Anda di halaman 1dari 98

KA ANDAL

Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

BAB II
PELINGKUPAN

2.1 Deskripsi Rencana Usaha/atau Kegiatan yang akan Dikaji


Rencana pembangunan mall beserta sarana dan prasarananya akan didirikan
pada tanah seluas 5 Ha. Secara umum, mall terdiri dari bangunan utama dan
bangunan pendukung lain berupa rumah toko, taman bermain (RTH), tempat parkir
dan IPAL. Bangunan utama terdiri dari 3 Lantai dengan luas bangunan 20.000 m2,
kemudian akan dibuat sebanyak 45 buah rumah toko dengan luas bangunan beragam
pada masing-masing toko. Untuk taman bermain atau ruang terbuka hijau
direncanakan seluas 5000 m2, untuk tempat parkir seluas 15.000 m2 dan untuk IPAL
seluas 2500 m2.

2.1.1 Status Studi AMDAL


Rencana kegiatan pembangunan mall oleh perusahaan Aigo Bersaudara telah
sesuai dengan rencana tata ruang wilayah Kota Banjarbaru telah dilakukan studi
kelayakan teknis dan ekonomis. Selanjutnya telah mendapat rekomendasi dari
Walikota Banjarbaru dengan surat rekomendasi No. 671.2/188/IV/JANUAR/2017,
tentang persetujuan dan pemberiaan izin prinsip kepada PT. Aigo Bersaudara

2.1.2 Kesesuaian Lokasi Rencana Kegiatan Dengan Rencana Tata Ruang


Lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan Pembangunan Mall seluas kurang
lebih 5 Ha terletak di Banjarbaru berlokasi di Kelurahan Komet, Kecamatan
Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru. Setelah peta lokasi kegiatan dioverlaykan dengan
peta RTRW Kecamatan Banjarbaru Utara, maka lokasi kegiatan Pembangunan Mall
berada dalam areal kegiatan penduduk setempat. Dimana harus mendapatkan
persetujuan dari pihak Kecamatan Banjarbaru Utara setelah proses penyusunan
AMDAL selesai.

Pelingkupan 5
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

2.1.3 Batasan – Batasan Wilayah


Kegiatan pembangunan pusat perbelanjaan mall akan didirikan di Kelurahan
Komet, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota. Adapun luas dari wilayah Banjarbaru
Utara sebesar 24,44 km. Adapun batas-batas pusat perbelanjaan EXO Mall ini adalah:
 Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Banjar
 Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Banjarbaru Selatan
 Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Landasan Ulin
 Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Banjar

2.1.4 Tahapan Kegiatan


Rencana Pembangunan EXO Mall oleh PT. Aigo Bersaudara dapat berpotensi
menimbulkan dampak positif maupun negatif terhadap lingkungan. Terkait dengan
studi AMDAL, Pembangunan EXO Mall oleh Pemrakarsa ini akan melewati
beberapa tahap yang secara umum dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu tahap pra
konstruksi, konstruksi dan pasca konstruksi operasional). Kegiatan ini dikelompokan
berdasarkan kemungkinan terjadinya dampak penting terhadap lingkungan. Uraian
jenis kegiatan penyebab dampak dalam setiap tahap tersebut adalah sebagai berikut:

2.1.4.1 Pra konstruksi


Tahapan ini dilakukan sebelum dimulainya kegiatan pembangunan mall dari
perencanaan sampai persiapan lahan siap dilakukan pekerjaan konstruksi. Adapun
kegiatannya yaitu:
a) Survei lokasi
Survey yang dilakukan antara lain: survei luas lahan untuk mengetahui
batas-batas lahan yang pasti dan jelas. Survei kelayakan lahan untuk
mengetahui keadaan awal kondisi fisik lahan, serta untuk mengetahui
perencanaan dan kelayakan Site plan, penanganan lahan, pengolahan lahan
(penggalian/pengerukan) dan keperluan lainnya. Survei keadaan lingkungan

Pelingkupan 6
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

di sekitarnya baik topografinya (kemiringan lereng) hidrologi serta keadaan


sosial daerah tersebut. Survei topografi dilakukan dengan tujuan untuk
melihat konfigurasi muka tanah sehingga dapat direncanakan luasan bangunan
yang tepat, ketinggian bangunan dari permukaan tanah dan ketinggian
bangunan terhadap lingkungan sekitarnya. Sedangkan tahap kegiatan
penyelidikan tanah dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan tanah dimana
Pusat Perbelanjaan EXO Mall akan didirikan, sehingga dapat diketahui
struktur tanah, jenis tanah, air muka tanah, dan parameter tanah lainnya yang
terdiri atas parameter fisik dan mekanik. Data yang diperoleh tersebut akan
digunakan sebagai dasar perencanaan untuk perencanaan struktur bawah
bangunan, seperti : tipe pondasi, kedalaman pondasi, tiang pancang, dan lain-
lain. Kegiatan ini dilakukan dengan cara sondir dan boring.
b) Perizinan
Perizinan bangunan gedung Mall ini meliputi izin lokasi, advice
planning, Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB), UKL UPL, HO (ijin
gangguan), IMB (ijin mendirikan bangunan), dan perijinan lainnya sesuai
dengan peraturan daerah tempat gedung berdiri. Permintaan ijin, wajib
dilakukan untuk mendirikan sebuah bangunan agar nantinya jika terjadi
sesuatu terhadap lahan tersebut ada jaminan dari pemerintah.
c) Sosialisasi program
Sosialisasi yang dilaksanakan ini sebenarnya merupakan sosialisasi
proyek atau rencana kegiatan pembangunan kepada masyarakat sekitar yang
terkena dampak, masyarakat luas, instansi pemerintah yang terkait serta
muspika setempat. Pada saat dilaksanakannya studi dalam rangka
penyusunan AMDAL kegiatan pembangunan Pusat Perbelanjaan EXO Mall
juga dilaksanakan sosialisasi amdal.
Sosialisasi ini merupakan media penyebarluasan informasi tentang
adanya rencana kegiatan yang akan dilakukan. Sosialisasi juga berupa
pemasangan pengumuman di media massa surat kabar/koran, pembuatan

Pelingkupan 7
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

papan pengumuman dan sosialisasi langsung pada masyarakat. Pengumuman


di media massa dimuat dikoran maupun berita ditelevisi sedangkan untuk
papan pengumuman dipasang di lokasi kegiatan di dekat pintu gerbang
proyek.
Sosialisasi atau konsultasi publik dilaksanakan dengan pertemuan
langsung antara pemrakarsa kegiatan beserta pelaksana dan tim penyusun
dokumen AMDAL dengan masyarakat sekitar lokasi kegiatan juga
merupakan Konsultasi Publik atas rencana kegiatan kepada masyarakat
khususnya yang tinggal disekitar lokasi kegiatan, juga dimaksudkan untuk
memperoleh informasi, masukan, saran serta tanggapan dari masyarakat
disekitar lokasi kegiatan.
d) Perencanaan
Penyusunan ini meliputi perencanaan pembangunan Pusat
Perbelanjaan EXO Mall dari Site plan, gambar teknis, dan rencana anggaran
biaya yang terurai dalam dokumen DED (Detil Engineering Design) rencana
pembangunan Pusat Perbelanjaan EXO Mall. Rencana kegiatan pembangunan
Pusat Perbelanjaan EXO Mall ini sebagaimana sertifikat tanah yang ada
mempunyai total luasan lahan sebesar 50.000 m2.
Dari data perencanaan teknis yang telah disusun, luas keseluruhan
lantai gedung yang akan dibangun atau dasar bangunan adalah 7.000 m2
dengan keseluruhan lantai bangunan sebesar 20.000 m2 dan total ketinggian
gedung sejumlah 3 lantai atau lebih kurang 20 meter. Adapun total
keseluruhan lahan tertutup sebesar 8.500 m2. Penggunaan sisa luas
lahan/belum dimanfaatkan akan direncanakan untuk penyediaan Ruang
Terbuka Hijau (10%), jalan dan lain sebagainya. Data perencanaan tersebut
digunakan sebagai dasar bagi pemrakarsa untuk pengurusan perijinan dari
instansi yang berwenang yaitu Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota
Banjarbaru dan juga sebagai dasar untuk pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Pelingkupan 8
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Kegiatan ini juga meliputi persiapan untuk pekerjaan sipil, arsitektural,


mekanikal, elektrikal dan utilitas serta site development.

2.1.4.2 Fase Kontruksi


Dalam pelaksanaan setiap kegiatan pada tahap konstruksi ini, kontraktor
pembangunan sebagai pelaksana kegiatan mengacu pada Standart Operational
Procedure (SOP) yang berorientasi pada Kesehatan dan Keselamatan Kerja untuk
setiap tenaga pelaksana lapangan maupun keamanan setiap objek yang berada di
sekitar lokasi kegiatan termasuk manusia dan lingkungan hidup. Tahapan ini
merupakan kegiatan pelaksanaan fisik pembangunan mall baik dari mulai perataan
tanah , sampai selesainya bangunan. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pada tahap
konstruksi adalah:
a) Penerimaan tenaga kerja
Pelaksanaan pembangunan Pusat Perbelanjaan EXO Mall pada tahap
konstruksi ini dimulai dengan perekrutan tenaga kerja untuk pelaksanaan
pembangunan fisik konstruksi bangunan. Kebutuhan tenaga kerja untuk
pelaksanaan pembangunan pada tahap konstruksi ini terdiri dari tenaga ahli,
tenaga madya maupun tenaga kasar. Umumnya tenaga kerja juga diambil dari
daerah sekitar yang disesuaikan dengan kemampuan dan skill yang dimiliki
tentunya. Hal ini juga bertujuan untuk mengatasi masalah pengangguran
didaerah sekitar proyek pembangunan. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan
pada tahap konstruksi ini berjumlah 150 orang.
b) Pembuatan base camp/barak kerja
Yaitu pembuatan pos untuk semua kegiatan, dengan cara membuat
suatu bangunan khusus buat para kontraktor untuk area istirahat dan untuk
penempatan bahan-bahan material bangunan.
c) Mobilisasi bahan dan material bangunan

Pelingkupan 9
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Kegiatan mobilisasi bahan dan material bangunan merupakan kegiatan


dalam rangka menyiapkan material/bahan-bahan bangunan serta
pengangkutannya dari sumber/tempat asal bangunan material menuju ke
lokasi tapak proyek. Bahan-bahan dan material bangunan tersebut diperoleh
dari daerah terdekat dengan lokasi kegiatan, yaitu dari daerah sekitar Kota
Banjatbaru. Jenis bahan dan material bangunan yang diperlukan dalam
pembangunan Pusat Perbelanjaan EXO Mall akan disajikan dalam tabel di
bawah ini.
Table 2.1 Penggunaan Material dan Sistem Pengangkutan Dalam
Pembangunan Pusat Perbelanjaan EXO Mall
No Nama Bahan/Material Sistem Pengangkutan
1 Semen ( PC ) Truk
2 Pasir beton Truk
3 Pasir pasang Truk
4 Pasir urug Truk
5 Batu pecah / split Truk
6 Besi Truk
7 Tiang pancang Trailer
8 Plywood & Kayu Truk
9 Paralon Truk
10 Water proofing Truk
11 Cat kayu & Tembok Truk
Sumber Data : PT. Aigo Bersaudara(2016)

Jenis material yang berasal dari pabrikan seperti semen, plywood, pipa
paralon, cat, dan lainnya diperoleh dari suplyer bahan material bangunan yang
ada di kota Banjarbaru maupun Kota Banjarmasin. Sedangkan untuk bahan
material bangunan seperti pasir, kerikil dan batu bata direncanakan akan
didatangkan dari daerah sekitar Kabupaten Tanah Laut. Jarak area

Pelingkupan 10
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

pengambilan material tersebut ke lokasi proyek adalah sekitar 40 km.


Mobilisasi material ini akan menggunakan dump truk berkapasitas 10 m3 dan
kapasitas 12 m3.
d) Mobilitas alat
Alat-alat berat yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan
pembangunan Pusat Perbelanjaan EXO Mall antara lain : escavator,
bulldozer, compactor, crane, dan lain-lain. Alat-alat berat tersebut
didatangkan dari Kota Banjarmasin yang dilaksanakan oleh kontraktor.
Adapun perincian alat-alat berat yang dibutuhkan disajikan pada tabel di
bawah ini :
Table 2.2 Rencana Penggunaan Peralatan untuk Rencana Pembangunan
Pusat Perbelanjaan EXO Mall

No Jenis Peralatan Unit Pengunaan

1. Mobil Crane 2 unit Untuk mengangkat material


2. Lift Barang 2 unit Untuk mengangkat barang
3. Theodolit 4 unit Untuk pengukuran topografi
4. Escavator 2 unit Penggalian
5. Bulldozer 2 unit Penggalian
6. Tower Crane 2 unit Pengangkat material
7. Compressor 4 unit Untuk pembersihan
8. Bored-pile 2 unit Untuk pemasangan tiang
pancang
9. Concrete Pump 1 unit Untuk pengecoran
10. Peralatan Las 2 unit Untuk pengecoran
11. Genset 2 unit Untuk pembangkit listrik
12. Las Listrik 2 unit Untuk pengecoran
13. Bar Cutter 4 unit Untuk memotong besi
14. Vibrator 10 unit Untuk pengecoran

Pelingkupan 11
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

15. Bar Bender 4 unit Untuk membengkokan besi


16. Bucket Cor 2 unit Pengecoran
17. Mobile Ready Mix 10 unit Pengecoran
Sumber Data : PT. Aigo Bersaudara(2016)

e) Pembersihan Lahan/Land Clearing


Kondisi eksisting lahan dilokasi rencana kegiatan pembangunan Pusat
Perbelanjaan EXO Mall berupa lahan terbuka dan banyak ditumbuhi oleh
semak belukar dan beberapa pohon liar sehingga untuk itu perlu diadakan
pembersihan lahan terlebih dahulu sebelum dilakukannya pekerjaan
konstruksi. Pembersihan lahan dilakukan dengan mengunakan bantuan alat
berat Buldozer sehingga mempercepat pekerjaan. Kegiatan pembersihan lahan
ini diperkirakan memberikan dampak potensial penurunan kualitas udara,
dampak terhadap flora dan fauna serta akan berdampak pula terhadap sikap
dan persepsi masyarakat.
f) Pekerjaan Pematangan Lahan
Pekerjaan pematangan lahan ini diawali dengan aktivitas pembersihan
area proyek dari semak belukar, tanaman liar dan dari rerumputan. Setelah
lahan dibersihkan kemudian dilanjutkan pematangan lahan yang terdiri dari
kegiatan pembentukan permukaan lahan agar didapatkan kontur yang sesuai
keinginan yakni hamparan datar yang cukup luas untuk dibangun bangunan
utama dan pendukung Pusat Perbelanjaan EXO Mall.
Selanjutnya dilakukan kegiatan penggalian tanah, yaitu pembuatan
lobang untuk pondasi konstruksi bangunan. Dalam pelaksanaannya digunakan
metode dewatering, sehingga muka air tanah sekitar dapat dipertahankan
ketinggiannya. Proses penggalian tanah dilakukan menggunakan alat-alat
berat seperti Bulldozer dan Escavator. Selanjutnya tanah tersebut digunakan
sebagai tanah timbun dibeberapa bagian lokasi kegiatan yang membutuhkan.
Mengingat luas areal yang akan dibangun, volume galian tanah yang

Pelingkupan 12
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

dihasilkan dari kegiatan ini cukup banyak, sehingga dibutuhkan mobilisasi


tanah galian yang tidak digunakan keluar areal lokasi kegiatan.
g) Pekerjaan Pondasi Bangunan
Pondasi yang digunakan adalah jenis pondasi tiang pancang.
Pemasangan tiang pancang ke tanah menggunakan tower crane dan bored-
pile. Pelaksanaan pekerjaan pembuatan pondasi bangunan ini diperkirakan
memerlukan waktu sekitar 3 (tiga) bulan. Adapun jumlah keseluruhan pondasi
tiang pancang yang diperlukan untuk tapak bangunan kira-kira 286 titik,
dengan kedalaman bervariasi yaitu antara 20 meter hingga 30 meter dari
permukaan tanah relatif. Dimensi tiang pancang yang akan dibuat adalah 80
cm x 80 cm, yang mana secara teknis pondasi ini mempunya kekuatan sebesar
900 Ton setiap tiang pancang.
Kegiatan pemasangan tiang pancang tersebut dilakukan sesuai dengan
SOP pelaksanaan pemasangan tiang pancang dengan meminimalkan
terjadinya suara pukulan hammer dan meminimalkan efek getaran yang
ditimbulkan. Untuk mengendalikan dan meminimalkan dampak kebisingan
dan getaran yang ditimbulkan dari kegiatan pembangunan pondasi ini
dilaksanankan dengan pemilihan tehnologi serta teknis pengoperasian peralat
serta kepastian kondisi terbaik alat yang digunakan.
h) Pekerjaan Konstruksi Bangunan
Kegiatan Konstruksi yang dilaksanakan dalam pembangunan Pusat
Perbelanjaan EXO Mall terdiri dari tahapan bangunan pondasi, pembuatan
konstruksi beton sampai dengan bangunan utama gedung bertingkat. Tahapan
kegiatan ini meliputi pengecoran yang dilaksanakan di tempat (in site) dengan
menggunakan concrete mixer, concrete pump, concrete vibrator dan peralatan
bantu lainnya, dengan perkuatan konstruksi beton bertulang dengan sistem
kolom, balok dan pelat.
Luas bangunan Pusat Perbelanjaan EXO Mall yang akan dibangun
atau dasar bangunan adalah 7.000 m2 dengan keseluruhan lantai bangunan

Pelingkupan 13
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

sebesar 20.000 m2 dan total ketinggian gedung sejumlah 3 lantai atau lebih
kurang 20 meter. Adapun total keseluruhan lahan 50.000 m2, dan keseluruhan
lahan tertutup sebesar 8.500 m2.
Pekerjaan pemasangan mekanikal dan elektrikal meliputi kegiatan
pemasangan instalasi listrik, jaringan pipa, fasilitas sanitasi berupa toilet dan
jamban pemasangan escalator, pemasangan AC, dan jaringan telepon baik
dalam gedung maupun antar bangunan. Guna keperluan penerangan dalam
kegiatan konstruksi bangunan baik interior maupun luar gedung menggunakan
sumber energi listrik dari Perusahaan Listrik Negara.
Penggunaan air bersih yang diperlukan selama masa konstruksii
pembangunan Pusat Perbelanjaan EXO Mall berdasarkan jumlah tenaga kerja
konstruksi yang bekerja dan tinggal di lokasi proyek diestimasikan sebanyak
100 orang dengan asumsi pemakaian para pekerja sebesar 100 l/orang/hr
sehingga jumlah total pemakaian air bersih sebesar ± 10 m3 per hari
sedangkan untuk kegiatan konstruksi bangunan diestimasikan kebutuhan air
yang digunakan adalah ± 17 m3/hari yang diperoleh dari air sumur bor yang
berjumlah 2 buah dengan debit ± 10 m3/jam.
Selain itu Pusat Perbelanjaan akan dilengkapi dengan bangunan IPAL
untuk mengolah air buangan yang dihasilkan dari seluruh aktivitas domestik
yang berlangsung. Kapasitas IPAL yang akan dibangun sebesar 2000 m3/hari.
Limbah cair sebelum dibuang ke riol/parit terlebih dahulu diolah dalam unit
pengolahan limbah yang prosesnya hanya melalui pengendapan saja sebelum
masuk ke badan air penerima.

2.1.4.3 Fase operasional


a) Pemasaran
Pemasaran Pusat Perbelanjaan EXO Mall dilakukan dengan sistem
terbuka bagi pelaku usaha di Kota Banjarbaru sebelum dan selama

Pelingkupan 14
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

pembangunan fisik bangunan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh PT. Aigo


Bersaudara sebagai pemilik dan pengelola Pusat Perbelanjaan EXO Mall.
b) Rekruitmen Tenaga Kerja
Rekruitmen tenaga kerja untuk kegiatan operasional Pusat
Perbelanjaan EXO Mall dilakukan dengan cara seleksi terbuka sesuai dengan
komposisi dan keterampilan/keahlian tenaga kerja yang dibutuhkan dengan
memberikan porsi lebih atau mengutamakan warga masyarakat yang
bertempattinggal disekitar lokasi Pusat Perbelanjaan EXO Mall. Adapun
jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan disajikan pada tabel berikut ini :

Tabel 2.3 Jumlah Karyawan Pusat Perbelanjaan EXO Mall


Jumlah
No Jenis Kegiatan
Karyawan
I Karyawan Langsung
Pengelola Building :
 Building Manager 1
 Ass.Building Manager 2
 Karyawan 30

 Teknisi 30

 Cleaning Service 30

 Security 50

Sub Total I 143


II Karyawan Tidak
Langsung
 Pusat Perbelanjaan 300
 Pertokoan 200
 Restaurant 40

 Service lainnya 30

Pelingkupan 15
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Sub Total II 570


TOTAL I + II 713
Sumber Data : PT. Aigo Bersaudara(2016)

Data perkiraan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan pada saat


operasional Pusat Perbelanjaan EXO Mall ini sebanyak 713 orang. Tenaga
kerja tersebut terbagi atas tenaga kerja langsung dan tidak langsung.
Rekruitmen tenaga kerja ini diharapkan dapat memenuhi ketentuan dan
peraturan yang berlaku, baik dari pemerintah dan norma-norma yang berlaku
di masyarakat.
c) Operasional Kegiatan Bisnis
Setelah keseluruhan kegiatan pembangunan pada tahap konstruksi
telah selesai dilaksanakan dan telah dilakukan serangkaian uji coba terhadap
seluruh peralatan dan utilitas gedung sebagai fasilitas pendukung,
dilaksanakan serah terima gedung dari pelaksana pembangunan kepada pihak
pemrakarsa yang selanjutnya dimulailah tahapan Operasional Pusat
Perbelanjaan EXO Mall. Kegiatan–kegiatan yang berlangsung pada tahap
operasional ini adalah aktifitas kegiatan perekonomian dan perdagangan
seperti pusat perbelanjaan/mall, kegiatan pertokoan, shop house, restauran
serta kegiatan bisnis lainnya.
Dari kegiatan-kegiatan bisnis tersebut diprakirakan akan ada dampak
yang ditimbulkan antara lain adalah berupa berkembangnya sikap dan
persepsi masyarakat dan terbukanya kesempatan kerja dan terbukanya
peluang berusaha bagi masyarkat sekitar. Juga akan terjadi perubahan kualitas
udara dari adanya kegiatan transportasi pengunjung dan karyawan.
d) Operasional Kegiatan EXO Mall
 Penyediaan air bersih
Kegiatan operasional Pusat Perbelanjaan EXO Mall, seperti halnya
aktifitas kegiatan pusat bisnis pada umumnya juga membutuhkan adanya

Pelingkupan 16
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

suply air bersih. Kebutuhan air pada kegiatan operasional tersebut


diprakirakan sebesar ± 225,4 m3/hari. Prakiraan jumlah ini dihitung dari
kebutuhan air bersih untuk seluruh/total jumlah karyawan ditambah dengan
asumsi jumlah pengunjung setiap hari. Besaran jumlah air tersebut digunakan
untuk keperluan toilet/WC karyawan dan pengunjung, mushola, dan
keperluan lainnya.
Sumber air utama bersumber dari PDAM dengan kebutuhan air bersih
sebanyak 5 m3/jam dan untuk mensuplai kekurangan air akan akan
ditambahkan dengan sumur bor sebanyak 2 buah dengan kapasitas pompa 10
m3/jam sebagai sumber air cadangan (sumur bor) dengan kedalaman 210 m
yang terletak di basemen. Untuk mendukung kebutuhan air bersih dengan
memanfaatkan sumur dalam, akan dilakukan inventarisir penggunaan sumur
bor melalui intansi terkait. Ketentuan-ketentuan dalam pembuatan sumur bor,
perusahaan akan bekerjsama dengan instansi yang terkait untuk meminimalisr
kemungkinan dampak yang akan terjadi. Air dari PDAM maupun dari
sumur sebelum didistribusikan diolah terlebih dahulu yaitu melalui proses
penyaringan terlebih dahulu. kemudian air tersebut ditampung pada tempat
penampungan air yang terletak di bawah tanah (Ground Water Tank) yang
kemudian dipompakan ke tiga lantai teratas dan dialirkan secara grafitasi
untuk semua lantai dibawahnya. Sedang untuk keperluan pembersihan dan
penyiraman tanaman diusahakan dari reuse air hasil olahan STP.
 Penyediaan Energi Listrik
Kegiatan operasional dari Pusat Perbelanjaan EXO Mall, sebagaimana
aktifitas kegiatan bisnis pada umumnya juga membutuhkan adanya suply
energi listrik yang cukup besar dengan ketersediaan yang kontinyu.Besarnya
kebutuhan energi listrik ini untuk mencukupi kebutuhan penerangan diseluruh
unit yang ada, baik pusat perbelanjaan/mall, pertokoan, restaurant, maupun
untuk kebutuhan pelayanan pengunjung serta untuk kebutuhan perawatan dan
pengelolaan seluruh sarana yang ada.

Pelingkupan 17
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Kebutuhan energi listrik secara keseluruhan sebesar 3.672 KVA ini


direncanakan akan dipenuhi dari PLN. Dan untuk kebutuhan darurat apabila
suply energi listrik dari PLN mengalami gangguan, pemrakarsa juga
menyiapkan 2 (dua) unit generator listrik dengan kapasitas masing-masing
sebesar 1.750 KVA, yang akan ditempatkan pada lantai basement dan
dilengkapi dengan saluran pembuangan asap (cerobong) yang menuju ruang
terbuka.
 Limbah Cair
Limbah cair yang dihasilkan merupakan jenis limbah domestic dan oli
bekas. Jenis limbah domestik yang dihasilkan dengan kapasitas jumlah air
limbah rata-rata per hari 157,8 m3/hari. Perhitungan tersebut diperoleh dari
asumsi kebutuhan air per hari dikalikan dengan nilai prakiraan air limbah
dihasilkan sebesar yaitu ( 0,7 - 0,9 )
Instalasi ini menggunakan sistem Aerobic Reactor, Aliran air limbah
masuk melalui inlet STP ke dalam bak septic, selanjutnya di alirkan ke bak oil
separator yang berfungsi sebagai alat penangkap minyak dan lemak untuk
meminimalkan parameter tersebut .Selanjutnya air limbah dialirkan ke Bak
Equalisasi yang berfungsi untuk menstabilisasikan air limbah lalu dialirkan
ke dalam bak primary clarifier untuk memisahkan padatan terlarut limbah.
dengan target penurunan padatan terlarut dan tersuspensi. Selanjutnya masuk
kedalam bak Aerobic Reaktor dimana bak ini berfungsi sebagai tempat
mikrbiologi tumbuh dan mendegradasi zat pencemar di air limbah.
Selanjutnya air limbah dialirkan ke Second Clarifier lalu air limbah dialirkan
ke proses terakhir yakni Bak Chlorinasi di dalam bak ini diberikan disinfektan
sebelum dibuang ke riol kota. sludge yang dihasilkan di tampung ke dalam
akan dibuang ke TPA secara periodik. Limbah cair yang berupa oli bekas dari
aktifitas genset, akan ditampung pada tempat penampungan sementara (TPS)
dan kemudian akan diserahkan kepada pihak ketiga yan telah memiliki izin.
 Timbulan Limbah Padat (sampah organik dan anorganik)

Pelingkupan 18
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Limbah padat yang dihasilkan dari pengoperasian Pusat Perbelanjaan


EXO Mall berupa limbah padat/sampah dari semua kegiatan yang ada. Pabila
diasumsikan berat jenis sampah perkotaan sebesar 150 kg/m3 maka perkiraan
timbulan sampah dari kegiatan Pusat Perbelanjaan EXO Mall tersebut adalah
sebesar 12,5 m3/hari. Limbah padat dikelola dengan cara di pilah terlebih
dahulu antara sampah organik dan anorganik dengan membedakan
penampung/tong sampah yang ada. Tong sampah disediakan pada tiap
ruangan yang ada, di koridor, maupun di dekat tangga atau lift pada tiap
lantai. Oleh petugas kebersihan sampah tersebut setiap sore hari dikumpulkan
kemudian ditampung pada Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah
berbentuk bak dengan tembok pasangan bata-semen permanen tertutup dan
memiliki 2 blok, yakni untuk sampah organik dan non organik dengan
kapasitas total ± 15 m3 yang terletak di belakang gedung di sisi kanan yang
berjarak ±7 meter dari gedung. Selanjutnya diangkut secara periodik oleh truk
Dinas Kebersihan Kota Banjarbaru ke Tempat Pembuangan Akhir ( TPA )
Kota Banjarbaru.
 Pengamanan Bahaya Kebakaran dan Petir
Sistem pengamanan kebakaran yang direncanakan pada kegiatan
pembangunan Pusat Pusat Perbelanjaan EXO Mall adalah sebagai berikut :
 Sistem pendeteksian dengan Hydran dan Sprinkler System serta
Portable Fire Estinguiser.
 Tangga kebakaran yang dilengkapi dengan Pressure Fan, yaitu
untuk mencegah asap dan udara panas masuk ke dalam tangga
kebakaran jika kebakaran terjadi.
 Untuk pemakaian hydran dan sprinkler system serta portable fire
estinguiser berkoordinasi dengan Dinas P2K baik pelatihan cara
pemakaian dan jumlah yang dibutuhkan untuk keseluruhan
bangunan.

Pelingkupan 19
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Sedangkan untuk sistem penangkal petir yang digunakan adalah dengan


sistem EF Lighting Terminal mengingat bangunan gedung ni mempunyai
ketinggian keseluruhan mencapai 20 meter dari muka tanah.
 Pemeliharaan Gedung
Selama kegiatan operasi berlangsung secara berkala diperlukan
perawatan gedung dan fasilitas – fasilitas pendukungnya. Kegiatan
pemeliharaan ini berkaitan dengan kebersihan dan keindahan bangunan,
halaman dan taman, kondisi bangunan dan fasilitas pendukung, termasuk
fungsi fasilitas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk gedung
bertingkat, utilitas gedung, serta parkir. Dampak yang akan terjadi terhadap
komponen sosial berupa penyerapan tenaga kerja.
 Pengelolaan Parkir Kendaraan
Dinamika pergerakan kendaraan keluar masuk areal Pusat Pusat
Perbelanjaan EXO Mall direncanakan hanya memiliki satu buah pintu
gerbang yang terletak di Jalan A.Yani km 36,8. Sesuai dengan Peraturan
Daerah Nomor 17 Tahun 2002 tentang Peruntukan Penggunaan Tanah dan
Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2002 tentang Pengaturan Perparkiran,
bahwa perlu disesuaikan ketersediaan lahan parkir berdasarkan jenis dan
fungsi penggunaan bangunan. Sistem perparkiran dan lahan parkir yang
tersedia pada Pusat Pusat Perbelanjaan EXO Mall secara khusus dikelola
dengan membangun satu unit bangunan berlantai dua dan lantai basement
sebagai tempat parkir. Adapun lahan dihalaman gedung diperuntukkan
sebagai area antar / drop off kendaraan pengunjung mall dan restaurant.
Dengan luas keseluruhan lahan parkir yang dibangun sebesar 15.000 m2,
maka total kapasitas parkir kendaraan yang disediakan pada basement dan
gedung parkir lebih kurang yang bisa menampung 350 kendaraan roda empat
dan 500 kendaraan roda dua.

2.2 Deskripsi Rona Lingkungan Hidup Awal

Pelingkupan 20
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

2.2.1 Komponen Fisik - Kimia


2.2.1.1 Geografis
Kota Banjarbaru secara geografis terletak pada koordinat antara 3o27’- 3o29"
LS dan 114°45' - 114°45' BT. Kabupaten Banjarbaru terdiri dari 5 kecamatan dan 20
kelurahan. Wilayah Banjarbaru memiliki luas 371,30 km2 dengan batas administrasi
sebagai berikut:
 Sebelah Barat :Kabupaten Banjar (Gambut)
 Sebelah Selatan : Kabupaten Tanah Laut (Bati-Bati)
 Sebelah Timur : Kabupaten Banjar (Karang Intan)
 Sebelah Utara : Kabupaten Banjar (Martapura)

2.2.1.2 Topografi
Wilayah Kota Banjarbaru berada pada ketinggian 0-500 m dari permukaan air
laut. Dilihat dari kedalaman efektif tanah kota Banjarbaru sebesar 0,90 m dimana
jenis-jenis tanaman tahunan akan tumbuh dan berkembang. Kemiringan tanah di kota
Banjarbaru kebanyakan wilayah yaitu berkisar 0 sampai 2 %, dengan susunan geologi
terutama bagian bawahnya didominasi oleh lempung dengan sisipan pasir halus dan
endapan aluvium yang terdiri dari lempung hitam keabuan dan lunak.

2.2.1.3 Iklim
Seperti halnya kota Banjarmasin, kota Banjarbaru juga beriklim tropis
dengan musim hujan normalnya terjadi pada bulan november sampai april namun
seiring dengan perubahan iklim global maka musim terkadang hujan mulai turun
bulan oktober, sehingga intensitas musim penghujan lebih lama dibandingkan musim
kemarau. Curah rata-rata mencapai 2.400 mm pertahun dengan rata-rata 150 hari
hujan pertahun. Suhu udara cukup fluktuatif dimana berkisar antara 26⁰C - 32⁰C,
kondisi ini juga dipengaruhi kondisi iklim global terutama penggundulan hutan dan
efek rumah kaca yang menyebabkan peningkatan suhu udara.

Pelingkupan 21
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

2.2.1.4 Tata Ruang Wilayah dan pemanfaatan Lahan


Berdasarkan data dari Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) Kota
Banjarbaru, Jenis penggunaan lahan dilokasi rencana kegiatan pembangunan Pusat
Perbelanjaan EXO Mall ini termasuk dalam wilayah kecamatan Banjarbaru Utara
dengan peruntukan kegiatan Pusat perbelanjan. Berdasarkan Rencana Sub Sub
Wilayah (RSSW) lembar 11.4 peruntukan tanah pada lokasi kegiatan adalah Pusat
Perbelanjaan. Menurut Blad lembar 6, jalan A. Yani KM. 36,8 mempunyai rencana
lebar 24 meter dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) 15 meter. Observasi
lapangan dilakukan untuk mengkaji pola tataruang yang ada, serta kemungkinan-
kemungkinan perubahan yang terjadi. Hasil observasi lapangan ini selanjutnya
dibandingkan dengan rencana tata-ruang yang ada dan disebandingkan

Tabel 2.4 Skala Kualitas Lingkungan untuk Tataruang


Kualitas Kriteria Skala
Lingkungan
Sangat Baik Lokasi kegiatan sudah berada pada lokasi yang 5
sesuai dengan rencana tata ruang yang ada
Baik Lokasi kegiatan belum tertuang dalam rencana 4
tata ruang yang ada, namun sudah diusulkan
dalam revisi rencana tata ruang
Sedang Lokasi kegiatan belum direncanakan dalam 3
rencana tata ruang namun tidak berada pada
kawasan lindung dan tidak berpotensi
mengganggu kawasan lindung
Jelek Lokasi kegiatan berdekatan dengan kawasan 2
lindung dan berpotensi mengganggu kawasan
lindung
Sangat Jelek Lokasi kegiatan berada pada kawasan lindung 1
Sumber : Penelaahan Data Tata Ruang Kawasan

Pelingkupan 22
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Pada tabel di atas menunjukkan bahwa pembangunan Pusat Perbelanjaan


EXO Mall ini, berdasarkan Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) Kota
Banjarbaru termasuk dalam wilayah kecamatan Banjarbaru Utara dengan peruntukan
untuk kegiatan pusat perbelanjaan, sehingga telah sesuai /tidak menyalahi ketentuan
tataruang maka mempunyai skala kualitas lingkungan yang sangat baik (skala 5).

2.2.1.5 Hidrologi
Kualitas Air Tanah (sumur dangkal)
Data kondisi rona awal mengenai kualitas air tanah, maka dilakukan sampling
kualitas air tanah dari sumur bor yang ada di dalam lokasi proyek dan sumur
penduduk yang terletak di sekitar lokasi proyek. Sumur bor dilokasi proyek ini
nantinya akan digunakan sebagai sumber air selain menggunakan PDAM. Hasil
analisa air tanah (sumur dangkal) disajikan pada tabel berikut ini.

Tabel 2.5 Hasil Analisis Kualitas Air Tanah (Sumur dangkal)


Baku Hasil Analisis
No. Parameter Satuan Metode / Alat Skala
Mutu* Titik 1 Titik 2
FISIKA
0
1. Suhu C Deviasi 26,2 26,1 Elektrometrik -
3
2. TDS mg/l 1500 168 164 Elektrometrik 5
3. Kekeruhan NTU 25 12 10 Gravimetrik 4
4. Bau - - Tdk Tdk Organoleptis -
berbau berbau
5. Rasa - - Tdk Tdk Organoleptis -
berasa berasa
6. Warna TCU 50 18 16 Spektrofotometer 4

Pelingkupan 23
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

KIMIA
ANORGANIK
1. Ph - 6,5 – 9 6,9 6,8 Elektrometrik 5
2. Kesadahan mg/l 500 32 30 Spektrofotometer 5
CaCO3
3. Selenium mg/l 0,01 0,005 0,004 Spektrofotometer -
4. Kadmium (Cd) mg/l 0,005 tt tt ICP -
5. Krom (Cr) Val. 6 mg/l 0,05 tt tt Spektrofotometer -
6. Timbal (Pb) mg/l 0,05 tt tt ICP -
7. Seng (Zn) mg/l 15 0,007 0,006 Spektrofotometer 5
8. Sianida (Cn) mg/l 0,1 tt tt Spektrofotometer -
9. Nitrit mg/l 1,0 0,003 0,002 Spektrofotometer 5
10. Fluorida mg/l 1,5 < 0,01 < 0,01 Spektrofotometer -
11. Sulphat mg/l 400 24,81 12,14 Spektrofotometer 5
12. Khlorida mg/l 600 9,25 7,53 Titrimetri 5
13. Air Raksa (Hg) mg/l 0,001 tt tt ICP -
14. Besi mg/l 1,0 0,05 0,04 Spektrofotometer 5
15. Arsen mg/l 0,05 tt tt ICP -
16. Mangan mg/l 0,5 0,08 0,04 Spektrofotometer 5
17. Nitrat mg/l 10 0,86 0,62 Spektrofotometer 5
KIMIA ORGANIK
18. Minyak & mg/l 1 0,00 0,00 Gravimetri -
Lemak Partisi
19. Detergen mg/l 0,5 0,01 0,01 Kolorimetri -
20. Phenol mg/l 0,01 0,00 0,00 Kolorimetri 5
MIKROBIOLOGI
21. Total Coliform /100 50 nil nil MPN -
ml

Pelingkupan 24
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Jumlah Skala 63
Rata-Rata Skala 4,8
Kriteria Baik
Sumber Data: Hasil Analisa Laboratorium BTKL Banjarbaru, 2016
Baku Mutu: Permenkes RI No.416/Menkes/SK/VII/1990 tentang Persyaratan dan Pengawasan Kualitas Air
Ket: Titik 1 : Lokasi sample di tapak proyek
Titik 2 : Lokasi sample di sumur masyarakat

Dari hasil analisa laboratorium terhadap kualitas air tanah yang ada di lokasi
tapak proyek dan pemukiman penduduk menunjukkan bahwa seluruh parameter yang
terukur masih memenuhi syarat baku mutu yang ditetapkan berdasarkan Peraturan
Menteri Kesehatan RI Nomor 416/ Menkes/SK/VII/Tahun 1990 tentang Persyaratan
dan Pengawasan Kualitas Air. Data hasil pengukuran kualitas air tanah dari sumur
bor yang ada di dalam lokasi proyek dan sumur penduduk yang terletak di sekitar
lokasi proyek dengan kesebandingan berdasarkan pada tabel skala kualitas
lingkungan seperti tersaji pada tabel berikut.

Tabel 2.6 Kelas dan Kriteria Kualitas Air Tanah


Harkat dan Rentangan*)
No PARAMETER Satuan
1 2 3 4 5
A. FISIKA
1. Warna PTCo > 50 37,6 – 50 25,1 – 37,5 12,6 – 25 0 – 12,5
12,51 –
2. Kekeruhan NTU > 25 18,76 – 25 6,26 – 12,5 0 – 6,25
18,75
Zat Padat 1126 –
3. mg/l 1500 751 – 1125 376 – 750 0 – 375
Terlarut 1500
B. KIMIA
a. Kimia An

Pelingkupan 25
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Organik
1. Besi (Fe) mg/l >1 0,76 – 1 0,51 – 0,75 0,26 – 0,5 0 – 0,25
0,0033 – 0,0017 –
2. Kadmium (Cd) mg/l > 0,005 0– 0,0016 0
0,005 0,0032
Kesadahan total
3. mg/l > 500 376 – 500 251 – 375 126 – 250 0 – 125
(CaCO3)
4. Khlorida (Cl) mg/l > 600 451 – 600 301 – 450 151 – 300 0 – 150
Kromium 0,033 – 0,017 –
5. mg/l > 0,05 0– 0,016 0
Valensi 6 (Cr +6) 0,05 0,032
0,251 – 0,126 –
6. Mangan (Mn) mg/l > 0,5 0,376 – 0,5 0 – 0,125
0,375 0,25
Nitrat sebagai N
7. mg/l > 10 7,6 - 10 5,1 – 7,5 2,6 – 5 0 – 2,5
(NO3)
Nitrit sebagai N
8. mg/l >1 0,76 – 1 0,51 – 0,75 0,26 – 0,5 0 – 0,25
(NO2)
<3,5 ; 3,5 – 4,5; 4,5 – 5 ; 5,5 – 6,5 ;
9. pH mg/l 6,5 – 8,5
11,5> 10,5 – 11,5 9,5 – 10,5 8,5 – 9,5
10. Seng (Zn) mg/l > 15 11,26 – 15 7,6 – 11,25 3,76 – 7,50 0 – 3,75
11. Sulfat mg/l > 400 301 – 400 201 – 300 101 – 200 0 - 100
0,033 – 0,017 –
12. Timbal (Pb) mg/l > 0,05 0– 0,016 0
0,05 0,032
b. Kimia
Organik
0,0127 – 0,0068 –
1. Phenol total mg/l > 0,02 0– 0,0067 0
0,02 0,0126
2. Zat organic mg/l > 10 7,6 - 10 5,1 – 7,5 2,6 – 5 0 – 2,5
C. MIKROBIOLOGI
1. Coliform tinja jumlah/1 > 10 7,6 - 10 5,1 – 7,5 2,6 – 5 0 – 2,5

Pelingkupan 26
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

00 ml
jumlah/1
2. Total Coliform > 50 37,6 – 50 25,1 – 37,5 12,6 – 25 0 – 12,5
00 ml
Keterangan : Harkat dengan kriteria : 1 =sangat jelek; 2 = jelek; 3 = sedang; 4 = baik; 5
=sangat baik
Sumber : Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 416/ Menkes/SK/VII/Tahun 1990 tentang
Persyaratan dan Pengawasan Kualitas Air

Dengan melihat tabel nilai kualitas air diatas dapat diketahui untuk komponen
air tanah masih dalam kategori Baik dengan rata-rata skala 4,8 (skala 4), sehingga
masih layak untuk dipergunakan sebagai sumber air bersih namun masih perlu
pengelolaan dan pengolahan lebih lanjut.

2.2.1.6 Kualitas Udara, Kebisingan dan Getaran


Pencemaran udara diartikan sebagai hadirnya kontaminan di ruang terbuka
dengan konsentrasi dan waktu tertentu sehingga mengakibatkan gangguan atau
berpotensi merugikan kesehatan/ kehidupan manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan atau
benda-benda serta mempengaruhi kenyamanan. Bahan pencemar teremisikan ke
udara dari setiap sumber yang ada dan terdistribusikan ke dalam atmosfer melalui
suatu proses dispersi, difusi, transformasi kimia, dan pengenceran yang amat
kompleks. Disamping itu akibat pergerakan dan dinamika atmosfer, bahan pencemar
akan berpindah dari titik asal sumbernya ke daerah kawasan lain sesuai dengan arah
dan kecepatan angin dominan, maka arah dan kecepatan angin yang terjadi
merupakan faktor yang cukup berpengaruh terhadap penyebaran polutan dan debu
yang berasal dari kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di lokasi tapak kegiatan,
dengan demikian akan mempengaruhi kualitas udara di sekitar lokasi rencana
kegiatan. Penurunan kualitas udara yang terjadi di sekitar lokasi diperkirakan pula
merupakan akumulasi dampak berbagai kegiatan lainnya yang ada di sekitar lokasi
tersebut.

Pelingkupan 27
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Hasil pengukuran kualitas udara yang telah dilakukan selama 2 jam untuk
masingdiperoleh hasil analisa laboratorium yang disajikan dalam tabel –masing
parameter berikut ini :

Tabel 2.7 Hasil Analisis Pengukuran Kualitas Udara


Hasil Analisis Baku Mutu *
No Parameter Satuan Titik Titik Metode Skala
1 2 3
1 2

µg/Nm
1. SO2 3 42,7 50,4 900 - - Parasaniline 1

µg/Nm
2. NO2 3 85,1 81,0 400 - - Griez saltzmant 1

µg/Nm 136
3. NH3 3 55 218 - - Indophenol -
0

µg/Nm
4. H2S 3 tt tt - 42 - Methylen Blue -

5. CO ppm 9 7 29 - - CO Analyzer 4

6. Debu g/m3 51 43 230 - - Gravimetri 1

Chemilumenercen
7. O3 g/m3 30,32 36,41 235 - - -
t

Jumlah Skala 7

Rata-Rata Skala 1,75

Kriteria Buruk

Sumber Data: Hasil Analisa Laboratorium BTKL Banjarbaru, 2011


* : 1. PPRI Nomor 41 Tahun 1999
: 2. KEP-50/MENLH/11/1996
: 3. KEP-48/MENLH/11/1996
tt : tidak terdeteksi

Pelingkupan 28
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Ket: Titik 1 : Lokasi sample di tapak proyek


Titik 2 : Lokasi sample di permukiman masyarakat

Hasil analisis dari tiap-tiap konsentrasi parameter kualitas udara ambien dapat
menggambarkan keadaan suatu udara ambient di suatu lokasi yang didasarkan atas
dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika dan makhluk hidup lainnya yang
dikonversi menjadi skala kualitas lingkungan seperti disajikan pada tabel-tabel
berikut.

Tabel 2.8 Kelas dan Kriteria Kualitas Udara (Gas Buang dan Debu)
N Satua Harkat dan Rentangan
Parameter
o n 1 2 3 4 5
1 Sulphur µg/m3
Dioksida(SO2 > 0,10 0,076 - 0,10 0,051 - 0,075 0,026 - 0,05 0,0 - 0,025
)
2 Nitrogen µg/m3
Dioksida(NO > 0,05 0,038 - 0,050 0,025 - 0,037 0,012 - 0,024 0,0 - 0,01
2 )
3 Karbon µg/m3
Monoksida(C > 20 15 - 20 10 - 15 5-9 0-4
O)
4 Debu (TSP) µg/m3 > 0,26 0,20 - 0,25 0,13 - 0,19 0,06 - 0,12 0,0 - 0,05
Ket. Kriteria : 1 =sangat buruk; 2 = buruk; 3 = sedang; 4 = baik; 5 = sangat baik
Sumber : Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999, dan Keputusan Menteri Negara
Lingkungan Hidup Nomor Kep-50/MENLH/XI/1996

Dari hasil analisis laboratorium tersebut diketahui bahwa parameter kualitas


udara ambien terukur pada saat tahap pra konstruksi yaitu SO2, NO2, Co dan Debu
tercatat masih memiliki konsentrasi memenuhi ambang baku mutu yang ditetapkan,
yaitu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
41 Tahun 1999, dan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep-
50/MENLH/XI/1996, Dengan melihat tabel nilai kualitas udara di atas dapat

Pelingkupan 29
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

diketahui untuk komponen kualitas udara ambien telah mencapai kategori Buruk
dengan rata-rata skala 1,75 (skala 2).

Sedangkan hasil pengukuran tingkat kebisingan yang telah dilakukan diperoleh hasil
analisa yang disajikan dalam tabel berikut ini :

Tabel 2.9 Hasil Analisis Pengukuran Tingkat Kebisingan

Hasil Analisis Baku Mutu *


No Parameter Satuan Titik Titik Metode Skala
1 2 3
1 2

Sound Level
1. Kebisingan dB (A) 52,4 58,2 - - 70 2
Meter

Kriteria Buruk

Sumber Data: Hasil Analisa Laboratorium BTKL Banjarbaru, 2016


* : 1. PP RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran udara.
: 2. KEP-50/MENLH/11/1996
: 3. KEP-48/MENLH/11/1996
tt : tidak terdeteksi
Ket: Titik 1 : Lokasi sample di tapak proyek
Titik 2 : Lokasi sample di permukiman masyarakat

Hasil dari pengukuran dilapangan selanjutnya dimunculkan angka dalam


bentuk skala atau rentang. Skala atau rentang ini kemudian digunakan untuk
menentukan apakah parameter kebisingan tersebut konsentrasinya baik atau buruk,
seperti terinci pada tabel berikut :

Pelingkupan 30
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Tabel 2.10 Skala Kualitas Lingkungan Kebisingan

Komponen Nilai Rentangan


Satuan
Lingkungan 1 2 3 4 5

Tingkat dBA > 60 50-60 51-55 46-50 41-45


kebisingan

Periode Terus Terus Terputus- Terputus dan Hanya


kejadian menerus kadang- putus sesaat sesaat
kadang
terputus

Ket. Kriteria : 1 =sangat buruk; 2 = buruk; 3 = sedang; 4 = baik; 5 = sangat baik

Dari hasil analisis laboratorium tersebut diketahui bahwa tingkat kebisingan


yang terukur pada saat tahap pra konstruksi tercatat masih memiliki konsentrasi
memenuhi ambang baku mutu yang ditetapkan, yaitu sebagaimana tertuang dalam
KEP-48/MENLH/II/1996 dan SE KEP 51/MEN/1997. Dengan melihat tabel di atas
nilai tingkat kebisingan dapat diketahui telah mencapai kategori Buruk (skala 1).

Berdasarkan hasil pengamatan getaran di wilayah studi, khususnya di sekitar


jalan Ahmad Yani KM. 36,8 Komet, Banjar Baru Utara. Getaran berasal dari kegiatan
transportasi, khususnya kendaraan berat, seperti Kontainer selain itu getaran juga
berasal dari kegiatan kontruksi. Hasil wawancara pra-survey dengan masyarakat
sekitar menunjukkan bahwa tingkat getaran dirasakan tidak menganggu, artinya
getaran dari kegiatan transportasi tidak mengganggu masyarakat setempat.

2.2.2 Komponen Biologi


2.2.2.1 Vegetasi/Flora
Didalam menggambarkan flora yang terdapat di lokasi rencana kegiatan
pembangunan dilakukan pengamatan terhadap tanaman budidaya, tanaman

Pelingkupan 31
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

pekarangan dan tanaman penutup (herba). Tanaman-tanaman yang dijumpai di lokasi


tersebut antara lain adalah berbagai jenis pohon, perdu dan rumput-rumputan.

Tabel 2.11 Jenis Flora Di Lokasi Studi


No. Jenis Nama Lokal Nama Latin
1. Pohon Mahoni Swietenia mahagoni
Ketapang Kencana Terminalia mantay
Trembesi Pithecolobium saman
2. Perdu Putri malu Mimosa pudica
3. Rumput-rumputan Rumput teki Cyperus rotundus
Sumber: Hasil Pengamatan Di Lokasi Kegiatan, 2016

2.2.2.2 Satwa Darat


Satwa darat di wilayah studi, secara umum dibagi dalam dua golongan yaitu
satwa liar dan satwa peliharaan (domestik). Namun dari pengamatan di lapangan
secara kualitatif terhadap satwa darat, sebagian besar yang ditemukan adalah satwa
liar, baik yang hidup di tegalan, persawahan maupun pekarangan terbuka. Kondisi
satwa liar yang dapat diidentifikasi di wilayah studi menunjukkan tingkat kelimpahan
yang rendah. Hal ini disebabkan adanya keterbatasan kondisi lingkungan yang
mendukung kehidupan daripada satwa-satwa liar tersebut. Jenis satwa darat yang
dapat diidentifikasi adalah sebagalberikut:

Tabel 2.12 Jenis Satwa Darat Di Wilayah Studi


No. Nama Satwa Darat Jenis Satwa
1 Kambing (capra aegagrus) Domestik
2 Kucing (Felis dometica) Domestik
3 Ayam (Gallus dometica) Domestik
4 Merpati (Columba livia) Domestik
5 Burung emprit (Lonchura striata) Liar

Pelingkupan 32
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

6 Tikus sawah (Rattus sp.) Liar


7 Sermut (Oechupula) Liar
8 Kepik (Ordo Lepidoptera) Liar
Sumber: Hasil Pengamatan Di Lokasi Kegiatan, 2016

2.2.3 Komponen Sosial Ekonomi Budaya


Uraian mengenai rona lingkungan hidup awal untuk komponen sosial
ekonomi dan budaya untuk rencana kegiatan kegiatan pembangunan EXO Mall di
jalan Ahmad Yani kecamatan Banjarbaru Utara, kota Banjarbaru mengacu pada
Keputusan Kepala Bapedal Nomor 299 Tahun 1996 Tentang Pedoman Teknis Kajian
Aspek Sosial Dalam Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan hidup.
Dalam dokumen ini disajikan data mengenai komponen lingkungan sosial ekonomi
budaya yang merupakan data sekunder yang bersumber dari data Kecamatan
Banjarbaru Utara dalam Angka Tahun 2010, Kota Banjarbaru Provinsi Kalimatan
Selatan. Selanjutnya untuk melengkapi uraian rona awal lingkungan sosial ekonomi
budaya akan diambil dari data primer yang dihimpun menggunakan metode
wawancara dengan kuesioner.
Gambaran Rona Lingkungan Hidup untuk komponen sosial ekonomi dan
budaya masyarakat yang bermukim disekitar lokasi rencana kegiatan dari data
sekunder yang diperoleh dari data Kecamatan Banjarbaru Utara dalam Angka Tahun
2011 (BPS) dan data primer dari hasil survai lapangan serta wawancara kepada
masyarakat yang bermukim disekitar lokasi kegiatan. Adapun gambaran rona
lingkungan sosial ekonomi dan budaya masyarakat yang bermukim disekitar lokasi
kegiatan pembangunan EXO Mall diuraikan pada bagian dibawah ini.

2.2.3.1 Demografi (Potensi Sumber Daya Penduduk)


Data demografi merupakan informasi untuk melihat daya dukung sumber
daya manusia di lokasi sekitar kegiatan dan untuk melihat banyaknya jumlah manusia
yang terkena dampak dari rencana usaha dan/atau kegiatan. Lokasi rencana usaha

Pelingkupan 33
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

dan/atau kegiatan Pembangunan EXO Mall berada di Lingkungan Kelurahan Komet


Kecamatan Banjarbaru Utara. Prakirakan luas dampak dari rencana kegiatan
pembangunan EXO Mall tidak hanya di wilayah Kelurahan Komet, melainkan juga
berdampak lebih luas terhadap wilayah kelurahan lainnya di Kecamatan Banjarbaru
Utara dan wilayah kelurahan lainnya di Kecamatan lain yang berjarak tidak jauh dari
lokasi studi berbatasan. Gambaran demografi di Kelurahan Komet dan kelurahan
lainnya yang berada diwilayah administratif Kecamatan Banjarbaru dapat dilihat pada
uraian dibawah ini.

1. Struktur Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin, Kelompok Umur dan Mata


Pencaharian.
 Struktur Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Struktur penduduk berdasarkan jenis kelamin di wilayah studi yaitu
Kelurahan Komet dan wilayah kelurahan lainnya yang masuk dalam wilayah
Kecamatan Banjarbaru Utara dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.13 Struktur Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin


di Kec. Banjarbaru Utara
No Kelurahan Laki – % Perempua % Jumla %
laki n h
1 Komet 4251 15 3779 20 8030 17
2 Mentaos 8502 30 1889 10 10392 22
3 Sungai Ulin 7085 25 5668 30 12753 27
4 Loktabat 8502 30 7558 40 16060 34
Utara
Total 28341 100 18894 100 47235 100
Sumber : Kecamatan Banjarbaru Utara
Dari data tabel tersebut di Kelurahan Komet diketahui persentase
penduduk menurut jenis kelamin perempuan hampir seimbang dengan jenis

Pelingkupan 34
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

kelamin laki-laki, dari data tersebut juga diketahui sex ratio (banyaknya
penduduk laki-laki dalam tiap 100 penduduk perempuan ) di Kelurahan
Banjarbaru Utara sebesar 91 jiwa yang artinya setiap 100 jiwa penduduk
perempuan terdapat 91 jiwa penduduk laki-laki. Hasil tersebut diperoleh
melalui rumus berikut:

Penduduk laki-laki X 100


Penduduk perempuan

Begitu juga untuk wilayah Kecamatan Banjarbaru Utara pada data


tersebut terlihat persentase penduduk berjenis kelamin perempuan juga
hampir seimbang dengan berjenis kelamin laki-laki. Dari data diatas juga
dapat diperoleh bahwa jumlah penduduk di Kelurahan Komet tidak terlalu
padat bahkan dapat dikatakan jumlah penduduk paling sedikit dibandingkan
Kelurahan lainnya di Kecamatan Banjarbaru Utara.
 Struktur Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
Struktur penduduk berdasarkan mata pencaharian dilokasi studi secara
rinci dapat dilihat pada tabel 2.14 di bawah ini.

Tabel 2.14 Struktur Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian di Kelurahan


Komet dan Kelurahan Lainnya Dalam Wilayah
Kecamatan Banjarbaru Utara (Jiwa)
Pegawai
No Kelurahan PNS Swasta ABRI Petani Nelayan Pedagang Pensiunan Lainnya
1 Komet 2834 5668 1889 0 0 4724 2834 945
2 Mentaos 2338 4676 1559 0 0 3897 2338 779
3 Sungai 850 1700 567 0 0 1417 850 283
Ulin
4 Loktabat 1063 2126 709 0 0 1771 1063 354

Pelingkupan 35
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Utara
Total 7085 14171 4724 0 0 11809 7085 2362
Sumber : Kecamatan Banjarbaru Utara

Dari data pada tabel 2.14. diketahui bahwa bidang mata pencaharian
terbanyak digeluti penduduk di Kecamatan Banjarbaru Utara adalah pegawai
swasta, sementara mata pencaharian penduduk di Kelurahan Komet yang
paling banyak adalah pegawai swasta.
 Struktur Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur
Informasi tentang jumlah penduduk untuk kelompok usia tertentu
penting diketahui agar pembangunan dapat diarahkan sesuai kebutuhan
penduduk sebagai pelaku pembangunan. Dengan mengetahui jumlah dan
persentase penduduk di tiap kelompok umur, dapat diketahui berapa besar
penduduk yang berpotensi sebagai beban yaitu penduduk yang belum dan
sudah tidak produktif, serta persentase penduduk yang berpotensi sebagai
modal tenaga kerja dalam pembangunan yaitu penduduk usia produktif.
Adapun pengelompokan batasan kelompok umur mengacu pada
modul kependudukan dan standar BPS yang membagi kelompok umur
penduduk sebagai berikut:
1. Umur 0 – 14 tahun dinamakan usia muda/usia belum produktif.
2. Umur 15 – 64 tahun dinamakan usia dewasa/usia kerja/usia produktif.
Umur 65 tahun keatas dinamakan usia tua/usia tak produktif/usia
jompo atau usia yang telah melewati masa pensiun. Gambaran struktur
penduduk berdasarkan kelompok umur di Kecamatan Banjarbaru Utara dapat
dilihat pada tabel 2.15 berikut.

Tabel 2.15 Struktur Penduduk Menurut Umur di Kec.Banjarbaru Utara


Kelompok Kecamatan Banjarbaru
No.
Usia Utara

Pelingkupan 36
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Jumlah Persentase
(Jiwa) (%)
1. 0-4 tahun 5668 12
2. 5 – 14 tahun 6141 13
3. 15-64 tahun 30703 65
4. > 65 tahun 4724 10
Total 47235 100
Sumber : Kecamatan Banjarbaru Utara

Dari tabel diatas maka dapat dilihat bahwa ketersediaan jumlah


tenaga kerja di wilayah studi cukup memadai, hal ini dikarenakan
persentase penduduk usia produktif (65 %) lebih besar dibandingkan
dengan penduduk usia muda dan usia tua (35 %).
Berdasarkan tabel tersebut juga diperoleh informasi angka
Dependency Ratio (rasio ketergantungan). Dependency Ratio penduduk
merupakan perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun,
ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan
jumlah penduduk usia 15-64 tahun yaitu diperoleh dengan rumus sebagai
berikut:

Jumlah Penduduk muda&tua (0-14 tahun & >65 tahun) X100


Jumlah Penduduk produktif (15-64 tahun)

Dari perhitungan tersebut, diperoleh Dependency Ratio di


Kecamatan Banjarbaru Utara sebesar 54 orang, yang berarti setiap 100
jiwa penduduk usia produktif menanggung beban kebutuhan ekonomi
sebanyak 54 orang penduduk tidak produktif.

2. Kepadatan penduduk

Pelingkupan 37
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Data kepadatan penduduk diambil bertujuan untuk melihat daya dukung luas
wilayah untuk jumlah penduduk di lokasi studi. Adapun nilai kriteria dan rentang
kepadatan penduduk kota mengacu pada standart kualitas lingkungan dari
KepmenKLH No.02/1988 adalah sebagai berikut :
 Nilai 1 = nilai kriteria kepadatan penduduk sangat jelek dengan
rentang > 20.000 jiwa/ Km².
 Nilai 2 = nilai kriteria kepadatan penduduk jelek dengan rentang
15.000 – 20.000 jiwa/ Km².
 Nilai 3 = nilai kriteria kepadatan penduduk sedang dengan
rentang 10.000 – 14.999 jiwa/ Km².
 Nilai 4 = nilai kriteria kepadatan penduduk baik dengan rentang
5.000 – 9.999 jiwa/ Km².
 Nilai 5 = nilai kriteria kepadatan penduduk sangat baik dengan
rentang < 5.000 jiwa/ Km².
Untuk data kepadatan penduduk di Kecamatan Banjarbaru Utara dan Kelurahan
Komet dapat dilihat secara rinci pada tabel dibawah ini.

Tabel 2.16 Kepadatan Penduduk, Luas Wilayah Dan Jumlah RT


Di Kelurahan Komet Dan Kelurahan Lainnya Yang Berada
Diwilayah Kec.Banjarbaru Utara

Luas Jumlah
Jumlah Kepadatan
No Kelurahan Wilayah Rumah
Penduduk (jiwa/Km²)
(km) Tangga

1 Komet 5,62 8030 2674 1429


2 Mentaos 4,89 10392 2814 2126
3 Sungai Ulin 6,11 12753 3518 2087
4 Loktabat 7,82 5066 2053
Utara 16060

Pelingkupan 38
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Total 24,44 47.235 14.072 7.695


Sumber : Kecamatan Banjarbaru Utara

Berdasarkan data pada tabel diatas kepadatan penduduk di Kecamatan


Banjarbaru Utara sebesar 7.695 jiwa/Km². Data tersebut menunjukkan bahwa kualitas
lingkungan rona awal untuk kepadatan penduduk di Kecamatan Banjarbaru Utara
termasuk kriteria Sedang (skala 3). Sedangkan kepadatan penduduk di Kelurahan
Komet yaitu sebesar 1.429 jiwa/Km² sehingga termasuk kriteria Baik (skala 4).
Dengan demikian daya dukung luas wilayah dengan jumlah penduduk di lokasi studi
masih berada dalam kondisi baik.

3. Tenaga Kerja
Tenaga kerja (manpower) adalah seluruh penduduk dalam usia kerja (berusia
15 -64 tahun) yang potensial dapat memproduksi barang dan jasa. Semakin besar
jumlah tenaga kerja dalam satu negara maka semakin besar penawaran tenaga
kerjanya. Apabila hal ini tidak diikuti dengan peningkatan permintaan tenaga kerja
(kesempatan kerja) maka pengangguran akan terjadi. Di samping itu, semakin besar
jumlah tenaga kerja maka semakin besar kapasitas penduduk usia kerja untuk
menopang penduduk usia tidak produktif, sehingga nilai rasio ketergantungan akan
cenderung menurun. Namun semua ini memerlukan jumlah kesempatan kerja yang
mencukupi.

2.2.3.2 Gambaran Ekonomi (Potensi Ekonomi)


1. Ekonomi Rumah Tangga
 Tingkat pendapatan
Gambaran tingkat pendapatan masyarakat dapat dilihat dari jumlah
pendapatan keluarga dalam satu bulan. Tingkat kecukupan pendapatan
masyarakat antara lain dapat diukur dengan melihat nilai Upah Minimum
Kota (UMK), karena UMK setiap kota diperhitungkan sesuai kebutuhan hidup

Pelingkupan 39
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

layak di kota tersebut. Adapun standar Upah minimum Kota (UMK)


Banjarbaru sebesar Rp. 2.254.000 (dua juta duaratus lima puluh empat ribu
rupiah) per bulan yang mulai berlaku tanggal 1 Januari 2015 sesuai dengan
Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 188.44/740/
KPTS/TAHUN 2015.
Dari hasil analisis data primer yang diperoleh dari sampel penduduk
sebanyak 38 orang (15% dari jumlah populasi di lokasi studi), didapatkan
struktur penduduk berdasarkan tingkat penghasilan dan mata pencaharian
seperti yang terlihat di tabel-tabel dibawah ini.

Tabel 2.17 Gambaran Tingkat Penghasilan Responden dalam Satu Bulan


Jumlah
No Penghasilan %
(orang)
1 Rp. 2.254.000 s.d Rp. 3.000.000 32 84,2
2 > Rp. 3000.000 6 15,8
Total 38 100
Sumber : Data primer, 2016

Tabel 2.18 Gambaran Mata Pencaharian Utama Responden


Jumlah
No Mata pencaharian utama %
(Orang)
1 Pedagang 20 52,6
2 Karyawan 12 31,6
3 lain-lain 6 15,8
Total 38 100
Sumber : Data primer, 2016

Pelingkupan 40
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Tabel 2.19 Gambaran Mata Pencaharian Sampingan Responden


Jumlah
No Mata Pencaharian Sampingan %
(orang)
1 Berdagang 12 31,6
2 Jasa 1 2,6
3 Tidak ada 25 65,8
Total 38 100
Sumber : Data primer, 2016

Dari data primer diatas dapat dilihat gambaran tingkat penghasilan


keluarga dalam rumah tangga selama satu bulan, semua responden
mengatakan bahwa penghasilan yang diperoleh tidak ada yang berada
dibawah nilai Upah Minimum Kota Banjarbaru . Hal ini bisa juga disebabkan
antara lain karena ada 34,2 % dari responden yang memiliki pekerjaan/usaha
sampingan berupa berdagang dan menjual jasa, sehingga mereka
mendapatkan pendapatan tambahan selain pekerjaan utamanya. Hal tersebut
dapat menggambarkan kondisi pendapatan penduduk di lokasi studi tersebut
cukup baik.

 Pola Nafkah Ganda


Pola nafkah ganda biasanya dilakukan untuk menambah penghasilan
kepala keluarga yang mungkin dianggap kurang untuk memenuhi kebutuhan
keluarga, sehingga kedua orang tua (suami dan istri) memutuskan untuk
sama-sama mencari nafkah bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan keluarga
tersebut. Dari data primer mengenai gambaran pola nafkah ganda di
Kelurahan Komet, diperoleh informasi bahwa dari keseluruhan responden
yang memberikan jawaban, ada sebanyak 31,6% menyatakan keduanya
(suami dan istri) bekerja, sedangkan 68,4% mengatakan hanya 1 orang saja
(suami saja atau istri saja) yang bekerja. Hal tersebut menggambarkan bahwa

Pelingkupan 41
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

partisipasi penduduk berjenis kelamin perempuan usia produktif cukup


memadai. Gambaran penduduk yang memiliki pola nafkah ganda di
Kelurahan Komet dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 2.20 Jumlah Responden yang Berpola Nafkah Ganda


Jumlah
No Pencari nafkah keluarga %
(orang)
1 Suami dan istri (keduanya) 12 31,6
2 Suami/istri (salah satu) 26 68,4
Total 38 100

Sumber : Data Primer, 2016

3 Perekonomian Lokal dan Regional


 Kesempatan Kerja dan Peluang Berusaha
Kesempatan kerja mengandung pengertian lapangan pekerjaan atau
kesempatan yang tersedia untuk bekerja akibat dari suatu kegiatan
ekonomi/produksi dengan demikian pengertian kesempatan kerja mencakup
lapangan pekerjaan yang masih kosong. Kesempatan kerja akan diperoleh
masyarakat dari kegiatan-kegiatan industri, perdagangan maupun jasa. Data
jumlah industri serta kegiatan usaha lainnya dan gambaran perekonomian
yang ada diwilayah Kelurahan Komet maupun kelurahan lainnya yang berada
diwilayah Kecamatan Banjarbaru Utara menurut data Kecamatan Banjarbaru
Utara dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.21 Jumlah Industri Di Kelurahan yang berada

Pelingkupan 42
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Diwilayah Kecamatan Banjarbaru Utara


Industri Industri Industri Rumah
No Kelurahan
Besar/Sedang Kecil Tangga
1 Komet 0 2 5
2 Mentaos 0 1 7
3 Komet 0 2 9
4 Loktabat Utara 0 3 10
Total 0 8 31
Sumber : Kecamatan Banjarbaru Utara

 Pendapatan Asli Daerah (PAD)


Pendapatan asli daerah adalah penerimaan daerah yang meliputi pajak
daerah, retribusi daerah, hasil pengolahan kekayaan daerah dan Penerimaan
lainnya. Rencana kegiatan Pembangunan Pusat Perbelanjaan EXO Mall
berpotensi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah di wilayah studi
khususnya wilayah Kecamatan Banjarbaru Utara dan wilayah Kota
Banjarbaru lainnya. Dimana peningkatan PAD tersebut bersumber dari
retribusi-retribusi serta pajak-pajak yang harus disetor perusahaan
(pemrakarsa kegiatan) kepada pemerintah nantinya pada tahap pra konstruksi
sampai pada tahap operasional.

4. Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial


Data fasilitas umum dan sosial ini berguna sebagai informasi daya dukung
fasilitas umum dan sosial untuk penduduk yang bermukim di wilayah Kecamatan
Banjarbaru Utara dapat dilihat pada uraian berikut.
 Sarana Ibadah
Sarana ibadah yang terdapat di Kelurahan Komet Kecamatan Banjarbaru
Utara dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Pelingkupan 43
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Tabel 2.22 Jumlah Sarana Ibadah di Kel.Komet Kec.Banjarbaru Utara


No Kelurahan Masjid Langgar Gereja Kelenteng Jumlah
1 Komet 1 5 0 0 6
2 Mentaos 1 6 1 0 8
3 Sungai Ulin 1 5 0 0 6
4 Loktabat Utara 1 7 1 0 9
Total 4 23 2 0 29
Sumber : Kecamatan Banjarbaru Utara

 Sarana Pendidikan
Tingginya mutu sumber daya manusia tidak terlepas dari faktor
jumlah maupun tingginya tingkat fasilitas pendidikan disuatu daerah. Untuk
sarana pendidikan di wilayah Kecamatan Banjarbaru Utara cukup memadai
dilihat dari jenis dan jumlahnya. Banyaknya sarana serta jenis tingkat
pendidikan di Kelurahan Komet dan kelurahan lainnya dalam wilayah
Kecamatan Banjarbaru Utara dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 2.23 Fasilitas Pendidikan Penduduk di Kelurahan Komet
Kecamatan Banjarbaru Utara
No Kelurahan TK SD SLTP SLTA
1. Komet 4 3 1 0
2. Mentaos 6 2 1 0
3. Sungai Ulin 5 2 0 1
4. Loktabat Utara 6 3 1 1
Total 21 10 3 2
Sumber : Kecamatan Banjarbaru Utara

2.2.3.3 Gambaran Sosial Budaya (Potensi Sosbud)


Gambaran sosial budaya diperlukan dengan tujuan untuk menginventaris
kondisi sosial budaya masyarakat sebelum ada rencana kegiatan Pusat Perbelanjaan

Pelingkupan 44
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

EXO Mall, dalam hal ini antara lain proses sosial (kerja sama dan konflik di
masyarakat), kekuasaan kewenangan, kenyamanan, keamanan dan ketertiban
masyarakat di lokasi studi sebelum ada rencana kegiatan pembangunan, program-
program pemberdayaan yang dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah
setempat. Selain itu juga bertujuan untuk menjaring dan mengetahui bagaimana sikap
dan persepsi masyarakat terhadap rencana kegiatan, sehingga akan terlihat dukungan
masyarakat serta saran-saran dari masyarakat kepada pemrakarsa dalam upaya
pengelolaan lingkungan hidup sehingga dapat meningkatkan dampak positif dan
meminimalisir dampak negatif yang timbul dari rencana kegiatan pembangunan
tersebut.
Untuk mengetahui kondisi sosial masyarakat dan menjaring persepsi
masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi rencana kegiatan Pusat Perbelanjaan
EXO Mall dilakukan sosialisasi dan konsultasi publik kepada warga masyarakat yang
bermukim disekitar lokasi rencana kegiatan pembangunan, yaitu khususnya
pemukiman masyarakat yang berbatasan langsung dengan lokasi rencana kegiatan
yakni Lingkungan Kelurahan Komet Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru ,
serta dengan melakukan wawancara dengan mengambil sampel penduduk sebanyak
38 orang (15% dari total populasi) dengan alat bantu berupa kuisioner.
Dari data primer yang telah dikumpulkan, gambaran kondisi sosial
masyarakat, persepsi dan sikap masyarakat terhadap tahap-tahap kegiatan rencana
kegiatan Pusat Perbelanjaan EXO Mall dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Karakteristik Responden
 Umur responden
Gambaran umur responden dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.24 Umur Responden


Jumlah
No Katagori %
(orang)
1 18 - 35 tahun 13 34,2

Pelingkupan 45
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

2 36 - 50 tahun 18 47,4
3 >50 tahun 7 18,4
Jumlah 38 100
Sumber : Data Primer,2016

 Jenis kelamin
Gambaran jenis kelamin responden dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.25 Jenis Kelamin Responden


Jumlah
No Jenis kelamin %
(orang)
1 Laki-laki 24 63,2
2 Perempuan 14 36,8
Total 38 100
Sumber : Data Primer,2016

 Pendidikan responden
Gambaran pendidikan responden dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.26 Latar Belakang Pendidikan Responden

Jumlah
No Pendidikan terakhir %
(orang)
1 Perguruan Tinggi 2 5,3
2 SLTA 22 57,9
3 SLTP 6 15,8
4 SD 8 21,1
Total 38 100

Sumber : Data Primer, 2016

Pelingkupan 46
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

 Lama tinggal dilokasi studi


Gambaran lamanya responden bermukim dilokasi studi dapat dilihat pada
tabel berikut.

Tabel 2.27 Lamanya Responden Bermukim Dilokasi Studi

Jumlah
No Lama tinggal %
(orang)
1 < 1 tahun 1 2,6
S
2 1-5 tahun 7 18,4
3 >5 tahun 30 78,9
Total 38 100

Sumber: Data Primer,2016

 Status Tempat Tinggal


Gambaran status tempat tinggal responden yang bermukim dilokasi studi
dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.28 Status Tempat Tinggal Responden Dilokasi Studi


Jumlah
No Status tempat tinggal %
(orang)
1 Hak milik 25 65,8
2 Sewa 13 34,2
Total 38 100
Sumber : Data Primer,2016

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa karakteristik dari responden


merupakan masyarakat yang sudah lama tinggal disekitar proyek dan

Pelingkupan 47
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

merupakan penduduk yang sudah menetap serta strata pendidikan dari


responden juga rata-rata sudah tamat SMA.

2. Kegiatan masyarakat di lingkungan


Hasil dari wawancara yang dilakukan mengenai kegiatan apa saja yang
ada di lingkungan Kelurahan Komet dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.29 Kegiatan Masyarakat di Lingkungan Studi


Jumlah
No Katagori %
(orang)
Kerja bakti membersihkan
1 8 21
lingkungan
2 Perhelatan/Kematian 28 74
3 Acara Keagamaan/ Wirid 2 5
Jumlah 38 100
Sumber : Data Primer,2016

3. Persepsi dan sikap masyarakat terhadap rencana usaha dan/atau


kegiatan Pusat Perbelanjaan EXO Mall
Sikap dan Persepsi masyarakat didefenisikan sebagai proses
penyampaian pikiran dari seseorang kepada orang lain mengenai suatu
informasi yang bertujuan memberi kesan kepada orang lain dari apa yang
sudah mereka terima, serta untuk memprakirakan apa yang diharapkan oleh
orang lain. Persepsi pada hakikatnya adalah merupakan proses penilaian
seseorang terhadap obyek tertentu. Kegiatan pembangunan sekecil apapun
akan dapat merubah situasi dan kondisi masyarakat yang bertempat tinggal
disekitar lokasi kegiatan tersebut. Selain terjadi perubahan secara fisik pada
lokasi juga akan merubah kondisi alam dan lingkungannya termasuk manusia
didalamnya.

Pelingkupan 48
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Respon masyarakat terhadap rencana kegiatan Pusat Perbelanjaan


EXO Mall sangat positif, dilihat dari tanggapan, masukan dan kritikan pada
saat sosialisasi rencana kegiatan tanggal 19 Januari 2015 di Aula Kelurahan
Komet Kecamatan Banjarbaru Utara. Acara dibuka oleh Kasubag
Administrasi Kecamatan Banjarbaru Utara, yang dihadiri oleh masyarakat
setempat, Perwakilan PT. Aigo Bersaudara(pemrakarsa), Badan Lingkungan
Hidup Kota Banjarbaru , dan pihak terkait lainnya.
Dari hasil pengumpulan data primer mengenai sikap dan persepsi
masyarakat berkaitan dengan rencana kegiatan pembangunan Pusat
Perbelanjaan EXO Mall ini, diketahui bahwa mayoritas responden akan
mendukung kegiatan apabila kegiatan yang dilakukan sesuai dengan perizinan
yang ditetapkan oleh pemerintah dan masyarakat berpersepsi positif apabila
pemrakarsa mengurus semua perizinan ditetapkan oleh pemerintah, karena
responden menilai pemrakarsa yang melengkapi perizinan sesuai dengan
peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah maka pemrakrasa tersebut
bertanggung jawab serta patuh terhadap hukum yang berlaku. Selain itu
responden menilai dengan adanya pembangunan dapat memberi manfaat bagi
warga sekitar lokasi Pusat Perbelanjaan EXO Mall. Gambaran sikap dan
persepsi responden terhadap rencana kegiatan pembangunan Pusat
Perbelanjaan EXO Mall dapata dilihat pada tabel-tabel berikut:

Tabel 2.30 Pengetahuan Responden Terhadap Rencana Kegiatan Pembangunan


Pusat Perbelanjaan EXO Mall
Pengetahuan terhadap rencana Jumlah
No %
proyek (orang)
1 Mengetahui 30 78,9

2 Tidak Mengetahui 8 21,1

Total 38 100
Sumber : Data primer, 2016

Pelingkupan 49
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Tabel 2.31 Sikap Responden Terhadap Rencana Kegiatan


Jumlah
No Sikap Masyarakat %
(orang)
1 Setuju 35 92,1

2 Tidak setuju 3 7,9

Total 38 100
Sumber : Data primer, 2016

Dari tabel diatas diketahui bahwa penduduk yang menyatakan setuju terhadap
rencana kegiatan sebesar 92,1 %, sedangkan penduduk yang tidak setuju
sebesar 7,9 %.
Dari data tambahan yang berhasil dihimpun melalui wawancara
dengan beberapa orang warga masyarakat, diperoleh beberapa kekhawatiran
masyarakat terhadap dampak yang akan timbul dengan adanya rencana
kegiatan khususnya pada pelaksanaan tahap konstruksi bangunan tersebut,
antara lain :
1. Semakin meningkatnya tingkat kemacetan di jalan-jalan sekitar lokasi
rencana kegiatan.
2. Kualitas udara yang semakin buruk dan semakin menigkatnya tingkat
kebisingan dari kendaraan/truk yang membawa bahan material dan
aktifitas konstruksi.
3. Mobil yang membawa material jangan sampai merusak jalan atau
membuat jalan kotor.
4. Pembuangan air limbah yang akan dihasilkan dari pembangunan EXO
Mall sebaiknya disesuaikan dengan kapasitas riol kota.
5. Dengan adanya EXO Mall dapat menghambat usaha kecil yang ada di
sekitarnya. Jadi diharapkan pemrakarsa dapat memperhatikan masyarakat

Pelingkupan 50
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

pelaku usaha kecil, dengan memberikan kontribusi kepada para pelaku


usaha kecil disekitar lokasi kegiatan.

Selain beberapa kekhawatiran masyarakat, juga ada beberapa harapan


masyarakat sebagai persepsi positif terhadap rencana kegiatan pembangunan
yang akan dilaksanakan, diantaranya adalah :
1. Tahap konstruksi (pembangunan) yang dilakukan harus menggunakan
system yang ramah lingkungan (eco green).
2. Dengan adanya kegiatan konstruksi akan meningkatkan peluang
berusaha, karena lokasi pemukiman semakin ramai. Dengan begitu
pendapatan masyarakat dapat meningkat.
3. Pusat Perbelanjaan EXO Mall bisa juga menjadi salah satu tempat yang
dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk pertunjukan bakat seni.
4. Kegiatan yang akan dilakukan pada tahap konstruksi akan berdampak
terbukanya kesempatan kerja karena kegiatan tersebut akan memerlukan
tenaga kerja, untuk itu responden berharap masyarakat yang bermukim
disekitar lokasi kegiatan yang mempunyai keahlian sesuai dengan
kebutuhan rencana usaha dan/atau kegiatan dapat direkrut menjadi tenaga
kerja, sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran.
5. Diharapkan disekitar lokasi EXO Mall pemrakarsa membuat taman
(ruang terbuka hijau) agar tidak dirasakan peningkatan suhu udara
disekitar lokasi kegiatan.

2.2.4 Komponen Kesehatan Masyarakat


Uraian mengenai rona lingkungan hidup awal untuk komponen aspek
kesehatan masyarakat dalam rangka rencana kegiatan Jati pembangunan EXO Mall
mengacu pada Informasi yang diperlukan untuk penyusunan rona lingkungan aspek
komponen kesehatan masyarakat yaitu Keputusan Kepala Bapedal Nomor

Pelingkupan 51
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

124/12/1997 tentang Panduan Kajian Aspek Kesehatan Masyarakat dalam


Penyusunan AMDAL.
Aspek Kesehatan masyarakat meliputi : parameter lingkungan yang
diprediksikan terkena dampak, proses dan potensi terjadinya penyakit, karakteristik
spesifik penduduk yang beresiko, sumber daya kesehatan, kondisi sanitasi
lingkungan, status gizi, kondisi lingkungan yang dapat menimbulkan penyakit. Data
ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kota Banjarbaru , Dinas Kesehatan Kota
Banjarbaru, Puskesmas Kecamatan Banjarbaru Utara.

2.2.4.1 Jenis Penyakit


Jenis penyakit merupakan salah satu bagian penting untuk dapat melihat pola
penyakit yang terjadi di Kecamatan Banjarbaru Utara. Pada tabel 2.32 dibawah ini
menunjukkan bahwa penyakit ISPA atas menjadi penyakit nomor satu yang ada di
wilayah Kecamatan Banjarbaru Utara.

Tabel 2.32 Jumlah 10 Jenis Penyakit Terbesar di Kecamatan Banjarbaru Utara


No Jenis Penyakit Jumlah Persen
(n) (%)
1 ISPA atas 7422 42,9
2 ISPA bawah 4289 24,8
3 Hipertensi 1433 8,3
4 Penyakit kulit 1159 6,7
5 Penyakit mata 1138 6,6
6 Gigi dan mulut 1079 6,3
7 Penyakit sendi 450 2,6
8 Pencernaan 140 0,8
9 TBC 84 0,6
10 Diare 69 0,4
Total 17263 100

Pelingkupan 52
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Sumber : Puskesmas Banjarbaru Utara

Tabel 2.33 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Penyakit yang Sering


Diderita Keluarga
Penyakit yang sering
No N %
diderita
1 Influenza 38 100
Total 38 100
Sumber: Data Primer (Hasil survey, 2016)

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa penyakit yang sering diderita adalah
influenza (100,0%). Hal ini berkaitan dengan kondisi ventilasi rumah yang tidak baik.

2.2.4.2 Fasilitas Kesehatan


Di Kecamatan Banjarbaru Utara terdapat 120 unit fasilitas kesehatan, data
tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 2.34 Fasilitas Kesehatan di Kec.Banjarbaru Utara


No Fasilitas Kesehatan Jumlah
1 Balai Pengobatan Swasta 4
2 Laboratorium 1
3 Apotik 10
4 Optikal 1
5 Puskesmas Keliling 1
6 Praktek dokter umum swasta 45
7 Praktek dokter spesialis swasta 27
8 Praktek dokter gigi swasta 13
9 Praktek bidan swasta 13
10 Toko obat berizin 5

Pelingkupan 53
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Sumber : Puskesmas Banjarbaru Utara

Tabel 2.35 Distribusi Responden Berdasarkan Tempat Berobat


No Tempat Berobat N %
1 Diobati sendiri dan bukan 5 13.5
ketenaga kesehatan
2 Dibawa ke petugas kesehatan 33 86.9
Total 38 100
Sumber: Data Primer (Hasil survey, 2016)

Hasil survey menunjukkan bahwa mayoritas responden (86.9%) melakukan


pengobatan dengan petugas kesehatan namun masih ada 13,5% yang melakukan
pengobatan sendiri dan bukan ketenaga kesehatan.

2.2.4.3 Tenaga Kesehatan


Tenaga kesehatan yang melayani KB di Kecamatan Banjarbaru Utara tercatat
sebagai berikut dokter sebanyak 31 orang sedangkan bidan sebanyak 45 orang.

Tabel 2.36 Jumlah Posyandu, Dokter, dan Bidan yang Melayani KB diperinci
menurut Kelurahan di Kec.Banjarbaru Utara
No Kelurahan Posyandu Dokter Bidan
1 Komet 2 4 4
2 Mentaos 2 3 4
3 Sungai Ulin 2 5 4
4 Loktabat Utara 2 5 5
Jumlah 8 17 17
Sumber : Kecamatan Banjarbaru Utara

Pelingkupan 54
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: 131/Menkes/SK/II/2004


tentang Sistem Kesehatan Nasional rasio jumlah dokter terhadap jumlah penduduk
adalah 1:5000 sedangkan rasio jumlah bidan terhadap jumlah penduduk adalah
1:2600. Secara umum tingkat pelayanan kesehatan di Kecamatan Banjarbaru Utara
ini sudah cukup memadai.

2.2.4.4 Sanitasi Lingkungan


Sanitasi adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada
pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi derajat
kesehatan manusia. Untuk itu sanitasi lingkungan menjadi hal yang penting dalam
aspek kesehatan masyarakat. Tabel-tabel dibawah menjelaskan tentang jumlah rumah
yang memiliki jamban keluarga, SPAL, pembuangan sampah, dan MCK.

Tabel 2.37 Distribusi Responden Berdasarkan Tempat Berhajat Besar


No Tempat berhajat besar N %
1 Jamban Keluarga 12 31,6
2 Lain-lain (Jamban umum) 26 68,4
Total 38 100
Sumber: Data Primer (Hasil survey, 2016)

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa kondisi sebagian besar responden
menggunakan jamban umum sebagai tempat berhajat besar (68,4%).

Tabel 2.38 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Penampungan Tinja


No Jenis penampungan tinja N %
1 tangki septik dengan rembasan 12 31,6
2 Sumur gali/cubluk 26 68,4
Total 38 100
Sumber: Data Primer (Hasil survey, 2016)

Pelingkupan 55
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa mayoritas responden menggunakan


penampungan tinja jenis cubluk (ditimbun) (68,4%), sedangkan selebihnya
menggunakan jenis tangki septik tank dengan rembasan (31,6%).

Tabel 2.39 Distribusi Responden Berdasarkan Cara Pengelolaan Sampah


No Cara pengelolaan sampah N %
1 Dibakar 31 81,6
dikumpulkan dan dibuang di
2 7 18,4
TPA
Total 38 100
Sumber: Data Primer (Hasil survey, 2016)

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa cara pengelolaan sampah responden
sudah baik yaitu dibakar(81,6%), sedangkan yang lain di bakar (18,4%).

Tabel 2.40 Distribusi Responden Berdasarkan Sumber


Air Untuk Mandi/Cuci
No Sumber air N %
1 Sumur gali 18 47,4
2 Sumur pompa 19 50,0
3 PAM/Ledeng 1 2,6
Total 38 100

Sumber: Data Primer (Hasil survey, 2016)

Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa mayoritas responden menggunakan air


sumur pompa untuk mandi/cuci yaitu 50,0%.

Pelingkupan 56
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Tabel 2.41 Distribusi Responden Berdasarkan Sumber Air Untuk Masak


No Sumber air N %
1 Sumur gali 18 47,4
2 Sumur pompa 19 50,0
3 PAM/Ledeng 1 2,6
Total 38 100

Sumber: Data Primer (Hasil survey, 2016)

Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa mayoritas responden menggunakan air


sumur pompa untuk masak yaitu 50,0%.

Tabel 2.42 Distribusi Responden Berdasarkan Keadaan


Pencahayaan Rumah
No Pencahayaan N %
1 kurang jelas 31 81,6
2 sangat jelas` 7 18,4
Total 38 100
Sumber: Data Primer (Hasil survey, 2016)

Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa keadaan pencahayaan rumah responden


dengan kurang jelas (81,6%), dan kondisi sangat jelas (18,4%).

Tabel 2.43 Distribusi Responden Berdasarkan Keadaan Ventilasi Rumah


No Ventilasi rumah N %
1 Besar dari 10 % dari luas lantai 7 18,4
2 Kecil sama dengan 10% dari luas lantai 31 81,6
Total 38 100
Sumber: Data Primer (Hasil survey, 2016)

Pelingkupan 57
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa 81,6 % responden memiliki


pencahayaan yang kurang dari 10% dari luas lantai dan responden yang pencahayaan
besar dari 10% dari luas lantai sebesar 18,4%.

Tabel 2.44. Distribusi Responden Berdasarkan Frekuensi Aktivitas Mandi


No Frekuensi aktivitas mandi N %
1 2 kali sehari 32 84,2
2 kadang-kadang 2 kali sehari 6 15,8
Total 86 100
Sumber: Data Primer (Hasil survey, 2016)

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa mayoritas responden sudah mandi 2
kali sehari (84,2%) sedangkan 15,8% kadang-kadang mandi 2 kali sehari. Jika dilihat
dari angka ini seharusnya tidak banyak yang menderita penyakit kulit, dan hasil
survey ternyata memang tidak ditemukan penyakit kulit sebagai penyakit yang sering
diderita.

Tabel 2.45 Distribusi Responden Berdasarkan Penggunaan Fasilitas Mandi


No Penggunaan fasilitas mandi N %
1 Sendiri 13 34,2
2 Bersama 25 65,8
Total 38 100
Sumber: Data Primer (Hasil survey, 2016)

Berdasarkan tabel diketahui bahwa responden yang menggunakan fasilitas mandi


milik sendiri shanya 34,2% sedangkan 65,8 % lainnya menggunakan fasilitas mandi
bersama. Sehingga keamanan dan privasi tidak terjaga.

Pelingkupan 58
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Tabel 2.46 Distribusi Responden Berdasarkan Jarak Sumber


Air dengan Penampungan Tinja
Jarak sumber air dengan
No n %
penampungan tinja
1 < 10 meter 18 47,4
2 >10 meter 20 52,6
Total 38 100
Sumber: Data Primer (Hasil survey, 2016)

Berdasarkan tabel diketahui bahwa 47,4% responden memiliki septic tank dengan
jarak <10 meter dari sumber air dan 52,6 % yang berjarak >10 meter.
Angka ini menunjukkan bahwa potensi untuk kejadian diare sangat besar. Karena
agent penyakit Diare adalah bakteri E.coli yang hidup pada kotoran manusia.

2.2.4.5 Vektor Penyakit


Vektor penyakit dapat mempengaruhi kondisi kesehatan di lingkungan sekitar
kegiatan proyek. Berikut tabel dari keberadaan tikus di sekitar lingkungan rumah
responden.

Tabel 2.47 Distribusi Responden yang Melihat Perindukan Tikus


No Tempat Perindukan Tikus N %
1 Ada 22 57.8
2 Tidak Ada 16 42.2
Total 38 100
Sumber: Data Primer (Hasil survey, 2016)

Berdasarkan tabel, dapat diketahui bahwa responden pernah melihat tempat


perindukan tikus sebesar 57,8 %.

Pelingkupan 59
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Keberadaan tikus yang merupakan salah satu vektor penyakit maka akan
menjadi sumber dari penyakit yang akan terjadi di sekitar wilayah tersebut. Dari
point-point uraian mengenai pola penyakit tersebut diatas dapat diketahui bahwa
kondisi lingkungan masyarakat dan kegiatan dari pembangunan dapat menimbulkan
penyakit.

2.2.4.6 Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Keselamatan kerja adalah merupakan suatu upaya perlindungan agar tenaga
kerja selalu dalam keadaan selamat dan aman selama melakukan pekerjaan di tempat
kerja serta begitu pula bagi orang lain yang memasuki tempat kerja dan agar sumber
dari proses produksi dapat secara aman dan efisien dalam pemakaiannya.
Upaya kesehatan dan keselamatan kerja yang akan dibahas dalam kegiatan ini adalah
1. Alat Pelindung Diri (APD)
Menurut OSHA atau Occupational Safety and Health Administration,
pesonal protective equipment atau alat pelindung diri (APD) didefinisikan
sebagai alat yang digunakan untuk melindungi pekerja dari luka atau penyakit
yang diakibatkan oleh adanya kontak dengan bahaya (hazards) di tempat
kerja, baik yang bersifat kimia, biologis, radiasi, fisik, elektrik, mekanik dan
lainnya.
Berdasarkan Peraturan Mentei Tenaga Kerja Dan Transmigrasi
Republik Indonesia Nomor PER 08/MEN/VII/2010 Alat Pelindung Diri
(APD) adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi
seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari
potensi bahaya di tempat kerja.
Jenis – Jenis Alat Pelindung Diri (APD), meliputi :
 APD Pelindung Kepala
Jenis APD yang digunakan adalah semua topi pengaman (safety
helmets), tali pengikat diberikan bila dibutuhkan, topi logam dilarang untuk
digunakan. Topi pelindung kepala diperlukan bila seseorang kemungkinan

Pelingkupan 60
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

akan kejatuhan benda-benda atau terbentur kepalanya. Beberapa bahaya yang


perlu diperhitungkan pada saat kegiatan berlangsung adalah:
1. Bahan yang runtuh saat pekerjaan penggalian.
2. Benda yang jatuh dari suatu anjungan kerja.
3. Benda yang jatuh saat diangkat dengan derek/alat angkat, saat dimuat
atau dibawa oleh kenderaan
4. Bagian perancah yang jatuh saat membangun atau membongkarnya.
 APD Kaki
Jenis APD yang gunakan biasanya sepatu boot dan sepatu produksi
untuk suatu standar yang disetujui. APD ini berfungsi melindungi kaki dari
risiko:
1. Benda yang jatuh ke kaki
2. Paku, atau benda tajam lainnya
3. Benda tajam yang melukai urat nadi kaki
 APD Tangan
Untuk melindungi tangan, jenis APD yang disetujui adalah:
1. Sarung tangan katun (Polka Dot gloves)
2. Sarung tangan kulit
3. Sarung tangan karet
4. Sarung tangan penahan panas
Sarung tangan yang sesuai dapat melindungi terhadap (misal semen),
beton cair dan bahan pelarut yang dapat menyebabkan penyakit kulit. Juga
akan melindungi terhadap teriris dan tergores saat menangani bata, besi, dan
kayu.

2. Bahaya Kebakaran
Pada kebanyakan lokasi, keadaan darurat yang utama adalah
kebakaran. Banyak benda padat, cair, dan gas yang dapat terbakar dengan
mudah. Setiap kejadian kebakaran dapat berdampak terhadap kesehatan,

Pelingkupan 61
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

keselamatan, kerusakan, dan penundaan pekerjaan yang merugikan. Menurut


NFPA kebakaran merupakan peristiwa oksidasi dimana bertemunya 3 buah
unsur yaitu bahan yang dapat terbakar, oksigen yang terdapat di udara, dan
panas yang dapat berakibat menimbukan kerugian harta benda atau cidera
bahkan kematian manusia. Sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja
Republik Indonesia No: Kep 186/Men/1999 bahwa kegiatan Gedung/Ruang
Perumahan termasuk dalam klasifikasi bahaya kebakaran ringan.
 Jalur Evakuasi
Jalan penyelamatan/evakuasi adalah jalur perjalanan yang menerus
(termasuk jalan ke luar, koridor/selasar umum dan sejenis) dari setiap
bagian bangunan termasuk di dalam unit hunian tunggal ke tempat yang
aman di pemukiman.
Bila kebakaran terjadi pada lokasi kegiatan maka perlu diperhatikan:
1) Cara memberikan peringatan:
Rencanakan sistem pemberitahuan kepada orang-orang di lapangan,
hal ini dapat berupa unit alarm, klakson, peluit, atau teriakan mulut
pada lokasi yang kecil
2) Cara penyelamatan
Rencanakan jalur penyelamatan dan pastikan selalu siap dan tidak
terhalang. Lindungi jalur penyelamat dengan memasang pemisah
kebakaran yang permanen dan pintu kebakaran sesegera mungkin. Hal
ini penting karena jalur penyelamat akan memberi jalan kepada orang-
orang ke tempat berkumpul untuk dapat dihitung jumlahnya. Pastikan
tersedia cukup penerangan pada jalur penyelamatan yang terlindung
dan tertutup
 Perencanaan Tapak Untuk Proteksi Kebakaran
1) Lingkungan Perumahan
Lingkungan tersebut di atas harus direncanakan sedemikian rupa
sehingga tersedia sumber air berupa hidran lingkungan, sumur

Pelingkupan 62
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

kebakaran atau reservoir air dan sebagainya yang memudahkan


instansi pemadam kebakaran untuk menggunakannya, sehingga setiap
rumah dan bangunan dapat dijangkau oleh pancaran air unit pemadam
kebakaran dari jalan lingkungan. Setiap lingkungan bangunan harus
dilengkapi dengan sarana komunikasi umum yang dapat dipakai setiap
saat untuk memudahkan penyampaian informasi kebakaran.
2) Jalan Lingkungan
Untuk melakukan proteksi terhadap meluasnya kebakaran dan
memudahkan operasi pemadaman, maka di dalam lingkungan
bangunan harus tersedia jalan lingkungan dengan perkerasan agar
dapat dilalui oleh kendaraan pemadam kebakaran.
3) Jarak Antar Bangunan Gedung
Untuk melakukan proteksi terhadap meluasnya kebakaran, harus
disediakan jalur akses dan ditentukan jarak antar bangunan dengan
memperhatikan tabel dibawah ini.

Tabel 2.48 Jarak Antar Bangunan


No Tinggi Bangunan Jarak Minimun Antar
Gedung (m) Bangunan Gedung (m)
1 s/d 8 3
2 >8 s/d 14 >3 s/d 6
3 >14 s/d40 >6 s/d 8
4 >40 >8
Sumber : Keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No: Kep
186/Men/1999

2.2.5 Komponen Transportasi


Suatu kegiatan pembangunan akan memberikan dampak terhadap pola lalu
lintas dengan keberadaan dan aktivitas bangunan tersebut perlu dilakukan kajian

Pelingkupan 63
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

terhadap lokasi kegiatan. Demikian juga halnya dengan rencana kegiatan


pembangunan Pusat Perbelanjaan EXO Mall, kajian lokasi tersebut dengan
mempertimbangkan beberapa hal seperti jaringan jalan dan karakteristik atau
gambaran tentang infrastruktur ruas jalan dan persimpangan di sekitar lokasi
kegiatan.
Kondisi komponen lingkungan transportasi disekotar rencana lokasi kegiatan
pembangun Pusat Perbelanjaan EXO Mall secara umum tergolong cukup tinggi. Hal
ini berkaitan dengan aktifitas kegiatan yang ada disekitar lokasi yang cukup banyak
dengan intensitas yang tergolong tinggi. Lokasi pembangunan Pusat Perbelanjaan
EXO Mall terletak pada sisi ruas Jl. A. Yani KM. 36,8 Banjarbaru. Untuk
mengetahui kondisi lalu lintas di sekitar lokasi Pembangunan Pusat Perbelanjaan
EXO Mall, adalah sebagai berikut.

2.2.5.1 Bangkitan / Tarikan Perjalanan


Satuan bangkitan perjalanan yang digunakan pada saat pembangunan Pusat
Perbelanjaan EXO Mall di Jl. Perintis Kemerdekaan Kota Banjarbaru tersebut
beroperasi adalah bangkitan kendaraan dan bukan bangkitan perjalanan orang.
Bangkitan perjalanan individu yang tidak menggunakan kendaraan pribadi secara
tidak langsung tetap diperhatikan dengan penyediaan fasilitas pendukung angkutan
umum dan jalur pejalan kaki.
Metode penaksiran bangkitan/tarikan perjalanan yang dipergunakan adalah
metode persamaan untuk menghitung bangkitan/tarikan di area Mall yaitu
berdasarkan studi/literatur yang ada yaitu dengan menggunakan studi BNI City
Traffic Master Plan dan Traffic Impact Study Danayasa City Project. Tingkat
bangkitan dan tarikan perjalanan untuk jenis peruntukan lahan kegiatan tersebut
koefisien bangkitan lalu lintas sebagai berikut :

 Bangkitan/Tarikan Perjalanan di Pusat Perbelanjaan EXO Mall

Pelingkupan 64
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Dari data yang diperoleh, peruntukan kawasan Pusat Perbelanjaan


EXO Mall adalah seluas 20.000m2 luas lantai. Tingkat Bangkitan/tarikan Lalu
Lintas untuk kawasan Pusat Perbelanjaan EXO Mall adalah sebagai berikut :

Tabel 2.49 Tingkat Bangkitan/Tarikan Perjalanan pada Jam Sibuk


di Lokasi Pusat Perbelanjaan EXO Mall
Koefisien per 100 m2
Sibuk Pagi Sibuk Sore
Jenis Moda Masuk Keluar Masuk Keluar
Mobil Pribadi 0,037 0,012 0,483 0,927
Sepeda Motor 0,103 0,01 0,023 0,123
Total 0,14 0,022 0,506 1,05
Sumber : Hasil Analisis konsultan, 2016

Tabel 2.50 Jumlah Bangkitan/Tarikan Perjalanan pada Jam Sibuk


Di Pusat Perbelanjaan EXO Mall
Sibuk Pagi Sibuk Sore
Jenis Moda Masuk Keluar Masuk Keluar
Mobil Pribadi 10,44 3,39 136,33 261,65
Sepeda Motor 29,07 2,82 6,49 34,72
Total 39,52 6,21 142,82 296,36
Sumber : Hasil Analisis konsultan, 2016

Dari hasil perhitungan di atas, diperoleh jumlah bangkitan perjalanan


di Pusat Perbelanjaan EXO Mall adalah sebesar 296,36 smp/jam dan
menghasilkan tarikan perjalanan sebesar 142,82 smp/jam.

2.2.5.2 Pertumbuhan Lalu lintas

Pelingkupan 65
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Pada tahun 2015 jumlah sarana transportasi jalan raya di Kota Banjarbaru
berjumlah 2.684 kendaraan. Dari tahun 2010 sampai tahun 2015 menunjukkan
kenaikan 23,82 % per tahun. Pertumbuhan yang sangat signifikan nampak pada
sepeda motor dengan rata-rata pertumbuhan 31, 23 % per tahun.

Tabel 2.51 Jumlah Sarana Angkutan (Umum Dan Pribadi)


Mobil Mobil Sepeda
Tahun Penumpang Gerobak Motor Jumlah
2010 149 105 757 1011
% 14,77 10,37 74,86 100
2011 164 112 883 1160
% 14 10 76 100
2012 175 116 986 1277
% 14 9 77 100
2013 189 120 1103 1412
% 13 9 78 100
2014 209 140 2104 2453
% 9 6 86 100
2015 222 144 2318 2684
% 8 5 86 100

Disamping itu pada Tabel dapat dilihat data statistik kendaraan tidak
bermotor. Dapat dilihat bahwa penggunaan becak sebagai sarana angkutan cukup
signifikan, serta pertumbuhan pemilikan sepeda yang memiliki kecenderungan
meningkat.

Tabel 2.52. Jumlah Kendaraan Tidak Bermotor tahun 2010-2015


Jenis
No. 2011 2012 2013 2014 2015
kendaraan
1 Sepeda 294 321 357 371 390
2 Becak 288 294 321 364 398

Pelingkupan 66
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

3 Andong/dokar - - - - -
4 lain-lain 898 916 946 962 982
Jumlah 1480 1531 1624 1697 1770
Sumber : Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru

Sementara pada Tabel berikut disajikan jumlah kendaraan angkutan


penumpang umum tidak dalam trayek. Dari data tersebut dapat dilihat dominasi
becak sebagai alternatif angkutan umum tidak dalam trayek. Pada tahun 2011 jumlah
becak mencapai 19,46 %, pada tahun 2012 turun menjadi 19,20 % dan pada tahun
2013 sebesar 19,76 %, pada tahun 2014 sebesar 21,45 % serta pada tahun 2015
sebesar 22 %.

2.3 Hasil Pelibatan Masyarakat


Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Tahun 2012 tentang izin Lingkungan Hidup (UU PPLH) dan Peraturan
Pemerintah Nomor 2 Lingkungan masyarakat diberikan ruang untuk dapat berperan
serta dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (PPLH), khususnya izin
ingkungan. Izin lingkungan merupakan proses akhir dari penyusunan dokumen
AMDAL pelibatan masyarakat dalam AMDAL. Proses sesuai pasal 26 Undang-
Undang Nomor 32 Tahun 2009 dilakukan melalui pengumuman dan konsultasi
publik dan diatur dalam peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 17 Tahun 2012
Tentang Keterlibatan Masyarakat Dalam Proses Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan Hidup Dan PP No. 27 Tahun 2013 tentang izin ungkungan. Keterlibatan
masyarakat dalam proses AMDAL dan Izin Lingkungan selanjutnya adalah
pengikutsertaan masyarakat d komisi penilai AMDAL rencana Pembangunan Pusat
Perbelanjaan EXO Mall ini.

2.3.1 Masyarakat Yang Diikutsertakan Dalam AMDAL.

Pelingkupan 67
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Masyarakat yang terlibat adalah masyarakat terkena dampak pembangunan


Pusat Perbelanjaan EXO Mall masyarakat pemerhati lingkungan dan juga masyarakat
yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses AMDAL sasaran
konsultasi publik/sosialisasi yaitu masyarakat yang diprakirakan terkena dampak
langsung maupun tidak langsung dan tokoh masyarakat (tokoh agama, PKK, profesi,
masyarakat dan lain sebagainya) serta pimpinan formal (RT, Rw, Lurah, Camat,
Polsek dan Pemerintahan Kota Banjarbaru) berdasar hasil konsultasi publik
masyarakat yang dilibatkan dalam penilaian dokumen AMDAL adalah:
1. Bapak Andi Susilo (warga)
2. Bapak Yunan Sistoyo (Tokoh Masyarakat)
3. Bapak Ihsanul Hakim (Ketua RT)
4. Bapak H. Abdul (Dewan Kelurahan)

2.3.2 Pengumuman Rencana Pembangunan Pusat Perbelanjaan EXO Mall


Pengumuman Rencana Pembangunan Pusat Perbelanjaan EXO Mall
disampaikan kepada masyarakat luas yang terlibat dalam proses AMDAL berupa
surat kabar.

2.3.3 Pelaksanaan Konsultasi Publik


Salah satu bentuk kegiatan dalam proses AMDAL rencana Pembangunan
Pusat Perbelanjaan EXO Mall dengan tujuan memperoleh informasi dari masyarakat
adalah dengan Konsultasi Publiksosialisasi. Masyarakat yang hadir adalah
masyarakat yan diprakirakan terkena dampak langsung maupun tidak langsung dan
tokoh masyarakat (tokoh agama, PKK, profesi, masyarakat dan lain sebagainya) serta
pimpinan formal (RT, RW, Camat, Polsek, dan Pemerintahan Kota Banjarbaru).
Konsultasi publik dilakukan sebelum penyusunan dokumen Kerangka Acuan. Pada
konsultasi publik, masyarakat hadir dan memberikan saran, pendapat dan tanggapan
yang disampaikan secara langsung saat pelaksanaan konsultasi publik dan juga
disampaikan secara tertulis. Wakil masyarakat yang terkena dampak kemudian akan

Pelingkupan 68
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

dilibatkan dalam proses penilaian dokumen ANDAL dan RKLRPL melalui Rapat
Komisi Penilai AMDAL. Dari hasil sosialisasi, diketahui bahwa masyarakat
memberikan penilaian positif terhadap rencana Pembangunan Pusat Perbelanjaan
EXO Mall.

2.4 Dampak Penting Hipotetik


2.4.1 Identifikasi Dampak Potensial
Pada tahap ini kegiatan pelingkupan dimaksudkan untuk mengidentifikasi
segenap dampak lingkungan hidup (primer, sekunder dan seterusnya) yang secara
potensial akan timbul sebagai akibat adanya rencana kegiatan Pembangunan EXO
Mall. Pada tahapan ini hanya diinventarisasi dampak potensial yang mungkin akan
timbul tanpa memperhatikan besar/kecilnya dampak, atau penting tidaknya dampak.
Dengan demikian pada tahap ini belum ada upaya untuk menilai apakah dampak
potensial tersebut merupakan dampak penting.
Identifikasi dampak potensial diperoleh dari serangkaian hasil konsultasi dan
diskusi dengan konsultan, instansi yang bertanggung jawab, masyarakat yang
berkepentingan serta dilengkapi dengan hasil pengamatan lapangan (observasi).
Untuk mengidentifikasi dampak potensial dilakukan dengan menggunakan metode-
metode identifikasi dampak sebagai berikut :
- Penelaahan pustaka; dan/atau Matrik interaksi sederhana; (Komponen
Lingkungan dan Komponen Kegiatan)
- Konsultasi publik Lingkungan sekitar
Berdasarkan uraian rencana kegiatan, maka komponen kegiatan yang akan
ditelaah adalah sebagai berikut :
Tahap Pra Konstruksi
1. Perizinan dan Survey Pendahuluan
2. Pembebasan Lahan
3. Pembongkaran dan Pembersihan Lahan

Pelingkupan 69
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

Tahap Konstruksi
1. Mobilisasi Tenaga Kerja
2. Mobilisasi Alat Berat dan Material
3. Pembangunan Unit Pengolahan Air Bersih

Tahap Operasional
1. Mobilisasi Tenaga Kerja
2. Kegiatan Bongkar Muat
3. Pengadaan Air Bersih
4. Pengadaan Sumber Energi
5. Aktivitas Lalu Lintas

Komponen lingkungan yang diprakirakan terkena dampak dan akan ditelaah


sebagai berikut:
A. KOMPONEN FISIKA KIMIA
a. Iklim
b. Kualitas Udara
c. Kebisingan
d. Getaran
e. Lalu Lintas Darat

B. KOMPONEN BIOLOGI
a. VEegetasi / flora
b. Satwa Darat

C. KOMPONEN SOSEKBUD
a. Demografi
b. Persepsi Masyarakat
c. Kesempatan Kerja dan Berusaha

Pelingkupan 70
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara,
Banjarbaru Kota Banjarbaru

d. Mata Pencarian
e. Tingkat Pendapatan

D. KOMPONEN KESEHATAN MASYARAKAT


a. Jenis Penyakit
b. Fasilitas Kesehatan
c. Tenaga Kesehatan
d. Sanitasi Lingkungan
e. Vektor Penyakit
f. Kesehatan Keselamatan Kerja

Pelingkupan 71
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

Tabel 2.53. Matriks Identifikasi Dampak Potensial Pusat Perbelanjaan EXO Mall

Pra Konstruksi Konstruksi Operasi

Pembongkaran Dan Pembersihan Lahan

Mobilisasi Alat Berat Dan Meterial


Komponen Lingkungan Hidup

Pengadaan Sumber Energi


Mobilisasi Tenaga Kerja

Mobilisasi Tenaga Kerja

Kegiatan Bongkar Muat

Pengadaan Air Bersih


Pembebasan Lahan

Aktifitas Lalu Lintas


Pembuatan Ipal
Perizinan

Komponen Fisika Kimia


Iklim
Kualitas Udara X X X X X
Kualitas Kebisingan X X X X X X
Getaran X X X X X
Lalu Lintas Darat X X X
Komponen Biologi
Vegetasi Atau Flora X
Satwa Darat X
Komponen Sosekbud

Pelingkupan 72
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

Persepsi Masyarakat X X X X X X X X X
Kesempatan Kerja Dan Berusaha X X
Tingkat Pendapatan X
Mata Pencaharian
Komponen Kesehatan Masyarakat
Jenis Penyakit X X X X
Fasilitas Kesehatan
Tenaga Kesehatan
Sanitasi Lingkungan X X X
Vektor Penyakit X X X X X X
Kesehatan Keselamatan Kerja X X X X X X X
Komponen Transportasi
Pertumbuhan Lalu Lintas X X X X
Kondisi Lalu Lintas X X X X

Pelingkupan 73
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

Pelingkupan 74
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru
Kota Banjarbaru

Berdasarkan hasil konsultasi publik diperoleh hal-hal yang dianggap penting oleh masyarakat,
yaitu :
a. Pembebasan lahan harus berkoordinasi dengan aparat kelurahan, sehingga tidak ada
kelompok-kelompok tertentu yang mengambil keuntungan.
b. Nilai kompensasi dan ganti rugi lahan serta bangunan diharapkan sesuai dengan
keinginan masyarakat, yaitu 15 juta/m2
c. Penyerapan tenaga kerja pada saat pembangunan dan operasional EXO Mall.
d. Dampak buangan limbah dari aktivitas perbelanjaan.
e. Timbulan sampah dari kegiatan pelabuhan dan dari kapal-kapal yang berlabuh.
f. Kepastian jadwal pembebasan lahan, sehingga warga yang terkena dampak dapat bersiap-
siap.
Berdasarkan matriks identifikasi dan konsultasi publik di atas, maka dapat diidentifikasi
beberapa dampak potensial sebagai berikut:

Tabel 2.54 Dampak Potensial


No Dampak Potensial Sumber
Tahap Pra Konstruksi
1 Penurunan kualitas udara Pembongkaran dan Pembersihan Lahan
2 Peningkatan Kebisingan Pembongkaran dan Pembersihan Lahan
3 Gangguan lalu lintas Pembongkaran dan Pembersihan Lahan
Perizinan dan Survei Pendahuluan
4 Perubahan Persepsi Masyarakat
Pembebasan Lahan
5 Hilangnya Pendapatan Pembebasan Lahan
Tahap Kontruksi
Mobilisasi Alat Berat dan Material
1 Penurunan Kualitas Udara
Pembuatan Bangunan EXO Mall
Mobilisasi Alat Berat dan Material
2 Peningkatan Kebisingan
Pembuatan Bangunan EXO Mall
3 Peningkatan Getaran Mobilisasi Alat Berat dan Material

Pelingkupan 75
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru
Kota Banjarbaru

Pembuatan Bangunan EXO Mall


Mobilisasi Alat Berat dan Material
4 Gangguan Terhadap Lalu Lintas
Pembuatan Bangunan EXO Mall
5 Hilangnya Biota Darat Pembuatan Bangunan EXO Mall
Mobilisasi Tenaga Kerja
6 Perubahan Persepsi Masyarakat
Mobilisasi Alat Berat dan Material
Peningkatan Kesempatan Kerja
7 Mobilisasi Tenaga Kerja
dan Berusaha
8 Perubahan Pola Penyakit Mobilisasi Alat Berat dan Material
Gangguan Terhadap Kebersihan
9 Mobilisasi Alat Berat dan Material
Lingkungan
Tahap Operasi
Kegiatan Bongkar Muat
1 Perubahan Kualitas Udara
Aktivitas Lalu Lintas
Kegiatan Bongkar Muat
2 Peningkatan Kebisingan Pengadaan Sumber Energi
Aktivitas Lalu Lintas
Kegiatan Bongkar Muat
3 Peningkatan Getaran
Aktivitas Lalu Lintas
4 Gangguan Lalu Lintas Darat Aktivitas Lalu Lintas
5 Perubahan Persepsi Masyarakat Mobilisasi Tenaga Kerja
Peningkatan Kesempatan Kerja
6 Mobilisasi Tenaga Kerja
dan Berusaha
Kegiatan Bongkar Muat
7 Perubahan Pola Penyakit
Aktivitas Lalu Lintas
Gangguan Terhadap Kebersihan Pengadaan Air Bersih
8
Lingkungan Aktivitas Jual Beli

Pelingkupan 76
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru
Kota Banjarbaru

2.4.2 Evaluasi Dampak Potensial


Pelingkupan pada tahap ini bertujuan untuk menghilangkan/meniadakan dampak potensial
yang dianggap tidak relevan atau tidak penting, sehingga diperoleh daftar prioritas dampak
penting yang dipandang perlu dan relevan untuk ditelaah secara mendalam dalam studi ANDAL.
Daftar dampak penting potensial ini disusun berdasarkan pertimbangan atas hal-hal yang
dianggap penting oleh masyarakat di sekitar rencana kegiatan, instansi yang bertanggung jawab
dan tim studi. Pada tahap ini daftar dampak penting yang dihasilkan belum tertata secara
sistematis.
Metode yang digunakan pada tahap ini adalah diskusi antar tenaga ahli. Kegiatan
identifikasi dampak penting ini dilakukan oleh pemrakarsa rencana kegiatan (bersama dengan
tim konsultan penyusun AMDAL), dengan mempertimbangkan rencana kegiatan, rona
lingkungan hidup awal, hasil konsultasi, diskusi dengan instansi yang bertanggung jawab serta
masyarakat yang berkepentingan, dan kegiatan sekitar. Berikut adalah evaluasi dampak penting
hipotetik :

Pelingkupan 77
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

Tabel 2.55. Evaluasi Dampak Potensial Menjadi Dampak Penting Hipotetik

No Dampak Sumber Evaluasi Dampak Penting Hipotetik Dampak Penting


Potensial Hipotetik
Tahap Pra
Konstruksi
1 Penurunan Pembongkaran dan Kegiatan pembongkaran dan pembersihan lahan
Kualitas Pembersihan Lahan akan dilakukan pada lahan seluas ± 5 Ha, m.
Udara Pembongkaran ini akan dilakukan oleh pemilik
bangunan setelah mendapatkan penggantian.
Material yang dapat digunakan kembali akan
diambil oleh pemilik, sedangkan sisa material yang
tidak digunakan oleh pemilik akan dibersihkan dan
diangkut oleh kontraktor pelaksana ke luar lokasi
kegiatan. Kegiatan pembongkaran dan
pembersihan lahan ini diperkirakan menimbulkan
debu. Berdasarkan hasil pemantauan kualitas debu
saat ini masih memenuhi baku mutu. Dengan
mempertimbangkan bahwa pada umumnya pemilik
akan menggunakan kembali material melakukan
pembongkaran dengan hati-hati, sehingga tingkat
timbulnya debu dapat diminimalisasi dan dampak

Pelingkupan 78
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

ini terlokalisir di area 5 Ha, maka dampak ini tidak


menjadi dampak penting hipotetik.
2 Peningkata Pembongkaran dan Pembongkaran dan pembersihan lahan yang akan
n Pembersihan Lahan dilakukan pada lahan yang direncanakan akan
Kebisingan dibangun jalan akses seluas ± 5 Ha, meliputi.
Pembongkaran ini akan dilakukan oleh pemilik
bangunan secara manual setelah mendapatkan
penggantian, sehingga kebisingan yang ditimbulkan
relatif rendah. Untuk sisa material yang tidak
digunakan kembali akan dibersihkan dan diangkut
oleh kontraktor, dengan mengunakan alat dan
kendaraan berat. Saat ini tingkat kebisingan di
wilayah kegiatan memenuhi baku mutu yang
ditetapkan. Dengan mempertimbangkan jarak
lokasi dengan pemukiman lain terdekat adalah 1-2
Km dan pekerjaan dilakukan pada siang hari,
dampak ini tidak menjadi dampak penting
hipotetik.
3 Gangguan Pembongkaran dan Pada lahan yang dibebaskan seluas ± 5 Ha akan Peningkatan
Lalu Lintas Pembersihan Lahan dilakukan pembongkaran dan pembersihan lahan. Kemacetan
Pembongkaran ini akan dilakukan oleh pemilik

Pelingkupan 79
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

bangunan setelah mendapatkan pengantian.


Material yang dapat digunakan kembali akan
diambil oleh diangkut oleh kontraktor pelaksana ke
luar lokasi kegiatan. Volume bongkaran yang
diangkut oleh kontraktor sebesar ±1.200 m3,
dengan 10 unit truk /hari selama 20 hari. Adanya
bangkitan lalu lintas ini, dinilai sebagai penambah
kemacetan, karena kondisi lalu lintas eksisting
terutama di Jalan Ahmad Yani. Dengan demikian
dampak ini menjadi dampak penting hipotetik.
4 Perubahan Perizinan dan Kondisi saat ini pada lokasi rencana pembangunan
Persepsi Survei Pendahuluan EXO Mall diperuntukan sebagai pengembangan
Masyarakat pusat perbelanjaan. Hasil dari konsultasi publik,
masyarakat pada umumnya setuju dengan adanya
rencana pembangunan EXO Mall. Survei
pendahuluan telah dilakukan untuk menyusun
studi-studi yang diperlukan. Selama survei tersebut,
tidak ada gangguan dari pihak pihak yang tidak
setuju dengan kegiatan pembangunan EXO Mall
tersebut, sehingga dampak perubahan persepsi
masyarakatdari kegiatan perizinan dan survei

Pelingkupan 80
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

pendahuluan tidak menjadi dampak penting


hipotetik.
5 Hilangnya Pembebasan Lahan Mata pencarian masyarakat yang menempati lahan Hilangnya
Pendapatan rencana sebagian besar merupakan pedagang dan Pendapatan
pekebun. Dengan adanya pembebasan lahan, maka
akan menghilangkan hunian masyarakat tersebut.
Kehilangan ini bukan hanya berpengaruh terhadap
tempat tinggal, namun juga lokasi pecarian nafkah,
seperti kehilangan lahan untuk pemasaran hasil
perkebunan berupa sayur-sayuran. Hilangnya
pendapatan terjadi akibat perpindahan masyarakat
yang terkena pembebasan lahan, dampak ini terjadi
sementara sebelum masyarakat menemukan sumber
pendapatannya kembali. Mekanisme pembebasan
lahan yang direncanakan hanya menganti bangunan
saja, sehingga hal ini akan menjadi potensi
gangguan terhadap pembebasan lahan. Hal ini
terlihat dari konsultasi publik, dimana ada dampak
hilangnya pendapatan akibat pembebasan lahan
merupakan dampak penting hipotetik.
Tahap

Pelingkupan 81
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

Konstruksi
1 Penurunan Mobilitas Alat Pengangkutan material keperluan pembangunan
Kualitas Berat dan Material EXO Mall jangka pendek seperti tiang pancang dan
Udara beton direncanakan menggunakan Jalan Ahmad
Yani menuju lahan kegiatan. Jumlah truk
pengangkut untuk material sejumlah 5 truk/hari.
sedangkan pengangkutan bahan lain seperti besi
dilakukan secara insidensial tergantung kemajuan
pekerjaan, sehingga diperkirakan jumlah truk pada
tahap konstruksi berkisar antara 13-16 truk perhari.
Sumber dampak adanya CO, SO2 dan NO2
disebabkan antara lain oleh emisi gas buang secara
umum di bawah baku mutu berdasarkan PPRI
Nomor 41 tahun 1999. Adanya bangkitan lalu lintas
sebanyak 13-16 unit truk perhari dari kegiatan
pengangkutan material pembangunan EXO Mall
jangka pendek membuat jalan menjadi macet.
Peningkatan parameter debu (TSP) disebabkan
aktivitas lalu lintas, kondisi badan jalan, dan Jalan
Ahmad Yani masih di bawah baku mutu, sehingga
dengan mempertimbangkan adanya bangkitan lalu

Pelingkupan 82
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

lintas seperti diuraikan sebelumnya, kondisi badan


jalan berupa aspal, dan jenis muatan berupa tiang
pancang, beton dalam truk mixer, dan besi yang
relatif tidak berdebu, hasil konsultasi publik
masyarakat tidak mengkhawatirkan dampak
peningkatan debu, karena lokasi Jalan Sindang Laut
menuju Lahan kegiatan jauh dari lokasi pemukiman
penduduk (1-2 Km) dan Jarak areal akses masuk
tersebut dengan lokasi pemukiman penduduk
sekitar 1 kilometer, serta pembebasan lahan seluas
±5 Ha, maka dampak penurunan kualitas udara
akibat mobilisasi alat berat dan material tidak
termasuk dampak penting hipotetik.
2 Peningkatan Mobilisasi Alat Berat Pengangkutan material tiang pancang, beton, dan
Kebisingan dan Material
besi untuk pembangunan gedung EXO Mall seperti
yang diulas pada dampak kualitas udara,
diperkirakan akan meningkatkan intensitas
kebisingan dari kondisi saat ini, dimana tingkat
kebisingan sekitar Jalan Ahmad Yani secara umum
telah di atas baku mutu (rata-rata73 dBA ; baku
mutu 55 dBA). Tingginya tingkat kebisingan ini

Pelingkupan 83
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

disebabkan transportasi lalu lintas, baik car carrier


dan truk container serta kendaraan milik penduduk.
Dengan mempertimbangkan jarak dengan warga
terdekat berkisar ±1-2 km, dan akan dilakukan
pembebasan lahan terlebih dahulu terhadap
sebagian warga Kelurahan Komet, serta dari hasil
konsultasi publik, dengan demikian dampak
peningkatan kebisingan akibat mobilisasi alat berat
dan material tidak termasuk dampak penting
hipotetik.
3 Peningkatan Mobilisasi Alat Berat Pengangkutan material tiang pancang, beton, dan
Getaran dan Material
besi untuk pembangunan gedung EXO Mall, seperti
yang diulas pada dampak kualitas udara dan
kebisingan, diperkirakan dapat meningkatkan
getaran dari kondisi saat ini, namun berdasarkan
hasil pra survei dan pendapat masyarakat sekitar,
yang menyatakan tidak terganggu akibat getaran
yang ada saat ini akibat transportasi, serta
mempertimbangkan jarak dengan warga terdekat
berkisar ±1-2 km, dan telah dilakukan pembebasan
lahan terlebih dahulu terhadap warga Kelurahan

Pelingkupan 84
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

Komet serta hasil konsultasi publik, dimana


masyarakat tidak mengkhawatirkan dampak
peningkatan getaran, sehingga dengan demikian
dampak peningkatan getaran akibat mobilisasi alat
berat dan material tidak termasuk dampak penting
hipotetik.
4 Gangguan Mobilisasi Alat Pengangkutan material seperti tiang pancang dan Peningkatan
Terhadap Berat dan Material beton direncanakan mengunakan JalanAhmad Kemacetan
Lalu Lintas Yani. Jumlah truk pengangkut untuk material
Darat sejumlah 5 unit truk/hari. Untuk beton akan
didatangkan mengunakan mixer truck dari
batching plant sejumlah 8 unit truk /hari,
sedangkan pengangkutan bahan lain seperti besi
dilakukan secara insidensial tergantung kemajuan
pekerjaan (diperkirakan total truk yang melewati
jalan tersebut sekitar 13-16 truk perhari).
Pengangkutan bahan bangunan untuk pembuatan
gedung EXO Mall melalui Jalan Ahmad Yani
dengan ritase kendaraan sebesar 5 unit truk/hari,
dengan demikian adanya penambahan truk tersebut
akan diperkirakan akan menyebabkan terjadinya

Pelingkupan 85
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

kemacetan, dengan demikian dampak gangguan


lalu lintas darat akibat mobilisasi alat berat dan
material konstruksi termasuk dampak penting
hipotetik.
5 Hilangnya Pembuatan Pembangunan gedung EXO Mall dengan lahan 5
Biota Darat Bangunan EXO Mall
Ha akan menghilangkan sejumlah pepohonan,
namun dampak ini tergolong tidak penting, karena
pada akhir konstruksi akan dilakukan penanaman
kembali tumbuhan.
6 Perubahan - Pada tahap konstruksi akan dilakukan Presepsi
Persepsi
Masyarakat penerimaan tenaga kerja lokal, khususnya dari Masyarakat
wilayah kelurahan-kelurahan terdekat di sekitar
lokasi, dan yang memenuhi persyaratan akan
diprioritaskan untuk bekerja. Sistem kerja
untuk tenaga kerja konstruksi akan diatur
sesuai dengan peraturan perundangan-
undangan yang berlaku dan perencanaan kerja
proyek, sehingga keselamatan tenaga kerja
- Mobilisasi
akan terjamin dan efisiensi pelaksanaan
Tenaga Kerja
- Mobilisasi Alat pekerjaan akan tercapai. Kesepakatan kerja
Berat dan
dengan waktu tertentu sesuai dengan
Material

Pelingkupan 86
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

Keputusan Presiden No. 4 tahun 1980 tentang


Wajib Lapor Lowongan Kerja. Disamping itu,
dalam proses penerimaan tenaga kerja tahap
konstruksi akan dilibatkan juga pihak
kecamatan, kelurahan, serta tokoh masyarakat.
Untuk tenaga kerja antar daerah yang
persyaratan khusus/tertentu dengan
mengutamakan tenaga kerja yang memiliki
pengalaman dan keterampilan khusus pada
bidangnya. Jumlah tenaga kerja yang akan
diserap sebanyak 150 orang. Hal ini sejalan
dengan hasil konsultasi publik dimana
masyarakat sangat mengharapkan adanya
penerimaan tenaga kerja dari warga lokal.
Dengan demikian dampak perubahan persepsi
masyarakat akibat mobilisasi tenaga kerja
termasuk dampak penting hipotetik.
- Mobilisasi alat berat dan material, terutama
yang melalui Jalan Ahmad Yani dengan ritase
13-16 unit truk akan akan menimbulkan
persepsi masyarakat, dengan demikian dampak

Pelingkupan 87
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

perubahan persepsi masyarakat akibat


mobilisasi alat berat dan material menjadi
dampak penting hipotetik.
7 Peningkatan Mobilisasi Tenaga Jumlah tenaga kerja yang akan diserap oleh
Kesempatan Kerja
Kerja dan pekerjaan konstruksi sebanyak 150 orang, yang
Berusaha
diharapkan berdasarkan hasil konsultasi publik
berasal dari warga sekitar. Adanya peluang kerja
sebanyak 150 orang, akan menimbulkan peluang
berusaha bagi warga sekitar seperti penjual
makanan, warung, dan lain-lain, karena
berdasarkan monografi Kelurahan Komet, April
2016, terdapat 12,5 % warga Komet yang berstatus
pengangguran dan 12,8 % warga Komet yang
bestatus fakir miskin sehingga dampak peningkatan
kesempatan kerja dan berusaha akibat mobilisasi
tenaga kerja termasuk dampak penting hipotetik.
8 Perubahan Mobilisasi Alat Berat Dampak perubahan pola penyakit akibat mobilisasi
Pola dan Material
Penyakit alat berat dan material merupakan dampak turunan
dari dampak kegiatan mobilisasi alat berat dan
material tidak menjadi dampak penting hipotetik,
sehingga dampak perubahan pola penyakit tidak

Pelingkupan 88
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

menjadi dampak penting hipotetik.


9 Peningkatan debu akibat mobilisasi alat berat dan
material akan menurunkan tingkat kebersihan
lingkungan, selain itu kegiatan lain yang dapat
menurunkan tingkat kebersihan lingkungan adalah
sampah sisa kontruksi. Kontraktor yang ditunjuk
akan disyaratkan untuk menjaga kebersihan areal
kerja termasuk kegiatan mobilisasi alat berat dan
material, sehingga dengan demikian dampak
gangguan terhadap kebersihan lingkungan akibat
mobilisasi alat berat dan material tidak tergolong
Gangguan
Terhadap dampak penting hipotetik.
Kebersihan Mobilisasi Alat Berat
Lingkungan dan Material
Tahap
Operasiona
l
1 Perubahan - Kegiatan - Operasional bongkar muat pada kawasan
Kualitas Bongkar Muat
Udara pembangunan EXO Mall terdiri dari bongkar
- Aktivitas Lalu
Lintas muat bahan-bahan material yang digunakan
dalam pembangunan. Untuk mendukung semua
kegiatan operasional tersebut akan disediakan
alat-alat bongkar muat. Emisi dari peralatan

Pelingkupan 89
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

peralatan tersebut relatif kecil dengan demikian


dampak perubahan kualitas udara akibat
kegiatan bongkar muat tidak menjadi dampak
penting hipotetik.
- Jaringan jalan akan memanfaatkan jaringan
Jalan Ahmad Yani. Jalan ini akan menyatu
dengan Jalan kawasan. Dengan adanya
kegiatan pengangkutan material maka terjadi
peningkatan kemacetan lalu lintas. Namun
berdasarkan hasil pengukuran kualitas udara,
secara umum masih di bawah baku mutu yang
ditetapkan. Dengan adanya penambahan5 unit
truk /hari, belum diketahui dampaknya
terhadap konsentrasi debu (TSP), CO, SO2 dan
NO2, sehingga dengan demikian dampak ini
menjadi dampak penting hipotetik.
2 Peningkatan - Kegiatan - Operasional bongkar muat pada kawasan
Kebisingan Bongkar Muat pembangunan EXO Mall akan terdiri dari
- Pengadaan bongkar muat bahan-bahan material. Semua
kegiatan tersebut dilakukan di areal yang telah
Sumber Energi disiapkan. Berdasarkan rona lingkungan hidup
- Aktivitas Lalu pada Pembangunan EXO Mall tingkat kebisingan
Lintas sudah di atas baku mutu, sehingga dengan
mengambil data tersebut, diperkirakan kegiatan
bongkar muat akan peningkatan kebisingan.
Dengan mempertimbangkan lokasi masyarakat

Pelingkupan 90
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

yang terkena dampak kurang lebih 2 Km, maka


dampak ini tidak termasuk dampak penting
hipotetik.
- Kegiatan pengadaan energi cadangan berupa
genset yang diletakan dalam bangunan khusus
tidak menimbulkan kebisingan yang signifikan,
dengan demikian dampak peningkatan
kebisingan akibat pengadaan sumber energi
merupakan bukan dampak penting hipotetik.
- Dengan adanya peningkatan kemacetan
diperkirakan akan menimbulkan dampak EXO
Mall saat ini dimana tingkat kebisingan sudah
diatas baku mutu yang ditetapkan yaitu 70 dBA
(rata-rata 73 dBA), dengan mempertimbangkan
jarak terhadap masyarakat yang menerima
dampak yang berjarak 2 Km, maka dampak
peningkatan kebisingan akibat aktivitas lalu
lintas tidak merupakan dampak penting hipotetik.
3 Peningkatan - Kegiatan - Kegiatan bongkar muat dilakukan secara hati-hati
Getaran Bongkar Muat sehingga dampak getaran akibat kegiatan
- Aktivitas Lalu bongkar muat tidak menjadi dampak penting
hipotetik karena jarak ke pemukiman terdekat
Lintas adalah 2 Km.
- Aktivitas kendaraan pengangkut yang melalui
jalan akses akan menimbulkan getaran, namun
dampaknya diperkirakan tidak berdampak pada
masyarakat sekitar karena jaraknya yang cukup
jauh (2 Km), selain itu juga terlihat dari hasil
prasurvey dan konsultasi publik, bahwa
masyarakat sekitar tidak khawatir dengan
dampak getaran, sehingga dengan demikian
dampak getaran akibat aktivitas lalu lintas tidak
menjadi dampak penting hipotetik.

Pelingkupan 91
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

4 Gangguan Aktivitas Lalu Lintas Aktivitas lalu lintas pada tahap operasi adanya Peningkatan
Lalu Lintas
Darat peningkatan jumlah kendaraan yang disebabkan Kemacetan
oleh masyarakat yang ingin melakukan
perbelanjaan di EXO Mall serta masyarakat yang
hanya ingin melintas sehingga dapat menimbulkan
kemacetan. Dengan demikian aktivitas lalu lintas
dapat menjadi dampak penting hipotetik.
5 Perubahan Mobilisasi Tenaga Tenaga kerja yang akan bekerja kegiatan Operasional Persepsi
Persepsi Kerja Terminal Kalibaru diperkirakan sebanyak 713 orang.
Masyarakat Pada konsultasi publik, masyarakat meminta agar Masyarakat
diprioritaskanuntuk bekerja. Berdasarkan data
monografi Kelurahan Komet April 2016, terdapat ±
25,3% masyarakat Kelurahan Komet yang berstatus
pengangguran dan fakir miskin. Dengan demikian
dampak perubahan persepsi masyarakat akibat
mobilisasi tenaga kerja merupakan dampak penting
hipotetik
6 Peanningkat Mobilisasi Tenaga Tenaga kerja yang akan bekerja kegiatan Kesempatan
Kesempatan Kerja Pembangunan EXO Mall diperkirakan sebanyak 713
Kerja dan orang. Pada konsultasi publik, masyarakat meminta Kerja dan
Berusaha agar diprioritaskan untuk bekerja. Adanya peluang
kerja sebanyak 713 orang, akan menimbulkan Berusaha
peluang berusaha bagi warga sekitar, sekitar seperti
penjual makanan, warung, dan lain-lain. Karena
berdasarkan monografi Kelurahan Sungai Besar,
April 2016, terdapat 12,5 % warga Kalibaru yang
berstatus pengangguran dan 12,8 % warga Sungai
Besar yang bestatus fakir miskin, sehingga dampak
peningkatan kesempatan kerja dan berusaha akibat
mobilisasi tenaga kerja termasuk dampak penting

Pelingkupan 92
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

hipotetik.
7 Perubahan - Kegiatan - Kegiatan bongkar muat diperkirakan akan
Pola Bongkar Muat
Penyakit memindahkan vektor penyakit seperti tikus,
- Aktivitas Lalu
Lintas serangga dari luar negeri, namun berdasarkan
analogi dengan kegiatan pembangunan EXO
Mall dimana tidak pernah ditemukan
perubahan pola penyakit akibat kegiatan
bongkar muat, melalui vektor penyakit, maka
tidak menjadi dampak penting hipotetik
- Jaringan jalan akan memanfaatkan jaringan
Jalan Ahmad Yani. Jalan iniakan menyatu
dengan Jalan kawasan. Pada tahap operasional
akan menimbulkan bangkitan kendaraan
pengangkut container. Data rona lingkungan
hidup awal menyatakan bahwa debu
merupakan parameter polutan udara yang
memenuhi baku mutu dan jarak dengan
pemukiman terdekat ± 2 km, sehingga tidak
berpotensi menimbulkan ISPA, walaupun hal
ini sesuai dengan laporan 10 penyakit
terbanyak dari Puskesmas , bahwa ISPA

Pelingkupan 93
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

merupakan pola penyakit terbanyak di wilayah


sekitar. Dengan demikian dampak ini tidak
termasuk dampak penting hipotetik.
8 Gangguan Pengadaan Air Kebutuhan air EXO Mall kan disuplai dari unit
Terhadap Bersih
Kebersihan pengolahan air yang terletak di reserved area,
Aktivitas Jual Beli
Lingkungan
Fasilitas ini akan dibangun untuk memenuhi
kebutuhan air bersih domestik. Pembangunan unit
pengolahan air bersih dilakukan secara bertahap
sesuai dengan kebutuhan operasional EXO Mall.
Kebersihan lingkungan EXO Mall merupakan
komponen penting dalam kehidupan masyarakat
sekitarnya Berdasarkan hasil pra survey dan
sosialisasi masyarakat tidak mengkhawatirkan
adanya penurunan air bersih, dengan demikian
dampak gangguan terhadap kebersihan lingkungan
akibat Pengadaan Air Bersih tidak merupakan
dampak penting hipotetik.

Pelingkupan 94
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru
Kota Banjarbaru

Tabel 2.56 Hasil Evaluasi Dampak Potensial Menjadi Dampak Penting Hipotetik
No Dampak Penting Hipotetik Sumber
A Tahap Pra Konstruksi
1 Gangguan Lalu Lintas Pembongkaran dan
Pembersihan Lahan
2 Hilangnya Pendapatan Pembebasan Lahan
B Tahap Konstruksi
1 Gangguan Terhadap Lalu Lintas Darat Mobilisasi Alat Berat dan
Material
2 Perubahan Persepsi Masyarakat - Mobilisasi Tenaga Kerja
- Mobilisasi Alat Berat dan
Material
3 Peningkatan Kesempatan Kerja dan Mobilisasi Tenaga Kerja
Berusaha
C Tahap Operasional
1 Gangguan Lalu Lintas Darat Aktivitas Lalu Lintas
2 Perubahan Persepsi Masyarakat Mobilisasi Tenaga Kerja
3 Peanningkat Kesempatan Kerja dan Mobilisasi Tenaga Kerja
Berusaha

2.4.3 Klasifikasi dan Prioritas Dampak Penting


Pelingkupan yang dilakukan pada tahap ini bertujuan untuk mengelompokkan/
mengorganisir dampak penting yang telah dirumuskan dari tahap sebelumnya dengan maksud
agar diperoleh klasifikasi dan prioritas dampak penting hipotetik yang akan dikaji lebih lanjut
dalam dokumen AMDAL. Penentuan klasifikasi dan prioritas dampak mengunakan mekanisme
pendapat para ahli, hasil pemantauan yang sudah dilakukan, dalam hal ini laporan implementasi
pelaksanaan RKL RPL Pusat Perbelanjaan EXO Mall, masukan masyarakat dalam konsultasi
publik, dan analogi dengan kegiatan sejenis, dalam hal ini adalah Pusat Perbelanjaan EXO Mall.
Dampak-dampak penting hipotetik yang timbul walaupun mempunyai klasifikasi berbeda,

Pelingkupan 95
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru
Kota Banjarbaru

namun mempunyai prioritas yang sama untuk dikelola. Berikut adalah hasil klasifikasi dan
prioritas dampak penting ;
Tabel 2.57 Penentuan Klasifikasi dan Prioritas Dampak Penting Hipotetik
No Dampak Penting Sumber Alasan Penentuan
Hipotetik Klasifikasi dan Prioritas
Dampak Penting
Hipotetik
A Tahap Pra
Konstruksi
I Perubahan Kondisi Karena klasifikasi dampak
Sosial Ekonomi hanya satu, maka
Masyarakat perubahan kondisi sosial
1 Perubahan Persepsi Pembebasan ekonomi masyarakat
Masyarakat Lahan menjadi prioritas pertama
2 Hilangnya Pendapatan Pembebasan dampak penting hipotetik
Lahan
B Tahap Konstruksi
I Perubahan Kondisi Pemilihan prioritas pertama
Sosial Ekonomi terhadap dampak sosial
1 Perubahan Persepsi Mobilisasi ekonomi didasari bahwa
Masyarakat Tenaga Kerja perubahannya yang sulit
2 Peningkatan Mobilisasi diprediksi karena setiap
Kesempatan Kerja dan Tenaga Kerja masyarakat yang terkena
Berusaha dampak mempunyai
persepsi sendiri yang akan
saling mempengaruhi
dalam satu komunitas.
II Perubahan Fisika Pemilihan prioritas kedua
Kimia terhadap dampak ini

Pelingkupan 96
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru
Kota Banjarbaru

1 Peningkatan Aktivitas Lalu disebabkan dampak relatif


Kemacetan Lintas dapat dikelola
C Tahap Operasi
I Perubahan Kondisi Karena klasifikasi dampak
Sosial Ekonomi hanya satu, maka
1 Peerubahan Persepsi Mobilisasi perubahan kondisi sosial
Masyarakat Tenaga Kerja ekonomi masyarakat
2 Peningkatan Mobilisasi menjadi prioritas pertama
Kesempatan Kerja dan Tenaga Kerja dampak penting hipotetik
Berusaha
II Perubahan Fisika Pemilihan prioritas kedua
Kimia terhadap dampak ini
1 Peningkatan Debu Aktivitas Lalu disebabkan dampak relatif
(TSP), CO, SO2, dan Lintas dapat dikelola
NO2
2 Peningkatan Aktivitas Lalu
Kemacetan Lintas

Setelah melalui tahapan pelingkupan, dampak penting hipotetik yang timbul sebagai akibat
dari rencana kegiatan adalah:

A. Tahap Pra Konstruksi


1. Perubahan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat
a. Perubahan Persepsi Masyarakat
b. Hilangnya Pendapatan
B. Tahap Konstruksi
1. Perubahan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat
a. Perubahan Persepsi Masyarakat
b. Peningkatan Kesempatan Kerja dan Berusaha
2. Perubahan Fisika Kimia

Pelingkupan 97
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru
Kota Banjarbaru

a. Peningkatan Kemacetan
C. Tahap Operasi
1. Perubahan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat
a. Perubahan Persepsi Masyarakat
b. Peningkatan Kesempatan Kerja dan Berusaha

2. Perubahan Fisika Kimia


a. Perubahan Konsentrasi Debu (TSP), CO, SO2, dan NO2
b. Peningkatan Konsentrasi Fenol
c. Peningkatan Kemacetan

2.5 Batas Wilayah Studi dan Batas Waktu Kajian


Penentuan batas wilayah Studi Analisis Dampak Lingkungan Pusat Perbelanjaan EXO Mall
ditekankan pada pertimbangan luas daerah yang terkena dampak kegiatan proyek pada setiap
tahapan kegiatan. Batas wilayah studi merupakan resultante dari batas kegiatan proyek, batas
ekologis, batas sosial dan batas administrasi dengan memperhatikan batas teknis yang meliputi
keterbatasan sumberdaya, waktu, dana, teknik dan metoda telaahan. Dasar penentuan wilayah
studi secara rinci dapat dikemukakan sebagai berikut:
 Batas Proyek
Batas kegiatan proyek mencakup seluruh areal yang diperuntukkan kegiatan Pusat
Perbelanjaan EXO Mall. Lahan kegiatan seluas 5 Ha.
 Batas Ekologis
Batas ekologis adalah ruang persebaran Pusat Perbelanjaan EXO Mall dan perkiraan
sebaran dampak suatu rencana kegiatan berdasarkan media transportasi limbah (air,
udara), dimana proses alami yang terjadi dalam ruang tersebut diperkirakan akan
mengalami perubahan mendasar.
 Batas Sosial
Batas sosial adalah ruang disekitar tempat rencana kegiatan yang merupakan tempat
berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tertentu yang
sudah mapan (termasuk sistem dan struktur sosial), sesuai dengan proses dinamika sosial

Pelingkupan 98
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru
Kota Banjarbaru

suatu kelompok masyarakat, yang diperkirakan akan mengalami perubahan mendasar


akibat Pusat Perbelanjaan EXO Mall. Mengingat dampak lingkungan hidup menyebar
tidak merata, sehingga batas sosial ditetapkan dengan membatasi permukiman-
permukiman yang diprakirakan akan terkena dampak lingkungan. Batas sosial meliputi
wilayah permukiman penduduk Kelurahan Komet dan sekitarnya.
 Batas Administratif
Batas administratif dimaksudkan sebagai ruang dimana masyarakat dapat secara leluasa
melakukan kegiatan sosial ekonomi dan sosial budaya sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Batas ruang dimaksud berupa batas ruang secara
adminstratif yaitu batas administrasi Kelurahan Komet.
 Batas Waktu Kajian
Batas waktu kajian dalam KA ANDAL merupakan tingkat kemampuan dalam proses
analisis dampak penting dan kemampuan pelaksanaan dalam mengelola dan memantau
lingkungan. Batasan dalam proses ANDAL adalah :
a. Keakuratan data dan pengukuran parameter lingkungan
b. Perubahan dinamika sosial ekonomi yang sangat cepat di wilayah Banjarbaru Utara,
khususnya di sekitar kawasan EXO Mall.

Sedangkan keterbatasan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan dipengaruhi oleh


akurasi peralatan laboratorium dan perkembangan teknologi, sehingga mempengaruhi biaya
pengelolaan dan pemantauan lingkungan.

Berdasarkan keterbatasan–keterbatasan tersebut serta melihat dampak dari kegiatan pra


konstruksi, konstruksi, dan operasi, maka batas waktu kajian dapat dipenuhi dengan asumsi :

1. Perubahan rona lingkungan hidup tanpa ada kegiatan


2. Kebijakan pemerintah tidak berubah
3. Sistem dan intensitas kegiatan tidak berubah

Pelingkupan 99
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

Tabel. 2.58 Batas Waktu Kajian

No Dampak Penting Hipotetik Sumber Batas Waktu Alasan Penentuan Batas Waktu Kajian
Kajian

A Tahap Pra Konstruksi

I Perubahan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat

2 bulan Pembebasan lahan direncanakan akan


1 Perubahan Persepsi Masyarakat Pembebasan Lahan dilakukan selama 2 bulan

2 bulan Pembebasan lahan direncanakan akan


2 Hilangnya Pendapatan Pembebasan Lahan dilakukan selama 2 bulan

B Tahap Konstruksi

I Perubahan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat


Mobilisasi Tenaga Pekerjaan konstruksi selama 10 bulan akan
1 Perubahan Persepsi Masyarakat Kerja 10 bulan selalu membutuhkan pekerja

Peningkatan Kesempatan Kerja dan Pekerjaan konstruksi selama 10 bulan akan


2 Berusaha Mobilisasi Tenaga Kerja 10 bulan selalu membutuhkan pekerja

II Perubahan Fisika Kimia


Aktivitas pengangkutan material bahan
bangunan serta alat berat dilakukan selama
1 Peningkatan Kemacetan Aktivitas Lalu Lintas 1 tahun 1 tahun pertama

C Tahap Operasi
I Perubahan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat
Mobilisasi tenaga kerja akan dilakukan
1 Perubahan Persepsi Masyarakat Mobilisasi Tenaga Kerja 1 tahun selama 1 tahun pertama

Pelingkupan 100
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

Peningkatan Kesempatan Kerja dan Mobilisasi tenaga kerja akan dilakukan


2 Berusaha Mobilisasi Tenaga Kerja 1 tahun selama 1 tahun pertama
II Perubahan Fisika Kimia
Perkembangan wilayah Banjarbaru
berkembang sangat cepat dan signifikan,
Peningkatan Debu(TSP), CO, SO2 dan sehingga batas waktu kajian selama 5 tahun
1 NO2 Aktivitas Lalu Lintas 5 tahun dirasa cukup memadai
Perkembangan wilayah Banjarbaru
berkembang sangat cepat dan signifikan,
2 Peningkatan Kemacetan Aktivitas Lalu Lintas 5 tahun sehingga batas waktu kajian selama 5 tahun

Pelingkupan 101
KA ANDAL
Pembangunan EXO MALL Jl. Ahmad Yani. Kelurahan Komet. Kecamatan Banjrabaru Utara, Banjarbaru Kota Banjarbaru

Gambar 2.1 Peta Batas Wilayah

Pelingkupan 102