Anda di halaman 1dari 73

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Pernyataan Maksud dan Tujuan Pelaksanaan


1.1.1 Maksud Pernyataan Pelaksana RKL-RPL
Tersusunnya arahan mengenai upaya penanganan/pengelolaan dampak dan pemantauan
komponen lingkungan hidup yang terkena dampak terhadap keseluruhan dampak penting dari
aktifitas pembangunan mall PT. Aigo Bersaudara dan bukan dampak penting yang
memerlukan pengelolaan dan pemantauan disertai dengan rencana pengelolaan serta
pemantauan lingkungan hidup.

1.1.2. Tujuan Pernyataan Pelaksana RKL-RPL


a. Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup bertujuan:
Pengelolaan lingkungan hidup yang bersifat meningkatkan dampak positif sehingga
dampak tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar baik kepada pemrakarsa
maupun pihak lain (terutama masyarakat sekitar) yang terkena dampak positif;
Menghindari/mencegah terjadinya dampak negatif terhadap lingkungan hidup sekitar
dari aktivitas pertambangan batubara;
Menanggulangi, meminimalisasi/mengendalikan dampak negatif baik yang timbul pada
saat usaha dan atau kegiatan;

b. Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup, bertujuan untuk:


1. Menyempurnakan pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan sebagaimana tertuang
didalam dokumen yang telah disepakati rencana pengelolaan lingkungan hidup agar
penanggulangan dampak dapat dilakukan se-efektif dan se-efesien mungkin dengan
pendekatan teknologi, sosial dan ekonomi serta institusional yang ada;
2. Mengevaluasi tingkat keberhasilan pengelolaan yang dilakukan terhadap pengelolaan
dampak penting dan penggunaan metode dan cara yang digunakan dalam pengelolaan;
3. Mengevaluasi tingkat: penaatan, kecenderungan dan tingkat kritis pada tahap
pengelolaan lingkungan hidup;

1.2. Pernyataan Kebijakan Lingkungan


Sejalan dengan komitmen untuk tujuan keberlangsungan kegiatan yang berwawasan
lingkungan dan berkelanjutan, pemrakarsa menyusun dokumen RKL-RPL yang akan
digunakan sebagai dasar dalam melasanakan program pengelolaan lingkungan. Sistematika

1
penyusunan dokumen ini didasarkan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 16 tahun
2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup (Lampiran III Tentang
Rencana Penyusunan Dokumen RKL-RPL).
Pengelolaan yang telah dilakukan terhadap dampak yang ditimbulkan dari beberapa peralatan
di lokasi pembangunan telah cukup mengurangi pencemaran udara dan meningkatkan tingkat
kebersihan jalan raya walupun masih kurang maksimal. Penurunan kualitas udara dan
peningkatan kebisingan tetap sulit untuk dikesampingkan karena pengelolaan yang ada tidak
mampu mengembalikan kondisi lingkungan sekitar pada keadaan semula sebelum proses
pembangunan berlangsung. Untuk menentukan sejauh apa tingkat pencemaran yang terjadi
perlu dilakukan proses pemantauan lingkungan. Dalam proses RPL perlu ditetapkan tolak
ukur dampak, dalam hal ini dapat digunakan Baku Mutu Kualitas Udara Ambien,
berdasarkan kepada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup (Kep.02/MENKELH/11/1996).
Parameter kualitas ra yang akan diukur adalah : debu, NOx, SO2, CO, HC, selain itu
dilakukan pengukuran intensitas kebisingan.

2
BAB II

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

Rencana pembangunan mall beserta sarana dan prasarananya akan didirikan pada
tanah seluas 5 Ha. Secara umum, mall terdiri dari bangunan utama dan bangunan pendukung
lain berupa rumah toko, taman bermain (RTH), tempat parkir dan IPAL. Bangunan utama
terdiri dari 3 Lantai dengan luas bangunan 20.000 m2, kemudian akan dibuat sebanyak 45
buah rumah toko dengan luas bangunan beragam pada masing-masing toko. Untuk taman
bermain atau ruang terbuka hijau direncanakan seluas 5000 m2, untuk tempat parkir seluas
15.000 m2 dan untuk IPAL seluas 2500 m2.
Sebagai langkah awal dalam proses penyusunan Dokumen AMDAL, maka diperlukan
penyusunan Dokumen Kerangka Acuan yang menitikberatkan pada proses pelingkupan dan
hasil proses pelingkupan terhadap dampak penting yang akan terjadi serta batasan wilayah
studi dan batas kajian. Dokumen Kerangka Acuan akan menjadi acuan dalam pelaksanaan
studi ANDAL yang selanjutnya akan ditindak lanjuti dengan Rencana Pengelolaan
Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL).
Pengembangan PT. Aigo Bersaudara ini merupakan kegiatan tunggal karena rencana kegiatan
yang dikembangkan adalah untuk kegiatan Mall saja sehingga sistematika penyusunan
dokumen AMDAL dilakukan berdasarkan pendekatan studi AMDAL tunggal sebagaimana
ketentuan Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 2012 pasal 8 huruf 2 dan Dokumen
Lingkungan disusun berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 16 Tahun 2012.

3
Matrik Rencana Pengelolaan Lingkungan Exo Mall

Lokasi Periode Institusi Pengelolaan Lingkungan


Jenis Tolok Ukur Tujuan Pengelolaan Rencana Pengelolaan Pengelolaan Pengelolaan
Sumber Dampak
Dampak Dampak Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Lingkungan
Hidup Hidup Pelaksana Pengawas Pelaporan
III.1 TAHAP PRAKONSTRUKSI
III.1.1 Sosialisasi
Munculnya sosialisasi Adanya Mencegah dan/atau Jalan Ahmad Dilakukan 1 PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
sikap dan kekawatiran, meminimalkan  Mengundang Yani KM 36.8 kali, sebelum Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
persepsi harapan dan munculnya sikap seluruh atau yang Banjarbaru kegiatan u
 BLH
masyarakat penolakan penolakan warga mewakili komponen Utara konstruksi
Provinsi
terhadap proyek masyarakat terhadap masyarakat di
Kalimanta
rencana kegiatan dan sekitar rencana n Selatan
melakukan koordinasi kegiatan yang
dengan instansi terkena dampak.
setempat.  Melibatkan
berbagai instansi
terkait seperti
tokoh masyarakat,
RT/RW, wakil
lembaga
kemasyarakatan,
aparat
pemerintahan
kelurahan dan
kecamatan dalam
kegiatan
sosialisasi.
III.1.2 Rekruitmen Tenaga
Kerja
Peluang Penerimaan Jumlah dan Mengoptimalisasikan  Memberikan Jalan Ahmad Kegiatan PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Kerja dan Tenaga Kerja Persentase penerimaan penduduk informasi tentang Yani KM 36.8 Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
Berusaha penduduk Banjarbaru sosialisasi u
lokal menjadi pekerja peluang kerja  BLH
setempat yang Utara yang akan Provinsi
bisa diserap
secara transparan dilakukan 1 Kalimanta
bekerja di Mall n Selatan

4
kepada warga kali, sebelum
masyarakat kegiatankons
 Memprioritaskan truksi.
penerimaan tenaga
kerja dari
penduduk lokal
sesuai kualifikasi
yang dibutuhkan.
 Hubungan kerja
berdasarkan
kontrak.

Perubahan Kegiatan Jumlah keluhan, Mencegah dan/atau -Memberikan Lokasi Kegiatan PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Pendapatan protes, meminimalkan informasi secara pengelolaan sosialisasi Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
sosialisasi u
kekhawatiran, munculnya sikap transparan terkait lingkungan yang akan  BLH
rencana Provinsi
kecemasan dan penolakan warga dengan rencana hidup bertempat dilakukan 1 Kalimanta
pembangunan
sikap penolakan masyarakat terhadap kegiatan di Jalan Perintis kali, sebelum n Selatan
maldan
warga rencana kegiatan dan pembangunan mal Kemerdekaan, kegiatan
fasilitas
masyarakat melakukan koordinasi dan fasilitas Jalan Gaharu konstruksi.
penunjangnya terhadap dengan instansi penunjangnya dan jalan Timor
rencana setempat. -Mengundang seluruh
kegiatan. atau yang mewakili
komponen
masyarakat sekitar
rencana kegiatan
-Melibatkan berbagai
instansi terkait
seperti tokoh

5
masyarakat, RT/RW,
wakil lembaga
kemasyarakatan,
aparat pemerintahan
kelurahan dan
kecamatan dalam
kegiatan sosialisasi.

Terjadinya Kegiatan Jumlah keluhan, Mencegah dan/atau -Memberikan Lokasi Kegiatan PT. Aigo BLH Kota  BLH Kota
Konflik sosialisasi protes, meminimalkan informasi secara pengelolaan sosialisasi Bersaudara Medan Banjarbar
Sosial kekhawatiran, u
rencana munculnya sikap transparan terkait lingkungan hidup yang akan  BLH
kecemasan dan
Provinsi
pembangunan sikap penolakan penolakan warga dengan rencana bertempat di dilakukan 1 Kalimanta
warga n Selatan
mal dan fasilitas masyarakat masyarakat terhadap kegiatan Jalan Perintis kali, sebelum
penunjangnya terhadap rencana rencana kegiatan dan pembangunan mal Kemerdekaan, kegiatan
kegiatan melakukan koordinasi dan fasilitas Jalan Gaharu konstruksi
dengan instansi penunjangnya dan jalan Timor
setempat
III.2 KONTRUKSI
III.2.1 Mobilisasi Material dan
Alat Berat
Penurunan Peningkatan Keputusan Mencegah atau  Kendaraan Jalan Ahmad Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
kualitas debu (PM2,5) dari Gubernur DIY meminimalkan pengangkut Yani KM 36.8 kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
udara Banjarbaru u
kegiatan No. 153 Tahun tingkat pencemaran material dan mobilisasi  BLH
Utara
Provinsi
mobilisasi 2002 tentang udara akibat peralatan peralatan dan Kalimanta
peralatan dan Baku Mutu meningkatnya menggunakan material n Selatan

material saat Udara Ambient kandungan debu penutup bak berlangsung


konstruksi Daerah di (PM2,5) kendaraan saat pada tahap

Propinsi DIY pengangkutan konstruksi

(PM2,5< 65 material

6
µg/m3) berlangsung pada
saat konstruksi.
 Mengatur
kecepatan
kendaraan
pengangkut
material dan
peralatan (≤ 30
km/jam) dan
frekuensinya pada
saat melewati
permukiman.
 Wajib lulus uji
emisi bagi
kendaraan proyek
yang akan
digunakan saat
aktivitas mobilisasi
material dan
kendaraan
Peningkatan Aktivitas Keputusan Meminimalisir  Mengatur Jalan Ahmad Selama PT. Aigo BLH Kota  BLH Kota
Kebisingan mobilisasi Gubernur DIY Yani KM 36.8 kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
dampak kebisingan kecepatan u
Banjarbaru
peralatan dan No. 176 Tahun akibat dari aktivitas kendaraan mobilisasi  BLH
Utara
Provinsi
material yang 2003 tentang pengangkut material peralatan dan Kalimanta
mobilisasi peralatan
mengakibatkan Baku Tingkat dan peralatan material n Selatan
dan material agar
peningkatan Getaran, hingga ≤ 30 km/jam berlangsung
tidak melebihi baku
kebisingan Kebisingan dan pada saat melewati pada tahap
tingkat kebisingan
Kebauan di pemukiman di konstruksi

Propinsi DIY dalam batas wilayah

7
(tingkat studi.
kebisingan untuk  Perawatan
perdagangan < kendaraan
70 dBA, pengangkut material
permukiman < secara rutin
55 dbA, sekolah
< 55 dBA)

Peningkatan Aktivitas pekerja Jumlah potensi Meminimalisir  Mengatur Jalan Ahmad Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Kemacetan dan alat berat, konflik akibat dampak kemacetan Yani KM 36.8 kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
kecepatan u
keluar masuk persinggungan Banjarbaru
akibat dari aktivitas mobilisasi  BLH
material pergerakan lalu kendaraan Utara
Provinsi
lintas umum mobilisasi peralatan peralatan dan
pengangkut Kalimanta
dengan material n Selatan
kendaraan dan material agar material dan
pekerja proyek tidak mengganggu berlangsung
peralatan hingga ≤
dan jenis pengguna jalan pada tahap
kendaraan serta 30 km/jam pada
umum konstruksi
muatan
saat melewati
kendaraan
pengangkut pemukiman di
material dan
dalam batas
peralatan proyek
wilayah studi.
 Mengatur dan
melihat kondisi
sekitar pada saat
mobilisasi alat
berat dan
angkutan berjalan
Perubahan Kegiatan Jumlah keluhan Meminimalkan  Penutupan bak
Jalan Ahmad Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Sikap dan mobilisasi dan protes warga persepsi negatif kendaraan Yani KM 36.8 kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
Persepsi peralatan dan Banjarbaru u
masyarakat masyarakat terhadap pengangkut material Utara mobilisasi  BLH
Masyarakat material
Provinsi

8
karena proyek dan (dump truck). peralatan dan Kalimanta
n Selatan
meningkatnya melakukan koordinasi  Penyiraman ban material
kadar debu, dengan tokoh saat keluar dari berlangsung
emisi kendaraan masyarakat dan lokasi tapak proyek. pada tahap
mobilisasi, pemerintah setempat  Mengatur frekuensi konstruksi
kebisingan, dan kecepatan lalu
kemacetan dan lintas.
ketidaknyamana  Menempatkan
n masyarakat. petugas pengatur
arus lalulintas
Kesehatan Aktivitas -Kepmenkes No. Meminimalisir korban  Penutupan material Area pemukiman Selama PT. Aigo BLH Kota  BLH Kota
dan Bersaudara Banjarbaru, Banjarbar
mobilisasi 1405/Menkes/SK kecelakaan kerja dan menggunakan terpal dan di dalam kegiatan Pra- u, Dinas
keselamata
n Kerja peralatan dan /XI/2002 menghindari sehingga debu tidak proyek Konstruksi, Dinas Kesehatan
Kota
material Tentang penurunan kesehatan bertebaran saat Konstruksi, Kesehatan Banjarbar
Persyaratan mobilisasi kendaraan Operasional Kota u, Dinas
Perhubun
Kesehatan berat dan material Banjarbaru gan Kota
Lingkungan Kerja dilakukan.  Banjarbar
u
Perkantoran dan  Pekerja
Industri. menggunakan
-PP 41 Tahun perlengkapan kerja
1999 tentang yang berupa Helm,
Pengendalian Sepatu Safty dan
Pencemaran rompi pekerja sesuai
Udara di dengan posisi.
Lampiran (Baku  Aktivitas mobilisasi
Mutu Udara kendaraan yang
Ambien Nasional) mengakibatkan
-Peningkatan kebisingan dilakukan
jumlah pada siang hari dan

9
masyarakat yang tengah malam pada
mengalami saat tingkat
gangguan kepadatan lalu lintas
kesehatan akibat turun
penurunan
tingkat kualitas
udara dan
kebisingan di
pusat layanan
kesehatan
terdekat
(Polindes, Balai
Pengobatan,
Puskesmas)

Mobilisasi Tenaga Kerja   

Penurunan Peningkatan Keputusan Mencegah atau  Kendaraan Jalan Ahmad Selama PT. Aigo BLH Kota  BLH Kota
kualitas debu (PM2,5) dari Gubernur DIY meminimalkan pengangkut Yani KM 36.8 kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
udara Banjarbaru u
kegiatan No. 153 Tahun tingkat pencemaran material dan mobilisasi  BLH
Utara
Provinsi
mobilisasi 2002 tentang udara akibat peralatan peralatan dan Kalimanta
peralatan dan Baku Mutu meningkatnya menggunakan material n Selatan

material saat Udara Ambient kandungan debu penutup bak berlangsung

konstruksi Daerah di (PM2,5) kendaraan saat pada tahap

Propinsi DIY pengangkutan konstruksi

(PM2,5< 65 material
µg/m3) berlangsung pada
saat konstruksi.
 Mengatur
kecepatan

10
kendaraan
pengangkut
material dan
peralatan (≤ 30
km/jam) dan
frekuensinya pada
saat melewati
permukiman.
 Wajib lulus uji
emisi bagi
kendaraan proyek
yang akan
digunakan saat
aktivitas mobilisasi
material dan
kendaraan
Peningkatan Aktivitas Keputusan Mencegah atau  Kendaraan Jalan Ahmad Selama PT. Aigo BLH Kota  BLH Kota
Kebisingan mobilisasi meminimalkan pengangkut Yani KM 36.8 kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
Gubernur DIY u
Banjarbaru
peralatan dan No. 176 Tahun tingkat pencemaran material dan mobilisasi  BLH
Utara
Provinsi
material yang udara akibat peralatan peralatan dan Kalimanta
2003 tentang
mengakibatkan meningkatnya menggunakan material n Selatan
Baku Tingkat
peningkatan kandungan debu penutup bak berlangsung
Getaran,
kebisingan (PM2,5) kendaraan saat pada tahap
Kebisingan dan
pengangkutan konstruksi
Kebauan di
material
Propinsi DIY
berlangsung pada
(tingkat
saat konstruksi.
kebisingan untuk
 Mengatur
perdagangan < kecepatan

11
70 dBA, kendaraan
permukiman < pengangkut
55 dbA, sekolah material dan

< 55 dBA) peralatan (≤ 30


km/jam) dan
frekuensinya pada
saat melewati
permukiman.
 Wajib lulus uji
emisi bagi
kendaraan proyek
yang akan
digunakan saat
aktivitas mobilisasi
material dan
kendaraan
Peningkatan Aktivitas pekerja Jumlah potensi Meminimalisir  Mengatur Jalan Ahmad Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Kemacetan dan alat berat, konflik akibat dampak kemacetan Yani KM 36.8 kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
kecepatan u
keluar masuk persinggungan Banjarbaru
akibat dari aktivitas kendaraan mobilisasi  BLH
material pergerakan lalu Utara
Provinsi
lintas umum mobilisasi peralatan peralatan dan
pengangkut Kalimanta
dengan material n Selatan
kendaraan dan material agar material dan
pekerja proyek tidak mengganggu berlangsung
peralatan hingga ≤
dan jenis pengguna jalan pada tahap
kendaraan serta 30 km/jam pada
umum konstruksi
muatan
saat melewati
kendaraan
pengangkut pemukiman di
material dan
dalam batas
peralatan proyek
wilayah studi.
 Mengatur dan

12
melihat kondisi
sekitar pada saat
mobilisasi alat
berat dan
angkutan berjalan
Perubahan Kegiatan Jumlah keluhan Meminimalkan  Penutupan bak Jalan Ahmad Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Sikap dan mobilisasi dan protes warga persepsi negatif kendaraan Yani KM 36.8 kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
Persepsi peralatan dan Banjarbaru u
masyarakat masyarakat terhadap pengangkut material Utara mobilisasi  BLH
Masyarakat material
Provinsi
karena proyek dan (dump truck). peralatan dan Kalimanta
meningkatnya melakukan koordinasi  Penyiraman ban material n Selatan
kadar debu, dengan tokoh saat keluar dari berlangsung
emisi kendaraan masyarakat dan lokasi tapak proyek. pada tahap
mobilisasi, pemerintah setempat  Mengatur frekuensi konstruksi
kebisingan, dan kecepatan lalu
kemacetan dan lintas.
ketidaknyamana  Menempatkan
n masyarakat. petugas pengatur
arus lalulintas
Penyiapan Lahan   

Penurunan Penurunan Keputusan Meminimalkan tingkat  Melakukan  Tapak proyek Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
kualitas kualitas udara Gubernur DIY pencemaran udara Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
penyiraman lahan yang kegiatan u
udara dari alat-alat No. 153 Tahun
di tapak proyek dibangun pembanguna  BLH
berat yang 2002 tentang
Provinsi
digunakan (CO, Baku Mutu Udara
sesuai keperluan  Peralatan n mal dan Kalimanta
NO2) dan Ambient Daerah n Selatan
penggalian di Propinsi DIY (saat kondisi berat yang fasilitas
basement (PM2,5< 65
kering/musim digunakan pendukungny
(PM2,5) µg/m3
kemarau). untuk a
 Menggunakan pembangunan berlangsung
peralatan berat mal dan pada tahap
yang masih layak fasilitas konstruksi

13
jalan dan pendukungny
melakukan a
perawatan
peralatan berat
secara berkala
Peningkatan Aktivitas alat Keputusan Meminimalisir  Membuat pagar di  Lokasi tapak Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Kebisingan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
berat yang Gubernur DIY dampak kebisingan sekeliling tapak proyek kegiatan u
digunakan untuk No. 176 Tahun akibat dari aktivitas proyek (misalnya penyiapan  BLH
 Alat berat
Provinsi
mempersiapakan 2003 tentang penyiapan lahan agar dengan seng) yang lahan dan Kalimanta
n Selatan
lahan yang akan Baku Tingkat tidak melebihi baku  Perawatan alat digunakan pembangunan
di bangun Getaran, tingkat kebisingan berat secara rutin untuk berlangsung
Kebisingan dan penyiapan pada tahap
lahan
Kebauan di konstruksi
Propinsi DIY
(tingkat
kebisingan untuk
perdagangan <
70 dBA,
permukiman <
55 dbA, sekolah
< 55 dBA)

Peningkatan Perubahan Timbulnya Mencegah terjadinya Membuat sumur Lokasi tapak Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Run Off Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
tutupan lahan aliran aliran permukaan resapan di lokasi proyek kegiatan u
permukaan keluar lokasi proyek proyek pembanguna  BLH
Provinsi
keluar areal n mal dan Kalimanta
n Selatan
proyek fasilitas
pendukung

14
berlangsung
pada tahap
konstruksi

Penurunan Persiapan lahan Besarnya debit Meminimalisir dampak  Membuat biopori,  Lokasi tapak Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Kuantitas Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
untuk air permukaan dari pengurangan drainase dan lahan proyek kegiatan u
Air Tanah
 BLH
pembangunan (run Off) lahan terbuka serapan di  Daerah sekitar penyiapan
Provinsi
sekeliling tapak tapak proyek lahan dan Kalimanta
n Selatan
proyek. pembangunan
 Pemantauan debit berlangsung
air permukaan pada tahap
konstruksi

Peningkatan Pergerakan Jumlah potensi Mengurangi potensi a) Mengatur jadwal Lokasi Direncanakan PT. Aigo  BLH, Dinas  BLH,
kemacetan konflik akibat Bersaudara Perhubunga Dinas
kendaraan konflik dengan pengangkutan pengelolaan pengelolaanny n Kota Perhubun
persinggungan
pengangkut pergerakan lalu meminimalkan material, khususnya lingkungan hidup a dilakukan Banjarbaru/ gan Kota
Provinsi Banjarbar
lintas umum crossing, merging dan kendaraan berada di pintu selama masa
material dan u/Provinsi
dengan keluar masuk mobilisasi
peralatan proyek kendaraan diverging, serta pengangkut material
pekerja proyek memastikan beban proyek berlangsung
yang mempunyai
dan jenis kendaraan dengan
kendaraan serta dimensi besar untuk
muatan muatannya
tidak melakukan
diteruskan ke jalan
kegiatan
sesuai dengan daya
pengangkutan pada
dukung jalan
jam-jam sibuk.
b) Mengupayakan
semaksimal mungkin
untuk menggunakan

15
kendaraan yang
dimensinya tidak
terlalu besar.
c) Menempatkan
petugas untuk
mengatur kendaraan
yang keluar masuk
proyek.
d) Mengatur
kendaraan proyek
agar tidak parkir atau
menunggu di bahu
jalan
Munculnya Pendapat dari Protes, Mengendalikan terjadi  Menampung  Lokasi tapak Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Konflik masukkan, Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
masyarakat konflik di masyarakat masukkan, protes proyek kegiatan u
Sosial permintaan dari
sekitar tapak dan pendapat  Daerah penyiapan  BLH
masyarakat
Provinsi
setempat baik
proyek masyarakat sekitar lahan Kalimanta
yang negative n Selatan
ataupun positif  Mempekerjakan proyek yang berlangsung
warga lokal di terganggu pada tahap
tapak proyek konstruksi

Munculnya kemungkinan Sikap dan merencanakan Dengan memberikan Pengelolaan Direncanakan PT. Aigo  BLH, SKPD  BLH,
sikap dan terjadinya pengelolaan dampak, informasi terhadap Bersaudara terkait SKPD
persepsi dari akan dilakukan pengelolaann
persepsi gangguan Konsultan terkait
masyarakat kenyamanan masyarakat sekecil apapun itu, rencana mobilisasi pada titik titik ya dilakukan Pengawas
masyarakat baik positif maupun peralatan dan
sekitar lokasi komunitas selama masa
yang berdomisili material bangunan
disekitar lokasi setelah negatif, untuk yang terpilih, dilihat mobilisasi
negatif supaya dapat kepada masyarakat,
mengetahui dari sudut berlangsung
meminimalisir

16
adanya rencana ditekan seminimal gangguna berupa pandang yang di
memasukkan mungkin atau bahkan pengaturan jam kepentingan, prakirakan
peralatan dan jika bisa dihilangkan, kerja, lalulintas, dan permasalahan akan
sedangkan yang menggunakan
bahan material yang terjadi, memakan
pendektan teknologi
yang dibutuhkan positif dapat terus di serta bobot waktu kurang
optimalkan dan untuk meminimalisir
untuk memulai permasalahan lebih 2 tahun
dikembangkan dampak gangguan
pembangunan yang timbul
kenyamanan yang
belum ada terjadi beserta pada satu waktu
sebelumnya di kompensasi yang dan lokasi
lingkungan sudah disepakati bila
mereka mana ada
kesepakatan kepada
masyarakat
Kesehatan mobilisasi  Kepmenkes No. Meminimalisir korban  Penutupan material Area pemukiman Selama PT. Aigo  BLH Kota -BLH Kota
dan peralatan dan 1405/Menkes/ kecelakaan kerja dan menggunakan terpal dan di dalam kegiatan Pra- Bersaudara Banjarbaru, Banjarbaru
keselamata material Dinas -Dinas
n Kerja SK/XI/2002 menghindari sehingga debu tidak proyek Konstruksi, Kesehatan Kesehatan
Kota Kota
Tentang penurunan bertebaran saat Konstruksi, Banjarbaru Banjarbaru
Persyaratan kesehatan mobilisasi Operasional -Dinas
Perhubung
Kesehatan kendaraan berat an Kota
Lingkungan dan material Banjarbaru

Kerja dilakukan.
Perkantoran  Pekerja
dan Industri. menggunakan
 PP 41 Tahun perlengkapan kerja
1999 tentang yang berupa Helm,
Pengendalian Sepatu Safty dan
Pencemaran rompi pekerja
Udara di sesuai dengan

17
Lampiran posisi.
(Baku Mutu  Aktivitas mobilisasi
Udara Ambien kendaraan yang
Nasional) mengakibatkan
 Peningkatan kebisingan dilakukan
jumlah pada siang hari dan
masyarakat tengah malam pada

yang saat tingkat

mengalami kepadatan lalu lintas

gangguan turun

kesehatan
akibat
penurunan
tingkat kualitas
udara dan
kebisingan di
pusat layanan
kesehatan
terdekat
(Polindes, Balai
Pengobatan,
Puskesmas)

Pembangunan Mal dan


Fasilitas Pendukung
Penurunan Penurunan Keputusan Meminimalkan tingkat  Melakukan  Tapak proyek Selama PT. Aigo BLH Kota  BLH Kota
kualitas kualitas udara Gubernur DIY pencemaran udara Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
penyiraman lahan yang kegiatan u
udara dari alat-alat No. 153 Tahun
 BLH
berat yang 2002 tentang di tapak proyek dibangun pembanguna
Provinsi
digunakan (CO, Baku Mutu Udara
sesuai keperluan  Peralatan n mal dan Kalimanta
NO2) dan Ambient Daerah n Selatan
penggalian di Propinsi DIY

18
basement (PM2,5< 65 (saat kondisi berat yang fasilitas
(PM2,5) µg/m3
kering/musim digunakan pendukungny
kemarau). untuk a
 Menggunakan pembangunan berlangsung
peralatan berat mal dan pada tahap
yang masih layak fasilitas konstruksi
jalan dan
pendukungny
melakukan
a
perawatan
peralatan berat
secara berkala
Peningkatan Aktivitas alat Keputusan Meminimalisir  Membuat pagar di  Lokasi tapak Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Kebisingan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
berat yang Gubernur DIY dampak kebisingan sekeliling tapak proyek kegiatan u
digunakan untuk No. 176 Tahun akibat dari aktivitas proyek (misalnya penyiapan  BLH
 Alat berat
Provinsi
mempersiapakan 2003 tentang pemangunan mal dan dengan seng) yang lahan dan Kalimanta
n Selatan
lahan yang akan Baku Tingkat fasilitas pendukung  Perawatan alat digunakan pembangunan
di bangun Getaran, agar tidak melebihi berat secara rutin untuk berlangsung
Kebisingan dan baku tingkat penyiapan pada tahap
lahan
Kebauan di kebisingan konstruksi
Propinsi DIY
(tingkat
kebisingan untuk
perdagangan <
70 dBA,
permukiman <
55 dbA, sekolah
< 55 dBA)

19
Timbulnya Aktivitas alat Keputusan Meminimalkan  Membuat pagar  Lokasi tapak Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
getaran berat yang Menteri Negara dampak timbulnya yang terbuat dari Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
proyek kegiatan u
digunakan Lingkungan getaran akibat dari batu bata di  BLH
 Alat berat penyiapan
Provinsi
untuk Hidup No. 49 aktivitas sebelah selatan yang lahan dan Kalimanta
mempersiapaka Tahun 1996 pembangunan mal dan timur tapak n Selatan
digunakan pembangunan
n lahan yang tentang Baku dan fasilitas proyek dengan untuk berlangsung
akan di bangun Tingkat Getaran pendukung agar kedalaman dan penyiapan pada tahap
(Lampiran II tidak melebihi baku ketinggian ± 2 lahan
konstruksi
Baku Tingkat tingkat getaran meter
Mekanik  Perawatan alat
Berdasarkan berat secara rutin
Kerusakan)  Pembuatan
pondasi dengan
menggunakan
metode bore pile

Gangguan Pergerakan Jumlah potensi Mengurangi potensi  penataan dan Lokasi Direncanakan PT. Aigo  BLH, Dinas  BLH,
Kemacetan konflik akibat Bersaudara Perhubunga Dinas
kendaraan konflik dengan pengaturan pada pengelolaan pengelolaanny n Kota Perhubun
Mall persinggungan
pengangkut pergerakan lalu meminimalkan lingkungan hidup a dilakukan Banjarbaru/ gan Kota
pintu masuk dan Provinsi Banjarbar
lintas umum crossing, merging dan keluar dari lokasi berada di pintu selama masa
material dan u/Provinsi
dengan
peralatan proyek kendaraan diverging, serta keluar masuk mobilisasi
proyek
pengangkut memastikan beban proyek material galian
 penempatan
material hasil kendaraan dengan berlangsung
galian rambu yang jelas
muatannya
untuk
diteruskan ke jalan
menunjukkan pintu
sesuai dengan daya
dukung jalan
keluar dan masuk
lokasi proyek agar
pengguna jalan

20
umum berhati-hati
 pengaturan waktu
operasional
kendaraan
pengangkut
material hasil
galian dan lalu
lintas umum agar
tidak bersamaan
dengan waktu
puncak lalu lintas
umum
Kerusakan Mobilisasi alat Kualitas jalan, Meminimalisir  Mengatur beban  Lokasi tapak Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
jalan dan berat maksimal dampak kerusakan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
berat dan kendaraan agar proyek kegiatan u
Jembatan kendaraan,
konstruksi dengan mengatur tidak melebihi batas  Tujuan akhir penyiapan  BLH
jumlah maksimal
Provinsi
kendaraan. frekuensi dan beban maksimal beban dan awal dari lahan kalimanta
kendaraan n Selatan
yang boleh lewat di mobilisasi berlangsung
jalan dan jembatan pada tahap
konstruksi

Munculnya Pendapat dari Protes, Mengendalikan terjadi  Menampung  Lokasi tapak Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Konflik masukkan, Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
masyarakat konflik di masyarakat masukkan, protes proyek kegiatan u
Sosial permintaan dari
sekitar tapak dan pendapat  Daerah penyiapan  BLH
masyarakat
Provinsi
setempat baik
proyek masyarakat sekitar lahan Kalimanta
yang negative n Selatan
ataupun positif  Mempekerjakan proyek yang berlangsung
warga lokal di terganggu pada tahap
tapak proyek konstruksi

21
Munculnya kemungkinan Sikap dan merencanakan Dengan memberikan Pengelolaan Direncanakan PT. Aigo  BLH, SKPD  BLH,
sikap dan terjadinya pengelolaan dampak, informasi terhadap Bersaudara terkait SKPD
persepsi dari akan dilakukan pengelolaann
persepsi gangguan Konsultan terkait
masyarakat kenyamanan masyarakat sekecil apapun itu, rencana mobilisasi pada titik titik ya dilakukan Pengawas
masyarakat baik positif maupun peralatan dan
sekitar lokasi komunitas selama masa
yang berdomisili material bangunan
disekitar lokasi setelah negatif, untuk yang terpilih, dilihat mobilisasi
negatif supaya dapat kepada masyarakat,
mengetahui dari sudut berlangsung
ditekan seminimal meminimalisir
adanya rencana pandang yang di
mungkin atau bahkan gangguna berupa
memasukkan kepentingan, prakirakan
jika bisa dihilangkan, pengaturan jam
peralatan dan kerja, lalulintas, dan permasalahan akan
sedangkan yang
bahan material menggunakan yang terjadi, memakan
positif dapat terus di
yang dibutuhkan pendektan teknologi serta bobot waktu kurang
optimalkan dan
untuk memulai untuk meminimalisir permasalahan lebih 2 tahun
dikembangkan
dampak gangguan
pembangunan yang timbul
kenyamanan yang
belum ada pada satu waktu
terjadi beserta
sebelumnya di dan lokasi
kompensasi yang
lingkungan
sudah disepakati bila
mereka mana ada
kesepakatan kepada
masyarakat
Kesehatan mobilisasi  Kepmenkes No. Meminimalisir korban  Penutupan material Area pemukiman Selama PT. Aigo  BLH Kota -BLH Kota
dan peralatan dan 1405/Menkes/ kecelakaan kerja dan menggunakan terpal dan di dalam kegiatan Pra- Bersaudara Banjarbaru, Banjarbaru
keselamata material Dinas -Dinas
n Kerja SK/XI/2002 menghindari sehingga debu tidak proyek Konstruksi, Kesehatan Kesehatan
Kota Kota
Tentang penurunan bertebaran saat Konstruksi, Banjarbaru Banjarbaru
Persyaratan kesehatan mobilisasi Operasional -Dinas
Perhubung
Kesehatan kendaraan berat an Kota
Lingkungan dan material Banjarbaru

Kerja dilakukan.

22
Perkantoran  Pekerja
dan Industri. menggunakan
 PP 41 Tahun perlengkapan kerja
1999 tentang yang berupa Helm,
Pengendalian Sepatu Safty dan
Pencemaran rompi pekerja
Udara di sesuai dengan
Lampiran posisi.
(Baku Mutu  Aktivitas mobilisasi
Udara Ambien kendaraan yang
Nasional) mengakibatkan
 Peningkatan kebisingan dilakukan
jumlah pada siang hari dan
masyarakat tengah malam pada

yang saat tingkat

mengalami kepadatan lalu lintas

gangguan turun

kesehatan
akibat
penurunan
tingkat kualitas
udara dan
kebisingan di
pusat layanan
kesehatan
terdekat
(Polindes, Balai
Pengobatan,
Puskesmas)

23
III.3 OPERASIONAL
Rekruitmen Tenaga Kerja
Peluang Rekruitmen Jumlah  Memaksimalkan Memberikan Di Kantor PT. Selama PT. Aigo  BLH dan  BLH Kota
Kerja dan Bersaudara Deperindag Banjarbar
Berusaha Tenaga penduduk lokal jumlah penduduk informasi tentang Aigo Bersaudara kegiatan
kop, Kota u
Kerja yang menjadi lokal yang dapat peluang usaha yang Jalan Ahmad operasional Banjarbaru  BLH
Provinsi
karyawan di membuka dan atau dapat diisi atau Yani Km 36.8 mal Kalimanta
mengembangkan menjadi rekanan Banjarbaru Utara berlangsung n Selatan
mal tersebut
usaha kerja bagi
dan apakah pada tahap
masyrakat masyarakat sekitar operasional
sekitar dapat lokasi seperti bidang
perdagangan,
membuka dan
hiburan dan kuliner
atau
untuk memenuhi
mengembangk
kebutuhan harian
an jenis usaha
para pengunjung mal
sesuai dengan
persyaratan yang
berlaku
Perubahan Rekruitmen Te  Upah Minimum Meningkatkan dan  Memberikan Jalan Ahmad Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Pendapatan naga kerja Regional Kota atau mengoptimalkan kesempatan atau Yani KM 36.8 kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
Banjarbaru u
Yogyakarta keterlibatan peluang-peluang Utara operasional  BLH
(UMR) masyarakat dalam Provinsi
bagi penduduk lokal mal Kalimanta
 Daya beli atau setiap kesempatan terhadap pekerjaan- berlangsung n Selatan
peningkatan kerja yang ada agar 
pekerjaan atau pada tahap
pendapatan pendapatan rekanan kerja yang
operasional
masyarakat masyarakat dapat tercipta, dengan
terus meningkat. beroperasinya mal,
keterlibatan mereka
dapat meningkatkan

24
pendapatan.
 Memberikan
kemudahan/bantua
n fasilitas bagi
penduduk lokal
untuk lebih
mengembangkan
usahanya terutama
UMK dan IMKM
(Industri Mikro Kecil
dan Menegah)
Terjadinya rekruitmen Jumlah keluhan Mencegah atau  Menjalin Jalan Ahmad Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Konflik tenaga kerja dan protes, dan meminimalkan komunikasi dengan Yani KM 36.8 kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
Banjarbaru u
Sosial keresahan akibat adanya sikap dan pedagang yang Utara operasional  BLH
gangguan persepsi negatif beraktivitas di mal Provinsi
mal Kalimanta
kenyamanan masyarakat dan serta masyarakat berlangsung n Selatan
melakukan koordinasi sekitar kegiatan
pada tahap
dengan berbagai  Memberi bantuan
operasional
pihak terkait melalui program
CSR dengan
berkoordinasi
dengan pemerintah
setempat.Memfasili
tasi adanya
berbagai kegiatan
sosial
kemasyarakatan
yang dilakukan
bersama antara
penduduk local
Perubahan rekruitmen Jumlah keluhan Mencegah atau  Menjalin Jalan Ahmad Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota

25
Sikap dan tenaga kerja dan protes, dan meminimalkan komunikasi dengan Yani KM 36.8 kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
Persepsi Banjarbaru u
keresahan akibat adanya sikap dan pedagang yang operasional
Masyarakat Utara  BLH
gangguan persepsi negatif beraktivitas di mal mal Provinsi
kenyamanan masyarakat dan serta masyarakat Kalimanta
berlangsung n Selatan
melakukan sekitar kegiatan pada tahap
koordinasi dengan  Memberi bantuan operasional
berbagai pihak melalui program
terkait CSR dengan
berkoordinasi
dengan pemerintah
setempat.Memfasili
tasi adanya
berbagai kegiatan
sosial
kemasyarakatan
yang dilakukan
bersama antara
penduduk lokal
Operasial Mal   

Penurunan Penurunan  Keputusan Meminimalkan  Memasang blower  Basement Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Kualitas kualitas udara Gubernur DIY tingkat pencemaran di area parkir 1,2 dan lower kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
Udara u
dari akitivitas No. 153 Tahun udara basement 1, 2 ground operasional  BLH
parkir saat 2002 tentang dan lower ground  Jalur pintu mal Provinsi
Kalimanta
operasional mal Baku Mutu sehingga terjadi masuk di berlangsung n Selatan
berlangsung Udara Ambient sirkulasi udara di areal mal pada tahap
Daerah di dalam tempat operasional
Propinsi DIY parkir.
(CO < 30.000  Membuat jalur
µg/m3, NO2 < hijau di areal
400 µg/m3) pintu masuk mal
 Keputusan untuk mereduksi

26
Gubernur DIY gas buang dari
No. 169 kendaraan
Tahun 2003 pengunjung mal
Lampiran V 
tentang Baku
Mutu Emisi
Sumber Tidak
Bergerak
Untuk
Kegiatan
Utilitas
(Untuk
Genset)

Peningkatan Operasional mal Keputusan Meminimalkan Aktivitas parkir :  Basement 1,2 Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Kebisingan yang berasal Gubernur DIY dampak peningkatan Membuat jalur dan lower kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
u
dari aktivitas No. 176 Tahun kebisingan akibat hijau di areal pintu ground opersional  BLH
parkir dan 2003 tentang dari aktivitas parkir masuk mal untuk  Lokasi genset berlangsung Provinsi
Kalimanta
pengunaan Baku Tingkat dan penggunaan meredam tingkat  Jalur pintu n Selatan
genset saat Getaran, genset agar tidak kebisiangan masuk di
pasokan listrik Kebisingan dan melebihi baku Genset : areal mal
dari PLN Kebauan di tingkat kebisingan  Perawatan
terganggu Propinsi DIY genset secara
(tingkat berkala
kebisingan untuk  Genset
perdagangan < diletakkan
70 dBA, dalam ruangan
permukiman yang dilengkapi
<55 dbA, dengan kipas
sekolah < 55 angin atau
dBA) ventilasi yang

27
cukup dan
diletakkan
dalam ruangan
yang berdinding
beton
 Memasang alat
peredaman
kebisisingan di
exhaust
(muffler)

Terjadinya Sumber  Tingkat Memberikan rasa  Penyedian alat Di setiap lantai Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Resiko dampak berasal keamanan dari aman kepada para pemadam mal disediakan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
operasional dan Dinas u
Kebakaran
dari operasional pemasangan pengunjung dan kebakaran seperti APAR dengan mal Kebakaran  -Dinas
mal seperti dari instalasi karyawan mal, dan APAR, hydran dan Kota Kesehatan
jarak tiap 50 berlangsung Banjarbaru Kota
instalasi kelistrikan memperkecil resiko spingkler yang meter, dan Banjarbar
kelistrikan, atau apakah sudah terjadinya kebakaran diperiksa setiap u
hydran besar di  -Dinas
bisa juga dari sesuai dengan enam bulan sekali. Perhubun
luar mal
kegitan dapur prosedur atau  Penyediaan jalur gan Kota
Banjarbar
yang terdapat SOP. evakuasi bila terjadi u
pada bagian  Ketersediaan kebakaran.
foodcourt, dari alat-alat
pemadam
darurat (APAR)
dan hydran
besar di luar mal
pada tiap jarak
50 meter yang
berfungsi
dengan baik
sesuai dengan

28
Permenaker No-
04 / Men / 1980.
Penurunan Penurunan PP 82 Tahun Mencegah terjadinya Mengoptimalkan Lokasi Waste Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Kualitas Air kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
kualitas airtanah 2001 tentang dampak penurunan kerja waste water Water u
dari Limbah cair Pengelolaan kualitas airtanah treatmen plan Treatment Plan operasional  BLH
mal Provinsi
saat operasional Kualitas Air Dan (WWTP) (WWTP) Kalimanta
berlangsung n Selatan
mal Pengendalian 
pada tahap
Pencemaran Air operasional
(fecal coliform <
100 MPN/100
mL, Nitrat < 10
mg/mL)

Peningkatan Kegiatan VC ratio ruas Mempertahankan  ketersediaan ruang Lokasi Direncanakan PT. Aigo  BLH, Dinas  BLH,
Kemacetan operasional mal jalan, derajat kinerja jalan dan parkir untuk pengelolaan pengelolaanny Bersaudara Perhubung Dinas
Lalu Lintas kejenuhan an Kota Perhubun
seperti aktivitas simpang dan simpang minimal mencegah pengujung lingkungan a dilakukan Banjarbaru/ gan Kota
keluar tundaan simpang seperti kondisi tanpa menggunakan badan hidup berada di selama masa Provinsi Banjarba
masuknya jalan untuk parkir. dalam Mal Jati ru/Propin
adanya Mal Jogja operasional si
kendaraan  mengatur pola Junction dan di
Plaza Mal Jogja Plaza
parapengunjun sirkulasi masuk dan simpang atau
g keluar Mal Jogja ruas jalan di

Plaza agar antrian dekat akses


menuju Mal Jati
pengunjung mal tidak
Junction
akan sampai ke
jalan umum
Perubahan Aktivitas Jumlah keluhan Mencegah atau  Menjalin Jalan Ahmad Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Sikap dan operasional mal dan protes, dan meminimalkan Yani KM 36.8 kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
komunikasi u
Persepsi Banjarbaru
Masyarakat dan fasilitas keresahan akibat adanya sikap dan dengan pedagang Utara operasional  BLH
penunjangnya gangguan persepsi negatif Provinsi
mal Kalimanta

29
kenyamanan masyarakat dan yang beraktivitas berlangsung n Selatan
melakukan di mal serta pada tahap
koordinasi dengan masyarakat operasional
berbagai pihak
sekitar kegiatan
terkait
 Memberi bantuan
melalui program
CSR dengan
berkoordinasi
dengan
pemerintah
setempat.Memfas
ilitasi adanya
berbagai
kegiatan sosial
kemasyarakatan
yang dilakukan
bersama antara
penduduk local
Kesehatan Sumber  Tingkat Memberikan rasa  Penyedian alat Di setiap lantai Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Keselamata dampak berasal keamanan dari aman kepada para pemadam mal disediakan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
operasional dan Dinas u
n Kerja
dari operasional pemasangan pengunjung dan kebakaran seperti APAR dengan mal Kebakaran  -Dinas
mal seperti dari instalasi karyawan mal, dan APAR, hydran dan Kota Kesehatan
jarak tiap 50 berlangsung Banjarbaru Kota
instalasi kelistrikan memperkecil resiko spingkler yang meter, dan Banjarbar
kelistrikan, atau apakah sudah terjadinya kebakaran diperiksa setiap u
hydran besar di  -Dinas
bisa juga dari sesuai dengan enam bulan sekali. Perhubun
luar mal, tanda-
kegitan dapur prosedur atau  Penyediaan jalur gan Kota
tanda larangan Banjarbar
yang terdapat SOP. evakuasi bila terjadi u
atau peringatan
pada bagian  Ketersediaan kebakaran.
foodcourt, dan dari alat-alat  Peringatan-

30
bisa juga pemadam peringatan yang
terjadi akibat darurat (APAR) diperlukan seperti
human error dan hydran pada eskalator,
pengunjung besar di luar mal pada sandaran yang
pada tiap jarak terbuat dari kaca,
50 meter yang peringatan apabila
berfungsi lantai licin
dengan baik
sesuai dengan
Permenaker No-
04 / Men / 1980.
 Tersedianya
peringatan-
peringatan pada
tempat-tempat
tertentu seperti
contohnya
peringatan yang
terdapat pada
eskalator

Pemeliharaan Mal dan   


Fasilitas Pendukung
Perubahan Pemeliharaan Sikap dan merencanakan  Dengan memelihara Pengelolaan Direncanakan Pemrakar  BLH, SKPD  BLH,
bangunan dan persepsi positif terkait, SKPD
Sikap dan pengelolaan dampak, mal dan fasilitas akan dilakukan pengelolaanny sa,
fasilitas dari pengunjung masyarakat terkait
Persepsi pendukungnya pada bangunan a dilakukan pengelola
pendukung mal dan masyarakat sekecil apapun itu, sekitar
mal
Masyarakat merupakan sekitar setelah baik positif maupun dengan sungguh- mal dan fasilitas selama masa
kewajiban yang mengetahui sungguh akan pendukungnya operasional
menjadi adanya negatif, untuk yang
tangungjawab pemeliharaan negatif supaya dapat menimbulkan mal
pengelola mal ditekan seminimal persepsi positif pada berlangsung
mungkin atau bahkan pengunjung dan yang di

31
jika bisa dihilangkan, masyarakat sekitar prakirakan
sedangkan yang akan
positif dapat terus di memakan
optimalkan dan waktu selama
dikembangkan masa kontrak
(25 tahun) dan
kemungkinan
perpanjangan
kontra 25
tahun
berikutnya
PASCA OPERASI   

Terjadinya Pemutusan  Bertambahny Meminimalisir  Pemberian Jalan Ahmad Ketika PT. Aigo  BLH Kota -BLH Kota
Konflik Hubungan Kerja Yani KM 36.8 operasional Bersaudara Banjarbaru, Banjarbaru
a angaka dampak dari pesangon untuk Dinas -Dinas
Banjarbaru
Sosial penganggura pemutusan membantu Utara mal berhenti Kesehatan Kesehatan
Kota Kota
n hubungan kerja perekonomian Banjarbaru Banjarbaru
-Dinas
 Keresahan agar tidak terjadi sementara Perhubung
karyawan perseteruan antara karyawan yang an Kota
Banjarbaru
mal dengan diPHK.
karyawan  Pemberian surat
rekomendasi
kelakuan baik
bagi karyawan
yang diPHK agar
lebih mudah
mendapatkan
pekerjaan
penggganti

32
nantinya
Perubahan Pemutusan Adanya Meminimalisir Memberikan Jalan Ahmad Ketika PT. Aigo  BLH Kota -BLH Kota
Sikap dan Hubungan Kerja keresahan pada kemungkinan adanya pemberitahuan Yani KM 36.8 operasional Bersaudara Banjarbaru, Banjarbaru
Banjarbaru Dinas -Dinas
Persepsi masyarakat konflik yang muncul kepada warga Utara mal berhenti Kesehatan Kesehatan
Masyarakat apabila terjadi Kota Kota
nantinya Banjarbaru Banjarbaru
PHK -Dinas
Perhubung
an Kota
Banjarbaru

33
BAB III
RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

Guna melaksanakan pengelolaan lingkungan yang baik sesuai dengan tujuan dan
sasaran yang diharapkan, diperlukan pedoman atau petunjuk pelaksanaan sebagai acuan
dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan lingkungan berupa Rencana Pengelolaan
Lingkungan Hidup (RKL).
Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) merupakan bagian
dokumen AMDAL Reklamasi Pantai yang wajib disusun dan dilaksanakan oleh
pemrakarsa dalam rangka pelaksanaan pengelolaan lingkungan kawasan wisata pantai.
Pelaksanaan RKL juga diperlukan bagi pihak lain yang berkepentingan antara lain:
Institusi Pemerintah sebagai perencana kegiatan pelaksana dan pengawas
pembangunan serta pengelolaan lingkungan hidup di wilayah reklamasi pantai dan
sekitarnya.
Masyarakat di sekitar lokasi reklamasi pantai terutama yang akan terkena dampak
penting.
Pemerhati lingkungan termasuk LSM, pakar dan masyarakat umum lainnya.

3.1.Rencana Pengelolaan Lingkungan Tahap Prakosntruksi

Dampak yang dapat terjadi pada tahapan ini yaitu potensi terjadinya konflik karena
penetapan batas-batas wilayah proyek antara pihak yang berkepentingan, misal masyarakat
sekitar. Pengelolaan yang dapat dilakukan antara lain :
a. Sosialisasi rencana kegiatan secara teratur
b. Penetapan batas-batas wilayah proyek dilakukan dengan kehadiran dari pihak pihak
yang berkepentingan agar kedepannya tidak ada kesalahpahaman mengenai batas
wilayah masing-masing.

c. Pelaksanaan proses ganti rugi yang memadai, sesuai dengan perjanjian kedua belah
pihak, antara pelaksana pengelolaan dan masyarakat terkait, yang diawasi oleh
instansi pengawas terkait

3.2.Rencana Pengelolaan Lingkungan Tahap Konstruksi

Proses konstruksi melibatkan sejumlah peralatan berat seperti dumptruck, buldoser,


dan lain-lainnya. Pengoperasian sejumlah peraltan berat ini menyebabkan peningkatan
pencemaran udara yang berasal dari debu di sekitar lokasi pembangunan. Apalagi
mengingat bahwa depok merupakan daerah yang memiliki curah hujan yang cukup tinggi,
makal jalan umum yang juga digunakan sebagai lintasan keluar masuk dumptruck
dipenuhi oleh tanah yang tersebar dari ban dumptruck yang keluar masuk ke lokasi
pembangunan. Untuk mengatasi hal tersebut, maka kontraktor pelaksana pembangunan
Mall melakukan upaya pengelolaan sebagai berikut :
a. Penyiraman lokasi di sekitar proyek sehingga debu yang beterbangan dapat
diminimalkan.

34
b. Pembersihan ban dumptruck yang keluar dari areal proyek sehingga tanah yang
lengket pada ban kendaraan tersebut dapat dikurangi dan tidak tercecer di
sepanjang jalar raya yang dilintasi kendaraan tersebut.

Dalam hal mobiliasasi peralatan, dampak yang muncul ialah mengenai kerusakan
jalan raya akibat mobilisasi kendaraan-kendaraan konstruksi seperti bulldozer dan
dumptruck. Dampak ini dapat diatasi dengan pengaturan beban dan ritasi kendaraan,
pemasangan rambu-rambu lalu lintas (beban kendaraan maksimal) serta perbaikan jalan di
sekitar tapak proyek. Dampak lainnya mengenai gangguan lalu lintas hingga peningkatan
angka kecelakaan dapat diatas dengan pemasangan rambu-rambut lalu lintas (dengan
kecepatan maksimal kendaran yang melintas 20 km/jam), pengaturan dan ritasi kendaraan,
pengaturan waktu kegiatan lalu lintas material (dilaksanakan tidak pada jam sibuk, 06.00-
08.00 dan 16.00-17.00) serta diikuti dengan sosialisasi kegiatan (tahap konstruksi).
Pada tahap ini terdapat juga dampak positif dari rekruitmen tenaga kerja bangunan,
dimana hal ini dapat menciptakan kesempatan kerja baru bagi masyarakat sekitar, sebab
akan banyak tenaga kerja local yang terserap. Pengelolaan terhadap dampak ini dapat
dilakukan dengan cara sebagai berikut.
Penyuluhan kepada masyarakat tentang rencana kegiatan proyek dan manfaatnya
pada aspek kesempatan kerja, mata pencaharian dan pendapatan.
Memberikan prioritas tenaga kerja bagi masyarakat lokal, sepanjang memenuhi
persyaratan keterampilan yang dibutuhkan.

3.3.Rencana Pengelolaan Lingkungan Tahap Operasi

Pada tahap ini, dampak yang paling krusial adalah instalasi air bersih, sebab proses
ini berdampak langsung bagi kualitas air bersih disekitar Exo Mall Banjarbaru secara
keseluruhan memiliki reservoir tempat penyimpanan air tertutup sebelum disistribusikan
untuk fasilitas sanitasi yang ada seperti kamar mandi, WC, tempat wuduk, dan westafel.
Sumber air bersih berasal dari air sumbur bor (deep well) dan PDAM kota Medan.
Disamping digunakan untuk kebutuhan pengoperasian Carrefour, air bersih juga digunakan
untuk kebutuhan pertamanan dan hydrant kebakaran.
Pemantauan yang telah dilakukan oleh pengelola bangunan saat ini dalam
pengelolaan air bersih melalui pengujian kualitas air bersih yang digunakan secara regular.
Alur pengelolaan air bersih Mall .
Mall Jati JunctionMedan
Sumur bor Hidrant
Reservoir Taman
Distribution WC
Westafel
PDAM
Tempat wuduk
Kamar mandi

Gambar 5. (Asumsi) Skeka instalasi air bersih Mall Jati JunctionMedan

Dari proses instalasi ini, kemudian akan muncul limbah cair yang pengelolaannya

tentu perlu mendapatkan perhatian khusus sebab pengelolaan yang tidak tepat akan
menybabkan pencemaran air. Pengendalian pencemaran air adalah upaya pencegahan dan

35
penanggulangan pencemaran air serta pemulihan kualitas air untuk menjamin agar sesuai
dengan baku mutu air. Tujuan pengelolaan limbah cair adalah untuk mengendalikan agar
tidak terjadi pencemaran air atau menghasilkan zero pollution (tidak ada polutan dalam
air). Oleh karenanya maka sasaran yang ingin dicapai adalah agar mengusahakan agar
jumlah limbah yang dihasilkan sekecil mungkin dengan kadar kontaminan sekecil
mungkin. Untuk mencapai tujuan ini, maka tidak hanya proses pengelolaan yang dapat
dilakukan, tetapi juga proses pengolahan.

3.3.1.Produksi Bersih (Pengelolaan Limbah Cair)

Limbah yang berasal dari pusat perbelanjaan (seperti Exo Mall) pada prinsipnya di
lokalisasi agar tidak menyebar. Sekitar tahun 1970 limbah industri termasuk pertokoan
ditangani dengan membuat instalasi pengolahan limbah di tempat (end of pipe). Model ini
disebut sebagai penanganan limbah industri dengan sistem setempat. Pengolahan terhadap
limbah industri ini memerlukan biaya yang tidak kecil, sehingga berpengaruh terhadap
harga jual barang produksinya. Kemudian para industriawan melakukan berbagai upaya,
agar limbah yang dihasilkan sesedikit mungkin dan dengan memanfaatkan kembali limbah
yang ada. Cara ini disebut dengan istilah produksi bersih. Produksi bersih didefinisikan
sebagai strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif, proaktif, terpadu dan
diterapkan secara kontinyu pada setiap kegiatan mulai dari hulu sampai dengan ke hilir
yang terkait dengan proses produksi terhadap suatu produk dan atau jasa.
Industri /pertokoan yang dibangun di suatu kawasan disebut kawasan industry (Exo
Mall Kota Banjarbaru, yang dikelilingi oleh pertokoan dan fasilitas umum lainnya). Sistem
penanganan limbah yang dikembangkan adalah sistem penanganan limbah terpusat,
dengan dibuatkan jaringan air kotor dan berakhir di instalasi pengolahan limbah industri.
Jenis industri yang dibangun di kawasan industri ini bervariasi, sehingga kualitas limbah
yang dihasilkan juga bervariasi. Apabila disatukan (dicampur) limbahnya, akan
menyulitkan dalam proses pengolahan serta meningkatkan biaya investasi dan biaya
operasionalnya, yang mempengaruhi tarif pengolahan limbah. Bagi industri yang
limbahnya memang sulit diolah akan menguntungkan, sedangkan industri yang tidak sulit
diolahnya akan dirugikan. Oleh karenanya masing-masing industri melakukan pengolahan
pendahuluan, hingga efluen limbah sebelum masuk ke jaringan air kotor telah memenuhi
syarat tertentu.
Bagan penanganan limbah cair domestik digambarkan berikut ini :

36
Gambar 6. Penanganan limbah cair
(Sumber. Departemen Pendidikan Nasional, (2004). Buku acuan Pendidikan Lingkungan
Hidup. Jakarta)

3.3.2.Produksi Bersih (Pengolahan limbah cair)

Selain mengubah proses, penanggulangan pencemaran air secara teknik juga


dilakukan dengan pengolahan limbah sebelum dialirkan ke sungai . pengolahan limbah
adalah proses penghilangan bahan-bahan pencemar dari air yang sebelumnya digunakan
oleh industry, pertania, atau berbagai kegiatan di kota seperti pertokoan, perkantoran,
pemukiman, dan lain-lain. Pemerintah kini mewajibkan setiap industry yang
menghasiolkan limbah untuk membuat IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).
Ada sejumlah metode dalam pengolahan limbah tergantung pada jenis limbah yang
akan diolah. Berikut adalah salah satu metode pengolahan limbah :
Pengolahan primer, biasanya mencakup penghilangan material-material berukutan besar
dengan menggunakan saringan atau disebut screening. Pengolahan primer merupakan
proses pengolahan pendahuluan untuk menghilangkan padatan tersuspensi, koloid, serta
penetralan yang umumnya menggunakan proses fisika atau kimia.
Pengolahan sekunder, dilakukan untuk mneghilangkan material-material berukuran lebih
kecil dan partikel-partikel yang masih ada pada air limbah melalui penyaringan dengan
menggunakan alat seperti membrane atau dengan munggunakan mikroba (secara
biologi). Kedua teknik tersebut dapat juga digunakan secara bersamaan untuk memecah
partikel, sehingga meningkatkan luas permukaan partikel dan dengan cara demikia
mikroba dapat bekerja lebih efektif. Langkah pertama dalam tahap sekunder biasanya
adalah megirimkan limbah ke tangki aerasi (aeration tank) atau tangki pengudaraan.
Pengolahan tersier, menggunakna cara-cara kimia untuk membunuh kumankuman.
Semakin banyak proses dalam pengolahan limbah biasanya akna membuat limbah
menjadi lebih bersih dari bahan-bahan pencemar. Dengan demikian air yang masuk ke
sungai, danau, atau lingkungan lainnya akan lebih bersih. Namun, semakin banyak
proses atau langkah berarti semakin besar biaya untuk mengoperasikan dan memelihara
peralatan pengolah limbah.

37
Gambar 7. Proses Pengolahan Air Limbah
(Sumber. http://earthpeace.com/image&/wastewater.png, diakses pada 7 Mei 2012, pukul
20.19)

Di samping pengelolaan air limbah, Pengelolaan kebersihan dan penghijauan


lingkungan juga dilakukan untuk menjaga lingkungan Mall tetap tertata rapi dan bersih.
Pengelolaan kebersihan dilakukan dengan mengeluarkan beberapa peraturan yang
ditujukan kepada masyarakt pengguna untuk tetap menjaga kebersihan pasar, seperti
larangan buang sampah sembarangan, larangan merokok di bagian dalam bagunan, dan
lainnya. Di samping itu pengelolaan penghijauan dilakukan dengan mempertahankan tetap
adanya ruang terbuka hijau di sekitar bangunan. Penghijauan yang dilakukan saat ini masih
sangat terbatas kepada penanaman pohon pelindung di depan Exo Mall yang juga
diharapkan dapat menjadi buffer kebisingan dan pencemaran udara dari aktivitas Exo Mall
seperti operasional genset.
Pembangunan pertokoan berlantai lima pada lahan seluas 20.000m² ini memerlukan
kebijakan yang mendasar dalam menyediakan lapangan parkir kendaraan. Lapangan parkir
itu diperlukan baik untuk pemilik kios serta pengunjung. Diperlukan luasan tertentu sesuai
dengan proyeksi pengelola toko dan pengunjung yang bakal memanfaatkan lahan parkir
tersebut. Selain luasnya, juga diperlukan cara-cara pengaturan parkir hingga menjamin
sirkulasi kendaan keluar masuk yang lancar, dan tidka menimbulkan hambatan pada lalu
lintas umum. Pengelolaan yang telah dilakukan adalah dengan menyediakan area parkir
pada basement bangunan Exo Mall . Namun, pemanfaatan lapangan parkir sepertinya tidak
dikelola dengan baik sebab dapat diihat dengan kasat mata bahwa lebih banyak kendaraan
yang parkir di seputaran Exo Mall dibandingkan dengan kuantitas jumlah kendaraan yang
parkir di area yang disediakan.

3.4.Rencana Pengelolaan Lingkungan Tahap Pasca Operasi

Dampak yang paliung krusial pada tahap ini adalah pembuangan limbah padat.
Limbah padat sering disebut juga sebagai sampah. Limbah padat ummumnya mengandung
unsur bahan pencemar dengan konsentrasi yang bervariasi. Apabila limbah padat di
kembalikan ke alam dalam jumlah besar atau terakumulasi/menumpuk di alam, maka akan
mengganggu keseimbangan ekosistem alam.
Prinsip pengelolaan limbah padat dimulai pada sumbernya. Yang paling baik
dilakukan adalah mengurangi jumlah limbah padat melalui pengelolaan sumbernya.
Dengan demikian, limbah tidak cepat bertambah tetapi dapat dikurangi. Ada beberapa cara

38
untuk meminimisasi dampak yang merugikan lingkungan akibat pembuangan limbah padat
yaitu: (1) mengurangi penggunaan bahan baku dalam proses pengolahan industri, (2)
mengurangi jumlah limbah padat yang dihasilkan dengan cara antara lain tidak mudah
mengganti-ganti perabotan rumahtangga, (3) penggunaan kembali material limbah padat,
(4) pemulihan material limbah padat, (5) pemulihan energi limbah padat dan (6)
pengelolaan limbah padat yang berkesinambungan.
Kegiatan minimisasi limbah padat berpedoman pada konsep pelaksanaan
pembangunan yang sustainabel. Pembangunan yang sustainabel adalah pembangunan yang
menghemat sumberdaya alam dan pembangunan yang memberi nilai tambah sumberdaya
alam. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan dua upaya secara simultan, yaitu :
Melakukan penghematan pemanfaatan sumberdaya alam melalui berbagai upaya
antara lain pemanfaatan kembali (reuseability), mengganti sesuatu yang lebih
hemat dan lebih aman (replacement), menolak sesuatu yang membahayakan
keselamatan hidup (refusal), memperbaiki yang kurang sesuai (repair), menyusun
struktur yang tidak sesuai (reconstruct), memperpanjang umur sesuatu
(redurability), mengurangi limbah (reduce), memanfaatkan kembali limbah yang
masih dapat dimanfaatkan (recycle), mentransformasi limbah (recovery) dan
sebagainya.

Gambar 8. Diagram dari hirarki limbah


(Sumber. http://id.wikipedia.org/ Waste_hierarchy.svg, diakses pada 7 Mei 2012, pukul
20.21)
Memberi nilai tambah sumberdaya alam yang kita manfaatkan. Misalnya dengan
menghasilkan produk yang lebih unggul, memproduksi barang atau jasa yang lebih
tinggi nilainya, dan sebagainya.

Proses penanganan limbah berawal dari penghasil limbah (sumber limbah). Pada
tahap ini diperlukan identifikasi limbah padat apakah masih memiliki nilai atau langsung
dibuang ke TPA (tempat pembuangan / penataan akhir). Limbah padat yang masih
memiliki nilai (mis, kertas, plastik, limbah organik) di proses lanjut ( daur ulang,
pemanfaatan kembali, dll), sedangkan limbah yang tidak dapat dimanfaatkan lagi
dikumpulkan dalam „bak sampah‟ (penyimpanan „on site‟) menunggu diambil oleh
petugas pengumpul sampah. Petugas pengumpul sampah ini menggunakan gerobak
sampah untuk memindahkan sampahnya ke tempat penampungan sementara (TPS) dan
selanjutnya dengan „truk sampah‟ diangkut ke TPA. Namun ada juga dari penyimpanan
„on site‟ ini langsung diangkut oleh truk sampah ke TPA.
Kegiatan pemilahan limbah padat menurut tahapan proses penanganan limbah
padat di atas, mensyaratkan adanya kegiatan pemilahan limbah padat sejak dari penghasil
limbah. Sementara itu kenyataan di lapangan proses pemilahan dari sumber penghasil
limbah belum dilakukan, melainkan para pemulung yang mengambil barang yang
dibutuhkan dari tempat sampah untuk diproses lanjut.

39
Gambar 9. Proses pananganan limbah
(Sumber. Departemen Pendidikan Nasional, (2004). Buku acuan Pendidikan
Lingkungan Hidup. Jakarta)
Tujuan pembuangan akhir sampah adalah membuang sampah agar tidak mencemari
lingkungan tempat tinggal manusia, dan juga tempat lingkungan dimana sampahtersebut
dibuang. Ada bergai cara yang dapat dilakukan pada proses pembuangan akhir. Misalnya
Penimbunan tanah (Land Fill), penimbunan limbah padat secara sehat, dan pembakaran.
Cara penimbunan sampah Land fill tidak menjamin aman bagi lingkungan, karena
sering terjadi pencemaran air tanah akibat cairan busuk (lindi) yang ditimbulkan akabitan
pembusukan bahan organic didalam tanah. Kemungkinan akan terakumulasinya gas- gas
racun yang dihasilkan pada proses pengeruaian secara anaerobic; sehingga akan
mematikan kehidupan mikroorganisma yang menguntungkan, yang hidup di dalam tanah.
Dalam tipe ini semua jenis limbah padat dibuang ke dalamnya yaitu sampah yang tak
mudah membusuk (seperti kertas-kertas, potongan-potongan kayu, potongan besi seng,
kaleng bekas) dan sampah organik yang mudah membusuk. Campuran sampah ini akan
membusuk dan menyebarkan bau tak sedap, lalat, kacoa, dan jenis binatang lain hidup di
dalamya.
Penimbunan limbah padat secara sehat dilakukan secara terencana dengan
difasilitasi peralatan pengaman agar tidak mencemari lingkungan tanah perairan dan
lingkungan sekitarnya. Area cekungan yang dijadikan lokasi pembuangan akhir sampah
dinding dan dasar cekungan dilapisi bahan yang relatif kedap air (biasanya geotextile),
dilengkapi dengan pipa penyalur gas metan, dan saluran drainase untuk menampung lindi
yang dihasilkan. Sampah dibuang dan dibiarkan menggunung seperti cara penimbunan
tanah. Tetapi, setelah sampah mencapai ketinggian tertentu, permukaan atasnya ditimbun
dengan tanah. Lapisan tanah ini sedikitnya harus setebal 60 cm. Penimbunan limbah padat
juga dilakukan bertahap, yaitu setiap hari setelah penimbunan dilakukan pemadatan dan
penuntupan dengan tanah liat (bahan kedap air) untuk mencegah terjadinya pencampuran
dengan air hujan, dan gangguan dari binatang. Pemusnahan sekaligus pemanfaatan sampah
dengancara ini memang membutuhkan dana lebih besar dan waktu serta tenaga lebih besar,
tetapi lebih aman dan tidak merugikan kehidupan masyarakat.

40
Tabel 3.1. Matrik Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL)

Lokasi Periode Institusi Pengelolaan Lingkungan


Jenis Tolok Ukur Tujuan Pengelolaan Rencana Pengelolaan Pengelolaan Pengelolaan
Sumber Dampak
Dampak Dampak Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Lingkungan
Hidup Hidup Pelaksana Pengawas Pelaporan
III.1 TAHAP PRAKONSTRUKSI
III.1.1 Sosialisasi
Munculnya sosialisasi Adanya Mencegah dan/atau Kota Banjarbaru Dilakukan 1 PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
sikap dan kekawatiran, meminimalkan  Mengundang kali, sebelum Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
persepsi harapan dan munculnya sikap seluruh atau yang kegiatan u
 BLH
masyarakat penolakan penolakan warga mewakili komponen konstruksi
Provinsi
terhadap proyek masyarakat terhadap masyarakat di
Kalimanta
rencana kegiatan dan sekitar rencana n Selatan
melakukan koordinasi kegiatan yang
dengan instansi terkena dampak.
setempat.  Melibatkan
berbagai instansi
terkait seperti
tokoh masyarakat,
RT/RW, wakil
lembaga
kemasyarakatan,
aparat
pemerintahan
kelurahan dan
kecamatan dalam
kegiatan
sosialisasi.
III.1.2 Rekruitmen Tenaga
Kerja
Peluang Penerimaan Jumlah dan Mengoptimalisasikan  Memberikan Lokasi Kegiatan PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Kerja dan Tenaga Kerja Persentase penerimaan penduduk informasi tentang pengelolaan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
Berusaha penduduk sosialisasi u
lokal menjadi pekerja peluang kerja lingkungan  BLH
setempat yang yang akan Provinsi
bisa diserap hidup bertempat
secara transparan dilakukan 1 Kalimanta
bekerja di Mall n Selatan
Jogja Kota
kepada warga

41
masyarakat Banjarbaru. kali, sebelum
 Memprioritaskan kegiatan
penerimaan tenaga konstruksi.
kerja dari
penduduk lokal
sesuai kualifikasi
yang dibutuhkan.
 Hubungan kerja
berdasarkan
kontrak.

Perubahan Kegiatan Jumlah keluhan, Mencegah dan/atau -Memberikan Lokasi Kegiatan PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Pendapatan Banjarbaru Banjarbar
sosialisasi protes, meminimalkan informasi secara pengelolaan sosialisasi Bersaudar u
kekhawatiran, munculnya sikap transparan terkait lingkungan yang akan a  BLH
rencana Provinsi
kecemasan dan penolakan warga dengan rencana hidup bertempat dilakukan 1 Kalimanta
pembangunan
sikap penolakan masyarakat terhadap kegiatan Kota Banjarbaru kali, sebelum n Selatan
maldan
warga rencana kegiatan dan pembangunan mal kegiatan
fasilitas
masyarakat melakukan koordinasi dan fasilitas konstruksi.
penunjangnya terhadap dengan instansi penunjangnya
rencana setempat. -Mengundang seluruh
kegiatan. atau yang mewakili
komponen
masyarakat sekitar
rencana kegiatan
-Melibatkan berbagai
instansi terkait
seperti tokoh
masyarakat, RT/RW,

42
wakil lembaga
kemasyarakatan,
aparat pemerintahan
kelurahan dan
kecamatan dalam
kegiatan sosialisasi.

Terjadinya Kegiatan Jumlah keluhan, Mencegah dan/atau -Memberikan Lokasi Kegiatan PT. Timur  BLH Kota  BLH Kota
Konflik protes, Banjarbaru Banjarbar
sosialisasi meminimalkan informasi secara pengelolaan sosialisasi Raya u
Sosial kekhawatiran,
rencana munculnya sikap transparan terkait lingkungan hidup yang akan Persada  BLH
kecemasan dan
Provinsi
pembangunan sikap penolakan penolakan warga dengan rencana bertempat di dilakukan 1 Kalimanta
warga n Selatan
mal dan fasilitas masyarakat masyarakat terhadap kegiatan Kota Banjarbaru kali, sebelum
penunjangnya terhadap rencana rencana kegiatan dan pembangunan mal kegiatan
kegiatan melakukan koordinasi dan fasilitas konstruksi
dengan instansi penunjangnya
setempat
III.2 KONTRUKSI
III.2.1 Mobilisasi Material dan
Alat Berat
Penurunan Peningkatan Keputusan Mencegah atau  Kendaraan Jalan Ahmad Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
kualitas debu (PM2,5) dari Gubernur DIY meminimalkan pengangkut Yani KM 36.8 kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
udara Banjarbaru u
kegiatan No. 153 Tahun tingkat pencemaran material dan mobilisasi  BLH
Utara
Provinsi
mobilisasi 2002 tentang udara akibat peralatan peralatan dan Kalimanta
peralatan dan Baku Mutu meningkatnya menggunakan material n Selatan

material saat Udara Ambient kandungan debu penutup bak berlangsung

konstruksi Daerah di (PM2,5) kendaraan saat pada tahap

Propinsi DIY pengangkutan konstruksi

(PM2,5< 65 material

43
µg/m3) berlangsung pada
saat konstruksi.
 Mengatur
kecepatan
kendaraan
pengangkut
material dan
peralatan (≤ 30
km/jam) dan
frekuensinya pada
saat melewati
permukiman.
 Wajib lulus uji
emisi bagi
kendaraan proyek
yang akan
digunakan saat
aktivitas mobilisasi
material dan
kendaraan
Peningkatan Aktivitas Keputusan Meminimalisir  Mengatur Jalan Ahmad Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Kebisingan mobilisasi Gubernur DIY Yani KM 36.8 kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
dampak kebisingan kecepatan u
Banjarbaru
peralatan dan No. 176 Tahun kendaraan mobilisasi  BLH
akibat dari aktivitas Utara
Provinsi
material yang 2003 tentang pengangkut material peralatan dan Kalimanta
mobilisasi peralatan
mengakibatkan Baku Tingkat dan peralatan material n Selatan
dan material agar
peningkatan Getaran, hingga ≤ 30 km/jam berlangsung
tidak melebihi baku
kebisingan Kebisingan dan pada saat melewati pada tahap
tingkat kebisingan
Kebauan di pemukiman di konstruksi
dalam batas wilayah

44
Propinsi DIY studi.
(tingkat  Perawatan
kebisingan untuk kendaraan
perdagangan < pengangkut material
70 dBA, secara rutin
permukiman <
55 dbA, sekolah
< 55 dBA)

Peningkatan Aktivitas pekerja Jumlah potensi Meminimalisir  Mengatur Jalan Ahmad Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Kemacetan dan alat berat, konflik akibat dampak kemacetan Yani KM 36.8 kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
kecepatan u
keluar masuk persinggungan Banjarbaru
akibat dari aktivitas kendaraan mobilisasi  BLH
material pergerakan lalu Utara
Provinsi
lintas umum mobilisasi peralatan peralatan dan
pengangkut Kalimanta
dengan material n Selatan
kendaraan dan material agar material dan
pekerja proyek tidak mengganggu berlangsung
peralatan hingga ≤
dan jenis pengguna jalan pada tahap
kendaraan serta 30 km/jam pada
umum konstruksi
muatan
saat melewati
kendaraan
pengangkut pemukiman di
material dan
dalam batas
peralatan proyek
wilayah studi.
 Mengatur dan
melihat kondisi
sekitar pada saat
mobilisasi alat
berat dan
angkutan berjalan
Perubahan Kegiatan Jumlah keluhan Meminimalkan  Penutupan bak Jalan Ahmad Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Sikap dan mobilisasi Yani KM 36.8 Bersaudara Banjarbaru Banjarbar

45
Persepsi peralatan dan dan protes warga persepsi negatif kendaraan Banjarbaru kegiatan u
Masyarakat material  BLH
masyarakat masyarakat terhadap pengangkut material Utara mobilisasi Provinsi
karena proyek dan (dump truck). peralatan dan Kalimanta
n Selatan
meningkatnya melakukan koordinasi  Penyiraman ban material
kadar debu, dengan tokoh saat keluar dari berlangsung
emisi kendaraan masyarakat dan lokasi tapak proyek. pada tahap
mobilisasi, pemerintah setempat  Mengatur frekuensi konstruksi
kebisingan, dan kecepatan lalu
kemacetan dan lintas.
ketidaknyamana  Menempatkan
n masyarakat. petugas pengatur
arus lalulintas
Kesehatan Aktivitas -Kepmenkes No. Meminimalisir korban  Penutupan material Area pemukiman Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
dan mobilisasi 1405/Menkes/SK kecelakaan kerja dan menggunakan terpal dan di dalam kegiatan Pra- Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
keselamata Dinas u, Dinas
n Kerja peralatan dan /XI/2002 menghindari sehingga debu tidak proyek Konstruksi, Kesehatan
Kesehatan Kota
material Tentang penurunan kesehatan bertebaran saat Konstruksi, Kota Banjarbar
Persyaratan mobilisasi kendaraan Operasional u, Dinas
Banjarbaru Perhubun
Kesehatan berat dan material gan Kota
Lingkungan Kerja dilakukan. Banjarbar
u
Perkantoran dan  Pekerja
Industri. menggunakan
-PP 41 Tahun perlengkapan kerja
1999 tentang yang berupa Helm,
Pengendalian Sepatu Safty dan
Pencemaran rompi pekerja sesuai
Udara di dengan posisi.
Lampiran (Baku  Aktivitas mobilisasi
Mutu Udara kendaraan yang
mengakibatkan

46
Ambien Nasional) kebisingan dilakukan
-Peningkatan pada siang hari dan
jumlah tengah malam pada
masyarakat yang saat tingkat
mengalami kepadatan lalu lintas
gangguan turun

kesehatan akibat
penurunan
tingkat kualitas
udara dan
kebisingan di
pusat layanan
kesehatan
terdekat
(Polindes, Balai
Pengobatan,
Puskesmas)

Mobilisasi Tenaga Kerja   

Penurunan Peningkatan Keputusan Mencegah atau  Kendaraan -Kendaraan Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
kualitas debu (PM2,5) dari Gubernur DIY meminimalkan pengangkut yang digunakan kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
udara u
kegiatan No. 153 Tahun tingkat pencemaran material dan untuk mobilisasi  BLH
Provinsi
mobilisasi 2002 tentang udara akibat peralatan mobilisasi peralatan dan Kalimanta
peralatan dan Baku Mutu meningkatnya menggunakan -Jalan Printis material n Selatan

material saat Udara Ambient kandungan debu penutup bak Kemerdekaann berlangsung

konstruksi Daerah di (PM2,5) kendaraan saat pada tahap

Propinsi DIY pengangkutan konstruksi

(PM2,5< 65 material

47
µg/m3) berlangsung pada
saat konstruksi.
 Mengatur
kecepatan
kendaraan
pengangkut
material dan
peralatan (≤ 30
km/jam) dan
frekuensinya pada
saat melewati
permukiman.
 Wajib lulus uji
emisi bagi
kendaraan proyek
yang akan
digunakan saat
aktivitas mobilisasi
material dan
kendaraan
Peningkatan Aktivitas Keputusan Mencegah atau  Kendaraan Jalan Ahmad Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Kebisingan mobilisasi meminimalkan pengangkut Yani KM 36.8 kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
Gubernur DIY u
Banjarbaru
peralatan dan tingkat pencemaran material dan mobilisasi  BLH
No. 176 Tahun Utara
Provinsi
material yang udara akibat peralatan peralatan dan Kalimanta
2003 tentang
mengakibatkan meningkatnya menggunakan material n Selatan
Baku Tingkat
peningkatan kandungan debu penutup bak berlangsung
Getaran,
kebisingan (PM2,5) kendaraan saat pada tahap
Kebisingan dan
pengangkutan konstruksi
Kebauan di

48
Propinsi DIY material
(tingkat berlangsung pada
kebisingan untuk saat konstruksi.

perdagangan <  Mengatur

70 dBA, kecepatan
kendaraan
permukiman <
pengangkut
55 dbA, sekolah
material dan
< 55 dBA)
peralatan (≤ 30
km/jam) dan
frekuensinya pada
saat melewati
permukiman.
 Wajib lulus uji
emisi bagi
kendaraan proyek
yang akan
digunakan saat
aktivitas mobilisasi
material dan
kendaraan
Peningkatan Aktivitas pekerja Jumlah potensi Meminimalisir  Mengatur Jalan Ahmad Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Kemacetan dan alat berat, konflik akibat dampak kemacetan Yani KM 36.8 kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
kecepatan u
keluar masuk persinggungan Banjarbaru
akibat dari aktivitas kendaraan mobilisasi  BLH
material pergerakan lalu Utara
Provinsi
lintas umum mobilisasi peralatan peralatan dan
pengangkut Kalimanta
dengan material n Selatan
kendaraan dan material agar material dan
pekerja proyek tidak mengganggu berlangsung
peralatan hingga ≤
dan jenis pengguna jalan pada tahap
kendaraan serta 30 km/jam pada
konstruksi

49
muatan umum saat melewati
kendaraan
pemukiman di
pengangkut
material dan dalam batas
peralatan proyek
wilayah studi.
 Mengatur dan
melihat kondisi
sekitar pada saat
mobilisasi alat
berat dan
angkutan berjalan
Perubahan Kegiatan Jumlah keluhan Meminimalkan  Penutupan bak Jalan Ahmad Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Sikap dan mobilisasi dan protes warga persepsi negatif kendaraan Yani KM 36.8 kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
Persepsi peralatan dan Banjarbaru u
masyarakat masyarakat terhadap pengangkut material Utara mobilisasi  BLH
Masyarakat material
Provinsi
karena proyek dan (dump truck). peralatan dan Kalimanta
meningkatnya melakukan koordinasi  Penyiraman ban material n Selatan
kadar debu, dengan tokoh saat keluar dari berlangsung
emisi kendaraan masyarakat dan lokasi tapak proyek. pada tahap
mobilisasi, pemerintah setempat  Mengatur frekuensi konstruksi
kebisingan, dan kecepatan lalu
kemacetan dan lintas.
ketidaknyamana  Menempatkan
n masyarakat. petugas pengatur
arus lalulintas
Penyiapan Lahan   

Penurunan Penurunan Keputusan Meminimalkan tingkat  Melakukan  Tapak proyek Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
kualitas kualitas udara Gubernur DIY pencemaran udara Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
penyiraman lahan yang kegiatan u
udara dari alat-alat No. 153 Tahun
di tapak proyek dibangun pembanguna  BLH
berat yang 2002 tentang
Provinsi
digunakan (CO, Baku Mutu Udara
sesuai keperluan  Peralatan n mal dan Kalimanta
NO2) dan Ambient Daerah n Selatan

50
penggalian di Propinsi DIY (saat kondisi berat yang fasilitas
basement (PM2,5< 65
kering/musim digunakan pendukungny
(PM2,5) µg/m3
kemarau). untuk a
 Menggunakan pembangunan berlangsung
peralatan berat mal dan pada tahap
yang masih layak fasilitas konstruksi
jalan dan
pendukungny
melakukan
a
perawatan
peralatan berat
secara berkala
Peningkatan Aktivitas alat Keputusan Meminimalisir  Membuat pagar di  Lokasi tapak Selama PT. Aigo BLH Kota  BLH Kota
Kebisingan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
berat yang Gubernur DIY dampak kebisingan sekeliling tapak proyek kegiatan u
digunakan untuk No. 176 Tahun akibat dari aktivitas proyek (misalnya penyiapan  BLH
 Alat berat
Provinsi
mempersiapakan 2003 tentang penyiapan lahan agar dengan seng) yang lahan dan Kalimanta
n Selatan
lahan yang akan Baku Tingkat tidak melebihi baku  Perawatan alat digunakan pembangunan
di bangun Getaran, tingkat kebisingan berat secara rutin untuk berlangsung
Kebisingan dan penyiapan pada tahap
lahan
Kebauan di konstruksi
Propinsi DIY
(tingkat
kebisingan untuk
perdagangan
<70 dBA,
permukiman <
55 dbA, sekolah
< 55 dBA)

51
Peningkatan Perubahan Timbulnya Mencegah terjadinya Membuat sumur Lokasi tapak Selama PT. Aigo BLH Kota  BLH Kota
Run Off Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
tutupan lahan aliran aliran permukaan resapan di lokasi proyek kegiatan u
permukaan keluar lokasi proyek proyek pembanguna  BLH
Provinsi
keluar areal n mal dan Kalimanta
n Selatan
proyek fasilitas
pendukung
berlangsung
pada tahap
konstruksi

Penurunan Persiapan lahan Besarnya debit Meminimalisir dampak  Membuat biopori,  Lokasi tapak Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Kuantitas Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
untuk air permukaan dari pengurangan drainase dan lahan proyek kegiatan u
Air Tanah
pembangunan (run Off) lahan terbuka serapan di  Daerah sekitar penyiapan  BLH
Provinsi
sekeliling tapak tapak proyek lahan dan Kalimanta
n Selatan
proyek. pembangunan
 Pemantauan debit berlangsung
air permukaan pada tahap
konstruksi

Peningkatan Pergerakan Jumlah potensi Mengurangi potensi e) Mengatur jadwal Lokasi Direncanakan PT. Aigo  BLH, Dinas  BLH Kota
kemacetan konflik akibat Bersaudara Perhubunga Banjarbar
kendaraan konflik dengan pengangkutan pengelolaan pengelolaanny n Kota u
persinggungan
pengangkut pergerakan lalu meminimalkan material, khususnya lingkungan hidup a dilakukan Banjarbaru  BLH
Provinsi
lintas umum crossing, merging dan kendaraan berada di pintu selama masa
material dan Kalimanta
dengan keluar masuk mobilisasi n Selatan
peralatan proyek kendaraan diverging, serta pengangkut material 
pekerja proyek memastikan beban proyek berlangsung
yang mempunyai
dan jenis kendaraan dengan
kendaraan serta dimensi besar untuk

52
muatan muatannya tidak melakukan
diteruskan ke jalan kegiatan
sesuai dengan daya pengangkutan pada
dukung jalan jam-jam sibuk.
f) Mengupayakan
semaksimal mungkin
untuk menggunakan
kendaraan yang
dimensinya tidak
terlalu besar.
g) Menempatkan
petugas untuk
mengatur kendaraan
yang keluar masuk
proyek.
h) Mengatur
kendaraan proyek
agar tidak parkir atau
menunggu di bahu
jalan
Munculnya Pendapat dari Protes, Mengendalikan terjadi  Menampung  Lokasi tapak Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Konflik masukkan, Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
masyarakat konflik di masyarakat masukkan, protes proyek kegiatan u
Sosial permintaan dari
sekitar tapak dan pendapat  Daerah penyiapan  BLH
masyarakat
Provinsi
setempat baik
proyek masyarakat sekitar lahan Kalimanta
yang negative n Selatan
ataupun positif  Mempekerjakan proyek yang berlangsung
warga lokal di terganggu pada tahap

53
tapak proyek konstruksi

Munculnya kemungkinan Sikap dan merencanakan Dengan memberikan Pengelolaan Direncanakan PT. Aigo  BLH, SKPD  BLH,
sikap dan terjadinya pengelolaan dampak, informasi terhadap Bersaudara terkait SKPD
persepsi dari akan dilakukan pengelolaann
persepsi gangguan , Konsultan terkait
masyarakat kenyamanan masyarakat sekecil apapun itu, rencana mobilisasi pada titik titik ya dilakukan Pengawas
masyarakat baik positif maupun peralatan dan
sekitar lokasi komunitas selama masa
yang berdomisili material bangunan
disekitar lokasi setelah negatif, untuk yang terpilih, dilihat mobilisasi
negatif supaya dapat kepada masyarakat,
mengetahui dari sudut berlangsung
ditekan seminimal meminimalisir
adanya rencana pandang yang di
mungkin atau bahkan gangguna berupa
memasukkan kepentingan, prakirakan
jika bisa dihilangkan, pengaturan jam
peralatan dan kerja, lalulintas, dan permasalahan akan
sedangkan yang
bahan material menggunakan yang terjadi, memakan
positif dapat terus di
yang dibutuhkan optimalkan dan pendektan teknologi serta bobot waktu kurang
untuk memulai dikembangkan untuk meminimalisir permasalahan lebih 2 tahun
dampak gangguan
pembangunan yang timbul
kenyamanan yang
belum ada pada satu waktu
terjadi beserta
sebelumnya di dan lokasi
kompensasi yang
lingkungan
sudah disepakati bila
mereka mana ada
kesepakatan kepada
masyarakat
Kesehatan mobilisasi  Kepmenkes No. Meminimalisir korban  Penutupan material Area pemukiman Selama PT. Aigo  BLH Kota -BLH Kota
dan peralatan dan 1405/Menkes/ kecelakaan kerja dan menggunakan terpal dan di dalam kegiatan Pra- Bersaudara Banjarbaru, Banjarbaru
keselamata material Dinas -Dinas
n Kerja SK/XI/2002 menghindari sehingga debu tidak proyek Konstruksi, Kesehatan Kesehatan
Kota Kota
Tentang penurunan bertebaran saat Konstruksi, Banjarbaru Banjarbaru
Persyaratan kesehatan mobilisasi Operasional -Dinas
Perhubung
Kesehatan kendaraan berat an Kota

54
Lingkungan dan material Banjarbaru
Kerja dilakukan.
Perkantoran  Pekerja
dan Industri. menggunakan
 PP 41 Tahun perlengkapan kerja
1999 tentang yang berupa Helm,
Pengendalian Sepatu Safty dan
Pencemaran rompi pekerja
Udara di sesuai dengan
Lampiran posisi.
(Baku Mutu  Aktivitas mobilisasi
Udara Ambien kendaraan yang
Nasional) mengakibatkan
 Peningkatan kebisingan dilakukan
jumlah pada siang hari dan
masyarakat tengah malam pada

yang saat tingkat

mengalami kepadatan lalu lintas

gangguan turun

kesehatan
akibat
penurunan
tingkat kualitas
udara dan
kebisingan di
pusat layanan
kesehatan
terdekat

55
(Polindes, Balai
Pengobatan,
Puskesmas)

Pembangunan Mal dan


Fasilitas Pendukung
Penurunan Penurunan Keputusan Meminimalkan tingkat  Melakukan  Tapak proyek Selama PT. Aigo BLH Kota  BLH Kota
kualitas kualitas udara Gubernur DIY pencemaran udara Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
penyiraman lahan yang kegiatan u
udara dari alat-alat No. 153 Tahun
di tapak proyek dibangun pembanguna  BLH
berat yang 2002 tentang
Provinsi
digunakan (CO, Baku Mutu Udara
sesuai keperluan  Peralatan n mal dan Kalimanta
NO2) dan Ambient Daerah n Selatan
penggalian di Propinsi DIY (saat kondisi berat yang fasilitas
basement (PM2,5< 65
kering/musim digunakan pendukungny
(PM2,5) µg/m3
kemarau). untuk a
 Menggunakan pembangunan berlangsung
peralatan berat mal dan pada tahap
yang masih layak fasilitas konstruksi
jalan dan
pendukungny
melakukan
a
perawatan
peralatan berat
secara berkala
Peningkatan Aktivitas alat Keputusan Meminimalisir  Membuat pagar di  Lokasi tapak Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Kebisingan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
berat yang Gubernur DIY dampak kebisingan sekeliling tapak proyek kegiatan u
digunakan untuk No. 176 Tahun akibat dari aktivitas proyek (misalnya  Alat berat penyiapan
mempersiapakan 2003 tentang pemangunan mal dan dengan seng) yang lahan dan
lahan yang akan Baku Tingkat fasilitas pendukung  Perawatan alat digunakan pembangunan
di bangun Getaran, agar tidak melebihi berat secara rutin untuk berlangsung
Kebisingan dan baku tingkat penyiapan pada tahap

56
Kebauan di kebisingan lahan konstruksi
Propinsi DIY
(tingkat
kebisingan untuk
perdagangan <
70 dBA,
permukiman <
55 dbA, sekolah
< 55 dBA)

Timbulnya Aktivitas alat Keputusan Meminimalkan  Membuat pagar  Lokasi tapak Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH
getaran berat yang Menteri Negara dampak timbulnya yang terbuat dari Bersaudara Banjarbaru Provinsi
proyek kegiatan Kalimanta
digunakan Lingkungan getaran akibat dari batu bata di  Alat berat penyiapan n Selatan
untuk Hidup No. 49 aktivitas sebelah selatan yang lahan dan
mempersiapaka Tahun 1996 pembangunan mal dan timur tapak digunakan pembangunan
n lahan yang tentang Baku dan fasilitas proyek dengan untuk berlangsung
akan di bangun Tingkat Getaran pendukung agar kedalaman dan penyiapan pada tahap
(Lampiran II tidak melebihi baku ketinggian ± 2 lahan
konstruksi
Baku Tingkat tingkat getaran meter
Mekanik  Perawatan alat
Berdasarkan berat secara rutin
Kerusakan)  Pembuatan
pondasi dengan
menggunakan
metode bore pile

Gangguan Pergerakan Jumlah potensi Mengurangi potensi  penataan dan Lokasi Direncanakan PT. Aigo  BLH, Dinas  BLH,
Kemacetan konflik akibat Bersaudara Perhubunga Dinas
kendaraan konflik dengan pengaturan pada pengelolaan pengelolaanny n Banjarbaru Perhubun
Mall persinggungan

57
pengangkut pergerakan lalu meminimalkan pintu masuk dan lingkungan hidup a dilakukan gan Kota
lintas umum Banjarbar
material dan crossing, merging dan keluar dari lokasi berada di pintu selama masa u
dengan
peralatan proyek kendaraan diverging, serta proyek keluar masuk mobilisasi
pengangkut memastikan beban proyek material galian
 penempatan
material hasil
galian kendaraan dengan berlangsung
rambu yang jelas
muatannya
untuk
diteruskan ke jalan
menunjukkan pintu
sesuai dengan daya
keluar dan masuk
dukung jalan
lokasi proyek agar
pengguna jalan
umum berhati-hati
 pengaturan waktu
operasional
kendaraan
pengangkut
material hasil
galian dan lalu
lintas umum agar
tidak bersamaan
dengan waktu
puncak lalu lintas
umum
Kerusakan Mobilisasi alat Kualitas jalan, Meminimalisir  Mengatur beban  Lokasi tapak Selama PT. Aigo  BLH BLH  BLH BLH
jalan dan berat maksimal dampak kerusakan Bersaudara Kota Kota
berat dan kendaraan agar proyek kegiatan Banjarbaru Banjarbar
Jembatan kendaraan,
konstruksi jumlah maksimal dengan mengatur tidak melebihi batas  Tujuan akhir penyiapan u
kendaraan. frekuensi dan beban maksimal beban dan awal dari lahan BLH
Provinsi

58
kendaraan yang boleh lewat di mobilisasi berlangsung Kalimantan
Selatan
jalan dan jembatan pada tahap
konstruksi

Munculnya Pendapat dari Protes, Mengendalikan terjadi  Menampung  Lokasi tapak Selama PT. Aigo  BLH BLH BLH Kota
Konflik masukkan, Bersaudara Kota Banjarbaru
masyarakat konflik di masyarakat masukkan, protes proyek kegiatan Banjarbaru BLH
Sosial permintaan dari
sekitar tapak masyarakat dan pendapat  Daerah penyiapan  Provinsi
Kalimantan
setempat baik
proyek masyarakat sekitar lahan Selatan
yang negative
ataupun positif  Mempekerjakan proyek yang berlangsung
warga lokal di terganggu pada tahap
tapak proyek konstruksi

Munculnya kemungkinan Sikap dan merencanakan Dengan memberikan Pengelolaan Direncanakan PT. Aigo  BLH, SKPD  BLH,
sikap dan terjadinya pengelolaan dampak, informasi terhadap Bersaudara terkait SKPD
persepsi dari akan dilakukan pengelolaann
persepsi gangguan , Konsultan terkait
masyarakat kenyamanan masyarakat sekecil apapun itu, rencana mobilisasi pada titik titik ya dilakukan Pengawas
masyarakat baik positif maupun peralatan dan
sekitar lokasi komunitas selama masa
yang berdomisili material bangunan
disekitar lokasi setelah negatif, untuk yang terpilih, dilihat mobilisasi
negatif supaya dapat kepada masyarakat,
mengetahui dari sudut berlangsung
ditekan seminimal meminimalisir
adanya rencana pandang yang di
mungkin atau bahkan gangguna berupa
memasukkan kepentingan, prakirakan
jika bisa dihilangkan, pengaturan jam
peralatan dan kerja, lalulintas, dan permasalahan akan
sedangkan yang
bahan material menggunakan yang terjadi, memakan
positif dapat terus di
yang dibutuhkan pendektan teknologi serta bobot waktu kurang
optimalkan dan
untuk memulai untuk meminimalisir permasalahan lebih 2 tahun
dikembangkan
dampak gangguan
pembangunan yang timbul
kenyamanan yang
belum ada pada satu waktu
terjadi beserta

59
sebelumnya di kompensasi yang dan lokasi
lingkungan sudah disepakati bila

mereka mana ada


kesepakatan kepada
masyarakat
Kesehatan mobilisasi  Kepmenkes No. Meminimalisir korban  Penutupan material Area pemukiman Selama PT. Aigo  BLH Kota -BLH Kota
dan peralatan dan 1405/Menkes/ kecelakaan kerja dan menggunakan terpal dan di dalam kegiatan Pra- Bersaudara Banjarbaru, Banjarbaru
keselamata material Dinas -Dinas
n Kerja SK/XI/2002 menghindari sehingga debu tidak proyek Konstruksi, Kesehatan Kesehatan
Kota Kota
Tentang penurunan bertebaran saat Konstruksi, Banjarbaru Banjarbaru
Persyaratan kesehatan mobilisasi Operasional -Dinas
Perhubung
Kesehatan kendaraan berat an Kota
Lingkungan dan material Banjarbaru

Kerja dilakukan.
Perkantoran  Pekerja
dan Industri. menggunakan
 PP 41 Tahun perlengkapan kerja
1999 tentang yang berupa Helm,
Pengendalian Sepatu Safty dan
Pencemaran rompi pekerja
Udara di sesuai dengan
Lampiran posisi.
(Baku Mutu  Aktivitas mobilisasi
Udara Ambien kendaraan yang
Nasional) mengakibatkan
 Peningkatan kebisingan dilakukan
jumlah pada siang hari dan
masyarakat tengah malam pada

yang saat tingkat


kepadatan lalu lintas

60
mengalami turun
gangguan
kesehatan
akibat
penurunan
tingkat kualitas
udara dan
kebisingan di
pusat layanan
kesehatan
terdekat
(Polindes, Balai
Pengobatan,
Puskesmas)

III.3 OPERASIONAL
Rekruitmen Tenaga Kerja
Peluang Rekruitmen Jumlah  Memaksimalkan Memberikan Di Kantor PT. Selama PT. Aigo  BLH dan  BLH Kota
Kerja dan Bersaudara Deperindag Banjarbar
Berusaha Tenaga penduduk lokal jumlah penduduk informasi tentang ARTA SARANA kegiatan
kop, Kota u
Kerja yang menjadi lokal yang dapat peluang usaha yang dan Kelurahan operasional Banjarbaru
karyawan di membuka dan atau dapat diisi atau Kota Baru, mal
mengembangkan menjadi rekanan Terban
mal tersebut berlangsung
usaha kerja bagi Kecamatan
dan apakah pada tahap
masyrakat masyarakat sekitar Gondokusuman operasional
sekitar dapat lokasi seperti bidang dan Kelurahan
perdagangan, Gowongan,
membuka dan
hiburan dan kuliner Kecamatan Jetis,
atau
untuk memenuhi Kota Yogyakarta
mengembangk

61
an jenis usaha kebutuhan harian
para pengunjung mal
sesuai dengan
persyaratan yang
berlaku
Perubahan Rekruitmen Te  Upah Minimum Meningkatkan dan  Memberikan Lokasi Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH
Pendapatan naga kerja Regional Kota atau mengoptimalkan kesempatan atau pengelolaan kegiatan Bersaudara Banjarbaru Provinsi
 Kalimanta
Yogyakarta keterlibatan peluang-peluang lingkungan hidup operasional n Selatan
(UMR) masyarakat dalam bagi penduduk lokal bertempat di mal
 Daya beli atau setiap kesempatan terhadap pekerjaan- Kelurahan berlangsung
peningkatan kerja yang ada agar pekerjaan atau Kotabaru, pada tahap
pendapatan pendapatan rekanan kerja yang
Terban, operasional
masyarakat masyarakat dapat tercipta, dengan
Kecamatan
terus meningkat. beroperasinya mal,
Gondokusuman
keterlibatan mereka
dan Kelurahan
dapat meningkatkan
pendapatan. Gowongan,

 Memberikan Kecamatan Jetis,

kemudahan/bantua Kota
n fasilitas bagi Yogyakarta.
penduduk lokal .
untuk lebih
mengembangkan
usahanya terutama
UMK dan IMKM
(Industri Mikro Kecil
dan Menegah)
Terjadinya rekruitmen Jumlah keluhan Mencegah atau  Menjalin Lokasi Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Konflik tenaga kerja dan protes, dan meminimalkan komunikasi dengan pengelolaan kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
 u
 BLH

62
Sosial keresahan akibat adanya sikap dan pedagang yang lingkungan hidup operasional Provinsi
Kalimanta
gangguan persepsi negatif beraktivitas di mal bertempat di mal n Selatan
kenyamanan masyarakat dan serta masyarakat Kelurahan berlangsung 
melakukan koordinasi sekitar kegiatan Kotabaru, pada tahap
dengan berbagai  Memberi bantuan Terban, operasional
pihak terkait melalui program Kecamatan
CSR dengan
Gondokusuman
berkoordinasi
dan Kelurahan
dengan pemerintah
Gowongan,
setempat.Memfasili
Kecamatan Jetis,
tasi adanya
berbagai kegiatan Kota

sosial Yogyakarta.
kemasyarakatan .
yang dilakukan
bersama antara
penduduk lokal
Perubahan rekruitmen Jumlah keluhan Mencegah atau  Menjalin Lokasi Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Sikap dan tenaga kerja dan protes, dan meminimalkan komunikasi dengan pengelolaan kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
Persepsi  u
Masyarakat keresahan akibat adanya sikap dan pedagang yang lingkungan hidup operasional  BLH
gangguan persepsi negatif beraktivitas di mal bertempat di Provinsi
mal Kalimanta
kenyamanan masyarakat dan serta masyarakat Kelurahan berlangsung n Selatan
melakukan sekitar kegiatan 
Kotabaru, pada tahap
koordinasi dengan  Memberi bantuan
Terban, operasional
berbagai pihak melalui program
Kecamatan
terkait CSR dengan
Gondokusuman
berkoordinasi
dan Kelurahan
dengan pemerintah
setempat.Memfasili Gowongan,
tasi adanya Kecamatan Jetis,

63
berbagai kegiatan Kota
sosial Yogyakarta.
kemasyarakatan .
yang dilakukan
bersama antara
penduduk lokal
Operasial Mal   

Penurunan Penurunan  Keputusan Meminimalkan  Memasang blower  Basement Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Kualitas kualitas udara Gubernur DIY tingkat pencemaran di area parkir 1,2 dan lower kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
Udara  u
dari akitivitas No. 153 Tahun udara basement 1, 2 ground operasional  BLH
parkir saat 2002 tentang dan lower ground  Jalur pintu mal Provinsi
Kalimanta
operasional mal Baku Mutu sehingga terjadi masuk di berlangsung n Selatan
berlangsung Udara Ambient sirkulasi udara di areal mal pada tahap 

Daerah di dalam tempat operasional


Propinsi DIY parkir.
(CO < 30.000  Membuat jalur
µg/m3, NO2 < hijau di areal
400 µg/m3) pintu masuk mal
 Keputusan untuk mereduksi
Gubernur DIY gas buang dari
No. 169 kendaraan
Tahun 2003 pengunjung mal
Lampiran V 
tentang Baku
Mutu Emisi
Sumber Tidak
Bergerak
Untuk
Kegiatan
Utilitas

64
(Untuk
Genset)

Peningkatan Operasional mal Keputusan Meminimalkan Aktivitas parkir :  Basement 1,2 Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Kebisingan yang berasal Gubernur DIY dampak peningkatan Membuat jalur dan lower kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
u
dari aktivitas No. 176 Tahun kebisingan akibat hijau di areal pintu ground opersional  BLH
parkir dan 2003 tentang dari aktivitas parkir masuk mal untuk  Lokasi genset berlangsung Provinsi
Kalimanta
pengunaan Baku Tingkat dan penggunaan meredam tingkat  Jalur pintu n Selatan
genset saat Getaran, genset agar tidak kebisiangan masuk di 

pasokan listrik Kebisingan dan melebihi baku Genset : areal mal


dari PLN Kebauan di tingkat kebisingan  Perawatan
terganggu Propinsi DIY genset secara
(tingkat berkala
kebisingan untuk  Genset
perdagangan < diletakkan
70 dBA, dalam ruangan
permukiman < yang dilengkapi
55 dbA, sekolah dengan kipas
< 55 dBA) angin atau
ventilasi yang
cukup dan
diletakkan
dalam ruangan
yang berdinding
beton
 Memasang alat
peredaman
kebisisingan di
exhaust
(muffler)

65

Terjadinya Sumber  Tingkat Memberikan rasa  Penyedian alat Di setiap lantai Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Resiko dampak berasal keamanan dari aman kepada para pemadam mal disediakan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
operasional dan Dinas u-Dinas
Kebakaran
dari operasional pemasangan pengunjung dan kebakaran seperti APAR dengan mal Kebakaran Kesehatan
mal seperti dari instalasi karyawan mal, dan APAR, hydran dan Kota Kota
jarak tiap 50 berlangsung Banjarbaru Banjarbar
instalasi kelistrikan memperkecil resiko spingkler yang meter, dan u-Dinas
kelistrikan, atau apakah sudah terjadinya kebakaran diperiksa setiap Perhubun
hydran besar di gan Kota
bisa juga dari sesuai dengan enam bulan sekali. Banjarbar
luar mal
kegitan dapur prosedur atau  Penyediaan jalur u
yang terdapat SOP. evakuasi bila terjadi
pada bagian  Ketersediaan kebakaran.
foodcourt, dari alat-alat
pemadam
darurat (APAR)
dan hydran
besar di luar mal
pada tiap jarak
50 meter yang
berfungsi
dengan baik
sesuai dengan
Permenaker No-
04 / Men / 1980.
Penurunan Penurunan PP 82 Tahun Mencegah terjadinya Mengoptimalkan Lokasi Waste Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Kualitas Air Water kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
kualitas airtanah 2001 tentang dampak penurunan kerja waste water u
dari Limbah cair Pengelolaan kualitas airtanah treatmen plan Treatment Plan operasional  BLH
mal Provinsi
saat operasional Kualitas Air Dan (WWTP) (WWTP) Kalimanta
berlangsung n Selatan
mal Pengendalian 
pada tahap
Pencemaran Air operasional

66
(fecal coliform <
100 MPN/100
mL, Nitrat < 10
mg/mL)

Peningkatan Kegiatan VC ratio ruas Mempertahankan  ketersediaan ruang Lokasi Direncanakan PT. Aigo  BLH, Dinas  BLH Kota
Kemacetan operasional mal jalan, derajat kinerja jalan dan parkir untuk pengelolaan pengelolaanny Bersaudara Perhubung Banjarbar
Lalu Lintas kejenuhan an Kota u
seperti aktivitas simpang dan simpang minimal mencegah pengujung lingkungan a dilakukan Banjarbaru  BLH
keluar Provinsi
tundaan simpang seperti kondisi tanpa menggunakan badan hidup berada di selama masa Kalimanta
masuknya adanya Mal Jogja jalan untuk parkir. dalam Mal Jogja operasional n Selatan
kendaraan Plaza dan di 
Plaza  mengatur pola Mal Jogja Plaza
parapengunjun sirkulasi masuk dan simpang atau
g keluar Mal Jogja ruas jalan di

Plaza agar antrian dekat akses


menuju Mal
pengunjung mal tidak
Jogja Plaza
akan sampai ke
jalan umum
Perubahan Aktivitas Jumlah keluhan Mencegah atau  Menjalin Lokasi Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Sikap dan operasional mal dan protes, dan meminimalkan pengelolaan kegiatan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
komunikasi u
Persepsi
Masyarakat dan fasilitas keresahan akibat adanya sikap dan dengan pedagang lingkungan hidup operasional  BLH
penunjangnya gangguan persepsi negatif Provinsi
yang beraktivitas bertempat di mal Kalimanta
kenyamanan masyarakat dan Kelurahan berlangsung n Selatan
di mal serta
melakukan
masyarakat Kotabaru, pada tahap
koordinasi dengan
sekitar kegiatan Terban, operasional
berbagai pihak
terkait  Memberi bantuan Kecamatan
Gondokusuman
melalui program
dan Kelurahan
CSR dengan
Gowongan,
berkoordinasi

67
dengan Kecamatan Jetis,
pemerintah Kota
setempat.Memfas Yogyakarta.
ilitasi adanya .
berbagai
kegiatan sosial
kemasyarakatan
yang dilakukan
bersama antara
penduduk lokal
Kesehatan Sumber  Tingkat Memberikan rasa  Penyedian alat Di setiap lantai Selama PT. Aigo  BLH Kota  BLH Kota
Keselamata dampak berasal keamanan dari aman kepada para pemadam mal disediakan Bersaudara Banjarbaru Banjarbar
operasional dan Dinas u-Dinas
n Kerja
dari operasional pemasangan pengunjung dan kebakaran seperti APAR dengan mal Kebakaran Kesehatan
mal seperti dari instalasi karyawan mal, dan APAR, hydran dan Kota Kota
jarak tiap 50 berlangsung Banjarbaru Banjarbar
instalasi kelistrikan memperkecil resiko spingkler yang meter, dan u-Dinas
kelistrikan, atau apakah sudah terjadinya kebakaran diperiksa setiap Perhubun
hydran besar di gan Kota
bisa juga dari sesuai dengan enam bulan sekali. Banjarbar
luar mal, tanda-
kegitan dapur prosedur atau  Penyediaan jalur u
tanda larangan
yang terdapat SOP. evakuasi bila terjadi
atau peringatan
pada bagian  Ketersediaan kebakaran.
foodcourt, dan dari alat-alat  Peringatan-
bisa juga pemadam peringatan yang
terjadi akibat darurat (APAR) diperlukan seperti
human error dan hydran pada eskalator,
pengunjung besar di luar mal pada sandaran yang
pada tiap jarak terbuat dari kaca,
50 meter yang peringatan apabila
berfungsi lantai licin
dengan baik

68
sesuai dengan
Permenaker No-
04 / Men / 1980.
 Tersedianya
peringatan-
peringatan pada
tempat-tempat
tertentu seperti
contohnya
peringatan yang
terdapat pada
eskalator

Pemeliharaan Mal dan   


Fasilitas Pendukung
Perubahan Pemeliharaan Sikap dan merencanakan  Dengan memelihara Pengelolaan Pemrakar  BLH, SKPD  BLH,
Direncanakan
bangunan dan persepsi positif terkait, SKPD
Sikap dan pengelolaan dampak, mal dan fasilitas akan dilakukanpengelolaanny sa, terkait
fasilitas dari pengunjung pengelola masyarakat
Persepsi pendukung mal dan masyarakat sekecil apapun itu, pendukungnya pada bangunan a dilakukan sekitar
mal
Masyarakat merupakan sekitar setelah baik positif maupun dengan sungguh- mal dan fasilitas selama masa
kewajiban yang mengetahui sungguh akan pendukungnya operasional
menjadi adanya negatif, untuk yang
tangungjawab pemeliharaan negatif supaya dapat menimbulkan mal
pengelola mal ditekan seminimal persepsi positif pada berlangsung
mungkin atau bahkan pengunjung dan yang di
jika bisa dihilangkan, masyarakat sekitar prakirakan
sedangkan yang akan
positif dapat terus di memakan
optimalkan dan waktu selama
dikembangkan masa kontrak
(25 tahun) dan
kemungkinan

69
perpanjangan
kontra 25
tahun
berikutnya
PASCA OPERASI   

Terjadinya Pemutusan  Bertambahny Meminimalisir  Pemberian Lokasi Ketika PT. Aigo  BLH Kota -BLH Kota
Konflik Hubungan Kerja pengelolaan operasional Bersaudara Banjarbaru, Banjarbaru
a angaka dampak dari pesangon untuk Dinas -Dinas
Sosial penganggura pemutusan membantu lingkungan mal berhenti Kesehatan Kesehatan
hidup bertempat Kota Kota
n hubungan kerja perekonomian Banjarbaru Banjarbaru
di Kelurahan -Dinas
 Keresahan agar tidak terjadi sementara Perhubung
Kotabaru,
karyawan perseteruan antara karyawan yang an Kota
Terban, Banjarbaru
mal dengan diPHK. Kecamatan
karyawan  Pemberian surat Gondokusuman
rekomendasi dan Kelurahan
kelakuan baik Gowongan,
bagi karyawan Kecamatan

yang diPHK agar Jetis, Kota


Yogyakarta
lebih mudah
mendapatkan
pekerjaan
penggganti
nantinya
Perubahan Pemutusan Adanya Meminimalisir Memberikan Lokasi Ketika PT. Aigo  BLH Kota -BLH Kota
Sikap dan Hubungan Kerja keresahan pada kemungkinan adanya pemberitahuan pengelolaan operasional Bersaudara Banjarbaru, Banjarbaru
Dinas -Dinas
Persepsi masyarakat konflik yang muncul kepada warga lingkungan mal berhenti Kesehatan Kesehatan
Masyarakat apabila terjadi hidup bertempat Kota Kota
nantinya Banjarbaru Banjarbaru
PHK di Kelurahan -Dinas
Kotabaru, Perhubung
an Kota

70
Terban, Banjarbaru
Kecamatan
Gondokusuman
dan Kelurahan
Gowongan,
Kecamatan
Jetis, Kota
Yogyakarta

71
BAB IV
JUMLAH DAN JENIS IZIN PPLH

Izin perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (PPLH) diterbitkan sebagai


persyaratan izin lingkungan dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
serta izin PPLH diterbitkan pada tahap operasional, dalam hal ini Kegiatan Pembangunan
Exo Mall oleh PT. Aigo Bersaudara di Jalan Ahmad Yani Kota Banjarbaru Provinsi
Kalimantan Selatan Mendasari rencana pengelolaan lingkungan hidup telah dijabarkan
bahwa aktifitas yang berpotensi mendapat perlakuan pengelolaan lingkungan hidup sesuai
jenis dan sumber dampak yang ditimbulkan terdiri dari :
1. Izin penyimpanan sementara limbah bahan berbahaya dan beracun
2. Izin penggunaan kolam pengendapan (settling pond)
3. Izin titik penaatan limbah cair.
Memperhatikan arahan sebagaimana tertuang dalam rencana pengelolaan lingkungan
hidup di atas, maka Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (IPPLH) yang
direkomendasikan dari kegiatan pertambangan batubara untuk diajukan melalui Instansi
Lingkungan Hidup yaitu Badan Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru dan Badan
Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan

72
BAB V
PERNYATAAN KOMITMEN PELAKSANAAN RKL-RPL

Berdasarkan Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan


Lingkungan (RPL) terhadap Dampak Penting yang terjadi akibat adanya kegiatan
Pembangunan Exo Mall oleh PT. Aigo Bersaudara di Jalan Ahmad Yani Kota Banjarbaru
Provinsi Kalimantan Selatan seperti yang tertuang dalam Dokumen ANDAL, kami yang
bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Kim Jong Un, M.E
Jabatan : Direktur
Selaku penanggung jawab atas pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup dari:
Nama Perusahaan : PT. Aigo Bersaudara
Alamat Kantor :Jalan Ahmad Yani Km 5 No.6 Banjarmasin
Dengan ini menyatakan bahwa saya:
1. Akan melaksanakan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pemantauan Lingkungan
Hidup seperti yang tertulis dalam dokumen RKL-RPL ini. yang telah kami susun
sesuai aturan yang berlaku;
2. Akan melaporkan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup yang telah
dilakukan, kepada Instansi Pengawas dan Pembina, sesuai dengan yang tertulis dalam
dokumen RKL-RPL ini;
3. Bertanggungjawab terhadap kelalaian yang kami lakukan baik disengaja maupun tidak
disengaja dengan segala resikonya dan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
4. Akan memperbaharui Dokumen AMDAL ini apabila ada perubahan yang signifikan
terhadap kegiatan.
Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sebenar-benarnya dan apabila ada
pelanggaran terhadap pelaksanaannya kami bersedia dikenakan sangsi sesuai peraturan
yang berlaku.

Banjarbaru, Mei 2018

Kim Jong Un M.E

73