Anda di halaman 1dari 47

1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik
Indonesia (IKIP PGRI) Pontianak yang berkedudukan sebagai Lembaga
Penyelenggara Tenaga Kependidikan (LPTK) merupakan salah satu ujung
tombak untuk melaksanakan pendidikan. IKIP-PGRI Pontianak berupaya
mempersiapkan calon guru yang memiliki tingkat profesionalitas yang tinggi
dan berkarakter. Dalam rangka menyiapkan calon guru yang memiliki
kompetensi tersebut, perlu dilakukan upaya peningkatan kualitas
pembelajaran, penilaian hasil belajar, penyediaan bahan ajar, dan sarana
belajar.
Berdasarkan keputusan Penpres RI Nomor 8 Tahun 2012 tentang
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dan Permendikbud RI Nomor 73
Tahun 2013 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, Permendikbud
No.17 Tahun 2014 dan Permenristekdikti nomor 44 Tahun 2015 tentang
Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI) yang menyiapkan kualifikasi
kemampuan lulusan disesuaikan dengan standar kompetinsi lulusan harus
dilaksanakan di Perguruan Tinggi. Menyikapi hal tersebut di atas, IKIP-PGRI
Pontianak berupaya memberikan penguatan untuk mendukung dan mendorong
pengembangan calon guru yang profesional dengan menyelaraskan kurikulum
yang berlaku di perguruan tinggi dengan melaksanakan program magang.
Implementasi program magang bertujuan membangun jati diri
pendidik, memantapkan kompetensi akademik kependidikan dan
memantapkan kemampuan awal guru dalam mengembangkan perangkat
pembelajaran, serta memberikan pengalaman awal tambahan sesuai dengan
kewenangan tambahan yang akan diberikan kepada calon guru dapat tercapai
sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Oleh karena itu, program magang
ini merupakan bagian tak terpisahkan bagi mahasiswa IKIP-PGRI Pontianak.
Program magang terdiri dari magang 1, 2 dan 3 di implementasikan pada setiap
semester ganjil dan genap menyesuaikan kurikulum yang ada di program studi
masing-masing di lingkungan IKIP-PGRI Pontianak. Dengan kegiatan ini
diharapkan mahasiswa sebagai calon guru memiliki kompetensi, kepribadian,
sosial pedagogik, dan profesional.
B. Profil Sekolah
1. Identitas Sekolah
Nama Sekolah : SMAN 1 SEKADAU
NPSN : 30106129
Jenjang Pendidikan : SMA
2

Status Sekolah : Negeri


Status Kepemilikan : Pemerintah Daerah
Akreditasi :A
Kurikulum : Kurikulum 2013
Email : sman1sekadau@yahoo.co.id
Website : http://www.sman1sekadau.sch.id
Kepala Sekolah : Yohanes Adi Suhadi, S.Pd.
Alamat Sekolah : Jl. Merdeka No. 48/B
Kode Pos : 79582
Kelurahan : Sugai Ringin
Kecamatan : Sekadau Hilir
Kabupaten : Sekadau
Provinsi : Kalimantan Barat
2. Sejarah Singkat
Atas dasar swadaya masyarakat pada tahun 1977 ketua PGRI
Kecamatan Sekadau Hilir ADE MEKAH bersama pengurus mengadakan
musyawarah untuk mendirikan sekolah baru yang setingkat SMA,
mengingat pada saat itu tamatan SLTP harus melanjutkan ke sekolah lebih
tinggi yang hanya ada di Kabupaten Sanggau yang harus ditempuh kurang
lebih 44 km dari Kecamatan Sekadau Hilir, oleh karena itu maka berdiri
SMA PGRI Sekadau seluruh siswa belajar menggunakan gedung
peninggalan aset Cina / SDN 6 (SDN 21) beralamat di Jalan Irian Desa
Sungai Ringin Sekadau dengan penerimaan siswa baru tahun ajaran
1977/1978 1 kelas IPS dan 1 kelas IPA dengan pusat pembinaan PGRI
masih di Kabupaten Sanggau, antara lain: Yudi Kasim (Kepala SMA
Negeri Sanggau), Andreas Poniman (Kepala SMA Negeri 1 Sanggau),
Abu Bakar (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan
Sekadau Hilir).
Setelah mengadakan penerimaan siswa baru ternyata mendapat
dua kelas langsung dibagi menjadi dua jurusan, seminggu setelah itu
sekolah mengadakan pengenalan sekolah dengan system PELONCO
Kepala Sekolah ditetapkan pada waktu itu adalah Bapak
DJAMALUDDIN MANSYUR,BA Jabatan asal sebagai Sekwilcam
Sekadau Hilir staf pengajar berasal dari SMPN 1 Sekadau, Kantor
Kecamatan Sekadau Hilir, Kandep Dikbud Kecamatan Sekadau Hilir, staf
Koramil Kecamatan Sekadau Hilir, guru agama berasal dari pemuka
masyarakat, dan staf Polsek Kecamatan Sekadau Hilir.
Tugas beliau berakhir pada tahun 1979 karena dilantik menjadi
Camat Sekadau Hilir jabatan kepala sekolah diserahkan kepada Bapak
DAMSYIK dengan jabatan asal guru SMP Negeri 1 Sekadau dari tahun
3

1979 hingga tahun 1981, kemudian Damsyik juga diangkat menjadi kepala
SMP Negeri 1 Nanga Taman jabatan kepala SMA PGRI dari tahun 1981
hingga pada bulan September 1984 diserahkan kepada F.A. PARIS sampai
penegerian. Dengan urutan yang pernah menjabat sebagai kepala sekolah
adalah sebagai berikut :
a. Nama : Maju Oktavianus Sinaga
Tempat tgl Lahi : Sumatera Utara, 1 Januari 1939
Jabatan : Kepala Sekolah
Masa Bhakti : 1984 – 1999
b. Nama : Drs. Bambang Susanto
Tempat tgl Lahi : Pemalang, 10 Maret 1963
Jabatan : Kepala Sekolah
Masa Bhakti : 2000 – 2003
c. Nama : Yohanes Harsoyo, BA
Tempat tgl Lahi : Magelang, 7 Agustus 1950
Jabatan : Kepala Sekolah
Masa Bhakti : 2004 – 2007
d. Nama : Drs. Dominikus
NIP : 195604051987031006
Tempat tgl. Lahir : Pelaman, 05 April 1956
Jabatan : Kepala Sekolah
Masa Bhakti : 2008 – 2015
e. Nama : Yohanes Adi Suhadi, S.Pd
NIP. 19781023 200604 1 005
Tempat tgl. Lahir : Odong, 23 Oktober 19778
Jabatan : Kepala Sekolah
Masa Bakti : 2015 – 2019
3. Visi dan Misi sekolah
Visi
Unggul dalam prestasi, berwawasan lingkungan, berbasis IT, memahami
keunggulan lokal, dan berpijak pada iman dan taqwa.
Misi
1. Meningkatkan disiplin warga sekolah
2. Meningkatkan prestasi akademik
3. Membentuk peserta didik yang berakhlak dan berbudi pekerti luhur
4. Meningkatkan kemampuan budidaya sawit, karet, dan tanaman hias.
5. Meningkatkan prestasi ekstra kurikuler
6. Menumbuhkan motivasi belajar
7. Meningkatkan kemampuan berbahasa inggris
8. Meningkatkan komitmen seluruh pendidik dan tenaga kependidikan
terhadap tugas pokok dan fungsinya
9. Mengembangkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam
pembelajaran dan administrasi sekolah
4

BAB II
KEGIATAN PEMBELAJARAN
A. Rencana Pembelajaran
Sebelum melaksanakan pembelajaran praktikan diharapkan membuat rencana
pembelajaran agar proses pembelajaran terencana dan terlaksana dengan baik.
Adapun rencana pembelajaran yang mahasiswa magang 3 buat sebagai berikut:

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Sekolah : SMA Negeri 1 Sekadau
Mata Pelajaran : Matematika (Kelompok A)
Materi Pokok : Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
Kelas/Semester : X/ 1
Alokasi Waktu : 10 x 45 menit (5 pertemuan: @2 x 45 menit)
Penyusun : Dwi Ariyani
A. Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian
Kompetensi
KI SPIRITUAL (KI 1) DAN KI SOSIAL (KI 2)
KI1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI2: Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun,
ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan
proaktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI PENGETAHUAN (KI 3) KI KETERAMPILAN (KI 4)
KI3: Memahami, menerapkan, KI4 : Mengolah, menalar, menyaji,
menganalisis pengetahuan dan mencipta dalam ranah
faktual, konseptual, prosedural konkret dan ranah abstrak
berdasarkan rasa ingin tahunya terkait dengan pengembangan
tentang ilmu pengetahuan, dari yang dipelajarinya di
teknologi, seni, budaya, dan sekolah secara mandiri, dan
humaniora dengan wawasan mampu menggunakan metode
kemanusiaan, kebangsaan, sesuai kaidah keilmuan.
kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian
5

yang spesifik sesuai dengan


bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KOMPETENSI DASAR DARI KI3 KOMPETENSI DASAR DARI KI4
3.3 Menyususn sistem persamaan 4.3 Menyelesaikan masalah
linear tiga variabel dari masalah kontekstual yang berkaitan
kontekstual dengan sistem persamaan linear
tiga variabel
INDIKATOR PENCAPAIAN INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI (IPK) DARI KD 3.3 KOMPETENSI (IPK) DARI KD
3.3
3.3.1 Membedakan sistem persamaan 4.3.1 Menyelesaikan masalah
linear tiga variabel (SPLTV) dan kontekstual sistem persamaan
yang bukan sistem persamaan linear tiga variabel dengan
linear tiga variabel (SPLTV) metode eliminasi dan substitusi
3.3.2 Menemukan syarat sistem 4.3.2 Menyelesaikan masalah
persamaan linear tiga variabel kontekstual sistem persamaan
(SPLTV) linear tiga variabel dengan
3.3.3 Menyusun sistem persamaan metode deteminan
linear tiga variabel (SPLTV)
dari soal cerita

B. Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning
yang dipadukan dengan teknik ATM (Amati, tiru dan modifikasi), dan
pendekatan saintifik yang menuntun peserta didik untuk mengamati
(membaca) permasalahan dan menuliskan penyelesaiannya, peserta didik dapat
menyusun dan menemukan konsep Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel.
Selain itu, peserta didik dapat menyelesaikan masalah tentang Sistem
Persamaan Linear Tiga Variabel dengan menggunakan beberapa metode,
dengan sikap Religiositas (beiman, bertaqwa, peduli lingkungan), Mandiri
(Percaya diri, disiplin, rasa ingin tahu, tanggung jawab, berpikir kritis, dan
kreatif).
C. Materi Pembelajaran
Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
1. Menyusun dan menemukan konsep Sistem Persamaan Linear Tiga
Variabel
2. Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
D. Pendekatan, Metode dan Model Pembelajaran
Pendekatan : saintifik
Metode : teknik ATM (Amati, tiru dan modifikasi), tanya jawab,
penugasan, dan diskusi
6

Model : Problem Based Learning


E. Media / Alat
Media / Alat : Lembar Kerja, Papan Tulis, LCD
F. Sumber Belajar
1. Buku Matematika (Umum) Kelas X, Kementrian dan Kebudayaan tahun
2016.
2. Buku Matematika (Umum) Kelas X, Kementrian dan Kebudayaan tahun
2017.
G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 2 (2 x 45 menit)
Tahapan / Uraian Nilai-nilai
Sintak Kegiatan pembelajaran Karakter
(1) (2) (3)
Pendahuluan (15 menit)
1. Memberi salam pembuka, Religiositas
memanjatkan syukur dan (Beriman,
berdo’a; bertaqwa, dan
2. Mengkondisikan siswa peduli
(mengecek kehadiran, meminta lingkungan,
peserta didik mengecek Mandiri
kebersihan kelas); (disiplin, rasa
3. Mengaitkan materi yang akan ingin tahu)
dipelajari dengan materi
sebelumnya melalui tanya
jawab;
4. Menyampaikan kompetensi
yang akan dicapai dan
manfaatnya dalam kehidupan
sehari-hari;
5. Menyampaikan garis besar
cakupan materi yang akan
dibahas saat itu;
Kegiatan Inti (60 menit)
Mengolah KERJASAMA DAN BERPIKIR Mandiri (percara
Data KRITIS diri rasa ingin
1. Guru memberikan latihan: tahu, tanggung
Tentukan nilai x, y dan z dari jawab)
persamaan berikut:
5𝑥 − 3𝑦 + 2𝑥 = 3
{ 8𝑥 − 5𝑦 + 6𝑧 = 7
3𝑥 + 4𝑦 − 3𝑧 = 15
7

Penutup (15 menit)


1. Memfasilitasi dalam Mandiri
merumuskan kesimpulan tentang (disiplin, kritis,
definisi SPLTV; percaya diri)
2. Meningatkan peserta didik untuk
mempelajari lagi materi yang
telah dibahas dan menyampaikan
materi yang akan dibahas
dipertemuan selanjutnya;
3. Memberi salam;

H. Penilaian
1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian pengetahuan : Tes tertulis
b. Penilaian Keterampilan : Unjuk kerja/ Praktik
2. Bentuk Penilaian:
a. Tes tertulis : uraian dan lembar kerja
b. Unjuk kerja : lembar penilaian pesentasi
3. Instrumen Penilaian : Terlampir
4. Remidial
a. Pembelajaran remidial dilakukan bagi siswa yang capaian KD-nya
belum tuntas
b. Tahapn pembelajaran remidial dilaksanakan melalui remidial tutor
sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes. (DENGAN
MENGAMBIL NILAI TERBAIK)
c. Apabila tes remisial telah dilakukan namun peserta didik belum
mencapai ketuntasan, maka remidil dilakukan dlam bentuk tugas
tanpa ters tertulis kembali. (DENGAN MENGAMBIL NILAI KKM)
5. Pengayaan
a. Bagi siswa yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan
pembelajaran pengayaan sebagai berikut:
1) Siswa yang mencapai nilai n (ketuntasan) < n < n (maksimum)
diberikam materi masih dalam cakupan KD dengan pendalaman
sebagai pengetahuan tambahan.
2) Siswa yang mencapai nilai n>n (maksimum) diberikan materi
melebihi cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan
tambahan.
8

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Sekolah : SMA Negeri 1 Sekadau
Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Materi Pokok : Teks Eksplanasi
Kelas/Semester : X1/Ganjil
Alokasi Waktu : 6 x 45 Menit (2x pertemuan)
Penyusun : Rupina Ernida

A. Kompetensi Inti
K1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
K2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (kerja sama,
toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
K3 Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, eksplanasial, dan metakognitif berdasarkan rasaingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
eksplanasial pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
K4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


KOMPETENSI DASAR DAN IPK DARI KI 3
3.4 Menganalisis struktur dan Indikator Pencapaian Kompetensi
kebahasaan teks eksplanasi 3.4.1 Mengindentifikasi struktur
teks eksplanasi
3.4.2 Menelaah kebahasaan teks
ekplanasi
KOMPETENSI DASAR DAN IPK DARI KI 4
4.4 Memproduksi teks eksplanasi Indikator Pencapaian Kompetensi
secara lisan ataustulis dengan 4.4.1 Menentukan pola
memerhatikan struktur dan pengembangan dalam menulis
kebahasaan teks eksplanasi
9

4.4.2 Menulis teks eksplanasi


berdasarkan struktur dan
kebahasaan

C. Tujuan Pencapaian
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatann pedagogik genre,
saintifik, dan CLIL dengan model saintifik peserta didik
dapat mengindentifikasi struktur teks eksplanasi, men teks ekplanasi,
menentukan pola pengembangan dalam menulis teks eksplanasi, dan menulis
teks eksplanasi berdasarkan struktur dan kebahasaan dengan rasa ingin tahu,
kerja keras, tanggung jawab, bersikap bersahabat/ komunikatif selama proses
pembelajaran.
D. Materi
1. Mengidentifikasi Informasi Dalam Teks Prosedur
a. Pengertian Teks Eksplanasi
b. Struktur Teks Eksplanasi
c. Ciri-ciri Teks Eksplanasi
d. Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi
2. Mengkontruksi Informasi Teks Prosedur
3. Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Prosedur
E. Pendekatan, Metode dan Model Pembelajaran
1. Pendekatan : Saintifik
2. Metode : Active Learning
3. Model Pembelajaran : Kerja Kelompok, tanya jawab, penugasan
F. Media/Alat dan Bahan Sumber Belajar
1. Media/Alat : Lebar kerja, papan tulis/white board
2. Sumber Belajar
Kosasih, Engkos.2016.Cerdas Berbahasa Indonesia SMA/MA Kelompok
Wajib (Kurikulum 2013 Edisi Revisi).Jakarta:PT Gelora Aksara Pratama,
Erlangga
G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 2 (4 x 45 menit)
Nilai Karakter Alokasi
Tahap Langkah-Langkah Pembelajaran (PPK), Literasi, Waktu
4C, HOTS
Kegiatan 1. Peserta didik berdoa menurut agama Religius 10 Menit
Awal dan kepercayaan masing-masing.
2. Peserta didik menyanyikan lagu
nasionalisme.
3. Guru melakukan absensi kepada Rasa Ingin Tahu
peserta didik.
10

4. Peserta didik merespon pertanyaan


dari guru berhubungan dengan
pembelajaran sebelumnya (tanya
jawab).
5. Peserta didik menerima informasi
tentang hal-hal yang akan dipelajari,
metode dan media.
Kegiatan Mengamati Literasi 150
Inti 1. Peserta didik mengamati contoh teks Menit
eksplanasi yang dibawa.
2. Peserta didik mengidentifikasi
struktur dan kaidah kebahasaan teks Rasa Ingin Tahu
eksplanasi.
Menanya
Peserta didik bertanya jawab tentang
struktur dan kaidah kebahasaan teks Kerja Sama
eksplanasi. (Collaborative)
Menalar
1. Peserta didik duduk secara
berkelompok (heterogen, 3-5 orang). Berpikir Kritis
2. Peserta didik secara berdiskusi (Critical thinking)
mengidentifikasi struktur dan kaidah
kebahasaan teks eksplanasi.
Mencoba Komunikatif
1. Peserta didik mencoba menentukan (Communicative)
dan menganalisis struktur dan kaidah
kebahasaan teks eksplanasi.
2. Peserta didik mencoba menuliskan
struktur dan kaidah kebahasaan teks
eksplanasi.
Mengomunikasikan/menyajikan
1. Peserta didik secara
berkelompok.mempresentasikan hasil
kerjanya.
2. Peserta didik yang lain memberikan
komentar dan masukan atas
penampilan temannya.
n
Kegiatan Kegiatan guru bersama peserta didik 10 Menit
penutup 1. Melakukan refleksi terhadap kegiatan Kreativitas
yang sudah dilaksanakan. (Creativity)
2. Memberikan umpan balik terhadap
proses dan hasil pembelajaran HOTS
Kegiatan guru
1. Melakukan penilaian.
11

2. Memberikan tugas kepada peserta


didik untuk banyak membaca teks
eksplanasi lainnya.
3. Menyampaikan rencana
pembelajaranyang akan dilakukan
selanjutnya.
4. Menutup kegiatan belajar mengajar

H. Penilaian
1. Teknik Penilaian
a. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan
b. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis
c. Penilaian Keterampilan : Unjuk kerja/praktek
2. Bentuk Penilaian
a. Observasi : Lembar pengamatan aktivitas peserta didik
b. Tes Tertulis : Uraian dan lembar kerja
c. Unjuk Kerja : Lembar penilaian presentasi
3. Remidial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi Peserta didik yang capaian KD
nya belum tuntas.
b. Tes remedial, dilakukan sebanyak 1 kali

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Mata Pelajaran : TIK
Kelas / Semester : XII/1
Waktu : 4 x 45 menit
Satuan Pendidikan : SMA N 1 SEKADAU
Penyusun : Niko Dimus
A. KOMPETENSI INTI
KI 3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian
12

yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan


masalah.
KI 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPENTENSI
INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI DASAR (KD)
KOMPENTENSI (IPK
3.1. Operasi dasar komputer 3.1.1. Menjelaskan sejarah
perkembangan komputer
3.1.2. Menjelaskan pengertian booting
4.1. Menggunakan perangkat lunak 4.1.1. Memperagakan cara Warm boot
beberapa program aplikasi dan Cold boot

C. MATERI PEMBELAJARAN
a. Sejarah Perkembangan Komputer
b. Cold Boot
c. Warm Boot
D. MODEL PEMBELAJARAN
 Model pembelajaran kooperatif
E. SUMBER BELAJAR
a. Buku pegangan siswa (1) Penerbit Erlangga Karya Sadiman, S.Pd
b. Seperangkat computer
c. LCD
F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
PENDAHULUAN
1. Melakukan pembuka dengan salam sapa dan berdoa untuk memulai
pelajaran
2. Melakukan pengkondisian peserta didik
3. Menyampaikan kompetensi dasar dan indicator pembelajaran
4. Apersepsi tentang tombol-tombol power pada komputer
5. Motivasi
KEGIATAN INTI
Pertemuan pertama (2 jam pelajaran)
 Pada Pertemuan pertama guru melakukan diskusi dengan siswa berkaitan
dengan perkembangan komputer dari pertama kali diciptakan sampai
dengan sekarang.
 Guru melakukan evaluasi berkaitan dengan pemahaman siswa mengenai
sejarah perkembangn komputer dari mulai diciptakan sampai dengan
sekarang.
Pertemuan kedua (2 jam pelajaran)
13

 Guru memperlihatkan kepada siswa seperangkat komputer dengan lengkap,


atau siswa dibawa ke laboratorium komputer dan ditunjukan satu persatu
bagian, bagian dari monitor, CPU, Keyboard, Mouse dan Fungsinya
 Guru selalu mengingatkan siswa agar tidak melakukan aktivitas apapun
berkaitan dengan komputer dengan tujuan untuk menghindari kerusakan
pada komputer dengan asumsi siswa masih banyak yang belum mengenal
komputer
 Guru menjelaskan melalui layar LCD kepada siswa posisi tombol power
CPU dan Monitor
 Guru memperagakan cara menghidupkan monitor dan CPU sampai
komputer siap
 Guru menjelaskan keadaan monitor di mana komputer telah siap
dipergunakan
 Siswa memperagakan cara menghidupkan
PENUTUP
 Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil
belajar
 Guru mengevaluasi dengan memberikan pertanyaan seputar indicator
 Guru memberikan tugas
 Guru menyampaikan materi yang akan datang
 Guru menyuruh salah satu siswa memimpin doa penutup

G. PENILAIAN
Untuk menilai ranah pengetahuan siswa dilakukan dengan memberikan soal
latihan:
1. Tuliskan secara singkat sejarah perkembangan komputer generasi ketiga
(Skor 1)
2. elaskan 3 komponen yang mendukung operasional komputer (Skor 3)
3. Apa yang dimaksud dengan (a) booting (b) warm boot dan (c) coold
booting (Skor 3)
4. Tuliskan secara lengkap prosedur untuk (a) coold boot (b) warm boot
(Skor 2)
5. Sebutkan nama-nama alat berikut ini: (Skor 3)

(a) (b) (c)


14

 Penilaian Kemampuan Praktek / Kerja Ilmiah meliputi:


Prosedur menghidupkan dan mematikan komputer

Skor
No Bidang Penilaian Sangat
Baik Sedang Kurang
Baik
1 Cara menghidupkan monitor
2 Cara menghidupkan CPU
3 Keterampilan warm boot
4 Keterampilan cara
mematikan komputer
5 Prosedur, ketepatan dan
kecepatan kerja
Rata-rata

Kriteria / Konversi nilai


Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) adalah 70
Sangat baik >=90, Baik 90 - 80, Sedang 80 – 70, Kurang < 70

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Sekolah : SMA N 1 Sekadau
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : XII / Ganjil
Materi Pokok : Teks Cerita (novel) Sejarah
Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit
Peyusun : Yuvensius Bruce Lie

A. Kompetensi Inti
 KI-1 dan KI-2 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
dianutnya. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab,
responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secra efektif sesuai dengan
perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat, dan
lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan
internasional.
15

 Ki 3 : memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,


konseptual, prosedual, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
kawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
 KI 4 : mengoalah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mendiri, bertindak secaa efektif dan kreatif, serta mampu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator
3.3 mengidentifikasi informasi, yang  Mengidentifikasi struktur cerita
mencakup orientasi, rangkaian teks sejarah
kejadian yang saling berkaitan,  Mengidentifikasi isi cerita teks
komplikasi dan resolusi, dalam sejarah
cerita sejarah lisan atau tertulis  Mengidentifikasi nilai-nilai cerita
(novel) sejarah
 Mengidentifikasi kebahasaan teks
cerita sejarah
4.3 mengontruksi nilai-nilai dari  Mendata struktur (orientasi,
informasi cerita sejarah dalam rangkaian kejadian yang saling
sebuah teks eskplanasi berkaitan, komplikasi dan
resolusi), nilai-nilai, hal-hal yang
menarik dalam cerita (novel)
sejarah
 Menyusun kembvali nilai-nilai
dari cerita (novel) sejarah
kedalam teks eksplanasi
 Mempresentasikan, menanggapi,
merevisi teks eksplanasi yang
disusun

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat :
 Mengidentifikasi struktur cerita teks sejarah
 Mengidentifikasi cerita teks sejarah
 Mengidentifikasi nilai-nilai cerita (novel) sejarah
 Mengidentifikasi kebahasaan teks cerita sejarah
 Mendata struktur (orientasi, rangkaian kejadian yang saling berkaitan,
komplikasi dan resolusi,),nili-nilai, hal-hal yang menarik dalam cerita
(novel) sejarah
16

 Menyusun kembali nilai-nilai dari cerita (novel) sejarah kedalan teks


eksplanasi
 Mepresentasikan, menanggapi, merevisi teks eksplanasi yang disusun
D. Teks Cerita (Novel) Sejarah
 Struktur cerita teks sejarah
 Isi cerita teks sejarah
 Nilai-nilai cerita (Novel) teks sejarah
 Kebahasaan teks sejarah
E. Merode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Discovery Learning
Metode : Tanya jawab, diskusi, wawancara dan bermain
peran
F. Media Pembelajaraan
Media : Worksheet atau lembar kerja (siswa), Lembar Penilaian,
LCD Proyektor
Alat/Bahan : Penggaris, Spidol, Papan Tulis, Laptop dan Proyektor
G. Sumber Belajar
 Buku penunjang kurikulum mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII
Kemendikbud, Tahun 2016
 Buku refensi yang relevan
H. Langkah-langkah Pembelajaraan
a) Pertemuan Pertama (2 x 45 menit)
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Guru :
Orientasi
 Salam pembuka
 Memeriksa kehadiran
 Menyiapkan fisik dan psikis siswa
Apresiasi
 Mengaitkan materi yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta
didik dengan materi selanjutnya
 Mengaitkan kembali materi prasyarat dengan bertanya
 Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pembelajaran
Motivasi
 Memberikan gambaraan tentang manfaat mempelajari materi dengan
kehidupan sehari-hari
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
 Mengajukan pertanyaan
Pemberian Acuan
 Memberituhan materi pembelajaran
 Memberitahukan tentang Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Indikator,
dan KKM
 Pembagian kelompok
 Menjelaskan mekanisme pelaksaan pengalaman belajar sesuai denga
langkah-langkah.
17

Kegiatan Inti (25 Menit)


Sintak model
Kegiatan Pembelajaran
pembelajaran
Stimulasi (Pemberian Kegiatan Literasi
Ransangan) Peserta didik diberi motivasi atau ransangan untuk
memusatkan perhatian pada topik materi Teks
Cerita (novel) Sejarah
 Melihat
 Mengamati
 Membaca
 Menulis
 Mendengar
 Menyimak
Pertanyaan/Indentifikasi Berfikir Kritik
Masalah Geru memberikan kesempatan pada peserta didik
untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin
pernyataan yang berkaitan dengan gambar yang
disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan
belajar
 Mengajukan pertanyaan tentang materi Teks
Cerita (novel) Sejarah
Pengumpulan data Kegiatan Literasi
Peserta didik mengumpukan informasi yang
relevan untuk menjawab pertanyaan yang telah
diidentifikasi melalui kegiatan:
 Mengamati Objek/kejadian
 Membaca sumber lain selain buku teks
 Aktivitas
 Wawancara/tanya jawab
Kerjasama:
 Mendiskusikan
 Mengumulkan informasi
 Mempresentasikan ulang
 Saling tukar informasi
Pengolahan Data Berfikir Keritik
Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi
mengolah data hasil pengamatan dengan cara:
 Berdiskusi
 Mengolah informasi
 Peserta didik mengerjakan beberapa soal
menganai materi Teks Cerita (novel) Sejarah
Pembuktian Berkomunikasi
Peserta didik mendiskusi hasil pengamatan dan
memverifikasi hasil pengamatan dengan data-data
atau teori pada buku sumber kegiatan:
18

 Mendambah keluasan dan kedalaman dari


berbagai sumber
Kesimpulan Berkomunikasi
Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan
 Menyampaikan hasil diskusi
 Mempresentasikan
 Mengemukakan pendapat
 Bertanya
Kreativitas
 Menyimpulkan tentang point-point penting
 Menjawab pertanyaam
 Menyelesikan uji kempetensi
Kegiatan Penutup (10 Menit)
Peserta Didik :
 Membuat resume tentang Teks Cerita (novel) Sejarah
 Menagendakan pekerjaan rumah tentang Teks Cerita (novel) Sejarah
 Mengagendakan materi yang harus dipelajari tentang Teks Cerita (novel)
Sejarah
Guru :
 Memeriksa pekerjaan siswa
 Penilaian
 Memberikan penghargaan

I. Teknik Penilaian
a) Teknik Penilaian
1) Sikap
 Penilaian Observasi
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku
peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran
maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru.
Contoh instrumen penilaian :
NO Nama Siswa Aspek perilaku yang Jumlah Skor Kode
diamati Skor Sikap Nilai
BS JJ TJ DS
1 Audi
Keterangan :

 BS : Berkerja Sama
 JJ : Jujur
 TJ : Tanggung Jawab
 DS : Disiplin
19

Catatan :
 Aspek Perilaku Penilaian Dengan Kriteria :
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Cukup
25 = Kurang
 Skor Maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah Kriteria =
100 x 4 = 400
 Skor Sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 =
68,75
 Kode Nilai/Predikat :
75,01 - 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 - 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
 Format diatas dapat diubah sesuai aspekperilaku yang dinilai
 Penilaian Diri
Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada
peserta didik, maka peserta didik diberikan kesempatan untuk menilai
kemampuan dirinya sendiri. Contoh format penilaian :
NO Pernyataan Ya Tidak Jumlah Skor Nilai
Skor Sikap
1 Selama diskusi,
saya ikut serta
mengusulkan, 50
ide/gagasan

2 Ketika kami
berdiskusi,
setiap anggota 50
mendaptkan 250 62,50 C
untuk berbicara
3 Saya ikut serta
dalam membuat
kesimpulan 50
dalam hasil
diskusi
kelompok
4 ...... 100
20

Catatan :
 Skor Penilaian Ya = 100 Tidak = 50
 Skor Maksimal = Jumalah pernyataan dikalikan jumlah Kriteria = 4
x 100 = 400
 Skor Sikap = (Jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250
: 400) x 100 = 62,50
 Kode Nilai/Predikat :
75,01 - 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 - 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
 Format diatas dapat juga digunakan untuk menilai kempetensi
pengetahuan dan keterampilan
 Penilaian Teman Sebaya
Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai
temannya sendiri. Contoh penilaian :
No Pernyataan Ya Tidak Jumlah Skor Nilai
Skor Sikap
1 Menerima
Pendapat teman 100

2 Memberikan
solusi terhadap 100
permasalahan
90,00 SB
3 Memaksakan
pendapat sendiri
450
terhadap 100
anggota
kelompok
4 Marah saat
diberi keritik 100

5 ..... 50
Catatan :
 Skor Penilaian Ya = 100 Tidak =50 untuk pernyataan yang positif,
sedangkan yang negatif Ya = 50 Tidak = 100
 Skor Maksimal = jmlah peryantaan dikali jumlah kriteria = 5 x 100
= 500
75,01 - 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 - 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
21

b) Pengetahuan
 Tertulis dan Pilihan Ganda (lampiran)
 Tes Lisan terhadap diskusi, tanya jawab dan percakapan
Penilaian Aspek Percakapan
No Aspek Skala Jumlah Skor Kode
yang Skor Sikap Nilai
dinilai 20 50 75 100
1 Intonasi
2 Pelafalan
3 Kelancara
4 Ekspresi
5 Penampilan
6 Gestur

 Penugasan
 Peserta didik menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku
peserta didik.
 Peserta didik meminta tanda tangan orang tua sebagai bukti
 Peserta didik mengumpulkan jawaban
c) Keterampilan
 Penilaian unjuk kerja
Instrumen Penilaian
No Aspek yang Sangat Baik Kurang Tidak
dinilai Baik (75) Baik Baik
(100) (50) (25)
1 Kesesuai
respon
dengan
pernyataan
2 Keserasian
pemilihan
kata
3 Kesesuaian
penggunaan
tata bahasa
4 Pelafalan
Cara mencari nilai (N) = jumlah skor yang diperoleh siswa dibagi
jumlah skor maksimal dikali skor idal (100)
22

Instrumen Penilaian Diskusi


No Aspek yang 100 75 50 25
dinilai
1 Penguasaan materi
diskusi
2 Kemampuan
menjawab
pertanyaan
3 Kemampuan
mengolah kata
4 Kemampuan
menyelesaikan
masalah

 Penilaian portofolio
Kumpukan semua tugas yang sudah dikerjakan peserta didik
Instrumen Penilaian
No Aspek yang dinilai 100 75 50 25
1
2

d) Instrumen Penilaian (terlampir)


 Pertemuan Pertama
 Pertemua Kedua
 Pertemuan Ketiga
e) Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
 Remedial
Bagi peserta didik yang blum memenuhi kriteria ketuntasan
minimal (KKM), maka guru bisa memberikan soal tambahan
misalnya sebagai berikut :
 Jelaskan Isi dan surat lamaran pekerjaan !
 Jelaskan sitematika surat lamaran pekerjaan !
 Jelaskan Kebahasaan surat lamaran pekerjaan !
No Nama Nilai Indikator Remidial Nilai ket
Remidial
1
2
3

 Pengayaan
Guru memberikan nasihat agar tetap rebah hati, karena telah
mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal.
23

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 1 SEKADAU


Mata Pelajaran : Matematika Wajib
Kelas /Semester : X / Ganjil
Materi Pokok : Sistem Persamaan Linier Tiga Variabel
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Alokasi Waktu : 2 X 45 MENIT ( 2 jam pertemuan)
Penyusun : Aprianto Teo Feadelis

A. Kompetensi Inti
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
3.1 Menyusun sistem persamaan 3.1.1 Menyusun konsep system persamaan linear tiga
linear tiga variabel dari variabel.
masalah kontekstual 3.1.2 Menemukan syarat system persamaan linear
tiga variabel.
4.2 Menyelesaikan masalah 4.2.1 Menyelesaikan masalah kontekstual sistem
kontekstual yang berkaitan persamaan linear tiga variabel dengan metode
dengan sistem persamaan eleminasi dan substitusi.
linear tiga variable 4.2.2 Menyelesaikan masalah kontekstual sistem
persamaan linear tiga variabel dengan metode
determinan.

C. Tujuan Pembelajaran
Selama dan setalah mengikuti pembelajaran ini peserta didik diharapkan
dapat:
1. menyusun konsep sistem persamaan linear tiga variabel;
2. menemukan syarat sistem persamaan tiga variabel;
24

3. menyelesaikan masalah kontekstual sistem persamaan linear tiga variabel


dengan metode eliminasi dan substitusi;
4. menyelesaikan masalah kontekstual sistem persamaan linear tiga variabel
dengan metode determinan.
D. Materi Pembelajaran
Fakta:
 sistem persamaan linear tiga variabel diselesaikan dengan metode
eliminasi dan substitusi.
Konsep
 Menjelaskan Pengertian Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
 Menjelaskan Penerapan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
Prinsip
 Himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dengan tiga variabel
adalah suatu himpunan semua triple terurut (x, y, z) yang memenuhi
setiap persamaan linear pada sistem persamaan tersebut.
Prosedur
 Menjelaskan karakteristik masalah otentik yang penyelesaiannya terkait
dengan model
 Matematika sebagai sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV).
 Merancang model matematika dari sebuah permasalahan otentik yang
merupakan SPLTV.
 Menyelesaikan model matematika untuk memperoleh solusi
permasalahan yang diberikan.
 Menginterpretasikan hasil penyelesaian masalah yang diberikan.
 Menemukan ciri-ciri SPLTV dari model matematika.
 Menuliskan konsep SPLTV berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan
dengan bahasanya sendiri.
E. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Scientific Learning
Model Pembelajaran : Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan)
F. Media Pembelajaran
Media LCD projector,
Laptop,
Bahan Tayang
G. Sumber Belajar
Buku teks pelajaran yang relevan
Buku Matematika SMA kelas X edisi revisi 2016
Kementrian pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia 2016
Pertemuan 1
Indikator
3.1.1Mengingat kembali pengertian sistem persamaan linear tiga variabel
3.1.2 Mendefinisikan pengertian sistem persamaan linear tiga variabel
25

Alokasi
Kegiatan Diskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan 1. Berdoa 10 menit
2. Guru mengabsen peserta didik
3. Guru mengondisikan suasana belajar yang
menyenangkan
4. Guru mendiskusikan kompetensi yang sudah
dipelajari sebelumnya berkaitan dengan
kompetensi yang akan dipelajari.
5. Guru menyampaikan kompetensi yang akan
dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan
sehari-hari
6. Guru menyampaikan menyampaikan garis
besar cakupan materi, kegiatan yang akan
dilakukan, lingkup dan teknik penilaian yang
akan digunakan dalam pembelajaran.Guru
mengkondisikan suasana belajar yang
menyenangkan
Inti Discovery Learning: 65 menit
7. Stimulation (Pemberian Stimulus)
 Guru menyajikan suatu permasalahan yang
berkaitan dengan materi pembelajaran.
8. Problem Satatement (Identifikasi Masalah)
 Siswa mengidentifikasi permasalahan yang
diberikan oleh guru..
9. Data Callecting (Mengumpulkan Data)
Data Processing (Mengolah Data)
 Semua siswa mendapat tugas untuk
menyelesaikan permasalahan.
 Selama siswa bekerja, guru memperhatikan
dan mendorong semua siswa untuk
menyelesaikan pekerjaannya.
10. Verification (Menguji Hasil)
 Setelah selesai siswa mengerjakan hasil
pekerjaannya di papan tulis.
11. Generalization (Menyimpulkan)
 Siswa bersama guru menyimpulkan hasil
pembelajaran.
Penutup 12. Siswa diminta membuat rangkuman tentang 15 menit
konsep nilai mutlak.
13. Guru dan siswa melakukan refleksi terhadap
proses pembelajaran yang telah berlangsung.
14. Guru memberikan tes akhir kepada siswa.
15. Guru menginformasikan rencana kegiatan
pembelajaran untuk pertemuan berikutnya
16. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran.
26

Lampiran 1

Lembaran Penilaian Pengetahuan Tertulis (Bentuk Uraian)


1. Hafidz berbelanja dikoperasi membeli 5 buku, 6 pulpen, dan 2 penggaris
meghabiskan uang Rp20.000,00. Sedangkan Rifda menghabiskan uang
Rp14.000,00 untuk membeli 2 buku, 3 pulpen, dan 4 penggaris. Agha dengan
uang Rp6.000,00 hanya dapat membeli 2 buku dan 2 pulpen. Jika reza ingin
membeli 3 buku, 4 pulpen, dan 1 penggaris, maka berapa besarnya uang yang
harus dipersiapkan Reza ?
2. Himpunan Sistem persamaan

𝟏 𝟏 𝟏
+ + =𝟔
𝒙 𝒚 𝒛
𝟐 𝟐 𝟏
+ − =𝟑
𝒙 𝒚 𝒛
𝟑 𝟏 𝟐
− + =𝟕
𝒙 𝒚 𝒛
Tentukan nilai dari x + 2y +3z = ...

No Proses Skor
1. Hafidz berbelanja dikoperasi membeli 5 buku, 6 pulpen, dan 2
penggaris meghabiskan uang Rp20.000,00. Sedangkan Rifda
menghabiskan uang Rp14.000,00 untuk membeli 2 buku, 3
pulpen, dan 4 penggaris. Agha dengan uang Rp6.000,00
hanya dapat membeli 2 buku dan 2 pulpen. Jika reza ingin
membeli 3 buku, 4 pulpen, dan 1 penggaris, maka berapa
besarnya uang yang harus dipersiapkan Reza ? 1
Misalkan : 1
x = harga 1 kg buah buku 1
y = harga 1 kg buah pulpen
z = harga 1 buah penggaris
2
2
Model matematika : 2
5x + 6y + 2z = 20.000 ... (i)
2x + 3y + 4z = 14.000 ... (ii) 1
2x + 2y = 6.000 ... (iii) 1
Eliminasi Variabel z dari persamaan (i) dan (ii)
5x + 6y + 2z = 20.000 | x 2| 1
2x + 3y + 4z = 14.000 |x 1| 1
Menjadi : 1
1
27

10𝑥+12𝑦+4𝑧=40.000 1
2𝑥+3𝑦+4𝑧=14.000

8𝑥+9𝑦=26.000…(𝑖𝑣)
Eliminasi Variabel x dari persamaan (iii) dan (iv) 1
2x + 2y = 6.000 |x 4| 1
8x + 9y = 26.000 |x 1| 1
Menjadi : 1
8𝑥 + 8𝑦 = 24.000 1
8𝑥 + 9𝑦 = 26.000 1
−𝑦 = −2.000 1
𝑦 = 2.000 1
Substitusikan y = 2.000 ke persamaan (iii) 1
2x + 2y = 6.000
2x + 2 (2.000) = 6.000
2x + 4.000 = 6.000 1
2x = 6.000 – 4.000 1
x =1.000 1
1
1
Substitusikan x = 1.000 , y = 2.000 ke dalam persamaan (ii) 1
2x + 3y + 4z = 14.000
2 (1.000) + 3 (2.000) + 4z = 14.000
8.000 + 4z = 14.000
4z = 14.000 – 8.000
4z = 6.000 2
z = 1.500 1
1
jadi, Jika reza ingin membeli 3 buku, 4 pulpen, dan 1
penggaris, maka berapa uang yang harus reza bayar adalah :
3x + 4y + z =3(1.000) + 4(2.000) + 1.500
3.000 + 8.000 + 1.500 = 12.500
JUMLAH 35
2. Himpunan Sistem persamaan

𝟏 𝟏 𝟏
+ + =𝟔
𝒙 𝒚 𝒛
𝟐 𝟐 𝟏
+ − =𝟑
𝒙 𝒚 𝒛
𝟑 𝟏 𝟐
− + =𝟕 1
𝒙 𝒚 𝒛
1
Tentukan nilai dari x + 2y +3z = ...
1 1 1 2
Misalkan : x = 𝑥 , 𝑦 = 𝑦 , 𝑧 = 𝑧 2
x + y + z = 6 ... (i) 2
2x + 2y – z = 3 ... (ii) 1
3x – y + 2z = 7 ... (iii) 1
Eliminasi z ke persamaan (i) dan (ii) 1
28

𝑥+𝑦+𝑧 =6 1
2𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 = 3
+
3𝑥 + 3𝑦 = 9 1
𝑥 + 𝑦 = 3 … (𝑖𝑣) 1

Eliminasi z persamaan (i) dan (iii) 1


x + y + z = 6 |x 2| 1
3x – y + 2z = 7 |x 1| 1
Menjadi : 1
2𝑥 + 2𝑦 + 2𝑧 = 12 1
3𝑥 − 𝑦 + 2𝑧 = 7 1
− 1
−𝑥 + 3𝑦 = 5 … (𝑣)
Eliminasi x dari persamaan (iv) dan (v) 1
𝑥+𝑦 =3 1
−𝑥 + 3𝑦 = 5 1
4𝑦 = 8
𝑦=2
Substitusikan y = 2 ke persamaan (iv) 1
x+y=3 1
x+2=3 1
x=3–2 1
x=1 1
Substitusikan x = 1 dan y = 2 ke persamaan 1
x+y+z=6 1
1+2+z=6
Z=6–3
Z=3
1 1 1 1 1 1
Ubah x = 𝑥 = 1 = 1, 𝑦 = 𝑦 = 2 , 𝑧 = 𝑧 = 3
Jadi nilai dari (x + 2y + 3z)
1 + 212 + 313 = 3
29

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Sekolah : SMA Negeri 1 Sekadau
Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/Semester : X/Ganjil
Materi Pokok : Teks Prosedur
Alokasi Waktu : 12 x 45 Menit (4X pertemuan)
Penyusun : Asni N.

A. Kompetensi Inti
K1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
K2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja
sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
K3 Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasaingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
K4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


KOMPETENSI DASAR DAN IPK DARI KI 3
3.2 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks Indikator Pencapaian Kompetensi
prosedur 3.2.1 Mengindentifikasi struktur teks
prosedur
3.2.2 Menelaah kebahasaan teks
ekplanasi
KOMPETENSI DASAR DAN IPK DARI KI 4
4.2 Memproduksi teks prosedur secara lisan Indikator Pencapaian Kompetensi
atautulis dengan memerhatikan struktur 4.2.1 Menentukan pola pengembangan
dan kebahasaan dalam menulis teks prosedur
4.2.2 Menulis teks prosedur berdasarkan
struktur dan kebahasaan
30

C. Tujuan pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatann pedagogik genre, saintifik,
dan CLIL dengan model saintifik peserta didik dapat mengindentifikasi struktur
teks prosedur, menelaah kebahasaan teks prosedur, menentukan pola
pengembangan dalam menulis teks prosedur, dan menulis teks prosedur
berdasarkan struktur dan kebahasaan dengan rasa ingin tahu, kerja keras,
tanggung jawab, bersikap bersahabat/ komunikatif selama proses pembelajaran.
D. Materi
Teks Prosedur
A. Mengkontruksi informasi Dalam Teks Prosedur
1. Pengertian Teks Prosedur
2. Tujuan Teks Prosedur
3. Ciri-ciri Umum Teks Prosedur
4. Ciri-ciri Khusus Teks Prosedur
5. Struktur Teks Prosedur
B. Merancang Teks prosedur
1. Cara Membuat Teks Prosedur
2. Hal Yang Harus Di Perhatikan Dalam Membuat Teks Prosedur
E. Pendekatan, Metode dan Model Pembelajaran
1. Pendekatan : Saintifik
2. Model Pembelajaran : Active Learning
3. Metode : diskusi kelompok, tanya jawab, penugasan
G. Media/Alat, dan Bahan Sumber Belajar
1. Media/Alat : Lembar Kerja, Papan Tulis/White Board, LCD
2. Sumber Belajar :
Kosasih, Engkos.2016.Cerdas Berbahasa Indonesia SMA/MA Kelompok
Wajib (Kurikulum 2013 Edisi Revisi).Jakarta:PT Gelora Aksara Pratama, Erlangga
F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1 (2 ×45 menit)
Nilai Karakter Alokasi
Kegiatan Langkah-Langkah Pembelajaran (PPK), Literasi, Waktu
4C, HOST
Kegiatan 1. Peserta didik berdoa menurut Religi 10 Menit
Awal agama dan kepercayaan masing-
masing.
2. Peserta didik menyanyikan lagu
nasionalisme.
3. Guru melakukan absensi kepada
peserta didik.
4. Peserta didik merespon pertanyaan Rasa Ingin Tahu
dari guru berhubungan dengan
pembelajaran sebelumnya (tanya
jawab).
31

5. Peserta didik menerima informasi


tentang hal-hal yang akan
dipelajari, metode dan media.
Kegiatan Mengamati Literasi 70 Menit
Inti 1. Peserta didik mengamati contoh
teks prosedur yang ada di buku
LKS.
2. Peserta didik mengidentifikasi
struktur dan kaidah kebahasaan
Teks Prosedur.
Menanya Rasa Ingin Tahu
1. Peserta didik bertanya jawab
tentang struktur dan kaidah
kebahasaan teks prosedur.
2. Peserta didik memberi komentar
terhadap struktur dan kaidah
kebahasaan teks prosedur.
Menalar Berfikir Kritis
Peserta didik mencari contoh teks (Critical tinking)
prosedur
Mencoba Kreativitas
Peserta didik mencoba menentukan (Creativity)
dan menganalisis struktur dan kaidah
kebahasaan teks prosedur.
Mengomunikasikan/menyajikan Komunikatif
1. Peserta didik secara individu (Communicative)
mempresentasikan hasil kerjanya.
2. Peserta didik yang
lain memberikan komentar dan
masukan atas penampilan
temannya.
Kegiatan Kegiatan guru bersama peserta Kreativitas 10 Menit
Penutup didik (Creativity)
1. Membuat rangkuman/ simpulan
pelajaran dan memberikan umpan
balik terhadap proses dan hasil
pembelajaran; dan
Kegiatan guru
1. Melakukan penilaian.
2. Memberikan tugas kepada peserta HOST
didik untuk banyak membaca teks
prosedur lainnya danenyampaikan
rencana pembelajaranyang akan
dilakukan selanjutnya.
3. Menutup kegiatan belajar
mengajar.
32

H. Penilaian
1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian Sikap :Observasi/pengamatan
b. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis
c. Penilaian Keterampilan : Unjuk Kerja/ Praktik
2. Bentuk Penilaian:
a. Observasi :lembar pengamatan aktivitas peserta didik
b. Tes tertulis :uraian dan lembar kerja
c. Unjuk kerja :lembar penilaian presentasi
3. Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi Peserta didik yang capaian KD nya
belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui
remidial teaching (klasikal), atau tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan
tes.
c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes remedial
belum mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk tugas
tanpa tes tertulis kembali.
4. Pengayaan
Bagi Peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran
pengayaan sebagai berikut:
a. Siswa yang mencapai nilai diberikan materi masih dalam cakupan KD dengan
pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
Siswa yang mencapai nilai diberikan materi melebihi cakupan KD dengan
pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Mata Pelajaran : Muatan Lokal
Kelas / Semester : XII / 1 (SATU
Waktu : 2 x 45 menit
Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 1 SEKADAU
Penyusun : Robi

A. KOMPETENSI INTI :
KI 3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, dalam menggunakan coreldraw dan humaniora
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
33

terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan


pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. KOMPETENSI DASAR
3.1 Menjelaskan berbagai perangkat keras dan fungsinya untuk pengunaan
aplikasi desain grafis seperti Coreldraw ;
4.1 Mempraktekan Akses Coreldraw
C. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
3.1.1 Mendeskripsikan manfaat program grafis dalam kehidupuan sehari-hari
3.1.2 Mendeskripsikan bagiam-bagian lembar kerja coreldraw
3.1.3 Mengidentifikasikan menu dan toolbox yang ada pada program
coreldraw
D. MATERI PEMBELAJARAN
 Mengidentifikasikan
 Grafis Berbasis Vektor
 Grafis Berbasis Bitmap
 Pengenalan Coreldraw
 Fasilitas Toolbox pada Coreldraw
E. MODEL PEMBELAJARAN
ceramah, diskusi dan tanya jawab
F. SUMBER BELAJAR
 Seperangkat computer
 Internet
 LCD
G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Inti
Pertemuan 4
NILAI
NO KEGIATAN WAKTU
KARAKTER
Pendahuluan : Religiositas
Penyiapan siswa dan unit komputer beserta (Beriman
1 LCD Proyektor Bertaqwa,dan peduli
Memotivasi siswa akan pentingnya menu dan 20 MENIT lingkungan disiplin
toolbox pada dan rasa ingin tahu)
coreldraw
34

2 Kegiatan Inti :
Eksplorasi
Pengenalan menu dan toolbox coreldraw 60 MENIT
melalui komputer Mandiri (Percaya
Elaborasi diri rasa ingin tahu
Mendemontrasikan menu dan toolbox tanggung jawab dan
coreldraw kerja sama
Konfirmasi
Memberi informasi tentang menu dan toolbox
coreldraw
3 Penutup : 10 MENIT Mandiri, disiplin,
Tanya jawab dan kesimpulan kritis percaya diri
konsisten, dan
bergotong royong.
4 Penugasan Terstruktur
Penggunaan computer untuk mengenal
lembar kerja coreldraw

H. PENILAIAN
 Untuk menilai ranah pengetahuan siswa dilakukan dengan memberikan
soal latihan seperti berikut ini :
1. Apa yang dimaksud dengan coreldraw ?
2. Sebutkan 3 lembar kerja pada coreldraw dan jelaskan
kegunaannya ?
3. Tuliskan langkah-langkah untuk menjalan kan aplikasi
coreldraw ?
4. Apa fungsi dari tolbox ?
5. Apa yang dimaksud dengan property bar ?
 1. Penilaian Kemampuan Praktek / Kerja Ilmiah meliputi:
Prosedur menggunakan aplikasi Coreldraw
Skor
No Bidang Penilaian Sangat
Baik Sedang Kurang
Baik
Kemampuan mengidentifikasi
1
aplikasi coreldraw
Keterampilan saat praktek
2 membuat suatu logo dengan
menggunakan aplikasi coreldraw
3 Keterampilan saat mendesain
Keterampilan saat menyimpan
4 desain yang sudah dikerjakan
susai materi yang udah di pelajari
Rata-rata
35

Kriteria / Konversi nilai


Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) adalah 75
Sangat baik >=90, Baik 90 - 80, Sedang 80 – 75, Kurang < 70

B. Pelaksanaan Pembelajaran
Bentuk kegiatan : Kegiatan Mengajar Terbimbing dan Mandiri
Tujuan kegiatan : Konsultasi, mengumpulkan materi, membuat RPP,
menyiapkan/membuat media, dan evaluasi
perbaikan. Dilanjutkan dengan praktik mengajar di
kelas secara terbimbing dan mandiri, serta
penilaian/evaluasi.
Waktu pelaksanaan : 23 Juli 2018 s/d 6 Oktober 2018
Pembahasan :
Kegiatan ini dimulai dari mencari materi dan sumber belajar yang
relevan dan sesuai dengan Kompetensi dasar (KD). Setelah materi didapatkan
kemudian membuat RPP, membuat atau mempersiapkan media pembelajran
yang sesuai dan melakukan evaluasi atau perbaikan. Setiap yang dikerjakan
tersebut dikonsultasikan kepada guru pembimbing/guru pamong guna
mendapat masukkan, tambahan arahan dan bimbingan terhadap perangkat
pembelajaran yang telah dibuat.
Adapun tahap persiapan termasuk pembuatan RPP dan media
pembelajaran: pembuatan RPP disesuaikan dengan jadwal mengajar setiap
minggunya pada minggu pertama membuat RPP KD 3.1 tentang
Mengintepretasi persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak dari bentuk linear
satu variabel dengan persamaan dan pertidaksamaan linear Aljabar lainnya.
Pada minggu kedua KD 4.1 tentang Menyelesaikan masalah yang berkaitan
dengan permasaan dan pertidaksamaan nilai mutlak dari bentuk liner satu
variabel. Pada minggu ketiga KD 3.3 tentang menyusun sistem persamaan
linear tiga variabel dari masalah kontekstual. Pada minggu keempat KD 4.3
tentang Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan sistem
persamaan linear tiga variabel. Tahp pelaksanaan yakni praktik mengajar
secara terbimbing dan mandiri yang dilakukan sesuai dengan jadwal, untuk
evalusi dilaksanakan setelah pembelajaran. Tujuan kegiatan pratik mengajar
secara terbimbing ini adalah menerapkan sistem pembelajaran di sekolah
dengan menggunakn ilmu yang dimiliki. Praktikan melakukan praktik mengjar
secra terbimbing mata pelajaran Matematika secara langsung. Pada beberapa
pertemuan pratik mengajar dilakukan secara terbimbing dimana guru pamong
ijut mengamati lasung kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh
praktikan. Dalam mengamati proses praktink mengajar guru pamong
36

memberikan masukan dan arahan mengenai apa yang seharusnya dilakukan


ketika mengajar di dalam kelas. Sedangkan pertemuan-pertemuan yang lainnya
praktikan melakukan praktik mengajar mandiri.
Pada setiap proses pembelajaran selalu diawali dengan salam, berdo’a
dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan mengecek
kehadiran dan kondisi peserta didik. Selanjutnya menanyakan kembali materi
yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnnya dilanjutkan dengan
mengingatkan materi yang lalu dan mengaitkannya dengan materi yang akan
diajarkan. Berikut ini adalah daftar mahasiswa mengajar di kelas:

No. Nama Praktek Mengajar di Kelas


1. Dwi Ariyani X IIS 1, X IIS 2, X IIS 3, X IIS 4
2. Aprianto Teo Feadelis X MIA 1, X MIA 2, X MIA 3
3. Yuvensius Bruce Lie XII IIS 1, XII IIS 2, XII IIS 3
4. Rupina Ernida XI MIA 1, XI MIA 2, XI MIA 3
5. Asni N. X MIA 1, X MIA 2, X MIA 3
6. Robi XII IIS 1, XII IIS 2, XII IIS 3
7. Niko Dimus

C. Penilaian Hasil Pembelajaran


Menurut Arikunto penilaian adalah mengambil suatu keputusan
terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Sedangkan menurut Buna’i
penilaian adalah proses sistematis yang meliputi pengumpulan informasi
(angka, deskripsi verbal), analisis, interpretasi informasi untuk mengambi
keputusan.
Penilaian pada dasarnya adalah langkah-langkah yang dilakukan oleh
guru untuk dapat menentukan capaian belajar yang telah dilalui oleh peserta
didik selama mengikuti proses pembelajaran, yang mana dari penilaian ini
seorang pendidik (guru) dapat memperoleh potret atau profil kemampuan
pesera didik yang dicapai sesuai dengan standar kompetensi dan kempetensi
dasar yang telah dirumuskan pada masing-masing sekolah. Penulaian
mempunyaipenaran yang penting dalam proses pembelajaran, sesuai dengan
fungsi, tujuan dan prinsip penilaian.
1. Fungsi penilaian: (a) Mengetahui kemajuan dan kesulitan belajar siswa;
(b) Memberi umpan balik; (c) Melakukan perbaikan kegiatan
pembelajaran; (d) Memotivasi guru untuk mengajar lebih baik; (e)
Memotivasi siswa untuk belajar lebih giat.
2. Tujuan penilaian: (a) proses pembelajaran sesuai rencana; (b) mengecek
kelemahan dalam proses pembelajaran; (c) menemukan kelemahan dan
kesalahan pembelajaran; (d) menyimpulkan pencapaian kompetensi
peserta didik.
37

3. Prinsip penilaian
a. Sahih, penilaian didasarkan pada data yang mencermikan kemampuan
yang diukur
b. Objektif, penilaian didasarkan pada prosedur dan kreteria yang jelas,
tidak dipengaruhi subjektivitas penilai
c. Adil, penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik,
karena kebutuhan dan latar belakang mereka berbeda
d. Terpadu, penilaian adalah satu komponen yang tak terpisahkan dalam
proses pembelajaran
e. Terbuka, prosedur penilaian, kriteria penilaian dan dasar pengambilan
keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan
f. Menyeluruh dan berkesinambungan, penilaian dilakukan dengan
mencakup seluruh aspek kompetensi dengan menggunakan teknik
penilaian yang sesuai
g. Sistematik, penilaian dilakukan dengan terencana dan bertahap serta
mengikuti langkah-langkah baku
h. Beracuan kriteria, penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian
kompetensi
i. Akuntabel, penilaian dapat dipertanggungjawabkan (teknik, prosedur,
dan hasil)
Teknik yang digunakan praktikan dalam penilaian peserta didik dalah Teknik Tes
Tertulis. Teknik tes adalah seperangkat tugas yang harus dikerjakan atau sejumlah
pertanyaan yang harus dijawab peserta didik untuk mengukur tingkat
pemahamandan penguasaan terhadap cakupan materi yang dipersyaratkan sesuai
dengan pengerjaran tertentu. Berdasrakan penilaian hasil belajar yang telah
dilakukan oleh Mahasiswa Magang 3 beberepa hasil Peninaian di setiap kelas
yang terdapat dalam Lampiran.
38

BAB III
KEGIATAN EKSTRAKULIKULER
A. Ekstrakulikuler di SMAN 1 Sekadau
Kata ekstrakurikuler memiliki arti kegiatan tambahan di luar rencana
pembelajaran, atau pendidikan tambahan di luar kurikulum. Dengan demikian,
kegiatan yang dilakukan di luar kelas dan di luar jam pelajaran (kurikulum).
Kegiatan ekstrakulikuler di SMAN 1 Sekadau dilaksanakan pada hari jumat dari
pukul 13.00-16.00 dan dimulai dengan upacara latihan. Kegiatan ekstrakulikuler ini
dilakukan dalam rangka memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat
mengembangkan potensi, minat, bakat, dan hobi yang dimilikinya.
1. Pramuka ” Gugus Depan 01027 – 01028 : Sisingamangaraja “
Pramuka Sisingamangaraja didirikan 13 tahun yang lalu pada tanggal 27
januari 2005 dan kini sudah mencapai angkatan 13 tahun 2018/2019. Pramuka
di SMAN 1 Sekadau memiliki agenda rutin yang dilakukan disetiap
kepengurusan yaitu:
a. Pengukuhan adalah perkemahan yang dilakukan selama dua hari satu
malam bertujuan sebagai pengesahan tamu ambalan untuk menjadi
anggota ambalan dan pengambilan bagde sangga.
b. Pengambilan Badge Ambalan adalah perkemahan yang dilakukan selama
dua hari satu malam bertujuan sebagai tanda pengenal dari anggota
pramuka yang dikenakan diseragam putih abu-abu.
c. Scoutmenship Camp (SSC) adalah kegiatan perkemahan yang rutin
dilaksanakan setiap tahunnya dan dalam rangka memperingati hari ulang
tahun gugus depan sisingamangaraja 01027-01028 pangkalan SMAN 1
Sekadau, yang jatuh pada tanggal 27 januari.
d. Pengambilan Bantara adalah perkemahan yang wajib diikuti dewan
ambalan dan dilakukan selama tiga hari satu malam, merupakan tingkatan
pertama sebagai penegak.
e. Hiking PPGD (pertolongan pertama gawat darurat)
f. Hiking Perdana
g. Pengambilan Slayer
2. Remaja Pecinta Alam (Rempa) dibentuk secara resmi pada tanggal 1 maret
2004 di SMAN 1 Sekadau dan didirikan oleh Mahasiswa Pecinta Alam
Universitas Muhamaddyah Pontianak. Rempa sekarang sudah mencapai
angkatan 16 tahun 2018/1019 dan memiliki tiga tahapan sebagai anggota antara
lain:
a. Tahap pertama adalah Adventure, pada tahap ini calon anggota di ajarkan
bagaimana perkenalan dan apa saja dasar-dasar seorang Pecinta Alam.
39

b. Tahap kedua Pradiklatsar(Pendidikan Sebelum Didikan dasar), pada tahap


ini calon anggota di ajarkan bagaimana penggunaan kompas, praktik
survival, penyebrangan basah dan SAR.
c. Tahap ketiha adalah Diklatsar (Pendidikan Dasar)
3. Palang Merah Remaja (disingkat PMR) adalah wadah pembinaan dan
pengembangan anggota remaja PMI. Palang Merah Remaja atau PMR adalah
suatu organisasi binaan dari Palang Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-
sekolah ataupun kelompok-kelompok masyarakat (sanggar, kelompok belajar,
dll.) yang bertujuan membangun dan mengembangkan karakter
Kepalangmerahan agar siap menjadi Relawan PMI pada masa depan.
a. OKP (orientasi kepalangmerahan)
b. Pengambilan KTA (kartu tanda anggota)
c. Pengambilan Slayer
d. Pengambilan Baju
e. Pengambilan Badge
4. Pusat Informasi dan Konseling Remaja Green Young (PIK-R) suatu wadah
kegiatan program PKBR (Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja)
yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan
informasi dan konseling kesehatan reproduksi serta penyiapan kehidupan
berkeluarga. Adapun kegiatan PIK-R antara lain:
a. OKS (orientasi konseling siswa)
b. Pengambilan KTA (kartu tanda anggota)
c. Pengambilan Slayer
5. Patroli Keamanan Sekolah (PKS) salah satu jenis kegiatan ekstrakurikuler yang
umum ditemui di sekolah-sekolah di Indonesia yang dibentuk 5 Mei 1965.
Tugas PKS adalah mengatur lalu lintas di lingkungan sekolah dan lingkungan
sekitar sekolah, terutama pada saat menyeberangkan siswa-siswi yang akan
menuju ke sekolah maupun yang akan meninggalkan sekolah.
a. Hiking
b. Pengambilan badge
6. English Club adalah kegiatan ektrakurikuler Bahasa Inggris yang bertujuan
agar siswa dapat memperdalam keterampilan berbahasa Inggris, seperti
reading, writing, speaking, dan listening. Kegiatan-kegiatan yang ada di ekskul
ini adalah spelling bee, storytelling, menonton film Bahasa Inggris, speech,
news reading, English drma, poem reading, dan lain-lain. Salah satu contoh
kegiatan yang pernah dilakukan adalah debat bahasa inggris. Ekskul ini
diharapkan dapat mewakili sekolah dalam lomba-lomba Bahasa Inggris tingkat
sekolah, wilayah, Nasional, bahkan tingkat Internasional.
7. Rohani Islam (Rohis At-Taqwa) adalah adalah
sebuah organisasi memperdalam dan memperkuat ajaran Islam. Rohis sendiri
40

memiliki manfaat tersendiri untuk anggota yang mengikuti ekstrakurikuler


yang berada di dalam sekolah tersebut, terutama mengajak kepada kebaikan
dengan agenda-agenda yang bermanfaat. Adapun kegiatan Rohis At-Taqwa
yaitu:
a. Mentoring akbar
b. PCS (pelajar pecinta subuh)
c. KEMBAR (kemah bakti rohis)
d. Do’a bersama untuk kelas XII
e. Pawai Ta’ruf
f. Maulid Nabi Muhammad SAW
g. Buka Bersama
h. Halal Bihalal
8. Rohani Kristen (Rokris) yaitu suaru organisasi keagamaan yang ada di SMAN
1 Sekadau yang diaksanakan pada setiap hari jumat. Adapun beberapa kegiatan
yang dilaksanakan sebagai berikut: Mendalami Kitab Suci, KKR (Ibadah
Besar).
9. Gabungan Siswa Katolik (Gasiska)
a. Natal Bersama
b. BKSN (bulan kitab suci nasional)
c. Petugas Gereja
10. Olahraga (Sepak Bola, Futsal, Volly, Badminton, Tenis Meja, dan Atletik)
Kegiatan ekstrakurikuler olahraga yang diadakan untuk mengembangkan hobi
serta bakat yang dimiliki siswa, juga untuk mengukur kemampuan siswa di
bidang olahraga.
11. Seni Tari, Musik (Gelora SMANSA Sekadau)
Kegiatan ekstrakurikuler Seni yang diadakan untuk menyalurkan bakat, minat,
jiwa seni dan kreativitas terutama dalam bidang seni tari dan seni musik. Salah
satu contoh kegiatan yang pernah dilakukan adalah PENSI (Prongram Literasi
Sekolah).
41

BAB IV
KENDALA DAN PEMECAHANNYA
A. Kendala
Selama kegiatan Magang 3 ini berlangsung tidak terlepas dari adanya
berbagai kendala-kendala yang dihadapi oleh praktikan. Hal ini dikarenakan
perbedaan situasi ketika di lapangan dengan yang sudah dipelajari selama mata
kuliah Magang 3/micro theacing. Beberapa kendala-kendala yang dihadapi
oleh Mahasiswa Magang 3 selama menjalankan kegiatan Magang 3 di sekolah
antara lain:
Nama Kendala
1. Perbedaan karakteristik peserta didik. Karakter
peserta didik di lapangan jauh sangat berbeda
dengan yang dihadapi pada saat mata kuliah
Magang 2/micro theacing. Dengan jumlah
peserta didik yang lebih banyak dan
keanekaragaman karakteristik perserta didik di
tiap-tiap kelas.
Dwi Ariyani 2. Pada minggu awal pertemuan suasana kelas
sedikit ramai dan masih sedikit grogi ketika
menyampaikan materi sehingga kurang
maksimal.
3. Cara penyampaian materi yang masih terlalu
cepat dan monoton sehingga peserta didik kurang
bisa menangkap materi yang bisa diajarkan serta
intonasi yang masih monoton dan kaku.
1. Penyususunan rancangan pembelajaran
2. Penyesuaian diri dengan lingkungan sekolah
Aprianto Teo Feadelis 3. Menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan untuk siswa/i

1. Kurang motivasi dalam belajar, yaitu keadaan


peserta didik yang kurang bersemangat dalam
belajar mereka seolah-olah tampak jera dan
malas.
2. Bersikap dan berkebiasaan buruk dalam belajar,
Yuvensius Bruce Lie yaitu kondisi peserta didik yang perbuatan dan
kegiatan belajarnya sehari-hari antagonistic
dengan yang seharusnya, seperti suka menunda-
nunda tugas, mengulur waktu, membenci guru,
tidak mau bertanya untuk hal-hal yang tidak
diketahuinya dan sebagainya
42

1. Penyususunan rancangan pembelajaran


2. Penyesuaian diri dengan lingkungan sekolah
Rupina Ernida 3. Menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan untuk siswa/i

Kurang motivasi dalam belajar, yaitu keadaan peserta


Asni N. didik yang kurang bersemangat dalam belajar mereka
seolah-olah tampak jera dan malas.

1. Penyususunan rancangan pembelajaran


2. Penyesuaian diri dengan lingkungan sekolah
Robi 3. Menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan untuk siswa/i

1. Pembelajaran dan pengajar kekurangan akses


Niko Dimus internet sehingga dalam proses pembelajaran
terdapat kendala

B. Pemecahannya
Solusi yang dilakukan oleh praktikan untuk mengatasi berbagai
kendala-kendala seperti yang telah disebutkan, antara lain:
Nama Kendala
1. Mengatur kegiatan belajar mengajar di kelas
sehingga apa yang tercantum dalam Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dapat
terlaksana sesuai dengan waktu yang di sediakan
2. Mempersiapkan mental dan penampilan agar
Dwi Ariyani
lebih percaya diri pada saat melaksanakan
kegiatan belajar mengajar.
3. Mebuat pembelajaran yang menarik dan
mengatur cara penyampaian materi dan intonasi
sehingga tidak terlalu cepat dan tidak monoton.
1. Mendapat bimbingan dan arahan dari guru
pamong, dukungan dari guru lain serta arahan dan
sarah yang sangat berguna, dan mencari
reverensi-reverensi tentang pembuatan
rancangan pembelajaran mulai dari rancangan
pembelajran yang sudah ada sebgai contoh
maupun mencari contoh rancangan pembelajarn
Aprianto Teo Feadelis di internet.
2. Melakukan komunikasi dengan siswa/i di SMA
Negeri 1 sekadau, terkadang tidak jarang juga ada
siswa/i yang tidak dapat kita dekatkan secara
langsung.
3. Menciptakan suasana pembelajaran dilakukan
mendapatkan hasil dan respon yang baik dari
siswa/i sehingga suasana kelas menjadi lebih
43

nyaman pada saat kegiatan belajar mengajar


berlangsung.

1. Seharusnya peserta didik diberi motivasi dalam


kegiatan pembelajaran dan seharusnya metode
yang digunakan guru dalam mengajar harus
bervariasa agar menumbuhkan semangat peserta
didik dalam belajar.
Yuvensius Bruce Lie 2. Guru dalam hal ini harus dapat memahami dan
mempelajari sifat peserta didik agar tercapainya
kegitan pembelajran yang dapat meningkatkan
semangat siswa dalam belajar sehingga peserta
didik juga dapat merasa bersemangat dan suka
terhadap guru tersebut

1. Mendapat bimbingan dan arahan dari guru


pamong, dukungan dari guru lain serta arahan dan
sarah yang sangat berguna, dan mencari
reverensi-reverensi tentang pembuatan
rancangan pembelajaran mulai dari rancangan
pembelajran yang sudah ada sebgai contoh
maupun mencari contoh rancangan pembelajarn
di internet.
Rupina Ernida 2. Melakukan komunikasi dengan siswa/i di SMA
Negeri 1 sekadau, terkadang tidak jarang juga ada
siswa/i yang tidak dapat kita dekatkan secara
langsung.
3. Menciptakan suasana pembelajaran dilakukan
mendapatkan hasil dan respon yang baik dari
siswa/i sehingga suasana kelas menjadi lebih
nyaman pada saat kegiatan belajar mengajar
berlangsung.

Seharusnya peserta didik diberi motivasi dalam


kegiatan pembelajaran dan seharusnya metode yang
Asni N.
digunakan guru dalam mengajar harus bervariasa agar
menumbuhkan semangat peserta didik dalam belajar.
1. Mendapat bimbingan dan arahan dari guru
pamong, dukungan dari guru lain serta arahan dan
sarah yang sangat berguna, dan mencari
reverensi-reverensi tentang pembuatan
rancangan pembelajaran mulai dari rancangan
Robi
pembelajran yang sudah ada sebgai contoh
maupun mencari contoh rancangan pembelajarn
di internet.
2. Melakukan komunikasi dengan siswa/i di SMA
Negeri 1 sekadau, terkadang tidak jarang juga ada
44

siswa/i yang tidak dapat kita dekatkan secara


langsung.
3. Menciptakan suasana pembelajaran dilakukan
mendapatkan hasil dan respon yang baik dari
siswa/i sehingga suasana kelas menjadi lebih
nyaman pada saat kegiatan belajar mengajar
berlangsung.

Seharusnya pihak sekolah lebih memperhatikan akses


Niko Dimus internet agar dapat mempermudah pembelajar dan
pengajar dalam proses pembelajaran
45

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan pelaksanaan Magang 3 tahun 2018
di SMAN 1 Sekadau yang dilaksanakan pada Senin 23 Juli 2018 s/d Sabtu 13
Oktober 2018, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan
keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan dari semester 1 s/d
semester 6 di SMAN 1 Sekadau.
2. Memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dari lapangan
mengenai apa saja yang harus dilakukan oleh seorang guru, memulai dari
persiapan mengajar, kegiatan belajar mengajar, evaluasi, dan keperluan
terkait administrasi lainnya.
3. Menjalin hubungan yang sinergis dengan guru, tenaga pendidik, peserta
didik, dan karyawan di SMAN 1 Sekadau.
4. Tidak hanya penguasaan materi yang diperlukan ketika kegiatan belajar
mengajar, melainkan juga keterampilan dan kemampuan seorang guru
untuk mengelola kelas sehingga peserta didik memiliki fokus pada materi
yang dipelajari, peserta didik termotivasi, dan terdapat interaksi antara
guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik yang satu dengan
peserta didik yang lain sehingga tercipta suasana belajar yang diagnosis.
B. Saran
1. Bagi Mahasiswa Magang 3
a. Mahasiswa praktikan harus lebih meningkatkan kualitasnya baik
dalam penguasaan materi, penguasaan kelas, pemilihan metode,
pembuatan media pembelajaran yang variatif dan menarik bagi
peserta didik, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan
dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
b. Alat, bahan dan media pembelajaran harus dipersiapkan dengan baik
agar peserta didik lebih mudh dalam memahami materi.
c. Mahasiswa harus dapat mengenal dan mengetahui secara langsung
program proses pembelajaran dan atau program lainnya di tempat
praktik.
d. Mahasiswa harus lebih mampu memanfaatkan kesempatan untuk
mempraktikka bekal yang telah diperolehnya selama perkuliahan ke
dalam proses pembelajaran dan atau program pendidikan lainnya.
e. Mahasiswa harus lebih sering berkonsultasi dengan guru pamong
menganai proses pembelajaran yang telah dilakukan dan perangkat
pembelajaran lainnya.
2. Bagi SMAN 1 Sekadau
46

a. Kerjasama yang telah terjalin dapat dilanjutkan dan ditingkatkan


sehingga terjalin hubungan yang lebih erat meskipun kegiatan
Magang 3 sudah selesai.
b. Hendaknya pihsk sekolah melakukan monitoring secara lebih intensif
terhadap proses kegiatan Magang 2 yang berada di bawah bimbingan
guru pamong yang bersangkutan.
3. Bagi IKIP-PGRI Pontianak
a. Perlu meningkatkan kerjasama antara pihak sekolah dengan
Universitas dalam rangka peningkatkan kualitas pendidikan.
b. Pembekalan dan pendampingan Magang 3 yang lebih intensif kepada
mahasiswa Magang 3
c. Pembekalan terkait dengan praktikan mengajar maupun keperluan
administrasi selama pelaksanaan Magang 3 yang lebih intensif
47

LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai