Anda di halaman 1dari 4

SUPERVISI

1. KARU : Ners Sukma


2. PP : Ners Dewi
3. PA : Ners Herda dan Ners Yayat
4. Pasien : Yaya’

Cast:

Diruang anak RS Harapan Bunda terdapat seorang pasien diare yang kondisinya lemah dan
memerlukan terapi cairan. Pada hari yang sama Kepala Ruangan akan melakukan supervisi
terhadap tindakan yang dilakukan oleh perawat. Diruang keperawatan karu menyampaikan
maksud dan tujuan supervisi kepada perawat primer dan perawat asosiasi.
Karu (Sukma) : selamat pagi, apa semuanya sudah lengkap?
PP (Dewi) : sudah bu,
Karu (Sukma) : ya, pagi ini saya akan menyampaikan tentang supervisi yg akan dilakukan
pada hari ini. Jadi, tujuan untuk dilakukannya supervisi adalah untuk
mempelajari dan memperbaiki tindakan yang akan dilakukan kepada pasien
kita.
PP (Dewi) : ow gitu bu, untuk sepervisi sendiri tindakan apa pak yang akan dilakukan
supervisi?
Karu (Sukma) : pada hari ini, saya akan melakukan supervisi terhadap tindakan pemasangan
infus yang akan dilakukan. Untuk pasien kita pada hari ini adakah order dari
dokter untuk dilakukannya pemasangan infus?
PP (Dewi) : untuk hari ini, kita mendapatkan order dari dokter untuk melakukan
pemasangan infus terhadap pasien bernama An.(neo), 6 tahun dengan diagnosa
medis diare. Sedangkan kondisi anak tersebut sedang mengalami dehidrasi
berat pak, dan dari order dokter agar dilakukan pemasangan infus RL. Jadi
untuk ners Herda minta tolong untuk menyiapkan alat untuk pemasangan
infus,.
PA (Herda) : baik ners Dewi, akan segera saya persiapkan.
Karu (Sukma) : Baik, pada hari ini kita menpunyai 2 pasien yang akan dilakukan pemasangan
infus. Nanti saya akan melakukan beberapa penilaian terhadap tindakan yang
akan dilakukan dan nanti saya akan memberikan penilaian terhadap beberapa
instrumen tindakan seperti teknik pemasangan infus yang benar. Mungkin ini
ada beberapa format/instrumen penilaian silahkan di baca dulu(menyerahkan
map kepada PP).
PP (Dewi) : iya pak (menerima map).
Karu (Sukma) : ada yang ingin ditanyakan dari format penilaian tersebut??
PP (Dewi) : tidak ada bu,,
Karu (Sukma) : baik kalo begitu langsung saja kepada ners Herda untuk melakukan tindakan
tersebut. Dan untuk semuanya Selamat bekerja.,

Di nurse stasion,
PP (Dewi) : ners Herda, ners Yayat tolong bantu saya mempersiapkan peralatan infus
untuk pasien bernama An. Yaya
PA (Herda) : iya ners Dewi sudah saya siapkan (sambil memberikan set steril)
Karu (Sukma) : gimana perlengkapan untuk pemasangan infus?? Sudah lengkap??
PP (Dewi) : sudah bu,.
Karu (Sukma) : oke, kita ke pasien sekarang ya,.

Setelah itu karu, PP, PA, ke ruangan anak,..


PP (Dewi) : selamat pagi bu ?
Keluarga (Ismeni) : ya pagi,.
PP (Dewi) : gimana dik kabarnya?
Pasien(Yaya) : iyaaaa, sakit bu,
PP ((Dewi) : sakitnya kenapa de,?
Pasien (Yaya) : lemas bu, sakit perut,..
PP (Dewi) : Ibu, kami akan memasang infus pada anak ibu, tujuannya agar asupan cairan
pada anak ibu. Gimana bu apa diperbolehkan??
Keluarga (Ismeni) : ya, silahkan bu??
PP (Dewi) : ada yg ditanyakan sebelumnya bu?
Keluarga (Ismeni) : tidak ada bu?
PP (Dewi) : adek, kita pasang infusnya dulu ya??
Pasien (Yaya) : iya bu,..
PP (Dewi) : ners Herda dan ners yayat bisa dibantu untuk melakukan pemasangan infus?
PA (Herda) : Iya ners Dewi, saya akan lakukan pemasangan infusnya (sambil membawa
troli ke dekat pasien)
PA (Yayat) : adek kita pasng infusnya dulu ya,,
Pasien (Yaya) : sakit ga??
PA (Herda) : enggak kok cuman kayak digigt semut,,
Pasien (yaya) : tapi saya takut,,..
PA (Yayat) : gak pa2 adek kan anak pinter,, pasti nanti kalo udah dipasang infusnya nanti
adek bisa sehat lagi,...
PA (Herda) : adek kalo udah gede pengen jdi apa?
Pasien (Yaya) : pengen jadi astronot,,.
PA (Yayat) : berarti adek udh pinter dong kalo dipasangi infus,, gak usah taku lagi ya de??
Pasien (Yaya) : iya dehh
Kemudian Ners Herda & Ners Yayat melakukan pemasangan infus kepada An Yaya
Setelah melakukan pemasangan infus,.
PA (Herda) : Ibu kami sudah memasangkan infus ke anak ibu
Keluarga (Ismeni) : iya bu,,.
PP (Dewi) : gimana ibu ada yg ditanyakan?
Keluarga (Ismeni) : adik saya kapan ya sembuhnya??
PP (dewi) : kita tunggu perkembangan anak ibu selanjutnya ya.,
Keluarga (Ismeni) : : oww iya ?
Keluarga : de,, jangan nagis lagi ya udh slesai kok masang infusnya
Pasien : iya omm, huhuhuh
PP (Dewi) : baik bu,, kalo gitu kami kembali keruangan dulu ya,.. slamat pagi
Keluarga : pagii

Diruangan karu,..

Karu (Sukma)): ya tadi saya sudah melakukan penilaian terhadap hasil kerja pemasangan
infus pada hari ini, Untuk secara prosedur pemasangan infus secara
keseluruhan sudah baik, tapi tadi ada hal 2 yg perlu kita perhatikan bersama,.
PP (dewi), PA (Herda & Yayat) : apa itu bu??
Karu (Sukma) : dalam pemasangan tadi kurangnya interaksi kepada pasien jadi, pasiennya
tadi merasa sedikit agak takut,,. Sepertinya hal itu yg perlu kita perhatikan, ,,.
Oke ada yg ingin di klarifikasi??
PP (Dewi) : iya bu, saya menyadari akan hal itu,, dan nanti akan kami perbaiki.
Karu (Sukma) : ya bagus sekali, interksi dan komunikasi dalam hal ini komusikasi terputik
sangat penting dilakukan apalagi pasien kita anak-anak dan untuk semuanya
sangat bagus sekali apa yg kalian lakukan pada hari ini pertahankan terus dan
sepertinya hanya itu yang bisa saya sampaikan, untuk kurang dan lebihnya
mohon maaf saya tutup pertemuan ini, wasalammualaikum wr,wb
PP dan PA kembail keruangnya dan karu melakukan dokumentasi keperawatan untuk hasil
supervisi tersebut.