Anda di halaman 1dari 32

BAKTERIOLOGI

Kasus (vignette)
Hasil pemeriksaan dari sampel pus ulkus diabetikus dilakukan kultur pada media Blood
Agar yang diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam, dihasilkan koloni yang mampu
memecah eritrosit. Kemudian koloni tersebut dilakukan pengecatan Gram, dengan hasil
sel berbentuk kokus, susunan bergerombol, sifat pengecatan Gram positif dan
mempunyai enzim katalase.

Pertanyaan soal:
Uji lanjutan apakah yang paling sesuai dilakukan untuk membedakan spesies dari
bakteri tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. MSA
B. CAMP
C. Bacitrasin
D. Koagulase
E. Novobiosin

Kunci Jawaban: D. Koagulase

Kasus (vignette)
Hasil pemeriksaan dari sampel pus ulkus diabetikus dilakukan kultur pada media Blood
Agar yang diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam, dihasilkan koloni yang mampu
memecah eritrosit. Kemudian koloni tersebut dilakukan pengecatan Gram, dengan
hasil sel berbentuk kokus susunan bergerombol sifat pengecatan Gram positip,
mempunyai enzim katalase dan koloni berwarna keemasan

Pertanyaan soal:
Spesies bakteri apakah yang mempunyai ciri-ciri demikian?

Pilihan Jawaban :
A. Staphylococcus aureus
B. Streptococcus pyogenes
C. Streptococcus agalactiae
D. Staphylococcus epidermidis
E. Staphylococcus saprofiticus

Kunci Jawaban: A. Staphylococcus aureus

Kasus (vignette)
Sampel pus ulkus diabetikus dilakukan kultur pada media Blood Agar yang diinkubasi
pada suhu 37°C selama 24 jam, dihasilkan koloni yang tidak memecah eritrosit.
Kemudian koloni tersebut dilakukan pengecatan Gram, dengan hasil sel berbentuk
kokus, susunan bergerombol sifat pengecatan Gram positif, mempunyai enzim
katalase, koloni putih porselin dan sensitif terhadap novobiosin.

Pertanyaan soal:
Spesies bakteri apakah yang mempunyai ciri-ciri demikian?

Pilihan Jawaban :
A. Staphylococcus aureus
B. Streptococcus pyogenes
C. Streptococcus agalactiae
D. Staphylococcus epidermidis
E. Staphylococcus saprofitikus

Kunci Jawaban: D. Staphylococcus epidermidis

Kasus (vignette)
Hasil pemeriksaan dari sampel pus ulkus diabetikus dilakukan kultur pada media Mac
Conkey yang diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam, dihasilkan koloni yang
berwarna merah jambu dengan konsistensi mukoid. Koloni juga dilakukan pengecatan
Gram, menunjukkan sifat Gram negatif. Kemudian koloni tersebut dilakukan uji biokimia
yang meliputi Indol, MR, VP, Sitrat, Motilitas, Urea, TSIA, glukosa, laktosa, dan
sukrosa. Pada media TSIA terbentuk asam pada lereng dan dasar, gas positif, tidak
terdapat endapan hitam, serta mempunyai enzim katalase, oksidase negatif.

Pertanyaan soal:
Spesies bakteri apakah yang mempunyai ciri-ciri demikian ?

Pilihan Jawaban :
A. Eschericia coli
B. Klebsiella oxytoca
C. Enterobacter aerogenes
D. Klebsiella pneumonia
E. Pesudomonas aeruginosa

Kunci Jawaban: D. Klebsiella pneumonia

Kasus (vignette)
Sampel sputum dari pasien yang menunjukkan gejala klinis batuk tidak sembuh setelah
tiga minggu, faring mengalami peradangan dan demam. Setelah sampel diinokulasi
hasil menunjukkan BTA (-). Pemeriksaan lanjut dilakukan dengan menginokulasi
sputum pada media BAP yang diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Hasil
menunjukkan morfologi koloni dengan tipe hemolisis β dan pemeriksaan mikroskopis
ditemukan bentuk sel kokus berderet.

Pertanyaan soal:
Apakah bakteri yang paling mungkin menyebabkan penyakit tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Streptococcus mutan
B. Streptococcus faecalis
C. Streptococcus viridans
D. Streptococcus pyogenes
E. Streptococcus pneumoniae
Kunci Jawaban: D. Streptococcus pyogenes

Kasus (vignette)
Kultur bakteri dari sampel darah penderita demam, ditanam pada media SSA dan
diinkubasi 370C selama 24 jam didapat koloni bakteri berbentuk bulat, transparan
dengan black center. Jika ditanam pada media TSIA hasilnya: K/A, G+, H2S+.
Pertanyaan soal:
Genus bakteri apa yang terdapat dalam sampel tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Shigella
B. Klebsiella
C. Escherichia
D. Salmonella
E. Pseudomonas

Kunci Jawaban: D. Salmonella

Kasus (vignette)
Hasil pembuatan preparat sampel sputum penderita batuk dengan pengecatan ZN
diketahui bahwa: bakteri berbentuk batang berwarna merah. ditemukan 50 sel
berwarna merah dalam 100 lapang pandang.

Pertanyaan soal:
Apakah hasil interpretasi pemeriksaan mikroskopis sampel tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. 1+
B. 2+
C. 3+
D. Scanty
E. Negatif

Kunci Jawaban: A. 1+

Kasus (vignette)
Dokter meminta pihak laboratorium untuk menganalisis sampel muntahan dari pasien
yang diketahui mengalami muntah-muntah setelah mengonsumsi udang asam manis.

Pertanyaan soal:
Media Agar selektif apakah yang paling tepat untuk inokulasi?

Pilihan Jawaban :
A. MacConkey
B. Salmonella Shigella
C. Chromocult Coliform
D. Eosine Methylene Blue
E. Thiosulfate Citrat Bile Salt Sucrose

Kunci Jawaban: E. Thiosulfate Citrat Bile Salt Sucrose

Kasus (vignette)
Sampel urin penderita ISK. Setelah dilakukan pengecatan Gram, bakteri berbentuk
batang gram negatif, dan ditanam pada media MC suhu 370C selama 24 jam diperoleh
bakteri Non laktosa fermenter. Hasil jika ditanam pada media TSIA: K/A, G, H2S+ dan
Urea positif.
Pertanyaan soal:
Bakteri apakah yang paling tepat terdapat pada sampel tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Proteus
B. Providentia
C. Escherichia
D. Salmonella
E. Pseudomonas

Kunci Jawaban: A. Proteus

Kasus (vignette)
Pemeriksaan dilakukan pada feses seorang laki-laki 25 tahun yang mengalami muntah
berak, sejak satu hari yang lalu. Observasi makroskopis feses tampak cair, berwarna
seperti cucian beras, darah tidak ada, bau amis, ampas ada. Mikroskopis didapatkan
organisme bentuk batang, gram negatif, soliter.

Pertanyaan soal:
Apa bakteri penyebab paling mungkin dari diare tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Escherichia coli
B. Salmonella paratyphi A
C. Salmonella typhi
D. Shigella dysentriae
E. Vibrio cholerae

Kunci Jawaban: E. Vibrio cholerae

Kasus (vignette)
Pemeriksaan mikrobiologi air sumur yang jaraknya 8 meter dari septic tank
menunjukkan total E.coli 57 koloni tiap mL air, total coliform 725 koloni/mL air.

Pertanyaan soal:
Media apakah yang dapat digunakan langsung untuk menghitung coliform dan E. coli
sekaligus?

Pilihan Jawaban :
A. ENDO agar
B. Mac-Conkey
C. Plate Count Agar
D. Cromocalt Coliform Agar
E. Eosin Methylene Blue Agar

Kunci Jawaban: D. Cromocalt Coliform Agar

Kasus (vignette)
Seorang anak laki-laki terjatuh saat naik sepeda, mengalami luka-luka cukup banyak di
bagian kakinya, dibawa ke Puskesmas oleh orang tuanya. Setelah diperiksa dokter
langsung dilakukan tindakan untuk menghindari terjadinya infeksi oleh mikroorganisme
yang dapat menyebabkan kejang-kejang.
Pertanyaan soal:
Sampel apakah yang dibutuhkan untuk pemeriksaan mikrobiologi yang tepat?

Pilihan Jawaban :
A. Pus
B. Darah
C. Swab luka
D. Swab kulit
E. Biopsi jaringan

Kunci Jawaban: C. Swab luka

Kasus (vignette)
Dilakukan pemeriksaan feses seorang laki-laki 25 tahun yang mengalami muntah
berak, sejak satu hari yang lalu. Observasi makroskopis feses tampak cair, berwarna
seperti cucian beras, darah tidak ada, bau amis, ampas ada. Mikroskopis didapatkan
organisme bentuk batang, gram negatif, soliter, fakultatif anaerob.

Pertanyaan soal:
Apakah media yang tepat digunakan sebagai media enrichment untuk mikroorganisme
tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. APW
B. BHI
C. Oxgall
D. Selenit
E. Tyoglycolat

Kunci Jawaban: A. APW

Kasus (vignette)
Hasil kultur pada media BAP dan MSA didapat hasil seperti dapat dilihat pada gambar
di bawah ini. Setelah dilakukan uji katalase dan koagulase didapat hasil positif.

Sumber: dokumentasi pribadi

Pertanyaan soal:
Apa nama bakteri hasil identifikasi tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Staphylococcus aureus
B. Streptococcus pyogenes
C. Streptococcus agalactiae
D. Staphylococcus epidermidis
E. Staphylococcus saprophyticus

Kunci Jawaban: A. Staphylococcus aureus

Kasus (vignette)
Hasil kultur pada media BAP didapat koloni β-hemolisis, kemudian dilakukan uji
lanjutan, dan diperoleh hasil seperti gambar berikut ini.

Sumber : Madigan et al.(2013)

Pertanyaan soal:
Reagen apa yang digunakan dalam uji tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. O2
B. H2O
C. H2O2
D. Plasma citrate
E. Tetramethyl -p-phenilediamine

Kunci Jawaban: C. H2O2

Kasus (vignette)
Hasil pengecatan endospora bakteri diperoleh hasil seperti pada gambar berikut ini.

Sumber: Leboffe (2011)

Pertanyaan soal:
Apa nama metode pengecatan yang digunakan?
Pilihan Jawaban :
A. ZN
B. Gram
C. Negatif
D. Klein
E. Schaeffer–Fulton

Kunci Jawaban: E. Schaeffer–Fulton

Kasus (vignete):
Seorang laki-laki datang di laboratorium mikrobiologi dengan membawa surat
pengantar dari dokter. Keluhan pasien adalah batuk sudah lebih dari 3 minggu, pada
malam hari keluar keringat dingin, berat badan menurun, batuk dengan dahak cukup
banyak dan disertai dengan darah. Dokter meminta supaya diperiksa BTA selama 3
hari berturut-turut.

Pertanyaan soal:
Jenis pewarnaan apakah yang sesuai untuk memeriksa sampel tersebut ?

Pilihan Jawaban :
A. Ziehl Nelsen
B. Neisser
C. Schaeffer Fulton
D. Gram
E. Burri

Kunci Jawaban: A. Ziehl Nelsen

Kasus (vignete):
Seorang laki-laki datang ke laboratorium untuk memeriksakan dirinya karena ada
keluhan berupa batuk lama tidak sembuh-sembuh, keringat dingin pada malam hari,
batuk kadang disertai darah. Bahan pemeriksaan yang diperlukan berupa dahak untuk
dilakukan pewarnaan Ziehl Neelsen, dan dilakukan pembiakan untuk menentukan jenis
kumannya.

Pertanyaan soal:
Media apakah yang paling tepat digunakan untuk menanam kuman yang diperoleh dari
hasil positif pewarnaan tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Mac Conkey
B. TCBS
C. Loffler
D. Endo Agar
E. Lowenstein Jensen

Kunci Jawaban: E. Lowenstein Jensen

Kasus (vignete)
Seorang analis akan melakukan pengambilan sampel darah sejumlah 3 ml pada
seorang pasien dengan diagnosis demam typhoid.

Pertanyaan soal:
Jenis media diperkaya dan selektif apakah yang sesuai untuk sampel tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. SS Agar
B. Selenit Agar
C. Media Gall
D. Brillian Green Laktosa Agar
E. Endo Agar

Kunci Jawaban: A. SS Agar

Kasus (vignete)
Sebelum melakukan pemeriksaan bakteriologis, peralatan dan bahan yang digunakan
harus suci hama/steril, agar spora yang mungkin terdapat pada peralatan tersebut bisa
mati, salah satunya menggunakan metode uap air.

Pertanyaan soal:
Peralatan apakah yang digunakan dalam tindakan tersebut ?

Pilihan Jawaban :
A. Autoclave
B. Pasteurisasi
C. Perebusan
D. Tyndalisasi
E. Oven

Kunci Jawaban: A. Autoclave

Kasus (vignete)
Pasien rujukan dari dokter praktik swasta meminta diperiksa secara laboratorium
dengan catatan keluhan sakit di tenggorokan dan muncul ruam-ruam pada dada bagian
atas. Hasil pemeriksaan kultur pada agar darah menunjukkan terjadinya hemolisis total
dan uji katalase menunjukkan hasil negatif.

Pertanyaan soal:
Bakteri apakah yang menginfeksi pasien tersebut ?

Pilihan Jawaban :
A. Streptococcus pyogenes
B. Staphylococcus aureus
C. Streptococcus mutans
D. Streptococcus pneumonia
E. Streptococcus agalactie

Kunci Jawaban: A. Streptococcus pyogenes

Kasus (vignete)
Seorang wanita usia 22 tahun, pekerja wiraswasta datang ke poli umum RS Swasta di
Surakarta. Keluhan utama pasien keluarnya cairan hijau kekuningan dari vagina,
demam, muntah-muntah, rasa sakit pada sendi, dan munculnya ruam pada telapak
tangan.
Pertanyaan soal:
Media kultur yang digunakan dalam diagnosis penyakit tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Mueller Hinton Agar
B. Mac Conkey Agar
C. Loeffler
D. Thayer Martin
E. Nutrien Agar

Kasus (vignete)
Seorang pasien dengan bercak/kelainan kulit yang merah atau putih di beberapa
bagian tubuh namun tidak gatal, kulit mengkilap, lepuh tidak nyeri. Setelah didiagnosa,
pasien tersebut terkena penyakit kusta.

Pertanyaan soal:
Apa nama bakteri penyebab penyakit tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Mycobacterium tuberculosis
B. Mycobacterium leprae
C. Corynebacterium diptheri
D. Neisseria gonorhoea
E. Streptococcus pyogenes
Kunci Jawaban: B. Mycobacterium leprae

Kasus (vignete)
Seorang anak usia 3 tahun datang ke Laboratorium dengan membawa surat
permohonan pemeriksaan swab tenggorokan dari Dokter spesialis THT, hasil
pewarnaan dengan cat Neisser adalah kuman bentuk batang berwarna kuning ujung
terdapat granula berwarna ungu.

Pertanyaan soal:
Apa nama bakteri tersebut di atas?

Pilihan Jawaban :
A. Leptospira icterohemorrhagica
B. Mycobacterium tuberculosa
C. Corynebacterium diphteriae
D. Pseudomonas aeruginosa
E. Staphylococcus aureus

Kunci Jawaban: C. Corynebacterium diphteriae

Kasus (Vignete)
Penderita infeksi saluran kemih datang ke unit gawat darurat dengan keluhan rasa
terbakar saat berkemih disertai urgensi dan peningkatan frekuensi berkemih. Indikasi
lain adalah urin berbau seperti amonia dan hasil uji hidrolisis urea dinyatakan positif.

Pertanyaan soal:
Apa penyebab infeksi tersebut?
Pilihan Jawaban :
A. Pseudomonas aeruginosa
B. Proteus mirabilis
C. Serratia marcescens
D. Neisseria gonorrhoe
E. Treponema pallidum

Kunci Jawaban: B. Proteus mirabilis

Kasus (Vignete)
Seorang tunawisma, berusia 50 tahun, memiliki kecanduan terhadap alkohol, datang ke
rumah sakit dengan diagnosa pneumonia multilobaris berat. Hasil pengecatan gram
sampel sputum menunjukkan adanya leukosit polimorfonukleus dan bakteri batang
gram negatif berkapsul, bersifat nonmotil. Organisme tersebut memfermentasi laktosa
pada media agar Mac-Conkey dengan koloni yang tampak sangat mukoid. Hasil
pemeriksaan lisin dekarboksilasi menunjukkan hasil positif. Hasil positif juga
ditunjukkan pada uji urease, uji sitrat dan uji voges proskauer.

Pertanyaan soal:
Berdasarkan diagnosa dan hasil laboratorium tersebut, mikroba apakah yang mungkin
menjadi penyebab penyakit pada tunawisma tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Mycobacterium tuberculosis
B. Proteus mirabilis
C. Klebsiella pneumoniae
D. Serratia marcescens
E. Pseudomonas aeruginosa

Kunci Jawaban: C. Klebsiella pneumoniae

Kasus (Vignette)
Bakteri penyebab infeksi nosokomial yaitu Pseudomonas aeruginosa merupakan
bakteri batang gram negatif dan berflagel. Bakteri ini dapat menginfeksi pada jaringan
atau bagian dari tubuh. Lesi lokal terjadi pada luka atau luka bakar. Ciri koloni bakteri ini
memiliki pigmen berwarna hijau kebiruan yang larut dalam air kloroform.

Pertanyaan soal:
Apa nama pigmen dimaksud?

Pilihan Jawaban :
A. Piosianin
B. Flurescein
C. Pioverdin
D. Piomelanin
E. Piorubin

Kunci Jawaban: A. Piosinanin

Kasus (vignette)
Salah satu spesies bakteri dari kelas Betaproteobacteria merupakan agen penyebab
meningitis. Bakteri tersebut merupakan bakteri patogen bagi manusia yang dapat
ditularkan melalui hubungan seksual. Karakteristik bakteri ini adalah Gram negatif
batang, diplokokus, dapat memfermentasi glukosa dan maltosa. Bakteri ini
menyebabkan peradangan meninges yang merupakan batas pada sistem syaraf pusat.
Salah satu pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan antibiotik penicilin G.
Bakteri ini memiliki bagian struktur sebagai pelindung bakteri terhadap fagositosis
antibodi penderita, sehingga bakteri tersebut sulit untuk dilemahkan.

Pertanyaan soal:
Apa nama struktur dimaksud?

Pilihan Jawaban :
A. Kapsul
B. Pili
C. Flagella
D. Pili reseptor spesifik
E. Spora

Kunci Jawaban: A. Kapsul

Kasus (Vignete)
Seorang wanita dibawa ke unit gawat darurat dengan keluhan pengelihatan ganda dan
sulit berbicara, mulut terasa kering dan bdan terasa lemah. Malam sebelumnya wanita
tersebut mengkonsumsi sarden kalengan buatan industri rumahan. Ia mencicipi sarden
sebelum dididihkan. Pada pemeriksaan terhadap wanita tersebut dijumpai paralisis
desenden simetris saraf kranial, ekstremitas atas, dan badan.

Pertanyaan Soal:
Apa diagnosis yang tepat dari kejadian tersebut?

Pilihan jawaban:
A. Tetanus
B. Keracunan striknin
C. Overdosis morfin
D. Botulisme
E. Intoksikasi

Kunci Jawaban: D. Botulisme

Kasus (vignette)
Seorang pasien datang ke laboratorium mikrobiologi dengan membawa catatan dari
dokter berupa kepala pusing, demam, mual, muntah, dan nyeri perut. Dalam catatan
tersebut dijelaskan bahwa pasien mengkonsumsi nasi goreng pada malam
sebelumnya. Hasil pemeriksaan pewarnaan Gram pada muntahan pasien terdapat
bakteri berbentuk batang, berwarna ungu dan memiliki spora.

Pertanyaan soal:
Apa nama species bakteri yang menginfeksi pasien tersebut?
Pilihan Jawaban :
A. Bacillus aerius
B. Bacillus cereus
C. Bacillus subtillis
D. Bacillus antraxis
E. Bacillus barbaricus

Kunci Jawaban: B. Bacillus cereus

Kasus (vignette)
Seorang anak perempuan mengalami diare cair yang berat. Sampel faesesnya
berwarna putih seperti air cucian beras. Diare sangat banyak, lebih dari 1 liter dalam 90
menit terakhir. Pasien tidak mengalami demam dan tampak normal kecuali kehilangan
cairan dan elektrolit.
Pertanyaan soal:
Apa penyebab hal tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Shiga toksin Shigella
B. Shiga toksin Salmonella
C. Enterotoksin Choleragen
D. Enterotoksin Clostridium
E. Enterotoksin Staphylococcus

Kunci Jawaban: C. Enterotoksin Choleragen

Kasus (vignette)
Seorang pria di diagnosis Plaque oleh dokter dan diterapi dengan antibiotik. Keesokan
harinya pasien lemas, sesak nafas dan pingsan kemudian dibawa ke UGD dan
dinyatakan meninggal beberapa saat setelah sampai di UGD. ATLM segera mengambil
sampel darah pasien dan dikulturkan. Hasil Biakan sampel darah memberikan hasil
positif untuk bakteri Yersinia pestis.

Pertanyaan soal:
Bagaimana cara mengendalikan penyakit tersebut?
Pilihan Jawaban :
A. Membasmi Tikus
B. Membersihkan Kutu
C. Memberitahu Dinas Kesehatan
D. Mengisolasi Keluarga Penderita
E. Memberikan Vaksin Pada Orang Sehat

Kunci Jawaban: A. Membasmi Tikus

Kasus (vignette)
Seorang perempuan dibawa ke rumah sakit dengan kondisi diare, demam, muntah,
sakit kepala dan lemas. Dari hasil wawancara diketahui bahwa pasien tersebut seorang
pramugari dengan rute penerbangan antara Asia Tenggara dan Australia. Hasil biakan
darah pasien ditemukan bakteri batang, gram negatif yang memfermentasikan laktosa.

Pertanyaan soal:
Apa penyebab penyakit pada pasien tersebut?
Pilihan Jawaban :
A. Enteroinvasif Escherichia coli (EIEC)
B. Enteroagregatif Eschericia coli (EAEC)
C. Enteropatogenik Escherichia coli (EPEC)
D. Enterotoksigenik Escherichia coli (ETEC)
E. Enterohemoragik Escherichia coli (EHEC)

Kunci Jawaban: D. Enterotoksigenik Escherichia coli (ETEC)

Kasus (vignette)
Medium TSIA dirancang untuk membantu identifikasi Enterobacteriaceae dengan
komposisi glukosa 0,1 %, sukrosa 1 %, laktosa 1%, ferrosulfat, ekstrak jaringan dan
indikator pH. Medium ini dituang ke dalam tabung reaksi sehingga membentuk
kemiringan (lereng) dengan bagian dasar yang dalam, kemudian medium diinokulasi
dengan menusukkan suspensi bakteri ke dalam bagian dasar medium.

Pertanyaan soal:
Bagaimana perubahan yang terjadi pada media tersebut jika bakteri yang
diinokulasikan hanya memfermentasi glukosa?

Pilihan Jawaban :
A. Dasar medium kuning, lereng merah
B. Dasar medium merah, lereng kuning
C. Dasar dan Lereng medium berubah menjadi kuning
D. Dasar medium merah, lereng kuning disertai dengan terbentuknya gas
E. Dasar medium kuning, lereng merah disertai dengan terbentuknya gas

Kunci Jawaban: A. Dasar medium kuning, lereng merah

Kasus (vignette)
Penelitian Antimicrobial Resistance in Indonesia, Prevalence and Prevention (AMRIN
Study) yang dilaksanakan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya dan RSUP Dr. Kariadi
Semarang tahun 2000-2004, membuktikan sudah terdapat kuman multi-resisten seperti
MRSA (Methicillin Resistant Staphylococcus aureus) dan bakteri penghasil ESBL
(Extended Spectrum BetaLactamases), yang tidak hanya merupakan ancaman bagi
lingkungan yang berkaitan tetapi juga bagi masyarakat luas.

Pertanyaan soal:
Tindakan apa yang paling perlu dilakukan untuk mencegah meluasnya masalah
tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Menetapkan kebijakan pengendalian resistensi antimikroba
B. Menggunakan antibiotik secara bijak dan penerapan pengendalian infeksi secara
benar
C. Menyebarluaskan dan meningkatkan pemahaman pengendalian resistensi
antimikroba
D. Mengembangkan penelitian yang berkaitan dengan pengendalian resistensi
antimikroba
E. Meningkatkan pemahaman staf medik fungsional terhadap penggunaan
antibiotik secara bijak

Kunci Jawaban: B. Menggunakan antibiotik secara bijak dan penerapan


pengendalian infeksi secara benar
Kasus (vignette)
Seorang ATLM melakukan uji daya antibakteri ekstrak sereh wangi (Cymbopogon
nardus L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Pengujian tersebut menggunakan
metode sumuran agar dengan pengenceran dalam beberapa konsentrasi.

Pertanyaan soal:
Media apakah yang tepat digunakan untuk pengujian tersebut ?

Pilihan Jawaban :
A. Mac Conkey
B. Endo Agar
C. Blood Agar Plate
D. Mueller Hinton Agar
E. Potato dextrose Agar

Kunci Jawaban: D. Mueller Hinton Agar

Kasus (vignette)
Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun di ketahui menderita penyakit kulit dengan
karakteristik terdapat lesi berbentuk vesikel kecil, mudah pecah, pinggir kemerahan
pustular, seropurulen kuning mengering krusta tebal. Untuk mendukung diagnosis,
ATLM melakukan kultur bakteri dari cairan vesikelnya.

Pertanyaan soal:
Apa bakteri yang menyebabkan penyakit tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Staphylococcus aureus
B. Streptococcus pyogenes
C. Streptococcus pneumonia
D. Streptococcus epidermidis
E. Staphylococcus saprophyticus

Kunci Jawaban: A. Staphylococcus aureus

Kasus (vignette)
Pasien suspek TBC melakukan pengumpulan sputum ke laboratorium. Sebelum
dilakukan pembuatan sediaan BTA, perlu dilakukan pemberian identitas/kode sediaan
dengan ketentuan xx/yy/001.A

Pertanyaan soal:
Identitas apa yang ditunjukkan dengan kode xx ?

Pilihan Jawaban :
A. Fasilitas kesehatan
B. Jenis kelamin
C. Kabupaten/kota
D. Nomor KTP pasien suspek
E. Nomor urut kedatangan pasien

Kunci Jawaban: C. Kabupaten/kota


Kasus (vignette)
Pemeriksaan kualitas mikrobiologis untuk produk makanan, salah satunya dilakukan
dengan penghitungan jumlah kuman menggunakan metode Angka Lempeng Total.
Larutan yang digunakan sebagai pengencer adalah NaCl 0,85%.

Pertanyaan soal:
Apa alasan digunakan larutan tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. mengandung nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan bakteri
B. memiliki keasaman yang dapat berubah sesuai kebutuhan bakteri
C. bersifat isotonis terhadap cairan di dalam sel bakteri
D. memiliki indikator warna untuk mendeteksi pertumbuhan bakteri
E. merupakan media universal untuk pertumbuhan bakteri

Kunci Jawaban: C. bersifat isotonis terhadap cairan di dalam sel bakteri

Kasus (vignette)
Hasil pengujian dari bahan pemeriksaan berupa sisa makanan yang diduga
menyebabkan keracunan, diperoleh hasil sebagai berikut :
 hasil pengecatan Gram berupa bakteri Gram positif, bentuk kokus
 koloni berwarna kuning pada media Manitol Salt Agar, dengan warna media
berubah kuning
 positif untuk uji katalase
 positif untuk uji koagulase

Pertanyaan soal:
Apakah bakteri tersangka penyebab keracunan yang dijumpai di dalam makanan
tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Escherichia coli
B. Salmonella typhi
C. Shigella dysenteriae
D. Staphylococcus aureus
E. Streptococcus sp

Kunci Jawaban: D. Staphylococcus aureus

Kasus (vignette)
Salah satu media selektif yang digunakan untuk mengidentifikasi bakteri batang gram
negatif adalah Triple Sugar Iron. Genus Salmonella setelah diinkubasi selama 24 jam,
secara khas menghasilkan bagian miring berwarna merah dan bagian pangkal
berwarna kuning.

Pertanyaan soal:
Senyawa apakah di dalam media yang dapat difermentasi oleh bakteri tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. glukosa
B. laktosa
C. sukrosa
D. agar
E. fenol red

Kunci Jawaban: A. glukosa

Kasus (vignette)
Sebelum digunakan, dilakukan uji sterilitas dengan menginkubasikan sebanyak 5% dari
stok media pada suhu 37°C selama 24 jam. Setelah inkubasi, ternyata terdapat
pertumbuhan bakteri pada permukaan media.

Pertanyaan soal:
Tindakan apa yang paling tepat dilakukan jika menghadapi kasus semacam itu?
Pilihan Jawaban :
A. Membuang stok media yang tersisa, dan melakukan pembuatan media ulang
B. Melakukan sterilisasi ulang terhadap stok media yang belum digunakan
C. Mengusulkan pemeriksaan dengan menggunakan media yang berbeda
D. Melanjutkan pemeriksaan dengan menggunakan stok media yang ada
E. Tidak melakukan pemeriksaan yang diminta

Kunci Jawaban: A. Membuang stok media yang tersisa, dan melakukan


pembuatan media ulang

Kasus (vignette)
Seorang pasien dengan gejala panas tinggi, pembengkakan pada bagian leher,
terbentuk pseudomembran pada kedua tonsil. Pemeriksaan usab swab perlu
dilakukan untuk mengidentifikasi kuman penyebab infeksi.

Pertanyaan soal:
Media apakah yang paling tepat digunakan dalam pemeriksaan tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Cystine Tellurite Blood Agar (CTBA)
B. Manitol Salt Agar (MSA)
C. Thiosulfate Citrate Bile Salt (TCBS)
D. Mac Conkey Agar (MCA)
E. Salmonella Shigella Agar (SSA)

Kunci Jawaban: A. Cystine Tellurite Blood Agar (CTBA)

Kasus (vignette)
Hasil pengamatan sifat hemolisis suatu bakteri pada media agar darah adalah beta
hemolisis.

Pertanyaan soal:
Apa kemampuan khas bakteri tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Menghemolisis eritrosit
B. Menghasilkan enzim proteolitik
C. Menghemolisis eritrosit sebagian
D. Melakukan fermentasi karbohidrat
E. Menghemolisis eritrosit secara sempurna

Kunci Jawaban: D. Menghemolisis eritrosit secara sempurna

Kasus (vignette)
Identifikasi bakteri patogen dari bahan pemeriksaan berupa feses diperoleh hasil
sebagai berikut:
 Batang Gram negatif
 Dapat memfermentasi karbohidrat dan menghasilkan gas
 Reaksi IMVIC : + + - -

Pertanyaan soal:
Apakah jenis bakteri yang terdapat dalam bahan pemeriksaan?

Pilihan Jawaban :
A. Escherichia coli
B. Klebsiella pneumonia
C. Salmonella typhi
D. Shigella dysenteriae
E. Vibrio cholera

Kunci Jawaban: A. Escherichia coli

Kasus (vignette)
Hasil pemeriksaan kualitas air minum dengan uji MPN seri 5-5-5, diperoleh data dari
uji penduga dihasilkan 4 positif pada LB double strenght, 2 positif pada LB single
strength pertama dan 1 positif pada LB single strength kedua.

Pertanyaan soal:
Bagaimanakah cara menuliskan pelaporan yang paling tepat?

Pilihan Jawaban :
A. 5/4, 5/2, 5/1
B. 4/5, 2/5, 1/5
C. 4/1, 2/3, 2/4
D. 1/5, 3/5, 4/5
E. 5/4, 5/2, 5/1

Kunci Jawaban: B. 4/5, 2/5, 1/5

Kasus (vignette)
Hasil pemeriksaan dari feses pasien diare, menunjukkan hasil :
 Koloni sedang, berwarna kuning, jernih pada media TCBS
 Tidak tumbuh pada media Salmonella Shigella agar
 Koloni kecil tidak berwarna pada media Mac Conkey agar
 IMVIC : + - - +
 TSI agar : lereng merah, dasar kuning
 Sulfur/H2S negatif

Pertanyaan soal:
Bakteri apakah yang paling mungkin terdapat pada bahan pemeriksaan tersebut?
Pilihan Jawaban :
A. Escherichia coli
B. Proteus mirabilis
C. Salmonella typhi
D. Shigella dysenteriae
E. Vibrio cholera

Kunci Jawaban: E. Vibrio cholera

Kasus (vignette)
Hasil identifikasi bakteri secara mikroskopis menggunakan pewarnaan Gram,
menunjukkan bahwa Bacillus sp berwarna ungu.

Pertanyaan soal:
Mengapa bisa diperoleh hasil demikian?

Pilihan Jawaban :
A. Bakteri tidak memiliki dinding sel, sehingga tidak dapat menahan zat warna
pertama
B. Lipid pada dinding sel terekstrak oleh penambahan alcohol, sehingga zat warna
pertama terlunturkan
C. Dinding sel bakteri tidak terpengaruh dengan adanya proses dekolorisasi maupun
pemberian zat warna kedua
D. Peptidoglikan pada dinding sel terdenaturasi, sehingga warna pertama tertahan di
dalam sel
E. Zat warna kedua terlunturkan dengan pemberian alcohol, sehingga tidak memberi
warna pada sel bakteri

Kunci Jawaban: D. Peptidoglikan pada dinding sel terdenaturasi, sehingga warna


pertama tertahan di dalam sel

Kasus (vignette)
Uji Voges-Proskauer (VP) pada suatu bakteri menghasilkan warna merah setelah
ditambahkan reagen alfa naftol dan KOH.

Pertanyaan soal:
Kemampuan khusus apa yang dimiliki oleh bakteri tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. menghasilkan gas H2S
B. melakukan fermentasi gula
C. menggunakan sitrat sebagai sumber karbon
D. mengoksidasi asam amino triptofan menjadi indol
E. membentuk asetoin sebagai hasil metabolisme glukosa

Kunci Jawaban: E. membentuk asetoin sebagai hasil metabolisme glukosa

Kasus (vignette)
Seorang analis mendapat teguran keras dari atasannya, karena selama menemani
pasien tersangka TBC mengambil sputum, tidak mengenakan alat pelindung diri
berupa masker dan sarung tangan.
Pertanyaan soal:
Bagaimana cara penularan penyakit tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Dari darah yang mengandung bakteri
B. Kontak langsung dengan pasien
C. Melalui sputum yang dipegang
D. Lewat semua cairan tubuh
E. Via droplet nuclei

Kunci Jawaban: E. Via droplet nuclei

Kasus (vignette)
Suatu Sekolah Dasar terletak di daerah yang jauh dari laboratorium kesehatan. Di
lokasi tersebut terjadi KLB keracunan, diduga akibat konsumsi jajanan anak di depan
sekolah. Jarak lokasi dari laboratorium tempat pemeriksaan cukup jauh, dan besar
kemungkinan terjadi kemacetan karena jalan yang dilewati sedang dalam perbaikan.
Bahan pemeriksaan yang diambil berupa muntahan dan sisa makanan jajanan.
Diperkirakan, bahan pemeriksaan akan sampai di laboratorium lebih dari 6 jam.

Pertanyaan soal:
Berapa suhu yang harus diatur supaya mendapatkan hasil pemeriksaan yang tepat?

Pilihan Jawaban :
A. 10 – 15 °C
B. < 0°C /frozen
C. 22- 30 °C
D. 2 – 8 °C
E. 35 – 40°C

Kunci Jawaban: D. 2 – 8 °C

Kasus (vignette)
Seorang pasien rawat inap yang datang ke rumah sakit karena luka bakar
menunjukkan gejala infeksi pada hari ke-3 sejak mulai dirawat. Diduga terjadi infeksi
nosokomial karena bakteri gram positif. Selanjutnya dilakukan usap luka untuk
mengidentifikasi bakteri penyebabnya.

Pertanyaan soal:
Media selektif apa yang paling tepat digunakan?
Pilihan Jawaban :
A. Eosin Methylene Blue Agar
B. Salmonella-Shigella Agar
C. Blood Agar Plate
D. Mac Conkey Agar
E. Endo Agar

Kunci Jawaban: C. Blood Agar Plate

Kasus (vignette)
Seorang pasien infeksi tenggorokan tidak kunjung sembuh dengan pemberian
antibiotik standar. Dokter memberikan rujukan untuk melakukan pemeriksaan yang
menunjang terapi yang paling tepat.

Pertanyaan soal:
Media apa yang paling tepat digunakan dalam pemeriksaan tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Nutrient Agar
B. Heart Infusion Agar
C. Blood Agar Plate
D. Mueller Hinton Agar
E. Endo Agar

Kunci Jawaban: D. Mueller Hinton Agar

Kasus (vignette)
Pewarnaan metode Schaeffer Fulton digunakan untuk memberi warna pada struktur
khusus pada bakteri genus Bacillus.

Pertanyaan soal:
Apa fungsi struktur yang dimaksud?

Pilihan Jawaban :
A. motilitas bakteri
B. pembelahan biner
C. melekat pada sel hospes
D. pertukaran materi genetic antar sel bakteri
E. perlindungan terhadap kondisi lingkungan ekstrim

Kunci Jawaban: E. perlindungan terhadap kondisi lingkungan ekstrim

Kasus (vignette)
Hasil penghitungan jumlah koloni tiga pengenceran dari sampel produk makanan
diperoleh hasil sebagai berikut :

10-3 10-4 10-5 blanko blanko


media pelarut
TBUD 249 21 2 0

Volume sampel yang ditanam adalah 1 mL.

Pertanyaan soal:
Berapakah hasil ALT yang dilaporkan (dalam CFU/mL)?

Pilihan Jawaban :
A. 2,5 x 106
B. 2,1 x 106
C. 2,0 x 104
D. 1,9 x 106
E. 2,4 x 105

Kunci Jawaban: A. 2,5 x 106


Kasus (vignette)
Dalam evaluasi pembuatan preparat BTA, diperoleh hasil sediaan dengan banyak
bagian yang tidak rata sehingga sulit untuk diamati.

Pertanyaan soal:
Apa kira –kira penyebab hal tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. pengambilan sputum terlalu banyak
B. proses pelunturan kurang sempurna
C. tahapan fiksasi berlangsung terlalu lama
D. sputum yang diambil terlalu banyak mengandung air liur
E. proses mengkoil sputum dengan lidi berserabut kurang sempurna

Kunci Jawaban: E. proses mengkoil sputum dengan lidi berserabut kurang


sempurna

Kasus (vignette)
Pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada media MSA menunjukkan karakter
yang berbeda dibandingkan koloni Staphylococcous epidermidis.

Pertanyaan soal:
Apa nama komponen di dalam media yang paling penting dalam memunculkan
perbedaan tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. manitol
B. NaCl
C. phenol red
D. agar
E. aquades

Kunci Jawaban: C. phenol red

Kasus (Vignette)
Seorang pelajar berusia 18 tahun mengalami kram perut dan diare. Untuk memastikan
penyebabnya dilakukan isolasi bakteri pada MacConkey agar dan hasilnya tumbuh
koloni jernih. Pengamatan sel menunjukan berbentuk batang, gram negatif. Uji
biokimia dilakukan pada Triple Sugar Iron Agar (TSIA) untuk mengidentifikasi bakteri
penyebab apakah termasuk Salmonella atau Shigella.

Pertanyaan soal:
Manakah yang dapat menunjukkan salah satu sifat dari kedua patogen?

Pilihan Jawaban :
A. Produksi urease
B. Produksi gas H2S
C. Motilitas dalam medium
D. Fermentasi laktosa
E. Produksi indol
Kunci Jawaban: B. Produksi gas H2S

Kasus (Vignette)
Seorang bayi mengalami kelainan kulit pioderma berdasarkan diagnosis dokter. Bakteri
penyebab yang dominan adalah Staphylococcus dan Streptococcus. Seorang ATLM
akan mengidentifikasi bakteri tersebut dengan menginokulasikan sampel berupa pus ke
dalam medium Blood Agar Darah (BAP). Setelah koloni tumbuh dilakukan uji biokimia
sebagai tahap awal identifikasi.

Pertanyaan soal:
Uji apa yang selanjutnya perlu dilakukan untuk untuk membedakan kedua genus tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Pewarnaan Gram
B. Uji katalase
C. Fermentasi glukosa
D. Pengamatan morfologi sel
E. Pengamatan koloni

Kunci Jawaban: B. Uji Katalase

Kasus (Vignette)
Sampel dahak dikirim ke laboratorium dengan permintaan dari dokter untuk dilakukan
pemeriksaan bakteri dengan metode Ziehl Neelsen (ZN). Sampel berasal dari pasien
yang mengalami batuk lebih dari 1 bulan. Adapun morfologis dahak tersebut
tercampur dengan darah dan kental, berwarna kuning kehijauan.

Pertanyaan soal:
Apakah bentuk dan warna bakteri yang terlihat pada pewarnaan ZN?

Pilihan Jawaban :
A. Basil, merah
B. Basil, biru
C. Diplococcus berpasangan, merah
D. Coccus, ungu
E. Spiral, merah

Kunci Jawaban: A. Basil, merah

Kasus (Vignette)
Seorang pasien datang ke dokter dengan keluhan pada waktu buang air seni terasa
sakit, perih dan jumlah air seni sedikit. Dokter meminta ATLM melakukan pemeriksaan
jumlah bakteri pada urine untuk mendiagnosis adanya infeksi saluran kencing (ISK).
Sampel urine yang telah diencerkan 1000 kali diinokulasikan pada medium Plate Count
Agar (PCA) sebanyak 0,1 mL. Setelah inkubasi 1 x 24 jam, terdapat 50 koloni bakteri.

Pertanyaan soal:
Berapa jumlah bakteri per mL sampel?

Pilihan Jawaban :
A. 5,0 x 102
B. 5,0 x 103
C. 5,0 x 104
D. 5,0 x 105
E. 5,0 x 106

Kunci Jawaban: D. 5,0 x 105

Kasus (Vignette)
Seorang pasien datang ke dokter dengan keluhan pada waktu buang air seni terasa
sakit, perih dan jumlah air seni sedikit. Dokter meminta ATLM melakukan pemeriksaan
jumlah bakteri pada urine untuk mendiagnosa adanya infeksi saluran kencing (ISK).

Pertanyaan soal:
Apa jenis spesimen urine yang diperiksa?

Pilihan Jawaban :
A. Pagi
B. 24 jam
C. Sewaktu
D. Terminal
E. Porsi-tengah

Kunci Jawaban: E. Porsi-tengah

Kasus (Vignette)
Pasien wanita datang ke Puskesmas A untuk melakukan pemeriksaan penyebab infeksi
gonore atas permintaan dokter. Bidan mengambil sampel berupa swab vagina dan
diserahkan kepada ATLM. Sesuai dengan peraturan dinas kesehatan sampel dapat
diperiksa di Puskesmas B sebagai rujukan pemeriksaan infeksi gonore.

Pertanyaan soal:
Apa yang harus dilakukan pada sampel di atas?

Pilihan Jawaban :
A. Difiksasi
B. Ditanam pada medium agar
C. Dimasukan dalam pipet pasteur
D. Dibawa dengan medium Stuart
E. Dibuat apusan pada object glass

Kunci Jawaban: D. Dibawa dengan medium Stuart

Kasus (Vignette)
Seorang ATLM mengkulturkan bakteri dari sampel cairan serebrospinal (CCS). Sampel
tersebut didapatkan dari pasien yang terdiagnosa infeksi pada meningen. Pengamatan
sel menunjukan diplococcus, gram negatif dan tidak berspora.

Pertanyaan soal:
Apa nama bakteri yang dominan menjadi penyebab infeksi di atas?

Pilihan Jawaban :
A. Clostridium tetani
B. Neisseria meningitidis
C. Staphylococcus aureus
D. Streptococcus pyogenes
E. Listeria monocytogenes

Kunci Jawaban: B. Neisseria meningitidis

Kasus (Vignette)
Seorang pasien anak-anak terdiagnosa impetigo. Untuk mengetahui bakteri penyebab,
sampel ditumbuhkan pada medium Blood Agar Plate (BAP). Hasilnya terdapat zona
jernih di sekeliling koloni bakteri. Identifikasi lanjut dengan menginokulasikan pada
medium Manitol Salt Agar (MSA). Setelah 1 x 24 jam didapatkan koloni bulat dengan
diameter 2-4 mm, licin mengkilap, smooth dan berwarna kuning.

Pertanyaan soal:
Apa nama bakteri yang teridentifikasi?

Pilihan Jawaban :
A. Streptococcus faecalis
B. Staphylococcus aureus
C. Propionibacterium acnes
D. Streptococcus pyogenes
E. Staphylococcus epidermidis

Kunci Jawaban: B. Staphylococcus aureus

Kasus (Vignette)
Seorang ibu penderita gonore diseminata melahirkan. Bayinya diduga terdiagnosis
gonore. Seorang ATLM diminta untuk melakukan pemeriksaan adanya bakteri
penyebab gonore pada bayi tersebut.

Pertanyaan soal:
Spesimen yang digunakan dalam pemeriksaan?

Pilihan Jawaban :
A. Darah
B. Sputum
C. Pus mata
D. Sekret uretra
E. Sekret vagina

Kunci Jawaban: C. Pus mata

Kasus (vignette)
Seseorang datang ke rumah sakit dengan keluhan demam tinggi dan sulit napas.
Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menemukan lapisan tipis berwarna abu-abu
yang menutupi tenggorokan dan amandel disertai pembengkakan kelenjar limfe pada
leher. Guna penegakan diagnose, maka dilakukan uji laboratorium dengan kultur swab
tenggorok dan didapatkan bakteri dengan bentuk batang gram positif dengan ujung
batang berbentuk bulat (granule).

Pertanyaan soal:
Bakteri apakah yang sesuai dengan ciri-ciri di atas?
Pilihan Jawaban :
A. Corynebacterium diphtheriae
B. Mycobacterium tuberculosis
C. Klebsiella pneumoniae
D. Escherichia coli
E. Staphylococcus aureus

Kunci Jawaban: A. Corynebacterium diphtheriae

Kasus (vignette)
Seorang pasien datang dengan menderita luka disertai keluhan demam tinggi dan
kejang-kejang. Setelah dilakukan pengecatan Gram pada swab lukanya, ditemukan
bakteri batang berwarna ungu dengan spora berada di ujung sehingga bakteri nampak
seperti drumstick.

Pertanyaan soal:
Apa diagnosis untuk hasil pemeriksaan tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Disentri
B. TBC
C. Cholera
D. Tetanus
E. DemamTypoid

Kunci Jawaban: D. Tetanus

Kasus (vignette)
Seorang TLM atas permintaan dokter melakukan pemeriksaan kultur bakteri yang
berasal dari sampel swab pus luka pasca operasi dari seorang pasien. Diperoleh data
hasil kultur sebagai berikut:
- Pewarnaan Gram: bentuk bulat berwarna ungu
- Koloni pada agar darah: bersifat hemolisis
- Coagulase plasma test: positif

Pertanyaan soal:
Dari data hasil kultur tersebut, apakah jenis bakteri penyebab infeksi?

Pilihan Jawaban :
A. Pseudomonas aeruginosa
B. Staphylococcus aureus
C. Streptococcus viridans
D. Staphylococcus saprophyticus
E. Staphylococcus epidermidis

Kunci Jawaban: B. Staphylococcus aureus

Kasus (vignette)
Seorang wanita berusia 40 th didiagnosa dokter menderita gejala infeksi saluran kemih.
Untuk mengetahui bakteri penyebab infeksi tersebut dokter menyarankan melakukan
pemeriksaan kultur pada urin. Dari hasil kultur diperoleh data sebagai berikut :
- Terdapat pertumbuhan koloni berwarna merah metalik pada media Endo agar
- Terbentuk cincin merah pada media semi solid SIM
- Terjadi perubahan warna merah pada media MrVp setelah ditambah indikator metil
red

Pertanyaan soal:
Dari data hasil kultur tersebut, apakah jenis bakteri penyebab infeksi?

Pilihan Jawaban :
A. Klebsiella pneumoniae
B. Esherichia coli
C. Pseudomonas aeruginosa
D. Proteus vulgaris
E. Serratia marcesens

Kunci Jawaban: B. Esherichia coli

Kasus (vignette)
Seorang wanita berusia 20 th diduga menderita demam tipoid. Dokter menyarankan
untuk pemeriksaan kultur Gal di Laboratorium.

Pertanyaan soal:
Kapan waktu pengambilan darah yang tepat untuk pemeriksaan?

Pilihan Jawaban :
A. Minggu pertama sejak timbulnya penyakit
B. Minggu kedua setelah mendapatkan terapi antibiotik
C. Minggu ketiga sebelum pemberian antibiotik
D. Satu bulan setelah timbulnya penyakit
E. Minggu ke empat setelah mendapatkan terapi antibiotik

Kunci Jawaban: A. Minggu pertama sejak timbulnya penyakit

Kasus (vignette)
Seorang wanita datang ke laboratorium atas anjuran dokter untuk mengetahui
mengetahui adanya bakteri Esherichia coli pada susu segar yang diduga sebagai
penyebab keracunan. Setelah sampel diinokulasikan dan diinkubasi pada media IMVIC
terbentuk cincin berwarna merah pada media semi solid setelah ditambah reagen
kovacs. Terjadinya cincin merah tersebut karena adanya enzim yang dihasilkan oleh
bakteri.

Pertanyaan soal:
Apa nama enzim dimaksud?

Pilihan Jawaban :
A. Kitinase
B. Triptopanase
C. Lipase
D. Amilase
E. Urease

Kunci Jawaban: B. Triptopanase


Kasus (vignette)
Seorang petugas laboratorium mikrobiologi rumah sakit di Yogyakarta kemarin telah
melakukan isolasi terhadap sampel nanah (pus) pada media agar darah, sekarang
diamati ternyata didapati mayoritas koloni yang tumbuh berwarna kuning dan terbentuk
zona jernih di sekitar koloni. Kemudian diambil koloni tersebut dan dilakukan
pewarnaan Gram, uji katalase, dan uji koagulase, semua uji hasilnya positif.

Pertanyaan soal:
Apakah nama bakteri yang ditemukan oleh petugas tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Salmonella typhosa
B. Staphylococcus aureus
C. Streptococcus pyogenes
D. Pseudomonas aeruginosa
E. Mycobacterium tuberculosis

Kunci Jawaban: B. Staphylococcus aureus

Kasus (vignette)
Seorang petugas laboratorium mikrobiologi sedang melakukan isolasi dari sampel swab
tenggorok pada media agar darah, setelah diinkubasi 37 oC selama 24 jam diamati
ternyata tumbuh banyak koloni kecil-kecil kelabu dengan zona jernih yang lebar di
sekitar koloni. Hasil mikroskopik pewarnaan Gram tampak sel-sel bulat berwarna ungu
berderet membentuk rantai, hasil uji katalase negatif dan uji evabroth negative.

Pertanyaan soal:
Apakah nama bakteri yang ditemukan oleh petugas tersebut ?

Pilihan Jawaban :
A. Streptococcus viridans
B. Klebsiella pneumoniae
C. Staphylococcus aureus
D. Streptococcus pyogenes
E. Pseudomonas aeruginosa

Kunci Jawaban: D. Streptococcus pyogenes

Kasus (vignette)
Seorang mahasiswa tingkat akhir D3 analis kesehatan sedang menyelesaikan ujian
akhir program di bakteriologi klinik dan harus melaporkan hasil identifikasi jenis bakteri
yang ditemukan. Data pendukung yang didapatkan adalah koloni berwarna abu-abu di
media MCA tidak meragi laktosa, mikroskopik sel bentuk basil Gram negatif, NA koloni
menghasilkan pigmen hijau kebiruan, uji fermentasi karbohidrat negatif, gas H 2S dan
indol negatif, uji sitrat positif.

Pertanyaan soal:
Apakah Jenis bakteri yang terdapat di dalam sampel mahasiswa tersebut ?

Pilihan Jawaban :
A. Escherichia coli
B. Serratia marcescens
C. Aerobacter aerogenes
D. Klebsiella pneumoniae
E. Pseudomonas aeruginosa

Kunci Jawaban: E. Pseudomonas aeruginosa

Kasus (vignette)
Seorang petugas laboratorium medis sedang membuat sediaan mikroskopik dari bahan
swab/skret, kemudian dilakukan pewarnaan Gram. Hasil pengamatan mikroskopik
ditemukan bakteri bentuk kokus berpasangan berwarna merah intraseluler. Petugas
tersebut kemudian melaporkan kepada dokter bakteri yang dicurigai menjadi penyebab
penyakit infeksi.

Pertanyaan soal:
Apakah nama bakteri yang dilaporkan tersebut ?

Pilihan Jawaban :
A. Listeria
B. Bacillus
C. Neisseria
D. Clostridium
E. Mycobacterium

Kunci Jawaban: C. Neisseria

Kasus (vignette)
Seorang mahasiswa TLM sedang melalukan uji mutu reagen pewarna Gram dengan
menggunakan bakteri uji Staphylococcus dan E.coli. Setelah dilakukan pewarnaan
Gram hasilnya semua bakteri berwarna ungu. Kemudian petugas tersebut menguji
mutu cat utama dan cat penutup, hasilnya kedua cat tersebut baik.

Pertanyaan soal:
Manakah reagen pewarna Gram yang kualitasnya jelek?

Pilihan Jawaban :
A. Iodium lugol
B. Alkohol aceton
C. Larutan fukhsin
D. Larutan safranin
E. Larutan kristal violet

Kunci Jawaban: B. Alkohol aseton

Kasus (vignette)
Seorang mahasiswa TLM sedang melakukan praktikum uji biokimia terhadap satu jenis
bakteri untuk memastikan hasil identifikasi. Dengan pipet tetes melalui dinding tabung
media dialirkan reagen secara perlahan, dan terbentuklah cincin merah di atas medium
tersebut sehingga dinyatakan bahwa bakteri yang sedang diuji adalah spesies
Escherichia coli.

Pertanyaan soal:
Apakah media yang digunakan untuk melakukan uji tersebut ?

Pilihan Jawaban :
A. BB
B. BAT
C. TSIA
D. SC agar
E. SIM medium

Kunci Jawaban: E. SIM medium

Kasus (vignette)
Seorang mahasiswa TLM sedang memeriksa angka kuman minuman yang biasa
diminum di warung makan dekat kampus. Disiapkan 5 tabung masing-masing berisi 9
ml air garam isotonis steril. Diambil 1 ml sampel dan dilakukan pengenceran sampai
tabung ke 5, kemudian diambil 0,1 ml diletakkan di media PCA lalu disebarkan merata
ke seluruh permukaan agar dan diinkubasi 37 oC selama 48 jam. Dua hari kemudian
diamati pertumbuhan bakteri dihitung sebanyak 75 koloni, kontrol media PCA tumbuh 3
koloni.

Pertanyaan soal:
Berapa angka kuman dalam sampel minuman tersebut (CFU/ml)?

Pilihan Jawaban :
A. 7,2 X 106
B. 7,5 X 106
C. 7,2 X 107
D. 7,5 X 107
E. 7,8 X 107

Kunci Jawaban: C. 7,2 X 107

Kasus (vignette)
Seorang mahasiswa analis kesehatan akan menguji pergerakan bakteri Escherichia coli
pada praktikum mikrobiologi. Di meja laboratorium telah disediakan berbagai macam
media di tabung antara lain: nutrient agar, gula-gula, simon sitrat agar, triple sugar iron
agar, sim medium, blood broth, eva broth, dnase agar, nutrient broth, dan lainnya.

Pertanyaan soal:
Media apa harus diambil untuk menguji bakteri tersebut ?

Pilihan Jawaban :
A. TSI Agar
B. Eva Broth
C. SIM Medium
D. Nutrient Agar
E. Nutrient Broth

Kunci Jawaban: C. SIM Medium

Kasus (vignette)
Pada praktikum mikrobiologi seorang mahasiswa diberi produk antiseptik merk X
supaya diuji efektifitas daya bunuhnya terhadap kuman, dengan menghitung angka
kuman di permukaan tangan sebelum dan sesudah dioles dengan antiseptik tersebut
menggunakan metode cawan sebar. Hasil perhitungan jumlah koloni sebelum dan
sesudah dioles antiseptik didapatkan 135 dan 43.

Pertanyaan soal:
Berapa persen efektifitas daya bunuh antiseptik tersebut terhadap kuman?

Pilihan Jawaban :
A. 24,16
B. 31,85
C. 68,15
D. 75,84
E. 213,95

Kunci Jawaban: C. 68,15

Kasus (vignette)
Disebutkan dalam satu referensi, bahwa klasifikasi tingkat efektivitas dari antiseptik
adalah sebagai berikut:
 <60%: tidak efektif
 60-80% kurang efektif
 80-90% cukup efektif
 90-100% efektif
 >100% sangat efektif

Pada praktikum mikrobiologi seorang mahasiswa diberi produk antiseptik merk X


supaya diuji efektifitas daya bunuhnya terhadap kuman, dengan menghitung angka
kuman di permukaan tangan sebelum dan sesudah dioles dengan antiseptik tersebut
menggunakan metode cawan sebar. Hasil perhitungan jumlah koloni sebelum dan
sesudah dioles antiseptik didapatkan 135 dan 43.

Pertanyaan soal:
Bagaimanakah efektivitas dari antiseptik yang diuji?

Pilihan Jawaban :
A. Efektif
B. Tidak efektif
C. Cukup efektif
D. Kurang efektif
E. Sangat efektif

Kunci Jawaban: D. Kurang efektif

Kasus (vignette)
Seorang mahasiswa TLM sedang melakukan isolasi bakteri dalam sampel feses pada
agar darah dan diperoleh koloni kecil hemolisis tidak sempurna. Selanjutnya dilakukan
uji toleransi garam dengan medium air kaldu garam 6,5% dan ternyata tumbuh/keruh
(hasil uji positif).

Pertanyaan soal:
Apakah spesies bakteri tersebut?
Pilihan Jawaban :
A. Streptococcus bovis
B. Streptococcus viridans
C. Streptococcus equinus
D. Streptococcus faecalis
E. Streptococcus pneumoniae

Kunci Jawaban: D. Streptococcus faecalis

Kasus (vignette)
Seorang wanita berumur 30 tahun mengeluhkan batuk kronis, demam, berkeringat
pada malam hari, malaise, keluhan pernafasan, letih, hilang nafsu makan, dan rasa
nyeri di dada. Dahak penderita mengandung darah. Guna memastikan penyakitnya,
dilakukan pemeriksaan dahak secara mikroskopis. Pemeriksaan dilakukan dengan
metode Pewarnaan Ziehl Neelsen menggunakan Fuchsin 0,3%. Hasil pengamatan
dengan mikroskop didapat kuman basil tahan asam tidak tampak dengan jelas. Hasil
kurang baik diduga karena kualitas dahak yang kurang baik, sehingga perlu dilakukan
pengambilan ulang untuk mendapatkan kualitas dahak yang lebih baik.

Pertanyaan soal:
Bagaimana kualitas yang diharapkan?

Pilihan Jawaban :
A. Kental warna keputihan
B. Mukoid, warna hijau
C. Kental warna kemerahan
D. Kental warna hijau kemerahan
E. Purulen dan mukoid

Kunci Jawaban: E. Purulen dan mukoid

Kasus (vignette)
Pengujian ketebalan sediaan BTA dilakukan dengan meletakkan preparat 4-5 cm di
atas kertas bertulisan/ kertas koran, lalu dilakukan pengamatan pada tulisan di bawah
preparat tersebut.

Pertanyaan soal:
Kapan dinyatakan sediaan itu baik?

Pilihan Jawaban :
A. sangat jelas terbaca
B. sama sekali tidak terbaca
C. samar terbaca
D. ada yang terbaca ada yang tidak terbaca
E. sedikit sekali terbaca

Kunci Jawaban: C. samar terbaca

Kasus (vignette)
Pengujian kualitas sediaan BTA salah satunya dengan melihat kerataan sediaan.
Dalam satu kasus, sediaan dinyatakan kurang baik karena ada bagian yang
mengelupas, yang terjadi karena proses pembuatan sediaan yang kurang sempurna.

Pertanyaan soal:
Apa penyebab kejadian tersebut?

Pilihan Jawaban :
A. Fiksasi sediaan sebelum kering
B. Fiksasi sediaan terlalu lama
C. Fiksasi dilakukan pada saat pencucian
D. Pencucian secara langsung.
E. Pencucian terlalu lama

Kunci Jawaban: A. Fiksasi sediaan sebelum kering