Anda di halaman 1dari 9

PENTINGNYA TEKNOLOGI INFORMASI DAN JARINGAN KERJA KOMPUTER UNTUK

AKUNTAN
Komputer mewakili sub set penting dari teknologi informasi. Komputer juga sebagai wakil dari
manajer informasi. Dalam kenyataanya, masa sekarang, informasi adalah sebuah sumber untuk
manajemen. Dicerminkan dari pengaruh kuat komputerisasi. Komputer memungkinkan seorang
akuntan untuk menyelesaikan tugas mereka dengan cepat, akurat, dan terus-menerus dari metode yang
digunakan. Dalam penjumlahan, komputer dibantu dengan elektronic spreadsheet software packages,
membantu akuntan dalam analisis laporan keuangan dan perencanaan anggaran.
EFEK TEKNOLOGI INFORMASI PADA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Efek teknologi pada Sistem Informasi Akuntansi antara lain:
• Adanya kendali atas ketelitian data
• Data dikumpulkan dengan alat khusus sehingga lebih sedikit kertas catatan akuntansi yang
dikerjakan.
• Langkah-langkah pengolahan dilakukan secara otomatis
• Keluaran (output) menjadi lebih rapi dan format yang lebih bervariasi
• Setiap pemakai dapat menghasilkan lebih banyak keluaran atas permintaan
• Output dapat dibagi-bagikan untuk orang lain yang terhubung melalui suatu jaringan area lokal
yang saling berhubungan dengan mikro komputer.
PEMBATASAN TRADISONAL
Tabel berikut berisi perbedaan tugas antara tugas yang dapat dilakukan secara manual dan tugas yang
pantas dilakukan secara komputer.
Tugas yang pantas dilakukan secara Tugas yang pantas dilakukan oleh
manual Komputer
• Pengolahan pengecualian dan jarang • Pengumpulan dan pengolahan volume
terjadi transaksi yang besar dari transaski rutin
• Menentukan sasaran hasil dan • Penyimpanan jumlah informasi dan
kebijakan pembuatan yang data yang besar
menyertakan pertimbangan yang pantas • Monitoring dan mengendalikan proses
dipertimbangkan yang berlanjut
• Temuan permasalahan baru yang • Menjawab pemeriksaan spesifik yang
memerlukan solusi didasarkan pada data yang disimpan
• Mengawasi karyawan • Menyiapkan analisa kompleks dan
• Pengembangan komunikasi sosial laporan yang luas
• Pembuatan keputusan strategis yang • Membantu para manajer untuk
kompleks mengumpulkan data dan memahami
hubungan mengenai semua jenis
keputusan

Local Area Networks (LAN) merupakan alat dalam penyaluran jaringan kerja. Ini digunakan bagi dua
atau lebih jaringan komputer yang tergabung dalam sebuah batasan lokasi. LAN ini dapat digunakan
dalam satu gedung, beberapa gedung atau sebuah departemen dalam perusahaan.
Beberapa keuntungan LAN bagi para penggunanya:
1. LAN lebih efektif dalam berbagai macam penggunaan bagian sumber daya teknologi informasi
yang akan menjadi informasi.
2. LAN dapat digunakan untuk memperbaiki produktivitas tenaga kerja.
3. LAN tidak hanya menyediakan kemudahan akses untuk jasa yang diinginkan namun juga
membolehkan tenaga kerja dan manajer untuk berkomunikasi lebih mudah dan cepat dengan
orang lain.
4. LAN sangat fleksibel

SISTEM TRANSFER DATA ELEKTRONIK (EFT)


EFT sistem berbeda dengan sistem perbankan tradisional dimana transfer dana diatangani secara
elektronik lebih berarti dari kertas cek. Costumer tidak hanya dapat menyimpan dan menarik tabungan
secara elektronik tetapi dapat juga mentransfer cek pembayaran secara langsung. Transaksi yang
diakomodasi oleh EFT sistem dapat dilakukan melalui terminal yang berlokasi pada teller winows di
bank. Sebagai alternatif, customer dapat menggunakan ATM di lokasi bank atau pada supermarket.

SISTEM/JARINGAN PERTUKARAN DATA ELEKTRONIK


Sebuah sistem/jaringan memudahkan pertukaran informasi transaksi bisnis yang seketika dari sistem
komputer satu dengan yang lain. Bagian pertukaran ini disebut mitra dagang dan meliputi distributor,
pabrik-pabrik dan para penyalur. Model EDI bersandar pada suatu jaringan pribadi yang bernilai

1
tambah yaitu VAN. VAN bertindak sebagai clearing house untuk mitra dagang dengan menyediakan
perangkat lunak terjemahan dan bis surat elektronik yang memungkinkan peserta untuk menyimpan
dan mendapatkan kembali file-file EDI. VAN menyediakan suatu alat bisnis elektronik distandardisasi
yang dapat dibaca oleh komputer dagang mitranya, banyak yang menggunakan VAN karena adanya
persepsi bahwa mereka lebih dapat dipercaya dibandingkan internet.
EDI memungkinkan perusahaan untuk membuat format i-commerce dengan mitra dagangnya via
internet. I-commerce dengan cepat mengkonversi kertas dokumen seperti pesanan pembelian, faktur,
nota pengiriman, dan rekening/daftar muatan, ke dalam web secara elektronis dipancarkan antar mitra
dagang. Kedua model ini sangat berkembang cepat, tidak hanya dapat mengurangi arus catatan,
penyimpanan dokumen, dan menyimpan biaya-biaya tetapi juga dapat mengurangi lead time dan bisa
mengurangi inventori ke tingkat Just In Time (JIT). Lead time yang dikurangi akan dapat memperkuat
suatu posisi perusahaan kompetitif dengan penambahan kecepatan dimana perusahaan menyampaikan
produk dan beraksi ke kondisi yang berubah-ubah.
INTERNET, INTERNET-INTERNET, EKSTRANET
Internet
Internet menumbuhakan jaringan distribusi server komputer dimana terdapa beribu-ribu bisnis yang
saling berhubungan, pemerintah militer, dan jaringan pendidikan yang berkomunikasi satu dengan yang
lainnya
INTRANET DAN EKSTRANET
Pegawai dapat memakai intranet untuk fasilitas kolaborasi rencana, memimpin rapat, pesanan, supllies
dari departemen penjualan, pertukaran file dan transfer data. Intranet digunakan untuk menyampaikan
mengukur nilai tambah dari hasil competitif opurtinity, menambah produktivitas dan membantu
pegawai untuk mendapatkan banyak informasi.
Ekstranet relatif baru berkembang dalam melindungi bisnis ke bisnis jaringan operasi. Ekstranet
dipakai untuk mengirim incommerce, konsumen, suplier dan semua pemakai yang diijinkan untuk
mengakses semua intranet dan internet. Intranet mengurangi biaya khusus VANs, contohnya Ford
Motor menggunakan ekstranet untuk sambungan lebih dari 15.000 dealer ford di seluruh dunia.
Hubungan Data
Dalam dunia bisnis masa kini, data tersedia dalam banyak format yang berbeda. Suatu data harus
disortir, terorganisir, dan diatur dengan cara yang mengijinkan para pemakai mengkombinasikan data
untuk menciptakan suatu maksud, untuk mengakses data dengan cepat dan mudah, dan untuk
memandang data dalam suatu format yang dapat dimengerti.
Model Data
Data yang timbul dari transaksi dan sumber lain harus disimpan dan dirawat dalam beberapa jenis
tempat penyimpanan. Dasar penyimpanan data ini meliputi identifikasi tanggal data, kuantitas,
sejumlah dolar, penjelasan dan sebagainya. Secara umum, tempat penyimpanan data sudah diterapkan
seperti file. Model data digunakan untuk mengorganisir tentang kesatuan data. Pembangun susunan
model data adalah elemen data.
ELEMENT DATA
Field length, suatu Field length adalah banyaknya posisi berdekatan memerlukan untuk menyimpan
suatu elemen data di dalam menentukan panjangnya bidang, Nilai yang mungkin paling besar dari
elemen data dipertimbangkan.
Record Key. Bidang tertentu didalam suatu catatan, yang ditunjuk sebagai kunci, dapat bertindak
sebagai suatu cara mengidentifikasi catatan dalam sebuah file. Dua jenis kunci yang paling umum
adalah primary keys (kunci primer) dan secondary keys (kunci sekunder). Kunci primer biasanya
merupakan jenis data numeric, walaupun mereka mungkin juga dari jenis yang lain. Kunci sekunder
adalah bagian lain dari kunci primer dan bertindak sebagai kunci bawahan untuk kunci primer.
Flag. Flag adalah suatu tipe dari elemen sistem data monitor. Hal ini merupakan catatan yang berisi
simbul atau karakter yang digunakan untuk mengontrol proses perekaman. Singkatnya, sebuah program
komputer akan mengatur flag untuk mengindikasikan rekaman yang diterima pada masa kini.
Logical Views versus Physical Storage of records. Dalam menjelaskan sistem informasi, khususnya
data dengan berbagai sistem, terdapat 2 istilah yang sering digunakan yaitu logical dan physical.
Logical berhubungan dengan pandangan pemakai terhadap informasi: phisical berhubungan dengan
organisasi aktual data. Tujuan utama pandangan logical adalah untuk menyediakan kebutuhan
pemakai: tujuan pandangan physical adalah untuk menyediakan perekaman dalam jalan yang
sesungguhnya.
PERTIMBANGAN PERANCANGAN UNTUK CATATAN DAN ARSIP
Establising Record Structure ( Pendirian Struktur Pencatatan)
Struktur dari pencatatan dapat didefinisikan dari isinya, penyusunan, mode dari arsip data, panjang
lapangan, dan kuncinya. Isi dari pencatatan piutang dagang dan catatan dari transaksi penjualan adalah
menemukan keadaan dari aplikasi penjualan kredit. Perhitungan dari penyusunan elemen data dengan
pencatatan tidak dapat dilakukan dengan cepat.
Dalam file-oriented sistem, mempunyai batasan jumlah pengguna yang dilibatjan dalam proses
penangkapan data dan memanfaatkan output untuk keperluan yang terspesialisasi.

2
Banyak file yang exist untuk tujuan menyimpan data. Berikut adalah empat tipe umum dari data file:
1. Master file
2. Transaction file
3. History file
4. Reference files
Manfaat dan Batasan dari sistem berorientasi file (file-oriented system)
Jika suatu pengumpulan data dan pelaporan informasi kebutuhan perusahaan terbatas, beberapa file
data dapat dapat digunakan untuk menyediakan kebutuhan informasi. Sistem yang demikian adalah
sederhana dan mudah digunakan. Sistem file juga dapat menangani volume seperti transaksi secara
efisien. Dalam suatu sistem file, suatu program aplikasi yang menggunakan data harus menetapkan
tidak hanya pada pengolahan untuk memenuhi tetapi juga bagaimana data tersebut tersusun
Data Dokumen dalam Sistem Data base
Pemahaman dari suatu conseptual model data, secara teknis terdiri dari dua dokumentasi, antara
lain: Dictionary file dan entity-relationship diagram. Dictionary file yang terpusat pada elemen
kebutuhan data mereka sendiri. Dictionary file data bertindak sebagai tempat penyimpanan atau acuan
yang berisi fakta tentang elemen data terdapat di data base. Suatu dictionary file memungkinkan para
pemakai untuk mengakses dan memelihara data.
PENGEMBANGAN SISTEM

Pengembangan sistem adalah proses memodifikasi atau mengubah sebagian atau seluruh sistem
informasi.
Konterks Organisasi pengembangan sistem
Konterks organisasi pengembangan sistem dapat diilustrasikan oleh gambar dibawah ini:

Pemakai Sistem Informasi

Analisis Perancangan
Operasi
Kebutuhan- sistem sistem
Gambar tersebut menunjukkan tiga subfungsi di dalam
kebutuhan fungsi sitem informasi, yaitu: analisis sistem,
perancangansistem
sistem, dan operasi.
Analisis Sistem
Analisis sistem merupakan tanggung jawab untuk
Keluaran Sistemmengmbangkan rancangan umum aplikasi-aplikasi
sitem Analisis bekerja sama dengan pemakai untuk mendefinisikan kebutuhan informasi spesifik
mereka. Kebutuhan-kebutuhan tersebut kemudian dikomunikasikan ke fungsi perancangan sistem.
Terdapat empat langkah dalam analisis sistem:
1. Survei sistem berjalan DATA MODEL
2. mengidentifikasi kebutuhan informasi pemakai
3. mengidentifikasi kebutuhan sistem yang perlu untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai
4. penyajian laporan analisis sistem Data-base
File Orientation
orientation
Iktisar dari organisassi data ditunjukkan dengan gambar sebagai berikut:

Data Base

Data Set
File (Data Segments or
Tables)

Record Record

Data Element
3
Data Element
HIRARKI DATA DALAM SISTEM DATA-BASE
Hirarki data dalam sistem data-base mulai dengan elemen data. Kumpulan dari elemen data
terkait dari suatu kesatuan yang terorganisir seperti struktur, dan Kumpulan dari arsip terkait yang
disebut data set, segmen data, atau suatu tabel.
Data Set. Suatu data set (atau segmen data) adalah suatu kumpulan arsip yang terkait, kebanyakan
seperti suatu file
Data Base. Suatu data base adalah keseluruhan struktur data yang meliputi kedua-duanya data set dan
hubungan antaranya. Dengan begitu penyimpanan data adalah suatu tempat penyimpanan yang
bersama oleh banyak kelompok pemakai, departemen, dan fungsi.
Suatu data base adalah tempat penyimpanan data umum yang melayani aplikasi banyak orang,
structuring data adalah tidak terikat pada bagaimana aplikasi " meminta" data dari keinginan mereka.
MANFAAT DAN RESIKO SISTEM DATA-BASE
Salah satu keuntungan terbesar pendekatan data-base adalah kemampuan untuk menyediakan informasi
yang diperlukan beberapa manajer, walaupun sebagian besar informasi yang diperlukan mungkin
terpisah pada data base.
Dengan kemajuan teknologi yang signifikan, pendekatan data-base tepat mendekati biaya-biaya
atau denda tertentu. Walaupun banyaknya resiko wajar yang terbatas, besarnya tiap resiko adalah
signifikan.
1. Kelesuan
Suatu resiko utama berhubungan dengan pendekatan data-base adalah awal kelesuan. Sebab secara
garis besar berbeda dengan pendekatan yang berorientasi file, pendekatan data-base biasanya
menciptakan kesulitan dan ketahanan.
2. Sifat peka.
Suatu data base umum yang terintegrasi sangat peka. Suatu gangguan pada perangkat keras atau
perangkat lunak mempunyai suatu efek jauh lebih besar dibanding pada suatu sistem yang membatasi
aplikasi dan file. Jika sistem dan data basenya tak bisa dioperasikan untuk alasan apapun, aplikasi akan
berhenti berfungsi.
3. Rumit
Resiko yang ketiga yang timbul dari perangkat keras dan lunak yang relatif rumit diperlukan oleh
pendekatan data-base. Kebutuhan perangkat keras pada umumnya meliputi suatu pengolah dengan
sejumlah penting memori, sejumlah ruang penyimpanan yang besar, dan terminal untuk mengakses
data. Perangkat lunak diperlukan meliputi DBMS sebagai tambahan terhadap program aplikasi untuk
melaksanakan langkah-langkah proses.
PROSES TRANSAKSI BERDASARKAN KOMPUTER
Dua aspek pokok dari sebuah sistem informasi adalah mengatur data dan memproses data.
Untuk melakukan ini, dua jalan bias digunakan yaitu 1) the file–oriented dan data base approaches.
Tugas pokok dari sistem akuntasi informasi adalah digunaka untuk proses transaksi dalam perusahaan.
Proses transaksi meliputi tiga tahap : proses input, proses memelihara kelangsungan hidup data, dan
proses output.
Preformatted Data-Entry Screens.
Transaksi yang makin bertambah dapat dimasukkan kedalam sistem komputer via on-line video
terminal penglihatan dan monitor komputer. Prinsip kunci tentang pembuatan form juga memakai
screen pembuatan. Sejak screen termasuk “lembar elektronik”, mereka harus dapat mengambil
keuntungan dari special feature yang dapat membantu siapa saja ya ng menggunakan itu.
Screen penginputan data harus layak kedalam kesatuan kerangka kerja yang teliti. Menu screens
yang teliti dapat dikerjakan untuk menyediakan daftar pemilihan. Semua screens pada kerangka kerja
harus menggambarkan kekonsistenan format.
Untuk mengurangi beban kerja, meningkatkan ketepatan, dan menyiapkan memory bantuan bagi
seseorang yang menggunakan terminal komputer untuk memasukkan data. 4 perluasan kegunaan
persetujuan dalam membuat screen dalam mengerjakan pemasukan data
1. Menu. Fitur ini berhubungan dengan daftar pilihan dimana pemakai dapat dengan cepat
mengindentifikasi dan benar menentukan tindakan yang dimaksud.
2. Graphical User Interfaces (GUIs). GUIs menuntun pemakai menggunakan pilihan yang tepat
pada layar bergambar (icon) dengan sebuah perencanaan seperti sebagai sebuah mouse.
Dialogue Prompts. Pertanyaan atau sugesti diperlihatkan oleh aplikasi perangkat lunak komputer
dalam kecepatan pemakai untuk menyiapkan informasi dengan jalan efektif yang mengolah informasi
tanpa memerlukan pemakai untuk mengingatkan yang akan datang.
4. Preformatted screens merupakan format penggambaran atau lembar tiruan lunak dimana
hal ini menjadi penyimpanan oleh pemakai secara relevan.

4
Paperless Means of Data Capture
Data merupakan pengembangan yang dapat ditangkap dari sumber tanpa perlu menggunakan formulir
kertas. Sebagai contoh, mengenai transaksi bank dilakukan menggunakan mesin teller otomatis
(ATMs). Data untuk transaksi ini dimasukkan kedalam sistem yang menggunakan kedua kartu dengan
secarik magnetic dan tombol ATM’s.

PROSES INPUT-KOLEKSI DATA


Tanpa memperhatikan data apapun yang dimasukan ke dalam form dari file atau data base, setiap SIA
perlu segera menginput peristiwa bisnis dalam sebuah basis yang berlanjut.
Pada dasarnya input timbul dari sebuah transaksi spesifik dengan beberapa aspek khusus.
Pertama, input terdiri dari data yang diperlukan untuk mengidentifikasi type transaksi. Kedua, input
dikomunikasikan dalam beberapa form. Beberapa form merupakan hardcopy dokumen sumber.
Aliran masuk transaski harus ditangani oleh SIA perusahaan yang menangkap dan memasukan
data jadi data dapat segera diproses. Prusahaan yang menggunakan sistem berbasis komputer
mempekerjakan pendekatan off-line, pendekatan data-entry on line, atau gabungan dari keduanya.
Off line Processing Inputs
Dalam pendekatan ini, awalnya data transaksi didapat dari dokumen sumber. Dokumen sumber
menyinggung sebuah grup seperti misalnya transaksi dikelompokkan ke dalam batch. Kemudian
transaksi batch direkam ke dalam komputer-form yang dapat dibaca., menggunakan sebuah off-line
device..
On line Processing Inputs
On line data menyediakan proses dengan segera dari input sampai edit data, mengoreksi kesalahan dan
mencatat transaski.

PENGOLAHAN DARI OUTPUT – GENERASI INFORMASI


Permintaan dirancang dengan proses output, seperti halnya dibentuk dengan proses input atau
memperbaharui data yang ada. Pengolahan transaksi permintaan menghasilkan bermacam-macam
output untuk jenis pemakai (pengguna). Output ini mencakup dari dokumen, seperti faktur penjualan
dan cek, untuk laporan-laporan seperti laporan keuangan dan analisa jumlah penjualan. Laporan-
laporan itu sering dibuat untuk membantu pengelola dalam merencanakan kegiatan-kegiatan atau
menyediakan pengawasan dalam bekerja.
Output mungkin diberikan dalambentuk kertas (hard copy), microfilm atau screen display (soft copy).
PROSES PENDOKUMENTASIAN
Flowchart adalah penyajian pictoral proses sistem transaksi dan arus mereka. Sejak pemrosesan
dimasukkan didalam arus sistem, flowcharts menyediakan alat-alat yang terdapat dalam dokumen
sistem dan proses mereka. Kategori utama flowcharts adalah dokumen, program, proses, dan sistem.
Pengendalian Internal.
Pentingnya Proses Pengendalian Dan Ukuran Pengendalian Bagi Akuntan
Pengendalian internal sebagai proses dan sebuah struktur adalah hal yang sangat penting bagi para
akuntan. Sebagai pengguna utama dari SIA, akuntan harus mengambil langkah dalam mengembangkan
dan mereview Struktur Pengendalian Internal (ICS). Mereka juga seharusnya bekerja dengan desainer
sistem untuk mengembangkan sistem informasi untuk meyakinkan bahwa ukuran pengendalian yang
telah direncanakan memenuhi syarat dan dapat diperiksa.
STRUKTUR PENGENDALIAN INTERNAL
Tujuan Pengendalian Internal
Tujuan pengendalian dapat dikategorikan menjadi tiga antara lain:
1. Operasi yang efektif dan efisien
2. Laporan keuangan yang reliabel
3. sesuai dengan aturan dan perundangan

PANDANGAN KEUANGAN YANG BERORIENTASI STRUKTUR PENGAWASAN INTERN


Lima komponen dan pertimbangan lain ICS yang saling berhubungan,antara lain:
1. Lingkungan Pengendalian
2. Penilaian Risiko
3. Aktivitas Pengendalian
4. Informasi Dan Komunikasi
5. Monitoring
KECURANGAN KOMPUTER DAN PENGENDALIAN MASALAH YANG BERHUBUNGAN
DENGAN KOMPUTER
Nature Of Computer Crimes

5
Sabotase fasilitas computer diklasifikasikan menjadi kesalahan komputer secara langsung, dan
ketidak berwewenangan akses data yang disimpan secara tidak langsung
Importance Of Computer Fraud
Sikap penggelapan computer merupakan tingkat kemungkinan kerugian yang sangat tinggi, saat factor
frekuensi, sifat yang mudah diserang, dan ukuran masih dilakukan. Komputer yang berdasarkan pada
sistem bisa memproses ribuan transaksi tiap jam, dengan setiap transaksi bisa menjadi objek
kesalahaan. Komputer dan data yang disimpan sering mendapat serangan untuk mengakses data secara
tidak sah dan mengalami kerugian. Lebih buruk lagi kegiatan penggelapan dengan orang yang punya
wewenang ataupun tidak sangat sulit untuk dideteksi.
Types Of Computer Crimes
Kesalahan computer bentuknya bermacam-macam. Dua tipe yang sudah tercatat adalah akses yang
tidak sah dalam penyimpanan data, dan sabotase fasilitas computer. Kesalahan yang tidak disengaja
dalam trnsaksi dan kehilangan asset, juga tindakan kekerasan bisa dan muncul dalam frequent basis.
Beberapa type kejahatan dapat ditunjukkan dalam tabel di bawah ini:

Keamanan Fasilitas Perangkat Keras Computer


Perlindungan dari unauthorized Acces
Untuk mengurangi resiko dari exposure, dalam perusahaan besar pusat fasilitas komputer seharusnya
diisolasi. Akses phisik ke fasilitas komputer seharusnya dibatasi untuk authorized person, seperti
operator komputer, librarian, supervisor data prosesing, dan sistem informasi manajemen.. Adapaun
beberapa cara yang yang paling efektif untuk membatasi akses ke ruangan pusat komputer dan
fasilitas yang sama adalah:
1. Petugas keamanan dan resepsionit ditempatkan pada strategic entry point
2. Alat scan electronic untuk mencegah karyawan memindahkan disk dan magnetic tapes, dan dari
bringing metal seperti magnet kedalam pusat komputer
3. Gerakan detector untuk pengaman siaga terhadap kehadiran orang yang tidak syah
4. Closed-circuit monitors yang dapat dipandang dari lokasi sentral
5. Lencana Identifikasi Color-coded yang harus dikenakan terus menerus
6. Log in/log out dari semua pengunjung
7. Escorts assigned untuk semua pengunjung
Daftar ukuran keamanan yang terpilih untuk fasilitas sumber daya Fisik komputer, dan data:

6
Tujuan ukuran Sumber daya FISIK non- Fasilitas perangkat keras dari Data di dalam system
keamanan komputer di dalam kedua sistem berbasis-komputer berbasis-komputer
sistem, Manual dan Berbasis-
Komputer
1. Melindungi dari  Petugas keamanan  Petugas keamanan  Alat elektronik untuk
pencurian atau  Penerima tamu  Penerima tamu membaca sekilas
akses oleh para  Area yang dikurung  Alat elektronik untuk membaca  Terminal pintu yang dikunci
orang tidak sah  Gounds yang menerangi sekilas  Prinsip paling sedikit akses
 Tanda bahaya di pintu  Alat pendeteksian gerakan perlakuan khusus
 Alarm pintu darurat  Pintu yang dikunci  Perpustakaan data off-line
 Alarm detektor gerakan  Kebijakan masukan yang terbatas  Sekat penyimpanan program
 Pintu yang dikunci  Monitor televisi dan data on-line
 Monitor televisi  Terminal yang dikunci  Data yang disandikan
 Menyelamatkan dan melompat  Terminal jalan masuk  Catatan/kertas shredders
 Mesin penghitung uang masuk  Kartu mengaktipkan kunci  Kata sandi
yang dikunci  Lencana karyawan  Terminal berfungsi terbatas
 Kotak yang dikunci  Kata sandi  Larangan bekerja otomatis
 Pengawasan yang dekat  Terminal test yang dipencilkan  Memeriksa prosedur call-back
 Log dan daftar  Log-in/log-out pengunjung  Nol disk
 Pemenuhan asuransi  Pengunjung foto  Kunci papan tombol
 Mengawal ketika di area sensitip
2. Melindungi dari  Sistem alat penyemprot air  Proses pengaturan suhu
bencana atau  Tahan api melompat  Kendali kelembaban
lingkungan alami  Lantai tahan air, dinding, dan
langit-langit
 Fasilitas pengeringan air yang
sesuai
 Detektor air dibawah lantai
 Pompa air, pompa air bah
 Tahan api melompat
 Konstruksi tahan api
 Lapisan gas 200 FM
 Pemadam api yang dijinjing
 Sistem tanda kebakaran ionisasi
 sistem yang menuntaskan asap
 Plastik untuk melindungi
peralatan
 Pemeriksaan resiko api
 Persediaan daya bantu (generator
diesel dan batere)
 Tombol power-off yang dapat
diakses
 Pemenuhan asuransi
 Penempatan yang bijaksana
 Ketidaktentuan bencana dan
rencana kesembuhan
 Pengasingan lokasi komputer
3. Lindungi dari  Pemeliharaan pencegahan  Pemeliharaan pencegahan
gangguan dan  Backup peralatan  Backup sistem perangkat keras
gangguan bisnis  Pemenuhan asuransi  Penurunan derajad secara
perlahan
 Pemenuhan asuransi
4. Deteksi akses yang  Log akses
dicoba atau  Log kontrol
perubahan  Kontrol akses
 Perangkat lunak
 Log perubahan sistem dan
program
5. Lindungi dari  Log perpustakaan
kerugian atau  Log transaksi
perubahan  Cincin perlindungan file tape
 Melindungi penulisan
floppies hard-disk dan CD
 Label File eksternal
 Label File internal
 Read-only memori
 Log Batch control
 Larangan bekerja
6. Rekonstruksi file  Log aktivitas
yang hilang  Membukukan arsip
rencana penting
 gudang/penyimpanan
Off-premise
 memeriksa prosedur
Rekonstruksi
 memeriksa prosedur
Rollback dan kesembuhan
 Titik pemeriksaan
7
7. Memonitor ukuran  Kelompok keamanan internal  Kelompok keamanan internal  Kelompok keamanan internal
keamanan  Mengukur keamanan  Mengukur keamanan  Mengukur keamanan
PENDEKATAN DAN TEKNIK AUDITING BERBASIS-KOMPUTER
Teknik spesifik dapat diterapkan hanya untuk sistim informasi yang mengotomatiskan pengolahan
transaksi. Walaupun tidak ada audit tunggal yang akan mempekerjakan semua teknik orientasi
komputer untuk diuji, oleh karena berhubungan dengan biaya-biaya yang berlebihan,masing-masing
teknik dapat mendukung dalam control test atau substantive test. Bagaimanapun, test ini tidak
menggantikan penggunaan sistem flowchart, diagram arus data, dan daftar pertanyaan dalam meninjau
ulang struktur pengawasan internal. Ketiga teknik orientasi komputer yang diuji adalah auditing-
around-the-computer (auditing disekitar komputer), auditing-through-the-computer (auditing melalui
computer), dan auditing-with-the-computer (auditing dengan computer). Kedua-duanya baik auditor
internal dan eksternal dapat secara efektif menggunakan teknik ini, atau mendekati.

Auditing-Around-The-Computer
Auditing-Around-The-Computer memperlakukan komputer sebagai “kotak hitam”. Sebagai
ganti melihat dalam ”kotak hitam", pendekatan berfokus pada masukan dan keluaran dan. Dasar
pendekatan ini menjadi asumsi berikut. Jika auditor dapat menunjukkan bahwa output riil menjadi hasil
yang benar untuk diharapkan dari satu set masukan kepada pengolahan sistem, kemudian komputer
memproses harus berfungsi dalam suatu cara dapat dipercaya.
Pendekatan Auditing-Around-The-Computer adalah suatu metode data nonprocessing. Auditor
tidak menyiapkan simulasi transaksi data atau penggunaan file klien riil untuk memproses dengan
program komputer klien. Pendekatan Auditing-Around-The-Computer adalah pantas hanya ketika tiga
kondisi-kondisi dipenuhi:
1. Jejak audit adalah lengkap dan kelihatan. Itu adalah dokumen sumber yang digunakan untuk semua
transaksi, merinci jurnal yang dicetak, dan acuan transaksi yang dipindahkan dari jurnal ke buku
besar dan ringkasan lapor.
2. Pengolahan Operasi secara langsung, tidak diperrumit, dan volume rendah.
3. Dokumentasi lengkap, seperti diagram arus data dan sistem flowcharts, tersedia untuk auditor.
Bahkan ketika ke tiga kondisi tersebut di atas dijumpai, pendekatan ini tidak bisa dipandang
cukup. Kekurangan yang utama bahwa itu tidak mengijinkan auditor untuk menentukan persisnya
bagaimana komputer yang memproses program akan menangani semua macam transaksi dapat
dibayangkan.
Auditing melalui komputer.
Karena ketidak cukupan pendekatan audit dan komputer dicari alternatif pendekatan lain yaitu auditing
berdasarkan komputer,alternatif pendekatan ini kan membuka “black box” dan secara langsung
berfokus kepada tahap-tahap proses data, edit pemeriksaan dan program pemeriksaan . Jika
diasumsikan bahwa proses program data dapat memperkuat dan mampu menggabungkan program
pemeriksaan, kesalahan dan ketidak pastian maka data yang dihasilkan layak dapat diterima dan
diandalkan.
Audit pendekatan melalui komputer ini dapat diterapkan pada proses komputer secara otomatis dan
kompleks, fakta utama yang mendukung proses dilakukan secara langsung dan tepat waktu agar jejak
audit mudah untuk dilacak.
Audit mikrokomputer dengan berbantuan soft ware .
Mikrokomputer perlu dikembangkan secara luas untuk digunakan oleh auditor contohnya adalah paket
generalis audit software(GAS) paket ini digunakan sebagian besar oleh perusahaan akuntan publik.

Asumsi bahwa seorang auditor menggunakan ACL untuk melakukan substantive terst dalam file
master. Kebutuhan awal dalam program audit kemungkinan adalah menjumlahkan bagian yang
relevan dalam file master. Tampilan layar dan action diperlukan untuk menyesuaikan fungsi ini yang
ditunjukkan dalam figure 10-6. Seperti yang diilustrasikan, operasi pemrosesan ACL dapat
dikendalikan dengan komplit melalui pemanfaatan dari pemakai yang berhubungan dengan menu
hirarki yang jelas/sebenarnya. Seperti test yang telah dilaksanakan, auditor menerapkan pengalaman
dan pertimbangannya dalam menangani dan mengevaluasi hasil akhir (output).
Keuntungan paket GAS adalah:
1. Mengijinkan seorang auditor untuk mengakses catatan komputer-readable untuk jenis secara
luas
2. Memungkinkan seorang auditor untuk menguji lebih banyak data daripada dapat diuji melalui
alat manual
3. Dengan cepat dan teliti melaksanakan berbagai fungsi audit rutin
4. Mengurangi ketergantungan pada personel nonauditing dalam melaksanakan fungsi rutin,
seperti meringkas/merangkum data, dengan demikian memungkinkan uditor untuk memelihara
control yang lebih baik atas audit
5. Hanya memerlukan minimal komputer yang mengetahui/ mengenal pihak auditor
Pembatasan utama dari arus paket GAS adalah bahwa mereka tidak secara langsung menguji
program aplikasi dan pemeriksaan yang diprogramkan. Dengan demikian mereka tidak bisa
menggantikan audit melalui teknik komputer.

8
AUDIT OPERASIONAL DEPARTEMEN PEMROSESAN INFORMASI
Satu dari wilayah pertumbuhan tercepat dari auditing adalah audit operasional, yang mungkin
dilaksanakan oleh baik auditor internal maupun auditor eksternal. Hal ini telah diuraikan sebagai
aplikasi dari audit internal untuk wilayah operasional dibandingkan dengan untuk wilayah keuangan.
Dalam perusahaan yang sama, auditor mungkin mempertimbangkan seorang konsultan untuk
manajemen operasional. Walaupun arti penting dari auditing operasional telah dikenal selama
bertahun-tahun, auditor hanya melakukannya baru-baru ini seperti audit keteraturan.

Sifat Audit Operasional DP


Satu jenis utama dari audit operasional yang melibatkan auditing fungsi pemrosesan informasi. Audit
operasional dari pemrosesan data secara sistematis menilai keefektifan unit dalam menerima tujuan dan
mengidentifikasi keadaan yang memerlukan peningkatan. Pemrosesan data (DP) audit operasional
mungkin meluas secara alami, meliputi semua aktivitas DP, atau mungkin yang terkait dengan segmen
spesifik dari aktivitas tersebut. Audit operasional adalah alat informasi manajemen yang
khusus/spesial. Menerapkan audit seperti itu dapat membantu manajemen dalam memelihara
keefektifan keseluruhan disamping kompleksitas yang ditingkatkan organisasi, pusat pemrosesan data,
dan permintaan (keduanya secara internal dan eksternal) dalam waktu manajemen.
Dua konsentrasi wilayah utama adalah mendeteksi ketidakefisiensian operasi (dalam hal waktu
dan biaya) dan menentukan pemakaian sumber daya.

Situasi Memutuskan audit Operasional DP


Situasi yang khas bahwa pemicu operasional meninjau ulang operasional DP termasuk berikut ini:
- Biaya berlebihan yang terlihat untuk service komputer
- Pergeseran utama dalam rencana perusahaan
- Proposal untuk memperbaharui perangkat keras dan perangkat lunak utama dan akuisisi
- Ketidakmampuan untuk menarik dan mempertahankan eksekutif komputer DP.
- Kebutuhan eksekutif DP baru untuk penilaian insentif
- Jumlah yang banyak dari perputaran personel didalam departemen DP
- Proposal untuk konsolidasi atau distribusi sumber daya DP
- Sistem utama yang nampak tidak merespon untuk memerlukan atau sulit untuk ditingkatkan
atau dipelihara.
- Nomor yang berlebihan atau meningkat dari komplain pemakai.