Anda di halaman 1dari 4

Lampiran

Materi KD VI

1. Pesan Gizi Seimbang


Pedoman Gizi Seimbang baru ini sebagai penyempurnaan pedoman-pedoman yang lama, bila
diibaratkan rumah maka ada 4 (empat) pilar prinsip yang harus dipenuhi agar rumah tersebut
dapat berdiri, yaitu 1). Mengonsumsi makanan beragam, tidak ada satupun jenis makanan yang
mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk menjamin pertumbuhan dan
mempertahankan kesehatannya, kecuali Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi baru lahir sampai berusia 6
bulan; 2). Membiasakan perilaku hidup bersih, perilaku hidup bersih sangat terkait dengan prinsip
Gizi Seimbang; 3) Melakukan aktivitas fisik, untuk menyeimbangkan antara pengeluaran energi
dan pemasukan zat gizi kedalam tubuh; 4) Mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB)
dalam batas normal. Memantauan BB normal merupakan hal yang harus menjadi bagian dari ‘Pola
Hidup’ dengan ‘Gizi Seimbang’, sehingga dapat mencegah penyimpangan BB dari BB normal, dan
apabila terjadi penyimpangan maka dapat segera dilakukan langkah-langkah pencegahan dan
penanganannya.
Pesan-pesan PGS, baru
1. Syukuri dan nikmati anekaragam makanan;
2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan;
3. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi;
4. Biasakan mengonsumsi anekaragam makanan pokok;
5. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak;
6. Biasakan Sarapan;
7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman;
8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan;
9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir;
10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal

2. Macam-macam zat gizi


Triguna makanan :
a. Zat Gizi sebagai sumber tenaga
b. Zat Gizi sebagai sumber zat pembangun
c. Zat Gizi sebagai sumber zat pengatur
Macam zat gizi :
a. Karbohidrat
Karbohidrat menyediakan berbagai macam kebutuhan dasar yang dibutuhkan manusia.
Berbagai jenis makanan yang banyak mengandung karbohidrat antara lain adalah jagung,
kentang, nasi, dan lain sebagainya. Dalam susunan menu bagi orang Indonesia pada
umumnya menempatkan karbohidrat sekitar 70-80%.
Dalam nutrisi pada manusia setiap 1 gram karbohidrat dapat menghasilkan energi sekitar 4
kalori. Kebutuhan energi tersebut berbeda untuk setiap orang. Ada beberapa hal yang
membuat kebutuhan energi berbeda antara lain jenis kelamin, umur, jenis pekerjaan, serta
tempat tinggal orang tersebut.
b. Protein
Protein terdiri atas 2 macam, antara lain protein hewani serta protein nabati. Sumber protein
hewani sebagai berikut : ikan, keju, telur, susu, dan lain sebagainya. Sumber protein nabati
sebagai berikut : tahu, tempe, kacang-kacangan, dan lain sebagainya. Kebutuhan protein
tersebut berbeda untuk setiap orang.
Orang dewasa setidaknya membutuhkan protein sekitar 1 gram setiap harinya untuk setaip
kilogram berat badan yang dimiliki. Remaja membutuhkan protein sekitar 1 gram/kg berat
badan, anak yang berumur 6-12 tahun membutuhkan protein sekitar 2 gram/kg berat badan,
sedangkan bayi membutuhkan protein sekitar 3 gram/kg berat badan.
c. Lemak
Terdapat 2 macam sumber lemak secara umum, yaitu lemak nabati serta lemak hewani.
Contoh sumber lemak nabati antara lain : margarine, kemiri, minyak kelapa, dan lain
sebagainya. Adapun sumber lemak hewani antara lain : susu, daging, keju, dan lain
sebagainya. Kebutuhan lemak bagi setiap orang tentu berbeda. Kebutuhan lemak bagi orang
yang bertempat tinggal di iklim yang dingin lebih banyak yaitu sekitar 1/2-1 gram/kg berat
badan.
Seseorang yang memiliki kelebihan lemak, tubuh akan menjadi gemuk. Sedangkan yang
kekurangan lemak membuat kurangnya kurangnya berat badan. Didalam tubuh, lemak dapat
menghasilkan energi sebesar 9,3 kalori. Lemak juga dapat berperan sebagai pelarut vitamin
A,D,E,K. Lemak dapat melindungi tubuh pada bagian tertentu serta sebagai pelindung bagian
lemak pada temperatur yang rendah.
d. Vitamin
Vitamin adalah komponen gizi yang sangat penting dibutuhkan tubuh. Vitamin dapat
membantu untuk memperlancar proses metabolisme tubuh, akan tetapi vitamin tidak dapat
menghasilkan energi. Walaupun tubuh membutuhkan vitamin dalam jumlah yang tidak terlalu
banyak, namun keberadaan vitamin sangat penting. Hal ini karena avitaminose atau
kekurangan vitamin dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pada proses metabolisme
tubuh, hal ini disebabkan karena fungsi zat gizi vitamin yang tidak dapat untuk digantikan
oleh senyawa lain.
Tanda-tanda orang yang kekurangan vitamin :
1) Pertumbuhan badan menjadi terhambat.
2) Tidak ada nafsu untuk bekerja.
3) Badan menjadi lesu.
Orang yang menderita avitaminose atau kekurangan vitamin karena hal-hal sebagai berikut :
1) Salah dalam menentukan menu makanan.
2) Tidak suka mengkonsumsi berbagai jenis sayur-sayuran.
Vitamin dapat dibagi menjadi 2 macam, antara lain : vitamin yang dapat untuk larut dalam air
serta vitamin yang dapat untuk larut dalam lemak. Vitamin yang dapat untuk larut dalam air
yaitu vitamin C dan vitamin B, sedangkan vitamin yang dapat untuk larut dalam lemak antara
lain : Vitamin A, D, E, dan K.
Vitamin A
Fungsi vitamin A antara lain : mengatur dalam kepekaan rangsang sinar pada syaraf mata,
pertumbuhan sel, serta pembentukan warna pada mata. Sumber vitamin A terdapat pada
wortel, telur, kangkung, susu, dan lain sebagainya. Kekurangan vitamin A dapat
mengakibatkan berbagai macam penyakit, seperti penyakit mata, kulit menjadi kering, dan
pertumbuhan terganggu.
Vitamin B
Vitamin B merupakan gabungan-gabungan dari 15 macam ataupun lebih vitamin yang dapat
dikenal dengan vitamin B komplek, yang mana memiliki peran yang sangat penting dalam
pembentukan sel darah merah.
1) Vitamin B1 (Tiamin)
Apabila kekurangan vitamin B1 dapat mengakibatkan penyakit beri-beri. Kebutuhan untuk
mencukupi vitamin B1 dalam keadaan normal sekitar 1-2mg/hari.
2) Vitamin B2 (Riboflavin)
Apabila kekurangan vitamin B2 dapat mengakibatkan ketidakseimbangan pola piker dan
penyakit mata.
3) Vitamin B3 (Niasin)
Apabila kekurangan vitamin B3 dapat mengakibatkan gangguan susunan syaraf pusat
serta gangguan saluran pencernaan.
4) Vitamin B6 (Piridoksin)
Apabila kekurangan vitamin B6 dapat mengakibatkan anemia, depresi, dan sakit kepala.
5) Vitamin B7 (Biotin)
Apabila kekurangan vitamin B7 dapat mengakibatkan kehilangan nafsu makan, pusing,
rambut rontok dan lain sebagainya.
6) Vitamin B12 (Kobalamin)
Apabila kekurangan vitamin B12 dapat mengakibatkan anemia, pegal-pegal, kerusakan
otak, dan bahkan gangguan syaraf.
Vitamin C
Vitamin C memiliki fungsi zat gizi untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi, serta
menghaluskan kulit. Sumber vitamin C banyak terdapat pada sayuran, jeruk, pepaya, dan lain
sebagainya. Kekurangan vitamin C dapat mengakibatkan gusi menjadi berdarah, munculnya
sariawan dan skorbut. Kebutuhan akan vitamin C per hari untuk bayi yaitu 30 mg, anak-anak
60 mg, dewasa sekitar 75 mg, ibu hamil 100 mg, serta ibu menyusui 150 mg.
Vitamin D
Vitamin D memiliki fungsi untuk membantu dalam proses pembentukan tulang dan gigi,
mengatur kadar fosfor yang terdapat pada darah. Sumber vitamin D banyak terdapat pada
ikan, susu, serta kuning telur. Kekurangan vitamin D dapat mengakibatkan penyakit rakitis.
Kebutuhan akan vitamin D untuk anak-anak sampai dewasa 400 SI.
Vitamin E
Vitamin E memiliki fungsi untuk mencegah keguguran dan pendarahan pada ibu hamil.
Sumber vitamin E banyak terdapat pada berbagai jenis sayuran hijau, susu, kuning telur, dan
daging. Kekurangan vitamin E dapat mengakibatkan kemandulan dan keguguran.
Vitamin K
Vitamin K memiliki fungsi untuk membantu dalam proses pembekuan darah. Sumber vitamin
K banyak terdapat pada bayam, hati, dan bunga kol. Kekurangan vitamin K dapat
mengakibatkan darah menjadi lebih sukar untuk membeku. Kebutuhan akan vitamin K
perhari adalah 1 miligram.
e. Mineral
Mineral dibutuhkan oleh manusia juga sama dengan vitamin, yaitu dibutuhkan dalam jumlah
sedikit. Walaupun begitu, kebutuhan mineral sangatlah penting. Untuk lebih lengkapnya,
berikut macam-macam mineral yang kita perlukan :
1) Garam Belerang (S)
2) Garam Besi (Fe)
3) Garam Dapur (NaCI)
4) Garam Yodium (I)
5) Garam Kalium (K)
6) Garam kalsium (Ca)
Garam besi (Fe) memiliki peran penting untuk membantu dalam proses pembentukan
hemoglobin atau sel darah merah. Natrium (Na) serta kalium (K) juga memiliki peran penting
untuk sistem saraf. Kalsium (Ca) mempunyai fungsi guna membantu dalam proses
pembentukan tulang dan gigi. Kalsium dan Kalum berguna untuk proses pembekuan darah
guna menghentikan pendarahan yang terjadi.
Kekurangan salah satu dari mineral tersebut juga dapat menimbulkan beragam penyakit.
Seperti, apabila kekurangan Iodium dapat mengakibatkan kekerdilan dan penyakit gondok,
kekurangan zat besi dapat mengakibatkan anemia, dan lain sebagainya.
f. Air
Air adalah zat pembangun bagi setiap sel pada tubuh. Setiap sel tanpa adanya air tidak dapat
tumbuh. Air dapat diperoleh secara langsung dari berbagai jenis buah-buahan serta sayuran.
Fungsi air yaitu untuk membantu mencerna makanan, membentuk cairan tubuh, serta
mengangkut sisa pembakaran yang sudah tidak diperlukan tubuh. Kebutuhan air rata-rata
bagi setiap orang sekitar 2 1/2 liter per hari yang diambil dari makanan serta minuman.
Kekurangan air dapat mengakibatkan penyakit ginjal.

3. Perhitungan kalori harian


a. Menghitung Indeks Masa Tubuh
IMT = berat badan (kg) / [tinggi badan (m)]²
Ketegori IMT
Sangat kurus Kekurangan berat badan tingkat berat <17.0
Kurus Kekurangan berat badan tingkat ringan 17 - <18.5
Normal 18.5 – 25.0
Gemuk (overweight) Kelebihan berat badan tngkat ringan >25.0 – 27.0
Obese Kelebihan berat badan tingkat berat > 27.0

b. Menghitung Basal Metabolic Rate


L = 66 + (13.7xBB) + (5xTB) – (6.8xU)
P = 665 + (9.6xBB) + (1.8xTB) – (4.7xU)
BB = berat badan (kg)
TB = tinggi badan (cm)
U = umur (tahun)
c. Kebutuhan energi berdasarkan aktivitas fisik :
Kebutuhan energi = BMR x faktor aktivitas fisik
Jenis Kelamin
Aktivitas
Laki-laki Perempuan
Sangat ringan 1.3 1.3
Ringan 1.65 1.55
Sedang 1.76 1.70

Berat 2.10 2.00


*IMT kurang +500 kkal
*IMT lebih -500 kkal

d. Penyusunan diet pasien sehat


Langkah-langkah dalam penyusunan menu diet :
• Mengumpulkan data klien / customer (usia, jenis kelamin, data antopometri, aktifitas, status
gizi, dan riwayat kesehatan)
• Menghitung kecukupan energi
• Menyusun kebutuhan zat gizi berdasarkan kebutuhan energi 50-60 % KH, 10-12% protein,
20-25% lemak
• Menjabarkan zat gizi yang dibutuhkan kedalam 9-12 jenis bahan makanan selama sehari
• Menyusun daftar hidangan
• Menetapkan biaya yang diperlukan dalam pengadaan bahan makanan

Anda mungkin juga menyukai