan mematikan komputer
menerapkan sistem berbasis IT seperti - Gunakan power saver untuk
penerapan Sistem Informasi Akademik, menghemat daya baterai. Fitur ini sudah
e-learning, e-lettering, e-mail yang ada pada sistem operasi Windows.
mampu mengurangi banyak penggunaan - Turunkan display Brigthness karena
kertas. Brightenes yang tinggi akan lebih
- Terapkan kebijakan organisasi dalam banyak konsumsi listrik. Lebih baik
menunjang urusan pekerjaan dengan gunakan layar redup.
Document Management System, - Matikan bluetooth dan wifi dan jaringan
Electronic Invoicing dan Electronic nirkabel lainnya ketika sedang tidak
Business Process. digunakan
- Hindari kegiatan cetak-mencetak kecuali - Jangan mengaktifkan screen saver
memang hanya cara itu yang bisa
dilakukan. Biasakan penyimpanan data PEMBAHASAN
dilakukan pada data store yang telah Akademi Manajemen Informatika dan
ada pada perngkat komputer Komputer (AMIK) BSI Tegal yang telah
- Dalam membeli perangkat, pastikan menerapkan beberapa kebijakan yang
lulus uji hemat energi dan lingkungan. berkaitan dengan penghematan energi
- Sebaiknya gunakan layar monitor LCD terutama penggunaan daya listirik. Hal ini
daripada CRT, karena lebih hemat berkaitan dengan biaya yang harus dikeluarkan
energi. untuk pembayaran pemakaian listrik sangat
- Pengumpulan tugas siswa/mahasiswa besar. Sehingga perlunya aturan-aturan yang
gunakan e-mail atau blog masing- dikeluarkan untuk pengematan energi
masing khususnya penggunaan daya listrik.
Sarana yang mengkonsumsi daya listrik di
b. Green Computing dalam dunia kerja/bisnis AMIK BSI Tegal, yaitu:
- Pilih peralatan elektronika khusunya 1. Komputer
komputer yang berlogo energy star. Peralatan komputer yang paling banyak
- Jika komputer tidak dipakai dalam jangka jumlahnya adalah komputer-komputer yang
waktu tertentu dan tidak mau matikan ada di Laboratorium Window, Laboratorium
komputer, baiknya gunakan fitur Sleep Linux, Laboratorium Bahasa, Laboratorium
mode yang akan menghemat 70% daya Akuntansi, Laboratorium Multimedia dan
listrik, Standby menghemat 90% daya Laboratorium teknik yang masing-masing
listrik dan Hibernate menghemat 98% Laboratorium berjumlah 21 komputer per
daya listrik. ruangan.
- Jika memungkinkan gunakan komputer Komputer lainnya berada pada masing-
sewaan, atau recycle komputer lama masing unit kerja seperti di ruang
yang masih dapat di-upgrade, daripada administrasi, ruang PMB, ruang dosen,
harus membeli computer baru ruang pimpinan, ruang bagian, ruang
- Sebaiknya untuk menghemat anggaran perpustakaan dan ruang server. Jadi
pengadaan barang pada perusahaan , keseluruhan berjumlah 150 unit komputer.
jangan selalu membuang PC yang sudah 2. LCD Projector
tidak terpakai, lebih baik di recycle atau LCD Proyector ada pada setiap ruang
sumbangkan ke pihak lain apabila laboratorium, ruang teori dan aula. Total
memang benar-benar sudah tidak LCD proyector yang ada berjumlaah 15 unit
digunakan sebagai program Corporate 3. AC
Sicial Responsibility (CSR). Air Conditioner (AC) ada pada setiap
ruangan dari lantai satu hingga lantai lima.
a. Green Computing untuk pribadi Total AC sebanyak 43 unit yang sebagian
Laptop merupakan perangkat komputer besar berkapasitas 2 PK yaitu konsumsi
ringan yang biasa digunakan oleh pribadi daya listrik rata-rata diatas 1000 watt per
karena mudah untuk dibawa kemanapun. unit.
Berikut ini adalah cara yang digunakan 4. Peralatan pendukung
untuk turut serta dalam penerapan green Peralatan pendukung disini adalah peralatan
computing. elektronika yang konsumsi daya listriknya
- Manfaatkan fitur sleep mode jika dalam tidak terlalu besar seperti printer, sanner,
beberapa waktu sedang tidak lampu dan lain-lainnya.
digunakan. Dengan ini maka komputer

ISSN : 2461‐0690 55
Volume 2 No 1 – 2016
ijse.bsi.ac.id IJSE – Indonesian Journal on Software Engineering

Bisa dibayangkan berapa konsumsi daya 3. KESIMPULAN


listrik yang dipakai, jika hal ini tidak dihemat? Penerapan Green Computing di AMIK
Tentunya akan terjadi pemborosan energi dan BSI Tegal adalah salah satu kepedulian
berdampak pada tingginya biaya yang harus kampus terhadap dampak dari global warming.
dibayarkan hanya untuk pembiayaan konsumsi Dimana seluruh kegiatan operasional akademik
listri saja. telah menggunakan sistem informasi berbasis
Saat ini AMIK BSI Tegal sudah menerapkan IT. Penggunaan kertas telah berkurang. Hal ini
green computing untuk mengurangi juga seharusnya dilakukan oleh seluruh
penggunaan kertas atau papperless yaitu lingkungan pendidikan, lingkungan organisasi
menerapkan sistem berbasis IT dari mulai dan lingkungan individu untuk memanfaatkan
absensi karyawan, absensi pengajaran serta dan menggunakan sistem informasi berbasis IT
sistem informasi akademik yang berbasis dengan bijak.
website.
DAFTAR REFERENSI
[1] Agarwal, Goswami, Nath. 2013. Green
Computing and Green Technology in e-
learning, Corporate, Business and IT
Sector. International Journal of Computer
Application. Vol 76- No.7
[2] Agarw.al, Goswami, Nath. 2013. Impact of
Green Computing In IT Industry To Make
Eco Friendly Environment. Journal of
Global Research in Computer Science
[3] Graeme Phillipson. A Green ICT
Gambar 2. Sistem Informasi Absensi Online Framework Understanding and Measuring
Karyawan Green ICT. 2010. Connection Research.
Australia.
[4] Kaseya.2008. Green Computing: Using IT
Automation to Achieve Energy
Efficiency.Central Avenue: Enterprise
Management Associates, Inc.
[5] Muhi, A.Hanapiah. 2011. Pemanasan
Global (Global Warming). Institut
Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),
Jatinangor, Jawa Barat.
[6] Murugesan, San. 2008. "Harnessing
Green IT: Principles and Practices." IT
Gambar 3. Sistem Informasi Perkuliahan professional 10.1. 24-33.
[7] Saha. 2014. Green Computing.
International Journal og Computer Trends
an Technology (IJCTT). Vol 14 number 2.
[8] Tripathi, Praveen. 2012. Green Computing
as a Mandatory Revolution For Proper End
– of – Life.
[9] Vithoba, Nayak, dkk. 2010. Solution for
Green Computing, green computing.
. India. (IJCNS) International Journal of
Gambar 4. Sistem Informasi Akademik Dosen Computer and Network Security.
10 Bambang Eka Purnama, Konsep Dasar
Internet, Graha Ilmu Yogyakarta 2016

Gambar 2. Sistem Informasi Absensi


Online Mahasiswa

ISSN : 2461‐0690 56