Anda di halaman 1dari 10

PLAN – LANGKAH 1

MENETUKAN AKTIVITAS
5 Maret 2018 – 22 Maret 2018

1.1 Identifikasi dan stratifikasi masalah


Hasil pelaporan tahunan Pusling Tanjung Barat di Kelurahan Tanjung Barat Kecamatan Jagakarsa
didapatkan beberapa permasalahan sebagai berikut :
Tabel 2. Hasil capaian skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) 1 Januari 2017 – 31 Desember 2017 Kelurahan Tanjung Barat Kecamatan
Jagakarsa, Jakarta Selatan

Capaian Target
No. Masalah Deviasi
Jumlah % Jumlah %
Usia > 15 tahun 100% Terskrining Faktor 93.8
1. Resiko 1563 6.2 25.209 100
100% penderita hipertensi terobati sesuai 91.85
2. 271 8.15 3.325 100
standar
100% penderita diabetes melitus terobati 93
3. 62 7 884 100
sesuai standar
30 % wanita usia subur (WUS) usia 30-50 2
4. 473 28 507 30
tahun terskrining IVA test

1.2 Prioritas Masalah


Capaian Target
No. Masalah Deviasi
Jumlah % Jumlah %
Usia > 15 tahun 100% Terskrining Faktor 93.8
1. 1563 6.2 25.209 100
Resiko
100% penderita diabetes melitus terobati 91.85
2. 271 8.15 3.325 100
sesuai standar
100% penderita hipertensi terobati sesuai 93
3. 62 7 884 100
standar
30 % wanita usia subur (WUS) usia 30-50
4. 473 93 507 30
tahun terskrining IVA test

DIAGRAM PARETO
1.3 Menentukan Tema
Dari diagram pareto diatas, GKM Tanjidor menetapkan tema :
“Meningkatkan cakupan Skrinning faktor resiko PTM dengan membuat Kampung CERDIK
diwilayah RT 007 / RW 05 Kelurahan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan”

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit yang bukan disebabkan oleh proses infeksi (tidak infeksius).
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya, keberadaan faktor risiko PTM pada seseorang tidak
memberikan gejala sehingga mereka tidak merasa perlu mengatasi faktor risiko dan mengubah gaya hidupnya.
Penelitian juga menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang jenis PTM cukup baik, dan sebagian besar
masyarakat mengetahui bagaimana penderitaan pasien PTM seperti Jantung Koroner, Kanker, Stroke dan Diabetes
melitus, gangguan akibat kecelakaan dan cidera. Namun mereka umumnya belum memahami pengaruh faktor risiko
PTM terhadap kejadian PTM serta komplikasi yang dapat ditimbulkan PTM. Pada umumnya mereka menganggap
bahwa PTM disebabkan faktor genetik, penyakit orang tua atau penyakit orang kaya.
Peran Promosi Kesehatan dalam Pencegahan maupun Pengendalian Penyakit Tidak Menular cukup besar terutama
dalam upaya memberdayakan masyarakat untuk ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang terkait dengan
Faktor Risiko Bersama penyebab Penyakit Tidak Menular. Dari 10 indikator PHBS di Rumah Tangga, tiga
diantaranya merupakan pencegahan faktor risiko bersama PTM yaitu Aktivitas fisik, Konsumsi sayur dan buah serta
tidak merokok.

1. Menurut WHO dan The International Society of Hypertension (ISH), 3 juta dari 600 juta penderita hipertensi
di seluruh dunia meninggal setiap tahunnya.

2. Di Jakarta, Hasil riskesdas tahun 2013, prevalensi hipertensi sebesar 20%.


3. Di Puskesmas Keliling Tanjung Barat, menurut data
4. Penyakit katastropik (jantung dan kardiovaskular, stroke, hipertensi, kanker dan gagal ginjal) di Indonesia
menghabiskan biaya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga 29,67% dari total anggaran, yakni mencapai
16,9 triliun.
5. Selain yang tersebut di atas, hal ini juga mendukung visi, misi, serta tata nilai Puskesmas Kecamatan
Jagakarsa antara lain :
1.4 Menganalisis Dampak dan harapan

Masalah Dampak Masalah Harapan Tema

Menurunkan angka kejadian penyakit tidak menular


Menurunkan angka kematian akibat Penyakit tidak
menular

Otomatis jumlah angka kematian akibat penyakit tidak


menular akan meningkat

Karena tidak terskrinning , maka banyak penderita PTM yag


tidak terdeteksi dan tidak melakukan pengobatan, karena
mereka merasa sehat – sehat saja.

Menurunkan biaya yang dikeluarkan BPJS untuk membiayai


Meningkatknya biaya yang dikeluarkan oleh BPJS untuk pengobatan penderita penyakit tidak menular

Rendahnya Membiayai pengobatan penderita penyakit tidak menular

Usia > 15
tahun
Terskrining
Faktor
Resiko
100%

Meningkatknya beban keluarga pada penderita penyakit Menurunkan beban keluarga pada penderita penyakit

tidak menular tidak menular

Menurunnya produktivitas pasien karena penyakit tidak Meningkatkan produktivitas pasien karena penyakit tidak
menular menular
1.5 Pengaruh Terhadap Pihak Yang Berkepentingan

Tabel.Pengaruh Terhadap Pihak Yang Berkepentingan

Pihak yang
Positive Impact Negative Impact
Berkepentingan

Beberapa orang pada usia >15 tahun (usia sekolah,


Dapat mengetahui faktor resiko penyakit tidak remaja, dewasa muda) merasa tidak nyaman
menular yang ada di dirinya, sehingga bisa dengan hasil skrinning penyakit tidak menular,
mencegah penyakit yang muncul karena merasa mereka sehat

Usia >15 tahun banyak aturan dalam menerapkan pola hidup sehat

Membuat pihak keluarga mengetahui bahwa ada Pihak keluarga tidak nyaman dengan hasil skrinning
Keluarga salah satu keluarganya terkena penyakit menular penyakit tidak menular yang terdeteksi di keluarga.

Dapat memberikan support dalam satu keluarga Memberikan perhatian lebih pada keluarga yang
untuk saling menerapkan pola hidup sehat terdeteksi penyakit tidak menular

Meningkatkan capaian SPM skrining faktor resiko


Puskesmas penyakit tidak menular Tidak Ada

Petugas kesehatan Mampu mengidentifikasi penderita Tidak Ada

Penyakit tidak menular secara dini

Kader Kesehatan Menambah wawasan dan pengetahuan tentang Menambah Beban Pekerjaan

Faktor resiko penyakit tidak menular


ASPEK KONDISI SAAT INI SASARAN
QUALITY 6,2 % usia >15 tahun yang terskrinning 100 % usia >15 tahun terskrinning penyakit tidak
penyakit tidak manular di wilayah menular di wilayah kelurahan tanjung barat
kelurahan tanjung barat
COST Total biaya skrinning 1 kali skrinning per
orang Rp 15.000,-
Jumlah rata – rata 1 kali skrinning per hari
15 orang
Jumlah 1 kali skrinning per hari mencapai 100 orang
DELIVERY Kurangnya informasi ke sekolah dan acara Menginformasikan tentang penyakit tidak menular di
di masyarakat sekolah dan lingkungan masyarakat
HEALTH Kurangnya kepedulian masyarakat untuk Masyarakat sadar akan faktor resiko penyakit tidak
mengetahui faktor resiko penyakit tidak menular di dirinya
menular yang ada di dirinya
MORAL Masyarakat cemas jika mengetahui Masyarakat akan tenang setelah mengetahui hasil
terdapat faktor resiko penyakit tidak faktor resiko penyakit tidak menular
menular di dirinya
LANGKAH 2.

2.1 inventarisasi faktor penyebab

Inventaris faktor penyebab

NO. PENYEBAB USULAN KET.


1. Kurangnya tenaga terlatih dr.Nurul MAN
usia remaja untuk skrining
Penyakit tidak menular
2. Kurangnya motivasi dari Windinda MAN
warga
3. Kurangnya pengetahuan Gondo MAN
masyarakat tentang faktor
resiko penyakit tidak menular
4. Tingkat pendidikan warga Gondo MAN
yang masih rendah
5. Kurangnya peran serta kader METHODE
dalam memberikan informasi
6. Karena tenaga kesehatan METHODE
belum banyak yang dilatih
untuk memotivasi warga
mengetahui faktor resiko
penyakit tidak menular
7. Warga sibuk bekerja MAN
8. Masih kurangnya Posbindu di METHODE
wilayah
9. Jarak Puskesmas yang jauh ENVIRONMENT
10. Jam pelayanan Puskesmas di ENVIRONMENT
pagi sampai sore
11. Harga alat cek kesehatan MATERIAL
yang mahal
12. Warga jarang ke Puskesmas MAN
13. Adanya stigmna di ENVIRONMENT
masyakarat bila dalam
kondisi sehat tidak perlu
melakukan skrining penyakit
tidak menular
14. Kurangnya informasi berupa METHODE
penyuluhan saat acara di
masyarakat dan sekolah
15. Minimnya media informasi MATERIAL
penyakit tidak menular di
Puskesmas dan wilayah
16. Media infomasi kurang Material
menarik
2.2 stratifikasi penyebab

Tabel stratifikasi penyebab

2.2. Stratifikasi Penyebab

Tabel 9. Stratifikasi Penyebab

NO FAKTOR PENYEBAB
1. Kurangnya tenaga terlatih usia remaja untuk
skrining Penyakit tidak menular
2. Kurangnya motivasi dari warga
3. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang
1 Man (Manusia) faktor resiko penyakit tidak menular
4. Tingkat pendidikan warga yang masih rendah
7. Warga sibuk bekerja
12. Warga jarang ke Puskesmas

5. Kurangnya peran aktif kader dalam


memberikan informasi
6. Karena tenaga kesehatan belum banyak
2 Metode (cara) yang dilatih untuk memotivasi warga
mengetahui faktor resiko penyakit tidak
menular
8. Masih kurangnya Posbindu di wilayah
14. Kurangnya informasi berupa penyuluhan
saat acara di masyarakat dan sekolah
11. Harga alat cek kesehatan yang mahal
3 Material (Alat) 15. Minimnya media informasi skrinning
penyakit tidak menular di Puskesmas dan
wilayah
16. Media Informasi Kurang Menarik
9. Jarak Puskesmas yang jauh
10. Jam pelayanan Puskesmas di pagi
4 Environment sampai sore
(Lingkungan) 13. Adanya stigmna di masyakarat bila dalam
kondisi sehat tidak perlu melakukan skrining
penyakit tidak menular
DIAGRAM SEBAB AKIBAT

NO FAKTOR PENYEBAB WHY 1 WHY 2 WHY 3


1 Manusia Kurangnya Warga sibuk Kurangnya Kurangnya
pengetahuan bekerja motivasi dari tenaga
masyarakat warga terlatih usia
tentang faktor remaja untuk
resiko penyakit skrining
tidak menular Penyakit
tidak menular
2 Metode Kurangnya Kurangnya Karena tenaga Masih
informasi peran aktif kesehatan belum kurangnya
berupa kader dalam banyak yang Posbindu di
penyuluhan memberikan dilatih untuk wilayah
saat acara di informasi memotivasi warga
masyarakat mengetahui faktor
dan sekolah resiko penyakit
tidak menular
3 Alat Media informasi Minimnya
kurang menarik media
informasi
skrinning
penyakit
tidak
menular di
Puskesmas
dan wilayah
4 Lingkungan Jarak Jam Adanya stigmna
Puskesmas pelayanan di masyakarat
yang jauh Puskesmas bila dalam
di pagi kondisi sehat
sampai sore tidak perlu
melakukan
skrining penyakit
tidak menular
MANUSIA rendahnya
kenaikan berat
METODE
Kurangnya tenaga terlatih badan balita
usia remaja untuk Kurangnya pengetahuan kader
Media informasi yang ada di
skrining Penyakit tidak tentang PMBA (pemberian yang ditimbang
menular makan pada anak)
posyandu tidak menarik
di Posyandu
Kurangnya motivasi
Ibu tidak mendapatkan
Menteng RW
dari warga
Ibu balita kurang penyuluhan di posyandu 017 Kel.
menerima informasi
tentang makanan Srengseng
Warga sibuk Ibu tidak tahu cara
Motivasi ibu kurang dalam bekerja memberikan makan Sawah
memberikan makan pada yang tepat pada anak
anak
Kurangnya pengetahuan
Anak tidak mau makan
masyarakat tentang faktor
Berat badan anak resiko penyakit tidak
sulit naik menular

Ibu malas ke
Anak pilih pilih makan
posyandu

Keluarga cuek dalam


pemberian makan pada
Pelaksanaan sistem 5 meja di
anak posyandu belum optimal

Anggapan di masyarakat
bahwa memberikan makan Kader kurang termotivasi
anak adalah tugas ibu untuk melakukan
penyuluhan di posyandu

Minimnya dukungan
keluarga
ALAT
LINGKUNGAN

2.5. Penentuan Penyebab Dominan Menggunakan Metode Matrik Prioritas


Tabel 11. Penyebab Dominan

URAIAN A B C D Prioritas % Urutan


Kurangnya tenaga
terlatih usia remaja untuk
A 5 5 5 125 76,2 I
skrining Penyakit tidak
menular
Masih kurangnya
B 3 3 3 27 16,5 II
Posbindu di wilayah
Minimnya media
informasi skrinning
C 1 1 3 3 1,8 IV
penyakit tidak menular di
Puskesmas dan wilayah
Adanya stigma di
masyakarat bila dalam
kondisi sehat tidak perlu D 3 3 1 9 5,5 III
melakukan skrining
penyakit tidak menular
TOTAL 164 100
Keterangan penilaian : 1 = Kurang berpengaruh, 3= berpengaruh sama, 5= lebih
berpengaruh

2.2 MENGANALISA AKAR PENYEBAB