Anda di halaman 1dari 2

BAB V

KESIMPULAN

Pasien datang Tn.ABD W dengan keluhan sesak napas sejak tiga hari. Hal ini

sudah sering dialami pasien, namun hilang timbul. Sesak diserati bunyi ngik-ngik dan

terkadang dipengaruhi oleh aktivitas, batuk berdahak (+) bewarna putih kehijauan.

Batuk hilang timbul dalam 4 tahun terakhir, mengeluhkan mudah capek (+) terutama

saat beraktivitas diluar rumah, demam (+) hilang timbul sejak 1 minggu terakhir, (+).

Pemeriksaan tanda vital didapatkan peningkatan tekan darah, suhu dan frekuensi

pernafasan. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan suara paru tambahan berupa

wheezing dan rhonki basah kasar pada kedua lapangan paru.

Perubahan patologi pada PPOK mencakup saluran nafas yang besar dan kecil

bahkan unit respiratori terminal. Secara umum, terdapat kondisi pada PPOK yang

menjadi dasar patologi yaitu bronkitis kronis seperti pada pasien ini yang disertai

hipersekresi mukus. Penyempitan saluran nafas sebagai respon inflamasi yang

persisten yang memberikan beragam lesi pada saluran nafasnya, termasuk hiperplasia

sel goblet, infiltrasi sel-sel radang pada mukosa dan submukosa serta peningkatan

otot polos.

Inflamasi saluran nafas pada pasien ini merupakan respon inflamasi yang

diperkuat terhadap iritasi kronik seperti asap rokok. Proses inflamasi yang melibatkan

netrofil, makrofag dan limfosit akan melepaskan mediator-mediator inflamasi dan

akan berinteraksi dengan struktur sel pada saluran nafas dan parenkim. Secara umum,

42
perubahan struktur dan inflamasi saluran nafas ini meningkat seiring derajat

keparahan penyakit dan menetap meskipun pasien telah berhenti merokok.

Hipersekresi mukus juga menyebabkan batuk produktif yang kronik serta disfungsi

silier yang mempersulit proses ekspektorasi, pada akhirnya akan menyebabkan

obstruksi saluran nafas pada saluran nafas yang kecil dengan diameter < 2 mm, faktor

konstriksi arteri pulmonalis sebagai respon dari hipoksia, disfungsi endotel dan

remodeling arteri pulmonalis menjadi faktor yang turut memberikan kontribusi

terhadap hipertensi pulmonal pada pasien ini.

43