Anda di halaman 1dari 3

ABSTRAK

Upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong produksi


garam dalam negri salah satunya ialah dengan memanfaatkan
kekayaan alam yang ada seperti air laut yaitu dengan mengkaji
potensi kadar garam pada air laut. Pembuatan garam dapat
dilakukan dengan beberapa kategori berdasarkan perbedaan
kandungan NaCl nya sebagai unsur utama garam. Sehingga,
perlunya dilakukan analisis terhadap kadar garam Natrium dapat
dilakukan pengukuran konsentrasi Natrium dengan menggunakan
Spektroskopi metode absorbansi yang terdapat pada sampel air laut
di beberapa lokasi daerah Jawa Timur yaitu pantai Kenjeran,
Suramadu dan Sumenep.
Metode yang digunakan adalah mengukur hasil output
tegangan yang diterima oleh sensor LDR dari sampel yang akan
diuji dengan cara membandingkan hasil pengukuran sampel air
laut pada hasil pembacaan alat spektrium dan alat ukur OPM
sebagai acuan pembanding hasil data yang valid. Proses
pengambilan data menggunakan OPM dan Spektrium yaitu
membuat larutan baku natrium (NaNO3 + HNO3) dengan
konsentrasi 100 mg/l, 200 mg/l, 300 mg/l, 400 mg/l dan 500 mg/l.
Berdasarkan hasil data pengukuran tegangan keluaran yang didapat
dari Spektrium pada variasi sampel dengan konsentrasi larutan
baku 100 mg/l, 200 mg/l, 300 mg/l, 400 mg/l dan 500 mg/l adalah
berturut-turut sebesar 4,46 ; 4,46 ; 4,47 ; 4,48 dan 4,48 Volt. Hasil
data tegangan tersebut didapat hasil persamaan regresi linier
sebesar y=6.10-5 x + 4,452. . Nilai koefisien korelasi (R) yang
diperoleh adalah 0,9. Hasil pengukuran larutan air laut dari 3 pantai
yaitu Kenjeran, Suramadu dan Sumenep didapat hasil tegangan
berturut-turut sebesar 4,49 ; 4,5 dan 4,47 Volt. Hasil pembacaan
konsentrasi larutan pada 3 titik area pantai Kenjeran, Suramadu dan
Sumenep berturut-turut menggunakan alat Spektrium
menunjukkan konsentrasi garam NaCl sebesar 633,3 ppm, 800
ppm dan 300 ppm.

Kata Kunci: Spektroskopi UV-Vis, Garam NaCl


ABSTRACT

Efforts that need to be made to encourage the production of


salt in the country, one of which is by utilizing existing natural
wealth such as sea water, namely by assessing the potential of salt
levels in sea water. Salt production can be done in several
categories based on differences in the content of NaCl as the main
element of salt. Thus, the need for analysis of sodium salt levels
can be measured by using concentration spectroscopy absorbance
methods found in seawater samples in several locations in East
Java, namely Kenjeran, Suramadu and Sumenep.
The method used is to measure the results of the voltage output
received by the LDR sensor from the sample to be tested by
comparing the results of measurements of sea water samples on the
results of reading the spectrium device and the OPM measuring
instrument as a benchmark for valid data results. The process of
taking data using OPM and Spectrium is to make a standard
solution of sodium (NaNO3 + HNO3) with a concentration of 100
mg / l, 200 mg / l, 300 mg / l, 400 mg / l and 500 mg / l. Based on
the results of the output voltage measurement data obtained from
Spectrium in the sample variation with the standard solution
concentration of 100 mg / l, 200 mg / l, 300 mg / l, 400 mg / l and
500 mg / l, it is 4.46; 4.46; 4.47; 4.48 and 4.48 Volt. The results of
the voltage data obtained by the results of linear regression
equation y = 6.10-5 x + 4.452. . The value of the correlation
coefficient (R) obtained is 0.9. The results of measurements of
seawater solutions from 3 beaches, namely Kenjeran, Suramadu
and Sumenep, obtained stress results of 4.49; 4.5 and 4.47 Volts.
The results of reading the solution concentration at 3 points of the
Kenjeran beach area, Suramadu and Sumenep using the Spectrium
tool respectively showed the concentration of NaCl salt of 633.3
ppm, 800 ppm and 300 ppm.

Keywords: UV-Vis spectroscopy, NaCl salt

ii
iii