Anda di halaman 1dari 5

CONTOH KASUS BENCANA BANJIR DALAM KEPERAWATAN GAWAT

DARURAT DI GORONTALO

Bencana banjir yang terjadi di tiga kabupaten dan satu kota se-Provinsi Gorontalo,

14-15 Mei 2013, meninggalkan keprihatinan mendalam. Banjir disertai tanah

longsor berlangsung sekitar pukul 00.30 WITA di kecamatan Bone Pantai, desa

Tongo, Ombulo Hijau dan desa Penomon Tiga, kecamatan Bulawa, Gorontalo.

Sejumlah warga desa mengatakan banjir disebabkan oleh hujan deras yang turun

sepanjang malam dan menyebabkan sungai Tono meluap. Lokasi desa yang terletak

di kawasan pegunungan menambah tingkat kerentanan atas bahaya tanah longsor.

Badan Nasional Penanggulan Bencana, BNPB menyebut korban tewas terdiri dari

satu keluarga atas nama Pardi Hulalangi (34, ayah), Karsum Tilola (30, ibu), Rafiah

Hulalangi (10, anak), dan Hamzah Hulalangi (7, anak). Sementara tiga korban

masih dinyatakan hilang dan saat ini tengah dilakukan proses pencarian di desa

Ombulo, kecamatan Bone Pantai. Bencana alam ini juga menyebabkan 212 jiwa

mengungsi yang kebanyakan adalah manula, anak-anak dan ibu hamil.

Setidaknya sembilan rumah mengalami kerusakan parah dan puluhan lainnya rusak

lain.Tanah longsor juga menyebabkan jembatan putus yang menghubungkan Pantai

Selatan ke Trans Sulawesi di desa Penomon Tiga terputus, sehingga kendaraan

bantuan kesulitan untuk masuk ke kawasan bencana longsor. Sejumlah kawasan

hingga saat ini masih tergenang banjir dengan ketinggian mencapai 1 meter. Bupati

Bone Bolango menetapkan tujuh hari masa tanggap darurat.


SIMULASI PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI GORONTALO

Pada tanggal 14-15 Mei 2013, pukul 00.30 wib, terjadi bencana banjir disertai tanah

longsor di wilayah kecamatan Bone Pantai, desa Tongo, Ombulo Hijau dan desa

Penomon Tiga, kecamatan Bulawa, Gorontalo, Sejumlah warga desa mengatakan

banjir disebabkan oleh hujan deras yang turun sepanjang malam dan menyebabkan

sungai Tono meluap. Lokasi desa yang terletak di kawasan pegunungan menambah

tingkat kerentanan atas bahaya tanah longsor. Informasi dari pemerintah desa

setempat dilaporkan terdapat :

 korban jiwa : korban tewas terdiri satu keluarga atas nama Pardi Hulalangi

(34, ayah), Karsum Tilola (30, ibu), Rafiah Hulalangi (10, anak), dan

Hamzah Hulalangi (7, anak). Sementara tiga korban masih dinyatakan

hilang dan saat ini tengah dilakukan proses pencarian di desa Ombulo,

kecamatan Bone Pantai. Bencana alam ini juga menyebabkan 212 jiwa

mengungsi yang kebanyakan adalah manula, anak-anak dan ibu hamil.

 9 rumah rusak berat

 jembatan putus yang menghubungkan Pantai Selatan ke Trans Sulawesi di

desa Penomon Tiga terputus, sehingga kendaraan bantuan kesulitan untuk

masuk ke kawasan bencana longsor.


Kronologis pertolongan:

10 orang masyarakat dari desa Tongo, Ombulo Hijau dan desa Penomon Tiga,

yang membantu korban pertama kali. Setelah kejadian, perangkat desa setempat

melapor ke pemerintahan tentang kejadian bencana melalui sms. Sambil

berangkat menuju lokasi bencana, pak Lurah menghubungi pihak-pihak terkait

(untuk menginformasikan kejadian tersebut dan langkah-langkah yang harus

segera diambil).

Panduan kegiatan simulasi:

LAPORAN TIM KOMUNIKASI : laporan telah terjadi bencana banjir pukul 00.30

wib, terjadi bencana banjir disertai tanah longsor di wilayah kecamatan Bone

Pantai, desa Tongo, Ombulo Hijau dan desa Penomon Tiga, kecamatan Bulawa,

Gorontalo

SESI I:

Tim Reaksi Cepat dari masyarakat dan puskesmas

Kasus yang di dapat

SESI II:

> Tim Medis dari puskesmas, TRC, komunitas, dan masyarakat yang selamat

melakukan pertolongan pertama dan membawa korban ke rumah sakit.

> Kasus yang banyak dan rumah sakit tidak mampu sehingga membutuhkan

bantuan dari luar.

> Sementara, korban tanah banjir berkumpul di bangunan yang aman di daerah
tersebut.

> BPBD melakukan penilaian cepat terkait lokasi, penentuan status gawat darurat,

kerusakan, kerugian, sumber daya, penyelamatan dan evakuasi masyarakat

terkena bencana, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan terhadap kelompok

rentan dan pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital.

SESI III: Rehabilitasi : dengan kesiapsiagaan yang baik maka penanganan bencana

banjir dapat dilakukan dengan baik. Panduan dari daerah setempat yaitu:

1. Identifikasi pihak-pihak yang harus terlibat mulai dari menit-menit pertama

kejadian.

2. Buat langkah pemecahan masalah untuk menanggulangi bencana tersebut :

a. Sistem komando

b. Alur komando / struktur organisasi

c. Koordinasi

d. Tim respon cepat

e. Triase

f. Treatment

g. Evakuasi – transportasi

h. Rumah sakit lapangan

3. Peran RS Wonosari dalam penanggulangan korban yang dirujuk ke rumah

sakit.

a. Di tempat kejadian

b. Persiapan di IGD
c. Sistem komando

d. Alur komando / struktur organisasi

e. Koordinasi

f. Tim respon cepat

g. Triase

h. Treatment

i. Evakuasi – transportasi

j. Surge capacity

k. Press management

l. Logistik dll