Anda di halaman 1dari 7

ISBN 978-602-72245-0-6

Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan


Makassar, 29 Januari 2015

Penurunan Kadar Kolesterol Oleh Bakteri Asam Laktat Asal Dangke Secara In Vitro

ANDI NUR FADHILAH1, HAFSAN1, FATMAWATI NUR1


1
Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar
Jl. Sultan Alauddin 36 Samata, Kab. Gowa 92113
email: hafsahbio@yahoo.com

ABSTRAK
Bakteri Asam Laktat (BAL) yang berpotensi sebagai kandidat probiotik umumnya memiliki
kemampuan menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan
BAL asal dangke yaitu Lactobacillus fermentum dan Lactobacillus acidophilus untuk menurunkan
kadar kolesterol secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan
4 perlakuan yaitu Ly0 (kontrol yang terdiri dari MRS + 0,1% kolesterol murni + 0,3% oxgal), Ly1
(Media MRS + L. Fermentum), Ly2 (Media MSR + L. Acidophilus) dan Ly3 (Media MSR + L.
fermentum + L. acidophilus) dan 3 kali ulangan. Hasil sidik menunjukkan bahwa kadar kolesterol
perlakuan berbeda sangat nyata dengan kontrol. Uji lanjut beda nyata terkecil menunjukkan bahwa
perbedaan terjadi antara perlakuan Ly0 dengan ketiga perlakuan lainnya, sedangkan antara perlakuan
Ly1, Ly2 dan Ly3 tidak berbeda nyata atau dapat dikatakan bahwa penambahan BAL yang
diinokulasikan ke dalam media MRS dapat menurunkan kadar kolesterol secara signifikan namun
pengaruh jenis/komposisi tidak mempengaruhi secara nyata. Hasil analisis dan uji lanjut juga
menunjukkan bahwa penurunan tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan Ly3. Hal ini mengindikasikan
bahwa BAL asal dangke yaitu L. fermentum dan L. acidophilus memenuhi salah satu kriteria sebagai
kandidat probiotik.

Kata Kunci: Bakteri Asam Laktat (BAL), Dangke, In Vitro, kolesterol, probiotik

PENDAHULUAN Bakteri merupakan kelompok


Dangke merupakan salah satu makanan mikroorganisme yang memiliki peranan
tradisional khas asal kabupaten Enrekang penting bagi kehidupan manusia. Sebagian
Propinsi Sulawesi Selatan dengan bahan dasar kecil dapat merugikan dan selebihnya
susu kerbau atau sapi dan diolah secara menguntungkan, salah satu bakteri yang
enzimatis menggunakan enzim papain dari menguntungkan bagi manusia adalah bakteri
getah pepaya. Dangke dibuat dengan merebus asam laktat yang telah banyak dimanfaatkan
campuran susu kerbau atau sapi, garam, dan dalam berbagai kebutuhan manusia, mulai dari
sedikit getah buah pepaya. Hasil rebusan pemeliharaan kesehatan hingga
tersebut kemudian disaring, dibuang airnya, pemanfaatannya sebagai preservasi berbagai
dan kemudian dicetak sesuai bentuk yang produk (Triahmadi, 2007). Bakteri Asam
diinginkan. Dangke dapat langsung disajikan Laktat khususnya genus Lactobacillus dan
atau diolah lagi menjadi variasi makanan lain Bifidobacterium yang merupakan bagian dari
seperti dangke bakar dan sejenisnya. Pangan flora normal pada saluran pencernaan manusia.
tradisional khas dari Enrekang ini sangat Lactobacillus merupakan probiotik yang dapat
populer di kalangan masyarakat Enrekang memberikan efek yang menguntungkan bagi
pada khususnya dan masyarakat Sulawesi kesehatan seperti penanggulangan diare,
selatan pada umumnya menjadikan dangke menstimulasi sistem kekebalan tubuh,
sebagai lauk pendamping makanan pokok nasi menurunkan kadar kolesterol, pencegahan
sehari-hari dan kini sudah diolah sebagai kanker kolon dan penanggulangan dermatitis
camilan berupa kripik dangke dengan aneka atopik pada anak-anak (Sujaya dkk, 2008).
flavour yang distribusinya sudah meluas di Bakteri probiotik adalah bakteri yang
masyarakat umum (Fatmawati, 2013). dapat meningkatkan kesehatan manusia.
Bakteri probiotik mampu bertahan hidup di

Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar ~174~
ISBN 978-602-72245-0-6
Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Makassar, 29 Januari 2015

dalam saluran pencernaan, meskipun terdapat Aterosklerosis (terbentuknya plak pada


berbagai rintangan seperti air liur, asam lam- dinding pembuluh darah). Kolesterol ini
bung dan garam empedu. Selain itu bakteri disebut kolesterol baik. Dan kolesterol LDL,
probiotik dapat berkembang biak, tidak jenis kolesterol ini berbahaya sehingga sering
beracun serta tidak patogen (Kullen dan disebut juga sebagai kolesterol jahat.
Klaenhamer, 1999). Kolesterol LDL mengangkut kolesterol paling
Beberapa probiotik umum meliputi banyak di dalam darah. Tingginya kadar LDL
berbagai spesies dari genera Bifidobacterium menyebabkankan pengendapan kolesterol
dan Lactobacillus seperti: Bifidobacterium dalam arteri (Hongbao, 2006). Adapun tujuan
bifidum, Bifidobacterium breve, dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui
Bifidobacterium infantis, Bifidobacterium kemampuan BAL asal dangke dalam
longum, Lactobacillus acidophilus, menurunkan kadar kolesterol secara in vitro.
Lactobacillus casei, Lactobacillus plantarum,
Lactobacillus reuteri, Lactobacillus METODE
rhamnosus, Lactobacillus GG (Fahmida, Uji Asimilasi Kolesterol Secara In Vitro.
2010). Kemampuan menurunkan kadar kolesterol
Kolesterol adalah suatu komponen lemak. ketiga isolat yang digunakan ditentukan
Di dalam lemak terdapat zat triglycerida, dengan menggunakan metode enzimatik
fosfolipid, asam lemak bebas dan kolesterol. Cholesterol Oxidase Phenol Aminoantipyrin
Secara umum, kolesterol berfungsi untuk (CHOD-PAP) yang dikembangkan oleh Roche
membangun dinding sel. Kolesterol yang Diagnostic.
terdapat dalam tubuh manusia berasal dari dua 1) Pembuatan kurva standar:
sumber utama yaitu dari makanan yang a) Larutan standar kolesterol 10 mg/dl
dikonsumsi dan dari pembentukan oleh hati Dipipet sebanyak 10 μl standar kolesterol
(Nirmagustina, 2007: 3). dengan pipet mikro ke dalam eppendorf,
Sebagian besar kolesterol dibentuk di hati, kemudian ditambahkan 10 μl aquadest steril
walaupun semua sel mampu memproduksi untuk mendapatkan konsentrasi larutan
kolesterol. Hati mensintesis sekitar 20 % 10 baku 10 mg/dl. Larutan baku kemudian
kolesterol dalam tubuh. Total produksi ditambahkan 1000 μl reagen kit CHOD-
kolesterol termasuk yang diserap dari makanan PAP kolesterol. Selanjutnya larutan
dan hasil sintesa dalam tubuh kira-kira 1 tersebut diinkubasi pada suhu 37oC selama
g/hari. Jumlah kolesterol yang 10 menit. Tahap selanjutnya adalah
direkomendasikan sekitar 300 mg/hari. Orang pengukuran absorbansi dengan
dewasa normal, mensintesa kolesterol sekitar spektrofotometer pada panjang gelombang
1g/hari, dan mengkonsumsinya sekitar 0,3 510 nm.
g/hari. Kadar kolesterol dalam tubuh sekitar b) Larutan standar kolesterol 20 mg/dl
150-200 mg/dl, yang digunakan untuk Dipipet sebanyak 20 μl standar kolesterol
mengatur sintesa de novo. Kecepatan sintesa dengan pipet mikro ke dalam eppendorf,
kolesterol tergantung pada intake kolesterol kemudian ditambahkan 20 μl aquadest steril
dari makanan (King, 2010). untuk mendapatkan konsentrasi larutan
Kolesterol terbagi dua yaitu Kolesterol baku 20 mg/dl. Larutan baku kemudian
HDL (High Density Lipoprotein) dan ditambahkan 1000 μl reagen kit CHOD-
Kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein). PAP kolesterol. Selanjutnya larutan
Kolesterol HDL tidak berbahaya karena dapat tersebut diinkubasi pada suhu 37oC selama
membuang kelebihan kolesterol jahat (LDL) 10 menit. Tahap selanjutnya adalah
pada pembuluh darah arteri kembali ke hati, pengukuran absorbansi dengan
untuk diproses dan dibuang. HDL mencegah spektrofotometer pada panjang gelombang
kolesterol mengendap pada arteri dan 510 nm.
melindungi pembuluh darah dari proses c) Larutan standar kolesterol 30 mg/dl

Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar ~175~
ISBN 978-602-72245-0-6
Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Makassar, 29 Januari 2015

Dipipet sebanyak 30 μl standar kolesterol diingkubasi masing-masing perlakuan Ly1,


dengan pipet mikro ke dalam eppendorf, Ly2, dan Ly3 dipipet sebanyak 50 μl
kemudian ditambahkan 30 μl aquadest steril dengan 3 kali ulangan. Kemudian
untuk mendapatkan konsentrasi larutan disentrifugasi dengan kecepatan 5000 g
baku 30 mg/dl. Larutan baku kemudian selama 10 menit untuk memisahkan pelet
ditambahkan 1000 μl reagen kit CHOD- dan supernatan. Memisahkan pelet dengan
PAP kolesterol. Selanjutnya larutan supernatan, pelet kemudian ditambahkan
tersebut diinkubasi pada suhu 37oC selama 1000 μl reagen kit CHOD-PAP kolesterol.
10 menit. Tahap selanjutnya adalah Selanjutnya larutan tersebut diinkubasi
pengukuran absorbansi dengan pada suhu 37oC selama 10 menit. Tahap
spektrofotometer pada panjang gelombang selanjutnya pengukuran absorbansi dengan
510 nm. spektrofotometer pada panjang gelombang
d) Larutan standar kolesterol 40 mg/dl 510 nm. Untuk mengukur kadar kolesterol
Dipipet sebanyak 40 μl standar kolesterol dapat dihitung dengan menggunakan
dengan pipet mikro ke dalam eppendorf, persamaan regresi yang didapatkan dari
kemudian ditambahkan 40 μl aquadest steril kurva standar.
untuk mendapatkan konsentrasi larutan Analisis Data. Data yang diperoleh
baku 40 mg/dl. Larutan baku kemudian dianalisis secara statistik inferensial dengan
ditambahkan 1000 μl reagen kit CHOD- menggunakan uji One –Way ANOVA dan di
PAP kolesterol. Selanjutnya larutan lanjutkan dengan LSD Post Hoc Test (uji
tersebut diinkubasi pada suhu 37oC selama lanjutan beda nyata terkecil atau Least
10 menit. Tahap selanjutnya adalah Signifikan Different) untuk mengetahuilebih
pengukuran absorbansi dengan lanjut perbedaan yang terjadi antar perlakuan
spektrofotometer pada panjang gelombang dengan menggunakanprogram Statistical
510 nm. Product and Service Solutions (SPSS) for
e) Larutan standar kolesterol 50 mg/dl MicrosoftWindows release 21dan p < 0.05
Dipipet sebanyak 50 μl standar kolesterol dipilih sebagai tingkat minimalsignifikasinya.
dengan pipet mikro ke dalam eppendorf,
kemudian ditambahkan 50 μl aquadest steril HASIL
untuk mendapatkan konsentrasi larutan Sebagai kandidat probiotik, bakteri asam
baku 50 mg/dl. Larutan baku kemudian laktat memiliki kemampuan untuk
ditambahkan 1000 μl reagen kit CHOD- menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.
PAP kolesterol. Selanjutnya larutan Pada penelitian ini, 0.1% kolesterol murni dan
tersebut diinkubasi pada suhu 37oC selama 0.3% ditambahkan ke dalam media MRS dan
10 menit. Tahap selanjutnya adalah diinokulasikan dua isolat bakteri asam laktat
pengukuran absorbansi dengan dari dangke yaitu L. fermentum dan L.
spektrofotometer pada panjang gelombang acidophilus yang dilakukan secara in vitro.
510 nm. Pengukuran kadar kolesterol sampel
2) Pengukuran kadar kolesterol diawali dengan membuat kurva standar
Masing-masing perlakuan Ly1 yaitu media terlebih dahulu. Hasil penghitungan regresis
MRS broth kontrol yang diinokulasikan standar menunjukkan bahwa P < 0.05 dengan
bakteri L. fermentum, Ly2 yaitu media koefisien regresi a = 0.030 dan b =0.086. Besar
MRS broth kontrol yang diinokulasikan pengaruh yang diberikan standar terhadap nilai
bakteri L.acidophilus, dan Ly3 yaitu media absorbansi ditunjukkan dengan nilai koefisien
MRS broth kontrol yang diinokulasikan determinasi (R2), yaitu 0.997 artinya bahwa
dengan konsorsium bakteri L. fermentum 99.7% nilai absorbansi dipengaruhi oleh
dan L.acidophilus. Kemudian diinkubasi standar, sisanya 0.3% dipengaruhi oleh faktor
dengan menggunakan inkubator sheker lain. Berdasarkan perhitungan regresi standar
selama 24 jam pada suhu 37oC. Setelah kolesterol, selanjutnya dilakukan

Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar ~176~
ISBN 978-602-72245-0-6
Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Makassar, 29 Januari 2015

penghitungan kadar kolesterol sampel dengan 0.030, b sebesar 0.086 dan x adalah nilai
persamaan Y = ax + b, dengan ketentuan Y kolesterol sampel.
merupakan nilai absorbansi sampel, a besarnya

Tabel 1. Hasil Pengukuran Kadar Kolesterol MRSA secara In vitro


Absorbansi
Kadar Penurunan
No Perlakuan Rata-rata kolesterol kadar
1 2 3 (mg/dL) kolesterol

1 Ly0 0.306 0.308 0.309 0.308 7.4 -

2 Ly1 0.154 0,159 0.159 0.157 4.2 3.2

3 Ly2 0.151 0.156 0.154 0.154 2.3 5.1


4 Ly3 0.138 0.141 0.140 0.140 1.8 5.6

6
Kadar Kolesterol (mg/dL)

5 5.6
5.1
4
3 3.2
2
1 0
0
Ly0 Ly1 Ly2 Ly3
Perlakuan

Gambar 1. Grafik penurunan kadar kolesterol oleh bakteri asam laktat secara in vitro

Berdasarkan hasil sidik ragam atas data dikatakan bahwa penambahan BAL yang
kadar kolesterol oleh masing-masing diinokulasikan ke dalam media MRS dapat
perlakuan dengan P < 0.05 yang disajikan pada menurunkan kadar kolesterol secara signifikan
tabel 4.2, membuktikan bahwa kadar namun pengaruh jenis/komposisi tidak
kolesterol berbeda sangat nyata (signifikan) mempengaruhi secara signifikan. Hasil
dari efek perlakuan. Uji lanjut beda nyata analisis dan uji lanjut juga mengindikasikan
terkecil menunjukkan bahwa perbedaan terjadi bahwa penurunan tertinggi ditunjukkan oleh
antara perlakuan Ly0 dengan ketiga perlakuan perlakuan Ly3 yaitu penambahan BAL L.
lainnya, sedangkan antara perlakuan Ly1, Ly2 fermentum dan L. Acidophilus secara bersama
dan Ly3 tidak berbeda nyata atau dapat ke dalam media MRS.

Tabel 2. Hasil Sidik ragam kadar kolesterol MRS secara in vitro


ANOVA
Kadar Kolesterol Jum. Kuadrat db Kuadrat Tengah F Sig.
Perlakuan 0.073 3 0.024 11.876 0.003
Galat 0.016 8 0.002
Total 0.089 11

Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar ~177~
ISBN 978-602-72245-0-6
Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Makassar, 29 Januari 2015

PEMBAHASAN dimana garam empedu yang terdekonjugasi


Kemampuan menurunkan kadar tidak diserap oleh usus, dan lebih mudah
kolesterol merupakan salah satu karakteristik terbuang dari saluran pencernaan
BAL yang dapat digunakan untuk melakukan dibandingkan dengan garam empedu yang
seleksi pada BAL yang akan dikembangkan terkonjugasi. Hal ini mengakibatkan semakin
menjadi kultur probiotik yang mempunyai banyak kolesterol yang dibutuhkan untuk
pengaruh positif menurunkan kadar kolesterol. mensintesis garam empedu lagi sehingga akan
Hasil pengukuran kolesterol sampel terdapat menurunkan kadar kolesterol. Mekanisme
pada Tabel 3.1. Pengaruh bakteri probiotik ketiga adalah kemampuan BAL untuk
terhadap penurunan kadar kolesterol karena mengikat kolesterol sehingga mencegah
kemampuannya dalam mengasimilasi penyerapan kolesterol kembali ke hati (Lee, et
kolesterol dan mengkonjugasi garam empedu. al., 2009).
Untuk itu perlu dilakukan penelitian isolat Dari hasil yang diperoleh L. acidophilus
bakteri asam laktat dari dangke untuk menguji memiliki kemampuan lebih tinggi untuk
apakah BAL bisa menurunkan kolesterol menurunkan kadar kolesterol dibandingkan
dalam skala laboratorium (secara in vitro). dengan L. fermentum. Hal ini dikerenakan
Dalam penelitian ini, media yang bakteri L. acidophilus memiliki kemampuan
mengandung kolesterol sebanyak 0.1% dan untuk mengevaluasi kolesterol menjadi
0.3% oxgal sebagai garam empedu untuk koprostanol. Sesuai dengan hasil penelitian L.
menciptakan kondisi anaerob sehingga acidophilus melalui analisis fluorometrik.
mendekati kondisi di dalam usus. Hasil Peneliti mendeteksi pengurangan kolesterol
pengukuran menunjukkan bahwa ketiga intra dan ekstra seluler pada semua strain
perlakuan yaitu Ly1, Ly2 dan Ly3 yang probiotik yang diuji, hal ini memungkinkanan
merupakan isolat dari dangke memiliki konversi kolesterol intra dan ekstra seluler
kemampuan untuk menurunkan kadar menjadi koprostanol. Konsentrasi kolesterol
kolesterol yang siknifikan yang dilakukan pada medium ini menurun pada saat fermentasi
secara in vitro. Besarnya jumlah penurunan oleh probiotik dengan meningkatkan
kadar kolesterol yang dihitung berdasarkan konsentrasi koprostanol. Mekanisme ini
selisih antara jumlah kolesterol yang terdeteksi menjamin evaluasi reduktase kolesterol secara
pada kontol (media yang tidak diinokulasikan langsung mengubah kolesterol menjadi
dengan BAL) dengan jumlah kolesterol yang koprostanol pada usus halus manusia yang
terdeteksi adalah 7.4 mg/dL. Berdasarkan berefek menurunkan kolesterol (Yuliana,
selisih antara jumlah kolesterol pada perlakuan 2012). Sedangkan L. fermentum memiliki
Ly0 (kontrol) diperoleh pada perlakuan Ly1 kemampuan untuk menurunkan kadar
kolesterol yang diturunkan oleh bakteri L. kolesterol yang cukup signifikan berdasarkan
fermentum sebanyak 3.2 mg/dL, perlakuan kadar kolesterol kontrol dan pada perlakuan
Ly2 kolesterol yang diturunkan oleh bakteri L. konsorsium anatara L. acidophilus dan L.
acidophilus sebanyak 5.1 mg/dL, dan fermentum.
perlakuan Ly3 kolesterol yang diturunkan oleh Selain mekanisme di atas, BAL juga
bakteri konsorsium antara L. fermentum dan L. mampu menghasilkan enzim kolesterol
acidophilus sebanyak 5.6 mg/dL. reduktase. Enzim kolesterol reduktase dapat
Perlakuan dengan memberikan mengkonversi 14 kolesterol menjadi
Lactobacillus untuk menurunkan kadar koprostanol yaitu jenis sterol yang tidak dapat
kolesterol dapat melalui beberapa mekanisme. diserap oleh intestin manusia. Koprostanol
Mekanisme pertama yaitu produk hasil merupakan steroid alami yang dapat dihasilkan
fermentasi oleh BAL menghambat sintetis oleh bakteri dalam usus bagian bawah manusia
kolesterol sehingga menurunkan produksi atau binatang dan dikeluarkan melalui tinja.
kolesterol. Mekanisme kedua adalah melalui Salah satu fungsi dari BAL yaitu mereduksi
pembuangan garam empedu melalui feses, serum kolesterol. Kolesterol dalam usus akan

Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar ~178~
ISBN 978-602-72245-0-6
Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Makassar, 29 Januari 2015

diubah menjadi koprostanol sehingga tidak empedu disintesis di dalam hati dari kolesterol
dapat diserap oleh usus dan akan keluar dan disekresikan sebagai konjugat dari glisin
bersama feses. Penggunaan enzim kolesterol maupun taurin ke dalam usus dua belas jari dan
reduktase yang dihasilkan dari kultur isolat akan berperan dalam penyerapan lemak dan
BAL untuk mengurangi jumlah kolesterol mengikut sirkulasi. Selama sirkulasi dalam
yang diserap pada usus hewan tidak akan saluran pencernaan, garam empedu dapat
menurunkan kualitas produk yang dihasilkan, mengalami modifikasi oleh mikroorganisme
dan tidak menimbulkan efek samping yang usus, yaitu dekonjugasi garam empedu oleh
berat karena enzim merupakan turunan dari hidrolisis garam empedu BSH (Bile Salt
protein dimana dalam suhu yang tinggi akan Hydrolase) dengan melepaskan residu asam
terdenaturasi. Enzim kolesterol reduktase amino dan terbentuk asam empedu
bercampur dengan sitosol dari BAL, mudah terkonjugasi (Nuraida dkk, 2011).
untuk diekstraksi karena larut dalam air Beberapa jenis BAL memiliki dinding sel
(Nuraida, dkk., 2011: 1). yang mampu mengikat kolesterol dalam usus
Pada hasil penelitian ini juga terlihat halus sebelum kolesterol diserap oleh oleh
bahwa keragaman aktivitas penurunan kadar tubuh. Mekanisme penurunan kolesterol oleh
kolesterol tidak berhubungan dengan aktivitas BAL disebabkan oleh enzim Bile salt
perbedaan spesies tertentu akan tetapi hydrolase (BSH) yang mendekonjugasi garam
tergantung dari masing-masing strain. empedu, dimana glisin atau taurin dipisahkan
Perbedaan dalam pengikatan kolesterol dari steroid, sehingga menghasilkan garam
tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh sifat empedu bebas atau terdekonjugasi. Enzim
dan struktur dari peptidoglikan dinding sel BSH menghasilkan garam empedu
setiap spesies yang mengandung asam amino terdekonjugasi dalam bentuk asam kolat bebas
yang mampu mengikat kolesterol. yang kurang diserap oleh usus halus. Dengan
Penurunan kadar kolesterol darah demikian garam empedu yang kembali ke hati
kemungkinan disebabkan oleh adanya selama sirkulasi enterohepatik menjadi
kemampuan BAL dalam mengasimilasi berkurang, sehingga total kolesterol dalam
kolesterol. Pada mekanisme asimilasi tubuh menjadi berkurang.
kolesterol, bakteri asam laktat akan mengambil Berdasarkan aktivitas metabolismenya,
atau mengabsorpsi kolesterol dan selanjutnya bakteri homofermentatif maupun
kolesterol akan bergabung menjadi satu pada heterofermentatif keduanya mampu
membran seluler bakteri, sehingga bakteri menurunkan kadar kolesterol. Karena BAL
tahan terhadap lisis. Akibat penurunan absorbs memiliki kemampuan merombak karbohidrat
kolesterol diet dari sistem pencernaan, maka sederhana menjadi asam laktat. Seiring dengan
kadar kolesterol di dalam darah juga meningkatnya asam laktat, pH lingkungan
mengalami penurunan (Yuniastuti, 2004). menjadi rendah dan menyebabkan mikroba
Pengaruh Lactobacillus terhadap lain tidak tumbuh. Pada kondisi yang sama
penurunan kolesterol diduga karena terjadi peningkatan ion H+ dalam usus yang
kemampuan dalam mengasimilasi kolesterol menyebabkan peningkatan ikatan air dengan
dalam usus halus dan mendekonjugasi garam lipid melalui lipoprotein (HDL). Dengan
empedu. Asam lemak rantai pendek yang demikian terjadi peningkatan HDL yang
diproduksi oleh Lactobacillus dapt berfungsi untuk mengangkut kolesterol perifer
menghambat sintesis kolesterol hepatik dan menuju ke hati, menyingkirkan kelebihan
distribusi kolesterol di dalam plasma dan hati kolesterol dan mencegah terjadinya plak,
(Callado, 2009). sehingga peningkatan HDL dalam darah dapat
Dekonjugasi asam empedu telah mencegah terjadinya ateroskloresis.
dinyatakan sebagai salah satu aktivitas utama Kemampuan bakteri mampu hidup di usus
mikroorganisme usus yang dapat halus yang pH-nya lebih rendah dikarenakan
dipertimbangkan sebagai probiotik. Asam BAL memiliki membran seluler yang terdiri

Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar ~179~
ISBN 978-602-72245-0-6
Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Makassar, 29 Januari 2015

atas struktur lemak dua lapis dan juga Sebagai Probiotik Berdasarkan Toleransi
kemampuannya mempertahankan pH pH Rendah. Skripsi. Fakultas Sains Dan
sitoplasma lebih alkali dari pada sitoplasma teknologi, Uin Alauddin Makassar.
ekstraseluler. Hongbao, Ma. 2006. Cholesterol and Human
Health. The Journal of American Science.
KESIMPULAN Vol. 2(1)
Berdasarkan hasil penelitian yang telah King, M. W. 2010. Cholesterol and bile
dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa synthesis and metabolism. The Medical
BAL asal dangke yaitu Lactobacillus Biochemistry. Available at:
fermentum dan Lactobacillus acidophilus http://themedicalbiochemistrypage.org/
memiliki kemampuan untuk menurunkan cholesterol.html. Opened at Nopember 26,
kadar kolesterol secara in vitro sehingga 2010.
memenuhi salah satu kriteria sebagai kandidat Nirmagustina, Dwi Eva. “Pengaruh Minuman
probiotik. Pada perlakuan Ly1 kolesterol yang Fungsional Mengandung Tepung Kedelai
diturunkan oleh bakteri L. fermentum sebanyak Kaya Isoflavon dan Serat Pangan
3.2 mg/dL, perlakuan Ly2 kolesterol yang Terhadap Kadar Total Kolesterol dan
diturunkan oleh bakteri L. acidophilus Trigliserida Serum Tikus Percobaan”.
sebanyak 5.1 mg/dL dan perlakuan Ly3 Jurnal Teknologi dan Hasil Industri
kolesterol yang diturunkan oleh bakteri Pertanian 12, no. 2 (2007): h. 45-52.
konsorsium antara L. fermentum dan L. Nuraida, Lilis, siti winarti, Hana, dan Endang
acidophilus sebanyak 5.6 mg/dl. Hasil sidik Praangdimutri. 2011. “Evaluasi In Vitro
ragam menunjukkan bahwa kadar kolesterol Terhadap Kemampuan Isolat Bakteri
perlakuan berbeda sangat nyata dengan Asam Laktat Asal Air Susu Ibu Untuk
kontrol. Uji BNT menunjukkan penambahan Mengasimilasi Kolesterol Dan
BAL yang diinokulasikan ke dalam media Mendekonjugasi Garam Empedu”. J.
MRS dapat menurunkan kadar kolesterol Teknologi Dan Industri Pangan XXII, no
secara signifikan namun pengaruh jenis/ 1.
komposisi tidak mempengaruhi secara nyata. Sujaya, I N., Y. Ramona, N.P. Widarini, N.P.
Hasil analisis dan uji lanjut juga menunjukkan Suariani, N.M.U. Dwipayanti, K.A.
bahwa penurunan tertinggi ditunjukkan oleh Nocianitri dan N.W. Nursini. 2008b.
perlakuan Ly3 yaitu penambahan BAL L. Isolasi dan Karakteristik Bakteri Asam
fermentum dan L. Acidophilus secara bersama Laktat dari Susu Kuda Sumbawa. J. Vet. 9
ke dalam media MRS. (2) : 52 – 59.
Triahmadi, Januarsyah, T. 2007. Kajian
DAFTAR PUSTAKA aktivitas hambat bakteriosin dari bakteri
Collado, M. C., E. Isolauri, S. Salmien, and Y. asam laktat Galur SCG 1223. Skripsi.
Sanz. 2009. The impact of probiotic on gut Fakultas Teknologi Pertanian Institut,
health. Curr Drug Metab. 10(1):68-78. Pertanian Bogor, Bogor.
Fatmawati. 2013. Potensi Isolat Bakteri Asam
Laktat Yang Diisolasidari Dangke

Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar ~180~