Anda di halaman 1dari 133

BUKU AJAR

HUKUM
PERDATA

DR. YULIA, S.H., M.H.

Penerbit
CV. BieNa Edukasi – Lhokseumawe 2015
© 2015 BieNa Edukasi

All rights reserved. No part of this publication may be reproduced


or transmitted in any form or by any means, electronic or
mechanical, including photocopy, recording, or any information
storage and retrieval system, without permission in writing from
the publisher. Requests for permission to make copies of any part
of this publication should be mailed to:

Permission
BieNa Edukasi
Jl. Madan No. 10C Geudong
Lhokseumawe – Aceh – Indonesia 24374
Email: bienaedukasi@gmail.com
Printed in Lhokseumawe, 2015

Perpustakaan Nasional RI. Data Katalog dalam Terbitan (KDT)

YULIA
Hukum Perdata / Penulis, Yulia, -- Lhokseumawe:
CV. BieNa Edukasi, 2015. xii, 117 hlm. Bibliografi:
hlm. 114

ISBN 978-602-1068-16-8

Penerbit:
CV. BieNa Edukasi

Layout:
BieNa Edukasi

Cover Design:
Yulia

Penerbit
CV. BieNa Edukasi – Lhokseumawe 2015
BUKU AJAR

HUKUM
PERDATA

DR. YULIA, S.H., M.H.

Penerbit
CV. BieNa Edukasi – Lhokseumawe 2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan kekuatan dan kesehatan
serta ilmu pengetahuan sehingga dapat menyelesaikan penyusunan Buku Ajar Hukum
Perdata.

Sholawat dan Salam kepada Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah
membawa ummat manusia dari alam kegelapan kepada alam yang terang benderang
dan dari alam kebodohan kepada alam yang berilmu pengetahuan.

Buku Ajar Hukum Perdata ini disusun berdasarkan Garis-garis Besar Pedoman
Perkuliahan (GBPP) dan Satuan Acara Perkuliahan (SAP) Hukum Perdata.

Manfaat penyusunan buku ajar ini, diharapkan dapat membantu mahasiswa


dalam memahami Hukum Perdata sebagai salah satu mata kuliah wajib dalam
kurikulum Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh. Secara umum, juga Buku Ajar
Hukum Perdata ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca secara luas.

Kritik dan saran yang membangun bagi kelengkapan Buku Ajar Hukum Perdata
diharapkan dari semua pembaca yang budiman. Akhirnya, penyusun mengucapkan
terima kasih yang tak terhingga kepada para pihak yang telah membantu dalam
peyelesaian penyusunan Buku Ajar Hukum Perdata.

Penyusun,

Dr. Yulia, S.H., M.H.

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………….. i


DAFTAR ISI …………………………………………………………….. ii
PENGANTAR MATA KULIAH ……………………………………………. iii
BAB I
RUANG LINGKUP HUKUM PERDATA ………………………..………………………. 1
BAB II
SEJARAH HUKUM PERDATA ……………………………………..…………………... 13
BAB III
PERIHAL MENGENAI ORANG DALAM HUKUM PERDATA …………………… 24
BAB IV
HUKUM PERKAWINAN ……………………………………………………………………… 32
BAB V
HUKUM KELUARGA ………………………………………………………………………….. 46
BAB VI
HUKUM BENDA ……………………………………………………………………………... 60
BAB VII
HUKUM WARIS ………………………………………………………………………………. 71
BAB VIII
HUKUM PERIKATAN ………………………………………………………………………. 88
BAB IX
PEMBUKTIAN DAN DALUARSA ………………………………………………………. 104
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………….. 114
INDEKS ……………………………………………………………………. 117

ii
PENGANTAR MATA KULIAH

Nama Mata Kuliah: Hukum Perdata


Bobot SKS: 3 (Tiga)
A. Manfaat Mata Kuliah
Mata Kuliah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dalam
mencari pengetahuan tentang Hukum Perdata yang mengatur perihal pribadi
seseorang dalam mendapatkan hak dan menjalankan kewajibannya.
B. Deskripsi Perkuliahan
Mata Kuliah Hukum Perdata membahas tentang berbagai perihal tentang
pribadi seseorang yang meliputi: Ruang Lingkup Hukum Perdata, Sejarah
Hukum Perdata, Perihal Mengenai Orang, Hukum Keluarga, Hukum
Perkawinan, Hukum Waris, Hukum Benda, Hukum Perikatan serta Pembuktian
dan Daluarsa.
C. Tujuan Instruksional
Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan:
1. Mengetahui dan menjelaskan tentang Ruang Lingkup Hukum Perdata
2. Mengetahui dan menjelaskan tentang Sejarah Hukum Perdata
3. Mengetahui dan menjelaskan tentang Perihal Mengenai Orang dalam
Hukum Perdata
4. Mengetahui dan menjelaskan tentang Hukum Perkawinan
5. Mengetahui dan menjelaskan tentang Hukum Keluarga
6. Mengetahui dan menjelaskan tentang Hukum Benda
7. Mengetahui dan menjelaskan tentang Hukum Waris
8. Mengetahui dan menjelaskan tentang Hukum Perikatan
9. Mengetahui dan menjelaskan tentang Pembuktian dan Daluarsa
D. Kriteria Penilaian
Penilaian akan dilakukan dengan menggunakan Kriteria Penilaian yang sesuai
dengan Peraturan Akademik, yang bobot nilai dari masing-masing unsur, yaitu:
Quis 10%, Tugas Rumah 25%, Ujian Tengah Semester 25% dan Ujian Akhir
Semester 40%.

iii
E. Satuan Acara Perkuliahan (SAP)
PERTEMUAN I dan II
1. Nama Mata Kuliah : Hukum Perdata
2. Kode Mata Kuliah : MKK 233
3. Bobot SKS : 3 SKS
4. Mata Kuliah Prasyarat : PHI dan PIH
5. Waktu Pertemuan : 6 x 50 Menit/Pertemuan

Tujuan Instruksional Umum


Setelah Mata Kuliah Hukum Perdata ini, mahasiswa semester II (dua) Fakultas Hukum Unimal
akan dapat mengetahui dan menjelaskan materi Hukum Perdata

Tujuan Instruksional Khusus


Mahasiswa akan dapat mengetahui dan menjelaskan tentang Ruang Lingkup Hukum Perdata

Pokok Bahasan:
Ruang Lingkup Hukum Perdata

Sub Pokok Bahasan:


1. Istilah dan Pengertian Hukum Perdata
2. Sumber-sumber Hukum Perdata
3. Subjek dan Objek Hukum Perdata
4. Sistematika Hukum Perdata

Kegiatan Belajar Mengajar


Media dan Alat
Tahap Kegiatan Pengajar Kegiatan Mahasiswa
Pengajaran
1 2 3 4
Pendahuluan 1. Perkenalan, kontrak pembelajaran,  Mencatat dan  Papan Tulis
sistim penilaian, Pokok Bahasan mendengarkan.  Hand out
2. Menjelaskan TIU dan TIK yg akan
dicapai.
Penyajian 1. Menanyakan kepada mahasiswa  Memberi  Papan Tulis
tentang Hukum Perdata komentar  Hand out
2. Menjelaskan dan Menguraikan  Bertanya bila
tentang: ada penjelasan
a. Istilah dan Pengertian Hukum yang kurang
Perdata jelas
b. Sumber-sumber Hukum Perdata
c. Subjek dan objek Hukum Perdata
d. Sistematika Hukum Perdata
Penutup 1. Memberikan kesempatan bertanya  Memberi
dan menanggapi komentar
2. Menunjukkan beberapa mahasiswa  Memperhatikan
untuk menjawab pertanyaan
3. Memberi rangkuman dan penguatan.
4. Menyampaikan materi kuliah
berikutnya.

Evaluasi Dan Tugas


Buat beberapa pertanyaan berkaitan dengan topik yang telah disajikan dalam bentuk essei dan
dibahas bersama

Referensi
3. Subekti, Pokok-pokok Hukum Perdata, Intermasa, Jakarta, 2003
4. Riduan Syahrani, Seluk Beluk dan Azas-azas Hukum Perdata, Alumni, Bandung, 2004
5. Kitab Undang-undang Hukum Perdata

iv
PERTEMUAN III

1. Nama Mata Kuliah : Hukum Perdata


2. Kode Mata Kuliah : MKK 233
3. Bobot SKS : 3 SKS
4. Mata Kuliah Prasyarat : PHI dan PIH
5. Waktu Pertemuan : 3 x 50 Menit/Pertemuan

Tujuan Instruksional Umum


Setelah Mata Kuliah Hukum Perdata ini, mahasiswa semester II (dua) Fakultas Hukum Unimal
akan dapat mengetahui dan menjelaskan materi Hukum Perdata

Tujuan Instruksional Khusus


Mahasiswa akan dapat mengetahui dan menjelaskan tentang Sejarah Hukum Perdata

Pokok Bahasan:
Sejarah Hukum Perdata

Sub Pokok Bahasan


1. Sejarah Hukum Perdata di Belanda
2. Sejarah Hukum Perdata di Indonesia

Kegiatan Belajar Mengajar

Media dan Alat


Tahap Kegiatan Pengajar Kegiatan Mahasiswa
Pengajaran
1 2 3 4
Pendahuluan 1. Menyampaikan Pokok Bahasan  Mencatat dan  Papan Tulis
2. Menjelaskan TIK yg akan dicapai mendengarkan.  Hand out
Penyajian 1. Menanyakan kepada mahasiswa  Memberi komentar  Papan Tulis
tentang Sejarah Hukum Perdata  Bertanya bila ada  Hand out
2. Menjelaskan dan Menguraikan penjelasan yang
tentang: kurang jelas
a. Sejarah Hukum Perdata di
Belanda
b. Sejarah Hukum Perdata di
Indonesia
Penutup 1. Memberikan kesempatan  Memberi komentar
bertanya dan menanggapi  Memperhatikan
2. Menunjuk beberapa mahasiswa
untuk menjawab pertanyaan
3. Memberi rangkuman dan
penguatan
4. Menyampaikan materi kuliah
berikutnya.

Evaluasi Dan Tugas


Buat beberapa pertanyaan dengan topik yang telah disajikan dalam bentuk essei dan dibahas
bersama.

Referensi
1. Subekti, Pokok-pokok Hukum Perdata, Intermasa, Jakarta, 2003
2. Ridwan Syahrani, Seluk Beluk dan Azas-azas Hukum Perdata, Alumni, Bandung, 2004
3. Kitab Undang-undang Hukum Perdata

v
PERTEMUAN IV

1. Nama Mata Kuliah : Hukum Perdata


2. Kode Mata Kuliah : MKK 233
3. Bobot SKS : 3 SKS
4. Mata Kuliah Prasyarat : PHI dan PIH
5. Waktu Pertemuan : 3 x 50 Menit/Pertemuan

Tujuan Instruksional Umum


Setelah Mata Kuliah Hukum Perdata ini, mahasiswa semester II (dua) Fakultas Hukum Unimal
akan dapat mengetahui dan menjelaskan materi Hukum Perdata

Tujuan Instruksional Khusus


Mahasiswa akan dapat mengetahui dan menjelaskan tentang Perihal Orang dalam Hukum
Perdata

Pokok Bahasan:
Perihal Mengenai Orang dalam Hukum Perdata

Sub Pokok Bahasan


1. Pengertian Subjek Hukum
2. Kewenangan Berhak
3. Kewenangan Bertindak

Kegiatan Belajar Mengajar

Media dan Alat


Tahap Kegiatan Pengajar Kegiatan Mahasiswa
Pengajaran
1 2 3 4
Pendahuluan 1. Menyampaikan Pokok Bahasan  Mencatat dan  Papan Tulis
2. Menyampaikan TIK yg akan mendengarkan.  Hand out
dicapai.

Penyajian 1. Menanyakan kepada mahasiswa  Memberi komentar  Papan Tulis


tentang Perihal mengenai orang dalam  Bertanya bila ada  Hand out
Hukum Perdata penjelasan yang
2. Menjelaskan dan Menguraikan kurang jelas
tentang:
a. Pengertian Subjek Hukum
b. Kewenangan Berhak dan
kewenangan Bertindak

Penutup 1. Memberikan kesempatan bertanya  Memberi komentar


dan menanggapi  Memperhatikan
2. Menunjukan beberapa mahasiswa
untuk menjawab pertanyaan
3. Memberi rangkuman dan
penguatan.
4. Materi kuliah berikutnya.

Evaluasi Dan Tugas


Buat beberapa pertanyaan dengan topic yang telah disajikan dalam bentuk essei dan dibahas
bersama.

Referensi

1. Subekti, Pokok-pokok Hukum Perdata, Intermasa, Jakarta, 2003


2. Ridwan Syahrani, Seluk Beluk dan Azas-azas Hukum Perdata, Alumni, Bandung, 2004
3. Kitab Undang-undang Hukum Perdata

vi
PERTEMUAN V

1. Nama Mata Kuliah : Hukum Perdata


2. Kode Mata Kuliah : MKK 233
3. Bobot SKS : 3 SKS
4. Mata Kuliah Prasyarat : PHI dan PIH
5. Waktu Pertemuan : 3 x 50 Menit/Pertemuan

Tujuan Instruksional Umum


Setelah Mata Kuliah Hukum Perdata ini, mahasiswa semester II (dua) Fakultas Hukum Unimal
akan dapat mengetahui dan menjelaskan materi Hukum Perdata

Tujuan Instruksional Khusus


Mahasiswa akan dapat mengetahui dan menjelaskan tentang Hukum Perkawinan

Pokok Bahasan:
Hukum Perkawinan

Sub Pokok Bahasan


1. Pengertian Hukum Perkawinan
3. Syarat-syarat Sah Perkawinan
4. Hak dan Kewajiban Suami Istri
5. Perceraian
6. Pemisahan Harta Kekayaan

Kegiatan Belajar Mengajar


Media dan Alat
Tahap Kegiatan Pengajar Kegiatan Mahasiswa
Pengajaran
1 2 3 4
Pendahuluan 1.Menyampaikan Pokok Bahasan  Mencatat dan  Papan Tulis
2. Menjelaskan TIK yg akan dicapai. mendengarkan.  Hand out
Penyajian 1. Menanyakan kepada mahasiswa  Memberi  Papan Tulis
tentang Hukum Perkawinan komentar  Han dout
2. Menjelaskan dan menguraikan  Bertanya bila ada
tentang: penjelasan yang
a. Pengertian Hukum Perkawinan kurang jelas
b. Syarat-syarat sah Perkawinan
c. Hak dan Kewajiban suami istri
d. Perceraian
e. Pemisahan Harta kekayaan
Penutup 1. Memberikan kesempatan bertanya  Memberi
dan menanggapi komentar
2. Menunjukan beberapa mahasiswa  Memperhatikan
untuk menjawab pertanyaan
3. Memberi rangkuman dan penguatan.
4. Materi kuliah berikutnya.

Evaluasi Dan Tugas


Buat beberapa pertanyaan dengan topik yang telah disajikan dalam bentuk essei dan dibahas
bersama.

Referensi
1. Subekti, Pokok-pokok Hukum Perdata, Intermasa, Jakarta, 2003
2. Riduan Syahrani, Seluk Beluk dan Azas-azas Hukum Perdata, Alumni, Bandung, 2004
3. Kitab Undang-undang Hukum Perdata

vii
PERTEMUAN VI dan VII

1. Nama Mata Kuliah : Hukum Perdata


2. Kode Mata Kuliah : MKK 233
3. Bobot SKS : 3 SKS
4. Mata Kuliah Prasyarat : PHI dan PIH
5. Waktu Pertemuan : 6 x 50 Menit/Pertemuan

Tujuan Instruksional Umum


Setelah Mata Kuliah Hukum Perdata ini, mahasiswa semester II (dua) Fakultas Hukum Unimal
akan dapat mengetahui dan menjelaskan materi Hukum Perdata

Tujuan Instruksional Khusus


Mahasiswa akan dapat mengetahui dan menjelaskan tentang Hukum Keluarga

Pokok Bahasan:
Hukum Keluarga

Sub Pokok Bahasan


1. Keluarga Sedarah dan Semenda
2. Kekuasaan orang tua
3. Perwalian
4. Pendewasaan
5. Pengampuan
6. Ketidakhadiran/ orang yang hilang

Kegiatan Belajar Mengajar


Media dan Alat
Tahap Kegiatan Pengajar Kegiatan Mahasiswa
Pengajaran
1 2 3 4
Pendahuluan 1. Menyampaikan Pokok Bahasan  Mencatat dan  Papan Tulis
2. Penjelasan TIK yg akan mendengarkan.  Hand out
dicapai.
Penyajian 1. Menanyakan kepada mahasiswa  Memberi komentar  Papan Tulis
tentang Hukum Keluarga  Bertanya bila ada  Hand out
2. Menjelaskan dan menguraikan penjelasan yang
tentang: kurang jelas
a. Keluarga Sedarah dan
Semenda
b. Kekuasaan orang tua
c. Perwalian
d. Pendewasaan
e. Pengampuan
f. Ketidakhadiran/orang
yang hilang
Penutup 1. Memberikan kesempatan  Memberi komentar
bertanya dan menanggapi  Memperhatikan
2. Menunjukan beberapa
mahasiswa untuk menjawab
pertanyaan
3. Memberi rangkuman dan
penguatan.
4. Materi kuliah berikutnya.

Evaluasi Dan Tugas


Buat beberapa pertanyaan dengan topic yang telah disajikan dalam bentuk essei dan dibahas
bersama.

Referensi
1. Subekti, Pokok-pokok Hukum Perdata, Intermasa, Jakarta, 2003
2. Riduan Syahrani, Seluk Beluk dan Azas-azas Hukum Perdata, Alumni, Bandung, 2004
3. Kitab Undang-undang Hukum Perdata

viii
PERTEMUAN XI dan X

1. Nama Mata Kuliah : Hukum Perdata


2. Kode Mata Kuliah : MKK 233
3. Bobot SKS : 3 SKS
4. Mata Kuliah Prasyarat : PHI dan PIH
5. Waktu Pertemuan : 6 x 50 Menit/Pertemuan

Tujuan Instruksional Umum


Setelah Mata Kuliah Hukum Perdata ini, mahasiswa semester II (dua) Fakultas Hukum Unimal
akan dapat mengetahui dan menjelaskan materi Hukum Perdata

Tujuan Instruksional Khusus


Mahasiswa akan dapat mengetahui dan menjelaskan tentang Hukum Benda

Pokok Bahasan:
Hukum Benda

Sub Pokok Bahasan


1. Pengertian Benda
2.Macam-macam Benda
3. Hak-hak Kebendaan
4. Priviliegie dan Retensie

Kegiatan Belajar Mengajar


Media dan Alat
Tahap Kegiatan Pengajar Kegiatan Mahasiswa
Pengajaran
1 2 3 4
Pendahuluan 1. Menyampaikan Pokok Bahasan  Mencatat dan  Papan Tulis
2. Menjelaskan TIK yg akan dicapai. mendengarkan.  Hand out
Penyajian 1. Menanyakan kepada mahasiswa  Memberi  Papan Tulis
tentang Hukum Benda komentar  Hand out
2. Menjelaskan dan Menguraikan  Bertanya bila ada
tentang: penjelasan yang
a. Pengertian Benda kurang jelas
 Macam-macam Benda
 Hak-hak kebendaan
 Priviliegie dan Retensie
Penutup 1. Memberikan kesempatan  Memberi
bertanya dan menanggapi komentar
2. Menunjukan beberapa mahasiswa  Memperhatikan
untuk menjawab pertanyaan
3. Memberi rangkuman dan
penguatan.
4. Materi kuliah berikutnya.

Evaluasi Dan Tugas


Buat beberapa pertanyaan dengan topic yang telah disajikan dalam bentuk essei dan dibahas
bersama.

Referensi
1. Subekti, Pokok-pokok Hukum Perdata, Intermasa, Jakarta, 2003
2. Ridwan Syahrani, Seluk Beluk dan Azas-azas Hukum Perdata, Alumni, Bandung, 2004
3. Kitab Undang-undang Hukum Perdata

ix
PERTEMUAN XI DAN XII
1. Nama Mata Kuliah : Hukum Perdata
2. Kode Mata Kuliah : MKK 233
3. Bobot SKS : 3 SKS
4. Mata Kuliah Prasyarat : PHI dan PIH
5. Waktu Pertemuan : 6 x 50 Menit/Pertemuan

Tujuan Instruksional Umum


Setelah Mata Kuliah Hukum Perdata ini, mahasiswa semester II (dua) Fakultas Hukum Unimal
akan dapat mengetahui dan menjelaskan materi Hukum Perdata

Tujuan Instruksional Khusus


Mahasiswa akan dapat mengetahui san menjelaskan tentang Hukum Waris

Pokok Bahasan:
Hukum Waris

Sub Pokok Bahasan


A. Istilah dan pengertian waris
B. Hak mewaris
C. Menerima dan menolak waris
D. Wasiat dan executeur testamentair
E. Fidei commis dan legietieme portie
F. Pembagian warisan
G. Warisan yang tidak terurus

Kegiatan Belajar Mengajar


Media dan Alat
Tahap Kegiatan Pengajar Kegiatan Mahasiswa
Pengajaran
1 2 3 4
Pendahuluan 1. Menyampaikan Pokok Bahasan i. Mencatat dan  Papan Tulis
2. Penjelasan TIK yg akan dicapai. mendengarkan.  Hand out
Penyajian 1. Menanyakan kepada mahasiswa  Memberi komentar  Papan Tulis
tentang Hukum Waris  Bertanya bila ada  Hand out
2. Menjelaskan dan Menguraikan penjelasan yang
tentang: kurang jelas
a.Istilah dan pengertian waris
b. Hak mewaris
c. Menerima dan menolak waris
d. Wasiat dan executeur
testamentair
e. Fidei commis dan legietieme
portie
f. Pembagian warisan
g. Warisan yang tidak terurus
Penutup 1. Memberikan kesempatan  Memberi komentar
bertanya dan menanggapi  Memperhatikan
2. Menunjukan beberapa
mahasiswa unutk menjawab
pertanyaan
3. Memberi rangkuman dan
penguatan.
4. Materi kuliah berikutnya.

Evaluasi Dan Tugas


Buat beberapa pertanyaan dengan topic yang telah disajikan dalam bentuk essei dan dibahas
bersama.

Referensi
1. Subekti, Pokok-pokok Hukum Perdata, Intermasa, Jakarta, 2003
2. Riduan Syahrani, Seluk Beluk dan Azas-azas Hukum Perdata, Alumni, Bandung, 2004
3. Kitab Undang-undang Hukum Perdata

x
PERTEMUAN XIII & XIV

1. Nama Mata Kuliah : Hukum Perdata


2. Kode Mata Kuliah : MKK 233
3. Bobot SKS : 3 SKS
4. Mata Kuliah Prasyarat : PHI dan PIH
5. Waktu Pertemuan : 6 x 50 Menit/Pertemuan

Tujuan Instruksional Umum


Setelah Mata Kuliah Hukum Perdata ini, mahasiswa semester II (dua) Fakultas Hukum Unimal
akan dapat mengetahui dna menjelaskan materi Hukum Perdata

Tujuan Instruksional Khusus


Mahasiswa akan dapat mengetahui dan menjelaskan tentang Hukum Perikatan

Pokok Bahasan:
Hukum Perikatan

Sub Pokok Bahasan


A. Istilah dan pengertian Hukum Perikatan
B. Pengaturan Hukum Perikatan
C. Macam-macam Perikatan
D. Perihal Resiko, Wanprestasi dan Keadaan Memaksa
E. Hapusnya Perikatan

Kegiatan Belajar Mengajar


Media dan Alat
Tahap Kegiatan Pengajar Kegiatan Mahasiswa
Pengajaran
1 2 3 4
Pendahuluan 1. Menyampaikan Pokok Bahasan i. Mencatat dan  Papan Tulis
2. Penjelasan TIK yg akan dicapai. mendengarkan  Hand out
Penyajian 1. Menanyakan kepada mahasiswa  Memberi komentar  Papan Tulis
tentang Hukum Perikatan  Bertanya bila ada  Hand out
2. Menjelaskan dan Menguraikan penjelasan yang
tentang: kurang jelas
a.Istilah dan pengertian Hukum
Perikatan
b. Pengaturan Hukum Perikatan
c. Macam-macam Perikatan
d. Perihal Resiko, Wanprestasi dan
Keadaan Memaksa
e. Hapusnya Perikatan
Penutup 1. Memberikan kesempatan  Memberi komentar
bertanya dan menanggapi  Memperhatikan
2. Menunjukan beberapa
mahasiswa untuk menjawap
pertanyaan
3. Memberi rangkuman dan
penguatan.
4. Materi kuliah berikutnya.

Evaluasi Dan Tugas


Buat beberapa pertanyaan dengan topic yang telah disajikan dalam bentuk essei dan dibahas
bersama.

Referensi
1. Subekti, Pokok-pokok Hukum Perdata, Intermasa, Jakarta, 2003
2. Riduan Syahrani, Seluk Beluk dan Azas-azas Hukum Perdata, Alumni, Bandung, 2004
3. Kitab Undang-undang Hukum Perdata

xi
PERTEMUAN XV

1.Nama Mata Kuliah : Hukum Perdata


2.Kode Mata Kuliah : MKK 233
3. Bobot SKS : 3 SKS
4. Mata Kuliah Prasyarat : PHI dan PIH
5. Waktu Pertemuan : 3 x 50 Menit/Pertemuan

Tujuan Instruksional Umum


Setelah Mata Kuliah Hukum Perdata ini, mahasiswa semester II (dua) Fakultas Hukum Unimal
akan dapat mengetahui dan menjelaskan materi Hukum Perdata

Tujuan Instruksional Khusus


Mahasiswa akan dapat mengetahui dan menjelaskan tentang Pembuktian dan Daluarsa

Pokok Bahasan:
Pembuktian dan Daluarsa

Sub Pokok Bahasan


1. Pembuktian pada umumnya
2. Alat-alat Bukti
3. Daluarsa atau Lewat Waktu

Kegiatan Belajar Mengajar


Media dan Alat
Tahap Kegiatan Pengajar Kegiatan Mahasiswa
Pengajaran
1 2 3 4
Pendahuluan 1. Menyampaikan Pokok Bahasan i. Mencatat dan  Papan Tulis
2. MenjelaskanTIK yg akan dicapai. mendengarkan.  Hand out
Penyajian 1. Menanyakan kepada mahasiswa  Memberi  Papan Tulis
tentang Pembuktian dan Daluarsa komentar  Hand out
2. Menjelaskan dan Menguraikan  Bertanya bila
tentang: ada penjelasan
a. Pembuktian pada umumnya yang kurang
b. Alat-alat bukti jelas
c. Daluarsa atau lewat waktu
Penutup 1. Memberikan kesempatan  Memberi
bertanya dan menanggapi komentar
2. Menunjukan beberapa mahasiswa  Memperhatikan
untuk menjawab pertanyaan
3. Memberi rangkuman dan
penguatan.
4. Materi kuliah berikutnya.

Evaluasi Dan Tugas


Buat beberapa pertanyaan dengan topik yang telah disajikan dalam bentuk essei dan dibahas bersama.

Referensi
1. Subekti, Pokok-pokok Hukum Perdata, Intermasa, Jakarta, 2003
2. Riduan Syahrani, Seluk Beluk dan Azas-azas Hukum Perdata, Alumni, Bandung, 2004
3. Kitab Undang-undang Hukum Perdata

xii
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

BAB 1
RUANG LINGKUP HUKUM PERDATA

Tujuan Instruksional Khusus kepentingan-kepentingan


perseorangan. Istilah perdata juga
Mahasiswa akan dapat mengetahui dan lazim dipakai sebagai lawan dari
menjelaskan tentang Ruang Lingkup pidana. Ada juga yang memakai istilah
Hukum Perdata: Istilah dan Pengertian Hukum Sipil untuk Hukum Privat
Hukum Perdata, Sumber-sumber Materiil, tetapi karena istilah sipil juga
Hukum, Subjek dan Objek Hukum lazim dipakai sebagai lawan dari militer.
Perdata serta Sistematika Hukum
Perdata Istilah Hukum Perdata, dalam
arti yang sempit, sebagai lawan Hukum
Sub Pokok Bahasan Dagang, seperti dalam Pasal 102
Undang-undang Dasar Sementara,
1. Istilah dan Pengertian Hukum yang menitahkan pembukuan
Perdata (kodifikasi) hukum di negara Indonesia
2. Sumber-sumber Hukum terhadap Hukum Perdata dan Hukum
3. Subjek dan Objek Hukum Perdata Dagang, Hukum Pidana Sipil maupun
4. Sistematika Hukum Perdata Hukum Pidana Militer, Hukum Acara
Perdata dan Hukum Acara Pidana, serta
Uraian: Susunan dan Kekuasaan Pengadilan.

A. Istilah dan Pengertian Hukum Istilah Perdata telah diterima


Perdata secara resmi untuk pertama kali dan
dicantumkan dalam perundang-
Istilah Hukum Perdata pertama undangan Indonesia, yaitu:
kali diperkenalkan oleh Profesor
Djoyodiguno sebagai terjemahan dari 1. Konstitusi RIS yang dicantumkan
burgerlijkrecht. Di samping istilah itu, dalam Pasal 15 ayat 2, Pasal 144
sinonim Hukum Perdata adalah ayat (1), Pasal 156 ayat (1) dan
civielrecht dan privatrecht. Di lihat dari Pasal 158 ayat (1).
ruang lingkupnya, istilah Hukum
Perdata dalam arti luas, meliputi 2. UUDS yang dicantumkan dalam
Hukum Privat Materiil, yaitu segala Pasal 15 ayat (2), Pasal 101 ayat (1)
hukum pokok yang mengatur dan Pasal 106 ayat (3).

1
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Hukum Perdata dapat dibagi 3. Wirjono Prodjodikoro, Hukum


dalam dua macam, yaitu Hukum Perdata adalah suatu rangkaian
Perdata Materil dan Hukum Perdata hukum antara orang-orang atau
Formil. Hukum Perdata Materil lazim badan satu sama lain tentang hak
disebut Hukum Perdata, sedangkan dan kewajiban.
Hukum Perdata Formil disebut Hukum 4. Sudikno Merto Kusumo, Hukum
Acara Perdata, yaitu yang mengatur Perdata adalah hukum antar
bagaimana cara seseorang perorangan yang mengatur hak dan
mempertahankan haknya apabila kewajiban perorangan yang satu
dilanggar oleh orang lain. Jika dilihat terhadap yang lain di dalam
dalam bahasa Inggrisnya, Hukum hubungan keluarga dan didalam
Perdata dikenal dengan istilah Civil masyarakat. Pelaksanaannya
Law. Kata Civil berasal dari bahasa diserahkan kepada masing-masing
Latin yakni, Civis yang berarti warga pihak.
negara. Hal tersebut berarti, bahwa 5. Safioedin, Hukum Perdata adalah
Civil Law atau Hukum Sipil merupakan hukum yang memuat peraturan dan
hukum yang mengatur tentang ketentuan hukum yang meliputi
masalah-masalah yang berkaitan hubungan hukum antara orang yang
dengan hak-hak warga negara dan satu dengan yang lain didalam
atau perseorangan. Jika dilihat dari masyarakat dengan menitik
berbagai literatur yang ditulis para beratkan kepada kepentingan
sarjana, juga dijumpai berbagai perorangan.
macam definisi Hukum Perdata, 6. Vollmar, Hukum Perdata adalah
terkadang satu sama lainnya berbeda- aturan-aturan atau norma-norma
beda, namun tidak menunjukkan yang memberikan perlindungan
perbedaan yang prinsipil. Kebanyakan pada kepentingan perseorangan
para sarjana menganggap dalam perandingan yang tepat
Hukum Perdata sebagai hukum yang antara kepentingan yang satu
mengatur kepentingan perseorangan dengan yang lain dari orang-orang
(pribadi) yang berbeda dengan Hukum didalam suatu masyarakat tertentu
Publik sebagai hukum yang mengatur terutama yang mengenai hubungan
kepentingan umum (masyarakat). keluarga dan hubungan lalu lintas.
Berikut pengertian Hukum Perdata oleh 7. Van Dunne, Hukum Perdata adalah
beberapa pakar hukum, yaitu: suatu peraturan yang mengatur
tentang hal-hal yang sangat esensial
1. Soebekti, Hukum Perdata adalah bagi kebebasan individu, seperti
segala hukum pokok yang mengatur orang dan keluarganya,hak milik
kepentingan-kepentingan dan perikatan.
perseorangan.
2. Sri Soedewi, Hukum Perdata adalah Oleh karena itu dapat kita
hukum yang mengatur kepentingan simpulkan, bahwa Hukum Perdata
antara warga negara perseorangan adalah hukum yang mengatur
dengan satu warga negara hubungan hukum antara orang yang
perseorangan yang lain. satu dengan orang yang lain dalam
masyarakat yang menitik beratkan

2
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

kepada kepentingan perseorangan. tetap berlaku sepanjang belum


Dari berbagai paparan tentang Hukum diganti dengan undang-undang yang
Perdata di atas, dapat ditemukan baru berdasarkan UUD 1945. Sumber
unsur-unsurnya, yaitu: dalam arti “Pembentuknya” adalah
pembentuk undang-undang berdasar-
1. Adanya kaidah hukum; kan UUD 1945. Oleh karena itu, atas
2. Mengatur hubungan antara subjek dasar aturan peralihan, B.W dinyatakan
hukum satu dengan yang lain; tetap berlaku, hal ini berarti pembentuk
3. Bidang hukum yang diatur dalam UUD 1945 ikut menyatakan
hukum perdata meliputi hukum berlakunya B.W. yang disebut dengan
orang, hukum keluarga, hukum Kitab Undang-undang Hukum Perdata
benda, hukum waris, hukum (KUH Perdata).
perikatan, serta hukum pembuktian
dan kadaluarsa. Sumber hukum adalah segala
apa saja yang menimbulkan aturan-
Jadi, subtansi yang diatur dalam aturan yang bersifat memaksa, yaitu
Hukum Perdata antara lain, yaitu: aturan-aturan yang apabila dilanggar
mengakibatkan sanksi tegas dan nyata.
1. Hubungan keluarga. Dalam Pada dasarnya sumber hukum dapat
hubungan keluarga akan dibedakan menjadi 2 (dua) macam,
menimbulkan hukum tentang orang yaitu:
dan hukum keluarga.
2. Pergaulan masyarakat. Dalam 1. Sumber Hukum Materiil
hubungan pergaulan masyarakat
akan menimbulkan hukum harta Sumber Hukum Materiil adalah
kekayaan, hukum perikatan, dan tempat dari mana materi hukum itu
hukum waris. diambil. Sumber dalam arti materiil
adalah sumber dalam arti
B. Sumber-Sumber Hukum “tempat“ adalah Staatsblad (Stbl)
Perdata atau Lembaran Negara di mana
dirumusan ketentuan undang-
Sumber hukum adalah asal undang Hukum Perdata dapat
mula Hukum Perdata, atau tempat di dibaca oleh umum. Contoh, Stbl.
mana Hukum Perdata ditemukan. Asal 1847-23 memuat B.W, L.N. 1974-1
mula menunjuk kepada sejarah asal memuat Undang-Undang
dan pembentuknya, sedangkan Perkawinan. Keputusan Hakim
“tempat” menunjukkan kepada (yurisprudensi) juga termasuk
rumusan-rumusan tersebut dimuat, sumber dalam arti tempat di
ditemukan dan dapat dibaca. mana Hukum Perdata yang
Sumber dalam arti “sejarah asalnya”, dibentuk hakim dapat dibaca,
di mana Hukum Perdata adalah sehingga sumber dalam arti
buatan Pemerintah Kolonial Belanda tempat disebut sumber dalam
yang terhimpun dalam Burgelijk arti materiil.
Wetbook (B.W). Berdasarkan aturan
peralihan Undang-Undang Dasar 1945
(UUD 1945), B.W itu dinyatakan

3
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

2. Sumber Hukum Formal Hukum Perdata yang berasal dari


sumber tidak tertulis, seperti dalam
Sumber Hukum Formal merupakan hukum kebiasaan.
tempat memperoleh kekuatan
hukum. Ini berkaitan dengan bentuk Secara khusus, sumber Hukum
atau cara yang menyebabkan Perdata Indonesia terulis, yaitu:
peraturan hukum formal itu berlaku.
1. Algemene Bepalingen van
Volmar membagi sumber Wetgeving (AB), merupakan
Hukum Perdata menjadi 4 (empat) ketentuan-ketentuan umum
macam, yaitu: KUH Perdata, Traktat, Pemerintah Hindia Belanda yang
Yurisprudensi dan Kebiasaan. Traktat diberlakukan di Indonesia (Stbl.
adalah suatu perjanjian yang dibuat 1847 No. 23, tanggal 30 April 1847,
antara dua Negara atau lebih dalam terdiri atas 36 pasal)
bidang keperdataan. Terutama erat
kaitannya dengan perjanjian 2. KUH Perdata atau Burgelijk
internasional. Contohnya, perjanjian Wetboek (BW), merupakan
bagi hasil yang dibuat antara ketentuan hukum produk Hindia
pemerintah Indonesia dengan PT Belanda yang diundangkan tahun
Freeport Indonesia. Yurisprudensi atau 1848, diberlakukan di Indonesia
putusan pengadilan merupakan produk berdasarkan asas konkordansi
yudikatif, yang berisi kaidah atau
peraturan hukum yang mengikat pihak- 3. KUHD atau Wetboek van
pihak yang berperkara terutama dalam Koopandhel (WvK), yang terdiri atas
perkara perdata. Contohnya, tentang 754 pasal, meliputi Buku I (tentang
pengertian perbuatan melawan hukum, dagang secara umum) dan Buku II
dengan adanya putusan tersebut maka (tentang hak-hak dan kewajiban
pengertian melawan hukum tidak yang timbul dalam pelayaran.
menganut arti luas. Putusan tersebut
dijadikan pedoman oleh para hakim di 4. Undang-undang Nomor 5 Tahun
Indonesia dalam memutuskan 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria,
sengketa perbuatan melawan hukum. undang-undnag ini mencabut
berlakunya Buku II KUH Perdata
Dari keempat sumber tersebut sepanjang mengenai hak atas
dibagi lagi menjadi 2 (dua) macam, tanah, kecuali hipotek.
yaitu sumber Hukum Perdata tertulis
dan sumber Hukum Perdata tidak 5. Undang-undang Nomor 1 Tahun
tertulis. Sumber Hukum Perdata 1974 tentang Ketentuan-ketentuan
tertulis, yaitu tempat ditemukannya Pokok Perkawinan, dan ketentuan-
kaidah-kaidah Hukum Perdata yang ketentuan yang tercantum dalam
berasal dari sumber tertulis. Umumnya Buku I KUH Perdata, khususnya
kaidah Hukum Perdata tertulis terdapat mengenai perkawinan tidak berlaku
di dalam peraturan perundang- secara penuh.
undangan, traktat dan yurisprudensi.
Sumber Hukum Perdata tidak tertulis 6. Undang-undang Nomor 4 Tahun
adalah tempat ditemukannya kaidah 1996 tentang Hak Tanggungan atas

4
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Tanah beserta Benda-benda yang hubungan hukum publik dan


Berkaitan dengan Tanah. Undang- mengatur hubungan Hukum
undang ini mencabut berlakunya Perdata.
hipotek sebagaimana diatur dalam
Buku II KUH Perdata, sepanjang 9. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun
mengenai tanah dan ketentuan 1991 tentang Kompilasi Hukum
mengenai Credieverband dalam Islam (KHI), yang mengatur 3 (tiga)
Stbl. 1908-542 sebagaimana telah hal, yaitu Hukum Perkawinan,
diubah dalam Stbl. 1937-190. Hukum Kewarisan dan Hukum
Tujuan pencabutan ketentuan yang Perwakafan. Ketentuan dalam KHI
tercantum dalam Buku II KUH hanya berlaku bagi orang-orang
Perdata dan Stbl. 1937-190 adalah yang beragama Islam.
karena tidak sesuai lagi dengan
kegiatan kebutuhan perkreditan, Oleh karena itu dapat
sehubungan dengan perkembangan disimpulkan, bahwa di dalam Hukum
tata perekonomian Indonesia. Perdata terdapat juga 2 (dua) kaidah,
yaitu:
7. Undang-undang Nomor 42 Tahun
1999 tentang Jaminan Fidusia. Ada 1. Kaidah tertulis. Kaidah hukum
3 (tiga) pertimbangan lahirnya, perdata tertulis adalah kaidah-
yaitu: a) adanya kebutuhan yang kaidah hukum perdata yang
sangat besar dan terus meningkat terdapat di dalam peraturan
bagi dunia usaha atas tersedianya perundang-undangan, traktat, dan
dana, perlu diimbangi dengan yurisprudensi.
adanya ketentuan hukum yang jelas 2. Kaidah tidak tertulis. Kaidah Hukum
dan lengkap yang mengatur Perdata tidak tertulis adalah
mengenai lembaga jaminan. b) kaidah-kaidah Hukum Perdata yang
jaminan fidusia sebagai salah satu timbul, tumbuh, dan berkembang
bentuk lembaga jaminan sampai dalam praktek kehidupan
saat ini masih didasarkan pada masyarakat (kebiasaan).
yurisprudensi dan belum diatur
dalam peraturan perundang- C. Objek dan Subjek Hukum
undangan secara lengkap dan Perdata
komprehensif. c) untuk memenuhi
kebutuhan hukum yang lebih dapat Obyek Hukum Perdata
memacu serta mampu memberikan
Objek hukum adalah segala
perlindungan hukum bagi pihak
sesuatu yang berada di dalam
yang berkepentingan, maka perlu
pengaturan hukum dan dapat
dibuat ketentuan yang lengkap
dimanfaatkan oleh subyek hukum
mengenai jaminan fidusia; dan
berdasarkan hak/kewajiban yang
jaminan tersebut perlu didaftarkan
dimilikinya atas obyek hukum yang
pada Kantor Pendaftaran Fiduasia.
bersangkutan. Jadi, obyek hukum itu
8. Undang-undang Nomor 24 Tahun haruslah sesuatu yang
2004 tentang Lembaga Jaminan pemanfaatannya diatur berdasarkan
Simpanan (LPS) untuk mengatur hukum. Benda dalam hukum perdata

5
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

diatur dalam Buku II KUH Perdata, alasan manusia sebagai subyek


tidak sama dengan bidang disiplin ilmu hukum, yaitu:
fisika, di mana dikatakan bahwa bulan a. manusia mempunyai hak-hak
itu adalah benda (angkasa), sedangkan subyektif.
dalam pengertian Hukum Perdata b. kewenangan hukum, dalam hal
bulan itu bukan (belum) dapat ini kewenangan hukum berarti,
dikatakan sebagai benda, karena kecakapan untuk menjadi
tidak/belum ada yang (dapat) subyek hukum, yaitu sebagai
memilikinya. Pengaturan tentang pendukung hak dan kewajiban.
hukum benda dalam Buku II KUH
Perdata mempergunakan sistem Pada dasarnya manusia
tertutup, artinya orang tidak mempunyai hak sejak dalam
diperbolehkan mengadakan hak-hak kandungan (Pasal 2 KUH Perdata),
kebendaan selain dari yang telah diatur namun tidak semua manusia
dalam undang-undang ini. Selain itu, mempunyai kewenangan dan
hukum benda bersifat memaksa kecakapan untuk melakukan perbuatan
(dwingend recht), artinya harus hukum, orang yang dapat melakukan
dipatuhi, tidak boleh disimpangi, perbuatan hukum adalah orang yang
termasuk membuat peraturan baru sudah dewasa (berumur 21 tahun atau
yang menyimpang dari yang telah sudah kawin), sedangkan orang-orang
ditetapkan. yang tidak cakap melakukan perbuatan
hukum adalah orang yang belum
Subjek Hukum Perdata dewasa, orang yang ditaruh di bawah
pengampuan, seorang wanita yang
Subyek hukum (rechts subject) bersuami (Pasal 1330 KUH Perdata).
menurut Algra adalah setiap orang
mempunyai hak dan kewajiban, yang Setiap manusia adalah sebagai
menimbulkan wewenang hukum subjek hukum dan pendukung hak
(rechtsbevoegheid), sedangkan serta kewajiban. Tidak setiap manusia
pengertian wewenang hukum itu (orang) wenang berbuat atau bertindak
sendiri adalah kewenangan untuk untuk melaksanakan hak dan
menjadi subyek dari hak-hak. Subyek kewajiban yang dimilikinya. Untuk
hukum adalah segala sesuatu yang wenang berbuat atau bertindak
pada dasarnya memiliki hak dan melaksanakan hak dan kewajiban yang
kewajiban dalam lalu lintas hukum. dimilikinya dibutuhkan adanya syarat
kecakapan. Syarat-syarat seseorang
Subjek hukum dibedakan yang cakap hukum, yaitu:
menjadi 2 macam, yaitu:
a. Seseorang yang sudah dewasa
1. Manusia (Naturlijke Person), yaitu (berumur 21 tahun).
manusia sama dengan orang karena b. Seseorang yang berusia dibawah
manusia mempunyai hak-hak 21 tahun tetapi pernah menikah.
subjektif dan kewenangan hukum. c. Seseorang yang sedang tidak
Pengertian secara yuridisnya, ada menjalani hukum.
dua alasan yang menyebutkan d. Berjiwa sehat dan berakal sehat.

6
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

2. Badan hukum (Vicht Person), yaitu 1. Badan hukum itu mempunyai


badan hukum adalah kumpulan kekayaan sendiri
orang-orang yang mempunyai 2. Sebagai pendukung hak dan
tujuan tertentu, harta kekayaan, kewajiban
serta hak dan kewajiban. Badan 3. Dapat menggugat dan digugat di
hukum merupakan badan-badan muka pengadilan
atau perkumpulan. Badan hukum 4. Ikut serta dalam lalu lintas
yakni orang yang diciptakan oleh hukumà bias melakukan jual beli
hukum. Oleh karena itu, badan 5. Mempunyai tujuan dan
hukum sebagai subjek hukum dapat kepentingan.
bertindak hukum (melakukan
perbuatan hukum) seperti manusia. Badan hukum dibedakan dalam
Dengan demikian, badan hukum dua bentuk, yaitu:
dapat melakukan persetujuan- 1. Badan hukum publik, adalah badan
persetujuan, memiliki kekayaan hukum yang didirikan berdasarkan
yang sama sekali terlepas dari hukum publik atau yang
kekayaan anggota-anggotanya. menyangkut kepentingan publik
Oleh karena itu, badan hukum dapat atau orang banyak atau negara
bertindak dengan perantaraan umumnya.
pengurus-pengurusnya. 2. Badan hukum privat, adalah badan
hukum yang didirkan berdasarkan
Badan hukum menurut hukum sipil atau perdata yang
pendapat Wirjono Prodjodikoro adalah menyangkut kepentingan pribadi
suatu badan yang di samping menusia orang di dalam badan hukum itu.
perorangan juga dapat bertindak dalam
hukum dan yang mempunyai hak-hak, Teori-Teori yang berkenaan
kewajiban-kewajiban dan kepentingan- dengan badan hukum itu antara lain,
kepentingan hukum terhadap orang yaitu:
lain atau badan lain. Sarjana lain
mengatakan bahwa badan hukum 1. Teori Fiksi
adalah kumpulan dari orang-orang
yang bersama-sama mendirikan suatu Teori ini dipelopori oleh Von Savigny
badan (perhimpunan) dan kumpulan yang mengatakan bahwa manusia
harta kekayaan, yang dipisahkan untuk saja yang dapat bertindak hukum,
tujuan tertentu (yayasan). Sri Soedewi badan hukum itu terjadinya karena
Masjchoen Sofwan mengatakan bahwa angan-angan saja, segala gerak-
baik perhimpunan maupun yayasan gerik dari badan hukum itu adalah
kedua-duanya berstatus sebagai badan kehendak dari orang-orang yang
hukum, jadi merupakan orang sebagai mengurusi, bukan dari badan hukum
pendukung hak dan kewajiban. itu sendiri, karena itu suatu badan
hukum tidak dapat melakukan
Kalau dilihat dari berbagai perbuatan melanggar hukum
pendapat di atas, badan hukum dapat dengan demikian badan hukum
dikategorikan sebagai subjek hukum tidak dapat dituntut, yang dapat
sama dengan manusia disebabkan dituntut adalah orang-orang yang
karena: mengelolanya (pengurus).

7
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

2. Teori Organ yang ada dan berlaku di negara lain,


tidaklah terlalu jauh berbeda. Hal ini
Teori ini dikemukakan oleh Von dimungkinkan karena mengacu atau
Gierke, yang menyatakan bahwa dipengaruhi dari Hukum Romawi (Code
badan hukum bukanlah suatu fiksi Civil). Adapun hal-hal yang diatur
tetapi kenyataan, bukan kenyataan dalam KUH Perdata sebagaimana
seperti manusia tapi kenyataan pada berlaku di Indonesia saat ini ada 4
jiwanya. Badan hukum melakukan (empat) buku, (kecuali beberapa
hubungan hukum adalah melalui bagian yang sudah dinyatakan tidak
alat (organ) yang ada padanya, berlaku), yaitu:
inilah yang melaksanakan
keamanan dari badan hukum itu. 1. Buku Kesatu tentang Orang ( van
Jadi yang bisa dituntut adalah badan persoon), yang memuat hukum
hukumnya bukan orangnya. mengenai Diri Seseorang dan
Hukum Keluarga, terdiri dari 18 bab,
3. Teori Milik Bersama (Kolektif) yaitu:

Teori ini dipelopori oleh Moleengraf, Bab I tentang menikmati dan


yang mengatakan bahwa para kehilangan hak-hak
anggota dari organisasi itulah yang kewenangan
dapat dipandang sebagai yang Bab II tentang akta-akta catatan
mempunyai hak, itu terjadi apabila sipil
orang-orang yang telah bersatu itu Bab III tentang tempat tinggal atau
bersama-sama bertindak dalam satu domisili
ikatan atas nama badan hukum itu Bab IV tentang perkawinan
sehingga mereka mempunyai hak Bab V tentang hak-hak dan
dan kewajiban bersama yang bukan kewajiban-kewajiban suami
hak dan kewajiban dari tiap-tiap dan isteri
anggota itu sebagai perseorangan. Bab VI tentang persatuan harta
kekayaan menurut undang-
4. Teori Kenyataan Yuridis undang dan pengurusannya
Bab VII tentang perjanjian kawin
Lembaga yang berwenang membuat Bab VIII tentang persatuan atau
undang-undang mencantumkan perjanjian kawin dalam
dalam undang-undnag bahwa yang perkawinan untuk kedua kali
melaksanakan apa yang ditetapkan atau selanjutnya
oleh undang-undang tentang Bab IX tentang perpisahan harta
perkumpulan orang-orang maka kekayaan
perkumpulan itu disebut badan Bab X tentang pembubaran
hukum. perkawinan
Bab XI tentang perpisahan meja dan
D. Sistematika Hukum Perdata ranjang
Bab XII tentang kebapaan dan
Sistematika KUH Perdata yang
keturunan anak-anak
ada dan berlaku di Indonesia, ternyata
Bab XIII tentang kekeluargaan
bila dibandingkan dengan KUH Perdata
sedarah dan semenda

8
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Bab XIV tentang kekuasaan orang tua pendaftaran harta


Bab XVa tentang menentukan, peninggalan
mengubah dan mencabut Bab XVI tentang menerima dan
tunjangan-tunjangan nafkah menolak suatu warisan
Bab XV tentang kebelum-dewasaan Bab XVII tentang pemisahan harta
dan perwalian peninggalan
Bab XVI tentang beberapa perlunakan Bab XVIII tentang harta peninggalan
Bab XVII tentang pengampuan yang tak terurus
Bab XVIII tentang keadaan tak hadir Bab XIX tentang piutang-piutang yang
diistimewakan
Bab XX tentang gadai
2. Buku Kedua tentang Kebendaan Bab XXI tentang hipotik
(van zaken), yang memuat Hukum
Benda dan Hukum Waris, terdiri 3. Buku Ketiga tentang perihal
dari 21 bab, yaitu: Perikatan (van verbentennissen),
yang teridiri dari 18 Bab, memuat
Bab I tentang kebendaan dan cara tentang:
membeda-bedakannya
Bab II tentang kedudukan berkuasa Bab I tentang perikatan pada
(bezit) dan hak-hak yang umumnya
timbul karenanya Bab II tentang perikatan yang lahir
Bab III tentang hak milik ( dari kontrak atau persetujuan
eigendoom ) Bab III tentang perikatan yang lahir
Bab IV tentang hak dan kewajiban karena undang-undang
antara pemilik-pemilik Bab IV tentang hapusnya perikatan
pekarangan yang satu sama Bab V tentang jual-beli
lain bertetanggaan Bab VI tentang tukar-menukar
Bab V tentang kerja rodi Bab VII tentang sewa-menyewa
Bab VI tentang pengabdian Bab VIIA tentang perjanjian kerja
pekarangan Bab VIII tentang perseroan perdata
Bab VII tentang hak numpang karang (persekutuan perdata)
Bab VIII tentang hak usaha ( erfpacht) Bab IX tentang badan hukum
Bab IX tentang bunga tanah dan Bab X tentang penghibahan
hasil se persepuluh Bab XI tentang penitipan barang
Bab X tentang hak pakai hasil Bab XII tentang pinjam-pakai
Bab XI tentang hak pakai dan hak Bab XIII tentang pinjam pakai habis
mendiami (verbruiklening)
Bab XII tentang perwarisan karena Bab XIV tentang bunga tetap atau
kematian bunga abadi
Bab XIII tentang surat wasiat Bab XV tentang persetujuan untung-
Bab XIV tentang pelaksanaan wasiat untungan
dan pengurus harta Bab XVI tentang pemberian kuasa
peninggalan Bab XVII tentang penanggung
Bab XV tentang hak memikir dan hak Bab XVIII tentang perdamaian
istimewa untuk mengadakan

9
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

4. Buku Keempat tentang perihal 1. Hukum Perorangan atau Badan


Pembuktian dan Kadaluarsa (van Pribadi (personenrecht), memuat
bewijs en varjaring), yang terdiri peraturan-peraturan hukum yang
dari 7 Bab, memuat tentang: mengatur tentang seseorang
manusia sebagai pendukung hak
Bab I tentang pembuktian pada dan kewajiban (subyek hukum),
umumnya tentang umur, kecakapan untuk
Bab II tentang pembuktian dengan melakukan perbuatan hukum dan
tulisan hal-hal yang mempengaruhi
Bab III tentang pembuktian dengan kecakapan-kecakapan itu, tempat
saksi-saksi tinggal (domisili) dan sebagainya.
Bab IV tentang persangkaan
2. Hukum Keluarga (familierecht),
Bab V tentang pengakuan
memuat peraturan-peraturan
Bab VI tentang sumpah di hadapan
hukum yang mengatur hubungan
hakim
hukum yang timbul karena
Bab VII tentang kedaluwarsa pada
hubungan keluarga/kekeluargaan
umumnya
seperti perkawinan, perceraian,
Hukum Keluarga di dalam KUH hubungan orang tua dan anak,
Perdata dimasukkan dalam bagian perwalian, pengampuan dan
hukum tentang Diri Seseorang, karena hubungan dalam lapangan hukum
hubungan-hubungan keluarga kekayaan antara suami dan isteri.
memang berpengaruh besar terhadap 3. Hukum Harta Kekayaan
kecakapan seseorang untuk memiliki (vermogenrecht), memuat
hak-hak serta kecakapannya untuk peraturan-peraturan hukum yang
mempergunakan hak-haknya itu. mengatur hubungan hukum
Hukum Waris dimasukkan dalam seseorang dalam lapangan harta
bagian tentang Hukum Benda, karena kekayaan seperti perjanjian, milik,
dianggap Hukum Waris itu mengatur gadai dan sebagainya. Jika kita
cara-cara untuk memperoleh hak atas mengatakan tentang kekayaan
benda-benda, yaitu benda-benda yang seorang, yang dimaksudkan, ialah
ditinggalkan seseorang. Perihal jumlah segala hak dan kewajiban
Pembuktian dan Lewat Waktu orang itu, dinilai dengan uang. Hak-
sebenarnya adalah soal hukum acara, hak dan kewajiban-kewajiban yang
sehingga kurang tepat apabila demikian itu, biasanya dapat
dimasukkan dalam Hukum Perdata dipindahkan kepada orang lain.
Materil. Oleh karena itu, substansi KUH Hak-hak kekayaan, terbagi lagi atas
Perdata terdapat dalam 2 (dua) bagian, hak-hak yang berlaku terhadap tiap
yaitu: Buku I, II dan III berisi orang dan karenanya dinamakan
ketentuan Hukum Perdata Materiil, hak mullah dan hak-hak yang
sedangkan dalam Buku IV berisi hanya berlaku terhadap seorang
ketentuan Hukum Perdata Formil. atau suatu pihak yang tertentu dan
karenanya dinamakan hak
Sistematika Hukum Perdata perseorangan. Hak mutlak yang
menurut ilmu pengetahuan, ada 4 memberikan kekuasaan atas suatu
(empat) bagian, yaitu:

10
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

benda yang dapat terlihat Hukum Benda, Bidang Hukum Jaminan,


dinamakan hak kebendaan. Bidang Hukum Badan Hukum, Bidang
Hukum Perikatan Umum, bidang
4. Hukum Waris (erfrecht), memuat
Hukum Perjanjian Khusus.
peraturan-peraturan hukum yang
mengatur tentang benda atau harta
Literatur:
kekayaan seseorang yang telah
meninggal dunia, dengan
Abdulkadir Muhammad, 2010, Hukum
perkataan lain hukum yang Perdata Indonsesia, Citra
mengatur peralihan benda dari Aditya, Bandung.
orang yang meninggal dunia
kepada orang yang masih hidup. Ahmad Supriyadi, 2010, Hukum
Jadi, Hukum Waris mengatur Perdata, Nora Media
akibat-akibat hubungan keluarga Enterprise, Kudus.
terhadap harta peninggalan
C.S.T. Kansil, SH., 1989, Pengantar
seseorang. Ilmu Hukum dan Tata Hukum
Indonesia, Balai Pustaka,
Ditinjau dari segi Jakarta.
perkembangannya, Hukum Perdata
Indonesia sekarang menunjukkan Riduan Syahrani, 2004, Seluk Beluk dan
tendensi perubahan. Sebagaimana Azas-azas Hukum Perdata,
sistematika Hukum Perdata Belanda Alumni, Bandung.
yang diundangkan pada tanggal 3
Salim H.S, 2006, Pengantar Hukum
Desember 1987, Stbl. 590 dan mulai
Perdata Tertulis (BW),
berlaku 1 April 1988 terdiri dari 5 (lima) Cetakan Ke-4, Penerbit Sinar
buku, yaitu : Grafika, Jakarta.

1. Buku I tentang hukum orang dan Subekti, 2003, Pokok-pokok Hukum


keluarga (personen-familie-recht) Perdata, Intermasa, Jakarta.
3. Buku II tentang hukum badan
Subekti dan R. Tjitrosudibio, 2001,
hukum (rechtspersoon)
Kitab Undang-undang Hukum
4. Buku III tentang hukum hak
Perdata, Pradnya Paramita,
kebendaan (van zaken) Jakarta.
5. Buku IV tentang hukum perikatan
(van verbentennissen) Titik Triwulan Tutik, 2006, Pengantar
6. Buku V tentang daluarsa (van Hukum Perdata di Indonesia,
verjaring) Prestasi Pustaka Publisher,
Jakarta.
Ditinjau dari segi pembidangan
Vollmar, 1996, Pengantar Hukum
isinya, Hukum Perdata Indonesia dalam
Perdata I, Rajawali Press,
perkembangannya terbagi menjadi Jakarta.
bagian-bagian antara lain: Bidang
Hukum Keluarga (perkawinan, Soal Latihan:
perceraian, harta bersama, kekuasaan
orang tua, kedudukan, pengampuan 1. Jelaskan istilah dan pengertian
dan perwalian), Bidang Hukum Waris, hukum perdata?

11
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

2. Jelaskan subjek dan objek hukum


perdata?
3. Jelaskan sumber-sumber hukum
perdata?
4. Jelaskan sistimatika hukum perdata?
5. Jelaskan hukum perdata menurut
ilmu pengetahuan?
6. Jelaskan sistematika menurut
KUHPerdata?

12
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

BAB II
SEJARAH HUKUM PERDATA

Tujuan Instruksional Khusus (pays de droit ecrit). Di Bagian Utara


berlaku hukum kebiasaan Perancis
Mahasiswa akan dapat menjelaskan Kuno yang berasal dari Hukum
tentang Sejarah Hukum Perdata di Germania sebelum resepsi Hukum
Belanda dan di Indonesia Romawi, sedangkan di Bagian Selatan
berlaku Hukum Romawi yang tertuang
Sub Pokok Bahasan dalam Corpus Iuris Civilis pada
pertengahan abad ke VI Masehi dari
1. Sejarah Hukum Perdata di Belanda Justianus. Corpus Iuris Civilis pada
2. Sejarah Hukum Perdata di zaman itu dianggap sebagai hukum
Indonesia yang paling sempurna, terdiri dari 4
(empat) bagian, yaitu: (1) Codex
Uraian: Justiniani, (2) Pandecta, (3)
Institutiones dan (4) Novelles Codex.
A. Sejarah Hukum Perdata di
Belanda Justianni adalah kumpulan
undang-undang (leges lex) yang telah
Sejarah Hukum Perdata di
dibukukan oleh para ahli hukum atas
Belanda tidak bisa dipisahkan dari
perintah Kaisar Romawi yang dianggap
Hukum Perdata Prancis, yaitu Code
sebagai himpunan segala macam
Civil Prancis. Perjalanan sejarah dari
undang-undang. Pandecta adalah
terbentuknya Code Civil Prancis,
memuat kumpulan pendapat para ahli
berawal dari 50 tahun sebelum Masehi,
Hukum Romawi yang termashur
yakni saat Julius Caesar berkuasa di
misalnya Gaius, Papinianus, Palus,
Eropa Barat, Hukum Romawi telah
Ulpianus, Modestinus dan
berlaku di Perancis yang berdampingan
sebagainya. Institutiones adalah
dengan Hukum Perancis Kuno yang
memuat tentang pengertian lembaga-
berasal dari Hukum Germania yang
lembaga hukum Romawi dan Novelles
saling mempengaruhi. Kemudian
adalah kumpulan undang-undang yang
wilayah negeri Perancis terbelah
dikeluarkan sesudah Codex selesai.
menjadi 2 (dua) daerah hukum yang
Hanya mengenai perkawinan di seluruh
berbeda. Bagian Utara adalah daerah
Negeri Perancis berlaku Codex Iuris
hukum yang tidak tertulis (pays de droit
Canonici (hukum yang ditetapkan oleh
coutumier), sedangkan Bagian Selatan
Gereja Katolik Roma). Berabad-abad
merupakan daerah hukum yang tertulis

13
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

lamanya keadaan ini berlangsung terus perubahan sedikit, pada tahun 1807
dengan tidak ada kesatuan hukum. diundangkan dengan nama Code
Napoleon, tapi kemudian disebut
Pada bagian kedua abad XVII dengan Code Civil Perancis. Sejak
di Negeri Perancis telah timbul aliran- tahun 1811 sampai tahun 1838 Code
aliran yang ingin menciptakan Civil Perancis ini setelah disesuaikan
kodifikasi hukum yang akan berlaku di dengan keadaan di negeri Belanda
negeri itu agar diperoleh kesatuan berlaku sebagai kitab undang-undang
Hukum Perancis. Pada akhir abad yang resmi di Negeri Belanda, karena
XVII, oleh Raja Perancis dibuat Negeri Belanda berada di bawah
beberapa peraturan perundang- jajahan Perancis. Di negeri Belanda
undangan (seperti, ordonnance Sur les setelah berakhir pendudukan Perancis
Donations yang mengatur mengenai tahun 1813, maka berdasarkan
soal-soal pemberian, ordonnance Sur Undang-Undang Dasar (Grond Wet)
les Tertament yang mengatur Negeri Belanda tahun 1814 (Pasal 100)
mengenai soal-soal testamen, dibentuk suatu panitia yang bertugas
ordonannce Sur les Substitutions membuat rencana kodifikasi Hukum
fideicommissaires yang mengatur Perdata, diketuai Mr. J.M. Kemper.
mengenai soal-soal substitusi.
Kodifikasi Hukum Perdata di Perancis Pada tahun 1816 oleh Kemper
baru berhasil diciptakan sesudah menyampaikan kepada Raja suatu
Revolusi Perancis (1789-1795), di rancangan kodifikasi Hukum Perdata,
mana pada tanggal 12 Agustus 1800 tapi rancangan ini tidak diterima oleh
oleh Napoleon dibentuk suatu panitia para ahli hukum bangsa Belgia (pada
yang diserahi tugas membuat waktu itu negeri Belanda dan negeri
kodifikasi, yang menjadi sumbernya Belgia merupakan suatu negera)
adalah: karena rencana tersebut disusun
Kemper berdasarkan Hukum Belanda
1. Hukum Romawi yang digali dari Kuno. Para ahli Hukum Bangsa Belgia
hasil karya-karya para sarjana menghendaki agar rancangan itu
bangsa Perancis yang kenamaan disusun menurut Code Civil
(Dumolin, Domat dan Pothier); Perancis. Setelah mendapat sedikit
3. Hukum Kebiasaan Perancis, lebih- perubahan, maka rancangan itu
lebih hukum kebiasaan dari Paris; disampaikan kepada Perwakilan Rakyat
4. Ordonansi-Ordonansi; Belanda (Tweede Kamer)
5. Hukum Intermediare, yakni hukum pada tanggal 22 November
yang ditetapkan di Perancis sejak 1820. Rencana ini terkenal dengan
permulaan Revolusi Perancis nama Ontwerp Kemper (Rencana
hingga Code Civil terbentuk. Kemper). Dalam perdebatan di
Perwakilan Rakyat Belanda, rencana
Kodifikasi Hukum Perdata Kemper ini mendapat tantangan yang
Perancis, sebagaimana dimaksudkan hebat dari anggota-anggota bangsa
selesai dibentuk tahun 1804 dengan Belgia (wakil-wakil Nederland Selatan)
nama Code Civil des Francais. Code yang dipimpin oleh Ketua Pengadilan
Civil ini mulai berlaku sejak tanggal 21
Maret 1804. Setelah diadakan

14
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Tinggi di Kota Luik (Belgia) yang memberlakukan peraturan itu


bernama Nicolai. sekiranya dipandang perlu. Komisi itu
terdiri dari Mr.C.J Scholten, Mr. I
Dalam tahun 1822 rencana Scheiner dan Mr. I.F.H van Nos. Setelah
Kemper itu ditolak oleh Perwakilan 6 (enam) tahun bekerja komisi tersebut
Rakyat Belanda. Setelah Kemper dibubarkan (dengan titah Raja tanggal
meninggal dunia tahun 1824, 15 Desember 1845 No. 68) berhubung
pembuatan kodifikasi dipimpin oleh dengan permintaan berhentinya Mr.
Nicolai dengan suatu metode kerja Scholten van Out Haaslem oleh karena
yang baru, yaitu dengan menyusun selalu terganggu kesehatannya.
daftar pertanyaan tentang hukum yang Kemudian dengan titah Raja tanggal 15
berlaku yang akan dinilai Desember 1845, Jhr. Mr. H.I Wichers
parlemen. Setelah diketahui kehendak diutus ke Hindia Belanda untuk
mayoritas, panitia lalu menyusun memangku jabatan Ketua Mahkamah
rencana-rencana dan mengajukannya Agung dan Mahkamah Agung Tentara,
ke parlemen (Perwakilan Rakyat) untuk sebelum berangkat dia diwajibkan
diputuskan. Demikianlah cara kerja bersama-sama Mr. Scholten van Out
yang dilakukaan semenjak tahun 1822 Haarlem untuk menyiapkan rencana
sampai 1826 bagian demi bagian KUH peralatan hukum buat Hindia Belanda
Perdata Belanda diselesaikan dan yang masih belum selesai dikerjakan.
setiap bagian dimuat tersendiri dalam Rencana peraturan yang telah
Staatsblad, tetapi tanggal mulai dihasilkan adalah:
berlakunya tentu saja ditangguhkan
sampai seluruhnya selesai. Pada tahun 1. Algemene Bepalingen van
1829 pekerjaan itu selesai dan diakhiri Wetgeving voor Nederlandsch Indie
dengan baik. Undang-undang yang (Ketentuan umum perundang-
tadinya terpisah dihimpun dalam satu undangan di Indonesia);
kitab undang-undang yang diberi 2. Burgelijk Wetboek (KUH Perdata);
nomor urut dan diterbitkan serta 3. Wetboek van Koophandel ( KUH
ditetapkan berlakunya tanggal 1 Dagang);
Februari 1931. Pada waktu yang sama 4. Reglement op de Rechterlijke
dinyatakan pula berlaku Wetboek van Organisatie en het Beleid der
Koophandel (WvK) dan Burgelijke Justitie (Peraturan susunan
Rechtsvordering (BRv), sedangkan pengadilan dan pengurusan justisi);
Wetboek van Strafrecht (WvS) 5. Enige Bepalingen betreffende
menyusul kemudian. Misdrijven begaan tergelegenheid
van Faillissement en bij Kennelijk
Berdasarkan azas konkordansi Overmogen, mitsgader bij
maka peraturan perundang-undangan Surseance van Betaling (Beberapa
yang berlaku di Negeri Belanda ketentuan mengenai kejahatan
diberlakukan juga buat orang-orang yang dilakukan dalam keadaan
golongan Eropah di Hindia Belanda. pailit dan dalam keadaan nyata
Dalam hal ini titah Raja Belanda tanggal tidak mampu membayar).
15 Agustus 1839 No. 102 dibentuk
suatu komisi dengan tugas membuat Sebagai hasil kerja Mr. Wicher
rencana peraturan-peraturan untuk dan Mr. Scholten van Out Haarlem

15
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

maka dikeluarkan titah Raja tanggal 16 1847 Nomor 60 diberikan kuasa kepada
Mei 1846 No. 1 dan beberapa hari Gubernur Hindia Belanda untuk
kemudian berangkat Mr. Wicher ke mengundurkan penetapan saat
Hindia Belanda membawa kitab-kitab berlakunya peraturan-peraturan
hukum yang telah selesai hukum tersebut. Persiapan
dikerjakannya serta telah ditandat memberlakukan peraturan-peraturan
angani oleh Raja untuk diberlakukan di hukum tersebut dikerjakan oleh Mr.
Hindia Belanda. Titah Raja Belanda Wichers yang di Hindia Belanda
tanggal 16 Mei 1846 No. 1 itu menjabat sebagai anggota Raad van
semuanya terdiri dari 9 pasal dan isinya State Belanda yang diperbantukan
diumumkan seluruhnya di Hindia pada Gubernur Jenderal. Tugas
Belanda dengan Stbl. 1847 No. 23. Gubernur Jenderal adalah
Dalam Pasal 1 antara lain dinyatakan memberlakukan peraturan-peraturan
bahwa peraturan-peraturan hukum hukum tersebut (Pasal 2 Titah Raja
yang dibuat untuk Hindia Belanda, tanggal 16 Mei 1846 No. 1). Dalam
adalah: (1) Ketentuan umum hubungan ini Mr. Wichers telah
perundang-undangan di Indonesia, (2) membuat beberapa rancangan
Kitab undang-undang hukum perdata, peraturan antara lain “Reglement op de
(3) Kitab undang-undang hukum Uitoefening van de Politie, de
dagang. (4) Peraturan susunan Burgerlijke Rechtspleging en de
pengadilan dan pengurusan justisi, dan Strafvordering onder de Indonesiers
(5) Beberapa ketentuan mengenai (golongan hukum Indonesia asli) en de
kejahatan yang dilakukan dalam Vreemde Oosterlingen (golongan
keadaan pailit dan dalam keadaan hukum Timur Asing) op Java en
nyata tidak mampu Madoera” (Stbl. 1848 No. 16 jo 57)
membayar. Kemudian dalam Pasal 2 yang sekarang sebagai Reglemen
titah Raja ditentukan, bahwa Gubernur Indonesia Baru (RIB). Akhirnya dengan
Jenderal Hindia Belanda akan suatu peraturan penjalan
mengatur tindakan-tindakan yang (invoeringsverordening) yang bernama
diperlukan untuk mengumumkan “Bepalingen omtrent de Invoering van
peraturan-peraturan tersebut dalam en de Overgang tot de Niewe
bentuk yang lazim digunakan di Hindia Wetgeving (Stbl. 1848 No. 10) yang
Belanda, sebelum atau pada tanggal 18 disingkat dengan “Overgangs-
Mei 1847 serta untuk bepalingen” (peraturan peralihan) yang
memberlakukannya sebelum atau pada juga disusun oleh Mr. Wichers, maka
tanggal 1 Januari 1848. kodifikasi Hukum Perdata ( Burgerlijk
Wetboek) menjadi berlaku di Hindia
Dalam sejarah tercatat, Belanda tanggal 1 Mei Tahun 1848.
perjalanan kapal yang membawa kitab- Pasal 1 Peraturan Peralihan
kitab hukum itu ternyata terlambat tiba menyatakan bahwa, “pada waktu
di Indonesia, sehingga menimbulkan kodifikasi hukum tersebut mulai
terhambatnya segala persiapan untuk berlaku, maka hukum Belanda Kuno,
memberlakukan perundang-undangan Hukum Romawi dan semua statuta
yang baru itu. Maka oleh karena itu aturan yang baru itu” dan dalam Pasal
dengan Titah Raja tanggal 10 Pebruari

16
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

2 nya, hal tersebut tidak mengenai Perdata Indonesia ini, Scholten dan
Hukum Pidana. kawan-kawannya berkonsultasi dengan
J. Van de Vinne, Directueur Lands
Berdasarkan fakta-fakta sejarah Middelen en Nomein. Oleh karenanya,
tentang terbentuknya Code Civil ia juga turut berjasa dalam kodifikasi
Perancis, KUH Perdata Belanda dan tersebut.
yang sekarang masih berlaku di
Indonesia adalah KUH Perdata yang Di samping itu, sejarah
telah menyerap atau mengambil alih mengenai perkembangan Hukum
secara tidak langsung asas-asas dan Perdata yang berkembang di Indonesia
kaidah-kaidah hukum yang berasal dari bahwa Hukum Perdata tertulis yang
Hukum Romawi, Hukum Perancis Kuno, berlaku di Indonesia merupakan
Hukum Belanda Kuno dan sudah tentu produk Hukum Perdata Belanda yang
pula hukum yang tumbuh dan diberlakukan asas korkondansi, yaitu
berkembang dalam masyarakat di hukum yang berlaku di negeri jajahan
mana dan pada masa kodifikasi (Belanda) yang sama dengan
tersebut diciptakan pada waktu ratusan ketentuan yang berlaku di negeri
tahun yang silam. penjajah.

B. Sejarah Hukum Perdata di Secara makro subtansial,


Indonesia perubahan-perubahan yang terjadi
pada Hukum Perdata Indonesia, yaitu:
Pada tanggal 31 Oktober 1837,
Scholten van Oud Haarlem diangkat 1. Pada mulanya Hukum Perdata
menjadi ketua panitia kodifikasi dengan Indonesia merupakan ketentuan-
Mr. A.A. Van Vloten dan Mr. Meyer ketentuan pemerintahan Hindia
masing-masing sebagai anggota, tapi Belanda yang di berlakukan di
panitia ini belum berhasil membuat Indonesia (Algemene Bepalingen
kodifikasi. Akhirnya dibentuk panitia van Wetgeving/AB), sesuai dengan
baru yang diketuai Mr. C.J. Scholten Stbl. No.23 tanggal 30 April 1847
van Oud Haarlem lagi, tetapi yang terdiri dari 36 pasal.
anggotanya diganti, yaitu Mr. J. 2. Dengan konkordansi pada tahun
Schneither dan Mr. J. Van Nes.Ppanitia 1848 diundangkan KUH Perdata oleh
inilah yang berhasil mengkodifikasi pemerintah Belanda. Di samping
KUH Perdata Indonesia berdasarkan KUH Perdata berlaku juga KUH
asas konkordasi yang sempit. Artinya Dagang yang diatur dalam Stbl.1847
KUH Perdata Belanda banyak menjiwai No.23.
KUH Perdata Indonesia karena KUH
Perdata Belanda dicontoh dalam Dalam Perspektif sejarah,
kodifikasi KUH Perdata Indonesia. Hukum Perdata yang berlaku di
Indonesia terbagi dalam 2 (dua)
Kodifikasi KUH Perdata periode, yaitu periode sebelum
Indonesia diumumkan pada 30 April Indonesia merdeka dan periode setelah
1847 melalui Statsblad No. 23 dan Indonesia Merdeka.
mulai berlaku pada 1 Januari 1848.
Dalam menghasilkan kodifikasi KUH 1. Sebelum Indonesia merdeka

17
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Sebagaimana negara jajahan, mengenai B.W. tersebut ada sedikit


maka hukum yang berlaku di Indonesia penyimpangan, yaitu Bagian 2 dan
adalah hukum bangsa penjajah, 3 dari Titel IV Buku I (mengenai
termasuk Hukum Perdata Indonesia. upacara yang mendahului
Hukum Perdata yang diberlakukan pernikahan dan mengenai pena-
bangsa Belanda untuk Indonesia hanan pernikahan) tidak berlaku
mengalami adopsi dan penjalanan bagi mereka, sedangkan untuk
sejarah yang sangat panjang. Pada mereka ada pula Burgerlijke Stand
masyarakat Indonesia mengenal tersendiri. Selanjutnya ada pula
Hukum Adat atau Hukum Agama, suatu peraturan perihal
kemudian di Indonesia berdasarkan pengangkatan anak (adopsi),
azas korkondansi maka dikehendaki karena hal ini tidak terkenal di
perundang-undangan di Negara dalam B.W.
Belanda berlaku untuk orang-orang
Eropa di Hindia Belanda (Indonesia). Golongan warga negara bukan
asli berasal Tionghoa atau Eropah
Keanekaragaman hukum yang (yaitu Arab, India dan lain-lain)
berlaku di Indonesia bersumber pada berlaku sebagian dari KUH Perdata,
ketentuan dalam Pasal 165 Indeche yaitu pada pokoknya hanya bagian-
Staatregeling (IS), yang membagi bagian yang mengenai hukum
penduduk Hindia Belanda atas 3 (tiga) kekayaan/harta benda
golongan, yaitu: (vermogensrecht), jadi tidak yang
mengenai hukum kepribadian dan
1. Golongan Eropa, semua orang kekeluargaan (personen en
Belanda, semua orang Jepang, familierecht) maupun mengenai
semua orang lain yang di Hukum Warisan. Mengenai bagian-
negaranya tunduk pada hukum bagian hukum tersebut, berlaku
yang sama dengan hukum Belanda, hukum mereka sendiri dari negeri asal.
anak sah dan diakui menurut
undang-undang yang lahir dari Berdasarkan pedoman-
Hindia Belanda, yaitu berlaku KUH pedoman yang disebutkan di atas, di
Perdata. zaman Hindia Belanda telah ada
2. Golongan Bumiputra berlaku beberapa Peraturan Eropah yang telah
Hukum Adat, yaitu hukum yang dinyatakan berlaku untuk Bangsa
sejak dahulu sudah berlaku di Indonesia asli, seperti Pasal 1601-
kalangan rakyat yang sebagian 1603 lama dari KUH Perdata, yaitu
besar belum tertulis. perihal perjanjian (Stbl. 1879 No.
3. Golongan Timur Asing yang berasal 256), Pasal 1788-1791 KUH Perdata
Tionghoa, Arab, India dan lainnya perihal hutang-hutang dari perjudian
yang tidak termasuk golongan (Stbl. 1907 No. 306) dan beberapa
Eropa dan Bumiputra berlaku KUH pasal dari KUH Dagang, yaitu sebagian
Perdata dan Kitab Undang-Undang besar dari Hukum Laut (Stbl. 1933 No.
Hukum Dagang (KUH 49).
Dagang)/Wetboek van
Koophandel), dengan pengertian, Selanjutnya, ada beberapa
bahwa bagi Golongan Tionghoa peraturan yang secara khusus dibuat

18
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

untuk Bangsa Indonesia, seperti baru berdasarkan UUD 1945. KUH


Ordonansi Perkawinan Bangsa Perdata Indonesia sebagai induk
Indonesia Kristen (Stbl. 1933 No. 74), Hukum Perdata Indonesia. Belum
Ordonansi tentang Maskapai Andil adanya aturan hukum yang baru maka
Indonesia atau I.M.A. (Stbl. 1939 No. untuk menghindari kekosongan hukum
569 berhubung dengan No. 717) dan berdasarkan Aturan Peralihan maka
Ordonansi tentang Perkumpulan masih diberlakukan Hukum Perdata
Bangsa Indonesia (Staatsblad 1939 tersebut di Indonesia. Secara yuridis
No. 570 berhubung dengan No. 717). formil, kedudukan KUH Perdata masih
tetap sebagai undang-undang sebab
Ada pula peraturan-peraturan tidak pernah dicabut dari
yang berlaku bagi semua golongan kedudukannya sebagai undang-
warga negara, misalnya, Undang- undang. Namun sekarang KUH Perdata
Undang Hak Pengarang (Autheurswet bukan lagi sebagai KUH Perdata yang
tahun 1912), Peraturan Umum tentang bulat dan utuh, karena beberapa
Koperasi (Stbl. 1933 No. 108), bagian dari KUH Perdata sudah tidak
Ordonansi Woeker (Stbl. 1938 No. 523) berlaku lagi karena sudah ada unifikasi
dan Ordonansi tentang Pengangkutan hukum, seperti berkaitan dengan
di Udara (Stbl. 1938 No. 98). Hukum Agraria yang sudah mempunyai
Undang-undang Pokok Agraria.
Pembedaan sebagaimana
dimaksudkan, dapat diartikan erat Soepomo pernah mengemuka-
hubungannya dengan sejarah dan sisa- kan dan mengingatkan dalam pidato
sisa politik masa lampau dari Dies Natalis Universitas Gajah Mada
Penjajahan Kolonial Belanda, yang Yogyakarta pada tanggal 17 Agustus
sampai saat ini masih tetap berlaku 1947, “bahwa hukum dalam
sebagai hukum positif berdasarkan masyarakat itu dipengaruhi oleh
Pasal II Aturan Peralihan UUD 1945. perkembangan masyarakat itu sendiri,
Sementara itu dalam penamaan maka Hukum Perdata Nasional
istilahnya, konsorsium ilmu hukum, nantinya harus pula dapat
mempergunakan istilah Hukum Perdata menyesuaikan dirinya dengan cita-cita
ditujukan untuk KUH Perdata dan nasional menurut aspirasi Bangsa
Hukum Adat untuk Hukum Perdata Indonesia”. Dalam menanggapi
Adat. Kenyataan ini dapat diartikan, perkembangan Hukum Perdata dewasa
bahwa dibidang Hukum Perdata terjadi ini perlu diarahkan kepada arus
dualisme, di mana untuk golongan pembawaan jiwa dan kebudayaan
Erofah diberlakukan KUH Perdata, nasional menuju kepada penemuan
sebaliknya untuk golongan Bumi Putera Hukum Perdata Nasional yang dapat
diberlakukan Hukum Adat mereka. memenuhi kebutuhan-kebutuhan
tindak-tindak perdata, baik yang
2. Setelah Indonesia merdeka, bersifat dan beraliran barat maupun
yang bersendi kepada norma-norma
Berdasarkan Pasal 2 Aturan Peralihan kebudayaan timur”
UUD 1945, KUH Perdata Hindia Belanda
tetap dinyatakan berlaku sebelum Beranjak dari pendapat ahli
digantikan dengan undang-undang hukum tersebut, hal ini dapat diartikan

19
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

bahwa “adanya harapan agar para undang, melainkan sebagai dokumen


penerus bangsa ini untuk lebih saja yang hanya menggambarkan
memperhatikan kehidupan bangsanya suatu kelompok hukum yang tidak
disamping tetap memperhatikan tertulis”. Selanjutnya gagasan
pergaulan dengan bangsa lainnya. Sahardjo, dikemukakan lagi dalam
Dikatakan demikian, karena berbagai Kongres Majelis Ilmu Pengetahuan
produk peraturan-peraturan Indonesia (MIPI) di Yogyakarta Tahun
peninggalan penjajahan Belanda, 1962 melalui prasaran Mr. Wirjono
seperti KUH Perdata, KUH Prodjodikoro dengan judul “Keadaan
Dagang, dapat dikatakan Transisi dari Hukum Perdata Barat”, di
telah tidak sesuai lagi dengan mana isi prasaran tersebut
perkembangan keadaan, walaupun mengemukakan hal-hal sebagai
sebenarnya telah ada berbagai produk berikut:
peraturan perundang-undangan yang
dikeluarkan oleh negara, seperti 1. Peraturan dari zaman Belanda yang
Undang-undang Pokok Agraria No. 5 sekarang masih berlaku dan belum
Tahun 1960, Undang-undang Pokok dicabut, sudah tidak sesuai lagi
Perkawinan No. 1 Tahun 1974, dengan kepentingan masyarakat
Undang-undang Perseroan Terbatas Indonesia saat ini;
No. 1 Tahun 1995, Undang-udang Hak 2. Mempertanyakan; “apakah KUH
Tanggungan Atas Tanah dan benda- Perdata harus menunggu dicabut
benda yang ada di atas Tanah No. 4 dulu, untuk memberhentikan
Tahun 1996, Undang-undang Jaminan berlakunya sebagai Undang-
Fiducia No. 42 Tahun 1999, Undang- undang di Indonesia”;
undang Yayasan No. 16 Tahun 2001, 3. Gagasan Sahardjo, untuk
Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) menganggap KUH Perdata tidak
No. 3 Tahun 1963 dan lain-lain. lagi sebagai undang-undang tetapi
hanya sebagai dokumen yang berisi
Adanya ketentuan-ketentuan di hukum tidak tertulis saja, adalah
atas dan peraturan lainnya sangat sangat menarik. Artinya dengan
berpengaruh terhadap keutuhan menganggapnya sebagai dokumen,
ketentuan peninggalan penjajahan dan para hakim akan lebih leluasa untuk
oleh karenanya keadaan itu janganlah mengenyampingkan pasal-pasal
membuat bangsa ini terbuai dengan KUH Perdata yang tidak sesuai lagi
adanya Aturan Peralihan Pasal II UUD dengan kepentingan nasional;
1945 yang dibuat tanpa batas yang 4. Karena KUH Perdata hanya tinggal
jelas dan tegas tentang saat kapan sebagai pedoman saja, maka demi
berakhirnya. Mencermati keadaan kepentingan hukum dia perlu
tersebut, Sahardjo sewaktu menjadi secara tegas dicabut.
Menteri Kehakiman RI pada Tahun Pencabutannya tidak perlu dengan
1962 memunculkan suatu gagasan suatu undang-undang, tetapi cukup
yang diajukan dalam rapat Badan dengan suatu pernyataan saja dari
Perancang Hukum Nasional pemerintah atau Mahkamah Agung.
(BPHN) menyarankan bahwa “khusus
KUH Perdata tidak lagi sebagai undang- Kelanjutan gagasan Sahardjo,
dibawa pada Kongres MIPI mendapat

20
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

tanggapan positif dari Mr. Wirjono tertulis. Tegasnya, tidak setuju,


Prodjodikoro yang waktu itu sebagai untuk menjadikan aturan-aturan
Ketua Mahkamah Agung RI yang KUH Perdata yang masih bisa
mengeluarkan Surat Edaran No. 3 berlaku menjadi hukum kebiasaan
Tahun 1963 yang berisi gagasan; (Hukum Adat), sebab:
“untuk menganggap KUH Perdata tidak a. Kelompok-kelompok hukum,
lagi sebagai undang-undang, yang sekarang di atur dalam
konsekuensi gagasan ini adalah KUH Perdata, akan menjelma
dengan mencabut berlakunya nanti di dalam hukum nasional
sebanyak 8 (delapan) pasal dari KUH kita juga dalam bentuk tertulis.
Perdata tersebut”. Dasar Setapak kearah itu telah kita
pertimbangan keluarnya SEMA berawal lakukan yaitu sebahagian dari
dari prasaran dalam Kongres MIPI Buku II telah diatur secara lain
tahun 1962, hadirin yang umumnya di dalam Undang-undang Pokok
menyetujuinya dan demikian juga Agraria. Hukum Perjanjian
halnya yang tidak ikut kongres juga (Buku III) sedang dalam
menerimanya. Tetapi kemudian dalam perencanaan Hukum Acara
kenyataannya harus diakui banyak juga Perdata, yang melingkupi
dari mereka yang tidak hadir yang sebahagian dari Buku IV sedang
menentang gagasan Sahardjo dan dirancangkan. Jadi, tidak logis
keluarnya SEMA No. 3 Tahun 1963 kalau yang tertulis sekarang itu
tersebut, diantaranya adalah Mahadi dijadikan tidak tertulis, untuk
dan Subekti sebagai pengganti Mr. kemudian dijadikan tertulis
Wirjono Prodjodikoro sebagai Ketua kembali (meskipun dengan
Mahkamah Agung pada waktu itu. perubahan-perubahan).
b. Dengan berlakunya aturan-
Menanggapi persoalan yang aturan KUH Perdata sebagai
dikemukakan Menteri Kehakiman hukum adat, tidak hilang segi
Sahardjo tersebut, Mahadi diskriminatifnya. Mungkin
berpendapat sebagai berikut: hilang segi intergentilnya, tapi
masih tetap ada segi
1. KUH Perdata sebagai kodifikasi “interlokalnya”.
sudah tidak berlaku lagi. c. Dengan memperlakukan KUH
2. Yang masih berlaku ialah aturan- Perdata sebagai hukum adat,
aturannya, yang tidak tidak ada lagi alasan untuk
bertentangan dengan semangat mempertahankan peraturan-
serta suasana kemerdekaan. peraturan tentang Burgerlijke
3. Diserahkan kepada yurisprudensi Stand sebagai aturan-aturan
dan doktrina untuk menetapkan tertulis.
aturan mana yang masih berlaku d. Kedudukan KUH Perdata
dan aturan mana yang tidak bisa rasanya harus kita tilik
dipakai lagi. bergandengan dengan
4. Tidak setuju diambil suatu tindakan kedudukan KUH Dagang.
legislatif untuk menyatakan bahwa e. Menjadikan aturan-aturan KUH
aturan-aturan KUH Perdata dicabut Perdata sebagai hukum adat
sebagai aturan-aturan

21
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

mempunyai akibat psikologis kalangan ahli hukum, praktisi hukum


terhadap alam pemikiran hakim dan para pihak yang mempunyai
madya. kewenangan dalam pengambilan
keputusan, untuk terus menggali dan
Ketidaksetujuan Subekti mencermati berlakunya ketentuan
dikemukakannya di depan Seminar peraturan Perundang-undangan yang
Hukum Nasional II di Semarang pada sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa,
Tahun 1968 dan pada saat ceramah dan tidak terpaku dengan Aturan
dihadapan dosen Hukum Dagang saat Peralihan Pasal II UUD 1945 yang tidak
mengikuti “Post Graduate Course” di membuat batasan yang jelas dan tegas
Fakultas Hukum Universitas Gajah tentang limit waktu berakhirnya
Mada Yogyakarta Tahun 1975. ketentuan peninggalan penjajahan
tersebut.
Menurut Subekti, bahwa “baik
gagasan seorang Menteri Kehakiman Ketentuan-ketentuan pening-
maupun SEMA, bukanlah merupakan galan penjajahan sudah berusia cukup
sesuatu sumber hukum formal, itu lama, di mana di negeri Belanda sendiri
hanya dapat dianggap sebagai suatu sebenarnya sudah sejak lama tidak
anjuran pada para hakim untuk jangan diberlakukan lagi. Sewajarnya bangsa
takut-takut menyingkirkan pasal-pasal Indonesia memikirkan tentang
dari KUH Perdata yang dirasakan sudah bagaimana ketentuan-ketentuan yang
tidak sesuai lagi dan membuat berkaitan peraturan-peraturan
yurisprudensi, sebab hanya peninggalan penjajahan tersebut
yurisprudensilah yang dapat diganti dan atau dinyatakan tidak
menyingkirkan pasal-pasal dari KUH berlaku lagi dengan jalan terus
Perdata itu, seperti Pasal 108 KUH berupaya membuat dan
Perdata, Arrest 31 Januari 1919 yang memberlakukan ketentuan baru yang
memperluas pengertian Pasal 1365 sesuai dengan keadaan bangsa dan
KUH Perdata, Arrest Bierbrouwerij kemajuan zaman, karena ketentuan-
Oktober 1925 yang menyingkirkan ketentuan yang bersifat keperdataan
Pasal 1152 KUH Perdata yang dalam perkembangannya dan
mengharuskan penyerahan barang penerapannya dapat saja dipengaruhi
yang digadaikan, tetap dalam oleh berbagai aspek hukum lainnya,
kekuasaan orang yang menggadaikan”. seperti aspek hukum pidana,
administrasi maupun ketentuan hukum
Melihat uraian di atas, dapat internasional sebagai akibat pengaruh
dikatakan bahwa keberadaan KUH global dan hubungan antar warga yang
Perdata sebagai ketentuan undang- berlainan kewarganegaraannya.
undang hingga saat ini masih terus
diperdebatkan, artinya usulan-usulan
yang menganggap dia hanya sebagai
dokumen hukum saja tetap menjadi
perdebatan di antara kalangan ahli
hukum, tetapi setidak-tidaknya ide itu
perlu terus dipikirkan dan
dipertimbangkan, terutama baik

22
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Literatur:

Abdulkadir Muhammad, 2000, Hukum


Perdata Indonsesia, Citra
Aditya Bakti, Bandung.

Ahmad Supriyadi, 2010, Hukum


Perdata, Nora Media Enterprise,
Kudus.

Riduan Syahrani, 2004, Seluk Beluk dan


Azas-azas Hukum Perdata,
Alumni, Bandung.

Subekti, 2003, Pokok-pokok Hukum


Perdata, Intermasa, Jakarta.

Vollmar, 1996, Pengantar Hukum


Perdata 1, Rajawali Press,
Jakarta.

Soal Latihan:

1. Jelaskan tentang proses kodifikasi


Hukum Perdata Belanda?
2. Apa yang dimaksud dengan azas
korkondansi?
3. Jelaskan tentang proses kodifikasi
Hukum Perdata Indonesia?
4. Apa yang dimaksud dengan
pluralisme hukum dan unifikasi
hukum?
5. Jelaskan penyebab terjadi
pluralisme dalam Hukum Perdata di
Indonesia?
6. Bagaimanakah kedudukan KUH
Perdata setelah Indonesia
merdeka.

23
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

BAB III
PERIHAL MENGENAI ORANG DALAM
HUKUM PERDATA

Tujuan Instruksional Khusus Dalam pengertian ini subyek


hukum memiliki wewenang yang dibagi
Mahasiswa diharapkan dapat menjadi 2 (dua), yaitu:
menjelaskan perihal mengenai orang
1. Wewenang untuk mempunyai hak
dalam Hukum Perdata: Pengertian
(rechts bevoegdheid)
Subjek Hukum, Kewenangan Berhak
2. Wewenang untuk
serta Kewenangan Bertindak
melakukan/menjalankan perbuatan
Sub Pokok Bahasan hukum dan faktor-faktor yang
mempengaruhinya.
A. Pengertian Subjek Hukum
Subjek hukum terdiri dari orang
B. Kewenangan Berhak (natuurlijk persoon) dan badan hukum
C. Kewenangan Bertindak (rehts persoon). Orang dalam arti
hukum terdiri dari manusia pribadi
dan badan hukum. Manusia pribadi
Uraian:
adalah subjek hukum dalam arti
A. Pengertian Subjek Hukum biologis, sebagai gejala alam, sebagai
mahluk budaya yang berakal dan
Istilah subyek hukum berasal
lainnya termasuk mempunyai
dari terjemahan recht subject
keinginan (kawin) sebagai manusia
(Belanda) atau law of subject (Inggris).
pribadi mahluk ciptaan Tuhan.
Pada umumnya subjek hukum diartikan
sebagai pendukung hak dan kewajiban. Ada dua pengertian manusia,
Pengertian subyek hukum, menurut yaitu biologis dan yuridis. Di dalam
Algra adalah setiap orang yang Kamus Besar Bahasa Indonesia
mempunyai hak dan kewajiban, jadi disebutkan bahwa manusia adalah
mempunyai wewenang hukum (recht makhluk yg berakal budi (mampu
bevoegheid) dan kewajiban hukum. menguasai makhluk lain), sedangkan
Pengertian wewenang hukum (recht Chidir Ali mengartikan manusia adalah
bevoegheid) adalah kewenangan untuk makhluk yang berwujud dan berohani,
mempunyai hak dan kewajiban untuk yang berasa, yang berbuat dan menilai,
menjadi subjek dari hak-hak. berpengatahuan dan berwatak.
Pengertian ini difokuskan pada
pengertian manusia secara biologis di
mana manusia mempunyai akal yang

24
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

membuatnya berbeda dengan makhluk negara adalah sama kedudukannya


lain. Namun secara yuridis, para ahli di dalam hukum.
berpendapat bahwa manusia sama
Badan hukum (recht persoon)
dengan orang (persoon) dalam hukum.
adalah subjek hukum ciptaan
Ada 2 (dua) alasan manusia disebut
manusia pribadi berdasarkan
dengan orang (persoon), yaitu:
hukum, yang diberi hak dan
manusia mempunyai hak-hak subyektif
kewajiban seperti manusia pribadi.
dan kewenangan hukum. Dalam hal ini
Badan hukum adalah subjek hukum
kewenangan hukum berarti kecakapan
dalam arti yuridis, sebagai badan
untuk menjadi subyek hukum, yaitu
ciptaan manusia berdasarkan hukum,
sebagai pendukung hak dan kewajiban.
yang mempunyai hak dan kewajiban
Pengakuan sebagai subjek sebagai manusia pribadi, namun
hukum, misalnya dapat dilihat dalam tidak memiliki akal, perasaan dan
Pasal 2 ayat (1) KUH Perdata, jika lainnya termasuk tidak dapat
seorang anak yang ada dalam menerima warisan sebagaimana
kandungan dianggap telah lahir (ada) manusia pribadi karena badan
apabila kepentingannya hukum adalah badan ciptaan
menghendaki, sedangkan bila anak manusia pribadi berdasarkan hukum.
terlahir meninggal pada saat
Menurut Soemitro, suatu badan
dilahirkan maka dianggap tidak
yang dapat mempunyai harta
pernah ada. Dalam hal ini punya arti
kekayaan, hak serta kewajiban seperti
penting pengakuan manusia pribadi
orang-orang pribadi. Pendapat lain
sebagai subjek hukum telah
berpendapat bahwa badan hukum
mendapat pengakuan sejak anak
adalah kumpulan orang-orang yang
masih dalam kandungan jika
bersama-sama bertujuan untuk
kepentingan anak menghendaki.
mendirikan suatu badan, yaitu (1)
Contoh, menerima warisan, menerima
berwujud himpunan, dan (2) harta
hibah.
kekayaan yang disendirikan untuk
Oleh karena itu, tidak ada satu tujuan tertentu, dan ini dikenal dengan
hukuman yang dapat mengakibatkan yayasan (Sri Soedewi Masjchoen)
kematian perdata (burgerlijke dood)
Kalau dilihat dari pendapat
atau kehilangan segala hak perdata.
tersebut badan hukum dapat
Berarti betapapun kesalahan yang
dikategorikan sebagai subjek hukum
dilakukan oleh seseorang (warga
sama dengan manusia disebabkan
negara) sampai jatuhnya putusan
karena:
pengadilan, maka putusan pengadilan
tersebut tidak dapat menghilangkan 1. Badan hukum itu mempunyai
kedudukannya sebagai pendukung kekayaan sendiri
hak dan kewajiban perdata (Pasal 2. Sebagai pendukung hak dan
3 KUH Perdata). Indonesia sebagai kewajiban
negara hukum mengakui manusia 3. Dapat menggugat dan digugat di
pribadi sebagai subjek hukum muka pengadilan
sebagaimana ditegaskan di dalam 4. Ikut serta dalam lalu lintas
UUD 1945, bahwa semua warga melakukan jual beli

25
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

5. Mempunyai tujuan dan kepentingan menurut UU. Pengakuan itu


diberikan oleh pemerintah karena isi
Terdapat 3 (tiga) macam anggaran dasarnya tidak dilarang
klasifikasi badan hukum berdasarkan oleh UU, tidak bertentangan dengan
eksistensinya, yaitu: ketertiban umum, tidak bertentangan
1. Badan hukum yang berbentuk oleh dengan kesusilaan dan badan
pemerintah (penguasa), contoh, hukum itu tidak akan melanggar
badan-badan pemeritah, undang-undang. Pengakuan
Perusahaan Negara (Perum). diberikan melalui pengesahan
anggaran dasar.
2. Badan hukum yang diakui oleh
pemerintah (penguasa), contoh: Badan hukum yang
Perseroan Terbatas (PT), Koperasi. diperbolehkan adalah yang tidak
dibentuk oleh pemerintah dan tidak
3. Badan hukum yang diperbolehkan memerlukan pengakuan dari
atau untuk suatu tujuan tertentu pemerintah menurut undang-
bersifat ideal, contoh, yayasan undang, tapi diperbolehkan karena
(pendidikan, sosial, keagamaan) tujuannya yang bersifat ideal di
bidang sosial. Contoh, Yayasan
Pendidikan, Yayasan Ilmu
Badan hukum yang dibentuk Pengetahuan, Yayasan Keagamaan,
oleh pemerintah adalah badan Yayasan Kebudayaan. Untuk
hukum yang sengaja diadakan oleh memastikan Anggaran Dasar Badan
pemerintah untuk kepentingan hukum ini tidak bertentangan
negara, baik lembaga-lembaga dengan ketertiban umum, tidak
negara maupun perusahaan milik bertentangan dengan kesusilaan,
negara. Badan hukum ini dibentuk maka akta pendirian yang memuat
oleh pemerintah untuk kepentingan anggaran dasar harus dibuat
negara, badan hukum ini dibentuk dihadapan Notaris.
dengan Undang-Undang (UU) atau
dengan Peraturan Pemerintah (PP). Berdasarkan segi kewenangan
Pembentukan dengan UU maka hukum yang diberikan kepada badan
hukum, maka badan hukum dapat
pembentukan hukum itu adalah
Presiden bersama perwakilan rakyat, diklasifiksikan menjadi 2 (dua)
sedangkan yang dibentuk dengan PP macam, yaitu:
maka pembentukan badan hukum itu 1. Badan Hukum Publik
adalah Presiden sebagai kepala (kenegaraan), yaitu badan
pemerintahan. hukum yang dibentuk oleh
pemerintah, diberi wewenang
Badan hukum yang diakui
oleh pemerintah adalah badan menurut Hukum Publik, misalnya
hukum yang dibentuk oleh pihak departemen pemerintah, lembaga
negara seperti MPR, DPR.
swasta/pribadi warga negara untuk
kepentingan pribadi pembentukannya 2. Badan Hukum Privat
sendiri. Badan hukum tersebut (keperdataan), yaitu badan
hukum yang dibentuk oleh
mendapat pengakuan dari pemerintah
pemerintah atau swasta, diberi

26
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

kewenangan menurut Hukum paling mutlak adalah Hak Milik


Perdata. (Eigendom). Benda yang dilekati oleh
Hak Eigendom dapat dipergunakan
Berdasarkan segi tujuan untuk apa saja oleh Eigener-nya
keperdataan yang hendak dicapai (dalam batas-batas tertentu) dan Hak
oleh badan hukum itu, maka badan Eigendom ini dapat dipertahankan
hukum perdata dapat diklasifikasikan terhadap siapa saja.
menjadi 3 (tiga) macam, yaitu:
Hak Mutlak dapat dibagi 3
1. Badan Hukum yang bertujuan (tiga), yaitu:
memperoleh laba, terdiri dari
Perusahaan Negara, yaitu 1. Hak-hak kepribadian, yaitu hak
Perusahaan Umum (Perum), individu atas kehidupannya,
Perseroan Terbatas (PT), badannya, kehormatan dan nama
Perusahaan Jawatan (Perjan). baiknya.
2. Badan Hukum yang bertujuan 2. Hak- hak keluarga, hak-hak yang
memenuhi kesejahteraan para timbul dari hubungan
anggotanya, yaitu Koperasi. kekeluargaan seperti kekuasaan
3. Badan Hukum yang bertujuan orang tua, perwalian, kekuasaan
bersifat ideal di bidang sosial, suami terhadap istri dan harta
pendidikan, ilmu pengetahuan bendanya. Hak ini dijalankan
(seperti yayasan, organisasi seiring dengan adanya kewajiban
keagamaan, lembaga wakaf). dari pihak lain.
3. Hak-hak kebendaan, seperti Hak
B. Kewenangan Berhak Eigendom yang selanjutnya dibagi
Kewenangan berhak adalah dalam hak atas benda yang
kewenangan untuk mendapatkan berwujud dan yang tidak
segala sesuatu yang dapat memenuhi berwujud. Hak milik intelektual
kebutuhan asasinya yang diberikan juga termasuk dalam kategori ini.
orang lain dari dia lahir sampai dia Hak Nisbi (relatif) adalah hak
mati. Kewenangan berhak tidak yang hanya memberikan kewenangan
sekaligus ada dengan kewenangan terhadap seseorang atau lebih dari
berbuat. seseorang tertentu yang ber-
Hak adalah segala sesuatu yang kewajiban mewujudkan kewenangan
dapat memenuhi kebutuhan asasinya berhaknya (contoh, hak menagih).
yang diberikan orang lain. Terdapat 2 Jadi, yang penting orang dapat
(dua) macam hak, yaitu Hak Mutlak mengharapkan suatu prestasi dari
dan Hak Nisbi. Hak Mutlak adalah hak orang lain. Hak Nisbi termasuk di
yang dapat diberlakukan pada setiap dalamnya beberapa hak kekeluargaan
orang, di samping wewenang dari dan semua hak harta kekayaan yang
orang yang berhak, ada kewajiban tidak termasuk ke dalam hak mutlak.
dari setiap orang untuk menghormati Hubungan hukum yang nisbi ini dikenal
hak tersebut. Pada hak mutlak dengan istilah Verbintenis atau
terdapat kewenangan orang yang Perutangan /Perikatan.
berhak untuk berbuat. Hak yang

27
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Pada dasarnya manusia seseorang yang sifatya membatasi,


mempunyai hak sejak dalam diantaranya:
kandungan (Pasal 2 KUH Perdata),
1. Tempat tinggal, misalnya dalam
namun tidak semua manusia
Pasal 3 PP No.24 Th.1960 dalam
mempunyai kewenangan dan
Pasal 1 PP No. 41 Tahun 1964
kecakapan untuk melakukan perbuatan
(tambahan Pasal 3a s/d 3c) jo Pasal
hukum. Orang yang dapat melakukan
1 ayat 2 UUPA disebutkan larangan
perbuatan adalah orang yang telah
pemilikan tanah pertanian oleh
dewasa dan atau sudah kawin. Ukuran
orang yang bertempat tinggal diluar
kedewasaan adalah sudah berumur 21
kecamtan tempat letak tanahnya
tahun dan atau sudah kawin.
(tanah absensi).
Sedangkan orang yang tidak cakap
2. Kewarganegaraan, misalnya dalam
melakukan perbuatan hukum, adalah
Pasal 21 UUPA disebutkan bahwa
(1) orang yang sudah dewasa; (2)
hanya WNI yang berhak memiliki
orang yang berada dibawah
hak milik (berupa tanah).
pengampunan atau pengawasan; (3)
Kurang cerdas; (4) sakit ingatan (Pasal C. Kewenangan Berbuat
1331 KUH Perdata)
Pada dasarnya, setiap manusia
Hukum Perdata juga memiliki kewenangan berhak, yakni
memandang bahwa setiap manusia kewenangan berhak untuk dilakukan
mempunyai hak yang sama, baik itu atau melakukan apa saja sesuai
manusia yang sudah dewasa ataupun dengan ketentuan aturan. Hanya saja
manusia yang masih belum dewasa, tidak semua manusia mempunyai
maka hak-haknya tetaplah sama. kewenangan berbuat atau kewenangan
Berakhirnya seseorang sebagai bertindak. Kewenangan berbuat adalah
pendukung hak dan kewajiban dalam kewenangan seseorang untuk berbuat
Hukum Perdata adalah apabila ia hukum pada umumnya. Berbuat hukum
meninggal dunia. Pertanyaan, apakah adalah melakukan perbuatan-
manusia yang tidak normal memiliki perbuatan yang diatur oleh hukum
kewenangan berhak? Dalam kenyataan (menimbulkan akibat hukum) dan
setiap manusia atau setiap individu itu kalau dilanggar akan ada sanksinya.
mempunyai atau mampu Kewenangan berbuat ada ketika
bertanggungjawab atas segala seseorang sudah dewasa (Pasal 330
perbuatan yang dilakukan. KUH Perdata) atau sudah kawin.
Kewenangan berhak adalah
mengandung pengertian kewenangan Oleh karena itu, setiap manusia
setiap manusia pribadi yang yang mempunyai kewenangan berhak
berlangsung terus menerus hingga belum tentu mempunyai kewenangan
akhir hayatnya. Kewenangan berhak berbuat atau bertindak. Contoh,
setiap manusia tidak dapat ditiadakan seseorang yang sudah mandiri
oleh suatu ketentuan hukum apapun. dikatakan cakap untuk melakukan
perbuatan hukum. Sebaiknya dikatakan
Ada beberapa faktor yang belum dewasa apabila orang tersebut
mempengaruhi kewenangan berhak belum mandiri dan belum berkeluarga.

28
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Undang-Undang Dasar 1945 1. Orang yang masih di bawah umur


melalui Pasal 2 Aturan Peralihan (belum mencapai umur 21 tahun
menyatakan bahwa, ketentuan produk atau belum dewasa);
kolonial masih dapat diberlakukan 2. Orang yang tidak sehat pikirannya
sebelum dibentuk undang-undang (gila), pemabuk dan pemboros,
yang baru. Sampai sekarang belum ada yakni mereka yang ditaruh di bawah
undang-undang baru yang meneruskan curatele (pengampuan).
pengertian dewasa dan belum dewasa. Apabila perbuatan hukum
Oleh karena itu, ketentuan dewasa dan dilakukan oleh orang yang tidak
belum dewasa produk kolonial masih wenang berbuat atau tidak cakap,
berlaku. Misalnya, Pasal 330 KUH maka perbuatan hukumnya dapat
Perdata, untuk golongan Eropa, Stbl. dimintakan pembatalannya
1924 No. 556, untuk golongan Orang (vermetigbaarheid). Tetapi perbuatan
Timur Asing. Contoh lainnya, adalah hukum tersebut, sejak saat dibuat
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 sampai dinyatakan batal, tetap sah.
tentang Perkawinan, maka konsep Apabila sudah dibatalkan maka kembali
dewasa dan tidak dewasa menjadi seperti semula, dianggap perjanjian
berubah. Di dalam UUP tersebut bahwa tidak pernah ada.
izin orang tua bagi orang yang akan
Kewenangan dan kecakapan,
melangsungkan perkawinan jika belum
keduanya merupakan hal yang serupa.
mencapai umur 20 tahun bagi wanita
Kewenangan dan kecakapan menjadi
yang akan melangsungkan
penting ketika dihadapkan pada sahnya
perkawinan. Anak yang belum berusia
subyek hukum dalam melakukan
18 tahun, belum pernah kawin dan
perbuatan hukum tertentu. Orang yang
berada di bawah kekuasaan orang tua.
cakap (wenang melakukan perbuatan
Anak yang belum mencapai usia 18
hukum) menurut UU adalah:
tahun, belum pernah kawin dan tidak
berada di bawah kekuasaan orang tua, 1. Orang yang dewasa (di atas 18
tetapi berada di bawah kekuasaan wali. tahun) atau pernah melangsungkan
perkawinan
Menurut hukum, setiap orang
2. Tidak dibawah pengampuan, yaitu
tiada terkecuali dapat memiliki hak-
orang dewasa tapi dalam keadaan
hak, akan tetapi di dalam hukum
dungu, gila, pemboros, dll.
tidaklah semua orang diperbolehkan
3. Tidak dilarang oleh UU, misal orang
bertindak sendiri di dalam
yang dinyatakan pailit oleh UU
melaksanakan hak-haknya itu. Ada
dilarang untuk melakukan
beberapa golongan orang yang oleh
perbuatan hukum.
hukum telah dinyatakan “tidak cakap”
atau “kurang cakap” untuk bertindak Menurut hukum manusia
sendiri dalam melakukan perbuatan- pribadi (natuurlijk person) mempunyai
perbuatan hukum, tetapi mereka itu hak dan kewajiban, akan tetapi tidak
harus diwakili atau dibantu oleh orang selalu cakap hukum (rechts bekwaam)
lain. Mereka yang oleh hukum telah untuk melakukan perbuatan hukum.
dinyatakan tidak cakap untuk orang-orang yang menurut undang-
melakukan sendiri perbuatan hukum undang tidak cakap untuk melakukan
adalah: perbuatan hukum adalah:

29
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

1. Orang yang belum dewasa, yaitu melakukan perbuatan hukum. Dan


anak yang belum mencapai umur 18 orang yang cakap untuk melakukan
tahun atau belum pernah perbuatan hukum (rechts bekwaam)
melangsungkan perkawinan (Pasal tidak selalu berwenang untuk
1330 KUH Perdata jo. Pasal 47 UU melakukan perbuatan hukum (rechts
Nomor 1 Tahun 1974) bevoegd).
2. Orang-orang yang ditaruh di bawah Dengan demikian kecakapan hukum
pengampuan, yaitu orang-orang (rechts bekwaamheid) adalah syarat
dewasa tapi dalam keadaan dungu, umum, sedangkan kewenangan hukum
gila, mata gelap, dan pemboros (rechts bevoegdheid) adalah syarat
(Pasal 1330 KUH Perdata jo. Pasal untuk melakukan perbuatan hukum.
433 KUH Perdata);
3. Orang-orang yang dilarang undang-
Literatur :
undang untuk melakukan
perbuatan-perbuatan hukum Kansil, SH., 1989, Pengantar Ilmu
tertentu, misalnya orang dinyatakan Hukum dan Tata Hukum
pailit (Pasal 1330 KUH Perdata jo. Indonesia, Balai Pustaka,
Undang-undang Kepailitan). Jakarta.

Jadi orang yang mempunyai Riduan Syahrani, 2004, Seluk Beluk dan
kecakapan untuk melakukan perbuatan Azas-azas Hukum Perdata,
hukum (recht bekwamheid) adalah Alumni, Bandung.
orang yang dewasa dan sehat akal Salim HS, 2004, Pengantar Hukum
pikirannya serta tidak dilarang oleh Perdata Tertulis (BW),
suatu undang-undang untuk Cetakan Ke-4, Yogyakarta.
melakukan perbuatan hukum tertentu.
Orang-orang yang belum dewasa dan Soeroso. R, 2007, Perbandingan
orang-orang yang ditaruh di bawah Hukum Perdata, Sinar Grafika,
pengampuan (curatele) dalam Jakarta.
melakukan perbuatan hukum diwakili Subekti dan R. Tjitrosudibio, 2001,
oleh orang tuanya, walinya atau Kitab Undang-undang Hukum
pengampunya (curator), sedangkan
Perdata, Pradnya Paramita,
penyelesaian utang piutang orang- Jakarta.
orang yang dinyatakan pailit Subekti, 2003, Pokok-pokok Hukum
dilaksanakan oleh Balai Harta
Perdata, Intermasa, Jakarta.
Peninggalan (weeskamer). Titik Triwulan Tutik, 2008, Hukum
Selanjutnya apabila Perdata dalam Sistem Hukum
dihubungkan dengan kecakapan Nasional, Intermasa, Jakarta.
hukum (rechts bekwaamheid) dan
kewenangan hukum (rechts
bevoegdheid), maka uraian di atas Catatan:
menunjukkan bahwa setiap orang
Setelah selesai Pokok Bahasan ini akan
adalah subyek hukum, yakni
dilaksanakan Quis.
pendukung hak dan kewajiban, namun
tidak setiap orang cakap untuk untuk

30
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Soal Latihan:

1. Jelaskan tentang subjek hukum dan


siapa saja sebagai subjek hukum?
2. Jelaskan tentang kewenangan
berhak dan siapa saja yang
mempunyai wenang berhak?
3. Jelaskan tentang kewenangan
berbuat dan siapa saja yang
mempunyai wenang berbuat?
4. Sebutkan dan jelaskan siapa saja
yang tidak wenang berbuat?
5. Jelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi kewenangan berhak
seseorang?

31
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

BAB IV
HUKUM PERKAWINAN

Tujuan Instruksional Khusus Berbeda dengan Undang-


undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang
Mahasiswa akan dapat mengetahui dan Perkawinan, Pasal 1 menyatakan
menjelaskan tentang Hukum bahwa perkawinan adalah ikatan lahir
Perkawinan: Pengertian Hukum batin antara seorang pria dengan
Perkawinan, Syarat-syarat Sah seorang wanita sebagai suami istri
Perkawinan, Perjanjian Perkawinan, dengan tujuan membentuk keluarga
Hak dan Kewajiban Suami Istri, yang bahagia dan kekal berdasarkan
Perceraian serta Pemisahan Harta Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kekayaan
Berdasarkan rumusan tersebut,
Sub Pokok Bahasan bahwa perkawinan bukan saja ikatan
lahir batin tetapi mengikat kedua belah
A. Pengertian Hukum Perkawinan pihak. Sebagai ikatan lahir batin
B. Syarat-syarat Sah Perkawinan perkawinan, perkawinan adalah ikatan
C. Perjanjian Perkawinan jiwa karena adanya kemauan yang
D. Hak dan Kewajiban Suami Istri sama, yang ikhlas sebagai suami isteri.
E. Perceraian Perkawinan sah apabila dilakukan
F. Pemisahan Harta Kekayaan menurut hukum masing-masing agama
dan kepercayaannya.
Uraian:
B. Syarat-syarat Sah Perkawinan
A. Pengertian Hukum
Perkawinan Dalam KUH Perdata, untuk
melaksanakan perkawinan yang sah,
Perkawinan adalah pertalian
maka harus memenuhi syarat-syarat
yang sah antara seorang laki-laki dan
sahnya perkawinan, yaitu:
seorang perempuan untuk waktu yang
lama. Dalam Pasal 26 KUH Perdata, 1. Kedua pihak telah berumur sesuai
perkawinan hanya dilihat sebagai dengan yang ditetapkan undang-
hubungan keperdataan saja. undang, yaitu seorang laki-laki 18
Perkawinan hanya sah jika memnuhi tahun dan untuk perempuan 15
syarat-syarat yang ditetapkan di dalam tahun;
KUH Perdata, termasuk di dalam 2. Harus ada persetujuan dari ke dua
berpoligami adalah suatu pelanggaran pihak;
terhadap ketertiban umum, artinya 3. Untuk seorang perempuan yang
perkawinan tersebut dapat dibatalkan. sudah pernah kawin harus lewat

32
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

300 hari sesudah putusnya mengetahui yang calon mempelai


perkawinan; berada di bawah curatele.
4. Tidak ada larangan dahm undang-
undang bagi kedua pihak; Surat-surat yang harus
5. Untuk pihak yang masih di bawah diserahkan kepada Pegawai Pencatatan
umur, harus ada izin dari orang tua Sipil agar ia dapat melangsungkan
atau walinya. pernikahan, ialah :

Sebelum perkawinan 1. surat kelahiran masing-masing


dilangsungkan, harus dilakukan lebih pihak;
dahulu, yaitu: 2. surat pernyataan dari Pegawai
Pencatatan Sipil tentang adanya
1. pemberitahuan (aangifte) tentang izin orang tua, izin mana juga dapat
kehendak akan kawin kepada diberikan dalam surat perkawinan
Pegawai Pencatatan Sipil sendiri yang akan dibuat itu;
(Ambtenaar Burgerlijke Stand), 3. proses verbal dari mana ternyata
yaitu pegawai yang nantinya akan perantaraan Hakim dalam hal
melangsungkan pernikahan; perantaraan ini dibutuhkan;
2. pengumuman (afkondiging) oleh 4. surat kematian suami atau isteri
pegawai tersebut, tentang akan atau putusan percerai-an
dilangsungkan pernikahan itu. perkawinan lama;
5. surat keterangan dari Pegawai
Terhadap beberapa orang oleh
Pencatatan Sipil yang menyatakan
undang-undang diberikan hak untuk
telah dilangsungkan pengumuman
mencegah atau menahan (stuiten)
dengan tiada perlawanan dari
dilangsungkannya pernikahan, yaitu:
sesuatu pihak;
6. dispensasi dari Presiden (Menteri
1. kepada suami atau isteri serta
Kehakiman), dalam hal ada suatu
anak-anak dari sesuatu pihak yang
larangan untuk kawin.
hendak kawin;
2. kepada orang tua kedua belah Pegawai Pencatatan Sipil
pihak; berhak menolak untuk melangsungkan
3. kepada jaksa (officier van justitie). pernikahan, apabila ia menganggap
surat-surat kurang cukup. Dalam hal
Seorang suami dapat
yang demikian, pihak-pihak yang
menghalang-halangi perkawinan yang
berkepentingan dapat memajukan
kedua dari isterinya dan sebaliknya si permohonan kepada Hakim untuk
isteri dapat menghalang-halangi
menyatakan bahwa surat-surat itu
perkawinan yang kedua dari suaminya,
sudah mencukupi.
sedangkan anak-anak pun dapat
mencegah perkawinan yang kedua dari Pada asasnya seorang yang
si ayah atau ibunya. Orang tua dapat hendak kawin diharuskan menghadap
mencegah pernikahan, jikalau anaknya sendiri di muka Pegawai Burgerilijkle
belum mendapat izin dari mereka. Stand itu dengan membawa dua orang
Sebagai alasan bahwa setelah mereka saksi. Hanya dalam keadaan yang luar
memberikan izin kemudian mereka

33
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

biasa dapat diberikan izin oleh Menteri dalam hal suatu perkawinan
Kehakiman untuk mewakilkan orang dibatalkan, undang-undang telah
lain menghadap yang harus dikuasakan menetapkan sebagai berikut:
secara otentik.
1. jika sudah dilahirkan anak-anak
Suatu perkawinan yang dari perkawinan tersebut, anak-
dilangsungkan di luar negeri sah, anak ini tetap mempunyai
apabila dilangsungkan menurut cara kedudukan sebagai anak yang sah;
yang berlaku di negeri asing yang 2. pihak yang berlaku jujur tetap
bersangkutan, asal tidak bertentangan memperoleh perkawinan tersebut
dengan negeri asal. hak-hak yang semestinya didapat
sebagai suami istri.
Menurut Undang-undang 3. orang-orang pihak ketiga yang
Perkawinan, syarat-syarat sah berlaku jujur tidak boleh dirugikan
perkawinan adalah : karena pembatalan perkawinan.

1. Adanya persetujuan kedua Larangan untuk kawin bahwa


mempelai; seorang tidak diperbolehkan kawin
2. adanya izin dari kedua orang tua dengan saudaranya, meskipun saudara
atau wali; tiri, seorang tidak diperbolehkan kawin
3. usia calon pria 19 tahun dan dengan iparnya, seorang paman
wanita 16 tahun; dilarang kawin dengan keponakannya
4. antara calon pria dan wanita tidak dan sebagainya.
ada hubungan keluarga yang tidak
boleh kawin; Izin kedua orang tua harus
5. tidak berada dalam ikatan memberikan izin atau ada kata sepakat
perkawinan dengan pihak yang antara ayah dan ibu masing-masing
lain; pihak. Jikalau ada wali pun harus mem-
6. bagi suami isteri yang telah berikan izin dan kalau wali hendak
bercerai lalu kawin lagi dan kawin dengan anak yang di bawah
bercerai, agama dan kepercayaan pengawasannya, harus ada izin dari
mereka tidak melarang kawin wali pengawas (toeziende voogd).
ketiga kalinya; Kalau kedua orang tua sudah
7. tidak berada dalam masa tunggu meninggal, yang memberikan izin ialah
bagi mempelai wanita. kakek nenek, baik pihak ayah maupun
pihak ibu, sedangkan izin wali masih
Pembatalan perkawinan pada pula tetap diperlukan.
asasnya bertujuan mengembalikan
keadaan seperti pada waktu perbuatan Anak-anak yang lahir di luar
yang dibatalkan itu belum terjadi, perkawinan, tetapi diakui oleh orang
tetapi dalam hal suatu perkawinan tuanya, maka berlaku pokok aturan
dibatalkan, tidak boleh kita yang sama dengan pemberian izin,
beranggapan seolah-olah tidak pernah kecuali jikalau tidak terdapat kata
terjadi suatu perkawinan, karna terlalu sepakat antara kedua orang tua, maka
banyak kepentingan dari berbagai dapat diminta campur tangan hakim
pihak harus dilindungi. Oleh karenanya, dan kakek nenek tidak menggantikan

34
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

orang tua dalam hal memberikan izin. Jika menurut UUP, bahwa harta
asal dan harta bersama tetap tidak
Bagi anak yang sudah dewasa, bersatu meskipun adanya perkawinan.
tetapi belum berumur 30 tahun masih Harta asal adalah harta yang dibawa
diperlukan izin dari orang tuanya. masing-masing suami/istri ke dalam
Tetapi kalau mereka tidak memberikan perkawinan, di mana pengurusannya
izin, maka anak dapat meminta diserahkan pada masing-masing pihak,
perantara hakim. Dalam waktu 3 (tiga) sedangkan harta bersama adalah harta
minggu, hakim akan memanggil orang yang diperoleh selama perkawinan.
tua dan anak untuk mendengar
penjelasan dalam sidang tertutup. Pasal 147 KUH Perdata,
Apabila orang tua tidak datang menegaskan bahwa perjanjian
menghadap perkawinan akan perkawinan harus dibuat dengan akta
dilaksanakan dalam waktu 3 (tiga) notaris sebelum perkawinan
bulan. berlangsung, sedangkan pada Pasal 29
(1) UUP menegaskan bahwa pada
C. Perjanjian Perkawinan waktu sebelum perkawinan
berlangsung kedua belah pihak atas
Menurut KUH Perdata, sejak persetujuan bersama dapat
adanya perkawinan, maka harta mengadakan perjanjian tertulis yang
kekayaan suami istri baik harta asal disahkan oleh Pegawai Pencatat
maupun harta bersama sebagai suami Perkawinan setelah mana isinya
dan istri menjadi bersatu, kecuali ada berlaku juga terhadap pihak ketiga
perjanjian perkawinan. Jadi, perjanjian sepanjang pihak ketiga tersangkut.
perkawinan adalah kesepakatan untuk Oleh karena itu, keabsahan perjanjian
memisahkan dan mengurus harta perkawinan tersebut cukup dihadapan
masing-masing dalam perkawinan Pegawai Pencatat Nikah.
sebagai suami istri.
Dalam Pasal 152 KUH Perdata
Menurut UU No. 1 Tahun 1974 menegaskan juga bahwa, perjanjian
tentang Perkawinan (UUP), perjanjian perkawinan tidak berlaku terhadap
perkawinan adalah kesepakatan yang pihak ketiga sebelum didaftar di
dibuat oleh calon suami dengan calon kepaniteraan Pengadilan Negeri di
isteri pada waktu atau sebelum daerah hukum berlangsungnya
perkawinan dilangsungkan, perjanjian perkawinan itu atau jika perkawinan
mana dilakukan secara tertulis dan berlangsung di luar negeri maka di
disahkan oleh Pegawai Pencatat Nikah kepaniteraan di mana akta perkawinan
dan isinya juga berlaku terhadap pihak dibukukan. Berbeda dengan Pasal 29
ketiga sepanjang diperjanjikan. (4) UUP, bahwa pada waktu sebelum
Perjanjian perkawinan itu mulai berlaku perkawinan berlangsung kedua belah
sejak perkawinan berlangsung dan pihak atas persetujuan bersama dapat
tidak boleh diubah kecuali atas mengadakan perjanjian tertulis yang
persetujuan kedua belah pihak dengan disahkan oleh Pegawai Pencatat
syarat tidak merugikan pihak ketiga Perkawinan setelah mana isinya
yang tersangkut. berlaku juga terhadap pihak ketiga
sepanjang pihak ketiga tersangkut.

35
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Jadi, berlaku mengikat terhadap pihak Pada dasarnya, perjanjian


ketiga sepanjang termuat dalam kawin perlu dibuat dalam rangka
perjanjian perkawinan tersebut. antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak
Berdasarkan uraian tersebut, terlihat diinginkan dalam perkawinan, antara
perbedaan tentang perjanjian lain perceraian, hutang piutang dengan
perkawinan menurut KUH Perdata pihak ketiga yang dilakukan oleh
dengan UUP, terletak pada keabsahan suami/isteri. Berdasarkan Pasal 119
dan kekuatan mengikatnya terhadap KUH Perdata dan Pasal 29 UUP, kedua
pihak ketiga. asas itu bisa dilakukan penyimpangan,
dengan membuat perjanjian
KUH Perdata mengatur “azas perkawinan.
percampuran bulat” sebagaimana
dinyatakan dalam Pasal 119 KUH Perjanjian perkawinan harus
Perdata, yang berarti bahwa kekayaan dibuat dengan suatu akta notaris
suami istri yang dibawanya ke dalam sebelum waktu dilangsungkannya
perkawinan itu dicampur menjadi satu perkawinan, untuk kemudian
menjadi harta persatuan, harta didaftarkan ke Pengadilan Negeri
kekayaan mereka bersama. Jika setempat. Perjanjian perkawinan mulai
mereka bercerai (meskipun baru 1 efektif berlaku bagi pasangan suami
bulan menikah), maka kekayaan istri setelah dilangsungkannya
mereka itu harus dibagi 2, masing- perkawinan, sedangkan untuk pihak
masing ½ bagian. Berbeda dengan ketiga baru berlaku mulai hari
UUP yang mengikuti Pola Hukum Adat pendaftarannya di Pengadilan Negeri.
menganut “azas perpisahan harta” Bila perkawinan dilangsungkan pada
sebagaimana tercermin dalam Pasal 35 hari yang sama dengan dibuatnya
UUP, yang menentukan bahwa harta perjanjian perkawinan, maka harus
yang dibawa oleh masing-masing dibuat jamnya. Perubahan perjanjian
suami-istri (harta bawaan) tetap perkawinan selama perkawinan
menjadi milik masing-masing, yang menurut Pasal 149 KUH Perdata tidak
dicampur menjadi satu hanyalah harta dapat dilakukan, sedangkan menurut
yang diperoleh dari usaha bersama Pasal 29 ayat (4) UUP perjanjian
selama pernikahan (gono gini/harta perkawinan hanya dapat dirubah jika
bersama). keduanya setuju dan tidak merugikan
pihak ketiga.
Dalam SEMA tanggal 20-8-
1975, diumumkan bahwa UUP yang Perjanjian perkawinan tidak
sudah ada adalah peraturan tentang akan berlaku jika tidak diikuti dengan
syarat-syarat dan tata cara untuk perkawinan (Pasal 154 KUH Perdata).
perkawinan, namun karena peraturan Orang yang dapat membuat perjanjian
mengenai harta perkawinan tidak perkawinan adalah mereka yang
memerlukan peraturan pelaksanaan mempunyai syarat untuk menikah pada
dan juga tidak disebutkan dalam PP waktu perjanjian itu dibuat (Pasal 7
Nomor 9 Tahun 1975 tentang UUP: pria 19 tahun, wanita 16 tahun)
pelaksanaan UUP, maka Pasal 35 UUP dan yang berada di bawah
sudah dianggap berlaku untuk semua pengampuan harus dibantu oleh
pernikahan. mereka yang diperlukan ijinnya untuk

36
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

melangsungkan pernikahan (Pasal 151 dapat diadakan penyimpangan untuk


dan 151 KUH Perdata). “mengurangi” kekuasaan suami
tersebut, sehingga istri dalam hal harta
Isi perjanjian perkawinan benda perkawinan mempunyai lebih
terserah kepada dua belah pihak, asal besar kekuasaan/ kebebasan. Dalam
saja tidak bertentangan dengan hal tersebut dapat diadakan 2
ketertiban umum dan kesusilaan, dan penyimpangan:
selain itu juga tidak boleh menyimpang
dari ketentuan-ketentuan dalam Pasal 1. dapat diperjanjikan bahwa si istri
140, 142 dan 143 KUH Perdata, yaitu: akan tetap mengurus harta
bendanya sendiri baik bergerak
1. Mengurangi hak suami baik sebagai maupun tidak bergerak, dan
suami maupun sebagai kepala menikmati sendiri segala
(persatuan) rumah tangga. pendapatan pribadinya (hanya
2. Menyimpang dari hak-hak yang tindakan pengurusan, bukan
timbul dari kekuasaan sebagai tindakan pemilikan).
orang tua. 2. barang-barang tidak bergerak,
3. Mengurangi hak-hak yang surat berharga serta
diperlukan undang-undang kepada piutang atas nama yang tercatat
yang hidup terlama. atas nama istri, baik yang dibawa
4. Melepaskan haknya sebagai pada waktu perkawinan maupun
ahliwaris menurut hukum dalam yang dimasukkannya selama
warisan anak-anaknya atau perkawinan, tidak boleh dibebani
keturunannya. atau dipindah tangankan oleh
5. Menetapkan bahwa salah satu suami tanpa sepengetahuan istri.
pihak menanggung hutang lebih
banyak dari pada bagiannya dalam Beberapa macam perjanjian
keuntungan. (Bila hal ini dilanggar perkawinan, yaitu:
maka apa yang diperjanjikan itu
dianggap sebagai tidak tertulis, 1. Perjanjian perkawinan di luar
sehingga masing-masing akan persekutuan harta benda. Di antara
menerima 1/2 bagian dari suami istri diperjanjikan tidak
keuntungan dan memikul 1/2 adanya persekutuan harta benda
bagian dari kerugian). sama sekali. Jadi bukan hanya tidak
ada persekutuan harta benda
Suami adalah kepala persatuan menurut undang-undang, tapi juga
rumah tangga dan persekutuan untung dan rugi,
mengemudikan urusan harta kekayaan persekutuan hasil dan pendapatan
milik pribadi istrinya. Tanpa adanya serta percampuran apapun dengan
perjanjian perkawinan, maka terjadilah tegas ditiadakan.
persekutuan harta antara suami-istri, 2. Perjanjian perkawinan persekutuan
dengan suami memegang kekuasaan hasil dan pendapatan. Hanya
sebagai suami dan sebagai kepala diperjanjikan adanya persekutuan
persekutuan rumah tangga. Meskipun hasil dan pendapat saja, sedangkan
demikian, adanya persatuan harta persekutuan harta menurut
dengan suatu perjanjian perkawinan undang-undang tidak ada, hanya

37
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

untung yang dibagi, kalau rugi, istri 4. Hutang masing-masing juga


hanya turut memikul hingga menjadi tanggungan masing-
bagiannya dalam keuntungan, masing.
terhadap kerugian selebihnya, istri 5. Biaya rumah tangga dan lain-lain
tidak dapat dituntut. menjadi tanggungan suami.
6. Perabot rumah tangga dan lain-lain
3. Perjanjian perkawinan persekutuan milik pihak istri.
untung dan rugi. Hanya 7. Pakaian, perhiasan, buku, perkakas
diperjanjikan adanya persekutuan dan alat-alat yang berkenaan
untung dan rugi saja, sedangkan dengan pendidikan/ pekerjaan
persekutuan menurut undang- masing-masing adalah milik pihak
undang tidak ada. Jika dalam yang dianggap menggunakan
perjanjian perkawinan disebut “di barang itu.
luar persekutuan harta”, maka ada 8. Barang bergerak lain yang karena
persekutuan untung dan rugi. Jika hibah, warisan atau jalan lain
bila dikehendaki juga tidak adanya selama perkawinan jatuh pada
persekutuan untung dan rugi, maka salah satu pihak, harus dapat
harus dinyatakan dengan tegas. dibuktikan asal usulnya.

4. Perjanjian kawin di luar persekutuan Ada persekutuan harta benda


harta benda. Pasal 139 KUH menurut undang-undang, tetapi (oleh
Perdata dan Pasal 29 UUP, istri) dikehendaki adanya
menyatakan bahwa dalam penyimpangan, maka perjanjian
perjanjian perkawinan tidaklah perkawinan terdiri dari:
cukup kalau hanya disebut
“perjanjian perkawinan di luar 1. Perjanjian perkawinan dengan
persekutuan” saja, tetapi harus diperjanjikan pasal 140 ayat 2 KUH
juga dengan tegas disebut tidak Perdata.
ada persekutuan untung dan rugi, 2. Perjanjian perkawinan dengan
jika memang itu dikehendaki. Jika diperjanjikan pasal 140 ayat 3 KUH
tidak disebut begitu, maka berarti Perdata.
ada persekutuan untung dan rugi
(Pasal 144 KUH Perdata). D. Hak dan Kewajiban Suami Istri

Dalam perjanjian perkawinan Suami isteri harus setia satu


dengan modal ini maka: sama lain, saling membantu, berdiam
bersama-sama, saling memberikan
1. Tidak ada persekutuan dalam nafkah dan bersama-sama mendidik
bentuk apapun juga. anak-anak. Perkawinan oleh undang-
2. Harta masing-masing tetap milik undang dipandang sebagai suatu
masing-masing. perkumpulan (echtvereniging). Suami
3. Istri berhak mengurus hartanya ditetapkan menjadi kepala atau
sendiri serta bebas memungut pengurusnya. Suami mengurus
hasilnya, tidak perlu bantuan kekayaan mereka bersama di samping
suaminya. berhak juga mengurus kekayaan si
isteri, menentukan tempat kediaman

38
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

bersama, melakukan kekuasaan orang membuka kemungkinan bagi si isteri


tua dan selanjutnya memberikan sebelum melangsungkan pernikahan
bantuan (bijstand) kepada si isteri untuk mengadakan perjanjian
dalam hal melakukan perbuatan- perkawinan bahwa ia berhak untuk
perbuatan hukum. Hal ini, mengurus sendiri kekayaannya. Juga
berhubungan dengan ketentuan dalam dengan pemisahan kekayaan
Hukum Perdata Eropah, bahwa (scheiding van goederen) atau dengan
seorang perempuan yang telah kawin pemisahan meja dan tempat tidur si
tidak cakap untuk bertindak sendiri di isteri dengan sendirinya memperoleh
dalam hukum. Kekuasaan seorang kembali haknya untuk mengurus
suami di dalam perkawinan itu kekayaan sendiri. Jikalau suami
dinamakan marital macht. memberikan bantuan (bijstand), suami
isteri itu bertindak bersama-sama si
Pengurusan kekayaan si isteri isteri untuk dirinya sendiri dan si suami
itu, oleh suami harus dilakukan sebaik- untuk membantu isterinya. Jadi mereka
baiknya (als een goed huisuader) dan itu bersama-sama, misalnya pergi ke
si isteri dapat minta notaris atau menghadap hakim.
pertanggungjawaban tentang Menurut Pasal 108 KUH Perdata
pengurusan itu. Kekayaan suami untuk bantuan dapat diganti dengan suatu
ini menjadi jaminan, apabila ia sampai persetujuan tertulis. Dalam hal yang
dihukum mengganti kekurangan- demikian, si isteri dapat bertindak
kekurangan atau kemerosotan sendiri dengan membawa surat kuasa
kekayaan si isteri yang terjadi karena dari suami. Bahwa perkataan aktea
kesalahannya. Pembatasan yang dalam Pasal 108 tersebut, tidaklah
terang dari kekuasaan suami dalam hal berarti surat atau tulisan, melainkan
mengurus kekayaan isterinya, tidak berarti perbuatan hukum. Perkataan
terdapat dalam undang-undang, tersebut berasal dari bahasa Perancis,
melainkan ada suatu pasal yang acte yang berarti perbuatan.
menyatakan, bahwa suami tak
diperbolehkan menjual atau Ketidakcakapan seorang isteri
menggadaikan benda-benda yang tak itu, di dalam hukum perjanjian
bergerak kepunyaan si isteri tanpa izin dinyatakan secara tegas dalam Pasal
dari si isteri (Pasal 105 ayat 5 KUH 1330 KUH Perdata, bahwa seorang
Perdata) perempuan yang telah kawin
dipersamakan dengan seorang yang
Sejak mulai perkawinan terjadi, berada di bawah curatele atau seorang
suatu percampuran antara kekayaan yang belum dewasa. Mereka semuanya
suami dan kekayaan isteri (aigehele dinyatakan tidak cakap untuk membuat
gemeenschap van goederen), jika tidak suatu perjanjian. Tetapi perbedaannya
diadakan perjanjian perkawinan masih ada juga, yaitu seorang isteri
(huwelijksvoorwaarden). Keadaan bertindak sendiri (meskipun didampingi
yang demikian, akan berlangsung oleh suami atau dikuasakan), Se-
seterusnya dan tak dapat diubah lagi dangkan orang yang belum dewasa
selama perkawinan. atau seorang curandus tidak pernah
tampil ke muka dan selalu harus
Pasal 140 KUH Perdata

39
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

diwakili oleh orang tua, wali atau perceraian atau pemisahan kekayaan,
kurator. atau ia sendiri digugat oleh suaminya
untuk mendapat perceraian.
Selanjutnya perlu diterangkan,
bahwa ketidakcakapan seorang isteri, Peraturan tentang ketidak-
hanyalah mengenai perbuatan- cakapan seorang isteri itu oleh
perbuatan hukum yang terletak di Mahkamah Agung dianggap sekarang
lapangan hukum kekayaan dan yang tidak berlaku lagi. Ketentuan Pasal 108
mungkin membawa akibat-akibat bagi KUH Perdata tentang ketidakcakapan
kekayaan si isteri itu sendiri. Terhadap seorang istri itu harus dianggap sudah
ketentuan, bahwa seorang isteri harus dicabut oleh Undang-undang
dibantu oleh suaminya, diadakan Perkawinan, Pasal 31 (1) yang
beberapa kekecualian berdasarkan mengatakan, bahwa suami istri
anggapan, untuk perbuatan-perbuatan masing-masing berhak melakukan
itu si isteri telah mendapat persetujuan perbuatan hukum.
atau kuasa dari suaminya
(veronderstelde machtiging). Akibat-akibat lain dari
Perbuatan-perbuatan si isteri tersebut perkawinan, adalah:
adalah untuk kepentingan rumah
tangga dan apabila si isteri mempunyai 1. anak-anak yang lahir dari dalam
pekerjaan sendiri. Misalnya pembelian- perkawinan adalah anak sah
pembelian di toko, asal saja dapat 2. suami menjadi waris dari isteri dan
dimasukkan pengertian keperluan begitu sebaliknya, apabila salah
rumah tangga biasa dan sehari-hari satu meninggal dunia di dalam
adalah sah dan harus dibayar oleh perkawinan;
suaminya (Pasal 109). 3. oleh undang-undang dilarang jual
beli antara suami dan isteri;
Dalam praktek oleh hakim 4. perjanjian perburuhan antara
dipakai sebagai ukuran nilainya tiap suami dan isteri tak dibolehkan:
rumah tangga, sehingga misalnya 5. pemberian benda-benda atas nama
pembelian sebuah lemari es bagi isteri tak diperbolehkan antara suami
seorang direktur bank dapat dianggap isteri;
sebagai keperluan rumah tangga biasa 6. suami tidak diperbolehkan menjadi
dan sehari-hari akan tetapi tidak saksi di dalam suatu perkara
sedemikian halnya bagi isteri seorang isterinya dan begitu sebaliknya.
juru tulis. Suami selalu berhak untuk 7. suami tidak dapat dituntut tentang
memaklumi kepada para pihak ketiga, beberapa kejahatan terhadap
bahwa ia tidak mengizinkan isterinya isterinya dan begitu sebaliknya,
untuk bertindak sendiri meskipun seperti pencurian.
mengenai hal-hal dalam lapangan
rumah-tangga. Bantuan suami juga Hak mengurus kekayaan
tidak diperlukan, apabila si isteri bersama (gemeenschap) berada di
dituntut di depan hakim dalam perkara tangan suami, yang dalam hal ini
pidana, begitu pula apabila si isteri mempunyai kekuasaan yang sangat
mengajukan gugatan terhadap luas. Selain pengurusan itu tak
suaminya untuk mendapatkan bertanggung jawab kepada siapa pun

40
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

juga, pembatasan terhadap memperhitungkan harganya dalam


kekuasaannya hanya terletak dalam pembagian. Demikian juga dengan hak
larangan untuk memberikan dengan vruchtgebruik atas suatu benda dan
percuma benda-benda yang tak yang kedua-duanya sangat rapat
bergerak atau seluruh atau sebagian hubungannya dengan diri seorang.
dari semua benda-benda yang
bergerak kepada pihak lain selain Apabila salah satu pihak
kepada anaknya sendiri, yang lahir dari meninggal dan masih ada anak-anak di
perkwinan. bawah umur, suami atau isteri yang
ditinggalkan diwajibkan dalam waktu
Untuk suatu hutang pribadi, tiga (3) bulan membuat suatu
harus dituntut suami atau isteri yang pencatatan tentang kekayaan mereka
membuat hutang tersebut, sedangkan bersama. Pencatatan ini dapat
yang harus disita pertama-tama adalah dilakukan secara aotentik maupun di
benda pribadi. Apabila tidak terdapat bawah tangan dan harus diserahkan
benda pribadi atau ada, tetapi tidak pada kepaniteraan Pengadilan Negeri
mencukupi, maka dapatlah benda setempat.
bersama disita pula. Akan tetapi, jika
suami yang membuat hutang, benda Pertanggungjawaban terhadap
pribadi si isteri tak dapat disita dan hutang-hutang gemeenschap, setelah-
begitu pula sebaliknya. nya gemeenschap dihapuskan adalah
sebagai berikut :
Gemeenschap itu berakhir
dengan berakhirnya perkawinan, yaitu: 1. Masing-masing tetap, bertanggung
jawab tentang hutang-hutang yang
a. dengan matinya salah satu pihak, telah dibuatnya.
b. dengan perceraian, 2. Di samping itu si suami masih dapat
c. dengan perkawinan bare sang dituntut pula tentang hutang-
isteri, setelah ia mendapat izin hutang yang telah dibuat oleh si
hakim, yaitu apabila suami isteri.
bepergian sampai sepuluh tahun 3. Si isteri dapat dituntut untuk
lamanya tanpa diketahui separoh tentang hutanghutang
alamatnya, yang telah dibuat oleh si suami.
d. diadakan pemisahan kekayaan, 4. Sehabis diadakan pembagian, tak
e. perpisahan meja dan tempat tidur. dapat lagi dituntut tentang hutang
yang dibuat oleh yang lain
Apabila gemeenschap itu sebelumnya perkawinan.
dihapuskan, ia dibagi dalam dua bagian
yang sama dengan tidak Apabila pendaftaran perjanjian
mengindahkan asal barang satu per di kepaniteraan Pengadilan Negeri
satu dari pihak siapa. Hanya barang- belum dilakukan, pihak ketiga boleh
barang yang sangat rapat menganggap suami isteri itu kawin
hubungannya dengan suatu pihak dalam percampuran kekayaan.
(pakaian, perhiasan, perkakas tukang, Larangan untuk membuat suatu
dan sebagainya) dapat diberikan pada perjanjian yang menghapuskan
yang bersangkutan dengan kekuasaan suami sebagai kepala di

41
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

dalam perkawinan (maritale macht) 1. salah satu pihak mendapat cacat


atau kekuasaannya sebagai ayah badan/penyakit, dengan akibat
(ouderlijke macht) atau akan tidak dapat menjalankan
menghilangkan hak-hak seorang suami kewajibannya sebagai suami/lsteri;
atau isteri yang ditinggalkan. 2. antara suami isteri terus menerus
Selanjutnya ada larangan untuk terjadi perselisihan/pertengkaran
membuat suatu perjanjian bahwa si dan tidak ada harapan akan hidup
suami akan memikul suatu bagian yang rukun lagi dalam rumah tangga
lebih besar dalam activa daripada (Pasal 19 PP Nomor 9 Tahun 1975).
bagiannya dalam passiva. Maksudnya
larangan ini, agar jangan sampai suami Tuntutan perceraian diajukan
isteri itu menguntungkan diri untuk kepada hakim secara gugat biasa
kerugian pihak-pihak lain. dalam perkara perdata, tetapi harus
didahului dengan meminta izin pada
E. Perceraian Ketua Pengadilan Negeri untuk
menggugat. Sebelum izin ini diberikan,
Perkawinan hapus apabila salah hakim harus lebih dahulu mengadakan
satu pihak meninggal. Selanjutnya ia percobaan untuk mendamaikan kedua
hapus apabila salah satu pihak kawin belah pihak (verzoeningscomparitie).
lagi setelah mendapat izin hakim, Selama perkara bergantung, Ketua
bilamana pihak yang lainnya Pengadilan Negeri dapat memberikan
meninggalkan tempat tinggalnya ketetapan-ketetapan sementara,
hingga sepuluh tahun lamanya dengan misainya dengan memberikan izin pada
tidak tahu keberadaan. Akhirnya si isteri untuk bertempat tinggal sendiri
perkawinan dapat dihapuskan dengan terpisah dari suaminya,
perceraian. memerintahkan supaya si suami
memberikan nafkah tiap-tiap kali pada
Perceraian ialah penghapusan isterinya berta anak-anaknya yang
perkawinan dengan putusan hakim turut pada isterinya itu dan sebagainya.
atau tuntutan salah satu pihak dalam Juga hakim dapat memerintahkan
perkawinan itu. Undang-undang tidak supaya kekayaan suami atau kekayaan
membolehkan perceraian dengan bersama disita agar jangan habiskan
permufakatan antara suami dan isteri, oleh suami selama perkara masih
tetapi harus ada alasan. bergantung.

Alasan-alasan perceraian, Permintaan untuk diberikan


adalah tunjangan nafkah oleh si isteri dapat
diajukan bersama-sama dengan gu-
1. zina gatannya untuk mendapatkan
2. ditinggalkan dengan sengaja perceraian atau tersendiri. Penetapan
3. hukuman badan yang melebihi 5 jumlah tunjangan oleh hakim diambil
tahun karena melakukan kejahatan dengan mempertimbangkan kekuatan
penganiayaan berat dan keadaan si suami. Apabila keadaan
ini tidak memuaskan dapat
Undang-undang Perkawinan mengajukan permohonannya supaya
menambahkan alasan tersebut: penetapan itu oleh hakim ditinjau

42
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

kembali. Adakalanya juga, jumlah hingga segala perbuatan suami yang


tunjangan itu ditetapkan sendiri oleh bersifat melalaikan kepentingan rumah
kedua belah pihak atas permufakatan. tangga dapat dimasukkan ke da-
Juga diperbolehkan untuk merubah lamnya.
dengan perjanjian ketentuan-
ketentuan mengenai tunjangan Perpisahan meja dan tempat
tersebut yang sudah ditetapkan dalam tidur mempunyai akibat, selama isteri
keputusan hakim. Jikalau seorang dibebaskan dari kewajibannya untuk
janda kawin lagi, maka isteri tinggal bersama dan dengan sendirinya
kehilangan haknya untuk menuntut membawa pemisahan kekayaan.
tunjangan dari bekas suaminya. Perpisahan meja dan tempat tidur tidak
berakibat hapusnya kekuasaan orang
Perceraian mempunyai akibat tua (ouderlijke macht), sehingga di sini
pula, bahwa kekuasaan orang tua tidak ada wali ataupun wali pengawas.
(ouderlijke macht) berakhir dan Hakim harus menetapkan oleh siapa,
berubah menjadi perwalian (voogdij). ayah atau ibu, kekuasaan itu dijalankan
Karena itu, jika perkawinan dipecahkan terhadap masing-masing anak. Hakim
oleh hakim, harus pula diatur tentang dapat juga mengizinkan perpisahan
perwalian itu terhadap anak-anak yang meja dan tempat tidur atas persetujuan
masih di bawah umur. Penetapan wali kedua belah pihak dengan tak usah
oleh hakim dilakukan setelah mengajukan sesuatu alasan, asal saja
rnendengar keluarga dari pihak ayah perkawinan sudah berlangsung paling
maupun dari pihak ibu yang, rapat sedikit dua tahun. Apabila lima tahun
hubungannya dengan anak-anak telah lewat dan tidak juga dapat per-
tersebut. Hakim bebas untuk damaian kembali antara suami dan
menetapkan ayah atau ibu menjadi isteri, masing-masing pihak dapat
wali, tergantung dari siapa dipandang meminta kepada hakim supaya
paling cakap atau baik mengingat perkawinan diputuskan dengan
kepentingan anak-anak. Penetapan perceraian.
wali ini juga dapat ditinjau kembali oleh
hakim atas permintaan ayah atau ibu F. Pemisahan Kekayaan
berdasarkan perubahan keadaan.
Dalam melindungi si isteri
Untuk meminta perpisahan terhadap kekuasaan si suami yang
meja dan tempat tidur harus juga ada sangat luas atas kekayaan bersama
alasan yang sah. Undang-undang serta kekayaan pribadi si isteri,
menyebutkan, alasan-alasan yang undang-undang memberikan pada si
sama seperti yang ditetapkan untuk isteri suatu hak untuk meminta pada
suatu perceraian, tetapi di samping itu hakim supaya diadakan pemisahan
ada juga alasan yang dinamakan kekayaan dengan tetap
perbuatan-perbuatan yang melewati berlangsungnya perkawinan.
batas (buitensporigheden), sedangkan Pemisahan kekayaan dapat diminta
penganiayaan dan penghinaan berat oleh si isteri dengan alasan, yaitu:
juga merupakan alasan untuk minta
perpisahan ini. Arti perkataan 1. apabila si suami dengan kelakuan
buitensporigheden adalah sangat luas, yang nyata-nyata tidak baik,

43
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

mengorbankan kekayaan bersama pengumuman putusan hakim dalam


dan membahayakan keselamatan mengadakan pemisahan.
keluarga;
2. apabila si suami melakukan
pengurusan yang buruk terhadap
kekayaan si isteri, hingga ada Literatur :
kekhawatiran kekayaan ini akan
menjadi habis; Bakri A. Rahman dan Ahmad Sukardja,
3. apabila si suami mengolbralkan 1981, Hukum Perkawinan
kekayaan sendiri, hingga si isteri Menurut Islam, Undang -
akan kehilangan tanggungan yang Undang Perkawinan Dan
oleh undang- undang diberikan Hukum Perdata/BW, Jilid 2,
padanya atas kekayaan tersebut Hidakarya Agung, Jakarta.
karena pengurusan yang dilakukan
oleh si suami terhadap kekayaan J. Satrio, 1993, Hukum Harta
isterinya. Perkawinan, Cetakan Ke-2,
PT Citra Aditya Bakti, Bandung.
Gugatan untuk mendapatkan
pemisahan kekayaan, harus Riduan Syahrani, 2004. Seluk Beluk dan
diumumkan sebelum diperiksa dan Azas-azas Hukum Perdata,
diputuskan oleh hakim, sedangkan Alumni, Bandung.
putusan hakim harus diumumkan. Hal
Subekti, 1990, Hukum Keluarga dan
ini untuk menjaga kepentingan pihak
Hukum Waris, Intermasa,
ketiga, terutama orang-orang yang
Jakarta.
mempunyai piutang terhadap si suami.
Mereka dapat mengajukan perlawanan
-----------, 2003, Pokok-pokok Hukum
terhadap diadakannya pemisahan
Perdata, Intermasa, Jakarta.
kekayaan.
Subekti dan R. Tjitrosudibio, 2001,
Selain membawa pemisahan
Kitab Undang-undang Hukum
kekayaan, putusan hakim berakibat
Perdata, Pradnya Paramita,
pula, si isteri memperoleh kembali
Jakarta.
haknya untuk mengurus kekayaannya
sendiri dan berhak mempergunakan
Wantjik Saleh, 1980, Hukum
segala penghasilannya sendiri
Perkawinan Indonesia, Ghalia
sesukanya. Akan tetapi, karena
Indonesia, Jakarta.
perkawinan belum diputuskan, isteri
masih tetap tidak cakap menurut Zainuddin Ali, 2006, Hukum Perdata
undang-undang untuk bertindak sendiri Islam di Indonesia, Sinar
dalam hukum. Grafika, Jakarta.

Pemisahan kekayaan dapat


diakhiri atas persetujuan kedua belah
pihak dengan meletakkan persetujuan
itu dalam akta notaris, yang harus
diumumkan sama seperti untuk

44
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Soal Latihan:

1. Jelaskan pengertian perkawinan


menurut KUH Perdata?
2. Jelaskan syarat-syarat sahnya
perkawinan menurut KUHPerdata?
3. Jelaskan akibat hukum dari
perceraian?
4. Apa yang dimaksud dengan
perjanjian perkawinan?
5. Apa yang dimaksud dengan
Geemenschap?
6. Apa yang dimaksud dengan
pemisahan harta kekayaan?

45
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

BAB V
HUKUM KELUARGA

Tujuan Instruksional Khusus Menyimpang yang satu adalah bukan


keturunan yang lain, melainkan yang
Mahasiswa diharapkan dapat mempunyai nenek moyang yang sama.
mengetahui dan menjelaskan Hukum
Keluarga: Keluarga Sedarah dan Garis lurus dalam keturunan
Semenda, Kekuasaan Orang Tua, terbagi 2 (dua), yaitu:
Perwalian, Pendewasaan, 1. Garis lurus ke bawah adalah
Pengampuan, Ketidakhadiran/orang hubungan antara nenek moyang
yang hilang serta Domisili dengan sekalian keturunannya.
2. Garis lurus ke atas adalah
Sub Pokok Bahasan: hubungan antara seseorang
dengan sekalian mereka yang
A. Keluarga Sedarah dan Semenda menurunkannya (Pasal 292 KUH
B. Kekuasaan Orang Tua Perdata).
C. Perwalian
D. Pendewasaan Pertalian anak dengan bapak
E. Pengampuan adalah garis lurus derajat kesatu.
F. Ketidakhadiran/orang yang hilang Pertalian bapak dengan cucumya
G. Domisili adalah garis lurus derajat kedua.
Pertalian antara bapak dan kakek
Uraian: terhadap anak dan cucunya adalah
garis lurus derajat kesatu dan derajat
1. Keluarga Sedarah dan Keluarga kedua (Pasal 293 KUH Perdata).
Semenda
Kekeluargaan dalam garis
Keluarga sedarah adalah menyimpang dihitung dengan
pertalian kekeluargaan antara orang- menggunakan patokan yang berasal
orang di mana yang seorang adalah dari leluhur yang sama atau yang
keturunan dan yang lain atau antara terdekat. Dua saudara adalah bertalian
orang-orang yang mempunyai bapak keluarga dalam derajat kedua. Paman
asal yang sama (Pasal 290 KUH dan Keponakan adalah bertalian
Perdata). Pertalian keluarga dihitung keluarga dalam derajat ketiga. Antara
dengan jumlah kelahiran. Tiap-tiap dua anak saudara adalah bertalian
kelahiran dinamakan derajat urutan keluarga dalam derajat keempat (Pasal
Perderajatan (Pasal 291 dan Pasal 293 294 KUH Perdata).
KUH Perdata). Garis Lurus yang satu
adalah keturunan yang lain dan Garis

46
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Contoh hubungan sedarah, 298 KUH Perdata).


yaitu:
Berdasarkan uraian tersebut
1. Sedarah lurus, yaitu: Ayah, ibu, dapat disimpulkan bahwa, kekuasaan
anak kandung orang tua adalah:
2. Sedarah ke samping, yaitu :
Saudara kandung 1. Kekuasaan orang tua ada pada
kedua orang tua.
Kekeluargaan Semenda adalah 2. Kekuasaan orang tua ada selama
pertalian keluarga yang diakibatkan perkawinan berlangsung.
karena perkawinan. Hubungan antara 3. Kekuasaan orng tua ada pada
seseorang di antara suami istri dengan orang tua selama tidak dibebaskan
keluarga sedarah dari yang lain. Tiada atau dicabut/ dipecat dari mereka.
keluarga semenda antara para
keluarga sedarah suami dengan Kekuasaan orang tua di dalam
keluarga si istri dan sebaliknya. KUH Perdata, terbagi dalam 2 (dua)
Perderajatan keluarga semenda bagian, yaitu:
dihitung dengan cara yang sama
dengan derajat keluarga sedarah (Pasal 1. Kekuasaan orang tua terhadap diri
295 dan Pasal 296 KUH Perdata). anak.
2. Kekuasaan orang tua terhadap
Contoh hubungan keluarga harta benda anak.
semenda, yaitu :
1. Semenda lurus, yaitu: Mertua, anak Seorang anak yang sah sampai
tiri pada waktu ia mencapai usia dewasa
2. Semenda ke samping, yaitu: atau kawin, berada di bawah
Saudara Ipar kekuasaan orang tuanya (ouderlijhe
macht) oleh kedua orang tua bersama,
2. Kekuasaan Orang Tua tetapi lazimnya dilakukan oleh si ayah.
(ouderlijke macht) Apabila si ayah tidak mampu untuk
memikulnya, misalnya sedang sakit
Kekuasaan orang tua adalah keras, sakit ingatan, sedang bepergian,
kewajiban orang tua untuk memberi dengan tidak ada ketentuan tentang
pendidikan dan penghidupan kepada nasibnya atau sedang berada di bawah
anaknya yang belum dewasa dan pengawasan (curatele) kekuasaan
sebaliknya anak-anak dalam umur tersebut dilakukan oleh isterinya.
berapapun juga wajib menghormati Kekuasaan orang tua, terutama
kepada bapak dan ibunya. Apabila kewajiban untuk mendidik dan
orang tua kehilangan hak untuk memelihara anaknya, meliputi
memangku kekuasaaan orang tua atau pemberian nafkah, pakaian dan
untuk menjadi wali maka hal ini tidak perumahan. Pada umumnya seorang
membebaskan mereka dari kewajiban anak yang masih di bawah umur tidak
memberi tunjangan-tunjangan dengan cakap untuk bertindak sendiri,
keseimbangan sesuai pendapatan sehingga harus diwakili oleh orang tua.
mereka untuk membiayai pemeliharaan
dan pendidikan anak mereka (Pasal Kekuasaan orang tua terhadap

47
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

harta benda anak, meliputi: bahwa si bapak tidak dapat


menikmati hasilnya.
1. Pengurusan (het beheer)
2. Menikmati hasil (het vrucht genot) Hak penikmatan berakhir
3. Pengurusan (het beheer) apabila:
4. Pengurusan harta benda anakj
bertujuan untuk mewakili anak 1. Matinya sianak (Pasal 314 KUH
untuk melakukan tindakan hukum Perdata)
oleh karena anank itu dianggap 2. Anak menjadi dewasa
tidak cakap (on bekwaam). 3. Pencabutan kekuasaan orang tua.

Seorang pemangku kekuasaan Kekuasaan orang tua akan


orang tua terhadap anak yang belum berakhirnya, apabila:
dewasa mempunyai hak mengurus
(baheer) atas harta benda anak itu 1. Pencabutan/pemecatan (on tzet)
(Pasal 307 KUH Perdata). Pemangku atau pembebasan (on heven)
kekuasaan orang tua wajib mengurus kekuasaan orang tua.
harta benda naknya dan harus 2. Anak menjadi dewasa
bertanggung jawab baik atas (meerderjaring).
kepemilikan harta itupun atas hasil 3. Perkawinan bubar.
barang-barang yang mana ia 4. Matinya si anak.
perbolehkan menikmatinya. (Pasal 308
KUH Perdata) dan menurut Pasal 309 Pencabutan atau pemecatan
KUH Perdata ia tidak memindah kekuasaan orang tua berdasarkan
tangankan harta benda anak yang alasan tidak cakap (ongeschikt) atau
belum dewasa. tidak mampu (oumachlig) untuk me-
lakukan kewajiban memelihara dan
Seseorang yang melakukan mendidik anaknya. Seorang ayah atau
kekuasaan orang tua atau perwalian ibu mempunyai sifat-sifat yang
berhak menikmati segala hasil harta menyebabkan ia tidak lagi dapat
kekayaan anak-anaknya yang belum dianggap cakap untuk melakukan
dewasa. Apabila orang tua tersebut kekuasaan orang tua. Dalam hal ini
dihentikan dari kekuasaan orang tua hanya dapat dimintakan oleh Dewan
atau perwalian maka penikmatan itu Perwalian (Voogdijraad) atau
beralih kepada orang yang Kejaksaan dan tidak dapat dipaksakan
menggantikannya (Pasal 311 KUH jika si ayah atau ibu itu melawannya.
Perdata). Hak penikmatan tersebut
adalah meliputi seluruh harta benda si Selanjutnya dapat juga
anak, kecuali (Pasal 313 KUH Perdata) dimintakan pada hakim supaya orang
yaitu: tua itu dicabut kekuasaannya (ontzet),
berdasarkan alasan-alasan yang
1. barang-barang yang diperoleh ditentukan oleh undang-undang,
sianak dari hasil kerja dan antara lain jika:
usahanya sendiri.
2. barang-barang yang dihasilkan 1. orang tua itu salah
atau diwariskan dengan ketentuan mempergunakan atau sangat

48
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

melalaikan kewajibannya sebagai pengarahan kehidupan masa depan


orang tua, anak, menetapkan perkawinan
2. berkelakuan buruk, anak;
3. dihukum karena sesuatu kejahatan 2. Kekuasaan terhadap perbuatan
yang ia lakukan bersama-sama anak, tersimpul dalam Pasal 47 ayat
dengan anaknya atau dihukum (2) UUP yang berbunyi : “orang tua
penjara selama duan tahun atau mewakili anak tersebut mengenai
lebih. segala perbuatan hukum di dalam
dan di luar pengadilan”. Kekuasaan
Pencabutan kekuasaan (ont- ini meliputi perbuatan hukum di
zetting) dapat dimintakan oleh si isteri dalam dan di luar pengadilan,
terhadap suaminya atau sebaliknya, akibat hukum yang timbul dari
dan dapat pula dimintakan oleh perbuatan anak, mengarahkan
anggota-anggota keluarga yang perbuatan anak untuk kebaikan.
terdekat, Dewan Perwalian (Voogdij- 3. Kekuasaan terhadap harta benda
raad) atau Kejaksaaan. anak, tersimpul dalam Pasal 48
UUP, meliputi mengurus,
Pembebasan kekuasaan orang menyimpan, membelanjakan harta
tua didasarkan pada tidak cakapnya anak untuk kepentingan anak
orang tua atau tidak mampu memenuhi sebelum ia berumur 18 tahun, atau
kepentingan-kepentingan dasar anak- sebelum ia kawin. Dengan
anaknya. Ada perbedaan pembebasan pembatasan tidak boleh
kekuasaan orang tua (ontheffing) dan memindahkan hak atau
pencabutan kekuasaan orang tua manggadaikan barang-barang
(onzetting), ontheffing ditujukan pada tetap milik anak.
orang tua yang melakukan kekuasaan
orang tua (biasanya si ayah), Pencabutan kekuasaan orang
sedangkan ontzetting dapat ditujukan tua apabila orang tua sangat
pada masing-masing orang tua. melalaikan kewajibannya terhadap
anak-anak, atau bekelakuan buruk
Menurut Undang-Undang sekali, maka salah satu atau kedua
Perkawinan (UUP), kekuasaan orang orang tua dapat dicabut kekuasaannya
tua terhadap anak berlangsung hingga terhadap seorang anak atau lebih
anak itu mencapai umur 18 tahun, atau untuk waktu tertentu. Yang
anak itu kawin, atau ada pencabutan mengajukan permintaan pencabutan
kekuasaan orang tua oleh pengadilan itu adalah: (Pasal 49 ayat (1) UUP)
(Pasal 47 ayat (1) UUP). Kekuasaan
orang tua meliputi : 1. orang tua, apabila salah satunya
dimintakan pencabutan;
1. Kekuasaan terhadap pribadi anak, 2. keluarga anak berada dalam garis
tersimpul dalam Pasal 45 ayat (1) lurus ke atas;
UUP yang berbunyi : “kedua orang 3. saudara kandung yang telah
tua wajib memelihara dan mendidik dewasa;
anak-anak mereka sebaik-baiknya”. 4. pejabat yang berwenang;
Kekuasaan ini meliputi nafkah,
tempat tinggal, pendidikan,

49
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Permintaan pencabutan (natuurlijk kind).


kekuasaan orang tua diajukan kepada
Pengadilan Negeri yang daerah Seorang anak yang lahir di luar
hukumnya meliputi tempat tinggal perkawinan berada di bawah perwalian
orang tua yang bersangkutan. Dalam orang tua yang mengakuinya. Apabila
pengertian kekuasaan ini, tidak seorang anak yang tidak berada di
termasuk kekuasaan wali nikah. bawah orang tua ternyata tidak
Meskipun kekuasaan orang tua dicabut, mempunyai wali, hakim akan
mereka masih tetap berkewajiban mengangkat seorang wali atas
untuk memberi biaya pemeliharaan permintaan salah satu yang
kepada anak yang bersangkutan (Pasal berkepentingan atau karena
49 ayat (2) UUP). Mengenai pengertian jabatannya (datieve voogdij). Ada pula
dari “sangat melalaikaan kewajiban” kemungkinan orang tuanya dalam
dan “berkelakuan buruk sekali”, surat wasiat mengangkat seorang wali
terserah kepada pertimbangan Hakim untuk anaknya.
Pengadilan Negeri.
Ada beberapa macam wali,
Akibat pencabutan kekuasaan yaitu:
orang tua ialah orang tua kehilangan
kekuasaan atas anaknya, anak ditaruh 1. Wali yang ditunjuk oleh orang tua
di bawah perwalian, kekuasaan orang semasa ia masih hidup (melalui
tua akan timbul lagi, apabila alasan surat wasiat). Pada masa orang
pencabutan sudah hilang atau lenyap. tua masih hidup telah
menunjukkan wali dari anak-
3. Perwalian (Voogdij) anaknya kalau ia meninggal
sebelum anak itu dewasa melalui
Perwalian adalah pengawasan akte notaris.
terhadap anak yang dibawah umur, 2. Wali menurut undang-undang.
yang tidak berada dibawah kekuasaan Siapa yang terlama hidup maka ia
orang tua. Pada umumnya dalam yang akan menjadi wali (ayah atau
setiap perwalian hanya ada seorang ibunya) (Pasal 345 KUH Perdata).
wali saja, kecuali apabila seorang wali 3. Wali yang diangkat oleh hakim.
ibu (moerdervoogdes) kawin lagi, Orang tuanya meninggal sehingga
dalam hal mana suaminya menjadi wali wali ditunjuk oleh hakim.
ayah. Jika salah satu dari orang tua Seseorang yang diangkat menjadi
tersebut meninggal, maka menurut wali oleh hakim, harus menerima
undang-undang orang tua yang lainnya pengangkatan itu, kecuali jika ia
dengan sendirinya menjadi wali bagi seorang isteri yang kawin atau jika
anak-anaknya. ia mempunyai alasan-alasan
menurut undang-undang untuk
1. anak sah yang kedua orang tuanya minta dibebaskan dari
telah dicabut kekuasaannya pengangkatan itu. Alasan-alasan itu
sebagai orang tua; antara lain jika ia, antuk
2. anak sah yang orang tuanya telah kepentingan negara harus berada
bercerai; (luar negeri, jika ia seorang
3. anak yang lahir di luar perkawinan anggota tentara dalam dinas aktif

50
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

jika ia sudah berusia 60 lebih, jika 2. saudara kandung yang telah


ia sudah menjadi wali untuk dewasa, yaitu kakak anak
seorang anak lain atau jika sudah tersebut.
mempunyai 5 (lima) orang anak
yang sah. Di samping kemungkinan
orang lain dengan alasan tertentu
Ada golongan yang tidak dapat ditunjuk oleh orang tua sebagai wali
menjadi wali adalah orang yang sakit anaknya. Penunjukan dapat dilakukan
ingatan, orang yang belum dewasa, secara lisan di muka dua orang saksi
orang berada di bawah curatele, orang atau dengan wasiat. Syarat-syarat
yang telah dicabut kekuasaanya seseorang dapat ditunjuk sebagai
sebagai orang tua, dicabut wali (Pasal 51 ayat (2) UUP) sebagai
perwaliannya, kecuali untuk anak- berikut:
anaknya.
1. dewasa
Cara penunjukkan wali, 2. berpikiran sehat;
menurut ketentuan Pasal 51 KUH 3. berprilaku adil
Perdata ada 3 (tiga) macam, yaitu: 4. jujur
5. berkelakuan baik.
1. secara lisan di hadapan dua orang
saksi; Seorang wali diwajibkan
2. secara tertulis dengan surat mengurus harta benda anak yang
wasiat; berada di bawah pengawasannya
3. secara tertulis dengan penetapan dengan sebaik-baiknya dan ber-
hakim, dalam hal terjadi tanggung jawab tentang kerugian-
pencabutan kekuasaan wali. kerugian karena pengurusan yang
buruk. Dalam kekuasaan wali dibatasi
Pasal 51 ayat (2) UUP, oleh Pasal 393 KUH Perdata yang
menegaskan bahwa yang dapat melarang seorang wali meminjam uang
ditunjuk sebagai wali adalah keluarga untuk si anak. Tidak diperkenankan
anak atau orang lain. Namun siapa pula menjual, menggadaikan benda-
yang dimaksud dengan keluarga atau benda yang tak bergerak, surat-surat
orang lain tidak terdapat sero dan surat-surat penagihan dengan
penjelasannya. Menurut Pasal 49 tidak mendapat izin lebih dahulu dari
ayat (1) UUP mengenai orang yang hakim. Selanjutnya seorang wali
dapat mengajukan permohonan diwajibkan memberikan suatu
pencabutan kekuasaan orang tua. penutupan pertanggungjawaban,
Dengan demikian, dapat dikatakan apabila tugasnya telah berakhir.
bahwa yang dimaksud dengan Pertanggungjawaban ini dilakukan
keluarga adalah : pada si anak, apabila ia telah menjadi
dewasa atau pada warisnya jikalau
1. 1. keluarga anak dalam garis lurus anak itu telah meninggal.
ke atas, misalnya kakek baik dari
pihak bapak maupun dari pihak Kewajiban wali di dalam Pasal
ibu. 51 UUP, yaitu:

51
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

1. Wali wajib mengurus anak yang sudah dewasa.


berada dibawah kekuasaannya dan
harta bendanya sebaik-baiknya Pendewasaan pada umumnya
dengan menghormati agama merupakan suatu upaya untuk
kepercayaan anak itu. memberikan wewenang kepada
2. Wali wajib membuat daftar harta seorang anak di bawah umur
benda anak yang berada dibawah (minderjaring) untuk dapat wenang
kekuasaannya pada waktu memulai berbuat hukum, di luar hal
jabatannya dan mencatat semua melangsungkan perkawinan. Alat
peru bahan-perubahan harta benda pendewasaan dapat dibagi menjadi
anak tersebut . dua, yaitu:
3. Wali bertanggung jawab tentang
harta benda anak yang berada 1. Alat pendewasaan yang sempurna
dibawah perwaliannya serta adalah keadaan di mana anak yang
kerugian yang ditimbulkan minderjaring (di bawah umur)
kesalahan dan kelalaiannya. menjadi orang yang merderjaring
(dewasa), tetapi dengan syarat
Perwalian akan berakhir, orang yang mengajukan
apabila (Pasal 53 UUP): permohonan itu telah berumur 20
tahun genap. Jika seseorang anak
1. Wali sangat melalaikan yang telah memperoleh alat
kewajibannya terhadap anak pendewasaan yang sempurna,
perwalian tersebut. wewenang berbuat hukumnya
2. Wali berkelakuan buruk sebagai sama dengan wewenang orang
walinya. dewasa. Harus diajukan
permohonan kepada Gubernur
4. Pendewasaan (handlichting) Jenderal. Setelah mendapat
persetujuan dengan pertimbangan
Pendewasaan adalah suatu Mahkamah Agung (Hogerecht
upaya yang digunakan untuk shock), baru dikeluarkan suatu
meniadakan keadaan belum dewasa surat keputusan pendewasaan
baik untuk tindakan tertentu saja atau yang disebut Venia Estatis.
secara keseluruhan. Dengan kata lain, 2. Alat pendewasaan yang terbatas
upaya hukum yang menempatkan hanya merupakan kewenangan
orang yang belum dewasa menjadi berbuat dari seseoarng yang
sama dengan orang dewasa. Seorang minderjaring yang diizinkan oleh
anak yang masih di bawah umur Pengadilan Negeri atas permintaan
dengan seorang yang sudah dewasa, yang bersangkutan untuk
agar anak mampu bertindak sendiri di melakukan suatu perbuatan
dalarn pengurusan kepentingan- tertentu saja. Sipemohon
kepentingan sendiri maka dilakukanlah pendewasaan ini masih berumur di
pendewasaan adalah dengan suatu bawah 20 tahun dan tidak boleh
pernyataan tentang seorang yang, be- kurang dari 18 tahun. Pemberian
lum mencapai usia dewasa sepenuhnya pendewasaan ini dapat dicabut
atau hanya untuk beberapa hal saja apabila si pemohon melakukan
dipersamakan dengan seorang yang perbuatan hukum selain yang

52
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

ditentukan dalam izin yang akan bertindak sebagai wakil


pemberiannya. menurut undang-undang dari orang
yang tidak cakap tersebut. Orang yang
Permohonan untuk telah dewasa yang dianggap tidak
dipersamakan sepenuhnya dengan se- cakap tersebut disebut kurandus,
orang yang sudah dewasa, dapat sedangkan orang yang bertindak
diajukan oleh seorang anak yang sudah sebagai wakil dari kurandus disebut
mencapai umur 20 tahun kepada pengampu (kurator).
Presiden dengan melampirkan surat
kelahiran atau lain-lain bukti bahwa Orang-orang yang ditempatkan
telah mencapai umur tersebut. di bawah pengampuan yaitu:
Presiden akan memberikan keputusan
setelah mendapat nasihat dari 1. orang dungu
Mahkamah Agung, untuk itu akan 2. orang sakit ingatan
mendengar orang-orang tua anak 3. orang boros
tersebut atau anggota keluarga yang
dianggapnya perlu. Begitu pun dalam Orang-orang yang berhak
hal pemohon berada di bawah mengajukan pengampuan, ialah:
perwalian, wali dan wali pengawas
dapat juga didengar keterangannya. 1. Bagi orang dungu adala pihak yang
merasa tidak mampu untuk
Apabila permohonan diluluskan, mengurus kepentingannya sendiri;
si pemohon memperoleh kedudukan 2. Bagi orang yang sakit ingatan
yang sama dengan seorang dewasa. adalah setiap anggota keluarga
Tetapi dalam hal perkawinan masih sedarah dan istri atau suami, dan
berlaku Pasal 35 dan 37 KUH Perdata, jaksa dalam hal curandus tidak
berkaitan dengan perihal pemberian mempunyai istri atau suami
izin, yaitu harus mendapat izin dari ataupun keluarga sedarah di
orang tuanya, atau dari hakim. wilayah Indonesia;
Pernyataan persamaan yang hanya 3. Bagi orang yang boros adalah
meliputi beberapa hal saja, misalnya setiap anggota keluarga sedarah
yang berhubungan dengan pengurusan dan sanak keluarga dalam garis ke
suatu perusahaan dapat diberikan oleh samping sampai derajat keempat
pengadilan negeri pada seorang anak dan/istri atau suaminya.
yang sudah berumur 18 tahun.
Permintaan untuk menaruh
5. Pengampuan (curatele) seorang di bawah pengampuan, harus
diajukan kepada pengadilan negeri
Pengampuan adalah keadaan dengan menguraikan peristiwa-
orang yang telah dewasa yang peristiwa yang menguatkan
disebabkan sifat-sifat pribadinya persangkaan tentang adanya alasan-
dianggap tidak cakap mengurus alasan untuk menaruh orang di bawah
kepentingannya sendiri atau pengawasan, dengan disertai bukti-
kepentingan orang lain yang menjadi bukti dan saksi-saksi yang dapat
tanggungannya, sehingga pengurusan diperiksa oleh hakim. Pengadilan akan
itu harus diserahkan kepada seseorang mendengar saksi-saksi, begitupun

53
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

anggota-anggota keluarga dari orang kemauan yang bebas.


yang dimintakan pengampuan dan
akhirnya orang tersebut akan diperiksa. Pengampuan mulai berlaku
Jikalau hak, menganggap perlu, ia sejak hari keputusan atau ketetapan
berwenang untuk selama pemeriksaan pengadilan yang diucapkan. Dengan
jalan, mengangkat seorang pengawas diletakkannya seseorang di bawah
sementara guna mengurus pengampuan, maka orang tersebut
kepentingan orang itu. mempunyai kedudukan yang sama
dengan orang yang belum cukup umur,
Putusan pengadilan yang dalam arti dinyatakan menjadi tidak
menyatakan bahwa orang itu ditaruh di cakap berbuat hukum dan semua
bawah curatele, harus diumumkan perbuatan yang dilakukannya dapat
dalam Berita Negara. Orang yang dinyatakan batal.
ditaruh di bawah pengampuan berhak
memperoleh kekuatan tetap, Bagi orang yang berada
pengadilan negeri akan mengangkat dibawah pengampuan karena
seorang pengampu atau kurator. keborosan, maka ketidakcakapannya
Terhadap seorang yang sudah kawin berbuat hanya berkaitan dengan
sebagai pengampu harus diangkat perbuatan-perbuatan hukum dalam
suami atau isterinya, kecuali jika ada bidang harta kekayaan saja.
hal-hal yang penting yang tidak Sedangkan untuk perbuatan-perbuatan
mengizinkan pengangkatan itu. Dalam hukum lainnya, misalnya perkawinan,
putusan hakim selalu ditetapkan, itu tetap sah. Terhadap seorang yang
bahwa pengawasan atas curatele itu berada di bawah pengampuan karena
diserahkan pada BHP. dungu maka ia sama dengan orang
yang sakit ingatan.
Kedudukan seorang yang telah
ditaruh di bawah pengampuan sama Seseorang yang sakit ingatan
seperti seorang yang belum dewasa, jika melakukan perbuatan hukum
tidak dapat lagi melakukan perbuatan- sebelum ia dinyatakan di bawah
perbuatan hukum secara sah. Akan pengampuan, dengan sendirinya
tetapi seorang yang ditaruh di bawah perbuatannya dapat pula dimintakan
pengampuan atas alasan boros, pembatalan. Meskipun demikian masih
menurut undang-undang masih dapat ada perkecualiannya, yaitu jika yang
membuat wasiat dan juga masih dapat bersangkutan melakukan perbuatan
melakukan perkawinan serta membuat melanggar hukum (onrecht matige
perjanjian perkawinan, meskipun untuk daad, maka tetap bertanggung gugat,
perkawinan ini ia selalu harus artinya ia harus membayar ganti rugi
mendapat izin dan bantuan kurator yang ditimbulkan oleh semua
serta BHP. Bahwa seorang yang ditaruh kesalahannya itu.
di bawah pengampuan atas alasan
sakit ingatan tidak dapat membuat Pengampuan akan berakhir
suatu testamen dan juga tidak dapat dengan 2 (dua) macam cara, yaitu:
melakukan perkawinan karena untuk
perbuatan-perbuatan tersebut, 1. Secara Absolut, karena orang yang
diperlukan pikiran yang sehat dan berada di bawah pengampuan

54
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

meninggal dunia dan adanya atau sebagian harta kekayaannya.


putusan pengadilan yang Tindakan sementara ini dimintakan
menyatakan bahwa sebab-sebab di kepada Pengadilan Negeri oleh
bawah pengampuan telah hapus. orang yang mempunyai kepentingan
2. Secara Relatif, karena: terhadap harta kekayaannya.
a. pengampu menanginggal Misalnya istrinya, para kreditur,
dunia; sesama pemegang saham dan lain-
b. pengampu dipecat atau lain, juga jaksa dapat memohon
dibebastugaskan; tindakan sementara tersebut. Dalam
c. suami diangkat sebagai tindakan sementara ini hakim
pengampu yang dahulunya memerintahkan Balai Harta
berstatus sebagai orang yang Peninggalan (BPH) untuk mengurus
berada dibawah seluruh harta kekyaan serta
pengampu(dahulu berada di kepentingan dari orang tak hadir.
bawah pengampu karena alas 2. Kemungkinan sudah meninggal.
an-alasan tertentu) Seseorang dapat diputuskan sudah
meninggal jika:
Dengan berakhirnya
pengampuan, maka berakhirnya tugas a. Tidak hadir 5 tahun, bila tidak
dan kewajiban pengampu. Menurut meninggalkan surat kuasa
ketentuan Pasal 141 KUH Perdata (Pasal 467 KUH Perdata),
bahwa berakhirnya pengampuan harus dimulai pada hari ia pergi tidak
diumumkan sesuai dengan formalitas ada kabar yang diterima dari
yang harus dipenuhi seperti pada orang tersebut atau sejak kabar
waktu permulaan pengampuan. Di terakhir diterima.
samping itu bahwa ketentuan- b. Tidak hadir 10 tahun, bila surat
ketentuan berakhirnya perwalian kuasa ada tetapi sudah habis
seluruhnya mutatis mutandis berlaku berlakunya (Pasal 470 KUH
pula berakhirnya pengampuan (Pasal Perdata), dimulai pada hari ia
452 ayat (2) KUH Perdata). pergi tidak ada kabar yang
diterima dari orang tersebut
F. Ketidakhadiran/Orang yang atau sejak kabar terakhir
Hilang diterima.
c. Tidak hadir 1 tahun, bila
Ketidakhadiran adalah ketidak orangnya termasuk awak atau
beradaan seseorang ditempat atau penumpang kapal laut atau
seseorang meninggalkan tempat pesawat udara (Stbl. 1922 No.
dengan tidak memberikan kuasa pada 455), dimulai sejak adanya
seseorang untuk mengurus kabar terakhir dan jika tidak ada
kepentingan-kepentingan harus diurus. kabar sejak hari berangkatnya.
Ada 3 (tiga) keadaan tidak hadir d. Tidak hadir 1 tahun, jika
seseorang, yaitu: orangnya hilang pada suatu
peristiwa fatal yang menimpa
1. Pengambilan tindakan sementara, di sebuah kapal laut atau pesawat
mana jika ada alasan-alasan yang udara (Stbl. 1922 No. 455), di
mendesak untuk mengurus seluruh

55
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

mulai sejak tanggal terjadinya untuk sementara dapat memerintahkan


peristiwa. BHP untuk mengurus kepentingan-
e. Dalam Peraturan Pemerintah No kepentingan orang yang bepergian
9 Tahun 1975, dikatakan bahwa tersebut. Jika kekayaan orang tersebut
apabila salah satu pihak tidak begitu besar maka dapat
meninggalkannya 2 tahun diserahkan pada anggota keluarga
berturut-turut, pihak yang yang ditunjuk oleh hakim.
ditinggalkan boleh mengajukan
perceraian. Adapun kewajiban BHP, yaitu:

3. Masa pewarisan definitif. Masa ini 1. Membuat pencatatan harta yang


terjadi apabila lewat 30 tahun sejak diurusnya
tanggal tentang “mungkin sudah 2. Membuat daftar pencatatan harta,
meninggal” atas keputusan hakim, surat-surat lain uang kontan, kertas
atau setelah lewat 100 tahun setelah berharga dibawa ke kantor BHP
lahirnya si tak hadir. Akibat-akibat 3. Memperhatikan segala ketentuan
permulaan masa pewarisan definitif untuk sesorang wali mengenai
adalah pengurusan harta seorang anak
(Pasal 464 KUH Perdata)
a. Semua jaminan dibebaskan 4. Tiap tahun memberi pertanggung
b. Para ahli waris dapat jawaban pada jaksa dengan
mempertahankan pembagian memperlihatkan surat-surat
harta warisan sebagaimana pengurusan dan efek-efek (Pasal
telah dilakukan atau membuat 465 KUH Perdata)
pemisahan dan pembagian
definitif. BHP berhak atas upah yang
c. Hak menerima warisan secara besarnya sama dengan seorang wali
terbatas berhenti dan para ahli dalam mngurus kepentingan orang
waris dapat diwajibkan yang tidak hadir (Pasal 411 KUH
menerima warisan atau Perdata).
menolaknya.
G. Domisili
Seandainya orang yang tidak
hadir kembali setelah masa pewarisan Domisili adalah terjemahan dari
definitif, ia ada hak untuk meminta domicile atau woonplaats yang artinya
kembali hartanya dalam keadaan tempat tinggal. Menurut Sri Soedewi
sebagaimana adanya berikut harga dari Masjchoen Sofwan, domisili atau
harta yang tidak dipindatangankan, tempat kediaman itu adalah “tempat di
semuanya tanpa hasil dan mana seseorang dianggap hadir
pendapatannya (Pasal 486 KUH mengenai hal melakukan hak-haknya
Perdata). dan memenuhi kewajibannya juga
meskipun kenyataannya dia tidak di
Ketidakhadiran sesorang untuk situ”. Menurut KUH Perdata, tempat
mgurus kepentingannya, maka atas kediaman itu seringkali ialah
permintaan orang yang berkepentingan rumahnya, kadang-kadang kotanya.
ataupun atas permintaan jaksa, hakim Oleh karena itu, dapat disimpulkan

56
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

bahwa setiap orang dianggap selalu instansi yang bersangkutan. Misalnya,


mempunyai tempat tinggal di mana ia Pasal 76 KUH Perdata, perkawinan
sehari-harinya melakukan kegiatannya harus dilangsungkan dihadapan
atau di mana ia berkediaman pokok. pegawai catatan sipil dari tempat
Kadang-kadang menetapkan tempat tinggal salah satu pihak yang hendak
kediaman seseorang itu sulit, karena kawin.
selalu berpindah-pindah (banyak
rumahnya). Untuk memudahkan hal Domisili juga penting bagi
tersebut dibedakan antara tempat seseorang dalam hal untuk
kediaman hukum (secara yuridis) dan menentukan atau menunjukkan suatu
tempat kediaman yang sesungguhnya. tempat di mana berbagai perbuatan
hukum harus dilakukan, misalnya
Tempat kediaman hukum mengajukan gugatan, pengadilan
adalah “tempat di mana seseorang mana yang berwenang mengadili. Di
dianggap selalu hadir berhubungan samping itu, juga untuk mengetahui
dengan hal melakukan hak-haknya dengan siapakah seseorang itu
serta kewajiban-kewajibannya, melakukan hubungan hukum serta apa
meskipun sesungguhnya mungkin ia yang menjadi hak dan kewajiban
bertempat tinggal di lain tempat. masing-masing.
Menurut Pasal 77 dan Pasal 1393 KUH
Perdata, tempat tinggal itu adalah Macam-macam domisili, yaitu:
“tempat tinggal di mana sesuatu
perbuatan hukum harus dilakukan”. 1. Tempat tinggal sesungguhnya yaitu
tenpat yang bertalian dengan hak-
Bagi orang yang tidak hak melakukan wewenang
mempunyai tempat kediaman seumumnya. Tempat tinggal
tertentu,maka tenpat tinggal dianggap sesungguhnya dibedakan antara
di mana ia sungguh-sungguh berada. tempat tinggal sukarela/bebas yang
Arti hukum domisili adalah tempat di tidak terikat/tergantung
mana seseorang harus dianggap selalu hubungannya dengan orang lain.
berada untuk memenuhi kewajiban 2. Tempat tinggal yang wajib/tidak
serta melaksanakan hak-haknya itu. bebas yaitu yang ditentukan oleh
Contoh, seorang Anggota DPR RI yang hubungan yang ada antara
pada kenyataannya bertempat tinggal seseorang dengan orang lain.
di Kendal akan dikatakan berdomisili di Misalnya: tempat tinggal suami
Jakarta karena meskipun tempat istri, tempat tinggal anak yang
tinggalnya di Kendal namun di Jakarta belum dewasa di rumah orang
adalah tempat dimana ia sewaktu- tuanya, orang di bawah
waktu dapat dipanggil dan melakukan pengampuan di tempat curatornya.
hak-hak serta kewajibannya. 3. Tempat tinggal yang dipilih, yaitu
tempat tinggal yang berhubungan
Berdasarkan KUH Perdata dan dengan hal-hal melakukan
undang-undang lainya, domisili perbuatan hukum tertentu saja.
ditentukan berdasarkan tempat di Tempat tinggal yang dipilih ini
mana perbuatan hukum harus atau untuk memudahkan pihak lain atau
dapat dilakukan oleh kompetensi suatu

57
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

untuk kepentingan pihak yang 2. Tempat tinggal khusus atau yang


memilih tempat tinggal tersebut. dipilih, menurut Pasal 24 KUH
Perdata ada 2 (dua) macam, yaitu
Tempat tinggal yang dipilih ada tempat tinggal yang terpaksa dipilih
2 (dua) macam, yaitu: ditentukan undang-undang (Pasal
106 (2) KUH Perdata) dan tempat
1. Tempat kediaman yang dipilih atas tinggal yang dipilih secara sukarela
dasar undang-undang, misalnya harus dilakukan secara tertulis
dalam hukum acara dalam artinya harus dengan akta (Pasal 24
menentukan waktu eksekusi dari ayat (1) KUH Perdata), bila ia pindah
vonis. maka untuk tindakan hukum yang
2. Tempat kediaman yang dipilih dilakukannya ia tetap bertempat
secara bebas misalnya dalam tinggal di tempat yang lama.
melakukan pembayaran memilih
kantor notaris (Sri Soedewi M.
Sofwan).
Literatur:
Menurut subekti ada juga yang
disebut “rumah kematian” atau Abdulkadir Muhammad, 2000, Hukum
“domisili penghabisan”, yaitu rumah di Perdata Indonsesia, Citra
mana seseorang meninggal dunia. Aditya Bakti, Bandung.
Rumah penghabisan ini mempunyai arti
penting untuk menentukan hukum Ali Afandi, 1997, Hukum Waris, Hukum
waris yang harus diterapkan, untuk Keluarga, Hukum Pembuktian,
menentukan kewenangan mengadili Rineka Cipta, Jakarta.
kalau ada gugatan. Tempat kediaman
untuk Badan Hukum disebut tempat Riduan Syahrani, 2004, Seluk Beluk dan
kedudukan badan hukum ialah tempat Azas-azas Hukum Perdata,
dimana pengurusnya menetap. Alumni, Bandung.

Menurut KUH Perdata, Soedharyo Soimin, 2005, Himpunan


domisili/tempat tinggal itu ada 2 (dua) Yurisprudensi tentang Hukum
jenis, yaitu: Perdata, Cetakan Ke-2, Penerbit
Sinar Grafika, Jakarta.
1. Tempat tinggal umum terdiri dari
tempat tinggal sukarela atau bebas. -------------, 2007, Himpunan Dasar
Pasal 17 KUH Perdata menyatakan Hukum Pengangkatan Anak,
bahwa setiap orang dianggap Cetakan Ke-3, Penerbit Sinar
mempunyai tempat tinggal di mana Grafika, Jakarta.
ia menempatkan kediaman
utamanya. Dalam hal seseorang Subekti dan R. Tjitrosudibio, 2001,
tidak mempunyai tempat kediaman Kitab Undang-undang Hukum
utama maka tempat tinggal dimana Perdata, Pradnya Paramita,
ia benar-benar berdiam adalah Jakarta.
tempat tinggalnya.

58
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Subekti, 2003, Pokok-pokok Hukum


Perdata, Intermasa, Jakarta.

Vollmar, 1996, Pengantar Hukum


Perdata 1, Rajawali Press,
Jakarta.

Catatan:

Setelah selesai Pokok Bahasan ini akan


dilaksanakan Ujian Tengah Semester.

Soal Latihan:

1. Jelaskan apa yang dimaksud


dengan keturunan?
2. Apa yang dimaksud dengan
kekuasaan orang tua?
3. Jelaskan kapan kekuasaan orang
tua hapus?
4. Jelaskan apa yang dimaksud
dengan perwalian?
5. Jelaskan persyaratan menjadi wali?
6. Jelaskan apa yang dimaksud
dengan pendewasaan?
7. Jelaskan apa yang dimaksud
dengan curatele?
8. Siapa saja yang dapat ditempatkan
di bawah curatele?
9. Kapan seseorang dapat dikatakan
ketidakhadiran atau orang yang
hilang?
10. Jelas apa yang dimaksud dengan
domisili dan sebutkan macam-
macam domisili?

59
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

BAB VI
HUKUM BENDA

Tujuan Instruksional Khusus Buku II KUH Perdata mengatur


mengenai benda dalam arti
Mahasiswa diharapkan dapat berwujud.
mengetahui dan menjelaskan tentang
Hukum Benda: Pengertian Benda dan Sistem hukum benda adalah
Hukum Benda, Macam-macam Benda, sistem tertutup, artinya orang tidak
Hak-hak Kebendaan dan Azas-azas dapat mengadakan hak-hak kebendaan
Kebendaan serta Priviliegie dan yang baru selain yang sudah ditetapkan
Retensie dalam undang-undang. Jadi hanya
dapat mengadakan hak kebendaan
Sub Pokok Bahasan terbatas pada yang sudah ditetapkan
dalam undang-undang saja. Ini
A. Pengertian Benda dan Hukum berlawanan dengan sistem hukum
Benda perjanjian atau perikatan, yang
B. Macam-macam Benda menganut sistem terbuka, artinya
C. Hak-hak Kebendaan dan Azas-azas orang dapat mengadakan perikatan
Kebendaan atau perjanjian mengenai apapun
D. Priviliegie dan Retensie juga, baik yang sudah ada aturannya
dalam undang-undang (KUH Perdata,
KUH Dagang, peraturan khusus),
maupun yang belum ada
Uraian: pengaturannya sama sekali. Dengan
perkataan lain mengenal “asas
A. Pengertian Benda
kebebasan berkontrak”. Akan tetapi
terhadap kebebasan ini ada
Benda (zaak) dalam arti
pembatasannya, yaitu asal tidak
yuridis (Pasal 499 KUH Perdata) adalah
dilarang oleh undang-undang, tidak
segala sesuatu yang dapat menjadi
bertentangan dengan kesusilaan dan
objek hak milik. Benda sebagai objek
ketertiban umum.
yang berlawanan dengan subjek
dalam hukum yaitu orang dan badan
Hukum benda adalah peraturan
hukum. Dalam KUH Perdata,
yang mengatur tentang hak-hak
pengertian benda sebagai objek
kebendaan dan barang-barang tak
hukum tidak hanya meliputi barang
terwujud (immaterial). Hukum harta
yang berwujud, namun juga barang
kekayaan mutlak disebut juga dengan
yang tidak berwujud, meskipun
hukum kebendaan, yaitu hukum yang
sebagian besar pasal-pasal dalam
mengatur tentang hubungan hukum

60
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

antara seseorang dengan benda. memungut hasil atas benda


Hubungan hukum ini melahirkan hak bergerak, hak pemakaian atas
kebendaan (zakelijk recht) yakni yang benda bergerak, hak atas surat-
memberikan kekuasaan langsung surat berharga.
kepada seseorang yang berhak b. Benda tak bergerak, dapat
menguasai sesuatu benda di dalam dibedakan atas:
tangan siapapun benda itu. 1) Benda tak bergerak menurut
sifatnya: tanah dan segala
Menurut P.N.H. Simanjuntak, sesuatu yang melekat di
hukum benda adalah peraturan- atasnya misalnya: pohon-
peraturan hukum yang mengatur pohon, tumbuh-tumbuhan.
mengenai hak-hak kebendaan yang 2) Benda tak bergerak menurut
sifatnya mutlak. Menurut Soediman tujuannya harus bersatu
Kartihadiprojo, hukum kebendaan dengan benda tak bergerak,
adalah semua kaidah hukum yang misalnya: pada pabrik: segala
mengatur apa yang diartikan dengan sesuatu yang menyatu dengan
benda dan mengatur hak-hak atas pabrik (mesin dan pabrik), pada
benda. Menurut Van ApelDoorn, hukum perkebunan: segala sesuatu
kebendaan adalah peraturan mengenai yang digunakan sebagai
hak-hak kebendaan. Menurut Sri pemanfaatan perkebunan atau
Soedewi Masjchoen Sofwan perikanan (ikan dalam kolam),
mengemukakan ruang lingkup hukum pada rumah kediaman: seperti
benda itu yang mengatur pengertian kaca dan paku-paku yang yang
benda, pembedaan macam-macam bersatu dengan dinding.
benda dan macam-macam hak 3) Benda tak bergerak menurut
kebendaan. ketentuan undang-undang:
berwujud hak-hak atas benda-
B. Macam-Macam Benda benda yang tak bergerak,
misalnya: hak memungut hasil
Menurut sistem KUH Perdata, atas benda tak bergerak, hak
benda dapat dibedakan sebagai memakai atas benda tak
berikut: bergerak dll.

a. Benda bergerak, dapat dibedakan Menurut Subekti, suatu benda


atas: dapat tergolong dalam golongan benda
1) Benda bergerak karena sifatnya yang tidak bergerak (onroerend)
(Pasal 509 KUH Perdata) ialah karena sifatnya, karena tujuan
benda yang dapat dipindahkan. pemakaiannya dan karena ditentukan
Misalnya: meja, kursi dll., atau oleh undang-undang. Lebih lanjut,
dapat dipindah dengan Subekti menjelaskan bahwa benda
sendirinya, misalnya: ternak. yang tidak bergerak karena sifatnya
2) Benda bergerak karena ialah tanah, termasuk segala sesuatu
ketentuan undang-undang yang secara langsung atau tidak
(Pasal 511 KUH Perdata) ialah langsung, karena perbuatan alam atau
hak-hak atas benda yang perbuatan manusia, digabungkan
bergerak misalnya, hak

61
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

secara erat menjadi satu dengan tanah c. Penagihan-penagihan atau


itu. Misalnya, sebidang pekarangan, piutang-piutang;
beserta dengan apa yang terdapat di
d. Saham-saham atau andil-andil
dalam tanah itu dan segala apa yang
dalam persekutuan dagang,
dibangun di situ secara tetap (rumah)
dan lain-lain.
dan yang ditanam di situ (pohon),
terhitung buah-buahan di pohon yang 3. Benda yang musnah dan Benda
belum diambil. yang tetap ada
a. Benda yang musnah
Benda tidak bergerak karena
tujuan pemakaiannya adalah segala Benda-benda yang dalam
apa yang meskipun tidak secara pemakaiannya musnah,
sungguh-sungguh digabungkan kegunaan benda-benda
dengan tanah atau bangunan, misalnya tersebut terletak pada
mesin-mesin dalam suatu pabrik. kemusnahannya. Misalnya:
Selanjutnya, benda tidak bergerak makanan, minuman dll.
karena ditentukan oleh undang-undang b. Benda yang tetap ada
adalah segala hak atau penagihan yang
Benda-benda yang dalam
mengenai suatu benda yang tidak
pemakaiannya tidak
bergerak.
mengakibatkan benda itu
menjadi musnah, tetapi
Menurut Frieda Husni
memberi manfaat bagi
Hasbullah, benda bergerak dapat
sipemakai. Misalnya: piring,
dibagi dalam dua golongan:
gelas, sendok dll.
1. Benda bergerak karena sifatnya, 4. Benda yang dapat dibagi dan Benda
yaitu benda-benda yang dapat yang tidak dapat dibagi
berpindah atau dapat dipindahkan
a. Benda yang dapat dibagi
misalnya, ayam, kambing, buku,
adalah: benda yang apabila
pensil, meja, kursi dan lain-lain
dibagi tidak mengakibatkan
(Pasal 509 KUH Perdata). Termasuk
hilang hakikatnya atau wujud
juga sebagai benda bergerak ialah
dari benda itu sendiri. Misalnya:
kapal-kapal, perahu-perahu,
beras, gula dll.
gilingan-gilingan dan tempat-
tempat pemandian yang dipasang b. Benda yang dapat dibagi adalah
di perahu dan sebagainya (Pasal benda yang apabila dibagi
510 KUH Perdata). mengakibatkan hilangnya
hakikat atau wujudnya.
2. Benda bergerak karena ketentuan
Misalnya: kuda, sapi, uang dll.
undang-undang (Pasal 511 KUH
Perdata), misalnya: 5. Benda yang diperdagangkan dan
Benda yang tidak dapat
a. Hak pakai hasil dan hak pakai
diperdagangkan
atas benda-benda bergerak;
a. Benda yang diperdangkan
b. Hak atas bunga-bunga yang
adalah benda-benda yang
diperjanjikan;

62
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

dapat dijadikan objek dari suatu hal tidak ada alas hak), yang disebut
perjanjian. dengan “acquisitive verjaring”.
b. Benda yang tidak
diperdagangkan adalah benda- 4. Pembebanan (bezwaring)
benda yang tidak dapat
dijadikan objek suatu perjanjian Benda bergerak dilakukan
dalam lapangan harta dengan gadai (pand). Benda tidak
kekayaan, biasanya benda- bergerak dilakukan dengan hipotik.
benda untuk kepentingan Benda bergerak harus digunakan
umum. lembaga jaminan gadai (pand),
sedangkan benda tak bergerak harus
Perbedaan antara benda
digunakan lembaga jaminan hyphoteek
bergerak dan benda yang tidak
(Pasal 1150 dan 1162 KUH Perdata).
bergerak dianggap penting karena:
5. Mengenai penyitaan (beslag)
1. Hak kepemilikan (bezit)
Revindicatior beslag
adalah
Dalam Pasal 1977 KUH Perdata
penyitaan untuk menuntut kembali
menentukan barang siapa yang
suatu benda bergerak miliknya
menguasai barang bergerak dianggap
pemohon sendiri yang ada dalam
sebagai pemiliknya. Jadi beziter dari
kekuasaan orang lain.
benda bergerak adalah eigenaar, tidak
berlaku untuk benda tidak bergerak. C. Hak-Hak Kebendaan dan Azas-
Benda bergerak, barang siapa yang azas Kebendaan
menguasai benda bergerak dianggap
sebagai pemiliknya. Hak kebendaan adalah suatu
hak yang memberi kekuasaan langsung
2. Penyerahan (levering) atas suatu benda, yang dapat
dipertahankan terhadap tiap orang.
Pasal 612 KUH Perdata,
Hak kebendaan bersifat sebagai
menentukan bahwa penyerahan benda
pelunasan hutang (hak jaminan)
bergerak dapat dilakukan dengan
adalah hak jaminan yang melekat pada
penyerahan nyata, sedangkan benda
kreditor yang memberikan
tidak bergerak harus dengan balik
kewenangan untuk melakukan
nama pada daftar umum.
eksekusi kepada benda yang dijadikan
jaminan jika debitur melakukan
3. Daluarsa (verjaring)
wansprestasi terhadap suatu prestasi
(perjanjian). Dengan demikian hak
Benda bergerak tidak dikenal
jaminan tidak dapat berdiri karena hak
daluarsa karena bezit sama dengan
jaminan merupakan perjanjian yang
eigendom. Benda tidak bergerak
bersifat tambahan (accessoir) dari
dikenal daluarsa. Seseorang dapat
perjanjian pokoknya, yakni perjanjian
mempunyai hak milik karena
hutang piutang (perjanjian kredit).
lampaunya 20 tahun (dalam hal ada
Perjanjian hutang piutang dalam KUH
alas yang sah) atau 30 tahun (dalam
Perdata tidak diatur secara terperinci,
namun bersirat dalam Pasal 1754 KUH

63
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Perdata tentang perjanjian pinjaman terjadi kemudian, misalnya


pengganti yakni dikatakan bahwa bagi pembeli/penyewa pertama
mereka yang meminjam harus berhadapan dengan
mengembalikan dengan bentuk dan pembeli/penyewa kedua.
kualitas yang sama. 4. gugatan dapat dilakukan terhadap
siapapun yang mengganggu
Perbedaan antara hak haknya, bukan hanya kepada
kebendaan dengan hak perorangan, lawannya.
yaitu:
Hak-hak kebendaan yang diatur
1. hak kebendaan memberikan dalam Buku II KUH Perdata itu dapat
kekuasaan atas suatu benda, hak dibedakan sebagai berikut:
kebendaan dapat dipertahankan
terhadap orang yang melanggar hak 1. hak-hak kebendaan yang bersifat
itu; memberi kenikmatan
2. hak perorangan memberikan suatu
tuntutan atau penagihan terhadap a. Bersifat memberi kenikmatan
seorang, hak perorangan hanyalah atas bendanya milik sendiri,
dapat dipertahankan terhadap misalnya hak milik atas benda
orang tertentu saja terhadap bergerak/benda yang bukan
sesuatu pihak. tanah. Bezit atas benda
bergerak/benda yang bukan
Dalam praktek kita jumpai tanah.
perbedaan antara hak kebendaan dan b. Bersifat memberi kenikmatan,
hak perorangan tidak tajam lagi, tapi atas benda milik orang lain.
karena pada tiap-tiap hak-hak Bezit atas benda bergerak/benda
perorangan yang mempunyai sifat yang bukan tanah.
kebendaan: c. Hak memungut hasil atas benda
bergerak/benda yang bukan
1. mempunyai sifat absolut yaitu dapat tanah.
dipertahankan/dilindungi terhadap d. Hak pakai dan hak mendiami atas
setiap gangguan dari pihak ketiga. benda bergerak/benda yang
Misalnya, hak penyewa mendapat bukan tanah.
perlindungan berdasarkan Pasal
1365 KUH Perdata. 2. hak-hak kebendaan yang bersifat
2. mempunyai sifat mengikuti memberi jaminan, yaitu:
bendanya (droit de suite). Misalnya, a. gadai sebagai jaminan ialah
hak sewa senantiasa mengikuti benda bergerak
bendanya. Perjanjian sewa tidak b. hipotik sebagai jaminan ialah
akan putus dengan benda tetap.
berpindahnya/dijualnya barang
yang disewa. Asas-asas kebendaan, yaitu:
3. mempunyai sifat prioritas, yaitu hak
perorangan kita jumpai juga adanya 1. Asas individualitas, yaitu objek
hak yang lebih dahulu terjadinya kebendaan selalu benda tertentu,
dimenangkan dengan hak yang atau dapat ditentukan secara

64
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

individual, yang merupakan dengan jelas wujud, batas, letak,


kesatuan. Hak kebendaan selalu luas tanah. Contoh, asas ini
benda yang dapat ditentukan terdapat pada hak milik, hak guna
secara individu. Artinya, berwujud usaha, hak guna bangunan atas
dan merupakan satu kesatuan benda tetap.
yang ditentukan menurut jenis 6. Asas hak yang mengikuti
jumlahnya. Contoh, rumah, hewan. (zaaksvelog atau droit de suit),
2. Asas totalitas, yaitu hak kebendaan artinya benda itu terus menerus
terletak diatas seluruh objeknya mengikuti bendanya di manapun
sebagai satu kesatuan. Contoh, juga (dalam tangan siapapun juga)
seorang memiliki sebuah rumah, barang itu berada.
maka otomatis dia adalah pemilik 7. Asas pelekatan (accessie). Suatu
jendela, pintu, kunci, dan benda- benda biasanya terdiri atas bagian-
benda lainnya yang menjadi bagian yang melekat menjadi satu
pelengkap dari benda pokoknya dengan benda pokok. Contohnya:
(tanah). hubungan antara bangunan
3. Asas tidak dapat dipisahkan, yaitu dengan genteng, kosen, pintu dan
orang yang berhak tidak boleh jendela. Menurut asas ini pemilik
memindah tangankan sebagian benda pokok dengan sendirinya
dari kekuasaan yang termasuk hak merupakan pemilik dari benda
kebendaan yang ada padanya. pelengkap. Dengan perkataan lain
Contoh, seseorang tidak dapat status hukum benda pelengkap
memindah tangankan sebagian mengikuti status hukum benda
dari wewenang yang ada padanya pokok.
atas suatu hak kebendaan, seperti 8. Asas zakelijke actie adalah hak
memindahkan sebagian untuk menggugat apabila terjadi
penguasaan atas sebuah rumah gangguan atas hak tersebut.
kepada orang lain. Penguasaan Misalnya, penuntutan kembali,
atas rumah harus utuh, karena itu gugatan untuk menghilangkan
pemindahannya harus juga utuh. gangguan-gangguan atas haknya,
4. Asas publisitas, yaitu hak gugatan untuk memulihkan secara
kebendaan atas benda tidak semula, gugatan untuk menuntut
bergerak diumumkan dan di ganti rugi, dll.
daftarkan dalam register umum. 9. Asas hukum pemaksa (dewingen
Contoh, pengumunam status recht), bahwa orang tidak boleh
kepemilikan suatu benda tidak mengadakan hak kebendaan yang
bergerak (tanah) kepada menyimpang seperti yang sudah
masyarakat melalui pendaftaran diatur dalam undang-undang.
dalam buku tanah/ register, 10. Asas dapat dipindah tangankan,
sedangkan pengumuman benda yaitu semua hak kebendaan dapat
bergerak terjadi melalui dipindah tangankan. Menurut
penguasaan nyata benda itu. perdata barat, tidak semua dapat
5. Asas spesialitas. Dalam lembaga dipindah tangankan (seperti hak
hak kepemilikan hak atas tanah pakai dan hak mendiami) tetapi
secara individual harus ditunjukan setelah berlakunya undang-undang

65
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

hak atas tanah Undang-Undang 4. Melalui penemuan. Benda yang


Hak Tanggungan, semua hak semula milik orang lain, akan tetapi
kebendaan dapat dipindah lepas dari penguasanya, karena
tangankan. misalnya jatuh di perjalanan, maka
barang siapa yang menemukan
Timbul dan Hapusnya Hak Kebendaan barang tersebut dan ia tidak
mengetahui siapa pemiliknya,
Cara-cara timbulnya hak menjadi pemilik barang yang
kebendaan, yaitu: ditemukannya.
5. Melalui penyerahan. Cara ini yang
1. Pendakuan (toeeigening), yaitu lazim, yaitu hak kebendaan
memperoleh hak milik atas benda- diperoleh melalui penyerahan.
benda yang tidak ada pemiliknya Contoh, jual beli, sewa menyewa.
(res nullius). Res nullius hanya atas Dengan adanya penyerahan maka
benda bergerak. Contohnya, title berpindah kepada siapa benda
memburu rusa di hutan, itu diserahkan.
memancing ikan dilaut, mengambil 6. Pewarisan, yaitu suatu proses
harta karun, dll. beralihnya hak milik atau harta
2. Perlekatan (natrekking), yaitu warisan dari pewaris kepada ahli
suatu cara memperoleh hak milik, warisnya. Pewarisan dapat
dimana benda itu bertambah besar dibedakan menjadi dua macam,
atau berlipat ganda karena alam. yaitu karena undang-undang dan
Contoh, tanah bertambah besar wasiat.
sebagai akibat gempa bumi, 7. Dengan penciptaan, yaitu
seseorang membeli seekor sapi seseorang yang menciptakan
yang sedang bunting maka anak benda baru, baik dari benda yang
sapi yang dilahirkan dari induknya sudah ada maupun baru, dapat
itu menjadi milinya juga, pohon memperoleh hak milik atas benda
berbuah, dll. ciptaannya tersebut. Contoh, orang
3. Daluarsa (verjaring), yaitu suatu yang menciptakan patung dari
cara untuk memperoleh hak milik sebatang kayu, menjadi pemilik
atau membebaskan dari suatu patung itu. Demikian pula hak
perikatan dengan lewatnya suatu kebendaan tidak berwujud seperti
waktu tertentu dan atas syarat- hak paten, dan hak cipta.
syarat yang ditentukan dalam
Undang-Undang (Pasal 1946 KUH Sebab-sebab hapusnya hak
Perdata). Barang siapa menguasai kebendaan, yaitu:
benda bergerak yang dia tidak
ketahui pemilik benda itu 1. Bendanya lenyap/ musnah
sebelumnya (misalnya karena
menemukannya), hak milik atas Karena musnahnya suatu benda,
benda itu diperoleh setelah lewat maka hak atas benda tersebut ikut
waktu 3 tahun sejak orang tersebut lenyap. Contohnya, hak sewa atas
menguasai benda yang rumah yang habis/musnah
bersangkutan. tertimbun longsor. Hak gadai atas
sebuah sepeda motor ikut habis

66
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

apabila barang tersebut musnah J. Satrio perumusan dalam Pasal 1134


karena kebakaran. KUH Perdata, bahwa hak istimewa
diberikan oleh undang-undang, di
2. Karena dipindah tangankan mana piutang-piutang tertentu, yang
disebutkan oleh undang-undang,
Hak milik, hak memungut hasil atau secara otomatis mempunyai
hak pakai menjadi hapus bila benda kedudukan yang didahulukan. Hak
yang bersangkutan dipindah privilegie ini bersifat accesoir dan tidak
tangankan kepada orang lain. dapat berdiri sendiri.

3. Karena pelepasan hak (pemilik Para pihak tidak dapat


melepaskan benda tersebut) memperjanjikan suatu privilegie,
artinya memperjanjikan bahwa tagihan
Pada umumnya pelepasan yang yang timbul dari perjanjian yang
bersangkutan dilakukan secara mereka tutup mengandung privilegie.
sengaja oleh yang memiliki hak Semua privilegie adanya ditentukan
tersebut. Contohnya, radio yang secara limitatif oleh undang-undang
rusak dibuang ke tempat sampah. dan bahkan orang tidak diperkenankan
Dalam hal ini, maka hak kepemilikan untuk memperluasnya dengan jalan
menjadi hapus dan bisa menjadi hak penafsiran terhadap perikatan-
milik orang lain yang menemukan perikatan (tagihan-tagihan), yang tidak
radio tersebut. secara tegas di dalam undang-undang,
dinyatakan sebagai hak tagihan yang
4. Karena pencabutan hak diistimewakan.

Penguasa publik dapat mencabut Privilegie harus dituntut, harus


hak kepemilikan seseorang atas dimajukan, artinya kalau pemilik
benda tertentu, dengan syarat, tagihan yang diistimewakan tinggal
harus didasarkan undang-undang, diam saja, maka tagihannya dianggap
dilakukan untuk kepentingan umum sebagai tagihan biasa (konkuren).
(dengan ganti rugi yang layak). Pemilik tagihan tersebut harus
menuntut agar ia dimasukkan dalam
D. Hak Privilegie dan Retentie
daftar tingkatan menurut tingkat yang
(Retensi)
diberikan kepadanya menurut undang-
undang dan dengan demikian
Hak privilegie merupakan
mendapat pelunasan menurut urutan
jaminan khusus yang didasarkan pada
tingkatnya dalam daftar.
undang-undang. Hak privilegie atau
hak istimewa adalah hak yang
Privilegie lain daripada gadai,
didahulukan. Hak privilegie di dalam
hipotik, hak tanggungan dan fidusia, ia
Pasal 1134 KUH Perdata adalah suatu
bukan merupakan hak kebendaan.
hal yang oleh undang-undang diberikan
Pemilik hak tagih yang diistimewakan
kepada seorang berpiutang sehingga
pada azasnya tidak mempunyai hak-
tingkatnya lebih tinggi daripada orang
hak yang lebih dari orang lain. Ia tidak
berpiutang lainnya, semata-mata
mempunyai hak untuk menjual sendiri
berdasarkan sifat piutangnya. Menurut
benda-benda atas mana ia mempunyai

67
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

hak yang didahulukan untuk yang diberikan dalam gadai, maka si


mengambil pelunasan, ia tidak berpiutang tidak berkuasa menuntut
mempunyai hak yang mengikuti pengembaliannya, sebelum ia
bendanya kalau benda itu ada di membayar sepenuhnya baik uang
tangan pihak ketiga (droit de suite). pokok maupun bunga dan biaya
Kelebihannya hanya bahwa atas hasil hutangnya, yang untuk menjamin
penjualan benda tertentu/semua barang gadai telah diberikan, beserta
benda milik debitur, ia didahulukan di segala biaya-biaya yang telah
dalam mengambil pelunasannya (Pasal dikeluarkan untuk menyelamatkan
1139 dan Pasal 1149 KUH Perdata). barang-barang gadai.

Hak privilegie bukan merupakan Hak retensi tersebut


hak kebendaan, tetapi dalam hal memberikan tekanan kepada debitur
tertentu mempunyai sifat kebendaan, agar segera melunasi utangnya.
yaitu menunjukkan sifat droit de suite. Kreditur dengan hak retensi sangat
Privilegie sedikit banyak memberikan diuntungkan dalam penagihan
jaminan juga, oleh karena itu menurut piutangnya. Hak retensi berbeda
sistem KUH Perdata, hak privilegie dengan hak-hak jaminan kebendaan
diatur bersama dengan pengaturan yang lain, karena ia tidak diperikatkan
pand dan hipotik. Sebagaimana kita secara khusus, tidak diperjanjikan, dan
ketahui Pand dan hipotik itu kedua- bukan diberikan oleh undang-undang
duanya merupakan jaminan kebendaan dengan maksud untuk mengambil
dan diatur dalam Buku II KUH Perdata. pelunasan lebih dahulu dari “hasil
Hak-hak kebendaan yang memberikan penjualan” benda-benda debitur, tetapi
jaminan yaitu memberi jaminan sifat jaminan di sana muncul demi
terhadap piutang. Jadi, privilegie juga hukum, karena ciri/sifat daripada
merupakan hak yang memberi jaminan lembaga hukum itu sendiri. Namun
tapi bukan merupakan hak kebendaan. demikian, ia tetap bukan merupakan
privilegie, karena privilegie ditentukan
Hak Retensi sebagai demikian oleh undang-undang.

Hak retensi berasal dari kata Hak retensi di luar hal-hal yang
retain, yang berarti hak untuk tetap ditetapkan dalam undang-undang yang
menahan (suatu benda).Hak retensi didasarkan pada azas kebebasan
adalah hak untuk menahan sesuatu mengadakan perjanjian (partij
benda sampai suatu piutang yang autonomi), sebagaimana yang dapat
bertalian dengan benda itu dilunasi. disimpulkan dari Pasal 1338 KUH
Jadi, hak retensi merupakan jaminan Perdata. Sifat-sifat hak retensi
khusus yang diberikan kepada kreditur adalah tidak dapat dibagi-bagi, artinya
untuk menahan benda debitur, sampai kalau misalnya sebagian saja dari
tagihan yang berhubungan dengan hutang itu yang dibayar, tidak lalu
benda tersebut dilunasi lebih aman berarti harus mengembalikan sebagian
apabila tertuju pada benda bergerak barang yang ditahan. Hutang
yang gampang dipindahkan dan seluruhnya harus dibayar lebih dahulu,
berubah nilainya. Selama pemegang baru barang seluruhnya dikembalikan.
gadai tidak menyalah gunakan barang Hak retensi itu tidak membawa serta

68
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

hak boleh memakai terhadap barang benda tersebut adalah tanah),


yang ditahan itu, jadi hanya boleh selama dan sepanjang hasil-hasil itu
menahan saja tidak boleh memakai. pada saat penyerahan kembali akan
kebendaan yang bersangkutan
Hak retensi bersifat tidak dapat belum terpisah dari tanah, tetapi
dibagi-bagi, kalau misalnya sebagian tidak termasuk pada :
saja dari utang itu tidak dibayar, tidak
lalu berarti harus mengembalikan a. Segala biaya dan pengeluaran
sebagian dari barang yang ditahan. yang telah dikeluarkan guna
Hutang seluruhnya harus dibayar memelihara kebendaan itu
terlebih dahulu baru barang seluruhnya semata-mata.
dikembalikan. Hak retensi tidak
membawa serta hak boleh memakai b. Biaya-biaya yang ia keluarkan
barang yang ditahan tersebut tetapi guna memperoleh hasil-hasil
hanya boleh menahan saja dan tidak yang ia karena kedudukan
boleh digunakan. berkuasanya berhak
menikmatinya.
Selama pemegang gadai tidak
melakukan misbruik atas barang gadai
itu, si pemegang gadai pada hakikatnya
tidak diperbolehkan memakai barang Literatur:
gadaian. Resiko kehilangan barang itu,
lebih berat diletakkan kepada si Abdulkadir Muhammad, 1992, Hukum
pemegang gadai (Pasal 1159 ayat 1 Perikatan, PT.Citra Aditya Bakti,
KUH Perdata). Jadi, pada dasarnya hak Bandung.
retensi bersifat accesoir yang berarti
melekat pada suatu kewajiban, ------------, 2000, Hukum Perdata
prestasi, utang, atau perikatan yang Indonsesia, Citra Aditya,
harus dilakukan, dibayar, atau dipenuhi Bandung.
oleh debitur. Hak retensi yang bersifat
Frieda Husni Hasbullah, 2005, Hukum
accesoir yaitu ikut beralih, hapus dan
Kebendaan Perdata: Hak-Hak
batal dengan beralihnya, hapusnya dan
Yang Memberi Kenikmatan,
batalnya perjanjian pokok.
Ind-Hil-Co., Jakarta.
Hak retensi diberikan kepada
J. Satrio, 1997, Hukum Jaminan Hak
seseorang pemegang kedudukan
Jaminan Kebendaan , hak
berkuasa atas:
tanggungan buku 1, Citra
1. Biaya yang harus dikeluarkan Aditya Bakti, Bandung.
olehnya guna menyelamatkan dan
Jaja Melia, Perkembangan
2007,
memperbaiki keadaan kebendaan
Hukum Perdata tentang Benda
yang dikuasainya tersebut.
dan Hukum Perikatan, Nuansa
2. Menuntut kembali segala biaya yang
Aulia, Bandung.
dikeluarkan untuk memperoleh
hasil-hasil dari kebendaan yang
dikuasainya tersebut (dalam hal

69
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Rachmadi Usman, 2002, Hukum Soal Latihan:


Kebendaan, Sinar Grafika,
Jakarta. 1. Jelaskan tentang pengertian
benda dan hukum benda?
Riduan Syahrani, 2004, Seluk Beluk dan
2. Sebutkan dan jelaskan macam-
Azas-azas Hukum Perdata,
macam benda?
Alumni, Bandung.
3. Jelaskan arti penting perbedaan
Salim HS, 2001, Pengantar Hukum benda bergerak dengan benda
Perdata Tertulis, Sinar Grafika, tidak bergerak?
Jakarta. 4. Jelaskan apa yang dimaksud
dengan hak kebendaan?
Sri Soedewi Masjchoen Sofwan, 1990,
Hukum Perdata: Hukum Benda, 5. Sebutkan dan jelaskan azas-
Liberty, Yogyakarta. azas hak kebendaan?
6. Sebutkan dan jelaskan tentang
Subekti, 2003, Pokok-pokok Hukum hapusnya hak kebendaan?
Perdata, Intermasa, Jakarta.
7. Jelaskan apa yang dimaksud
Subekti dan R. Tjitrosudibio, 2001, dengan hak priviligie dan hak
Kitab Undang-undang Hukum retensi?
Perdata, Pradnya Paramita, 8. Apakah hak priviligie dan hak
Jakarta. retensi merupakan hak
kebendaan, jelaskan?
Suhardana, F.X.,et.al., 2001, Hukum
Perdata I: Buku Panduan
Mahasiswa, PT Prenhallindo,
Jakarta.

Titik Triwulan Tutik, 2006, Pengantar


Hukum Perdata di Indonesia,
Prestasi Pustaka Publisher,
Jakarta.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974


tentang Perkawinan.

Wawan Muhwan Hariri, 2011, Hukum


Perikatan dilengkapi Hukum
Perikatan dalam Islam, CV
Pustaka, Jakarta.

70
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

BAB VII
HUKUM WARIS

Tujuan Instruksional Khusus itu, ada yang mengartikan waris “yang


berhak menerima harta pusaka dari
Mahasiswa diharapkan mampu orang yang telah meninggal”. Terdapat
mengetahui dan menjelaskan tentang perbedaan, disatu pihak mengartikan
Hukum Waris: Istilah dan Pengertian istilah waris dengan harta peninggalan
Waris, Hak Mewaris, Menerima dan dan dipihak lain mengartikan dengan
Menolak Waris, Wasiat dan Executeur orang yang berhak menerima harta
Testamentair, Fidei Commis dan peninggalan tersebut.
Legietieme Portie, Pembagian Warisan
serta Warisan yang tidak terurus Istilah waris berasal dari bahasa
Arab yang diambil alih menjadi bahasa
Sub Pokok Bahasan Indonesia, yaitu berasal dari kata
“warisa” artinya mempusakai harta,
A. Istilah dan Pengertian Waris “waris artinya ahli waris, waris”. Waris
B. Hak Mewaris menunjukkan orang yang menerima
C. Menerima dan Menolak Waris atau mempusakai harta dari orang
D. Wasiat dan Executeur Testamentair yang telah meninggal dunia.
E. Fidei Commis dan Legietieme Portie
F. Pembagian Warisan Berkaitan dengan beberapa
G. Warisan yang tidak terurus istilah di atas, Hilman Hadikusumah
mengemukakan bahwa warisan
menunjukkan harta kekayaan dari
orang yang telah meninggal, yang
Uraian : kemudian disebut pewaris, baik harta
itu telah dibagi-bagi ataupun masih
A. Istilah dan Pengertian Waris dalam keadaan tidak terbagi-bagi.

Istilah waris belum ada Pengertian hukum waris


kesatuan arti, baik yang ditemui dalam dikemukakan oleh beberapa pakar
kamus hukum maupun sumber lainnya. hukum, yaitu:
Istilah waris ada yang mengartikan
dengan “harta peninggalan, pusaka Menurut R. Santoso
atau hutang piutang yang ditinggalkan Pudjosubroto adalah hukum yang
oleh seorang yang meninggal dunia mengatur apakah dan bagaimanakah
seluruh atau sebagian menjadi hak hak-hak dan kewajiban-kewajiban
para ahli waris atau orang yang tentang harta benda seseorang pada
ditetapkan dalam surat wasiat”. Selain

71
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

waktu ia meninggal dunia akan beralih 1. Sebagai ahli waris menurut


kepada orang lain yang masih hidup. ketentuan undang-undang
2. Karena ditunjuk dalam surat wasiat
Menurut Ter Haar, hukum waris
adalah aturan-aturan hukum mengenai Dalam hukum waris berlaku
cara bagaimana dari abad ke abad juga suatu azas, bahwa apabila
penerusan dan peralihan dari harta seorang meninggal, maka seketika itu
kekayaan yang berwujud dan tidak juga segala hak dan kewajibannya
berwujud dan dari generasi ke beralih pada sekalian ahli warisnya.
generasi. Menurut Pasal 834 KUH Perdata,
seorang ahli waris berhak untuk me-
Menurut Soepomo, hukum nuntut supaya segala yang termasuk
waris adalah peraturan-peraturan yang harta peninggalan si meninggal
mengatur proses meneruskan serta diserahkan padanya berdasarkan
menoperkan barang-barang yang tidak haknya sebagai ahli waris. Hak
berwujud benda (immaterielle penuntutan ini menyerupai hak
goederen) dari suatu angkatan penuntutan seorang pemilik suatu
manusia (generatie) kepada benda, dan menurut maksudnya
turunannya. penuntutan itu harus ditujukan pada
yang menguasai satu benda warisan
Berdasarkan pengertian hukum dengan maksud untuk memilikinya.
waris yang uraikan di atas, dapat
disimpulkan bahwa pengertian hukum Pada azasnya tiap orang,
waris adalah kumpulan peraturan yang meskipun seorang yang baru lahir,
mengatur mengenai kekayaan yang adalah cakap untuk mewarisi. Hanya
ditinggalkan oleh si mati dan akibat dari oleh undang-undang telah ditetapkan
pemidahan ini bagi orang-orang yang ada orang-orang yang karena
memperolehnya, baik dalam hubungan perbuatannya, tidak patut (onwaardig)
antara mereka dengan mereka, menerima warisan (Pasal 838 KUH
maupun dalam hubungan antara Perdata). Mereka itu, di antaranya ialah
mereka dengan pihak ketiga. seorang waris yang dengan putusan
hakim telah dihukum karena
Hukum waris merupakan salah dipersalahkan membunuh atau
satu bagian dari hukum perdata secara mencoba membunuh si meninggal.
keseluruhan dan merupakan bagian Seorang waris yang telah
terkecil dari hukum kekeluargaan. menggelapkan, memusnahkan atau
Hukum waris pada dasarnya sangat memalsukan surat wasiat atau dengan
berkaitan dengan ruang lingkup memakai kekerasan atau ancaman
kehidupan manusia, karena setiap telah menghalang-halangi si meninggal
manusia dimuka bumi ini pastinya akan untuk membuat surat wasiat menurut
mengalami peristiwa hukum yang kehendaknya.
dinamakan kematian.
Selain itu, undang-undang telah
Menurut undang-undang ditetapkan bahwa ada orang-orang
terdapat dua yang mendapatkan yang berhubung dengan jabatan atau
warisan, yaitu: pekerjaan, maupun hubungannya

72
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

dengan si meninggal, tidak atau penerimaan menggantikan


diperbolehkan menerima keuntungan kedudukan pewaris. Menurut KUH
dari suatu surat wasiat yang diperbuat Perdata setiap orang sekalipun
o1eh si meninggal. Mereka ini, di masih berada dalam kandungan
antaranya ialah notaris yang membuat ibunya asalkan lahir hidup cakap
surat wasiat itu serta saksi-saksi yang untuk menerima warisan (Pasal 2
menghadiri pembuatan testamen itu, KUH Perdata).
pendeta yang melayani atau dokter
yang merawat si meninggal selama Seorang anak adalah ahli waris jika
sakitnya yang terakhir. Bahkan ia mempunyai hubungan
pemberian warisan dalam surat wasiat keperdataan dengan ayahnya
kepada orang-orang yang menjadi selaku pewaris seperti anak sah,
perantara dari orang-orang ini anak yang disahkan, anak yang
(tussenbeide komende personen) diakui, sedangkan menurut Pasal
dapat dibatalkan. Sebagai orang-orang 43 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun
perantara ini, oleh undang-undang 1974 anak luar kawin hanya mem-
dianggap anak-anak dan isteri dari punyai hubungan perdata dengan
orang-orang yang tidak diperbolehkan ibu dan keluarga ibunya.
menerima warisan dari testamen.
2. hanya hak dan kewajiban dalam
Unsur-unsur pewarisan, yaitu lapangan hukum kekayaan (yang
pewarisan baru terjadi jika ada: dapat dinilai dengan uang) saja
yang dapat diwariskan/diwarisi.
1. Pewaris adalah seseorang yang
meninggal-dunia dan Jadi hak dan kewajiban dalam
meninggalkan harta warisan. lapangan hukum kekeluargaan
2. Harta warisan ialah kekayaan seperti hak dan kewajiban sebagai
(vermogen), kumpulan aktiva dan seorang suami atau isteri, sebagai
passiva yang ditinggalkan pewaris. orang tua/wali, dengan beberapa
3. Ahli waris ialah mereka yang untuk pengecualian seperti hak seorang
seluruhnya atau untuk sebagian anak untuk dinyatakan sebagai
secara berimbang, berhak anak sah dari bapak dan ibunya,
menerima harta warisan dari tidak dapat diwarisi. Selain itu, hak
pewaris yang disebut “penerima dan kewajiban seseorang sebagai
hak berdasar atas hak umum”. anggota perkumpulan, sebagai
sekutu dagang, buruh,
Dasar-dasar/asas-asas serta perjanjian untuk melakukan
pewarisan, yaitu: suatu jasa seperti melukis dan
memimpin konser, juga tidak dapat
1. Le mort saisit le vif, artinya diwariskan.
pewarisan hanya berlangsung
karena kematian (Pasal 830 KUH 3. Seseorang ahli waris cakap untuk
Perdata). Sejak saat pewaris mewaris asalkan: (a) pewaris telah
meninggal dunia sekalian ahli waris meninggal dunia, (b) penunjukkan
dengan sendirinya karena hukum ahli waris dilakukan menurut
tanpa ada perbuatan penyerahan undang-undang atau menurut surat

73
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

wasiat pewaris, (c) objek warisan meninggal dunia. Jadi hak mewarisi
nyata ada berupa hak maupun ada pada ahli waris (mewarisi) yang
kewajiban kebendaan pada saat mewakili hubungan darah dengan
pewaris meninggal dunia, (d) ahli pewaris, baik itu keturunan langsung
waris tidak dinyatakan sebagai maupun keturunan tidak langsung.
orang yang tidak layak menerima Siapa orang-orang yang berhak
warisan itu. mewarisi harta peninggalan seseorang?
Untuk menetapkan ahli waris dari
Cara memperoleh warisan di seseorang yang meninggal, dibagi
dalam KUH Perdata ada 2 (dua) cara, dalam berbagai golongan, yaitu:
yaitu:
1. Golongan Pertama, yaitu: suami/istri
1. Secara ab intestato (bij versterf) yang hidup terlama dan
atau menurut undang-undang anak/keturunannya (Pasal 852 KUH
(KUH Perdata) yang menetapkan Perdata).
siapa berhak mewaris tanpa
membedakan siapa yang lahir lebih Jika orang-orang dari golongan
dahulu dan jenis kelaminnya pertama masih hidup, maka merekalah
pria/wanita, bahkan anak-anak luar yang berhak mewarisi semua harta
kawin yang diakui (natuurlijke er- peninggalan, sedangkan anggota
kende kinderen) merupakan ahli keluarga lain-lainnya tidak mendapat
waris. bagian apapun. Dalam golongan
2. Secara testamentair atau ditunjuk pertama, dimasukkan anak-anak
dalam Surat Wasiat (testament). beserta turunan-turunan dalam garis
lencang ke bawah, dengan tidak
B. Hak Mewaris membedakan laki-laki atau perempuan
dan dengan tidak membedakan urutan
Hak mewaris merupakan hak kelahiran. Jika tidak terdapat anggota
yang dimiliki seseorang karena keluarga dari golongan orang-orang
hubungan darah dan perkawinan pertama, maka golongan kedua yang
apabila terjadi kematian (terbukanya tampil sebagai ahliwaris.
warisan). Prinsip pewarisan itu terbagi
menjadi 2 (dua), yaitu: Hak mewarisi oleh suami atau
isteri dari si meninggal, baru sejak
1. Harta waris baru terbuka (dapat tahun 1935 (di Negeri Belanda tahun
diwariskan kepada pihak lain) 1923) dimasukkan dalam undang-
apabila terjadi suatu kematian undang, yaitu mereka dipersamakan
2. Adanya hubungan darah di antara dengan seorang anak yang sah.
pewaris dan ahli waris, kecuali Akibatnya, apabila tiada terdapat anak
untuk suami atau istri pewaris. sama sekali, suami atau isteri itu
mengecualikan lain-lain anggota
Dalam prinsip kedua, antara keluarga.
pewaris dan ahli waris harus memiliki
“hubungan darah” kecuali suami/istri Bagian seorang anak yang lahir
pewaris dalam hal mereka masih terikat di luar perkawinan, tetapi diakui dan
dalam perkawinan saat pewaris

74
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

tergantung kepada berapa adanya ang- 4. Golongan Keempat, yaitu: paman


gota keluarga yang sah. Jika ada ahli dan bibi pewaris baik dari pihak
waris dari golongan pertama, maka bapak maupun dari pihak ibu, yaitu:
bagian anak yang lahir di luar a. keturunan paman dan bibi
perkawinan tersebut, 1/3 (sepertiga) sampai derajat keenam
dari bagian yang akan diperolehnya dihitung dari pewaris,
seandainya ia dilahirkan dari
perkawinan yang sah. Jika ia bersama- Skema keturunan paman dan bibi
sama mewarisi dengan anggota- sampai derajat keenam dihitung
anggota keluarga dari golongan kedua, dari pewaris:
bagiannya menjadi 1/2 (seperdua) dari
bagian yang akan diperolehnya
seandainya ia dilahirkan dari
perkawinan yang sah. Pembagian
warisan, harus dilakukan sedemikian
rupa, sehingga bagian anak yang lahir
di luar perkawinan itu, harus dihitung
dan dikeluarkan lebih dahulu, barulah
sisanya dibagi antara ahliwaris yang
lainnya, seolah-olah sisa itu warisan
yang masih utuh.

2. Golongan Kedua, yaitu: orang tua


dan saudara kandung pewaris.

Dalam golongan kedua


dimasukkan orang tua dan saudara-
saudara dari si meninggal. Pada
asasnya orang tua itu dipersamakan
dengan saudara, tetapi bagi orang tua
diadakan peraturan-peraturan yang
menjamin bahwa ia pasti mendapat Berdasarkan skema di atas
bagian yang tidak kurang dari bahwa derajat penerima warisan
seperempat harta peninggalan. Jika adalah paman dan bibi, sepupu, anak
tidak terdapat sama sekali anggota sepupunya dan cucu sepupu. Keadaan
keluarga dan golongan kedua, harta ini adalah hubungan kekeluargaan
peninggalan itu dipecah menjadi dua, sedarah dalam garis menyimpang
Satu untuk para anggota keluarga sampai derajat keenam dari pewaris
pihak ayah dan satu bagian untuk para apabila keturunan paman dan bibi
anggota keluarga pihak ibu. sampai derajat keenam yang berhak
mewaris.
3. Golongan Ketiga, yaitu: keluarga
dalam garis lurus ke atas sesudah
bapak dan ibu pewaris dan
keturunannya (Pasal 853 KUH
Perdata).

75
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

b. saudara kakek dan nenek secara fitnah telah mengajukan


beserta keturunannya sampai pengaduan bahwa pewaris telah
derajat keenam dihitung dari melakukan kejahatan yang diancam
pewaris. hukuman penjara sekurangnya 5
tahun,
Skema saudara kakek dan nenek
beserta keturunannya, sampai 3. mereka yang dengan kekerasan
derajat keenam dihitung dari telah mencegah pewaris membuat
pewaris: atau mencabut surat wasiatnya,

4. mereka yang telah menggelapkan,


merusak atau memalsukan surat
wasiat pewaris (Pasal 838 KUH
Perdata).

C. Menolak dan Menerima


Warisan

Seseorang dapat menerima


maupun menolak warisan yang jatuh
kepadanya, sebagaimana ditegaskan
dalam Pasal 1045 KUH Perdata, bahwa
tiada seorang pun diwajibkan untuk
menerima warisan yang jatuh ke
tangannya. Ada 3 (tiga) sikap bagi ahli
waris dalam menerima warisan:

Berdasarkan skema di atas, 1. menerima secara penuh bagian


bahwa derajat dari pewaris adalah warisannya dengan me-
kakek nenek, paman bibi, sepupu nyatakannya secara tegas dalam
pewaris, anak sepupu pewaris dari sebuah akta, atau dengan
saudara kakek dan nenek pewaris. mengambil, menjual bagian
Keadaan ini adalah dalam hubungan warisannya atau membayar utang-
kekeluargaan sedarah dalam garis utang pewaris.
menyimpang sampai derajat keenam 2. menerima dengan syarat bahwa ia
dari pewaris. tidak akan diwajibkan membayar
utang-utang pewaris melebihi dari
Mereka yang tidak layak
bagian harta warisan yang diterima
menerima suatu warisan, yaitu: (beneficiare aanvaarding) yang
dilakukan dengan membuat
1. mereka yang telah dihukum karena
pernyataan pada Panitera Penga-
dipersalahkan telah membunuh atau
dilan Negeri tempat terbukanya
mencoba membunuh pewaris,
warisan dan wajib dalam waktu
empat bulan sejak ia menyatakan
2. mereka yang dengan putusan
sikapnya:
hakim pernah dipersalahkan karena

76
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

a. mencatat segala harta warisan kepaniteraan Pengadilan Negeri yang


yang diterima, dalam daerah hukumnya warisan itu
b. mengurus harta warisan terbuka (Pasal 1057 KUH Perdata).
dengan sebaik-baiknya, Penolakan warisan tersebut tidak harus
c. memanggil melalui surat kabar diberikan secara tertulis, tetapi oleh
semua pihak yang berpiutang pengadilan pernyataan tersebut dicatat
dan belum dikenalnya, dalam register yang bersangkutan.
d. membereskan segala urusan
yang berkaitan dengan warisan, Penolakan warisan ini tidak ada
e. atas permintaan pihak-pihak daluarsanya (Pasal 1062 KUH Perdata),
yang berpiutang, menyerahkan akan tetapi, dengan adanya daluarsa
nilai harga harta warisan yang menerima warisan yang lewat dengan
tidak diserahkan kepada pe- lampaunya 30 (tiga puluh) tahun, maka
megang hipotik atas harta secara otomatis, setelah 30 (tiga puluh)
warisan, tahun berlalu, orang tersebut sama
f. memberikan pertanggungan- kedudukannya dengan orang yang
jawaban kepada para pihak menolak warisan. Dengan kata lain,
yang berpiutang secara sah. setelah 30 (tiga puluh) tahun, orang
tidak perlu lagi melakukan penolakan
Sikap ini tidak boleh warisan apabila tidak mau menjadi ahi
digantungkan pada suatu ketetapan waris.
waktu dengan bersyarat, atau
dilakukan hanya untuk sebagian harta Penolakan warisan tidak dapat
warisan yang menjadi bagiannya dan dilakukan hanya untuk sebagian harta
jika ia meninggal sebelum menentukan warisan, ini karena penolakan warisan
sikap, hak menentukan sikap beralih tersebut mengakibatkan orang tersebut
kepada ahli warisnya. dianggap tidak pernah menjadi ahli
waris (Pasal 1058 KUH Perdata).
5. menolak harta warisan, maka ahli Dengan dianggap tidak pernah menjadi
waris tidak berhak dan tidak ahli waris, maka orang tersebut tidak
berkewajiban untuk membayar berhak atas harta warisan.
hutang pewaris. Apabila semua
golongan ahli waris menolak maka Seseorang yang menolak
warisan jatuh pada negara. warisan, dapat diminta untuk
Pernyataan menolak harus dengan menerima warisan atas permohonan
akte notaris. kreditur dari orang yang menolak
warisan tersebut. Akan tetapi,
Ahli waris yang menolak permohonan menerima warisan
warisan, berarti ia melepaskan tersebut hanya sebesar utang debitur
pertanggung jawabannya sebagai ahli saja, dan penerimaan tersebut
waris dan menyatakan tidak menerima diwakilkan oleh kreditur, sebagaimana
pembagian harta peninggalan. Dalam terdapat dalam Pasal 1061 KUH
menolak warisan yang jatuh Perdata, bahwa:
kepadanya, orang tersebut harus
menolaknya secara tegas, dengan “Para kreditur yang dirugikan oleh
suatu pernyataan yang dibuat di debitur yang menolak warisannya,

77
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

dapat mengajukan permohonan secara sah dianggap tidak pernah


kepada Hakim, supaya diberi kuasa berkedudukan sebagai ahli waris dan
untuk menerima warisan itu atas nama tidak dapat dipulihkan kembali
dan sebagai pengganti debitur itu. kedudukannya sebagai ahli waris,
Dalam hal itu, penolakkan warisan itu kecuali penolakan itu dilakukan karena
hanya boleh dibatalkan demi ditipu atau dipaksa pihak lain (Pasal
kepentingan para kreditur dan sampai 1065 KUH Perdata).
sebesar piutang mereka, penolakkan Pemulihan penolakan warisan yang
itu sekali-kali tidak batal untuk dimaksud dalam Pasal 1056 KUH
keuntungan ahli waris yang telah Perdata hanya sah apabila penolakan
menolak warisan itu.” itu memang dilakukan atas kesadaran
dan kemauan yang ikhlas dari ahli waris
Alasan dibalik ketentuan Pasal dan jika berkeinginan untuk
1061 KUH Perdata tersebut adalah membatalkan surat penetapan
dalam hal seorang ahli waris menolak penolakan harus didasarkan pada
warisan yang positif yang jatuh ketulusan hati atau keikhlasan dari ahli
padanya, maka tindakannya tersebut waris yang telah menolak itu. Namun,
bisa merugikan kreditur, artinya penolakan yang dilakukan oleh ahli
menempatkan kreditur dalam waris karena ditipu atau dipaksa yang
kedudukan yang lebih jelek daripada dapat dipulihkan.
kalau warisan diterima. Dengan
diterimanya warisan yang positif, maka D. Wasiat dan Executeur
warisan tersebut bercampur dengan Testamentair
harta si debitur, sehingga aktiva harta
debitur bertambah. Namun, kalau saldo Wasiat adalah akta yang berisi
aktiva harta debitur sendiri jumlahnya kehendak terakhir (uiterste will)
cukup untuk memenuhi utang- seseorang tentang apa yang ia inginkan
utangnya terhadap kreditur yang terjadi pada harta kekayaannya setelah
bersangkutan, maka tidak ada ia meninggal dan olehnya dapat
masalah. dicabut kembali (Pasal 874 KUH
Perdata). Surat wasiat merupakan
Menurut Tahir Azhary, hak keinginan terakhir dari pewaris
untuk menolak warisan hanya dikenal mengenai harta pewaris, yang mana
dalam Hukum Waris Perdata Barat, kehendak terakhir itu dapat berupa
dalam Hukum Waris Islam ahli waris pengangkatan ahli waris, hibah wasiat,
tak boleh menolak warisan. Kompilasi pengangkatan executeur testamenter,
Hukum Islam (KHI) telah jelas bahwa dan terkadang ada juga memasukan
orang Islam berlaku Hukum Waris pengakuan anak di dalam wasiat.
Islam kecuali, pewaris dan ahli waris
pindah agama, artinya, mereka sudah Meskipun wasiat merupakan
melepaskan diri dari Hukum Islam. kehendak terakhir pewaris, tidak
berarti harus selalu dilaksanakan jika
Pemulihan Penolakan Kewarisan isinya bertentangan dengan undang-
undang atau meniada-
Pada prinsipnya seorang ahli kan/menghapuskan, mengurangi Legi-
waris yang telah menolak harta warisan tieme Portie. Jika wasiat yang dibuat

78
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

oleh pewaris mengandung unsur 1. Wasiat Terbuka (Openbaare


penghilangan hak legitimaris maka, Testament) adalah wasiat
legitimaris berhak menuntut berbentuk akta notaris yang isinya
legitimportie dari haknya. dibuat sesuai dengan kehendak
pembuat surat wasiat dengan
Oleh karena itu, dapat dihadiri oleh dua orang saksi untuk
disimpulkan unsur-unsur testament, dibacakan saat pembuat surat
yaitu: wasiat meninggal dunia.
2. Wasiat tulisan tangan (Olografis
1. Testament harus berbentuk tertulis Testament) adalah wasiat yang
(akta), karena testament ditulis tangan oleh pembuat surat
mempunyai akibat yang luas dan wasiat dengan dihadiri oleh dua
baru berlaku sesudah pewaris mati, orang saksi, kemudian diserahkan
maka testament terikat kepada sendiri kepada seorang notaris
syarat-syarat yang ketat untuk disimpan dan nantinya
2. Berisi pernyataan kehendak diserahkan kepada Kantor Balai
(merupakan suatu tindakan hukum Harta Peninggalan (BHP) untuk
sepihak), yaitu tindakan-tindakan dibacakan saat pembuat surat
atau pernyataan-pernyataan wasiat meninggal dunia.
dimana tindakan atau pernyataan 3. Wasiat Rahasia (Geheimde
kehendak satu orang saja sudah Testament) adalah wasiat yang
cukup untuk timbulnya akibat dibuat sendiri oleh pembuat Surat
hukum yang dikehendaki. Jadi, Wasiat di hadapan 4 (empat) orang
testament bukan merupakan suatu saksi, kemudian dimasukkan dalam
perjanjian, karena suatu perjanjian sampul tertutup yang disegel serta
mensyaratkan adanya “sepakat diserahkan kepada seorang notaris
mereka yang mengikatkan dirinya” untuk disimpan dan dibacakan saat
(paling sedikit ada 2 kehendak pembuat surat wasiat meninggal
saling bertemu). Terstamen dunia.
menimbulkan suatu perikatan,
sepanjang tidak secara khusus Suatu testament dapat
ditentukan lain. berisikan suatu legaat, yaitu suatu
3. Apa yang akan terjadi setelah ia pemberian kepada seorang. Adapun
meninggal dunia (pewaris) berarti yang dapat diberikan dalam suatu
bahwa testamen baru berlaku dan legaat dapat berupa:
mempunyai efek kalau si pembuat
testamen telah meninggal dunia. 1. Satu atau beberapa benda tertentu;
4. Syarat “dapat dicabut kembali”, 2. Seluruh benda dari satu macam
dipakai untuk menetapkan apakah atau jenis, misalnya seluruh benda
suatu tindakan hukum harus dibuat yang bergerak;
dalam bentuk surat wasiat atau 3. Hak vruchtgebruik atas sebagian
cukup dalam bentuk lain. atau seluruh warisan;
4. Sesuatu hak lain terhadap boedel,
Macam-macam surat wasiat misalnya hak untuk
(Testament), yaitu:
Orang yang menerima suatu

79
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

legaat disebut dengan legataris tetapi diwajibkan menyegel segala harta


ia bukan ahliwaris. Oleh karenanya, ia peninggalan. Salah satu kewajiban lagi
tidak menggantikan si meninggal dari seorang executeur testamentair
dalam hak-hak dan kewajiban- ialah membuat catatan mengenai
kewajibannya (tidak diwajibkan benda-benda warisan, dengan dihadiri
membayar hutang-hutangnya). para ahli waris atau ahli waris-ahli waris
Biasanya dalam suatu testament yang tidak dapat hadir dipanggil secara
terdapat beberapa orang menjadi sah. Suatu hal yang terang, bahwa
waris, disebutkan untuk berapa bagian seorang executeur testamentair tidak
masing-masing. Isi suatu testament, dibolehkan menjual barang-barang
tidak usah terbatas pada hal-hal yang warisan dengan maksud untuk
mengenai harta benda saja. Dalam memudahkan pembagian warisan.
suatu testamen dapat juga dengan sah Sebab pembagian ini harus diserahkan
dilakukan, penunjukan seorang wali pada ahliwaris sendiri.
untuk anak-anak si meninggal,
pengakuan seorang anak yang lahir di Orang yang akan meninggalkan
luar perkawinan, atau pengangkatan warisan, berhak pula dalam surat
seorang executeur testamentair, yaitu wasiatnya atau dalam suatu akte
seorang yang dikuasakan mengawasi notaris khusus menentukan bagian
dan mengatur pelaksanaan testament. warisan salah seorang ahli waris atau
benda yang diberikannya kepada
Executeur-testamentair dan seorang legataris selama hidupnya
Bewindvoerder ahliwaris atau legataris tersebut atau
untuk suatu waktu yang tertentu
Executeur testamentair atau ditaruh di bawah kekuasaan seorang
pelaksana wasiat adalah orang yang bewindvoerder yang ditugaskan untuk
ditunjuk oleh pewaris, yang ditugaskan mengurus kekayaan itu, sedangkan ahli
sungguh-sungguh melaksanakan waris atau legataris tersebut hanya
kehendak si meninggal. Penunjukan dapat menerima penghasilannya saja
dapat diizinkan di dalam surat wasiat dari kekayaan tersebut.
sendiri. Di dalam penunjukan executeur
testamentair dapat diberikan Bewind merupakan yang
kekuasaan untuk menarik semua atau ditunjuk untuk menjaga jangan sampai
sebagian benda-benda yang termasuk kekayaan itu dalam waktu yang singkat
warisan dalam kekuasaannya, tetapi ia dihabiskan oleh ahli waris atau legataris
tidak boleh menguasai benda-benda itu tadi. Hal ini dirasakan sebagai suatu
lebih dari satu tahun lamanya. beban yang diletakkan atas warisan
atau legaat tersebut. Oleh undang-
Jika di antara para ahliwaris ada undang ditetapkan, bahwa
anak-anak yang di bawah umur yang mengadakan bewind itu tidak boleh
tidak mempunyai wali, atau ada orang- sampai melanggar larangan perihal
orang yang di bawah curatele tetapi fideicommis. Lagi pula tidak boleh
tidak ada curatornya, ataupun jika ada mengurangi hak seorang legitimaris,
sementara ahliwaris yang tidak dapat sebab legitimaris ini berhak untuk
hadir sendiri, misalnya berada di luar menerima bagiannya yang termasuk
negeri, maka executeur testamentair legitieme portie bebas dari segala

80
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

beban macam apapun juga. seluruh maupun sebagian kepada


orang lain (berkewajiban untuk
menyimpan yang mereka terima, dan
sesudah suatu jangka waktu tertentu
E. Fidei Commis dan Legitieme atau pada waktu matinya si penerima,
Portie menyampaikannya/menyerahkannya
kepada orang ketiga.
Perkataan fidei commis berasal
dari fides yang berarti kepercayaan. Ada 3 (tiga) pihak di dalam fidei
Warisan itu seolah-olah dipercayakan commis, yaitu:
pada waris yang pertama ditunjuk.
Pada umumnya suatu fidei commis 1. Pewaris /insteller
dilarang oleh undang-undang, karena 2. Orang yang pertama-tama ditunjuk
ada benda-benda yang tak bergerak, sebagai ahli waris/legetaris, sengan
yang waktu lama dan tidak tertentu tugas/kewajiban menyimpan
akan tersingkir. barang tersebut dan
menyampaikannya kepada pihak
Ada 2 (dua) macam fidei ketiga (bezwaarde/pemikul beban)
commis yang diperbolehkan undang- 3. Orang yang akan menerima harta
undang, yaitu: dari pewaris melalui bezwaarde
disebut verwachter (penunggu)
1. untuk memenuhi keinginan
seseorang yang hendak mencegah Pelarangan fedei commis di
kekayaannya dihabiskan oleh anak- dalam membuat suatu ketetapan yang
anaknya. Orang diperbolehkan mempunyai akibat hukum beruntun,
membuat penetapan agar anaknya seri atas satu/beberapa barang yang
tidak boleh menjual benda-benda sama terhadap beberapa orang secara
warisan dan supaya benda-benda urutan dengan akibat bahwa barang
itu kemudian diwariskan lagi tersebut untuk suatu jangka waktu
kepada anak-anak si waris sendiri. lama tidak dapat dipindahtangankan.
2. yang lazim dinamakan fideicommis Akibatnya menjadi batal demi hukum.
de residuo, di mana hanya Tujuan larangan tersebut adalah untuk
ditetapkan, bahwa seorang waris menyelundupi ketentuan yang terdapat
harus mewariskan lagi di kemudian dalam Hukum Romawi dimana orang-
hari apa yang masih ketinggalan orang tertentu adalah bukan ahli waris
dari warisan yang diperolehnya itu. dan karenanya tidak mewaris dari
Jadi hanya sisanya saja kepada orang-orang tertentu atau ia adalah
seorang lain sudah ditetapkan. ahli waris.

Fidei commis adalah suatu Fidei commis oleh undang-


ketetapan wasiat, di mana orang yang undang diperbolehkan asal, yaitu:
diangkat sebagai ahli waris atau yang
menerima hibah wasiat diwajibkan 1. Yang menjadi bezwaarde adalah
untuk menyimpan barang-barang seorang anak atau lebih
warisan atau hibahnya, untuk 2. Verwachter adalah sekalian
kemudian menyerahkannya baik anak/keturunan

81
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

3. Yang diberikan adalah bagian (saudara). A bukan legitimaris, karena


bebas daripada warisan. pada waktu meninggalnya P, A bukan
ahli waris. Dan C dan B juga bukan
karena tidak merupakan sedarah dalam
garis lurus.
Legietimate Portie
Legitieme portie ini harus
Legitiematie portie adalah suatu dihitung, apabila salah satu atau
bagian mutlak tertentu dari harta beberapa ahli waris menuntut haknya,
warisan terutama bagi anak sah atau salah satu/beberapa orang ahli
maupun anak luar kawin yang waris/legitimaris masih ada di bawah
disahkan, yang dijamin hukum tidak umur (minderjarig). Legitieme portie
dapat dihapuskan oleh siapapun masing-masing legitimaris:
termasuk pewaris dengan surat wasiat.
Hak legitieme portie baru timbul jika 1. Legitieme portie untuk anak
ada ahli waris ab intestato tampil me- keturunan yang sah adalah sebagai
nuntut pembatalan suatu surat wasiat berikut:
dan/atau menuntut supaya diadakan a. 1 (satu) orang anak legitieme
pengurangan terhadap pembagian portie nya adalah 1/2 dari
warisan jika ia merasa dirugikan karena bagian menurut undang-
dikurangi legitieme portie. undang.
b. 2 (dua) orang anak legitieme
Syarat-syarat yang harus portie adalah 2/3 dari bagian
dipenuhi agar seseorang tersebut menurut undang-undang.
memperoleh kedudukan sebagai c. 3 (tiga) orang anak legitieme
legitimaris, adalah: portie adalah 3/4 dari bagian
menurut undang-undang.
1. Orang tersebut adalah keluarga 2. Legitieme portie untuk keluarga
sedarah dalam garis lurus. sedarah dalam garis lurus keatas
2. Orang tersebut adalah merupakan adalah 1/2 dari bagian menurut
ahli waris menurut ketentuan undang-undang.
undang-undang pda saat si 3. Legitieme portie untuk anak luar
peninggal warisan meninggal kawin adalah 1/2 dari bagian
dunia. menurut undang-undang.

Contoh kasus: Jadi dengan adanya ketentuan


tentang bagian mutlak atau legietieme
P meninggal dunia dengan portie ini dapat disimpulkan bahwa,
meninggalkan 2 orang anak, yaitu C seseorang boleh saja mewariskan atau
dan D. Legitimaris adalah C dan D, menghibahkan hartanya kepada orang
sebab adalah keluarga sedarah P dalam lain namun tidak boleh mengurangi
garis lurus C dan D tersebut adalah ahli bagian mutlak dari ahli waris, jika
waris ab-intestato. terjadi pelanggaran terhadap hal ini
maka dilakukan pemotongan atau
P meninggal dunia dengan
sering disebut dengan istilah
meninggalkan A (kakek), B dan C

82
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

“incorting” dengan urutan-urutan Legitieme portie untuk B dan C adalah


sebagai berikut: dari bagian menurut UU.

1. Yang harus dikurangi terlebih Legitieme portie B = 2/3 x 1/2 = 1/3


dahulu adalah wasiat. dan Legitieme portie C = 2/3 x 1/2 =
2. Jika wasiat belum mencukupi maka 1/3. Jika C telah meninggal dulu dan
diambilkan dari hibah. digantikan Ca dan Ca, maka legitieme
3. Pengurangan terhadap beberapa portie Ca = AL Cb = 1/2 x 1/3 =1/6.
wasiat harus dilakukan dengan
perbandingan. Dalam hal legitimaris menolak
atau tidak patut menerima, besarnya
Cara menghitung legitieme portie, legitieme portie adalah dikaitkan
yaitu: dengan besarnya warisan menurut
undang-undang, sedangkan adanya
1. Harta peninggalan sewaktu penolakan harta warisan sangat
peninggal warisan meninggal mempengaruhi besarnya harta
dunia, dihitung dan diinventarisir warisan, demikian juga adanya
untuk mengetahui berapa nilai seseorang yang dianggap tidak patut
harganya. menerima juga mempengaruhi
2. Nilai harga dari barang-barang besarnya harta warisan. Adanya
yang mungkin ketika si peninggal penolakan atau ketidak patuhan ahli
warisan masih hidup diberikan waris untuk menerima tidak
ditambahkan dengan yang di atas. mempengaruhi besar kecilnya
3. Jumlah di atas dikurangi dengan legitieme portie. Jika terjadi
utang-utang yang pernah dibuat pelanggaran terhadap legitieme portie
oleh si peninggal warisan. sehingga hak mutlak tidak dapat
4. Sisa dari pengurangan tersebut dicapai besarnya, maka diadakan
menjadi dasar perhitungan pemotongan atau incorting terhadap
legitieme portie. wasiat dan jila masih belum mencukupi
maka diambilkan dari hibah.
Legitieme portie dan
penggantian tempat dapat digantikan Dalam keadaan biasa B dan C
oleh ahli warisnya/keturunannya. Hal masing-masing menerima 1/3 dari
ini adalah sesuai dengan Pasal 914 KUH legitieme portie masing-masing adalah
Perdata bahwa, jika ada anak yang 3/4 x 1/3 =1/4.
telah meninggal terlebih dahulu,
kedudukan anak yang telah meninggal Contoh kasus:
lebih dahulu dapat digantikan oleh
keturunannya. A meninggal dunia dengan
meninggalkan dua orang anak, yaitu B
Contoh kasus: dan C, di samping itu meninggalkan
wasiat yang isinya menerangkan X
A meninggal dunia dengan sebagai ahli waris dengan bagian 3/4
meninggalkan 2 orang anak B dan C, dari seluruh harta warisan. Jumlah
serta Ca dan Cb anak sah dari C. harta warisan A senilai Rp. 120 juta.

83
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Para legitimaris menurut legitieme pasiva) yang tadinya dimiliki oleh


portie. Bagaimana penyelesaiannya? seorang peninggal harta beralih
dengan sendirinya kepada segenap ahli
Harta peninggalan A senilai Rp. 120 warisnya secara bersama-sama”.
juta.
Kapan waktu pelaksanaan
Pelaksanaan wasiat kepada X = 3/4 x pembagian warisan tidak ada
Rp. 120 juta = Rp. 90 juta. ketentuan tersendiri dari peraturan
waris perdata. Namun, ada ketentuan
Sisa = Rp 120 juta- Rp. 90 juta = Rp. mengenai tidak dibenarkan harta
30 juta warisan atau harta peninggalan
dibiarkan dalam keadaan tidak terbagi
Pembagian menurut undang-undang: yang mana dituangkan dalam Pasal
1066 KUH Perdata. Pembagian harta
B = C, masing-masing = 1/2 x Rp. 30 warisan atau harta peninggalan diawali
juta = Rp. 15 juta, Bagaimana dengan penentuan siapa saja yang
penghitungan legitieme portie? berhak untuk mendapatkan bagian-
bagian tersebut, menentukan besar
Legitieme portie B = legitieme portie C
bagian yang didapat oleh yang berhak
masing-masing = 2/3 x 1/2 x Rp. 120
tersebut serta langkah selanjutnya
juta = RP 40 juta. Jadi B dan C tidak
penyelesaian pembagian harta warisan
boleh menerima kurang dari Rp. 40
yang dilaksanakan dengan
juta, karena itu merupakan hak
kesepakatan para pihak yang berhak
mutlakya, padahal mereka masing-
dalam pembagian harta warisan
masing baru menerima Rp. 15 juta, jadi
tersebut.
masing-masing kurang = Rp. 40 juta –
Rp 15 juta, atau total (B+C) kurang = Pihak yang berhak dalam
Rp. 50 juta. pembagian harta warisan atau harta
peninggalan adalah ahli waris, ahli
F. Pembagian Warisan
waris merupakan “orang-orang yang
berhak menerima harta warisan (harta
Pembagian warisan menurut
pusaka)”. Ahli waris dalam waris
Hukum Waris Perdata dapat
perdata ada dua pembagian, yaitu:
dilaksanakan ketika terbukanya
warisan, ditandai dengan
1. Ahli waris karena undang-undang
meninggalnya pewaris. Dalam Hukum
(ab intenstato), merupakan
Waris Perdata untuk mewarisi harus
keluarga yang sedarah, baik sistem
adanya orang yang meninggal yang
kekeluargaan ke atas maupun ke
disebut dengan pewaris. Seperti yang
bawah. “Prinsip yang dipegang oleh
disebutkan dalam Pasal 830 KUH
undang-undang ialah bahwa dalam
Perdata, yaitu “pewarisan hanya
pewarisan menurut undang-undang,
berlangsung karena kematian”.
keluarga sedarah yang terdekat
“Peristiwa kematian menurut hukum
selalu mengenyampingkan atau
mengakibatkan terbukanya warisan
menindih keluarga yang lebih jauh
dan sebagai konsekuensinya seluruh
sehingga keluarga yang lebih jauh
kekayaan (baik berupa aktiva maupun
itu tidak ikut mewaris”.

84
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

2. Ahli waris karena wasiat seorang/beberapa orang ahli


(testamentair). Segala harta waris dan mengangkat seorang
peninggalan seorang yang walin, mengangkat seorang
meninggal dunia, adalah kepunyaan testamentair executoir
sekalian ahli warisnya menurut (pelaksana wasiat) atau
undang-undang, sekedar terhadap mengakui seorang anak.
itu dengan surat wasiat tidak telah
diambilnya sesuatu ketetapan yang G. Warisan yang Tidak Terurus
sah.
Istilah harta tak terurus
Ada perbedaan penting antara memberikan pengertian “jika suatu
ahli waris ab intestate dengan ahli warisan terbuka, tiada seorangpun
waris yang diangkat dengan suatu menuntutnya ataupun semua ahli waris
testament, yaitu: yang terkenal menolaknya, maka
dianggaplah warisan itu sebagai tak
1. Pewarisan testamentair tidak terurus”. Bila batasan pengertian harta
mengenal penggantian tempat. peninggalan tak terurus tersebut di
Akibatnya kalau seorang yang atas dianalisa dengan cermat, dapat
sedianya mendapat warisan diketahui beberapa unsur yang
berdasarkan wasiat, meninggal membentuk pengertian harta tak
lebih dahulu dari pewaris, maka terurus, yaitu:
wasiat tersebut sepanjang
mengenai bagian dari orang yang 1. Adanya orang yang meninggal
meninggal lebih dahulu dari dunia;
pewaris tidak dapat dilaksanakan 2. Adanya harta yang ditinggalkan
(gugur). oleh almarhum;
2. Ahli waris testamentair tidak 3. Tidak ada ahli waris, atau jika ada,
menikmati inbreng para ahli waris menolak warisan
a. Wasiat dapat juga berisi tersebut;
pemberian suatu benda 4. Tidak terdapat bukti otentik yang
tertentu (hibah wasiat/legaat). berisikan pengurusan harta
b. Testament pada umumnya peninggalan itu.
berisi suatu ketetapan
mengenai harta (harta Pada dasarnya proses
peninggalan) pengurusan harta peninggalan tak
c. Testament dapat menyangkut terurus tidak jauh berbeda dengan
hal-hal yang tidak atau tidak proses pengurusan harta orang yang
secara langsung berhubungan dinyatakan tidak hadir. Jika
dengan harta penginggalan, pengurusan harta orang yang
yaitu: pengankatan waris, suatu dinyatakan tidak hadir berawal dari
perintah, pencabutan Penetapan Pengadilan Negeri tentang
testament, menawarkan ketidakhadiran orang tersebut, maka
sesuatu barang, memberikan pengurusan harta peninggalan tak
suatu hak kebendaan tertentu terurus bertolak dari proses
atau membebaskan suatu pemeriksaan harta peninggalan
barang, menyingkirkan seseorang yang telah meninggal dunia

85
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

yang akta kematiannya diperoleh dari terhitung mulai terbukanya warisan


Kantor Catatan Sipil. Apabila dalam belum juga ada seorang waris yang
pemeriksaan terdapat unsur seperti tampil ke muka atau melaporkan diri,
tersebut di atas, maka demi hukum maka BHP akan melakukan
Balai Harta Peninggalan (BHP) pertanggungjawab tentang
berkewajiban untuk mengurus harta pengurusan harta peninggalan itu
tersebut antara lain dengan melakukan kepada negara, yang akan berhak
pendaftaran Harta Kekayaan (budel), untuk mengambil atas barang warisan
bila dirasakan perlu BHP dapat dan kemudian harta peninggalan itu
melakukan penyegelan atas harta akan menjadi milik negara.
tersebut.

Syarat-syarat pendukung dalam


pengurusan warisan yang tidak Literatur:
terurus, yaitu:
Abdulkadir Muhammad, 2000, Hukum
1. Identitas pemohon, Perdata Indonsesia, Citra
2. Surat/Akta Kematian Pemilik, Aditya, Bandung.
3. Surat-Surat Lain yang berkenaan
dengan tanah & Bangunan. Ali Afandi, 1997, Hukum Waris, Hukum
Keluarga, Hukum Pembuktian,
Pada waktu mengambil Rineka Cipta, Jakarta.
pengurusan warisan itu BHP harus
memberitahukannya kepada Kejaksaan Anisitus Amanat, Membagi Warisan
Negeri setempat. Dalam hal ada Berdasarkan Pasal-Pasal
perselisihan, apakah suatu warisan Hukum Perdata BW, Cet. 1,
dapat dianggap sebagai tak terurus (Jakarta: PT. RajaGrafindo
atau tidak, hal itu akan diputuskan oleh Persada, 2000.
hakim. BHP diwajibkan untuk membuat
catatan tentang keadaan harta Eman Suparman, Hukum Waris di
peninggalan tersebut. Jika perlu dapat Indonesia Dalam Perspektif
didahului dengan penyegelan barang- Islam Adat BW, (Bandung: PT.
barang, dan seterusnya membereskan Refika Aditama, 2005
warisan itu. Menagih piutang-piutang
dan membayar hutang-hutang si me- Hazairin, 1982, Hukum Kewarisan
ninggal. Tentang perbuatan-perbuatan Bilateral Menurut Al-Qur’an
itu, jikalau dikehendaki oleh yang dan Hadith, Tintamas, Jakarta.
berwajib, BHP harus memberikan
MR. A. Pitlo, Hukum Waris: Menurut
pertanggunganjawab. BHP juga
Undang-Undang Hukum
diwajibkan memanggil para ahliwaris
Perdata Belanda, (Jakarta:
yang mungkin ada dengan panggilan-
Intermasa, 1990
panggilan umum yang diniat dalam
surat-surat dan lain-lain cara yang
Subekti, 2003, Pokok-pokok Hukum
dianggapnya layak.
Perdata, Intermasa, Jakarta.
Jika setelah lewat 3 (tiga) tahun

86
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Riduan Syahrani, 2004, Seluk Beluk dan


Azas-azas Hukum Perdata,
Alumni, Bandung.

Sri Soedewi Masjchoen Sofwan, 1990,


Hukum Perdata: Hukum
Benda,Liberty, Yogyakarta.

Subekti dan R. Tjitrosudibio, 2001,


Kitab Undang-undang Hukum
Perdata, Pradnya Paramita,
Jakarta.

Zainuddin Ali, Pelaksanaan


2008,
Hukum Waris di Indonesia,
Sinar Grafika, Jakarta.

Catatan:

Setelah selesai Pokok Bahasan ini,


mahasiswa akan diminta untuk
membuat Tugas Rumah.

Soal Latihan:

1. Jelaskan apa yang dimaksud


dengan waris?
2. Apa yang dimaksud dengan hak
mewaris?
3. Bagaimanakah menolak dan
menerima warisan?
4. Apa yang dimaksud dengan surat
wasiat?
5. Apa yang dimaksud dengan
executeur testementair?
6. Apa yang dimaksud dengan
Fideicommis?
7. Jelaskan yang di maksud dengan
legitimate porsi?
8. Jelaskan tentang harta warisan
yang tidak terurus?

87
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

BAB VIII
HUKUM PERIKATAN

Tujuan Instruksional Khusus rumusan undang-undang tetapi dalam


ilmu pengetahuan hukum
Mahasiswa diharapkan dapat menyebutkan perikatan adalah
mengetahui dan menjelaskan tentang hubungan hukum antara dua pihak di
Hukum Perikatan: berkaitan dengan dalam lapangan harta kekayaan, di
Istilah dan Pengertian Hukum mana pihak yang satu berhak atas
Perikatan, Pengaturan Hukum prestasi dan pihak yang lain
Perikatan, Macam-macam Perikatan, berkewajiban memenuhi prestasi.
Perihal Resiko, Wanprestasi dan
Keadaan Memaksa serta Hapusnya Menurut Subekti, perkataan
Perikatan. “perikatan” dalam Buku III KUHPerdata
mempunyai arti yang lebih luas dari
perkataan perjanjian, sebab dalam
Sub Pokok Bahasan Buku III itu di atur juga perihal
hubungan hukum yang sama sekali
A. Istilah dan Pengertian Hukum tidak bersumber pada suatu
Perikatan persetujuan atau perjanjian, yaitu
B. Pengaturan Hukum Perikatan perihal perikatan yang timbul dari
C. Macam-macam Perikatan perbuatan yang melanggar hukum dan
D. Perihal Resiko, Wanprestasi dan perihal perikatan yang timbul dari
Keadaan Memaksa pengurusan orang lain yang tidak
E. Hapusnya Perikatan berdasarkan persetujuan.

Uraian: Dalam pengetahuan Hukum


Perdata, perikatan diartikan sebagai
hubungan hukum yang terjadi di antara
A. Istilah dan Pengertian dua orang atau lebih yang terletak
Perikatan dalam lapangan harta kekayaan di
mana pihak yang satu berhak atas
Istilah verbentenissen prestasi dan pihak lainnya wajib
diterjemahkan secara berbeda-beda memenuhi prestasi itu.
dalam kepustakaan Indonesia. Ada
yang menterjemahkan perutangan, Beberapa pakar hukum juga
perjanjian atau perikatan. Penggunaan memberikan pengertian tentang
istilah perikatan lebih umum perikatan, yaitu:
dipergunakan dalam hukum Indonesia.
Definisi perikatan tidak ada dalam

88
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Hofmann dalam R. Setiawan, Prestasi adalah apa yang


perikatan adalah suatu hubungan menjadi hak kreditur dan kewajiban
hukum antara sejumlah terbatas debitur. Prestasi terdiri dari: (1)
subyek-subyek hukum sehubungan memberikan sesuatu, (2) dapat
dengan itu seorang atau beberapa ditentukan, (3) mungkin dan
orang dari pada nya mengikatkannya diperkenankan, (4) dapat terdiri dari
diri nya untuk bersikap menurut cara- satu perbuatan saja atau terus-
cara tertentu terhadap pihak yang lain menerus. Bidang yang dimaksud
yang berhak atas sikap yang demikian adalah bidang harta kekayaan, yaitu
itu. menyangkut hak dan kewajiban yang
dapat dinilai uang.
Abdul Kadir Muhammad,
perikatan adalah hubungan hukum Obyek perikatan adalah hak dari
yang terjadi antara orang yang satu kreditur dan kewajiban dari debitur,
dengan yang lain karena perbuatan, yang menjadi obyek perikatan adalah
peristiwa, atau keadaan, sehingga prestasi, yaitu hal memenuhi perikatan.
dapat dikatakan bahwa perikatan itu
terdapat dalam bidang hukum harta Macam-macam prestasi, yaitu:
kekayaan, bidang hukum keluarga,
bidang hukum waris, dan dalam bidang 1. Memberikan sesuatu, yaitu
hukum pribadi. menyerahkan kekuasaan nyata atas
benda dari debitur kepada kreditur,
Salim H. S., perikatan seperti membayar harga dan
mempunyai beberapa unsur pokok, lainnya
antara lain: (1) adanya kaidah hukum; 2. Melakukan perbuatan, yaitu
(2) adanya Subyek hukum; (3) adanya melakukan perbuatan seperti yang
prestasi (obyek perikatan); (4) dan telah ditetapkan dalam perikatan,
dalam bidang tertentu. misalnya: memperbaiki barang
yang rusak dan lainnya
Kaidah Hukum Perikatan 3. Tidak melakukan suatu perbuatan,
meliputi: (1) kaidah hukum tertulis, yaitu tidak melakukan perbuatan
yaitu kaidah hukum yang terdapat seperti yang telah di perjanjikan,
dalam undang-undang, traktat, atau misalnya tidak mendirikan
jurisprudensi; (2) kaidah hukum tidak bangunan dan lain-lainnya.
tertulis, yaitu kaidah hukum yang
hidup, tumbuh, dan timbul dalam Subyek perikatan adalah para
praktik kehidupan masyarakat pihak pada suatu perikatan, yaitu
(kebiasaan). kreditur yang berhak dan debitur yang
berhak atas prestasi. Pada debitur
Subyek hukum terdiri dari: (1) terdapat dua unsur, antar lain schuld
kreditur, yaitu orang (badan hukum) adalah uang debitur terhadap kreditur
yang berhakat asprestasi, (2) debitur, dan haftung adalah harta kekayaan
yaitu orang (badan hukum) yang debitur yang dipertanggung jawabkan
berkewajiban untuk memenuhi bagi pelunasan utang.
prestasi.

89
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

B. Pengaturan Hukum Perikatan e. Ada prestasi yang akan di


laksanakan
Hukum Perikatan diatur dalam f. Ada bentuk tertentu, lisan atau
Buku III KUH Perdata, yang tulisan
pengaturannya menganut sistem g. Ada syarat-syarat tertentu
terbuka. Artinya setiap orang bebas sebagai isi perjanjian
melakukan perjanjian, baik yang sudah
diatur maupun belum diatur dalam 2. Perikatan yang lahir karena undang-
undang-undang. Pasal 1338 KUH undang
Perdata bahwa, “semua perjanjian Di dalam perikatan yang lahir
yang dibuat secara sah berlaku sebagai dari undang-undang, asas kebebasan
undang-undang bagi mereka yang mengadakan perjanjian tidak berlaku,
membuatnya”. Ketentuan tersebut suatu perjanjian menjadi perikatan
memberikan kebebasan para pihak adalah karena kehendak undang-
untuk: undang. Perikatan yang lahir karena
undang-undang, di mana pembentuk
1. Membuat atau tidak membuat undang-undang tidak memberikan
perjanjian; aturan-aturan yang umum, artinya
2. Mengadakan perjanjian dengan apabila hendak mengetahui peraturan-
siapapun; peraturan dari beberapa perikatan-
3. Menentukan isi perjanjian, perikatan tersebut, hal ini harus dilihat
pelaksanaan, dan persyaratannya; pada peraturan yang bersangkutan.
4. Menentukan bentuk perjanjian,
yaitu tertulis atau lisan. 3. Perikatan lahir karena perbuatan
melanggar hukum (onrechtmatige
Sumber-sumber hukum daad) dan perwakilan sukarela
perikatan, yaitu: (zaakwaarneming).

1. Perikatan yang lahir karena Adapun syarat-syarat dari sah


Perjanjian perjanjian (Pasal 1320 KUH Perdata),
yaitu:
Berdasarkan Pasal 1313 KUH
Perdata adalah sebuah perbuatan di 1. Kata sepakat antara para pihak yang
mana seseorang atau beberapa orang mengikatkan diri, artinya para pihak
mengikatkan dirinya kepada seseorang yang mengadakan perjanjian harus
atau beberapa orang lain, yang saling setuju dan seia sekata dalam
memiliki unsur-unsur, di antaranya: hal yang pokok dari perjanjian yang
akan diadakan tersebut. Sepakat
a. Ada pihak-pihak (subyek), tanpa adanya paksaan (dwang),
sedikitnya dua pihak khilaf (dwaling) dan penipuan
b. Ada persetujuan antara pihak- (bedrog).
poihak yang bersifat tetap 2. Cakap untuk membuat suatu
d. Ada tujuan yang akan di capai perjanjian, artinya bahwa para pihak
yaitu untuk memenuhi harus cakap menurut hukum, yaitu
kebutuhan pihak-pihak telah dewasa (berusia 21 tahun) dan
tidak di bawah pengampuan.

90
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

3. Mengenai suatu hal tertentu, artinya Di samping ketiga asas utama


apa yang akan diperjanjikan harus tersebut, masih terdapat beberapa
jelas dan terinci (jenis, jumlah, dan asas hukum perikatan nasional, yaitu:
harga) atau keterangan terhadap
objek, diketahui hak dan kewajiban 1. Asas kepercayaan;
tiap-tiap pihak, sehingga tidak akan 2. Asas persamaan hukum;
terjadi suatu perselisihan antara 3. Asas keseimbangan;
para pihak. 4. Asas kepastian hukum;
4. Suatu sebab yang halal, artinya isi 5. Asas moral;
perjanjian itu harus mempunyai 6. Asas kepatutan;
tujuan (causa) yang diperbolehkan 7. Asas kebiasaan;
oleh undang-undang, kesusilaan, 8. Asas perlindungan.
atau ketertiban umum.
C. Macam-macam Perikatan
Asas-asas dalam Hukum
Perikatan, yaitu: Menurut undang-undang,
perikatan dapat dibedakan atas
1. Asas kebebasan berkontrak terlihat beberapa macam, yaitu:
di dalam Pasal 1338 KUH Perdata
yang menyebutkan bahwa segala 1. Perikatan bersyarat
sesuatu perjanjian yang dibuat (voorwaardelijk), yaitu perikatan
adalah sah bagi para pihak yang yang lahir maupun berakhir
membuatnya dan berlaku sebagai digantungkan pada suatu peristiwa
undang-undang bagi mereka yang yang belum atau tidak tentu
membuatnya. terjadi. Contoh, A berjanji
2. Asas konsensualisme, artinya bahwa memberikan buku kepada B kalau
perjanjian itu lahir pada saat ia telah lulus ujian.
tercapainya kata sepakat antara 2. Perikatan yang digantungkan pada
para pihak mengenai hal-hal yang suatu ketetapan waktu, yaitu
pokok dan tidak memerlukan perikatan yang pelaksanaan
sesuatu formalitas. Dengan ditangguhkan sampai pada waktu
demikian, azas konsensualisme ditentukan pasti akan tiba. Contoh:
lazim disimpulkan dalam Pasal 1320 A berjanji akan memberikan buku
KUH Perdata. kepada B pada tanggal 1 Januari
3. Asas pacta sunt servanda, ini tahun depan.
berkaitan dengan akibat suatu 3. Perikatan mana suka, di mana
perjanjian. Pasal 1338 ayat (1) KUH terdapat dua macam atau lebih
Perdata bahwa, “Perjanjian yang prestasi.
dibuat secara sah berlaku sebagai 4. Perikatan tanggung-menanggung,
undang-undang….” Para pihak di mana beberapa orang bersama-
harus menghormati perjanjian dan sama sebagai pihak yang
melaksanakannya karena perjanjian berhutang berhadapan dengan
itu merupakan kehendak bebas para satu orang yang menghutangkan,
pihak. atau sebaliknya. Beberapa orang
yang bersama-sama menghadapi
satu orang berpiutang atau

91
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

penagih hutang, masing-masing pemberian suatu barang tertentu, sejak


dapat dituntut untuk membayar lahirnya perjanjian, barang tersebut
hutang seluruhnya. sudah menjadi tanggungan orang yang
5. Perikatan yang dapat dibagi dan berhak menagih penyerahannya.
yang tidak dapat dibagi. Persoalan Artinya, suatu perjanjian yang
tentang dapat atau tidaknya dibagi meletakkan kewajiban hanya pada
suatu perikatan, barulah tampil ke suatu pihak saja (eenzijdige
muka, jika salah satu pihak dalam overeenkomst), misalnya suatu
perjanjian telah digantikan oleh schenking.
beberapa orang lain. Hal mana
biasanya terjadi karena Menurut Pasal 1460 KUH
meninggalnya satu pihak yang Perdata, perjanjian mengenai suatu
menyebabkan ia digantikan dalam barang yang sudah ditentukan sejak
segala hak-haknya oleh sekalian ditutupnya, perjanjian barang itu
ahli warisnya. Pada azasnya jika sudah menjadi tanggungan pembeli,
tidak diperjanjikan lain antara meskipun belum diserahkan dan masih
pihak-pihak yang semula suatu berada di tangan si penjual. Dengan
perikatan, tidak boleh dibagi-bagi, demikian, jika barang itu hapus bukan
sebab si berpiutang selalu berhak karena salahnya si penjual, si penjual
menuntut pemenuhan perjanjian masih tetap berhak untuk menagih
untuk sepenuhnya dan tidak usah harga yang belum dibayar.
ia menerima baik suatu
pembayaran sebagian demi Berhubung dengan sifatnya,
sebagian. Pasal 1460 KUH Perdata sebagai
6. Perikatan dengan ancaman kekecualian, menurut pendapat yang
hukuman (strafbeding), untuk lazim dianut, pasal tersebut harus
mencegah jangan sampai si ditafsirkan secara sempit, sehingga ia
berhutang dengan mudah saja hanya berlaku dalam hal suatu barang
melalaikan kewajibannya, dalam yang sudah dibeli, tetapi belum
praktek banyak dipakai perjanjian diserahkan hapus. Keadaan ini tidak
di mana si berhutang dikenakan berlaku jika karena suatu larangan
suatu hukuman, apabila ia tidak yang dikeluarkan oleh pemerintah, si
menepati kewajibannya. penjual tidak lagi dapat mengirimkan
barangnya kepada si pembeli. Dalam
D. Perihal Resiko, Wanprestasi hal ini pernah diputuskan oleh hakim, si
dan Keadaan Memaksa pembeli dibebaskan dari pembayaran
harga barang.
Perihal Resiko
Jika barang yang
Resiko adalah kewajiban untuh diperjualbelikan musnah diperjalanan
memikul kerugian jikalau ada suatu karena ada suatu kecelakaan misalnya
kejadian di luar kesalahan salah satu perahu yang mengangkut barang itu
pihak yang menimpa benda yang karam. Siapakah yang harus memikul
dimaksudkan dalam perjanjian. Pasal kerugian-kerugian ketika barang yang
1237 KUH Perdata menegaskan, bahwa dipersewakan habis terbakar selama
dalam suatu perjanjian mengenai waktu dipersewakannya, inilah risiko.

92
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Persoalan risiko adalah suatu keadaan lalai, tetap lalai untuk memenuhi
memaksa, sebagai mana ganti rugi perikatan itu, atau sesuatu yang
dalam wanprestasi. harus di berikan atau di lakukannya
hanya dapat diberikan atau di
Dalam Pasal 1237 KUH Perdata lakukannya dalam waktu yang
ditegaskan bahwa “dalam hal adanya melampaui tenggang waktu yang di
perikatan untuk memberikan suatu tentukan,
barang tertentu, maka barang itu 3. beban resiko beralih untuk kerugian
semenjak perikatan dilahirkan, adalah debitur jika halangan itu timbul
tanggungan si berpiutang”. Perkataan setelah wanprestasi,
tanggungan dalam pasal ini sama 4. jika perikatan lahir dari perjanjian
dengan “risiko”. Dengan begitu, dalam timbal balik, kreditur dapat
perikatan untuk memberikan suatu membebaskan diri dari
barang tertentu tadi, jika barang ini kewajibannya, ditegaskan dalam
sebelum diserahkan, musnah karena Pasal 1266 KUH Perdata, bahwa
suatu peristiwa diluar kesalahan salah “syarat batal dianggap selalu
satu pihak, kerugian ini harus dipikul dicantumkan dalam persetujuan
oleh “si berpiutang”, yaitu pihak yang yang timbal balik, andai kata salah
menerima barang itu. Suatu perikatan satu pihak tidak memenuhi
untuk memberikan suatu barang kewajibannya, dalam hal demikian
tertentu, adalah suatu perikatan yang persetujuan tidak batal demi
timbul karena perjanjian sepihak. hukum, tetap pembatalan harus di
Dengan kata lain, pembuat undang- mintakan pada pengadilan.
undang tidak memikirkan perjanjian Permintaan ini juga harus
timbal-balik, di mana pihak yang dilakukan, meski syarat batal
berkewajiban melakukan suatu prestasi mengenai tidak dipenuhinya
juga berhak menuntut suatu kewajiban dinyatakan di dalam
kontraprestasi. persetujuan. Jika syarat batal tidak
dinyatakan dalam persetujuan,
Wanprestasi maka hakim dengan melihat
keadaan, atas permintaan tergugat,
Wanprestasi adalah tidak leluasa memberkasuatu jangka
memenuhi atau lalai melaksanakan waktu untuk memenuhi kewajiban,
kewajiban sebagaimana yang di tetapi jangka waktu itu tidak boleh
tentukan dalam perjanjian yang dibuat lebih dari satu bulan”.
antara kreditur dan debitur. Ada 4
(empat) akibat wanprestasi, yaitu: Sebelum seseorang dinyatakan
wanprestasi terlebih dulu dilakukan
1. perikatan tetap ada, somasi, sebagai peringatan kepada
2. debitur harus membayar ganti rugi debitur agar memenuhi kewajibannya.
kepada debitur, ditegaskan dalam Somasi (ingebrekestilling) adalah
Pasal 1243 KUH Perdata, bahwa teguran dari kreditur kepada debitur
“penggantian biaya, kerugian dan agar dapat memenuhi prestasi sesuai
bunga karena tidak di penuhinya dengan isi dari perjanjian yang telah
suatu perikatan mulai diwajibkan, disepakati keduanya, ketentuan somasi
bila debitur, walaupun dinyatakan

93
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

diatur dalam Pasal 1238 dan 1243 KUH memaksa diatur dalam Pasal 1244-
Perdata. Ada 3 (tiga) cara somasi, 1245 KUH Perdata. Pasal 1244 KUH
antara lain: Perdata menegaskan “jika ada alasan
untuk itu, si berutang harus dihukum
1. Debitur melaksanakan prestasi mengganti biaya, rugi dan bunga
yang keliru apabila ia tak dapat membuktikan,
2. Debitur tidak memenuhi prestasi bahwa hal tidak atau tidak pada waktu
pada hari yang telah dijanjikan yang tepat dilaksanakannya perikatan
3. Prestasi yang di lakukan oleh itu, disebabkan suatu hal yang tak
debitur tidak lagi berguna bagi terduga, pun tak dapat
kreditur karena kadaluarsa. dipertanggungjawabkan padanya,
kesemaunya itu pun jika itikad buruk
Isi yang harus dimuat dalam tidaklah ada pada pihaknya”.
somasi, yaitu: (1) apa yang di tuntut,
(2) dasar tuntutan, (3) tanggal paling Selanjutnya Pasal 1245 KUH
lambat memenuhi presasi. Peristiwa- Perdata menegaskan bahwa, “Tidaklah
peristiwa yang tidak memerlukan biaya rugi dan bunga, harus digantinya,
somasi, antara lain: apalagi lantaran keadaan memaksa
1. Debitur menolak pemenuhan atau lantaran suatu kejadian tak
2. Debitur mengakui kelalaian disengaja si berutang beralangan
3. Pemenuhan prestasi tidak memberikan atau berbuat sesuatu
mungkin di lakukan yang diwajibkan, atau lantaran hal-hal
4. Pemenuhan tidak lagi berarti yang sama telah melakukan
5. Debitur melakukan prestasi perbuatanyang terlarang. Unsur-unsur
tidak sebagaimana mestinya. overmacht, yaitu:

Keadaaan Memaksa 1. Ada halangan bagi debitur untuk


memenuhi kewajiban.
Istilah keadaan memaksa 2. Halangan itu bukan karena
berasal dari bahasa Inggris, yaitu force kesalahan debitur.
majeure, sedangkan dalam bahasa 3. Tidak disebabkan oleh keadaan
Belanda disebut dengan overmacht. yang menjadi resiko dari debitur.
Keadaan memaksa adalah suatu
keadaan ketika debitur tidak dapat Dengan adanya overmacht,
melakukan prestasinya kepada, yang mengakibatkan berlakunya perikatan
disebabkan adanya kejadian yang menjadi terhenti. Ini berarti bahwa:
berada di luar kekuasaannnya, seperti
gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan 1. Kreditur tidak dapat meminta
lain-lain. Menurut Wirjono pemenuhan prestasi.
Prodjodikoro, keadaan memaksa 2. Debitur tidak dapat lagi dinyatakan
adalah keadaan yang menyebabkan lalai.
bahwa suatu hak atau suatu kewajiban 3. Resiko tidak beralih kepada
dalam suatu perhubungan hukum tidak debitur.
dapat dilaksanakan.

Ketentuan tentang keadaan

94
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Macam-macam keadaan kredit usaha tani dari Koperasi Unit


memaksa, yaitu: Desa (KUD), dengan janji akan
dibayar pada musim panen. Tetapi
1. Keadaan memaksa absolut sebelum panen, padinya diserang
oleh ulat. Dengan demikian, pada
Keadaan memaksa absolut adalah saat itu ia tidak mampu membayar
suatu keaaan dimana debitur sama kredit usaha taninya kepada KUD,
sekali tidak dapat memenuhi tetapi ia akan membayar pada
perutangannya kepada kreditur, musim panen mendatang. Keadaan
oleh karena adanya gempa bumi, memaksa dinamakan “relatif”,
banjir bandang, dan adanya lahar. apabila keadaan itu pelaksanaan
Contohnya, si A ingin membayar hak-hak dan kewajiban-kewajiban
utangnya pada si B. Namun tiba-tiba pada suatu perhubungan hukum
pada saat si A ingin melakukan tidak dapat dibilangkan sama sekali
pembayaran utang, terjadi gempa tidak dapat terjadi bagaimanapun
bumi. Maka si A sama sekali tidak juga, akan tetapi demikian sukarnya
dapat membayar utangnya pada si dan dengan pengorbanan dari yang
B. Kalau keadaan memaksa harus melaksanakan, sedemikian
mengakibatkan, bahwa suatu hak rupa, sehingga patutlah, bahwa
atau kewajiban dalam perhubungan keharusan untuk melaksanakan
hukum sama sekali tidak dapat hak-hak dan kewajiban-kewajiban
dilaksanakan oleh siapapun juga yang bersangkutan dianggap
dan bagaimanapun juga, maka lenyap. Adanya keadaan memaksa
keadaan memaksa itu dinamakan yang relatif ini, sangat tergantung
“absolut”. Keadaan memaksa yang dari pada isi, maksud, dan tujuan
bersifat mutlak (absolut) yaitu dari perhubungan hukum yang
dalam halnya sama sekali tidak bersangkutan. Misalnya, seorang
mungkin lagi melaksanakan tukang berjanji akan membikin
perjanjiannya (misalnya barangnya rumah untuk orang lain, kemudian
sudah hapus karena bencana alam). pada waktu pembikinan rumah itu
sedang berjalan segenap buruh-
2. Keadaan memaksa yang relatif buruhnya bersama-sama mogok.
Kalau dapat dikatakan, bahwa
Keadaan memaksa yang relatif tukang pembikin rumah harus
adalah suatu keadaan yang mempekerjakan lain-lain buruh,
menyebabkan debitur mungkin bagaimanapun mahalnya upah
untuk melaksanakan prestasinya. buruh-buruh itu, maka dalam hal ini
Tetapi pelaksanaan prestasi itu boleh dikatakan tidak ada keadaan
harus dilakukan dengan memaksa. Akan tetapi, kalau
memberikan korban yang besar berhubungan dengan isi, maksud,
yang tidak seimbang atau dan tujuan dari persetujuan anatara
menggunakan kekuatan jiwa yang di kedua belah pihak, dapat dikatakan
luar kemampuan manusia atau bahwa pengorbanan yang
kemungkinan tertimpa bahaya sedemikian besarnya, tidak patut
kerugian yang sangat besar. dibebankan kepada si tukang
Contohnya, A telah meminjam,

95
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

pembikin rumah, maka kini boleh 1. Pembayaran


dikatakan bahwa adalah keadaan
memaksa. Kalau terjadinya keadaan Pembayaran merupakan salah
memaksa dapat dikira-kirakan oleh satu alasan yang menyebabkan
siapapun juga secara objektif, dan hapusnya perikatan. Ketentuan
tidak dapat dihindarkan dengan terhadapnya dapat dilihat pada Bagian
usaha apapun juga, maka dapat I Bab IV Buku III KUH Perdata, mulai
dikatakan bahwa dari pihak yang ketentuan Pasal 1382 sampai dengan
berkewajiban itu sama sekali tidak Pasal 1403. Pasal 1382 KUH Perdata
ada kesalahan, dan seharusnya ia menyatakan, ”Tiap-tiap perikatan
dibebaskan sama sekali dari dapat dipenuhi oleh siapa saja yang
pertanggung jawaban. berkepentingan, sepertinya seorang
yang turut berutang atau seorang
Sebaliknya, kalau keadaan penanggung utang. Suatu perikatan
memaksa itu secara objektif dapat bahkan dapat dipenuhi juga oleh
dikira-kiranya lebih dulu untuk menjaga seorang pihak ketiga yang tidak
seberapa boleh jangan sampai keadaan mempunyai kepentingan, asal saja
memaksa itu terjadi, maka dapatlah si orang pihak ketiga itu bertindak atas
berwajib itu dipertanggungjawabkan. nama dan untuk melunasi utang
Misalnya, suatu perusahaan debitur, atau jika ia bertindak atas
mengangkut barang-barang berjanji namanya sendiri, asal ia tidak
akan mengangkut barang-barang dari menggantikan hak-hak kreditur”.
suatu kota ke lain kota, dan sudah
diketahui oleh umum, bahwa di Berdasarkan pasal tersebut di
perjalanan antar dua kota itu sudah atas, maka yang dimaksud dengan
beberapa kali terjadi perampokan atas pembayaran adalah pemenuhan
barang-barang angkutan, maka perikatan, kewajiban atau utang
patutlah apabila si pengangkut barang debitur kepada kreditur. Keberadaan
itu seberapa boleh berusaha untuk pihak ketiga selain para pihak yang
menghidarkan perampokan itu terikat dalam perikatan tersebut,
misalnya mengadakan pengaawal yang memungkinkan untuk melakukan
bersenjata api. Kalau usaha ini sama pemenuhan perikatan sepanjang
sekali tidak dilakukan, maka kalau keberadaannya memenuhi ketentuan
kemudian betul terjadi perampokan sebagai berikut:
atas barang-barang yang diangkut itu,
si pengangkut dapatlah a. bahwa ia adalah seorang yang
dipertangunggjawabkan atas keadaan turut berutang;
memaksa yang menyebabkan barang- b. bahwa ia adalah seorang
barang itu tidak sampai di tempat yang penanggung utang;
dimaksudkan. c. bahwa ia adalah seorang pihak
ketiga yang tidak
E. Hapusnya Perikatan berkepentingan, dengan syarat
bahwa :
Pasal 1381 KUH Perdata telah 1) ia bertindak untuk dan atas
menegaskan cara-cara hapusnya atau nama debitur dan untuk
berakhirnya perikatan, yaitu: melunasi utang debitur;

96
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

2) ia bertindak untuk dan atas kewajibannya. Syarat sah berlakunya


namanya sendiri tetapi tidak penawaran ini adalah memenuhi
dengan tujuan untuk ketentuan yang diatur dalam Pasal
menggantikan hak-hak 1405 KUH Perdata, yaitu:
debitur.
a. Penawaran dilakukan kepada
2. Penawaran Pembayaran Tunai yang seorang kreditur atau kepada
diikuti oleh penyimpanan atau seorang yang berkuasa
penitipan menerimanya untuk
kepentingan/atas nama kreditur;
Ketentuan tentang ini diatur b. Penawaran itu dilakukan oleh
dalam Pasal 1404 sampai Pasal 1412 seorang yang berkuasa untuk
KUH Perdata. Keberadaan jenis membayar;
hapusnya perikatan ini hanya dapat c. Penawaran itu mengenai semua
terjadi terhadap perikatan untuk uang pokok dan bunga yang dapat
menyerahkan atau memberikan ditagih, beserta biaya yang telah
sesuatu, baik itu berupa kebendaan ditetapkan dan mengenai sejumlah
dalam arti luas, maupun dalam bentuk uang untuk biaya yang belum
uang sebagai pemenuhan utang dalam ditetapkan, dengan tidak
arti yang sempit. Makna penyimpanan mengurangi penetapan kemudian;
atau penitipan di sini adalah terhadap d. Ketetapan waktu yang telah
kebendaan yang bergerak saja. ditentukan telah tiba, jika
ketetapan waktu itu telah dibuat
Dalam Pasal 1404 KUH Perdata untuk kepentingan kreditur;
ditegaskan bahwa jika kreditur e. Syarat dengan mana utang telah
menolak pembayaran maka debitur dibuat telah terpenuhi;
dapat melakukan penanwaran f. Penawaran itu dilakukan di tempat
pembayaran tunai atas apa yang yang menurut persetujuan,
diutangnya, dan jika kreditur juga pembayaran harus dilakukan dan
menolaknya, menitipkan uang atau jika tiada suatu persetujuan khusus
barangnya kepada pengadilan. mengenai itu, kepada kreditur
Penawaran yang sedemikian, diikuti pribadi atau di tempat tinggal yang
dengan penitipan, membebaskan sungguh-sungguh atau di tempat
debitur dan berlaku baginya sebagai tinggal yang telah dipilihnya;
pembayaran, asal penawaran itu telah g. Penawaran itu dilakukan oleh
dilakukan menurut undang-undang, seorang Notaris atau Juru Sita,
sedangkan apa yang telah dititipkan kedua-dua nya disertai dua orang
secara itu tetap atas tanggungan saksi.
kreditur”.
3. Pembaharuan Utang (Novasi)
Pada dasarkan, ketentuan Pasal
ini berupaya memberikan perlindungan Cara hapusnya perikatan ini
bagi debitur yang telah mempunyai adalah terwujud dalam bentuk lahirnya
itikad baik, yang bermaksud untuk perikatan baru. Ketentuan yang
memenuhi perikatannya atau memberikan pengaturan atasnya
melakukan pembayaran sesuai dengan adalah pada Pasal 1413 KUH Perdata

97
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

menegaskan, bahwa ada tiga macam terjadilah penghapusan utang-utang


jalan untuk melaksanakan mereka satu terhadap lainnya, dengan
pembaharuan utang: cara memperjumpakan utang pihak
yang satu dengan pihak yang lainnya.
a. apabila seorang debitur membuat
suatu perikatan yang baru guna Ketentuan yang mengatur
orang yang mengutangkan tentang perjumpaan utang didapat
kepadanya, yang menggantikan pada Pasal 1425 sampai dengan Pasal
utang yang lama, yang dihapuskan 1435 KUH Perdata. Perjumpaan utang
karenanya; ini mensyaratkan adanya 3 (tiga) hal,
b. apabila seorang debitur baru yaitu:
ditunjuk untuk menggantikan
debitur lama, yang oleh kreditur a. kedua kewajiban atau utang
dibebaskan dari perikatannya; yang diperjumpakan tersebut
c. apabila sebagai akibat dari suatu haruslah utang yang telah ada
persetujuan baru, seorang kreditur pada waktu perjumpaan serta
baru ditunjuk untuk menggantikan telah jatuh tempo dan dapat
kreditur lama, terhadap siapa ditagih serta dapat dihitung
debitur dibebaskan dari besarnya;
perikatannya”. b. kewajiban atau utang tersebut
ada secara bertimbal balik
Berdasarkan Pasal 1413 KUH antara dua pihak yang satu
Perdata, dapat disimpulkan bahwa merpakan debitur sekaligus
dalam hal terjadinya pembaharuan kreditur bagi pihak yang lain;
utang (novasi) maka perikatan yang c. kewajiban atau utang yang
lama hapus demi hukum dan diperjumpakan tersebut
selanjutnya dibuat/dibentuk suatu haruslah utang dengan wujud
perikatan baru antara pihak yang sama, prestasi yang sama, atau objek
yaitu antara debitur dan kreditur yang yang sama, atau jumlah uang
sama dalam perikatan yang yang sama.
dihapuskan, atau dengan pihak yang
lain yang selanjutnya akan Percampuran utang dapat
berkedudukan sebagai kreditur atau terjadi bagi perikatan yang lahir dari
debitur baru, yang menggantikan suatu perundang-undangan maupun
kreditur atau debitur lama. perikatan yang lahir karena perjanjian,
sepanjang memenuhi ketiga ketentuan
4. Perjumpaan Utang (Kompensasi) atau syarat sebagaimana yang
dinyatakan di atas.
Cara hapusnya perikatan ini
adalah menunjuk pada suatu kondisi 5. Pencampuran Utang
dimana dua orang saling memiliki
kewajiban yang satu terhadap yang Percampuran utang diatur
lainnya. Dalam keadaan demikian oleh dalam Pasal 1436 dan 1437 KUH
undang-undang ditetapkan bahwa bagi Perdata. Pasal 1436 KUH Perdata
kedua belah pihak yang saling menegaskan, bahwa “apabila
berkewajiban atau berutang tersebut, kedudukan-kedudukan sebagai

98
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

kreditur dan debitur berkumpul pada prestasi atau utang berdasarkan pada
satu orang, maka terjadilah demi perikatannya kepada kreditur tersebut.
hukum suatu percampuran utang
dengan mana piutang dihapuskan”. Dilakukannya atau diberikannya
pembebasan utang akan
Pasal 1437 pada ayat (1) KUH menghapuskan perikatan yang
Perdata menegaskan “percampuran melahirkan utang yang sedianya harus
utang yang terjadi pada debitur utama, dilaksanakan atau dipenuhi oleh si
berlaku juga untuk keuntungan para debitur. Pembebasan utang, menurut
penanggung utang nya”. Ketentuan ini Pasal 1438 KUH Perdata tidak boleh
merupakan konsekwensi logis dari dipersangkakan, namun harus
pengertian Penanggungan dinyatakan secara tegas dan dapat
sebagaimana yang diatur dalam Pasal dibuktikan. Bukti pembebasan utang ini
1820 KUH Perdata. Pasal 1820 KUH dapat ditunjukkan dengan
Perdata sendiri mengatur bahwa pengembalian sepucuk tanda piutang
“Penanggungan adalah suatu asli secara sukarela, oleh si berpiutang
persetujuan dengan mana seorang kepada si berutang.
pihak ketiga, guna kepentingan pihak
kreditur, mengikatkan diri untuk Dibebaskannya utang salah
memenuhi perikatannya debitur satu debitur dalam suatu perikatan
manakala orang itu sendiri tidak tanggung menanggung pasif, maka
memenuhinya”. berarti seluruh kawan debitur yang
terikat dalam perikatan tanggung
Berdasarkan ketentuan kedua menanggung pasif tersebut dibebaskan
pasal tersebut di atas dapat diketahui pula dari seluruh perikatan tersebut,
bahwa dalam hal utang pokok debitur kecuali jika pembebasan tersebut
telah hapus, sebagai akibat semata-mata hanya diberikan untuk
percampuran utang, maka debitur tidak debitur tersebut secara pribadi.
lagi memiliki kewajiban untuk
memenuhi perikatannya yang 7. Kebatalan atau Pembatalan Kontrak
ditentukan dalam Pasal 1820 KUH
Perdata. Pembahasan mengenai
kebatalan atau pembatalan suatu
6. Pembebasan Utang kontrak sebagai alasan hapusnya
perikatan maknanya membicarakan
Pembebasan utang diatur syarat subjektif perikatan. Pasal 1320
dalam Pasal 1438 sampai Pasal 1443 angka (1) dan (2) KUH Perdata
KUH Perdata. Namun di antara pasal- mengatur syarat sah subjektif dari
pasal tersebut, tidak didapat suatu perikatan, dengan tidak
pernyataan tegas mengenai makna dipenuhinya ketentuan ini maka
pembebasan hutang. Berkaitan dengan memberikan alasan kepada salah satu
hapusnya perikatan, pembebasan pihak dalam perjanjian untuk
utang dimaknai sebagai suatu membatalkan perjanjian yang telah
perbuatan yang dilakukan oleh kreditur dibuat olehnya.
yang membebaskan debitur dari
kewajibannya untuk memenuhi

99
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Dengan demikian, pembatalan yang sebenarnya, atau khilaf mengenai


suatu perjanjian pada dasarnya dapat orang/subjek terhadap siapa suatu
dimintakan dalam hal: perjanjian akan dibuat.

a. tidak telah terjadi kesepakatan Pengajuan pembatalan


bebas dari para pihak yang perjanjian karena paksaan, dapat
membuat perjanjian, baik karena terjadi dalam hal paksaan terjadi
telah terjadi kekhilafan, paksaan secara fisik maupun psikis, yang juga
atau penipuan pada salah satu mengancam kebendaan maupun jiwa
pihak dalam perjanjian pada saat salah satu pihak dalam perjanjian,
perjanjian itu dibuat; termasuk suami atau isteri dan sanak
b. salah satu pihak dalam perjanjian keluarga dalam garis ke atas maupun
tidak cakap untuk bertindak dalam ke bawah.
hukum, dan atau tidak memiliki
kewenangan untuk melakukan Dalam hal terjadinya penipuan,
tindakan atau perbuatan hukum maka pihak terhadap siapa penipuan
tertentu. telah terjadi wajib membuktikan bahwa
lawan pihaknya telah memberikan
Dalam hal terjadi salah satu suatu informasi secara tidak benar, dan
atau kedua hal/kondisi di atas, maka hal tersebut disengaja olehnya, yang
pihak yang telah khilaf, dipaksa atau tanpa adanya informasi yang tidak
ditipu tersebut memiliki hak untuk benar tersebut, pihak lawannya
meminta pembatalan perjanjian pada tersebut tidak mungkin akan
saat ia mengetahui adanya kekhilafan, memberikan kesepakatannya untuk
paksaan dan atau penipuan. tunduk pada perjanjian yang dibuat
Sedangkan dalam hal terdapat tersebut.
ketidakcakapan salah satu pihak dalam
perjanjian, maka pihak yan tidak cakap Pasal 1453 KUH Perdata
(setelah ia cakap) dan atau wakilnya menentukan bahwa pembatalan
yang sah berhak untuk memintakan perjanjian adalah menerbitkan
pembatalan perjanjian. Dengan kewajiban untuk memberikan ganti
terjadinya pembatalan tersebut, maka kerugian, biaya dan bunga oleh pihak,
berarti perikatan yang lahir dari dalam hal keacakapan bertindak adalah
perjanjan tersebut hapus demi hukum. orang yang dewasa yang membuat
Ketentuan mengenai hak untuk perjanjian dengan orang-orang yang
mengajukan pembatalan ini dapat belum dewasa atau orang dewasa yang
dilihat pada Pasal 1446 s.d 1450 KUH berada di bawah pengampuan; dan
Perdata. dalam hal terjadinya kekhilafan,
pakasaan dan penipuan adalah mereka
Pengajuan pembatalan yang telah menyebabkan kekhilafan,
perjanjian karena kekhilafan, semata- yang telah melakukan paksaan maupun
mata bukanlah alasan untuk penipuan.
membatalkan perjanjian, kecuali
kekhilafan tersebut terjadi mengenai Pengajuan pembatalan secara
hakikat kebendaan yang menjadi pokok umum dapat diajukan dalam jangka
perjanjian tidak sesuai dengan keadaan waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak:

100
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

a. dalam hal belum dewasa sejak hari diserahkan, atau dilakukan kepada
kedewasaan; keadaan semula, seolah-olah perikatan
b. dalam hal pengampuan, sejak hari tersebut tidak pernah terjadi.Syarat
pencabutan pengampuan; batal sendiri menurut Pasal 1266 KUH
c. dalam hal paksaan, sejak hari Perdata dianggap selalu dicantumkan
paksaan itu telah berhenti; dalam persetujuan-persetujuan yang
d. dalam hal kekhilafan atau bertimbal balik, manakala salah satu
penipuan, sejak hari diketahunya pihak tidak memenuhi kewajibannya.
kekhilafan atau penipuan itu; Dalam hal yang demikian, persetujuan
e. dalam hal batalnya siatu perikatan tidak batal demi hukum, tetapi
dimaksud dalam Pasal 1341 KUH pembatalan harus dimintakan kepada
Perdata (actio paulina), sejak hari Hakim.
diketahuinya bahwa kesadaran
yang diperlukan untuk kebatalan itu 9. Jangka waktu kontrak telah berakhir
ada.
Setiap perjanjian yang dibuat
8. Berlakunya Syarat Batal oleh para pihak, baik perjanjian yang
dibuat melalui akta di bawah tangan
Ketentuan yang mengatur maupun yang dibuat oleh atau di muka
tentang berlakunya syarat batal pejabat yang berwenang telah
sebagai sebab hapusnya perikatan ditentukan secara tegas jangka waktu
diatur dalam Bab I Buku III tentang dan tanggal berakhirnya perjanjian.
Perikatan pada Umumnya. Pasal 1265 Penentuan jangka waktu dan tangal
KUH Perdata mengatur mengenai berakhirnya kontrak adalah
syarat batal, di dalamnya dinyatakan: dimaksudkan bahwa salah satu pihak
“Suatu syarat batal adalah syarat yang tidak perlu memberitahukan tentang
bila dipenuhi, menghentikan perikatan berakhirnya kontrak tersebut namun
dan membawa segala sesuatu kembali para pihak telah mengetahuinya
kepada keadaan semula, seolah-olah masing-masing. Penentuannya juga
tidak pernah ada suatu perikatan. adalah didasarkan pada kemauan dan
Syarat ini tidak menangguhkan kesepakatan para pihak.
pemenuhan perikatan; hanyalah ia
mewajibkan kreditur mengembalikan 10. Lewat Waktu
apa yang telah diterimanya, apabila
peristiwa yang dimaksud terjadi”. Lewat waktu menurut Pasal
1946 KUH Perdata adalah suatu upaya
Berdasarkan ketentuan pasal ini untuk memperoleh sesuatu atau untuk
dapat diketahui bahwa setiap perikatan dibebaskan dari suatu perikatan
yang sudah dilaksanakan dan dipenuhi dengan lewatnya suatu waktu tertentu
pun sesungguhnya masih dapat dan atas syarat-syarat yang ditentukan
dikembalikan kepada keadaan semula, oleh undang-undang. Dalam Pasal
jika hal tersebut dikehendaki oleh para 1967 KUH Perdata ditentukan bahwa
pihak. Pencantuman syarat batal dalam segala tuntutan hukum baik yang
suatu perjanjian, menandakan bahwa bersifat kebendaan maupun yang
di antara para pihak dapat bersifat perseorangan, hapus karena
mengembalikan apa yang telah daluarsa dengan lewatnya waktu 30

101
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

tahun. Dengan lewatnya waktu 30 Umumnya, PT. Raja Grafindo


tahun maka hapuslah perikatan hukum Persada, Jakarta.
dan tinggallah perikatan bebas/wajar,
yaitu suatu perikatan yang boleh ------------, 2003, Perikatan Yang Lahir
dipenuhi oleh debitur tetapi tidak dapat Dari Perjanjian, PT. Raja
dituntut oleh kreditur melalui Grafindo Persada, Jakarta.
pengadilan.
Mariam Darus Badrulzaman, 1994,
Aneka Hukum Bisnis, Alumni,
Bandung.
Literatur :
----------, 2001, Kompilasi Hukum
Abdulkadir Muhammad, 1986, Hukum Perikatan, Alumni, Bandung.
Perjanjian, Alumni, Bandung.
Rachmadi Usman, 2008, Hukum
Djaja Meliala, 2007, Perkembangan Jaminan Keperdataan, Cetakan
Hukum Perdata tentang Benda Ke-1, Penerbit Sinar Grafika,
dan Hukum Perikatan, Nuansa Jakarta.
Aulia, Bandung.
Subekti, 1994, Kitab Undang-undang
Gunawan Wijaya dan Kartini Muljadi, Hukum Perdata, Cetakan Ke-26,
2002, Hapusnya Perikatan, Pradnya Paramita, Jakarta.
Radja Grafindo Perkasa,
Jakarta. -----------, 1995, Aneka Hukum
Perjanjian, Citra Aditya,
J. Satrio, 1993, Hukum Perikatan: Bandung.
perikatan yang lahir dari
undang-undang (bagian Sutan Remy Sjahdeini, 1993,
pertama), Cetakan Ke-1, Citra Kebebasan Berkontrak Dan
Adtya Bakti, Bandung. Perlindungan Yang Seimbang
Bagi Para Pihak Dalam
J. Satrio, 2003, Hukum Jaminan, hak- Perjanjian Kredit Bank di
hak jaminan pribadi tentang Indonesia, Institut Bankir
perjanjian penanggungan dan Indonesia, Jakarta.
perikatan tanggung
menanggung, Edisi revisi, Wirjono Prodjodikoro, 2000, Azas-Azas
Cetakan Ke-2, Citra Aditya Hukum Perjanjian, Mandar
Bakti, Bandung. Maju, Bandung.

Kansil C.S.T, 1989, Pengantar Ilmu


Hukum dan Tata Hukum
Indonesia, Balai Pustaka,
Jakarta.

Kartini Muljadi dan Gunawan Widjaya,


2003, Perikatan Pada

102
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Soal Latihan:

1. Jelaskan pengertian hukum


perdata?
2. Jelaskan tentang pengaturan sistem
hukum perikatan?
3. Sebutkan dan jelaskan macam-
macam perikatan?
4. Jelaskan tentang risiko dalam
hokum perikatan?
5. Apa yang dimaksud dengan prestasi
dan wanprestasi?
6. Jelaskan tentang keadaan memaksa
dalam hukum perikatan?
7. Sebutkan dan jelaskan tentang
sebab-sebab hapusnya perikatan?

103
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

BAB IX
PEMBUKTIAN DAN DALUARSA

Tujuan Instruksional Khusus kebenaran yang memiliki nilai


kepastian, keadilan, dan kepastian
Mahasiswa akan dapat mengetahui dan hukum.
menjelaskan tentang Pembuktian dan Dalam pembuktian itu, maka
Daluarsa: Pembuktian Pada Umumnya, para pihak memberi dasar-dasar yang
Alat-alat Bukti serta Daluarsa atau cukup kepada hakim dilarang
Lewat Waktu melampaui batas yang diajukan oleh
para pihak yang berperkara. Berkaitan
Sub Pokok Bahasan dengan materi pembuktian maka
dalam proses gugat menggugat, beban
A. Pembuktian Pada Umumnya pembuktian dapat ditujukan kepada
B. Alat-alat Bukti penggugat, tergugat, maupun pihak
C. Daluarsa atau Lewat Waktu ketiga yang melakukan intervensi. Pada
prinsipnya, siapa yang mendalilkan
Uraian: sesuatu maka ia wajib
membuktikannya.
A. Pembuktian Pada Umumnya
Kebenaran yang diperoleh dari
pembuktian berhubungan langsung
Menurut Pasal 1865 KUH
dengan keputusan yang adil oleh
Perdata, pembuktian pada umumnya di
hakim. Ada hal atau peristiwa yang
mana setiap orang yang mengaku
dikecualikan atau tidak perlu diketahui
mempunyai suatu hak, atau menunjuk
oleh hakim, di antaranya :
suatu peristiwa untuk meneguhkan
haknya itu atau untuk membantah
1. Peristiwanya memang dianggap
suatu hak orang lain, wajib
tidak perlu diketahui oleh atau tidak
membuktikan adanya hak itu atau
mungkin diketahui oleh hakim.
kejadian yang dikemukakan itu.
2. Hakim secara ex officio dianggap
mengenall peristiwanya, sehingga
Pembuktian merupakan
tidak perlu dibuktikan lebih lanjut.
tindakan yang dilakukan oleh para
3. Pengetahuan tentang pengalaman.
pihak dalam suatu sengketa.
Pembuktian ini bertujuan untuk
Seperti yang dijelaskan dalam
menetapkan hokum diantara kedua
KUH Perdata bahwa pembuktian pada
belah pihak yang menyangkut suatu
umumnya diatur dalam Buku keempat
hak sehingga diperoleh suatu
tentang Pembuktian dan Daluarsa,

104
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Pasal 1865 bahwa, “Setiap orang yang perdata harus menemukan


mengaku mempunyai suatu hak, atau peristiwanya atau hubungan hukumnya
menunjuk suatu peristiwa untuk kemudian menerapkan hokum
meneguhkan haknya itu atau untuk terhadap peristiwa yang tersebut,
membantah suatu hak orang lain, wajib kaitan antara peristiwa dan hukum
membuktikan adanya hak itu atau yang ada tersebut. Peristiwa tersebut
kejadian yang dikemukakan itu.” yang harus dibuktikan adalah
kebenarannya di mana kebenaran itu
Terdapat juga hal yang perlu harus kebenaran formil, artinya hakim
dibuktikan di luar yang telah tidak boleh melampaui batas yang
dikecualikan di atas, membuktikan diajukan oleh yang berperkara, maka
dalam pembahasan Hukum Acara hakim tidak melihat kepada bobot atau
dikenal dengan arti yuridis. Seperti isi, tetapi kepada luas dari pemeriksaan
yang diuraikan Sudikno Mertokusumo oleh hakim. Pasal 178 ayat 3 HIR
bahwa, membuktikan berarti memberi (Pasal 189 ayat (3) Rbg dan Pasal 50
dasar yang cukup kepada hakim yang ayat (3) Rv) melarang hakim untuk
memeriksa perkara yang bersangkutan menjatuhkan putusan atas perkara
guna memberi kepastian tentang yang tidak dituntut, atau akan
kebenaran peristiwa yang diajukan. meluluskan lebih dari yang dituntut.

Lebih lanjut Sudikno Dalam mencari kebenaran dan


menjelaskan tujuan pembuktian ilmiah menetapkan peristiwa, wajib
dan pembuktian yuridis. Tujuan memembuktikan atau mengajukan
pembuktian ilmiah adalah semata-mata alat-alat bukti adalah yang
untuk mengambil kesimpulan, berkepentingan di dalam perkara atau
sedangkan tujuan pembuktian yuridis sengketa, berkepentingan bahwa
adalah untuk mengambil keputusan gugatannya dikabulkan atau ditolak.
yang bersifat definitif, yakni keputusan Sesuai Pasal 283 HIR “Barang siapa
yang pasti, dan tidak meragukan serta beranggapan mempunyai suatu hak
mempunyai keputusan hukum. Putusan atau suatu keadaan untuk menguatkan
pengadilan harus objektif sehingga haknya atau menyangkal hak orang
tidak ada pihak yang merasakan terlalu lain, harus membuktikan hak atau
rendah kadar keadilannya dari pihak keadaan itu” (Pasal 1865 KUH Perdata
lainnya. dan Pasal 163 HIR).

Hukum Pembuktian Positif Beban pembuktian kedua belah


dalam acara perdata diatur dalam HIR, pihak, baik penggugat maupun
Rbg, dan Buku keempat KUH Perdata, tergugat dapat dibebani dengan
sedangkan hukum pembuktian yang pembuktian, terutama penggugat yang
materiil maupun formil diatur dalam wajib membuktikan peristiwa yang
HIR dan Rbg. diajukannya, sedang tergugat
berkewajiban membuktikan kebenaran
Mengenai apa dan siapa yang bantahannya. Dalam hal ini ada
dibuktikan dan membuktikan maka beberapa teori tentang beban
yang harus dibuktikan adalah pembuktian yang dapat merupakan
peristiwanya, hakim dalam proses pedoman bagi hakim.

105
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

1. Teori Pembuktian yang bersifat 4. Teori Hukum Publik


menguatkan belaka (bloot
affirmatief). Teori ini mencari kebenaran suatu
peristiwa di dalam peradilan
Teori ini mengemukakan sesuatu merupakan kepentingan publik.
harus membuktikannya dan bukan
yang mengingkari atau 5. Teori Hukum Acara
menyangkalnya. Dasar hukum teori
ini adalah pendapat bahwa hal-hal Asas audi et alteram atau juga asas
yang negatif tidak mungkin kedudukan prosesuil yang sama
dibuktikan (negativa opn sunt daripada para pihak di muka hakim
probanda). yang merupakan asas pembagian
beban pembuktian menurut teori ini.
2. Teori Hukum Subjektif.
B. Alat-alat Bukti
Teori ini menggambarkan suatu
proses perdata itu selalu merupakan Alat pembuktian diatur dalam
pelaksanaan hokum subjektif atau Pasal 1866 KUH Perdata, bahwa alat
bertujuan mempertahankan hukum pembuktian meliputi: bukti tertulis,
subjektif, dan siapa yang bukti saksi, persangkaan, pengakuan,
mengemukakan atau mengaku sumpah. Pembahasan mengenai
mempunyai sesuatu hak harus macam alat bukti akan dibahas dipoin
membuktikannya. kedua ditambah pemeriksaan setempat
dan saksi ahli. Alat bukti (bewijsmiddel)
Teori ini berdasarkan Pasal 1865 memiliki macam-macam bentuk dan
KUH Perdata, bahwa “Setiap orang juga jenisnya, yang memiliki
yang mengaku mempunyai suatu kemampuan untuk menjelaskan dan
hak, atau menunjuk suatu peristiwa juga memberikan keterangan tentang
untuk meneguhkan haknya itu atau masalah yang diperkarakan di
untuk membantah suatu hak orang pengadilan. Berdasarkan keterangan
lain, wajib membuktikan adanya hak dan penjelasan dari alat bukti itulah
itu atau kejadian yang dikemukakan hakim melakukan penilaian, pihak
itu.” mana yang paling sempurna
pembuktiannya. Jadi, para pihak yang
3. Teori Hukum Objektif berperkara hanya dapat membuktikan
kebenaran dalil gugat dan dalil
Teori ini mengajukan tuntutan hak bantahan sesuai fakta-fakta yang
atau gugatan berarti bahwa mereka kemukakan dengan jenis atau
penggugat minta kepada hakim agar alat bukti tertentu. Hukum pembuktian
hakim menerapkan ketentuan- yang berlaku di Indonesia saat ini
ketentuan hukum objektif terhadap adalah masih berpegang pada jenis alat
peristiwa yang diajukan. bukti tertentu saja.

Para pihak yang terkait dalam


persidangan (hakim-tergugat-
penggugat) tidak bebas menerima-

106
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

mengajukan alat bukti dalam proses mengadakan perjanjian itu. Jika pihak
penyelesaian perkara. Undang-undang yang menandatangani surat perjanjian
telah menentukannya secara itu mengakui atau tidak menyangkal
enumerative apa saja yang sah dan tanda tanganya, yang berarti ia
bernilai sebagai alat bukti, dengan kata mengakui atau tidak menyangkal
lain hukum pembuktian yang berlaku kebenaran apa yang tertulis dalam
disini masih bersifat tertutup dan surat perjanjian itu, maka akte di bwah
terbatas. tangan tersebut memperoleh suatu
kekuatan pembuktian yang sama
Menurut undang-undang, ada 5 dengan akta resmi.
(lima) macam alat bukti yang sah,
yaitu: Akta resmi yang mengandung
keterang-keterangan dari dua pihak
1. Alat bukti tertulis dihadapan notaris sehingga notaris
Alat bukti tertulis dalam Pasal hanya menetapkan saja, maka
1866 KUH Perdata sebagai urutan dinamakan partij akte, sedangkan jika
pertama, ada juga yang menyebutkan suatu akta resmi mengandung proses
alat bukti surat. Hal ini sesuai dengan verbal tentang suatu perbuatan yang
kenyataan jenis surat atau akta dalam telah dilakukan notaris atau juru sita
perkara perdata, memegang peran seperti lelang atau penyitaan harta
yang penting. Semua kegiatan yang benda maka dinamakan prosesverbal
menyangkut bidang perdata, sengaja akte.
dicatat dan dituliskan dalam surat atau
akta. Surat-surat akta dapat dibagi Akta resmi mempunyai
menjadi surat-surat akta resmi kekuatan pembuktian yang
(authentiek) dan surat-surat akta di sempurna.artinya apabila suatu pihak
bawah tangan (onderhands). mengajukan suatu akte resmi, hakim
harus menerimanya dan menganggap
Surat akta resmi ialah suatu apa yang ditulis di dalam akta,
akta yang dibuat oleh atau di hadapan sungguh-sungguh telah terjadi
seorang pejabat umum yang menurut sehingga hakim tidak boleh
undang-undang ditugaskan untuk memerintahkan penambahan
membuat surat-surat akta tersebut. pembuktian lagi. Suatu akta di bawah
Pejabat umum yang dimaksudkan itu tangan adalah tiap akta atau dengan
ialah notaris, hakim, jurusita pada perantaraan seseorang pejabat umum,
suatu pengadilan, pegawai pencatatan misalnya surat perjanjian jual beli atau
sipil (ambtenaar burgerlijke stand) dan sewa menyewa yang dibuat dan
sebagainya. ditanda tangani sendiri.

Suatu akta di bawah tangan Undang-undang menetapkan


ialah tiap akta yang tidak dibuat oleh bahwa suatu cap jempol yang ditaruh
atau dengan perantaraan seorang di atas akta di hadapan notaris, hakim
pejabat umum. Misalnya, surat atau pegawai pamong praja, yang
perjanjian jual beli atau sewa menyewa mengenal orang yang menghadap,
yang dibuat sendiri dan ditanda tangani dipersamakan dengan suatu tanda
sendiri oleh kedua belah pihak yang tangan. Berbagai tulisan yang lain yang

107
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

bukan akta seperti surat, faktur, diperiksa di depan hakim. Suatu


catatan yang dibuat oleh suatu pihak kesaksian , harus mengenai peristiwa-
dan sebagainya, yang kekuatan peristiwa yang dilihat dengan mata
pembuktiannya diserahkan pada sendiri atau yang dialami sendiri oleh
pertimbangan hakim, hakim leluasa seorang saksi. Jadi tidak boleh saksi itu
untuk mempercayai atau tidak hanya mendengar saja tentang adanya
kebenarannya. peristiwa dari orang lain. Selanjutnya,
tidak boleh pula keterangan saksi itu
2. Alat bukti saksi merupakan kesimpulan-kesimpulan
yang ditariknya sendiri dari peristiwa
Sesudah pembuktian dengan yang dilihat atau dialaminya, karena
tulisan, pembuktian dengan kesaksisn hakimlah yang berhak menarik
merupakan cara pembuktian yang kesimpulan-kesimpulan itu.
terpenting dalam suatu perkara yang
sedang diperiksa di depan hakim. Suatu 3. Alat Bukti Persangkaan
kesaksian, harus mengenai peristiwa-
peristiwa yang dilihat dengan mata Alat bukti persangkaan seperti
sendiri atau yang dialami sendiri oleh yang dijelaskan dalam Pasal 1915 KUH
seorang saksi. Jadi tidak boleh saksi itu Perdata, yaitu persangkaan ialah
hanya mendengar saja tentang adanya kesimpulan yang oleh undang-undang
peristiwa dari orang lain. Selanjutnya, atau oleh hakim ditarik dari suatu
tidak boleh pula keterangan saksi peristiwa yang diketahui umum ke arah
merupakan suatu kesimpulan- suatu peristiwa yang tidak diketahui
kesimpulan yang ditarik sendiri dari umum. Menurut Subekti, persangkaan
peristiwa yang dilihat atau dialami. ialah suatu kesimpulan yang diambil
dari suatu peristiwa yang sudah terang
Kesaksian bukanlah suatu alat dan nyata. Dari peristiwa yang terang
bukti yang sempurna dan mengikat dan nyata ini ditarik kesimpulan bahwa
hakim tetapi terserah hakim untuk suatu peristiwa lain yang harus
menerima atau tidak. Artinya, hakim dibuktikan juga telah terjadi.
leluasa untuk mempercayai atau tidak
keterangan saksi. Undang-undang juga Dalam hukum pembuktian, ada
menetapkan bahwa satu saksi 2 (dua) macam persangkaan, yaitu
bukanlah saksi, artinya hakim tidak persangkaan yang ditetapkan oleh
boleh menentukan menag kalah undang-undang sendiri (wattelijk
berdasarkan satu saksi. Alat bukti saksi vermoeden) dan persangkaan yang
seperti yang dijelaskan pada Pasal ditetapkan oleh hakim (rechtelijk
1895 KUH Perdata, yaitu pembuktian vermoeden). Hal ini merupakan suatu
dengan saksi-saksi diperkenankan kesimpulan yang diambil dari suatu
dalam segala hal yang tidak peristiwa yang sudah terang atau
dikecualikan oleh undang-undang. nyata. Dalam hukum pembuktian, ada
dua macam persangkaan, yaitu yang
Sesudah pembuktian dengan ditetapkan undang-undang dan
tulisan, pembuktian dengan kesaksian persangkaan yang ditetapkan oleh
merupakan cara pembuktian yang hakim. Persangkaan yang ditetapkan
terpenting dalam suatu perkara yang undnag-undang pada hakekatnya

108
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

merupakan suatu pembebasan dari confession), bahwa apa yang didalilkan


kewajiban membuktikan sesuatu hal atau yang dikemukakan pihak lawan
untuk keuntungan salah satu pihak benar untuk keseluruhan atau
yang berperkara. sebagian.

Suatu persangkaan yang 5. Alat Bukti Sumpah


ditetapkan oleh hakim terdapat dalam
pemeriksaan suatu perkara di mana Alat bukti sumpah merupakan
untuk suatu pembuktian peristiwa tidak alat bukti yang terakhir yang dijelaskan
bias didapat saksi-saksi dengan mata dalam Pasal 1866 KUH Perdata. Dalam
kepala sendiri telah melihat peristiwa Pasal 1929 KUH Perdata ada 2 (dua)
tersebut. macam sumpah di hadapan hakim,
yaitu:
4. Alat Bukti Pengakuan
1. Sumpah yang diperintahkan oleh
Pada dasarnya pengakuan pihak yang satu kepada pihak yang
bukan suatu alat pembuktian karena lain untuk pemutusan suatu
kalau telah mengaku, maka pihak perkara; sumpah itu disebut
lawan dibebaskan dari kewajiban untuk sumpah pemutus;
membuktikan hal tersebut, sehingga 2. Sumpah yang diperintahkan oleh
tidak dapat dikatakan pihak lawan telah hakim karena jabatannya kepada
membuktikan hal tersebut. Akan tetapi, salah satu pihak.
pemeriksaan di depan hakim belum
sampai pada tingkat pembuktian. Pengertian sumpah sebagai alat
Menurut undang-undang pengakuan di bukti, adalah suatu keterangan atau
depan hakim merupakan pembuktian pernyataan yang dikuatkan atas nama
yang sempurna tentang kebenaran hal Tuhan, dengan tujuan:
atau peristiwa yang diakui. Hal ini
berarti, hakim terpaksa untuk 1. Agar orang yang bersumpah dalam
menerima dan menganggap suatu memberi keterangan atau
peristiwa yang telah diakui memang pernyataan itu, takut atas murka
benar-benar telah terjadi, meskipun Tuhan, apabila dia berbohong;
dibetulnya sendiri tidak percaya bahwa 2. Takut kepada murka atau hukuman
peristiwa itu sungguh-sungguh telah Tuhan, dianggap sebagai daya
terjadi. pendorong bagi yang bersumpah
untuk menerangkan yang
Pengakuan yang bernilai alat sebenarnya
bukt dalam Pasal 1923 KUH Perdata
memiliki pengertian pernyataan atau Dalam undang-undang dikenal
keterangan yang dikemukakan salah ada 2 (dua) macam sumpah, yaitu:
satu pihak kepada pihak lain dalam
proses pemeriksaan suatu perkara, 1. Sumpah yang menentukan
pernyataan atau keterangan itu (decussiure eed), yaitu sumpah
dilakukan di muka hakim atau dalam yang diperintahkan oleh salah satu
sidang pengadilan, keterangan itu pihak yang berperkara kepada
merupakan pengakuan (bekentenis, pihak lawannya dengan maksud

109
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

untuk mengakhiri perkara yang Dalam sumpah tambahan, hakim


sedang diperiksa oleh hakim. Jika bebas apakah ia memerintahkan
pihak lawan mengangkat sumpah suatu sumpah tambahan atau
yang perumusannya disusun oleh tidak. Hakim juga leluasa untuk
pihak yang memerintahkan memerintahkan sumpah tambahan
pengangkatan sumpah itu, ia akan kepada pihak penggugat/tergugat
dimenangkan, sebaliknya, jika ia jika suatu persangkaan/surat
tidak berani menolak menyurat dianggap sebagai
pengangkatan sumpah ia akan permulaan pembuktian. Bagi
dikalahkan. Pihak yang pihak yang mendapat perintah
diperintahkan mengangkat untuk mengangkat sumpah
sumpah, mempunyai hak untuk tambahan dapat menolak atau
“mengembalikan” perintah itu, mengangkat sumpah itu tak dapat
artinya meminta supaya pihak mengembalikan sumpah tersebut
lawannya sendiri mengangkat kepada pihak lawan. Sebenarnya,
sumpah itu. sumpah tambahan ini dapat
dikatakan, ia menentukan juga
Contoh rumusan sumpah, jalan perkara, sehingga
perumusan semula berbunyi: “Saya perbedaannya sebenarnya dengan
yang bersumpah bahwa sungguh- suatu sumpah decissoir ialah,
sungguh saya telah menyerahkan bahwa yang belakangan
barang”. perumusan sumpah diperintahkan oleh suatu pihak yang
yang dikembalikan berbunyi: berperkara kepada pihak
“Saya bersumpah bahwa lawannya, sedangkan sumpah
sungguh-sungguh saya tidak tambahan diperintahkan oleh
menerima barang.” Dapat hakim karena jabatannya (karena
disimpulkan bahwa “Suatu kehendak hakim).
sumpah yang diperintahkan oleh
salah satu pihak yang berperkara C. Daluarsa atau Lewat Waktu
kepada pihak lawannya,
mempunyai suatu kekuatan Menurut Pasal 1946 KUH
pembuktian yang memaksa, jika Perdata, lewat waktu atau daluarsa
sumpah itu telah diangkat”. adalah suatu sarana untuk memperoleh
sesuatu atau untuk dibebaskan dari
2. Sumpah tambahan adalah suatu suatu perikatan dengan lewat suatu
sumpah yang diperintahkan oleh waktu tertentu dan atas syarat-syarat
hakim pada salah satu pihak yang yang ditentukan oleh undang-undang.
berperkara, apabila hakim Daluarsa untuk memperoleh hak milik
berpendapat bahwa di dalam atas suatu barang dinamakan daluarsa
suatu perkara sudah terdapat acquisitive, sedangkan daluarsa untuk
suatu “permulaan pembuktian”, dibebaskan dari suatu perikatan
yang perlu ditambah dengan dinamakan daluarsa extinctif.
penyumpahan, karena dipandang
kurang memuaskan untuk Dengan lewat 30 tahun hapus
menjatuhkan putusan atas dasar perikatan hukum dan tinggal perikatan
bukti-bukti yang ada. bebas, yaitu suatu perikatan yang

110
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

boleh dipenuhi debitur tetapi tidak semua tuntutan ini lewat waktu dengan
dapat dituntut oleh kreditur melalui lewatnya waktu satu tahun.
pengadilan. Dalam Pasal 1967 KUH
Perdata ditentukan, bahwa segala Selanjutnya, Pasal 1969 KUH
tuntutan hukum baik yang bersifat Perdata, tuntutan para dokter dan ahli
kebendaan maupun yang bersifat obat-obatan,tuntutan para jurusita,
perseorangan, hapus karena daluarsa tuntutan para pengelola sekolah
apabila lewat dari 30 tahun, sedangkan berasrama, tuntutan para buruh kecuali
siapa yang menunjukan adanya mereka yang dimaksudkan dalam Pasal
daluarsa tidak usah mempertunjukkan 1968, semua tuntutan ini lewat waktu
alas hak, lagi pula tidak dapat diajukan dengan lewatmya waktu 2 tahun.
terhadap sesuatu tangkisan yang
didasarkan pada itikat yang buruk. Pasal 1970 KUH Perdata,
tuntutan para advokat dan pengacara,
Daluwarsa atau lewat waktu hapus karena lewat waktu dengan
menurut Pasal 1946 KUH Perdata ialah lewat waktu 2 tahun, terhitung sejak
suatu sarana hukum untuk hari diputuskannya perkara, hari
memperoleh sesuatu atau suatu tercapainya perdamaian antara pihak-
alasan untuk dibebaskan dari suatu pihak yang berperkara, atau hari
perikatan dengan lewatnya waktu dicabutnya kuasa pengacara itu,
tertentu dan dengan terpenuhinya mengenai hal perkara yang tidak
syarat-syarat yang ditentukan dalam selesai, tak dapatlah mereka menuntut
undang-undang. Pasal 1967 KUH pembayaran persekot dan jasa yang
Perdata menjelaskan bahwa, “semua telah ditunggak lebih dari sepuluh
tuntutan hukum, baik yang bersifat tahun. Kemudian tuntutan para notaris
kebendaan maupun yang bersifat untuk persekot dan upah mereka, lewat
perorangan, hapus karena lewat waktu waktu juga dengan lewatnya waktu
dengan lewatnya waktu 30 tahun, dua tahun, terhitung sejak hari
sedangkan orang yang menunjuk dibuatnya akta yang bersangkutan.
adanya lewat waktu itu, tidak usah
menunjukkan suatu alas hak, dan Pasal 1971 KUH Perdata,
terhadapnya tak dapat diajukan suatu tuntutan para tukang kayu, tukang
tangkisan yang didasarkan pada itikad batu, dan tukang lainnya,
buruk”. tuntutan para pengusaha toko, hapus
karena lewat waktu dengan lewatnya
Dalam Pasal 1968 KUH waktu 5 tahun. Ada 2 (dua) macam
Perdata, untuk para ahli dan pengajar daluarsa (Verjaring), yaitu:
dalam bidang kebudayaan dan ilmu
pengetahuan, tuntutan para penguasa 1. Acquisitieve Verjaring
rumah penginapan dan rumah makan,
tuntutan para buruh yang upahnya Acquisitieve verjaring adalah
harus dibayar dalam bentuk uang tiap- lewat waktu sebagai cara memperoleh
tiap kali lewat waktu yang kurang dari hak milik atas suatu benda. Syarat
satu triwulan untuk mendapatkan upah adanya daluwarsa ini harus ada itikad
mereka serta jumlah kenaikan upah itu, baik dari pihak yang menguasai benda
tersebut. Seperti dalam Pasal 1963

111
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

KUH Perdata, bahwa “ Siapa yang sebesar Rp.10.000.000,00 . Dalam


dengan itikad baik, dan berdasarkan jangka waktu 30 tahun, uang itu tidak
suatu alas hak yang sah, memperoleh ditagih oleh Syamsul, maka
suatu benda tak bergerak, suatu berdasarkan ketentuan hukum yang
bunga, atau suatu piutang lain yang berlaku, maka Dea dibebaskan untuk
tidak harus dibayar atas tunjuk, membayar utangnya kepada Syamsul.
memperoleh hak milik atasnya dengan
jalan daluarsa, dengan suatu Pelepasan lewat waktu seperti
penguasaan selama 20 tahun “. “ Siapa apa yang dijelaskan dalam Pasal 1948
yang dengan itikad baik menguasainya KUH Perdata, yaitu pelepasan lewat
selama 30 tahun, memperoleh hak waktu dapat dilakukan secara tegas
milik dengan tidak dapat dipaksa untuk atau secara diam-diam. Pelepasan
mempertunjukkan alas haknya”. secara diam-diam disimpulkan dari
suatu perbuatan yang menimbulkan
Seorang bezitter yang jujur atas dugaan bahwa seseorang tidak hendak
suatu benda yang tidak bergerak lama menggunakan suatu hak yang telah
kelamaan dapat memperoleh hak milik diperolehnya.
atas benda tersebut. Apabila ia bisa Pelepasan daluarsa dibagi
menunjukkan suatu tanda yang sah, menjadi 2 (dua), yaitu :
maka dengan daluarsa 20 tahun sejak
mulai menguasai benda tersebut. 1. Dilakukan secara tegas. Seseorang
Misalnya, Nisa menguasai tanah yang melakukan perikatan tidak
perkarangan tanpa adanya tanda yang diperkenankan melepaskan daluarsa
sah selama 30 tahun. Selama waktu itu sebelum tiba waktunya, namun
tidak ada gangguan dari pihak ketiga, apabila ia telah memenuhi syarat-
maka demi hukum, tanah pekarangan syarat yang ditentukna dan waktu
itu menjadi miliknya dan tanpa yang telah ditentukan pula, maka ia
dipertanyakan alas hukum tersebut. berhak melepaskan daluarsanya.
2. Dilakukan secara diam-diam.
3. Extinctieve Verjaring Pelepasan yang dilakukan secara
diam-diam ini terjadi karena si
Extinctieve verjaring adalah pemegang daluarsa tidak ingin
seseorang dapat dibebaskan dari suatu mempergunakan haknya dalam
penagihan atau tuntutan hukum. Oleh sebuah perikatan
undang-undang ditetapkan, bahwa
dengan lewatnya waktu 30 tahun, Literatur:
setiap orang dibebaskan dari semua
penagihan atau tuntutan hukum. Ini Afandi, Ali, 1997, Hukum Waris, Hukum
berarti, bila seseorang digugat untuk Keluarga, Hukum Pembuktian,
mebayar suatu hutang yang sudah Rineka Cipta, Jakarta.
lebih dari 30 tahun lamanya, ia dapat
menolak gugatan itu dengan hanya Mertokusumo, Sudikno, 2000, Hukum
mengajukan bahwa ia selama 30 tahun Acara Perdata Indonesia, Edisi
belum pernah menerima tuntutan atau VII Liberty, Yogyakarta.
gugatan itu. Misalnya, Dea telah
meminjam uang kepada Syamsul

112
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Riduan Syahrani, 2004, Seluk Beluk dan


Azas-azas Hukum Perdata,
Alumni, Bandung.

Subekti, 2003, Pokok-pokok Hukum


Perdata, Intermasa, Jakarta.

Subekti dan R. Tjitrosudibio, 2001,


Kitab Undang-undang Hukum
Perdata, Pradnya Paramita,
Jakarta.

Vollmar, 1996, Pengantar Hukum


Perdata I, Rajawali Press,
Jakarta

Yahya, M. Harahap, 2011, Hukum


Acara Perdata, Sinar Grafika,
Jakarta.

Catatan:

Setelah selesai Pokok Bahasan ini akan


dilaksanakan Ujian Akhir Semester.

Soal Latihan:

1. Apa yang dimaksud dengan


pembuktian?
2. Apa yang dimaksud dengan akta di
bawah tangan dan bagaimana
kedudukannya sebagai alat bukti?
3. Sebutkan dan jelaskan mengenai
dengan alat-alat bukti?
4. Apa yang dimaksud dengan
daluarsa?
5. Jelaskan tentang daluarsa
acquisitive dan daluarsa extintif?

113
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

DAFTAR PUSTAKA

Abdulkadir Muhammad, 1986, Hukum Eman Suparman, 2005, Hukum Waris


Perjanjian, Alumni, Bandung. di Indonesia Dalam Perspektif
Islam Adat BW, PT. Refika
-------------, 1992, Hukum Perikatan, Aditama, Bandung.
PT.Citra Aditya Bakti, Bandung.
Frieda Husni Hasbullah, 2005, Hukum
-------------, 2000, Hukum Perdata Kebendaan Perdata: Hak-Hak
Indonsesia, Citra Aditya, Yang Memberi Kenikmatan,
Bandung. Ind-Hil-Co., Jakarta.

-------------, 2010, Hukum Perdata Gunawan Wijaya dan Karini Muljadi,


Indonsesia, Citra Aditya, 2002, Hapusnya Perikatan,
Bandung. Radja Grafindo Perkasa,
Jakarta.
Ahmad Supriyadi, 2010, Hukum
Perdata, Nora Media Enterprise, Hazairin, 1982, Hukum Kewarisan
Kudus. Bilateral Menurut Al-Qur’an dan
Hadith, Tintamas, Jakarta.
Ali Afandi, 1997, Hukum Waris, Hukum
Keluarga, Hukum Pembuktian, Joko Prakoso, et al, 1987, Asas-Asas
Rineka Cipta, Jakarta. Hukum Perkawinan di
Indonesia, Bina Aksara, Jakarta.
Anisitus Amanat, Membagi
2000,
Warisan Berdasarkan Pasal- J. Satrio, 1993, Hukum Perikatan:
Pasal Hukum Perdata BW, perikatan yang lahir dari
Cetakan 1, PT. RajaGrafindo undang-undang (bagian
Persada, Jakarta. pertama), Cetakan Ke-1, Citra
Adtya Bakti, Bandung.
Bakri A. Rahman dan Ahmad Sukardja,
1981, Hukum Perkawinan ------------, 2003, Hukum Jaminan, hak-
Menurut Islam, Undang - hak jaminan pribadi tentang
Undang Perkawinan Dan perjanjian penanggungan dan
Hukum Perdata/BW, Jilid 2, perikatan tanggung
Hidakarya Agung, Jakarta. menanggung, Edisi revisi,
Cetakan Ke-2, Citra Aditya
Djaja Meliala, 2007, Perkembangan Bakti, Bandung.
Hukum Perdata tentang Benda
dan Hukum Perikatan, Nuansa Kansil C.S.T, 1989, Pengantar Ilmu
Aulia, Bandung. Hukum dan Tata Hukum
Indonesia, Balai Pustaka,
Jakarta.

114
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Kartini Muljadi dan Gunawan Widjaya, Riduan Syahrani, 1989, Seluk-Beluk


2003, Perikatan Pada dan Asas-Asas Hukum Perdata,
Umumnya, PT. Raja Grafindo Alumni, Bandung.
Persada, Jakarta.
-------------, 2004, Seluk Beluk dan
------------, 2003, Perikatan Yang Lahir Azas-azas Hukum Perdata,
Dari Perjanjian, PT. Raja Alumni, Bandung.
Grafindo Persada, Jakarta.
Salim HS, 2004, Pengantar Hukum
Mariam Darus Badrulzaman, 1994, Perdata Tertulis (BW), Cet. ke-
Aneka Hukum Bisnis, Alumni, 4, Yogyakarta.
Bandung.
-------------, 2006, Pengantar Hukum
----------, 2003, Kompilasi Hukum Perdata Tertulis (BW), Cetakan
Perikatan, Alumni, Bandung Ke-4, Penerbit Sinar Grafika,
Jakarta.
Mertokusumo, Sudikno, 2000, Hukum
Acara Perdata Indonesia, Edisi Soedharyo Soimin, 2005, Himpunan
VII, Liberty, Yogyakarta. Yurisprudensi tentang Hukum
Perdata, Cetakan Ke-2, Penerbit
-----------, 1995, Aneka Hukum Sinar Grafika, Jakarta.
Perjanjian, Citra Aditya,
Bandung. -------------, 2007, Himpunan Dasar
Hukum Pengangkatan Anak,
Pitlo, MR. A., 1990, Hukum Waris: Cetakan Ke-3, Penerbit Sinar
Menurut Undang-Undang Grafika, Jakarta.
Hukum Perdata Belanda,
Intermasa, Jakarta. Soeroso. R, 2007, Perbandingan
Hukum Perdata, Sinar Grafika,
Rachmadi Usman, 2002, Hukum Jakarta.
Kebendaan, Sinar Grafika,
Jakarta. Sri Soedewi Masjchoen Sofwan, 1990,
Hukum Perdata: Hukum Benda,
-------------, 2008, Hukum Jaminan Liberty, Yogyakarta.
Keperdataan, Cetakan Ke-1,
Penerbit Sinar Grafika, Jakarta. Subekti, 1985, Pokok-Pokok Hukum
Perdata, Intermasa, Jakarta.
Rahman, Bakri A. dan Ahmad Sukardja,
1981, Hukum Perkawinan -----------, 1994, Kitab Undang-undang
Menurut Islam, Undang - Hukum Perdata, Cetakan Ke-26,
Undang Perkawinan Dan Pradnya Paramita, Jakarta.
Hukum Perdata/BW, Jilid 2,
Hidakarya Agung, Jakarta. ----------, 2003, Pokok-Pokok Hukum
Perdata, Intermasa, Jakarta.

115
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

Subekti dan Tjitrisudibio, 1996, Kitab Perikatan dalam Islam, CV


Undang-Undang Hukum Pustaka, Jakarta.
Perdata, Pradya Paramita,
Jakarta. Wirjono Prodjodikoro, 2000, Azas-Azas
Hukum Perjanjian, Mandar
Subekti dan R. Tjitrosudibio, 2001, Maju, Bandung.
Kitab Undang-undang Hukum
Perdata, Pradnya Paramita, Yahya, M. Harahap, 2011, Hukum
Jakarta. Acara Perdata, Sinar Grafika,
Jakarta.
Suhardana, F.X.,et.al, 2001, Hukum
Perdata I: Buku Panduan Zainuddin Ali, 2006, Hukum Perdata
Mahasiswa, PT Prenhallindo, Islam di Indonesia, Sinar
Jakarta. Grafika, Jakarta,

Sutan Remy Sjahdeini, 1993, ------------, 2008, Pelaksanaan Hukum


Kebebasan Berkontrak dan Waris di Indonesia, Sinar
Perlindungan Yang Seimbang Grafika, Jakarta.
Bagi Para Pihak Dalam
Perjanjian Kredit Bank di
Indonesia, Institut Bankir
Indonesia, Jakarta.

Titik Triwulan Tutik, 2008, Hukum


Perdata dalam Sistem Hukum
Nasional, Intermasa, Jakarta.

Tutik, Titik Triwulan, 2006, Pengantar


Hukum Perdata di Indonesia,
Prestasi Pustaka Publisher,
Jakarta.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974


tentang Perkawinan

Vollmar, 1996, Pengantar Hukum


Perdata I, Rajawali Press,
Jakarta.

Wantjik Saleh, 1980, Hukum


Perkawinan Indonesia, Ghalia
Indonesia, Jakarta.

Wawan Muhwan Hariri, 2011, Hukum


Perikatan dilengkapi Hukum

116
Buku Ajar Hukum Perdata - Yulia

INDEKS

B M

baheer 65 merderjaring 65
bedrog 123 mirderjaring 71
Bezwaarde 111
bewindvoerder 109 O

C Onderhands 146
openbaar etestement 108
Curatele 72 olografis testament 108

D P

Domicile 77 person
decussiure eed 150 previligie
dwang 123 perjanjian kawin 47
dwaling 123
R
E
Retentie 92
executeur testament 109 Recht subject 8
Risiko 126
F
S
Fidei commis 110
G semenda 62
schuld 122
gemeenschap somasi 128

H
V
Handlichting 70
haftung 122 Vick person 9
vruchtgebruik 108
I

Immateriele 123
W
L
Wanprestasi 127
Legaat 108
legitiematie portie 110 Z

Zaakwaarneming 123

117