Anda di halaman 1dari 1

Blotong; merupakan salah satu dari limbah padat industri (pabrik) gula disamping abu ketel.

Pada proses pengolahan tebu menjadi gula, setiap ton tebu akan menghasilkan limbah berupa
blotong sebanyak 14 - 18 kg dengan kadar air 55 - 65 persen untuk sistem saringan tekan
(filter press), dan sebanyak 27 - 28 kg dengan kadar air 65 - 80 persen untuk sistem saringan
hampa putar (rotary vacuum filter) (Chen, 1985). Bagian organik blotong karbonatasi lebih
kurang hanya 18 % dan bagian anorganiknya 82 %, sedangkan pada blotong sulfitasi bagian
organiknya kira-kira 60 % dan bagian anorganiknya 40 % (Darsono Ariadi, 1970). Melihat
tingginya bagian organik blotong sulfitasi, maka dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik;

e) Tetes; merupakan "hasil samping" dari urutan proses pembuatan gula yang paling akhir,
yaitu setelah dilakukannya sentrifugasi. Pada saat sentrifugasi masekuit masakan gula akhir,
terjadi pemisahan yang menghasilkan hablur gula sebagai hasil utama dan tetes sebagai hasil
sampingnya. Tetes berujud cairan kental, berwarna coklat tua kehitaman