Anda di halaman 1dari 13

MANAGEMEN PENDIDIKAN

PERENCANAAN PENDIDIKAN

NAMA KELOMPOK 3
NI KADEK ASIH SHINTYA DEWI NIM. 1313011031
LUH AYU SRIWAHYUNI NIM. 1313011066
I GUSTI AYU SEKARINI NIM. 1313011077
PUTU GEDE WIDHY ADNYANA NIM. 1413011127

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
SINGARAJA
2016

1
KATA PENGANTAR
Puja dan puji syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena
atas berkat dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikanmakalah tugas akhir mata
kuliah Manajemen Pendidikan ini tepat pada waktunya. Dalam menyelesaikan
makalah ini, penulis menemukan berbagai kendala sebagai penghambat, akan tetapi
berkat bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak penulis dapat mengatasi hal
tersebut. Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih
kepada:
1. I Made Suantara, M.Pd selaku Kepala SD Negeri 3 Banjar Tegal Singaraja yang
telah mengizinkan penulis mengambil data di SD Negeri 3 Banjar Tegal
Singaraja,
2. Guru dan pegawai SD Negeri 3 Banjar Tegal Singaraja yang telah mendukung
dan membantu dalam pengumpulan data dalam tugas ini,
3. Prof. Dr. Phil. I Gusti Putu Sudiarta, M.Si. selaku dosen pengampu mata kuliah
Manajemen Pendidikan yang telah memberikan banyak masukan dan bimbingan
dalam penyusunan makalah ini, dan
4. Rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan masukan dalam penyusunan
tugas akhir ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak
kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang
membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca.

Singaraja, Desember 2016

Penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................ i
KATA PENGANTAR .................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah...................................................................................
1.3 Tujuan Penulisan ....................................................................................
1.4 Manfaat Penulisan ..................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian, Tujuan dan Manfaat Perencanaan ......................................
2.1.1 Pengertian Perencanaan .........................................................................
2.1.2 Tujuan Perencanaan ...............................................................................
2.1.3 Manfaat Perencanaan ............................................................................
2.2 Prinsip, Karakteristik Perencanaan yang Baik ......................................
2.3 Koordinasi, Teknik dan Praktik Perencanaan........................................
2.4 Populasi dan Sampel Penelitian .............................................................
2.5 Metode Pengumpulan Data ...................................................................
2.6 Hasil Analisis Angket ............................................................................
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ............................................................................................
3.2 Saran .......................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Secara filosifis, dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya kita selalu penuh
dengan perencanaan. Akan tetapi, sering tidak disadari bahwa kita telah melakukan
perencanaan. Sebagai contoh, “Besok kita mau ke mana? Akan mengerjakan apa?
Bagaimana caranya?” adalah suatu pertanyaan untuk perencanaan. Perencanaan
adalah langkah awal sebelum melakukan fungsi-fungsi managemen yang lainnya.
Sebelum melakukan pengorganisasian perlu direncanakan, ”Begaimana struktur
organisasinya?” karena dengan hal tersebut akan menolong manajer untuk
menentukan, “Bagaimana kualifikasi dan kuantitas orang yang dibutuhkan dan
kapan dibutuhkannya?” hal ini berpengaruh juga pada cara mengarahkan.
“Bagaimana cara yang paling efektif untuk mengarahkan? Bagaimana pengawas
dan pengendaliannya?”
Perencanaan di Indonesia diawali saat Presiden Soekarno membentuk
Panitia Pemikir Siasat Ekonomi yang diketuai Drs. Muhammad Hatta pada tahun
1947. Penatia ini menghasilkan Dasar Pokok Plan yang mengatur ekonomi
Indonesia, yang selanjutnya oleh I.J. Kasimo dirancang secara sektoral menjadi tiga
plan Tahun RI 1948-1950 bidang pertanian dan peternakan, perindustrian dan
kehutanan. Rencana ini kemudian ditambah dengan rencana kesejahteraan dan
rencana strategi perkembangan industri 1951-1952. Selanjutnya, pada tahun 1961-
1968 berhasil disusun Rencana Pembangunan Nasional Semesta Berencana oleh
Dewan Perancang Nasional (Depenas) yang sekarang menjadi Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional (Bappenas). Dari sekilas sejarah terbentuknya Bappenas
tersebut, dapat disimpulkan bahwa suatu perencanaan diperlukan guna mencapai
suatu tujuan.
Oleh karena itu, untuk memahami perencanaan pendidikan secara lebih
mendalam maka pada makalah ini penyusun membahas pengertian perencanaan,
tujuan perencanaan, manfaat perencanaan, prinsip-prinsip perencanaan yang baik,
karakteristik perencanaan pendidikan, koordinasi perencanaan, peranan instuisi
perencanaan, dan diakhiri dengan teknik-teknik perencanaan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang dan pembatasan masalah, maka dapat
dirumuskan masalah sebagai berikut:
1.2.1 Bagaimana pengertian, tujuan dan manfaat perencanaan?
1.2.2 Apa saja prinsip, karakteristik perencanaan yang baik?
1.2.3 Bagaimana koordinasi, teknik dan praktik perencanaan?

1.3 Tujuan
Tujuan penelitian ini tidak terlepas dari latar belakang dan rumusan
masalah. Adapun tujuan yang hendak dicapai pada penelitian ini adalah:
Dapat mengetahui bagaimana tujuan dan manfaat dari suatu perencanaan.
Dapat mengetahui apa saja prinsip, 3 karakteristik perencanaan yang baik. Dapat
pula mengetahui bagaimana koordinasi, teknik dan praktik perencanaan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian, Tujuan dan Manfaat Perencanaan
2.1.1 Pengertian perencanaan
Perencanaan adalah kegiatan yang akan dilaksanakan. Perencanaan
adalah pengambilan keputusan. Perencanaan menurut Handoko (2003) meliputi
(1) pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi, (2) penentuan strategi,
kebijakan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran dan standar
yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Perbedaan perencanaan (planning)
dan rencana (plan) menurut Zadja & Gamage (2009), “Planning is a process
that precedes decision making. A plan is can be defined as a decision, with
regard to cause of action.”
Perencanaan dapat dikategorikan suatu proses kegiatan di awal dari
kegiatan pembangunan dalam rangka pelaksanaan memperoleh hasil yang
diinginkan. Menurut Tjokroaminoto, perencanaan adalah proses
mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang dilakukan untuk
mencapai tujuan tertentu. Menurut Atmosudirdjo, perencanaan adalah
perhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang akan dijalankan dalam rangka
mencapai tujuan tertentu, siapa yang melakukan, bilamana, dimana, dan
bagaimana cara melakukannya.
Menururt Siagian, perencaaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan
penentuan secara matang menyangkut hal-hal yang akan dikerjakan di masa
yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan
sebelumnya.
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa yang disebut
perencanaan adalah kegiatan yang akan dilakukan dimasa yang akan datang
untuk mencapai tujuan. Dari definisi ini perencanaan mengandung unsur-unsur
(1) sejumlah kegiatan yang ditetapkan sebelumnya, (2) adanya proses, (3) hasil
yang ingni dicapai, dan (4) menyangkut masa depan dalam waktu tertentu.
Perencanaan tidak dapat dilepaskan dari unsur pelaksanaan dan
pengawasan termasuk pemantauan, penilaian, dan pelaporan. Pengawasan
diperlukan dalam perencanaan agar tidak terjadi penyimpangan-
penyimpangan. Pengawasan dalam perencanaan dapat dilakukan secara
preventif dan represif. Pengawasan preventif merupakan pengawasan yang
melekat dengan perencanaannya, sedangkan pengawasan represif merupakan
pengawasan fungsional atas pelaksanaan rencana, baik yang dilakukan secara
internal maupun secara eksternal oleh aparat pengawasan yang ditugasi
2.1.2 Tujuan Perencanaan
Perencanaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan proses
pembangunan dan pelaksanaan suatu kegiatan, berkaitan dengan awal
dimulainya proses pembangunan tersebut. Sehingga bila telah dimulainya suatu
proses pembangunan tidak mungkin tanpa adanya perencanaan terlebih dahulu.
Suatu organisasi dikatakan berhasil menyelesaikan proses pembangunan jika
memang telah melakukan perencanaan terlebih dahulu, perencanaan yang baik
akan menghasilkan output dan outcome yang memuaskan sesuai dengan
harapan.
Berdasarkan uraian tersebut dapat ditarik makna perencanaan-
perencanaan dalam kegiatan apapun memiliki beberapa tujuan yang mendasari,
antara lain adalah sebagai berikut.
1. Standar pengawasan, yaitu mencocokkan pelaksanaan dengan
perencanaannya.
2. Mengetahui kapan pelaksanaan dan kapan selesainya suatu kegiatan.
3. Mengetahui siapa saja yang terlibat (struktur organisasinya), baik
kualifikasinya maupun kuantitasnya.
4. Mendapatkan kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas
pekerjaan.
5. Meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan menghemat
biaya, tenaga,dan waktu.
6. Memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan pembelajaran.
7. Menyerasikan dan memadukan beberapa subkegiatan.
8. Mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemui.
9. Mengarahkan pada pencapaian tujuan.
2.1.3 Manfaat Perencanaan
Tujuan dengan manfaat berbeda dalam mendeskripsikan kata tersebut,
jika tujuan lebih menitikberatkan pada arah yang hendak dicapai dari suatu
proses kegiatan, sedangkan manfaat dimaknai sebagai kegunaan dari suatu hasil
yang telah didapat atau lebih menitikberatkan pada hasil guna suatu produk dari
proses kegiatannya. Suatu perencanaan akan bermanfaat sebagai berikut.
1. Standar pelaksanaan dan pengawasan (memfasilitasi monitoring dan
evaluasi).
2. Pemilihan berbagai alternatif terbaik (pedoman pengambilan keputusan).
3. Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan.
4. Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi.
5. Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.
6. Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait.
7. Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti (untuk mengantisipasi
masalah yang akan muncul).
8. Meningkatkan kinerja (keberhasilan organisasi tergantung keberhasilan
perencanaannya).
2.2 Prinsip, Karakteristik Perencanaan yang Baik
Perencanaan adalah suatu pengambilan keputusan, selain itu perencanaan
dapat juga didefinisikan sebagai suatu cara bagaimana mencapai tujuan sebaik-
baiknya (maksimum output) dengan sumber-sumber yang ada supaya lebih efisien
dan efektif. Untuk menghasilkan perencanaan yang baik, konsisten, dan realistis
maka kegiatan-kegiatan perencanaan perlu memperhatikan (1) keadaan sekarang
(tidak dimulai dari nol, tetapi dari sumber daya yang sudah ada); (2) keberhasilan
dan factor-faktor kritis keberhasilan; (3) kegagalan masa lampau; (4) potensi,
tantangan, dan kendala yang ada; (5) kemampuan merubah kelemahan menjadi
kekuatan, dan ancaman menjadi peluang analisis (Strenghts, Weaknesses,
Opportunities, and Threats atau SWOT); (6) mengikutsertakan pihak-pihak
terkait; (7) memerehatikan komitmen dan mengoordinasikan pihak-pihak terkait;
(8) mempertimbangkan efektivitas dan efesiensi, demokratis, transparan, realitas,
legalistis dan praktis; (9) jika mungkin, menguji cobakan kelayakan perencanaan.
Selain itu adapun perencanaan pendidikan yang menurut Gaffar (1978)
memberikan karakteristik perencanaan pendidikan sebagai berikut:
1) Harus mengutamakan nilai-nilai manusiawi
2) Harus memberikan kesempatan untuk mengembangkan segala potensi peserta
didik secara optimal.
3) Harus memberikan kesempatan pendidikan yang sama bagi semua peserta
didik.
4) Harus komprehensif dan sistematis.
5) Harus berorientasi pada pembangunan.
6) Harus dikembangkan dengan memerhatikan keterkaitannya dengan berbagai
komponen pendidikan secara sistematis.
7) Harus menggunakan sumber daya secermat mungkin.
8) Harus berorientasi pada masa yang akan dating.
9) Harus kenyal dan responsive terhadap kebutuhan yang berkembang
dimasyarakat, tidak statis tetapi dinamis.
10) Harus merupakan sarana untuk mengembangkan inovasi pendidikan.

2.3 Koordinasi, Teknik dan Praktik Perencanaan


Koordinasi antar institusi perencanaan dilakukan sebagai bagian dari
manajemen perencanaan melalui teknik atau peran pengembangan model-model
perencanaan yang baku dan telah teruji. Hal ini dimaksudkan agar terbentuk
hubungan kerja sama yang baik antar dan antara institusi perencanaan dipusat dan
didaerah, antar daerah, dan antarsektor. Dengan koordinasi yang baik diharapkan
tidak terjafi tumpang tindih pekerjaan sehingga sumber daya 7M dapat digunakan
secara efektif dan efisien.
Teknik perencanaan terdiri atas (1) bar chart, (2) coordinate graph, (3) block
diagram, (4) hannum curve, (5) vector curve, (6) matrix diagram, (7) time logic
diagram bar chart, (8) barchart with S curve, (9) line of balance, (10) life circle
curve, (11) milestone chart, dan (12) network diagram. Network planning (NWP)
diagram terdiri dari (a) arrow diagram method (ADM), (b) program evaluation
review technique (PERT), dan (c) precedence diagram menthod (PDM). Tiap jenis
perencanaan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dari
bermacam jenis penjadwalan diatas, yang paling banyak dipakai orang yaitu bar
chart, bar chart with S curve, dan PDM.
Setelah melakukan suatu perencanaan, maka tentunya terdapat tahap
pelaksanaan atau praktik. Dalam proses merencanakan biasanya kita semua sangat
bersemangat, antusias, bahkan terkadang rencana itu muluk-muluk, dimana tidak
sesuai dengan keadaan sehingga menjadi tidak realistis. Namun, seteah mulai
memasuki tahap pelaksanaan semangat yang menggebu-gebu tadi mulai pudar.
Mungkin semua pikiran dan tenaga telah terkuras habis-habisan dalam tahap
perencanaan, sehingga pada tahap pelaksanaan sudah kehabisan tenaga dan
semangat. Akibatnya, perencanaan yang sudah disusun hanyalah tinggal rencana.
2.4 Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah guru dan pegawai SD Negeri 3 Banjar
Tegal. Sehubungan dengan keterbatasan waktu dan pengefisian pelaksanaan
penelitian, maka penelitian menggunakan sampel, adapun besar sampel adalah 5
orang yaitu 2 pegawai dan 3 guru.
2.5 Metode Pengumpulan Data
Instrumen penelitan yang digunakan untuk pengumpulan data dari
lapangan, baik mengenai perencanaan kepala sekolah dan guru menggunakan
angket.
ANGKET SISTEM PERENCANAAN SEKOLAH
Petunjuk pengisian :
1. Di bawah ini Anda akan menjumpai sejumlah pernyataan yang menggambarkan
tentang kemampuan manajemen kepala sekolah. Anda diminta untuk
memberikan pendapat tentang seberapa besar kemampuan kepala sekolah Anda
dalam mengelola kegiatan pendidikan di sekolah.

2. Bubuhkan tanda check list (√ ) pada kolom yang telah disediakan untuk pilihan
jawaban yang menurut Anda paling tepat.

Keterangan :
SS = Sangat Setuju
S = Setuju
KS = Kurang Setuju
TS = Tidak Setuju
STS = Sangat Tidak Setuju

JAWABAN
NO PERNYATAAN
STS TS KS S SS
1. Perencanaan adalah perhitungan dan
penentuan tentang sesuatu yang akan
dijalankan dalam rangka mencapai tujuan
tertentu,
2. Tidak selalu menyusun suatu perencanaan
dalam kegiatan di sekolah.
3. Perencanaan yang disusun mengarah pada
pencapaian tujuan sekolah.
4. Atasan memberikan gambaran yang
menyeluruh mengenai suatu perencanaan
yang diberikan.
5. Tidak seluruh guru dan staf sekolah terlibat
dalam perencanaan sekolah dan
pelaksanaannya.
6. Menyusun perencanaan salah satu hal untuk
meningkat kinerja guru dan staf sekolah.
7. Salah satu tujuan dari perencanaan adalah
meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak
produktif dan menghemat biaya.
8. Perencanaan jangka panjang yang disusun
merupakan perencanaan yang tidak efektif
dan efesien.
9. Perencanaan jangka pendek yang disusun
merupakan perencanaan yang efektif dan
efisien.
10. Dalam menyusun perencanaan, mendeteksi
hambatan salah satu kesulitan yang bakal
ditemui.
11. Mengidentifikasi permasalahan adalah hal
yang paling penting dalam menyusun suatu
perencanaan.
12. Menyusun perencanaan harus memperhatikan
keadaan sekarang.
13. Penerapan rencana selalu sesuai dengan
perencanaan yang telah disusun.
14. Koordinasi merupakan kunci dalam
penerapan rencana yang telah disusun.
15. Selain koordinasi antar anggota sekolah,
koordinasi antar institusi juga perlu
dilakukan.
Tabel 1. Angket Sistem Perencanaan Sekolah
2.6 Hasil Analisis Angket