Anda di halaman 1dari 6

PT PLN (PERSERO)

PERATURAN DIREKSI PT PLN (PERSERO)

NOMOR : 1538.P/DlR/2018

TENTANG

PERKAWINAN ANTAR PEGAWAI

DIREKSI PT PLN (PERSERO)

Menimbang '. a. bahwa berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 13/PUU-


XV/2017 tanggal 14 Desember 2017 teriadi perubahan Pasal 153 ayat (1)
huruf f Undang-Undang Nomor Rl 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan, sehingga pengusaha dilarang melakukan pemutusan
hubungan kerja dengan alasan pekerja mempunyai ikatan perkawinan
dengan pekerja lainnya di dalam satu perusahaan;
b. bahwa perkawinan antar pegawai di lingkungan PT PLN (Persero) telah
diatur dalam Pasal 70 Addendum Kedua Perjanjian Kerja Bersama Periode
fanun 2010-2012 Nomor 081. PJ/O4o/DlR/2013 dan Nomor 046/DPP/SP-
PLN/)v2013 (selanjutnya disebut PKB 2010-201?\'
bahwa untuk melaksanakan Putusan Mahkamah Konstitusi sebagaimana
dimaksud pada huruf a di atas dan Pasal 70 Addendum Kedua PKB 2010-
2012 sebagalmana dimaksud pada huruf b di atas, perlu dilakukan
pengaturan perkawinan antar pegawai di lingkungan PT PLN (Persero);
d bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, b,
dan c di atas, perlu menetapkan Peraturan Direksi PT PLN (Persero)
tentang Perkawinan Antar Pegawai.

Meng ingat : 1. Undang-Undang Rl Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik
Negara;
2. Undang-Undang Rl Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatasi
3. Undang-Undang Rl Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan;
4. Peraturan Pemerintah Rl Nomor 23 Tahun 1994 tentang Pengalihan
Bentuk Perusahaan Umum (Perum) Listrik Negara Menjadi Perusahaan
Perseroan (Persero);
A Peraturan Pemerintah Rl Nomor 45 Tahun 2005 tentang Pendirian,
Pengurusan, Pengawasan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Negara;
6. Peraturan Pemerintah Rl Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha
Penyediaan Tenaga Listrik sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Rl Nomor 23 Tahun 20141
7. Peraturan Pemerintah Rl Nomor 62 Tahun 2012 tentang Usaha Jasa
Penunjang Tenaga Listriki
8. Anggaran Dasar PT PLN (Persero);
9. Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor Per-
O1/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik
lcood Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik Negara
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Badan Usaha
Milik Negara Nomor Per-09/MBU/2012; /)
10. Keputusagl/-

ho t
I
10. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku Rapat Umum
Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) pT perusahaan Listrik
Negara Nomor SK-272lMBU/l212014 tentang Pemberhentjan dan
Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan perseroan (persero)
PT Perusahaan Listrik Negara;
11. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku Rapat Umum
Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) pT perusahaan Listrik
Negara Nomor SK-2111M8U11012015 tentang Pengangkatan Anggota-
anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik
Negara;
12. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku Rapat Umum
Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik
Negara Nomor SK-138/MBU/07/2017 tentang Pemberhentian, Perubahan
Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota-
anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Llstrik
Negara;

IJ Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 001. K/030/DlR/l994 tentang


Pemberlakuan Peraturan Sehubungan Dengan Pengalihan Bentuk Hukum
Perusahaan;

14. Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 184.ruD1R/2008 tentang


Wewenang Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Keputusan
Direksi PT PLN (Persero) Nomor 113.l(DlR/2010;
'1 5. Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 387.l(DlR/2008 tentang
Sistem Pembjnaan Kompetensi dan Karir Pegawal sebagaimana telah
beberapa kali diubah, terakhir dengan Keputusan Direksi PT PLN (Persero)
Nomorl T4.KDlR/2012;
16. Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 032.I(DlR/2009 tentang
Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (MSDM-
Br);
17. Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 304.I(DlR/2009 tentang
Batasan Kewenangan Pengambilan Keputusan di Lingkungan PT PLN
(Persero) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan
Peraturan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 0297. P/DlR/2016;
18. Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 379.l</DlR/2010 tentang
Human Capital Management Sysfem sebagaimana telah diubah dengan
Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 1337.ruD1R/2011;
19. Peraturan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 0179. P/DlR/20'16 tentang
Organjsasi dan Tata Kerja PT PLN (Persero) sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 0078. P/DlR/2017.

lMemperhatikan '. 1. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 13/PUU-XV12017 tanggal 14


Desember 2017;
2. Perjanjian Kerja Bersama Periode Tahun 2010-2012 antara PT PLN
(Persero) dengan Serikat Pekerja PT PLN (Persero) Nomor 140-
1.PJ/040/D|R/2010 dan Nomor DPP-002.PJ/SP-PLN/2010 beserta
Addendumnya.

MEM UTUSKAN:

Menetapkan PERATURAN DIREKSI PT PLN (PERSERO) TENTANG PERKAWINAN ANTAR


PEGAWAI.

easat{

4rq
Pasal 1

KETENTUAN UMUM

Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:

1. PT PLN (Persero) yang selanjutnya disebut PLN adalah Perusahaan Perseroan (Persero) PT
Perusahaan Listrik Negara yang didirikan dengan Akta Notaris Sutjipto, S.H. Nomor 169 tanggal 30
Juli 1994 beserta perubahannya.
2. Pegawai adalah pegawai PLN yang telah memenuhi syaratsyarat yang ditentukan, diangkat,
bekerja, dan diberi penghargaan/imbalan jasa menurut ketentuan yang berlaku di PLN.
3. Perkawinan Antar Pegawai adalah ikatan lahir batin antara seorang Pegawai laki-laki dengan
seorang Pegawal perempuan sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah
tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa yang dicatat menurut
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4. pemutusan Hubungan Kerja adalah pengakhiran hubungan kerja antara PLN dan Pegawai karena
suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara PLN dan Pegawai.

Pasal2
MAKSUD DAN TUJUAN

(1) Maksud ditetapkannya Peraturan ini adalah sebagai pedoman yang mengatur dalam hal terjadi
Perkawinan Antar Pegawai di lingkungan PLN.

(2) Tujuan ditetapkannya Peraturan ini adalah untuk:

a. Menegakkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Balk (Good Corporate


Governance).
b. Menghindari konftik kepentingan dalam pelakanaan tugas kedinasan Pegawai
c. Menjaga dan meningkatkan keadaan kondusif di lingkungan PLN.

Pasal 3
PERKAWINAN ANTAR PEGAWAI

(1) Pegawai yang melakukan Perkawinan Antar Pegawai wa.iib melaporkan perkawinannya kepada
divisi/bidang ,"nangrni sumber daya manusia dengan menyerahkan salinan akta
lrng
perkawinan-datanijangka wirtu paling tambat 30 (tlga puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal
dilaksanakannya p-erkiwinan Antar Pigawai dengan menggunakan format laporan sebagaimana
tercantum dalam Lampiran Peraturan ini

(:2) Pegawai yang melakukan pernikahan antar pegawai tidak diperkenankan memegang posisi
jabatan pada Unit lnduk/Dlvisi yang sama.

(3) Apablla berdasarkan laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pegawai yang melakukan
plrfa*inan antar pegawai beradJ pada Unit lnduldDivisi yang sama, maka salah satu dari
Pegawai tersebut harus dilakukan mutasl sesuai ketentuan yang berlaku'

Pasal 4

MUTASI AKIBAT PERKAWINAN ANTAR PEGAWAI

(1) Pegawai yang memiliki ikatan perkawinan antar pegawai tidak dapat dimutasi dalam satu unit
InduldDivisi;

(2) pegawai yang melakukan Perkawinan Antar Pegawai sebelum ketentuan ini diberlakukan dan
,"iin U"riOu-Ol satu Unit tnduk/Divisi, tidak diwajibkan untuk dilakukan mutasi terkait ketentuan ini,

1S1e.g *t\!
(3) Pegawai sebagaimana dimaksud pasal 4 ayat (2) yang dimutasi setelah ketentuan ini diberlakukan,
tidak dapat ditempatkan dalam satu Unit lnduUDivisi.
t4) Pegawai Jalur Kompetensi Pelaksana dan/atau Pegawai yang penerimaan dan pengangkatannya
oleh Pimpinan PLN Unit induk yang melakukan Perkawinan Antar Pegawai dalam satu Unit
lnduldDivisi dapat dimutasi antar Unit lnduuDivisi tanpa menunggu masa kerja setelah 15 tahun
atau setelah berada di Level Kompetensi System;

Pasal 5
SANKSI DISIPLIN

(1) Pegawai yang tidak melaporkan Perkawinan Antar Pegawai atau melaporkan Perkawinan Antar
Pegawai lebih dari 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal dilaksanakannya
Perkawinan Antar Pegawai sebagaimana dlmaksud dalam Pasal 3 ayat (1) dijatuhkan Sanksi
Disiplin Sedang melalul tata cara penjatuhan sanksi disiplin sesuai Peraturan Disiplin Pegawai
yang berlaku.

(2) Pegawai yang tidak melaksanakan dan/atau menolak keputusan mutasi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 3 ayal (2), namun tetap bekerja di tempat semula, dikenakan sanksi disiplin sesuai
Peraturan Disiplin Pegawai yang berlaku dan dianggap tidak masuk kerja tanpa alasan sah
(mangkir).

Pasal 6
KETENTUAN PERALIHAN

(1) Pegawai yang telah dijatuhkan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja akibat Perkawinan Antar
pegawai sebeium berlakunya Peraturan ini, tidak dapat dipekerjakan kembali di lingkungan PLN.

12) Pegawai yang sedang dalam proses penjatuhan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja akibat
peikawinan Antar pegawai yang keputusan mengenai Pemutusan Hubungan Kerjanya belum
ditetapkan sampai dengan berlakunya Peraturan ini, proses penjatuhan sanksinya dihentikan dan
berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) dan (3)

(3) Pegawai yang telah melaporkan Perkawinan Antar Pegawai secara tertulis kepada divisi/bidang
yarig menangini sumber daya manusia dalam jangka waktu sampai dengan 30 (tiga puluh) hari
i<alender sebetum berlakunya Peraturan ini, berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 3 ayat (2) dan (3).

Pasal 7
KETENTUAN PENUTUP

Pada saat Peraturan ini mulai berlaku, Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 025.l(DlR/2011
tentang Perkawinan antar Pegawai dan ketentuan-ketentuan lain yang bertentangan dengan Peraturan
ini, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal 14 Desember 2017.

Ditetapkan di : Jakarta
pada tanggal : 27 Juli 2018

€XeJ

l-r
Lampiran
Peraturan Direksi PT PLN (Persero)
Nomor : 1538.P/D|R/2018
Tanggal : 27 Juli 2018

FORMAT LAPORAN PELAKSANAAN PERKAWINAN ANTAR PEGAWAI

A. Format Laporan Pelaksanaan Perkawinan Antar Pegawai (Dalam Unit lnduUDivisi yang Sama)

LAPORAN PELAKSANAAN PERKAWINAN ANTAR PEGAWAI


(DALAM UNIT INDUK/DlVlSl YANG SAMA)

Dalam rangka pelaksanaan kewajiban pelaporan Perkawinan Antar Pegawai berdasarkan Peraturan
Direksi PT PLN (Persero) Nomor .P/D|R/2018 tentang Perkawinan Antar Pegawai, kami yang
bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama : 2. Nama :

Jabatan : Jabatan :

Dengan ini melaporkan bahwa kami telah melakukan Perkawinan Antar Pegawai pada hari .........
tanggal bulan . .. ... ... tahun bertempat di sesuai salinan akta perkawinan
sebagaimana terlampir.

(Hari/Tanggal/Bu lan/Tahun, )

(Nama Pegawai 1) (Nama Pegawai2)

Mengetahui,

(Jabatan Pejabat pada bidang/divisi yang menangani sumber daya manusia di Unit Pegawai),

(Nama Pejabat)

Tanggal Diterima:

0
B. Format ...

4,, { t-
B. Format Laporan Pelaksanaan Perkawinan Antar Pegawai (Dalam Unit lnduk/Divisi yang
Berbeda)

LAPORAN PELAKSANAAN PERKAWINAN ANTAR PEGAWAI


(DALAM UNrT rNDUK/DrVlSl YANG BERBEDA)

Dalam rangka pelaksanaan kewajiban pelaporan Perkawinan Antar Pegawai berdasarkan Peraturan
Direksi PT PLN (Persero) Nomor .P/DIR/2018 tentang Perkawinan Antar Pegawai, kami yang
bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama 2. Nama :

NIP NIP :

Jabatan Jabatan :

Unit Unit :

ini melaporkan bahwa kami telah melakukan Perkawinan Antar Pegawai pada hari .........
Dengan
tanggal bulan tahun bertempat di sesuai salinan akta perkawinan
sebagaimana terlampir.

(Hari/Tanggal/Bulanffahun,)

(Nama Pegawai 1) (Nama Pegawai2)

Mengetahui,

(Jabatan Pejabat pada bidang/divisi (Jabatan Pejabat pada divisi/bidang


yang menangani sumber daya manusia yang menangani sumber daya manusia
di Unit Pegawai 1), di Unit Pegawai2)'

(Nama Pejabat) (Nama Pejabat)

Tanggal Diterima : ......... Tanggal Diterima :

h',L
1