Anda di halaman 1dari 4

Unsur Kalimat

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan
cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun
dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Dalam wujud tulisan,
kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?), atau
tanda seru (!);dan di dalamnya dapat disertakan tanda baca seperti koma (,), titik dua (:),
pisah (-),dan spasi. Tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru pada wujud tulisan sepadan
dengan intonasi akhir pada wujud lisan sedangkan spasi yang mengikuti mereka
melambangkan kesenyapan. Tanda baca lain sepadan dengan jeda.

Unsur – unsur kalimat terdiri dari:

SUBJEK

Disebut juga pokok kalimat.

Merupakan unsur inti dari kalimat.

Biasanya berupa kata benda atau kata lain yang dibendakan.

Untuk mencari subjek dalam kalimat dapat diajukan pertanyaan dengan kata tanya “siapa”
dan “apa”.

Contoh :

Ardi bermain bola.

Siswa kelas VI sedang menjalani ujian.

Melukis itu melatih kreatifitas

PREDIKAT

Merupakan unsur inti pada kalimat yang berfungsi untuk menerangkan subjek. Biasanya
berupa kata kerja atau kata sifat. Untuk mencari predikat dalam kalimat dapat diajukan
pertanyaan dengan kata tanya “mengapa” dan “bagaimana”.
Contoh :

Rini menyanyi dengan merdu.

Tono membaca buku.

Ayah bekerja di BUMN.

OBJEK

Merupakan keterangan predikat yang erat hubungannya dengan predikat. Biasanya terletak di
belakang predikat Dalam kalimat pasif, objek menduduki fungsi subjek. Terdiri dari dua
macam yaitu objek penderita dan objek penyerta Objek penderita adalah kata benda atau
yang dibendakan baik berupa kata atau kolompok kata yang merupakan sasaran langsung dari
perbuatan atau tindakan yang dinyatakan oleh subjek.

Makna objek penderita :

Penderita

Contoh : Pak Ali membajak sawah

Penerima

Contoh : Ibu menjahit baju adik

Tempat

Contoh : Wisatawan mengunjugi Pulau Bali.

Alat

Contoh : Andi melempar bola ke arah Budi.

Hasil

Contoh : Anak-anak mengerjakan tugas pelajaran Bahasa Indonesia.


Objek penyerta adalah objek yang menyertai subjek dalam melakukan atau mengalami
sesuatu.

Makna objek penyerta :

Penderita.

Contoh : Ibu membelikan adik buku baru.

Hasil.

Contoh : Penjahit itu membuatkan ibu baju kebaya.

KETERANGAN

Mempunyai hubungan yang renggang dengan predikat.

Jenis-jenis keterangan :

> Keterangan tempat

Contoh : Ayah akan perdi ke Surabaya

> Keterangan alat

Contoh : Ibu memotong sayuran dengan pisau

> Keterangan waktu

Contoh : Andi belajar matematika pukul 8 malam

> Keterangan tujuan

Contoh : Bayi harus minum susu supaya sehat

> Keterangan penyerta

Contoh : Ibu pergi ke pasar bersama kakak.


> Keterangan cara

Contoh : Bacalah buku itu dengan seksama

> Keterangan similatif

Contoh : Pak Doni berbicara di rapat sebagai ketua panita

> Keterangan sebab

Contoh : Toni tidak naik kelas karena malas belajar