Anda di halaman 1dari 17

ANALISA PROSES INTERAKSI

Inisial klien : Ny. J


Nama Mahasiswa : Hasneni, S.Kep
Status interaksi perawat – kien : Fase I (Perkenalan)
Tanggal : 21 Agustus 2018
Jam : 10.00 WITA
Deskripsi Klien : Klien tampak bingung dan tidak rapi
Bangsal : Kenanga
Tujuan (Berorientasi pada klien) : Klien dapat mengenal perawat dan mengungkapkan secara terbuka permasalahannya

KOMUNIKASI VERBAL KAMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT RASIONAL


VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Ingin membuka
P: Selamat pagi bu, boleh P: Tersenyum memandang percakapan dengan klien K masih ragu terhadap Salam merupakan kalimat
duduk sebentar di sini? klien dan berharap dengan orang baru yang masuk ke pembuka untuk memulai
K: menunduk sapaan sederhana P bisa lingkungannya suatu percakapan sehingga
K: Pagi, iya. diterima oleh K. dapat terjalin rasa percaya.
K: ekspresi senyum dan
memandang P P merasa senang ada K ragu terhadap orang
P: tersenyum tanggapan atas salam baru
walaupun belum
diekpresikan secara tulus
P ingin memulai K memberikan respon Topik ringan akan
P: Wah, suasana diruangan P: Memandang K dan percakapan dengan topik sepintas dan menunjukkan memudahkan interaksi
ini lumayan menyenangkan ruangan sekitar. ringan sebelum masuk ke perhatian cukup terhadap lebih lanjut
ya Bu? K: ikut memandang kondisi K P
ruangan sekitar
K: Iyah, masih sambil
tersenyum. Tetapi K: Mengikuti P dengan
menunduk kembali memandang ruangan
sekitar
P : menatap K
P merasa bahwa K harus K masih memberikan Memperkenalkan diri
P: Oh iya, perkenalkan P: Memandang K sambil diberikan penjelasan tanggapan secara ragu- dapat menciptakan rasa
saya Hasneni mahasiswa menjulurkan tangan. tentang kedatangan P ragu percaya klien terhadap
STIKES Panakkukang perawat
Makassar yang akan K: Menerima uluran
praktek disini selama 1 tangan dari para P. sambil
minggu. Nama Ibu siapa? tersenyum

K: Senyum. J.
P: Memandang K P ingin menjalin K mulai tertarik dengan Nama panggilan
P: Biasanya bu senang kedekatan dengan pasien perkenalan dengan P merupakan nama akrab
dipanggil dengan nama K: Memandang P dan klien sehingga
apa? menunduk kembali P senang walaupun menciptakan rasa senang
jawaban singkat akan adanya pengakuan
K: Ya A. atas namanya

P : Memandang K sambil P mencoba mengakrabkan K mulai merasa bahwa P Pujian berguna untuk
P: Wah, kalau begitu kami tersenyum suasana datang untuk membantu K mendekatkan perawat
panggil bu A aja ya. K : Menunduk menjalin hubungan
therapeutik dengan klien
K: Iya. K : Menoleh ke P P merasa pertanyaan
P : Memperhatikan K mendapatkan respon

P: Ibu asalnya dari mana? P : Memandang K P masih berusaha K berpikir dan mengingat- Topik sederhana
K : berpikir membangun keakraban ingat membantu menjalin
K: Sinjai dengan topik sederhana kedekatan dengan klien
K : Menoleh ke P dan P senang karena K
tersenyum lalu menunduk memberi respon K senang karena ingat
lagi daerah asalnya dan
P : Memperhatikan K kembali membayangkan
daerah asalnya tersebut
P: Ooh Sinjai, lumayan P : Memandang K sambil P mulai mengkaji data K berpikir dan berusaha Lama rawat menentukan
jauh ya bu. Ibu sudah tersenyum umum pasien mengingat apakah klien kronis atau
berapa lama disini? K : Bicara sambil menatap akut
P tetapi kontak mata
K : Belum 1 minggu kurang fokus
P : Memandang K
P khawatir kalau K membayangkan keadaan
pertanyaan membuat K yang telah lama
tersinggung dijalaninya
P : Sekarang bu umurnya P : Mendekatkan diri ke K P mengkaji daya ingat K K berusaha mengingat- Umur mempengaruhi daya
berapa? sambil tersenyum ingat ingat klien
K : Menoleh P sebentar
lalu menunduk lagi
K : Emm 34 tahun (kontak mata kurang) P merasa arah pertanyaan
sudah dapat dijawab jelas K menjawab sesuai
oleh K dengan daya ingat yang
dimilikinya
P : Ibu ingat nggak, kenapa P : Menunjukkan P berhati-hati karena K mengingat-ingat Keluhan utama merupakan
mas dirawat disini? keseriusan pertanyaan tsb sangat dasar pasien dirawat di RS
K : Menunduk spesifik dan takut Jiwa
K: menyinggung pasien K menjawab agak ragu-
P lega karena K tidak ragu
tersinggung
P : Ibu pernah ngamuk? P : Bertanya pelahan P mengkaji lebih jauh K mengingat-ingat
K : Menunduk alasan pasien dirawat mencoba untuk menjawab
K : gak pernah. Tapi ada K : Menoleh ke P
tetangga saya yang kemudian menjawab
mencurigakan rumahnya P : Memperhatikan respon
pasien
P:- P : Memandangi P P mendiamkan karena K mencoba menceritakan Dengan diam therapeutik,
belum menemukan semuanya klien merasa didengarkan
K : saya mencurigai rumah K : Melihat kesana kemari pertanyaan yang tepat dan bercerita tentang
tetangga saya, dan tetangga diruangan sambil nyerocos untuk K keadaannya
sya pernah memberikan P menemukan adanya
saya kucing 2 pikir curiga
P:- P : Mendekatkan diri P berusaha mengkaji data K menikmati waham yang Waham kemungkinan
K : Memandang kosong ke yang terkait kata-katanya dirasakannya terjadi karena halusinasi
K : saya tidak tahu apa sekitar ruangan tadi
yang di rumah tetangga K : Menunduk sambil
saya tapi saya nyerocos P menemukan adanya
mencurigainya ada hal-hal P : Memperhatikan kemungkinan waham
yang aneh di rumahnya kebesaran pada pasien
P : Ibu, kegiatan sehari-hari P : Menepuk bahu K P mencoba mengalihkan K teralih karena Pengalihan agar klien tidak
biasanya ngapain saja? K : Menoleh P pembicaraan terkait pertanyaan baru larut dalam waham
waham
K : Mandi, makan, bantu K : Menggaruk-garuk
bersih-bersih ruangan kepalanya P merasa senang karena
ehm… P : Memperhatikan respon pasien bisa beralih
K
P : Ibu betah gak tinggal K : menunduk P mengalihkan perhatian K masih terbawa oleh Pengalihan agar pasien
disini? K dari waham waham tidak larut pada waham
P : memperhatikan pada fase interaksi ini
K : Tidak, sya mau pulang. P senang karena dapat
mengalihkan perhatian K berusaha menjawab
pasien sekenanya
P : Keluarga ibu sering P : Memandang K sambil P ingin mengkaji K berusaha mengingat Keluarga merupakan
menjenguk ? tersenyum keterlibatan keluarga keluarganya support sistem bagi klien
K : Menoleh P terhadap perawatan K sehingga harus dikaji
K : Dulu keterlibatannya
K : Menunduk lagi K ingat terhadap
P : Memperhatikan respon P senang mendapatkan keluarganya
K jawaban K

P : Kalau di rumah, ibu P : Memandang K sambil P berusaha mengkaji K mengingat aktivitasnya Aktivitas di rumah
ngapain aja? tersenyum aktivitas K di rumah di rumah merupakan data pantas
K : Menoleh P tidaknya pasien dilibatkan
dalam keluarga
K : Memandang P
K : Sy suka bersih-bersih K menikmati waham yang
rumah sama jaga anak dialaminya
P : Bagaimana perasaan ibu P : Memandang K sambil P mengalihkan topik K bingung dengan Pengalihan agar K tidak
sekarang? tersenyum bahasan pertanyaan yang diberikan larut dengan wahamnya
K : Menoleh P
K : Biasa aja. K menjawab tentang
K : Memandang P sambil P bingung harus ngobrol keadaannya
tersenyum tentang apa lagi

P : Ibu, kita tadi kan sudah P : Memandang K P ingin mengakhiri fase I K memperhatikan P Evaluasi fase I berhasil
berkenalan, masih inget K : Menoleh karena sudah cukup jika K dapat mengingat
nggak nama sya siapa? banyak data yang terkaji nama P sehingga nantinya
terjalin trust
K : neni K : Memandang P dan P senang karena K ingat K mengingat-ingat nama P
tersenyum nama P
P : Memperhatikan

P : saya senang sekali bisa P : Menepuk bahu K P memberikan K senang diberikan Kontrak berikutnya harus
ngobrol dengan Ibu A K : Menoleh dan reinforcement pada K reinforcement ditentukan dan harus
Bagaimana kalau besok tersenyum mendapatkan persetujuan
kita ngobrol lagi? Sebentar klien agar klien ingat
saja kok, yach cukup 20 terhadap kontrak
menit saja.
P senang karena K mau K ikut menentukan
K : Boleh K : Tersenyum menentukan kontrak kontrak
P : Tersenyum berikutnya

P : Terimakasih atas P : Menepuk bahu K dan P menutup fase I K menunjukkan rasa Salam penutup merupakan
kesediaan Ibu A untuk mengulurkan jabat tangan percaya pada P akhir fase yang harus
ngobrol dengan sya, K : Menoleh, menjabat dilakukan untuk mencegah
Assalamualaikum tangan P tidak percaya pada
P senang karena K mau K menyambut salam P
K : Wa’alaikumsalam K : Tersenyum lalu berinteraksi dengan P
menunduk
P : Tersenyum

Kesan Perawat :

Fase awal yaitu fase I (perkenalan) dapat dilaksanakan dengan baik. Klien cukup kooperatif walaupun sering terganggu dengan wahamnya. Data
yang tergali adalah data mengenai harga diri rendah, halusinasi dengar, menarik diri, koping individu tidak efektif, koping keluarga kurang
efektif, flight of ideas dan ideal diri yang tinggi. Kontrak selanjutnya telah dilaksanakan dan pasien menerima kontrak tersebut. Secara umum
proses interaksi sudah dapat dilanjutkan dengan fase berikutnya yaitu fase kerja.
FORMAT
ANALISA PROSES INTERAKSI

Inisial klien : Ny. J


Nama Mahasiswa : Hasneni
Status interaksi perawat – kien : Fase II (Kerja)
Tanggal : 22 Agustus 2018
Jam : 11.00
Deskripsi Klien : Klien sedang duduk, klien tampak sedikit rapi.
Bangsal : Kasuari
Tujuan (Berorientasi pada klien) : 1. Klien dapat mengidentifikasi perasaan yang muncul secara berulang dalam pikiran klien.
2. Klien dapat mengidentifikasi stressor / pencetus wahamnya.

KOMUNIKASI VERBAL KAMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT RASIONAL


VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Selamat pagi ibu, masih P: Memandang K dan P : Ingin membuka K mencoba mengingat- Salam merupakan kalimat
ingat dengan sya gak ? tersenyum percakapan dengan klien ingat P pembuka untuk memulai
K: Ekpresi tersenyum dan berharap K ingat pada suatu percakapan sehingga
P dapat terjalin rasa percaya.
K : Masih. Neni kan K: Ekpresi tersenyum Mencoba mengingatkan
P: Memandang K P merasa senang karena K pasien pada perawat
ingat pada P merupakan upaya untuk
mengetahui daya ingat
pasien.
P : Bagus ibu, Ingatannya P: Menepuk bahu K, P merasa senang karena K K mengingat nama P Touching hand berguna
masih kuat. touching hand. ingat pada P menjalin rasa aman klien
K: Ekpresi tersenyum
K: Iya.
K: Ekpresi tersenyum
P: Memandang K
P : Ibu, seperti janji sya P : Memandang K P mengingatkan kontrak K mencoba mengingat Setiap interaksi harus
kemarin, sekarang kita K : melihat P dengan K kontrak yang sudah berdasarkan kontrak yang
ngobrol tentang ibu. Ibu disepakati telah dibuat dan klien
bersedia ngobrol dengan selalu harus diingatkan
sya? pada kontak yang telah
K : Melihat ke arah P dan P senang walaupun disepakati untuk
K : Ya, bersedia. menjawab singkat jawaban singkat dan K tertarik untuk ngobrol memudahkan serta
P : Memandang K respon K belum dengan P mengarahkan proses
menunjukkan ketertarikan interaksi
P : bagaimana keadaan ibu P : Memandang K sambil P mencoba memberikan K mulai merasa bahwa P Perhatian pada keadaan
sekarang ? tersenyum perhatian pada keadaan K datang untuk membantu K klien dapat meningkatkan
K : tersenyum rasa percaya klien kepada
perawat
K : baik. K : Menoleh ke P P bertanya-tanya tentang K mencoba
P : Memperhatikan K apa yang dirasakan oleh K menggambarkan pada P
tentang keadaannya
sekarang
P : Baik ya ibu, berarti ibu P : Memandang K sambil P mulai mengkaji K berpikir dan berusaha Ekplorasi ditujukan untuk
senang donk sekarang? tersenyum kebiasaan klien dalam mengingat menggali aspek positif
Coba ceritakan pada sya K : Menghisap rokok menghadapi masalah klien
pengalaman apa yang bwt
mas tidak senang?
K : Bicara menoleh P
K : Yah, kalau tidak punya P : Memandang K
uang. P berpikir apa kira-kira
yang bisa dilakukan klien
selain diam
P : Oohh, kalau tdk punya P : Mendengarkan K P mengkaji aspek positif K berusaha mengingat- Kegiatan yang jarang
uang berarti ibu tdk senang pemecahan masalah klien ingat kebiasaannya dilakukan biasanya lama
ya? K : Nyerocos diingat oleh klien

K : Iya. Kan kalau punya


uang bisa melakukan apa P mendapat data koping K menjawab sesuai dengan
saja. Semua bisa sy beli pada K daya ingat yang
dengan uang dimilikinya
P : Apa saja yg bisa dibeli P : Mendengarkan K P mencoba mendapatkan K berusaha mengingat- P memberikan kesan jika P
dg uang mas? data ingat menghargai cerita K
K : Nyerocos bercerita
K : Ya semuanya.

P : Ada gak pak kebutuhan P : Mendengarkan K P memfokuskan K menjawab sesuai dengan Perhatian pada keadaan
yang belum terpenuhi? pembicaraan daya ingat yang klien dapat meningkatkan
K : Memandang P, dimilikinya rasa percaya klien kepada
K : ehhhmmm ada. semakin bersemangat dan perawat
kooperatif
P : Ohh bgtu.. P : Mendengarkan K P mencoba memikirkan K belum bisa Meningkatkan kerjasama
pertanyaan memfokuskan yang baik antara P dengan
K : Memandang P, pembicaraannya K
K : iya soalnya sya pengen semakin bersemangat dan
punya barang2 itu kan kooperatif
keren
P : Nah, kalau bgtu di P : Mendengarkan K P mencoba mendapatkan K belum bisa Menggali kemampuan K
keluarga ibu yg paling data memfokuskan untuk mengingat
dekat siapa? K : Memandang P, pembicaraannya
semakin bersemangat dan
K : Anak saya kooperatif P menemukan adanya
inkoherensi pembicaraan
P : Tidak ada yang mau P : Mendengarkan K P mencoba mendapatkan K berusaha mengingat Mengulang pertanyaan
mendengarkan cerita bu ? data untuk mandapatkan data
K : Memandang P dan yang lebih akurat
K : Ya mau, tapi tetapi kooperatif
kdang tidak percaya dg
saya.
P : ibu takut gak kalau P : Mendengarkan K P masih mencoba K menjawab dg ekspresi Memberikan kesan seolah
cerita ibu tidak mendapatkan data datar – olah P menghargai K
didengarkan? K : Memandang P dan
kooperatif
K : Tidak, biasa saja.
P : Begitu ya ibu…. P : Memandang K sambil P mencoba memfokuskan K menunduk diam sambil
tersenyum kembali pembicaraan tersenyum

K : Diam sambil K : tersenyum


tersenyum
P : Ibu masih mendengar P : Mendengarkan K P mencoba memfokuskan K berusaha menjawab Pertanyaan menggali untuk
suara-suara yg ingin kembali pembicaraan menemukan data dari klien
menyantet mas? K : Memandang P dan
kooperatif
K : Sudah tidak ada.
P : Sudah hilang, mas? P : Mendengarkan K P kembali dalam K berusaha menjawab Menunjukkan rasa percaya
pertanyaan P kepada K
K : Iya. Hilang sendiri. K : Memandang P dan
kooperatif
P : Tapi Ibu kelihatan P : Mendengarkan K P kembali dalam K berusaha menjawab Bertanya kembali
sering menyendiri, apa tdk pertanyaan merupakan cara untuk
mendengar suara-suara K : Memandang P dan mengevaluasi secara
itu? kooperatif langsung apa yang dialami
K
K : Tidak.
P : Mas kok tdk pernah P : Memandang K P kembali dalam K menjawab pertanyaan P Pertanyaan untuk
bercerita dg teman- pertanyaan meningkatkan kemauan K
temannya? K : Tersenyum malu-malu mengenal orang lain

K : gak tau
P : Ibu dekat sama siapa di P : Masih memandang K P mencoba memfokuskan K geleng-geleng kepala Menggali alasan K terkait
ruangan ini? pertanyaan saat menjawab pertanyaan perasaannya.

K : tidak ada K : Tersenyum sambil


memandang P
P : Bagus kalau bgtu. P : Tersenyum P memberikan pujian K senang dengan pujian Memberikan dorongan
Harus sering-sering kepada K yang diberikan P diperlukan bagi klien untuk
bercerita dg teman- meningkatkan rasa percaya
temannya jangan sendirian K : Membalas tersenyum P senang karena K K tersenyum sambil pada dirinya sendiri
terus ya… lalu menunduk merespon menatap P

K : iya tpi kdang mreka


sbuk dengan urusannya
sendiri ..
P : Kalau begitu, kegiatan P : Memandang K P kembali dalam K menjawab sambil Bertanya untuk menilai
ibu apa disini? pertanyaan tersenyum dan melihat kemapuan positif yang
K : Memandang P sekitar ruangan dimiliki K
K : Ya, tidur
P : Nah, sekarang sudah P : Memandang K dan P mencoba mengingatkan K senang sudah diingatkan Tawaran kegiatan harus
waktunya makan bubur tersenyum K waktu kegiatan dilakukan agar klien
kacang ijo kan? ibu tdk K : Menunduk merasa bertanggungjawab
siap-siap.. K : Memandang P dalam melaksanakan
P : Tersenyum kegiatan bila ia setuju
K : Iyaa.
P : Kalau begitu terima P : Menepuk pundak K dan P mengakhiri interaksi K senang karena P Salam penutup merupakan
kasih ya mas. Besok kita mengulurkan tangan mengucapkan salam akhir fase yang harus
ngobrol-ngobrol lagi ya .. K : Menoleh kepadanya dilakukan untuk mencegah
mau kan? K : Tersenyum dan P senang karena K sudah rasa tidak percaya pada
menjabat tangan P percaya pada P K menjabat tangan P klien
K : Iya.. P : Tersenyum sebagai tanda mengakhiri
interaksi sementara

Kesan Perawat :

Fase kerja dapat dilaksanakan dengan baik. Klien dapat mengidentifikasi kegiatan positif yang bisa dilakukannya walaupun harus
diarahkan secara terfokus terlebih dahulu.

ANALISA PROSES INTERAKSI

Inisial klien : Ny. J


Nama Mahasiswa : Hasneni, S.Kep
Status interaksi perawat – kien : Fase III (Kerja)
Tanggal : 24 Agustus 2018
Jam : 10.30 WITA
Deskripsi Klien : klien tampak beraktifitas, kooperatif, lesu
Bangsal : Kenanga
Tujuan (Berorientasi pada klien) : 1. Klien dapat mengidentifikasi wahamnya
2. Klien dapat mengidentifikasi konsekuensi dari wahamnya

KOMUNIKASI VERBAL KAMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT RASIONAL


VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Selamat pagi bu? P : Tersenyum sambil P membuka percakapan K tersenyum melihat P dan Salam merupakan kalimat
gimana kabarnya hari ini? mengulurkan tangan dengan harap K ingat langsung mengambil pembuka untuk memulai
kepada K dengan P posisi duduk didepan P suatu percakapan sehingga
K : Baik. dapat terjalin rasa percaya.
K : Tersenyum sambil Mencoba mengingatkan
menerima uluran tangan P pasien pada perawat
merupakan upaya untuk
mengetahui daya ingat
pasien.
P : Hari ini kita ngobrol- P : Menatap K P mencoba mengajak K K mencoba mengingat Setiap interaksi harus
ngobrol lagi ya.. untuk bercerita lebih lanjut kontrak yang di sepakati berdasarkan kontrak yang
K : Tersenyum telah dibuat dan klien
K : Iya. K tertarik untuk ngobrol selalu harus diingatkan
dengan P pada kontak yang telah
disepakati untuk
memudahkan serta
mengarahkan proses
interaksi
P : Gimana bu, apa yang P : Memandang K sambil P ingin memulai K menjawab dengan Perhatian pada keadaan
ibu rasakan hari ini? tersenyum percakapan dengan topik tersenyum klien dapat meningkatkan
ringan sebelum bertanya rasa percaya klien kepada
K : Biasa saja. Sy K : Menatap dengan lebih lanjut perawat
mengantuk. ekspresi tersenyum malu-
malu
P: Ohh.. Bgtu. Knp kog P : Memandang Klien P ingin tahu penjelasan K Menjawab dengan Menawarkan suatu
ngantuk. dari K tersenyum alternatif kegiatan yang
K : Tersenyum malu-malu positif pada K
K : Gag tau mungkin
karena efek obat yg sya
minum
P : Katanya ibu kemaren P : Masih memandang K P memulai pertanyaan dan K mencoba mengingat- Menggali informasi lebih
mas ada tetangga yg punya mulai mengakrabkan ingat dan menjawab lanjut dari K mengenai
barang-barang aneh, coba suasana waham yang di derita K
ceritakan gimana K : Memandang P
kejadiannya?
P senang dengan respon K
K : iya tetangga sya itu
mempunyai barang-barang
yang aneh
P:- P : Diam menatap K P diam memikirkan K bercerita sambil Menggali informasi lebih
pertanyaan selanjutnya mengingat-ingat lanjut dari K mengenai
K : dia berbicara dengan waham yang di derita K
sya dari hari ke hati. K : Nyerocos cerita
P : Memangnya kapan di P : Memandang K P kembali dalam K menjawab dan Menggali informasi lebih
berbicara begitu pertanyaan mengingat-ingat lanjut dari K mengenai
waham yang di derita K
K : Ya dulu wktu sya di K : Masih nyerocos
rumah bercerita P senang K tetap ingin
bercerita
P : Ohh..begitu. P : Memandang K P mulai masuk dalam K diam sambil menunduk Memberikan kesan yang
dunia cerita K sejenak positif kepada K
K : diam K : Diam
P : dari dulu sampai P : Memandang K P berharap dapat K menjawab dengan Menggali informasi lebih
sekarang orang itu msih memperoleh data dari K penuh semangat lanjut dari K mengenai
bicara dengan ibu melalui waham yang di derita K
hati gak? P senang K masih mau
K : Menunduk kemudian bercerita tentang
K : ya kadang-kadang dek.. menatap P masalahnya

P : Okeh. Sekarang saya P : Masih memandang P mengalihkan pertanyaan K menjawab dengan Mengulangi pertanyaan
tanya, selama ini ibu klien dan menepuk pundak agar K tidak terpaku pada kooperatif untuk mendapatkan data
dekatnya sama siapa? K wahamnya saja yang akurat.

K : Dekat sama anak sama


kakak sya. Tapi kadang-
kadang mereka tidak K : Menunduk kemudian
percaya dengan omongan menatap P
sya
P : Ada masalah ya bu, kok P : Memandang K P senang K masih mampu K menjawab pertanyaan Mengulangi pertanyaan
sampai tidak dipercaya menjawab pertanyaan dengan tersenyum untuk mendapatkan data
oleh keluargnya? dengan baik walaupun yang akurat.
masih ngelantur
K : Saya juga tidak tau. K : Menatap P sambil
Mereka tidak percaya saja tersenyum
sama semua omongan
saya.
P : Selama diruangan P : Memandang K P masih berusaha K menjelaskan tangannya Menggali informasi yang
aktivitas ibu terhambat menggali data lebih dalam yang sakit sambil dapat menghambat
gag? menggerak-gerakkan kemampuan K
K : Memandangi tangannya
K : Tidak. tangannya sambil mencoba P senang mendapat
menggerak-gerakkan jawaban dari K
tangannya.

P : Waah, Ibu A kelihatan P : Menatap K P ingin mengakhiri fase K memperhatikan P Menggali informasi yang
ngantuk. Mau tidur ya bu? III karena K terlihat dapat menghambat
K : Menatap Balik ngantuk kemampuan K
K : Iya. Sy mengantuk
P: Iyah, kalau bgtu ibu P : Memandang K P memberikan K senang diberikan Kontrak berikutnya harus
istirahat saja. Ngobrol- reinforcement pada K reinforcement ditentukan dan harus
ngobrolnya nanti kita mendapatkan persetujuan
lanjutkan lagi ya? klien agar klien ingat
Bagaimana kalau besok? K : Memandang P P senang karena K mau K ikut menentukan terhadap kontrak
menentukan kontrak kontrak
K : Iya, saya mau. berikutnya

Kesan Perawat :

Fase kerja dapat dilaksanakan dengan baik. Klien dapat mengidentifikasi kegiatan positif yang bisa dilakukannya walaupun harus
diarahkan secara terfokus terlebih dahulu. Klien mau memberikan informasi kepada perawat.