Anda di halaman 1dari 1

KONVERSI BBM KE BBG UNTUK SEKTOR TRANSPORTASI

Keunggulan BBG :
1. Lebih efisien/murah, ramah lingkungan, dan penggunaannya aman
Harga 1 lsp (liter setara premium) BBG sebesar Rp 3.000 sedangkan harga
premium Rp 6.450/liter maka selisih harga sebesar (Rp 6.450 – Rp 3.000 = Rp
3.450) lebih hemat 50%.
2. Potensi gas bumi di Sumatera Selatan cukup besar dengan cadangan 19,149
TSCF (Trillion Standart Cubic Feet).
Kendala Pengembangan BBG antara lain :
1. Terbatasnya ketersediaan converter kit dan tabung gas (harga relatif mahal, untuk
kapasitas tabung 15 lsp seharga Rp 20.000.000 bagi masyarakat umum).
Sebetulnya dengan selisih harga antara BBG dan BBM sebesar Rp 3.450/liter
apabila penggunaan perhari 10 liter maka besar penghematan adalah Rp
34.500/hari x 30 hari/bulan = Rp 1.035.000/bulan. Investasi beli converter kit dan
tabung dapat dikembalikan dalam waktu (Rp 20.000.000 : Rp 1.035.000/bulan) 20
bulan.
2. Keterbatasan jumlah SPBG dan larangan lintas trayek untuk angkutan umum.
3. Masih minimnya pengetahuan masyarakat terhadap keamanan penggunaan BBG.
Strategi Pengembangan BBG antara lain :
1. Mewajibkan kendaraan Dinas Pemerintah, Perguruan Tinggi Negeri, BUMN,
BUMD menggunakan BBG.
2. Mensosialisasikan kepada masyarakat kelebihan penggunaan BBG.
3. Penjualan kendaraan baru dilengkapi dengan converter kit dan tabung gas.
Manfaat Pengembangan BBG antara lain :
1. Masyarakat Sumatera Selatan dapat menikmati biaya bahan bakar untuk
kendaraan bermotor yang lebih murah
2. Mengurangi dampak terhadap emisi Gas Rumah Kaca.
3. Bagi Provinsi penghasil gas bumi seperti Sumatera Selatan, pasokan bahan bakar
minyak dapat dialihkan ke provinsi lain yang tidak memiliki cadangan gas bumi.
Sehingga akan menjamin ketersediaan bahan bakar minyak sekaligus
mengurangi dana subsidi bbm, serta menunjang percepatan target Bauran Energi
Nasional (BBM = 25% dan Gas Bumi = 22% Pada Tahun 2025).