Anda di halaman 1dari 21

Laporan Kasus

TUMOR MAMAE SINISTRA

Disusun Oleh :
Reflika Fitra R., S.Ked

Pembimbing:
dr. Eko Purwanto Sp.B

KEPANITERAAN ILMU BEDAH


RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN
BANDAR LAMPUNG
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2018
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Payudara merupakan organ seks sekunder yang merupakan simbol feminitas

perempuan. Payudara terdiri atas dua jenis jaringan, yaitu jaringan glandular (kelenjar)

dan jaringan stromal (penopang). Jaringan kelenjar meliputi kelenjar susu (lobus) dan

salurannya (duktus), sedangkan jaringan penopang meliputi jaringan lemak dan jaringan

ikat. Payudara juga memiliki aliran limfe dimana aliran limfe payudara sering dikaitkan

dengan timbulnya kanker maupun penyebaran (metastase) kanker payudara (Snell, 2006).

Tumor payudara merupakan salah satu penyakit yang menjadi penyebab kematian

yang utama di dunia. Penelitian di RSUD Serang pada tahun 2013 ditemukan bahwa

terdapat 119 kasus tumor payudara, dimana sebanyak 89 orang (74,8%) merupakan tumor

jinak dan 30 orang (25,2%) merupakan tumor ganas.

Tingginya insidensi tumor payudara disebabkan karena mayoritas pasien yang datang

ke dokter sudah mengalami stadium lanjut. Deteksi dini penyakit tumor payudara dapat

dilakukan untuk meningkatkan harapan hidup serta memberikan pilihan terapi yang tepat

pada pasien. Adanya kelainan pada payudara akan dapat menggangu pikiran, emosi, serta

menurunkan kepercayaan diri seorang perempuan (Helvia, 2013).


BAB II

Laporan Kasus

I. REKAM MEDIK

Identitas Pasien :

Nama : Ny. Nurhayati


Tanggal Lahir : 10 april 1960
Usia : 57 tahun
Alamat : Natar
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Suku Bangsa : Indonesia
Agama : Islam
No.RM : 10.52.74
Masuk Poli RSPBA : 13/03/2018 pukul 13.00
Masuk Rawat Inap : 14/03/2018 pukul 10.00

II. Anamnesis
Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis dan alloanamnesis

1. Keluhan Utama
Benjolan di payudara kiri sejak kurang lebih 4 tahun yang lalu.
2. Keluhan Tambahan
Nyeri pada benjolan
3. Riwayat perjalanan Penyakit
Os mengatakan terdapat benjolan di payudara sejak 4 tahun yang lalu. Benjolan

awalnya sebesar biji jagung, karena tidak menimbulkan nyeri Os menganggap hanya

benjolan biasa. Tetapi dalam 3 bulan terahir Os mengatakan benjolan dirasa membesar

dan meniimbulkan nyeri seperti pedih karena luka disaat Os merasa kelelahan. Sehingga

Os mengaku sering mengkonsumsi asam mefenamat untuk meredakan nyeri. 2 minggu

terahir Os merasa khawatir disebabkan kulit didaerah yang terdapat benjolan dibawahnya
dirasa mengerut dan puting payudaranya agak masuk kedalam hal ini mendorong Os

untuk pergi ke puskesmas yang kemudian di beri rujukan ke RSPBA.

Riwayat Penyakit Dahulu

√ Thypoid - Batu ginjal/saluran kemih


- Tuberkulosis √ Disentri
- Difteri - Hepatitis
- Batuk rejan - Penyakit Jantung Koroner
- Campak - Hipotensi
√ Influenza - Sifilis
- Diabetes - Gosnore
- Kholera √ Hipertensi
- Penyakit prostat - Ulkus ventrikulus
- Pneumonia - Ulkus duodeni
- Pleuritis √ Gastritis
- Alergi - Batu empedu

4. Riwayat Penyakit Keluarga

Keadaan
Hubungan Diagnosa Penyebab Meninggal
Kesehatan

Kakek - - -
Nenek - - -
Ayah - - -
Ibu - - -
Saudara - - -
Anak-anak - - -
Anamnesis Sistem

 Kulit

- Bisul - Rambut - Keringat malam


- Kuku - Kuning - Bintik-bintik merah

 Kepala

- Trauma - Kepala pusing


- Pingsan - Nyeri rongga hidung

 Mata

- Nyeri - Konjungtiva pucat


- Sekret - Gangguan penglihatan
- Kuning - Ketajaman penglihatan menurun
- Sembab pada kelopak mata - Papila edema

 Telinga

- Nyeri - Telinga Berdengung


√ Sekret - Gangguan pendengaran
- Kehilangan pendengaran

 Hidung

- Trauma - Gejala penyumbatan


- Nyeri - Gangguan penciuman
- Sekret - Pilek
- Mimisan

 Mulut

- Bibir - Lidah
- Gusi - Gangguan pengecapan
- Selaput - Sariawan

 Tenggorokan

- Nyeri tenggorokan - Perubahan suara


 Leher

- Benjolan kanan - Nyeri leher

 Dada (Jantung/Paru)

- Nyeri dada - Sesak nafas


- Berdebar - Batuk darah
- Sesak saat berbaring - Batuk

 Abdomen (Lambung/Usus)

- Rasa kembung - Perut membesar


- Mual - Wasir
- Muntah - Mencret
- Muntah darah - Tinja berdarah
- Sukar menelan - Tinja berwarna dempul
- Nyeri perut - Tinja berwarna hitam

 Saluran kemih/ Alat kelamin

- Nyeri saat BAK - Kencing nanah


- BAK sedikit - sedikit - Nyeri perut hilang timbul
- BAK sering - BAK kurang
- Frekuensi BAK berlebih - Tidak BAK
- BAK Berdarah - Kemampuan berkemih yang
tidak ada
- Kencing batu - Kencing menetes
- Ngompol - Penyakit prostat

 Saraf dan Otot

- Hilangnya Sensasi Perasaan - Sukar menggigit


- Kesemutan - Gangguan koordinasi otot
- Otot lemah - Sensitifitas menurun/meningkat
- Kejang - Pingsan
- Kesulitan berbicara - Kedutan (tik)
- Hilang ingatan - Pusing (vertigo)
- Lain-lain - Gangguan bicara (disartri)
Ekstremitas

 Ekstremitas superior dextra et sinistra

- Sembab - Perubahan bentuk


- Nyeri sendi - Kebiruan
- Bintik-bintik merah

 Ekstremitas inferior dextra et sinistra

- Sembab - Perubahan bentuk


- Nyeri sendi - Kebiruan
- Bintik-bintik merah

RIWAYAT KEBIASAAN

Konsumsi Alkohol (-)

Rokok (-)

Pasien jarang berolahraga (+)

Keadaan lingkungan rumah di polusi udara yang buruk (-)

Konsumsi penyedap pada masakan(+)

RIWAYAT MAKANAN & MINUMAN

Frekuensi/hari : 3 x/ hari

Jumlah/hari : Satu porsi

Variasi/hari : Bervariasi

Nafsu makan : Normal

PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan Umum

Keadaan umum : Tampak sakit sedang

Kesadaran : Compos mentis

GCS : E 4 v 5 m 6 = 15
Tekanan darah : 110/70 mmHg

Nadi : 82 x/menit, reguler

Suhu : 36,6⁰C

Pernapasan : 20 x/menit, reguler

Sianosis : Tidak sianosis

Berat Badan : 55

Tinggi badan (cm) : 152

IMT :BB/TB(m)2 = 23,8

Aspek Kejiwaan

Tingkah laku : Wajar/Gelisah/Tenang/Hipoaktif/Hiperaktif

Alam perasaan : Biasa/Sedih/Gembira/Cemas/Takut/Marah

Proses pikir : Wajar/Cepat/Gangguan Waham/Fobia/Obsesi

Status Generalisata

 Kulit

Warna : Sawo matang Efloresensi : ada

Jaringan parut : Tidak ada Pigmentasi : Tidak ada

Pertumbuhan rambut : Normal Pembuluh darah: Normal

Suhu raba : Normal Lembab/kering: Kering

Keringat, umum : Normal Turgor : Normal

 Kepala

Ekspresi wajah : Normal Simetris muka : Simetris

Rambut : Normal

 Mata

Eksolftalmus : Tidak ada Enoftalmus : Tidak ada

Kelopak : Normal Lensa : Normal


Konjungtiva : Normal Visus : menurun

Sklera : Normal Gerakan mata : Normal

Lap.penglihatan : Normal Tekanan bola mata : Normal

Deviatio konjungtiva : Tidak ada Nistagmus : Tidak ada

 Telinga

Tuli : Tidak tuli Selaput pendengaran : Normal

Lubang : Normal Penyumbatan : Tidak ada

Serumen : Ada Perdarahan : Tidak ada

 Hidung

Trauma : Tidak ada

Nyeri : Tidak ada

Sekret : Tidak ada

Pernafasan cuping hidung : Tidak ada

 Mulut

Bibir : Tidak sianosis Tonsil : Normal

Langit-langit : Normal Bau nafas : Tidak berbau

Trismus : Normal Lidah : Normal

Faring : Tidak hiperemis

 Leher

Tekanan vena jugularis : JVP 5-2 cm H2O (normal)

Kelenjar tiroid : Normal, tidak ada pembesaran

Kelenjar limfe : Normal, tidak ada pembesaran

 Kelenjar getah bening

Submandibula : Tidak teraba Leher : Tidak teraba

Supraklavikula : Tidak teraba Ketiak : Tidak teraba


Lipat paha : Tidak teraba

 Thorak

Bentuk : Simetris kiri = kanan

Sela iga : Normal

Payudara : terdapat benjolan (kiri +, kanan -)

 Paru Depan Belakang

Inspeksi : Bentuk normal, simetris kanan dan kiri

Palpasi : Vokal fremitus kanan dan kiri normal , massa (-), krepitasi (-)

Perkusi : sonor pada kedua lapang paru

Auskultasi : Kanan: vesikuler meningkat, Rhonki kering (-/-),

Wheezing ekspirasi dan inspirasi (-/-)

Kiri: vesikuler meningkat, Rhonki kering (-/-), Wheezing

ekspirasi dan inspirasi (-/-)

 Jantung

Inspeksi : Iktus cordis tidak tampak

Palpasi : Iktus cordis tidak teraba

Perkusi : Batas jantung atas : ICS II linea parasternalis sinistra

Batas jantung kiri : ICS IV linea midklavikula sinistra

Batas jantung kanan : ICS IV linea parasternalis sinistra

Auskultasi : Bunyi jantung S1 dan S2 normal, reguler. Murmur (-). Gallop (-)

 Abdomen

Inspeksi : Bentuk datar, caput medusa (-), ikterik (-)

Auskultasi : bising usus (+) normal

Palpasi : Nyeri tekan epigastrium (-), rabaan seperti papan (-)

Hati dan limpa tidak teraba, shifting dullness (-)


Nyeri ketok CVA (-) Kiri/Kanan. Ballotement ginjal (-)

Perkusi : timpani (+).

Ekstremitas

Ekstremitas superior dextra dan sinistra: Oedem (-), deformitas (-), sianosis (-), nyeri

sendi (-), ptekie (-), eritem palmar (-), akral

dingin (-), krepitasi (-)

Ekstremitas inferior dextra dan sinistra: Oedem (-), deformitas (-), sianosis (-), nyeri sendi

(-), ptekie (-), eritem palmar (-), akral dingin (-),

krepitasi (-)

Status Lokalis:

Di regio mamae sinistra

Inspeksi

 Tampak kulit mengerut

 Papila mamae tertarik ke dalam

 Diameter 2 x 2 cm

 Pada papila tidak tampak discarge

Palpasi

 Teraba benjolan sebesar telur puyuh

 Benjolan diraba kenyal, tidak berbenjol-benjol

 Tidak nyeri saaat di tekan

 Tidak panas (sama seperti suhu tubuh)

 Tidak merah
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Laboratorium ( 13 maret 2018)

HEMATOLOGI
PEMERIKSAAN HASIL NORMAL

Lk: 14-18 gr/dl


Hemoglobin 12,5
Wn: 12-16 gr/dl

Leukosit 6700 4500-10.700 ul

Hitung jenis leukosit

 Basofil 0 0-1 %

 Eosinofil 0 0-3%

 Batang 1 2-6 %

 Segmen 64 50-70 %

 Limposit 30 20-40 %

 Monosit 5 2-8 %

Lk: 4.6- 6.2 ul


Eritrosit 4,6
Wn: 4.2- 6,4 ul

Lk: 50-54 %
Hematokrit 37
Wn: 38-47 %

Trombosit 256.000 159.000-400.000 ul

MCV 84 80-96 fl

MCH 77 27-31 pg

MCHC 33 32-36 g/dl


RESUME

Os berusia 54 tahun diantar anaknya ke poli bedah RSPBA. Os mengatakan

terdapat benjolan di payudara sejak 4 tahun yang lalu. Benjolan awalnya sebesar biji

jagung, karena tidak menimbulkan nyeri Os menganggap hanya benjolan biasa. Tetapi

dalam 3 bulan terahir Os mengatakan benjolan dirasa membesar dan meniimbulkan nyeri

seperti pedih karena luka disaat Os merasa kelelahan. Sehingga Os mengaku sering

mengkonsumsi asam mefenamat untuk meredakan nyeri. 2 minggu terahir Os merasa

khawatir disebabkan kulit didaerah yang terdapat benjolan dibawahnya dirasa mengerut

dan puting payudaranya agak masuk kedalam hal ini mendorong Os untuk pergi ke

puskesmas yang kemudian di beri rujukan ke RSPBA.

Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD 110/70, nadi 82, pernafasan 20 x/menit,

regular,suhu 36,6 derajat celcius, IMT 23,8 (berat badan nomal). Pada palpasi di daerah

mamae sinistra didapatkan benjolan sebesar telur puyuh..

DAFTAR MASALAH

1. Benjolan

2. Puting tertarik ke dalam

3. Benjolan dirasa nyeri

4. Kulit di atas benjolan mengkerut ke dalam

DIAGNOSIS KERJA

 Tumor mamae sinistra

DIAGNOSIS DIFERENSIAL

 Fibro adenoma mamae

 Fibro kistik

 Tumor philloides
PENATALAKSANAAN

Non Farmakologi

a) Eksisi tumor

Farmakologi

a) IVFD RL xx gtt/mnt

b) Inj. Keterolak 2x1 amp drip

c) Inj. Ceftriaxon 2x1amp

d) Ranitidin 2 x 1amp

ANJURAN PEMERIKSAAN

a) Pemeriksaan PA

PROGNOSIS

1.1. Quo ad vitam : dubia ad bonam

1.1. Quo ad functionam : dubia ad bonam

1.1. Quo ad sanationam : dubia ad bonam


FOLLOW UP

Selasa, 13 maret 2018 pukul 20.00 WIB

S Sakit kepala, mual, muntah

O Keadaan umum: tampak sakit sedang

Kesadaran : Compos mentis

GCS : 15

Tekanan darah : 110/70 mmHg

Nadi : 82 x/menit

Suhu : 36.6 o C

Pernapasan :20 x/menit

Kepala:

Konjungtiva tidak anemis, sklera ikterik (-/-), pupil isokor, reflek cahaya (+/+)

Leher:

JVP (5-2) cm H2O, pembesaran KGB (-)

Paru:

I: Bentuk dada normal, simetris kanan dan kiri

P: Vokal fremitus normal kedua lapang paru

P: Sonor kedua lapang paru

A: Vesikuler meningkat pada paru kanan, Ronkhi kering (-/-) wheezing (-/-)

Benjolan di payudara kiri (+), sebesar telur puyuh, kulit keriput

Jantung:

I: Iktus kordis tidak terlihat

P: Iktus kordis tidak teraba

P: Batas jantung kanan atas : ICS II linea parasternaslis dextra


Batas jantung kanan bawah : ICS IV linea parasternalis dextra

Batas jantung kiri atas : ICS II linea parasternalis sinistra

Batas jantung kiri bawah : ICS V linea midclavikularis sinistra

A: reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen:

I: Dinding perut simetris dengan dinding dada

A: Bising usus (+) normal

P: Nyeri tekan epigastrium (-). Hepar lien tidak teraba, Shifting dullness (-)

P: timpani pada lapang perut.

Extremitas:

Extremitas superior dan inferior: oedem (-/-)

A Tumor mamae sinistra

P -IVFD RL x gtt/menit

- Ceftriaxon 1x1 gr

Rabu 14 maret 2018 pukul 19.30 WIB

S Nyeri pada luka operasi

O Keadaan umum: Tampak sakit sedang

Kesadaran : Composmentis

GCS : 15

Tekanan darah : 120/80 mmHg

Nadi : 78 x/menit

Suhu : 36,8o C

Pernapasan : 18 x/menit

Kepala:
Konjungtiva tidak anemis, sklera ikterik (-/-), pupil isokor, reflek cahaya (+/+)

Leher:

JVP (5-2) cm H2O, pembesaran KGB (-)

Paru:

I: Bentuk dada normal

P: Vokal fremitus normal kedua paru

P: Sonor kedua prau

A: Vesikuler meningkat pada paru kanan, Ronkhi (-/-), wheezing (-/-)

Terdapat luka bekas operasi dengan 6 jahitan di mamae sinistra

Jantung:

I: Iktus kordis tidak terlihat

P: Iktus kordis tidak teraba

P: Batas jantung kanan atas : ICS II linea parasternaslis dextra

Batas jantung kanan bawah : ICS IV linea parasternalis dextra

Batas jantung kiri atas : ICS II linea parasternalis sinistra

Batas jantung kiri bawah : ICS V linea midclavikularis sinistra

A: reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen:

I: Dinding perut simetris dengan dinding dada

A: Bising usus (+) normal

P: Nyeri tekan epigastrium (-). Hepar lien tidak teraba

P: Timpani pada lapang perut. Shifting dullness (-)

Extremitas:s

Extremitas superior dan inferior: oedem (-/-)


A Post eksisi tumor mamae sinistra

P -IVFD RL xx gtt/menit

- Inj. Keterolak 1x 1amp

- Ranitidin 2x1 amp

- Ceftriaxon 1x1 amp

Kamis 15 maret 2018 pukul 20.00 WIB

S Pegal pada bekas jahitan

O Keadaan umum:tampak sakit sedang

Kesadaran : Composmentis

GCS : 15

Tekanan darah : 120/70 mmHg

Nadi : 86 x/menit

Suhu : 36,3oC

Pernapasan : 20 x/menit

Kepala:

Konjungtiva tidak anemis, sklera ikterik (-/-), pupil isokor, reflek cahaya (+/+)

Leher:

JVP (5-2) cm H2O, pembesaran KGB (-)

Paru:

I: Bentuk dada normal

P: Vokal fremitus normal kedua lapang paru

P: Sonor kedua paru

A: Vesikuler meningkat kedua lapang paru, Ronkhi (-/-), wheezing (-/-)

Terdapat luka bekas operasi dengan 6 jahitan di mamae sinistra

Jantung:
I: Iktus kordis tidak terlihat

P: Iktus kordis tidak teraba

P: Batas jantung kanan atas : ICS II linea parasternaslis dextra

Batas jantung kanan bawah : ICS IV linea parasternalis dextra

Batas jantung kiri atas : ICS II linea parasternalis sinistra

Batas jantung kiri bawah : ICS V linea midclavikularis sinistra

A: BJ I-II intensitas normal, reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen:

I: Dinding perut simetris dengan dinding dada

A: Bising usus (+) normal

P: Nyeri tekan epigastrium (-). Hepar lien tidak teraba

P: Tympani pada lapang perut. Shifting dullness (-)

Extremitas:

Extremitas superior dan inferior: oedem (-/-)

A Post eksisi tumor mamae sinistra

P -deksketoprofen 1 x 1 tab

-cefadroksil 2 x 500 mg

Pasien pulang
BAB III

ANALISA KASUS

Os mengatakan terdapat benjolan di payudara sejak 4 tahun yang lalu. Benjolan

awalnya sebesar biji jagung, karena tidak menimbulkan nyeri Os menganggap hanya

benjolan biasa. Tetapi dalam 3 bulan terahir Os mengatakan benjolan dirasa membesar

dan meniimbulkan nyeri seperti pedih karena luka disaat Os merasa kelelahan. Sehingga

Os mengaku sering mengkonsumsi asam mefenamat untuk meredakan nyeri. 2 minggu

terahir Os merasa khawatir disebabkan kulit didaerah yang terdapat benjolan dibawahnya

dirasa mengerut dan puting payudaranya agak masuk kedalam hal ini mendorong Os

untuk pergi ke puskesmas yang kemudian di beri rujukan ke RSPBA.

Berdasarkan anamnesa Os memiliki peluang untuk terjadinya kanker payudara

yang didasarkan pada adanya benjolan, yang dirasa sakit, pada kulit benjolan kulitnya

keriput dan keluhan puting yang tertarik ke dalam ini merupakan beberapa tanda dari

kanker payudara. Menurut PERABOI (2003) tanda tanda keganasan pada payudara

diantaranya terdapat benjolan, dengan rasa sakit, nippel discarge, krusta pada areola,

perubahan warna kulit, benjolan di ketiak dan edem lengan.


DAFTAR PUSTAKA

De jong. 2010. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 3. Jakarta : EGC

Helvia S 2013. Gambaran kejadian tumor payudara di RSUD Serang.

Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah,Jakarta.

Protokol penatalaksanaan kanker payudara oleh PERABOI tahun 2003

Price, Sylvia A dan Lorraine M. Wilson. 2005. Patofisiologi Konsep Klinis

Proses-proses Penyakit. Volume 2. Edisi 6. Jakarta: EGC

Schwartz’s . 2010. Principle of surgery. Edisi 9. Jakarta : EGC