Anda di halaman 1dari 9

TUGAS SENI BUDAYA

MEMBUAT NASKAH TEATER


KELAS XII MIPA 1

DISUSUN OLEH
1. Ananda Fuji K.
2. Fira H. S.
3. Imarotunnairoh
4. Jihan Nurafifah H.
5. Meta Tria H.
6. Naura Ashila

SMA NEGERI 1 CIREBON


2018/2019
Tema :
Judul : Point
Genre : Thriller
Tokoh :
1. Miko : manja, patuh, sedikit nakal, periang
2. Ibu : baik hati, pemaaf, bijaksana, misterius
3. Diana : periang, pengertian, sopan, cerewet
4. Jimmy : nakal, ceria, tidak tahu diri, petakilan

Point
Miko adalah anak tunggal di keluarganya. Dia selalu dimanja oleh ibunya yang merupakan
seorang single parent. Ibunya tak pernah marah ataupun menegur setiap kesalahan yang Miko
perbuat. Mungkin ibunya bukan contoh orang tua yang baik, tetapi Miko tetap menyayanginya
karena ia yakin bahwa hal tersebut merupakan bentuk kasih sayang seorang ibu.

Babak 1 : Di ruang makan

Miko : " Bu, aku pulang!"


(Meletakkan tas di atas meja makan sembari menuju kamarnya)
Ibu : "Miko, sini bentar dong. Ibu mau ngomong."
Miko : "Iya, Bu. Sebentar."
(Sembari bergegas menuju tempat ibu berada)
Miko : "Ada apa, Bu?"
Ibu : " Kotak bekalmu mana? Kok ibu liat kamu dateng cuma bawa tas punggungmu aja?"
Miko : "Hah? Masa sih bu? Perasaan aku bawa kok. Apa tertinggal di bus sekolah ya?"
Ibu : "Coba ingat-ingat lagi."
Miko : "Oh iya… Kayanya ketinggalan di bus sekolah. Maaf bu, janji deh aku ga bakal teledor
lagi."

Ibunya hanya tersenyum, senyuman itu memang selalu dikeluarkan saat Miko membuat
kesalahan, ibunya memang penyabar dan pengertian. Memang wajar saja jika Miko
menghilangkan kotak bekalnya, ia hanya anak laki-laki 15 tahun yang sedang beranjak dewasa.
Babak 2 : Teras Rumah

Jimmy : "Mikooo....mikooo..... main yuuk!"


(Memanggil-manggil dari teras rumah Miko)
Miko : "Iya sebentar.”
(Menuju pintu teras dan membukakkan pintu)
Diana : "Mik, main yu. Bosen banget nih jam segini di rumah."
Miko : "Aduh kayanya aku ga bisa main deh."
Diana : "Tumben banget kamu ga mau main."
Jimmy : "Iya nih, biasanya kamu yang ngajakin main."
(Ibu Miko datang menghampiri Miko dan teman-temannya)
Ibu : "Siapa yang datang, Mik? Oh Jimmy dan ini maaf siapa?"
(Sambil menunjuk Diana)
Diana : "Eh, aku temen sekolah Miko juga tante, kesini mau ngajak Miko main, tapi Miko bilang
dia gak mau main."
Ibu : "Loh kenapa, Mik? Temen kamu udah nyamperin kamu lho."
Miko : "Ehmm.. Tapi.."
Ibu : " Udah gapapa main aja, tapi jangan sampai larut malam ya."
Jimmy : "Yeay, terima kasih tante!"
Miko : "Yaudah bu, aku main dulu ya."
(Sembari meninggalkan ibunya)
Babak 3 : Jalan Sekitar Rumah Miko

Waktu terus berlalu, sang rembulan pun telah menampakan wujudnya ditengah gelapnya
malam. Namun, canda dan tawa di setiap langkah kaki Miko, Diana, dan Jimmy memecah
keheningan malam yang menyelimuti mereka. Hingga tak terasa pintu rumah Miko telah terlihat
dari kejauhan.

Jimmy :"Eh boncel, tangkep dong jangan bengong aja!"


Miko :"Iya nih, apa lemparannya kurang tinggi?"
(Miko dan Jimmy tertawa terbahak-bahak sambil berlari meninggalkan Diana)
Diana : "Ih nyebelin, jangan tinggalin aku dong."
(Dengan nafas terpenggal kelelelahan)
Miko dan Jimmy tetap berlari sembari memainkan bola basketnya, tetapi lemparan Jimmy
meleset tepat mengenai jendela rumah Miko.

PRANG

Jimmy : "Ups.. Mik sepertinya kita akan dapat masalah."


Diana : "Oh my god, Jimmy, lihat apa yang kamu lakukan!"
Jimmy : "Kok aku sih, Miko nya aja yang ga bisa nangkep!"
Diana : "Aduh gimana nih, Miko?"
Miko : "Ehmm..."
(Terdiam sembari berfikir)
Jimmy : " Mik gapapa lah ya? Ibumu kan baik, lagian kamunya juga sih ga nangkep lemparan
aku."
(Merayu sambil menepuk pundak Miko)
Diana : "Jimmy! Kamu ga bisa gitu dong, udah salah, nyalahin orang lagi!"
(Bernada tinggi)
Miko : "Eh udah udah, jangan berantem."
Jimmy : "Tuh kan, Miko nya aja santai, ko kamu yang ngegas sih?"
Diana : "Ya tapi kan..."
Ibu : "Miko masuk ke dalam nak."
(Tiba tiba keluar dari rumah)
Miko : " Eh.. iya bu. Temen- temen, aku masuk dulu ya"
(Melangkah masuk ke rumah)
Diana : "Tante, maaf ya, tadi Jimmy ga sengaja...”
Ibu : "Sudah sudah, lebih baik kalian pulang, sudah larut malam nih. Orang tua kalian pasti
khawatir."
(Memotong perkataan Diana)
Jimmy : "Iya tante, sekali lagi maaf. Ayo Na, kita pulang."
(Sambil berjalan menjauhi rumah miko)

Babak 4 : Dalam Rumah

Miko : "Bu maaf banget ya, ibu ga marah kan?"


Ibu : "Iya iya udah gapapa, sekarang lebih baik kamu beresin pecahan kacanya ya, ibu capek."
Miko : "Siap bu."

Dengan sigap Miko melangkah menuju jendela yang pecah dan membersihkannya dengan
telaten. Ia tau, ia telah membuat banyak kesalahan hari ini, ibunya pasti kecewa walaupun tidak
memarahinya sedikitpun, tapi tetap saja ia merasa bersalah.
Sedangkan sang ibu pergi ke ruang makan untuk mengambil pulpen dan buku catatan kecil
yang tertinggal, setelah itu ia pergi ke kamar tidurnya.

Babak 5 : Ruang Makan

Hari hari berlalu dengan cepat, musim yang satu berganti ke musim yang lain. Miko kembali
bersekolah setelah melalui libur musim panas yang panjang. Tetapi di awal hari masuk sekolah
itulah Miko dapat bencana.

Berawal dari Miko yang mengantuk di kelas, lalu ia mengiyakan ajakan temannya untuk bolos
sekolah lewat pagar belakang sekolah. Tetapi apalah daya, sepintar-pintarnya murid, pasti guru
agama lebih pintar. Miko yang tidak bisa memanjat pun tersungkur tepat di depan guru
agamanya yang sedang mengejar mereka. Dengan luka di tubuhnya, Miko dan teman-
temannya dipulangkan oleh pihak sekolah.

Miko : "Bu aku pulang."


(Dengan suara pelan dan berjalan munuju ruang makan untuk meletakkan tas dan kotak
bekalnya di atas meja)
Ibu : "Loh kok jam segini kamu sudah pulang nak? "
Miko : "Hmmm.... i-i-iya buu, soalnya hari ini ada rapat guru di sekolah, jadi semua murid
dipulangkan. Ehmm, Bu, Miko ganti baju dulu yaa."
(Berjalan terseok-seok menjauhi ruang makan)
Ibu : "Loh bentar bentar, kok jalannya kaya gitu? Terus muka mu kenapa nak? Cerita sama ibu,
ibu ga akan marah."
Miko : "Gapapa bu, ini tadi Miko cuma jatoh aja. Jalannya ga ati ati."
Ibu : "Ga ah ibu ga percaya. Coba sini ibu liat mukanya, terus ibu obati."
Miko : "Ga usah bu, Miko bisa sendiri kok."
Tanpa sepengetahuan Miko, pihak sekolah telah menghubungi ibunya terlebih dahulu
mengenai perbuatannya di sekolah.

Babak 6 : Ruang Tv

Supermarket dekat rumah semakin ramai di akhir bulan, karena banyak potongan harga yang
menarik ibu-ibu rumah tangga, begitu pula ibu Miko. Sambil menunggu ibunya pulang, Miko
menonton televisi di ruang tamu sambil makan cemilan, tak lama kemudian telepon rumah
berdering, ternyata dari ibu.
Ibu : "Halo Miko, bisa tolong liat di kulkas ada wortel sama selada ga, ibu lupa persediaan apa
saja yang habis."
Miko : "Okay, sebentar ya bu."

Miko pun berlari mendekati kulkas, tetapi matanya menangkap sesuatu yang janggal. Terdapat
buku catatan kecil yang tidak biasanya ada di atas kulkas. Miko pun berniat untuk
membukanya, tetapi sebelum itu ia memeriksa kulkas terlebih dahulu sesuai perintah sang ibu,
lalu menghubungi ibunya kembali.

Miko : "Hmm halo bu, selada masih ada sedikit tapi wortel udah habis."
Ibu : "Yaudah deh, kamu titip apa nak?"
Miko : "Engga deh bu, aku lagi ga pengen apa-apa."
Ibu : "Yaudah deh ibu tutup dulu ya."

Setelah menutup telepon, Miko melanjutkan niatnya yang tertunda. Dari dulu ia sangat
penasaran dengan isi yang ada di dalam buku catatan kecil yang selalu ibunya bawa kemana
pun. Rasa penasaran itu semakin besar saat ia teringat bahwa setiap ia melakukan kesalahan,
ibunya segera menuliskan sesuatu di buku itu. Dan hal tersebut masih dilakukan oleh ibunya
sampai sekarang.

Dengan tangan bergetar dan keringat dingin mengucur dari dahi, Miko pun mulai membuka
buku terebut. Buku ini sepertinya memiliki umur yang tua karena warnanya sudah menguning
dan banyak sobekan kecil. Tepat di tengah halaman berpembatas pita biru yang Miko
buka,terdapat tulisan :

MIKO
23 Juni
• Menghilangkan kotak bekal (5 point)
168 point tersisa

24 Juni
• Pulang larut malam (6 point)
• Memecahkan kaca (4 point)
158 point tersisa

12 Juli
• Berbohong (8 point)
• Bolos kelas (7 point)
143 point tersisa
Melihat tulisan tersebut, Miko terkejut. Jantungnya berdebar lebih cepat. Jadi selama ini, dibalik
kebaikan ibunya yang tak pernah marah itu, ada maksud dibaliknya. Hingga akhirnya ia
menjelajah lebih jauh ke halaman sebelumnya. Miko dikejutkan kembali dengan tulisan yang
sama hanya saja dengan nama dan daftar kesalahan yang berbeda. Miko sadar, bukan hanya
dirinya yang diperlakukan seperti ini. Tetapi yang masih menjadi pertanyaan bagi Miko adalah
apa yang dilakukan ibunya terhadap orang-orang sebelum dirinya saat pointnya sudah habis?
Tepat ketika Miko sedang bergelut dengan fikirannya, ibunya muncul di ambang pintu dengan
seringai manisnya.

Ibu : "Your time is up, Miko."

(lampu panggung seketika mati)