Anda di halaman 1dari 4

PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU

Nomor : 140/G2N-HRDIPKWTIVIIII2018

Yang bertanda tangan dibawah ini:


1. PT. Garuda Garda Nusantara, suatu Badan Usaha Jasa Pengamanan & Pengawalan yang
beralamat di Jl.Ciledug Raya No.12, Petukangan Utara Pesanggrahan Jakarta Selatan, sebagai
pemberi kerja dalam hal ini diwakilkan secara sah oleh Dimas Adhitiya, Jabatan Direktur Utama
yang selanjutnya disebut sebagai Perusahaan.

2. Nama : Abdul Tomi


Tempat/Tanggal Lahir : Sangiang, 01 Juli 1985
No.Registrasi : 180824441313
No.KTP : 5201120107850260
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Dusun Sangiang, Rt.003/-, Kel. Langko,
Kec. Lingsar, Lombok Barat.

Sebagai penerima kerja, yang selanjutnya disebut sebagai Pekerja.


Perusahaan dan Pekerja telah setuju untuk mengadakan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu,
yang diatur dalam beberapa pasal sbb:

Pasal 1
Jangka Waktu

1. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ini dibuat untuk :


Jangka Waktu : 1 (satu) Tahun
Terhitung Tanggal : 24 Agustus 2018 s/d 23 Agustus 2019
2. Apabila jangka waktu perjanjian kerja dalam ayat 1 (satu) tersebut diatas telah berakhir, maka
dengan sendirinya hubungan kerja putus demi hukum.
3. Bilamana diperlukan Perjanjian Kerja yang baru sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal ini,
maka PKWT ini dapat diperpanjang (sesuai Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan pasal 59 ayat 4).

Pasal 2
Tugas dan Penempatan

1. Perusahaan Menempatkan pekerja sebagai Tenaga Satuan Pengamanan di PT. Masuya


Graha Trikencana Lombok.
2. Pekerja diwajibkan melaksanakan tugas pekerjaan dengan sebaik-baiknya sesuai
petunjuk/ketentuan kerja yang ada.

Pasal 3
Hari dan Jam Kerja

1. Pekerja bersedia bekerja 12 (dua Belas) jam per hari, dengan pengaturan hari dan jam kerja
disesuaikan dengan hari dan jam kerja yang sudah ditetapkan.
2. Pekerja bersedia dikenakan shift I dan shift II.

Pasal 4
Pengupahan

1. Perusahaan memberikan atas Gaji Pokok Sebesar Rp. 3.941.000,- (Satu Juta Delapan Ratus
Enam Puluh Tiga Ribu Rupiah) selain Gaji Pokok ini, Pekerja juga berhak atas tunjangan-
tunjangan, yaitu :
a. Tunjangan Transport : Rp. - ,-/bulan.
b. Tunjangan Uang Makan : Rp. - ,-/bulan.
c. Tunjangan Lembur Libur Nasional : Rp. - ,-/bulan.
2. Daftar kehadiran Pekerja akan berpengaruh pada penerimaan Upah perbulannya dengan
sistem potongan yang diperhitungkan dari Tunjangan Transport dan Tunjangan Uang Makan
perbulan dibagi rata-rata hari kerja dikalikan jumlah kehadiran.
3. Pembayaran Upah akan dilaksanakan pada tanggal 25 setiap bulan, dengan perhitungan
periode kerja sebulan adalah tanggal 24, bulan sebelumnya sampai dengan tanggal 23, bulan
yang sama pada saat menerima upah, dan apabila tanggal dimaksud jatuh pada hari libur maka
Upah dibayarkan pada hari kerja berikutnya.
4. Pajak Penghasilan (PPh 21) diberlakukan sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan yang
berlaku.

Pasal 5
Fasilitas

1. Perusahaan memberikan 2 (dua) stell seragam per tahun.


2. Perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar satu kali Gaji Pokok, bila telah
bekerja selama 12 (dua belas) bulan berturut-turut dan akan dibayar secara proporsional bila
belum melewati masa kerja 12 (dua belas) bulan. THR akan dibayarkan satu minggu sebelum
Hari Raya Idul Fitri.

Pasal 6
Kewajiban Kerja

Pekerja wajib mematuhi dan melaksanakan semua peraturan yang berlaku dalam Peraturan
Perusahaan yang sekarang ada maupun yang akan dikeluarkan, sepanjang peraturan tersebut
tidak bertentangan dengan perjanjian ini. Adapun kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi Pekerja
adalah:
1. Pekerja wajib hadir di tempat tugas 15 (lima belas) menit sebelum jam kerja yang telah
ditentukan oleh PT. G2N dan wajib untuk meninggalkan tempat tugas setelah serah terima
pekerjaan yang dilakukan oleh pengganti berikutnya, kecuali ada tambahan tugas dari
atasan/pimpinan.
2. Pekerja wajib mengisi dan menyerahkan/meletakkan Kartu Kehadiran pada tempat yang telah
ditentukan, baik pada saat masuk maupun pulang bekerja. Kartu ini harus diisi dan
diserahkan/diletakkan oleh Pekerja sendiri.
3. Pekerja wajib mengikuti/mematuhi petunjuk-petunjuk atau instruksi yang diberikan oleh
atasannya atau Pihak Perusahaan yang berwenang memberikan petunjuk atau instruksi
tersebut.
4. Pekerja wajib menjaga dan memelihara dengan baik semua asset milik Perusahaan dan segera
melaporkan pada pimpinan Perusahaan/atasannya bila mengetahui hal-hal yang dapat
menimbulkan bahaya atau kerugian Perusahaan.
5. Pekerja wajib melaksanakan tugas pekerjaannya yang telah ditentukan oleh Perusahaan.
6. Pekerja wajib memelihara dan memegang teguh rahasia Perusahaan.
7. Pekerja wajib lapor kepada pimpinan Perusahaan dan atau HRD bila ada perubahan-
perubahan atas status dirinya, susunan keluarganya, alamat, dan sebagainya yang diperlukan
oleh Perusahaan selambat-lambatnya 7x24 jam.
8. Pekerja wajib memeriksa semua alat-alat kerja, saat akan melakukan pekerjaan dan sebelum
meninggalkan tempat kerja, sehingga benar-benar tidak akan menimbulkan kerusakan/bahaya
yang mengganggu pekerjaan.
9. Pekerja wajib melaporkan kepada atasannya langsung (PIC PT.G2N/HRD PT.G2N) apabila
berniat mengajukan permohonan ‘ijin’, dan ijin ini hanya diberikan oleh atasan langsung yaitu
PIC PT. G2N/HRD PT. G2N untuk keperluan mendesak dan dapat dipercaya atau dapat
dipertanggungjawabkan.
10. Pekerja wajib melakukan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam tata tertib Perusahaan,
Peraturan Perusahaan, dan ketentuan lainnya.
Pasal 7
Pemutusan Hubungan Kerja

Pekerja dapat dikenakan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bila melakukan pelanggaran
berat terhadap Tata Tertib Perusahaan, pelanggaran hukum atau merugikan perusahaan,
Pelanggaran-pelanggaran berat tersebut adalah:

1. Melakukan pencurian/penggelapan/penerimaan uang tip/manupulasi.


2. Melakukan penganiayaan terhadap pengusaha, karyawan, atasan, bawahan, dan atau
keluarganya.
3. Mengajak Pengusaha, keluarga pengusaha atau teman sekerja untuk melakukan/berbuat
sesuatu yang melanggar hukum atau melakukan tindak kejahatan.
4. Merusak dengan sengaja atau karena kecerobohannya merusakkan barang-barang milik
perusahaan.
5. Memberikan keterangan palsu untuk kepentingan pribadi atau orang lain.
6. Minum minuman keras, berjudi,dan berkelahi di tepat kerja.
7. Membongkar rahasia perusahaan atau rahasia rumah tangga perusahaan.
8. Melakukan tindakan asusila di tempat kerja/sekitarnya.
9. Menghina secara kasar atau mengancam pengusaha, atasan, teman sekerja,dan atau
keluarganya.
10. Menyebarkan pamflet, poster, pengumuman yang bersifat menghasut atau memfitnah di
lingkungan perusahaan.
11. Mengikat hubungan kerja dengan perusahaan lain, tanpa ijin dari pimpinan perusahaan.
12. Menyalahgunakan jabatan, wewenang dan tanggung jawab untk pribadi orang lain.
13. Menerima Uang sogokan/pungutan liar dari calon tenaga kerja atau karyawan baru untuk
ditempatkan/bekerja di PT.Garuda Garda Nusantara, tanpa koordinasi dengan pihak kantor
pusat.
14. Menyalahgunakan Kwitansi/form/stempel perusahaan untuk kepentingan pribadi yang
merugikan perusahaan.
15. Melakukan pungutan liar terhadap pedagang K-5 yang ada di lokasi perusahaan, yang masih di
dalam wilayah kerja PT.Garuda Garda Nusantara, tanpa ada koordinasi dengan pihak kantor
pusat.
16. Membawa/memakai obat bius, narkotika, obat-obatan psikotropika,dan atau obat terlarang
lainnya di lingkungan perusahaan.
17. Memalsukan surat-surat seperti ijasah, keterangan dokter,resep dokter,Kwitansi,stempel
perusahaan,surat berharga milik perusahaan,tanda tangan direksi dan lain-lain untuk
kepentingan pribadi atau orang lain.
18. Melakukan pencurian data di peranti keras perusahaan.
19. Melakukan tindakan atau kegiatan yang merugikan perusahaan.
20. Lalai, atau menolak untuk mematuhi salah satu tugas/kewajiban yang diberikan oleh atasan
atau orang yang berwenang.
21. Tidak mampu memenuhi tugas/kewajiban yang diberikan atasan atau orang yang berwenang
dan tetap tidak mampu untuk memperbaiki prestasi kerja walaupun telah diberikan sedikitnya 2
(dua) kali peringatan secara tertulis.
22. Tidak masuk bekerja selama 3 (tiga) hari kerja berturut-turut dan atau 5 (lima) hari kerja tidak
berturut-turut dalam 1 (satu) bulan tanpa ijin terlebih dahulu atau tanpa alasan yang dapat
dipertanggungjawabkan.
23. Melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat dijadikan alasan kuat atau mendesak untuk
dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
24. Melakukan tindakan hukum yang mengakibatkan kerugian pihak lain berdasarkan Berita Acara
Pemeriksaan (BAP) kepolisian.
25. Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hukum Negara Republik Indonesia.
26. Dijatuhi hukuman oleh pengadilan atau ditahan oleh Kepolisian karena melakukan tindak
kejahatan.
27. Perusahaan tidak lagi terikat kontrak kerjasama karena putus kontrak atau tidak diperpanjang
lagi oleh mitra usaha dimana pekerja dipekerjakan.
28. PHK diproses sesuai UU12/64 atau UU No.13/2003.
Pasal 8
Tanggung Jawab

Pekerja apabila terbukti melakukan perbuatan melawan hukum,seperti yang dijelaskan pada Pasal
7,maka Pekerja harus bertanggung jawab secara penuh terhadap perbuatannya,dan bersedia
menjalani seluruh proses hukum yang dilaksanakan oleh Pihak Berwajib.

Pasal 9
Berakhirnya Perjanjian

1. Perjanjian ini berakhir dengan sendirinya dalam hal:


a. Jangka waktu perjanjian ini sebagaimana diatur dalam pasal 1.
b. Terkena salah satu ayat dalam pasal 7.
c. Pekerja meninggal dunia,
2. Dalam hal berakhirnya perjanjian ini oleh karena alasan-alasan diatas (ayat 1), maka Pekerja
tidak berhak menuntut apapun pada Perusahaan, dan Perusahaan hanya diwajibkan
membayar Gaji atau tunjangan-tunjangan yang bersangkutan sampai berakhirnya hubungan
kerja,kecuali ditentukan lain oleh UU yang berlaku.
3. Apabila pekerja mungundurkan diri sebelum masa kontrak berakhir, pekerja akan dikenakan
sanksi administratif sejumlah/sebesar Rp. 2.000.000,-.
4. Pekerja yang mengundurkan diri, harus memberitahukan kepada HRD PT. Garuda Garda
Nusantara tentang pengunduran diri tersebut 1 (satu) bulan sebelumnya.
5. Perjanjian Kerja ini berakhir secara otomatis bila pihak pengguna jasa (user) tidak
menghendaki lagi terhadap Pekerja berdasarkan tindakan indisipliner dan atau apabila
Perjanjian Kerjasama antara PT. Garuda Garda Nusantara dengan pihak pengguna jasa (user)
berakhir baik secara sepihak ataupun sesuai dengan Jangka Waktu Perjanjian Kerja tersebut.
6. Hal-hal lain mengenai syarat kerja,hak dan kewajiban,dan sebagainya yang belum tercantum di
dalam perjanjian ini,akan diatur sesuai Peraturan Perusahaan dan Ketentuan perUndang-
Undangan yang berlaku.
7. Perselisihan yang timbul dari perjanjian ini akan diselesaikan secara kekeluargaan serta
musyawarah untuk mufakat.Apabila tidak tercapai kata sepakat,maka kedua belah pihak akan
menyelesaikan di Pengadilan Jakarta Selatan atau Pengadilan yang ditunjuk.

Pasal 10
Penutup

1. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ini dibuat 3 (tiga) rangkap masing-masing untuk Perusahaan
dan Pekerja yang mempunyai kekuatan hukum yang sama selanjutnya rangkap ketiga sebagai
laporan ke Suku Dinas Tenaga Kerja.
2. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam
keadaan sehat jasmani dan rohani serta tanpa paksaan/dipengaruhi dari pihak manapun.
3. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu ini dinyatakan berlaku sejak ditanda tangani oleh kedua belah
pihak.

Jakarta, 23/08/2018
Perusahaan Pekerja

Dimas Adhitiya Abdul Tomi


Direktur Utama