Anda di halaman 1dari 26

BAB II

KINERJA BLUD TAHUN ANGGARAN 2015

A. KONDISI LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI PENCAPAIAN KINERJA


1. Faktor Internal
a. Pelayanan Medis
1). Kekuatan
a. Tersedianya pelayanan rawat inap , PONED dan pelayanan
kegawatdaruratan 24 jam.
b. Tersedianya pelayanan Lansia
c. Pelayanan Laboratorium yang lengkap
d. Pelayanan Konsultasi gizi
e. Pelayanan TB Paru
f. Tersedianya pelayanan oleh tenaga medis
g. Adanya layanan pengembangan pendidikan kesehatan
h. Adanya petugas kebersihan
i. Adanya klinik sanitasi
j. Adanya layanan penyuluhan kelompok dalam gedung
2). Kelemahan
a. Pelayanan gigi belum optimal
b. Belum termasuk puskesmas santun lansia
c. Pelayanan laboratorum tidak 24 jam
d. pelayanan dasar belum sesuai dengan standar
e. cleaning service tidak 24 jam
f. Pelayanan farmasi belum optimal
b. Keuangan
1). Kekuatan
a. Adanya dukungan dana dari APBD, BOK, BOP serta JKN.
b. Adanya kewenangan menarik retribusi pelayanan berdasarkan Perda Nomor
10 Tahun 2014 tentang Retribusi Jasa Umum
c. Pengelolaan pelayanan satu atap
d. Sudah ditetapkan PPK BLUD

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 7


e. Pendapatan kapitasi JKN yang lancar
2). Kelemahan
a. Sistem pembayaran retribusi belum optimal
b. Sistem pengelolaan dan sirkulasi keuangan belum optimal
c. Belum adanya payung hukum pengelolaan belanja oleh puskesmas
d. Tenaga pengelola keuangan merupakan tenaga teknis/fungsional
e. Sistem pengelolaan kapitasi belum tertata baik dan professional
f. Pendapatan Non Kapitasi JKN yang tidak lancar
g. Terlambatnya sumber dana APBD
h. Ketidak jelasan anggaran dana non kapitasi JKN
i. Pelayanan belum terakreditasi
c. Organisasi dan SDM
1). Kekuatan
a. Adanya Perbup tentang srtuktur organisasi dan kewenangan Puskesmas
sebagai Unit Pelaksana Teknis Daerah
b. Kepala Puskesmas sebagai Kuasa Pengguna Anggaran
c. Dokter dan perawat yang sudah terlatih dalam bidang kegawatdaruratan
d. Sebagian besar kualifikasi SDM sesuai kompetensi
e. Jumlah tenaga medis dan paramedis cukup
f. Koordinasi lintas program yang baik
g. kedisiplinan
2). Kelemahan
a. Belum dipenuhinya standar kinerja pegawai
b. Belum semua pegawai melaksanakan budaya mutu
c. Bentuk penghargaan (reward) dan hukuman (punishment) belum
diterapkan sengan jelas sehingga tidak dapat digunakan sebagai alat untuk
memotivasi karyawan
d. Belum optimalnya penataan SDM sesuai kemampuan yang dimiliki dan
berdasarkan analisa beban kerja dan analisa jabatan.
e. Staf administrasi PNS sangat kurang, sebagian besar staf administrasi
merupakan Tenaga Teknis
f. Belum lancarnya Sistem Informasi Kesehatan (SIK)

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 8


g. Belum adanya bentuk hukuman secara tertulis
h. Belum melaksanakan ABK dan anjab
i. Terlalu banyak tenaga non PNS
j. Banyaknya petugas kesehatan yang belum memiliki status kepegawaian
yang jelas.
k. Tenaga analis, aporeker, dokter gigi masih kurang

d. Sarana dan Prasarana


1). Kekuatan
a. Bangunan rawat inap dan PONED tersedia
b. Lokasi Puskesmas strategis
c. Inventaris Puskesmas tercatat
d. Kelengkapan obat
e. Tersedianya lahan parkir yang luas
f. Tersedianya tanah untuk pengembangan puskesmas
g. Adanya kerjasam dengan PT Medipest
2). Kelemahan
a. Infrastruktur rawat inap Puskesmas Bayongbong belum optimal untuk
menunjang kenyamanan dan kelancaran pelayanan kepada masyarakat
b. Alat dan sarana kesehatan belum terpenuhi semuanya.
c. Lahan Puskesmas sangat terbatas, baik untuk pengembangan Puskesmas
maupun untuk pengembangan tanaman obat keluarga (TOGA)
d. Inventarisir kantor masih kurang
e. Belum adanya gedung khusus pertemuan
f. Ambulance masuh kurang
g. Sarana IPAL belum ada
h. Alat kesehatan yang belum lengkap
i. Sarana pelayanan medis belum terkalibrasi
j. Inventarisasi barang milik daerah belum dikelola dengan baik
k. Dana pemeliharaan sarana dan prasarana belum memadai

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 9


2. Faktor Eksternal
a. Regulasi yang terkait dengan BLUD
Dengan terbitnya PMK No. 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan
Masyarakat serta deng diberlakukannya Undang-undang no. 40 tahun 2004 tentang
Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) disusul dengan diberlakukannya Undang-
undang No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
mulai bulan Januari tahun 2014 kedudukan puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama (FKTP) mengalami beberapa perubahan yang harus disikapi
secara pro aktif oleh segenap jajaran pegawai di puskesmas.
Dengan adanya dana kapitasi dan dana non kapitasi JKN-BPJS sebenarnya
puskesmas mempunyai peluang untuk meningkatkan mutu pelayanan dengan
melengkapi kekurangan akan sarana/alat-alat pelayanan melalui belanja barang dari
dukungan operasional pelayanan kesehatan dana kapitasi JKN-BPJS (40% dari total
dana JKN yang diterima).
Sebagai turunan dan peraturan perundang-undangan yang mengatur
mengenai pelaksanaan dan pemanfaatan dana jaminan kesehatan nasional di
puskesmas, kementrian kesehatan menerbitkan permenkes no 19 tahun 2014. Di
dalam peraturan tersebut pada jasa pelayanan dan operasional puskesmas yang
sifatnya terbatas. Keterbatasan dana operasional tersebut tidak sebanding dengan
jumlah dana yang diterima oleh puskesmas, sehingga dalam pelaksanaanya bisa
timbul penyalahgunaan akibat kurang fleksibelnya pengaturan tersebut.
Dengan adanya surat edaran mendagri nomor 440/8130/SJ perihal
optimalisasi pelaksanaan jaminan kesehatan nasional (JKN). Dimana salah satu
langkah optimalisasi pelaksanaan JKN di puskesmas adalah dengan mendorong
puskesmas untuk menjadi badan layanan umum daerah (BLUD). Dimana dalam hal
pengelolaan keuangan akan menjadi flexibel dengan mengutamakan keefektifan dan
efisiensi pelayanan kepada masyarakat. Untuk itulah sejak 29 juni 2015 puskesmas
ditetapkan menjadi puskesmas BLUD dengan SK Bupati nomor 060/KEP 517
org/2015.
Dengan demikian pelaksanaan RBA
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara,
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 10


Tanggung jawab Keuangan Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun
2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah merupakan paket reformasi di bidang
pengelolaan keuangan negara/daerah. Paradigma perubahan yang sangat menonjol
adalah penyusunan pola penganggaran dari pendekatan tradisional ke
penganggaran berbasis kinerja. Anggaran berbasis kinerja lebih menekankan pada
proses yang akan dihasilkan (output), bukan sekedar membiayai masukan (input).
Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004, khususnya Pasal 68 dan Pasal
69 memfokuskan pada Instansi Pemerintah yang tugas dan fungsinya memberikan
pelayanan kepada masyarakat, diberikan fleksibilitas dalam Pola Pengelolaan
Keuangannya dengan sebutan Badan Layanan Umum. Demikian juga di lingkungan
Pemerintah Daerah, terdapat banyak Perangkat Kerja Daerah yang berpotensi untuk
dikelola lebih efektif melalui Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
tersebut.
Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan
Daerah mengamanatkan khususnya dalam pasal 150 yaitu “Pedoman teknis
mengenai pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) diatur lebih
lanjut oleh Menteri Dalam Negeri setelah memperoleh pertimbangan Menteri
Keuangan”. Untuk itu, pada tanggal 7 November 2007 telah ditetapkan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. Dalam Peraturan Menteri tersebut
perangkat kerja daerah di lingkungan Pemerintah Daerah yang secara langsung
melaksanakan tugas operasional pelayanan publik dapat menerapkan Pola
Pengelolaan Keuangan BLUD (PPK-BLUD).
BLUD adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau Unit Kerja pada
SKPD di lingkungan pemerintah daerah di Indonesia yang dibentuk untuk
memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang/jasa yang
dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan, dan dalam melakukan kegiatannya
didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. BLUD merupakan bagian dari
perangkat pemerintah daerah, dengan status hukum tidak terpisah dari pemerintah
daerah.
Berbeda dengan SKPD pada umumnya, pola pengelolaan keuangan BLUD
memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktik-praktik bisnis

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 11


yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, seperti
pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan daerah pada umumnya.
Dalam pengelolaan keuangan, BLUD diberikan fleksibilitas antara lain berupa:
(1) pengelolaan pendapatan dan biaya; (2) pengelolaan kas; (3) pengelolaan utang;
(4) pengelolaan piutang; (5) pengelolaan investasi; (6) pengadaan barang dan/atau
jasa; (7) pengelolaan barang; (8) penyusunan akuntansi, pelaporan dan
pertanggungjawaban; (9) pengelolaan sisa kas di akhir tahun anggaran dan defisit;
(10) kerjasama dengan pihak lain; (11) pengelolaan dana secara langsung; dan (12)
perumusan standar, kebijakan, sistem, dan prosedur pengelolaan keuangan.
Adanya privilese yang diberikan kepada BLUD, karena tuntutan khusus yaitu
untuk meningkatkan kualitas pelayanan dari BLUD. Oleh karena itu, prasyarat
perangkat daerah untuk menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan
Umum Daerah (PPK-BLUD) harus dilakukan secara selektif dan obyektif. Layak
tidaknya perangkat daerah menerapkan PPK-BLUD wajib terlebih dahulu dilakukan
penilaian oleh Tim Penilai yang diketuai Sekretaris Daerah yang hasilnya harus
didasarkan pada penilaian obyektif, tidak hanya pemenuhan kelengkapan
persyaratan administratif saja.
Selain dari obyektivitas hasil penilaian tersebut, keberadaan BLUD juga harus
dikendalikan dalam bentuk perjanjian kinerja (contractual performance agreement)
antara Kepala Daerah dengan Pemimpin BLUD. Kepala Daerah bertanggungjawab
atas kebijakan layanan dan pemimpin BLUD bertanggungjawab untuk menyajikan
hasil layanan.
Dengan demikian, penerapan PPK-BLUD diharapkan tidak sekedar
perubahan format belaka, yaitu mengejar remunerasi, fleksibilitas, menghindari
peraturan perundang-undangan dalam pengadaan barang dan jasa, akan tetapi
tujuan utamanya adalah, tercapainya peningkatan kualitas pelayanan publik, kinerja
keuangan dan kinerja manfaat bagi masyarakat secara berkesinambungan sejalan
dengan salah satu spirit BLUD yang dikelola berdasarkan “praktik-praktik bisnis yang
sehat”.
b. Kebijakan Pengganggaran Kesehatan Daerah
Memperhatikan kemampuan daerah dalam pemenuhan anggaran kesehatan yang
sangat terbatas, sampai saat ini anggaran operasional puskesmas belum terpenuhi

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 12


secara optimal. Prinsip keuangan daerah yang mengharuskan puskesmas
memungut retribusi dan disetorkan ke kas daerah menghambat
c. Kebijakan pemerintah tentang SDM/PNS
Adanya Undang Undang Aparatur Sipil Negara Nomor 5 Tahun 2015 menegaskan
bahwa fleksibilitas pengelolaan sumber daya manusia pada PPK BLUD dinaungi
secara undang-undang. Dasar hukum pengelolaan SDM terutama bagi SDM Non
PNS bukan hanya bersumber dari Permendagri 61 Tahun 2007 saja. Pegawai Non
PNS BLUD sebagaimana dimaksud dalam Permendagri 61 Tahun 2007
dianalogikan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang
dapat memiliki kedudukan Jabatan Administrasi, Jabatan Fungsional, dan Jabatan
Pimpinan Tinggi.
d. Kondisi Pesaing atau kompetitor
Adanya klinik-klinik swasta, praktek dokter swasta yang dalam memberikan
pelayanan lebih mengutamakan aspek kepuasan terhadap konsumen dengan
dukungan sarana, prasarana, sdm dan manajemen yang lebih baik dari Puskesmas

B. PERBANDINGAN ASUMSI PADA WAKTU MENYUSUN RBA DENGAN FAKTA YANG


TERJADI
1. Aspek Makro
NO. INDIKATOR EKONOMI ASUMSI 2015 FAKTA YANG
TERJADI
1. Pertumbuhan ekonomi (%) 5,8
2. Tingkat Inflasi (%) 4,4
3. Pertumbuhan Pasar (%)
4. Tingkat Suku Bunga Pinjaman (%) 6
5. Kurs 1 US$ (Rp) 11.900 14.000
(Memuat uraian tentang kondisi BLUD dalam konteks indicator ekonomi daerah setempat).
2. Aspek Mikro
NO. INDIKATOR ASUMSI 2015 FAKTA YANG
TERJADI
1. Pembiayaan public sebagai fungsi - -
PSO

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 13


2. Perubahan tarif layanan Tidak ada Tidak ada
3. Pengembangan produk baru Pelayanan EKG Pelayanan EKG
Pelayanan USG Pelayanan USG
Pelayanan Pelayanan Rontgen
Rontgen Pelayanan potometer
Pelayanan Pelayanan inkubator
potometer

4. Peningkatan volume layanan 5% 8%


5. Asumsi-asumsi dalam analisis
rasio keuangan
6. Dst………

Pengembangan produk layanan pada tahun 2016 belum sesuai dengan rencana kegiatan
yang diasumsikan pada ahir tahun 2015 hal ini akibat adanya droping alat kesehatan yang
tidak direncanakan oleh puskesmas dan peningkatan volume pelayanan meningkat dari 5%
menjadi 8% hal ini dikarenakan ada perubahan dalam segi pelayanan kesehatan.

C. PENCAPAIAN KINERJA
1. Non Keuangan
a. Penilaian Kinerja Puskesmas

CAKUP
PENC KINERJA
SASA AN TARG
No. JENIS KEGIATAN APAIA
RAN (4/3 X ET (5/6 X
N
100%) 100%)
1 2 3 4 5 6 7
I. UPAYA KESEHATAN WAJIB
A. UPAYA PROMOSI KESEHATAN
PROMOSI KESEHATAN DALAM GEDUNG
1 Cakupan Komunikasi Interpersonal dan 28.011 22,051 78,7 5 1.574,45
Konseling (KIP/K)

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 14


2 Cakupan Penyuluhan kelompok oleh 96 72 75 100 75
petugas di dalam gedung Puskesmas
3 Cakupan Institusi Kesehatan ber-PHBS 7 7 100 100 100
PROMOSI KESEHATAN LUAR GEDUNG
4 Cakupan Pengkajian dan Pembinaan PHBS 28.011 7.050 62.97 65 96.88
di Tatanan Rumah Tangga
5 Cakupan Pemberdayaan Masyarakat melalui 989 769 77,76 100 77,76
Penyuluhan Kelompok oleh Petugas di
Masyarakat
6 Cakupan Pembinaan UKBM dilihat melalui 82 12 14.63 65 22.50
persentase (%) Posyandu Purnama &
Mandiri
7 Cakupan Pembinaan Pemberdayaan 9 7 77.77 60 129,63
Masyarakat dilihat melalui Persentase (%)
Desa Siaga Aktif (untuk Kabupaten)/ RW
Siaga Aktif (untuk kota)
8 Cakupan Pemberdayaan Individu/ Keluarga 25.211 8.764 34,76 50 69,53
melalui Kunjungan Rumah
CAKUPAN VARIABEL 1.A.
B. UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN
1 Cakupan Pengawasan Rumah Sehat 13.677 9.255 67,67 75 90,22
2 Cakupan Pengawasan Sarana Air Bersih 13.677 9.946 72,72 80 90,22
3 Cakupan Pengawasan Jamban 13.677 12.129 88,68 75 118,24
4 Cakupan pengawasan SPAL 13.677 8.277 60,52 80 75,65
5 Cakupan Pengawasan Tempat-Tempat 155 108 69,68 75 92,90
Umum (TTU)
6 Cakupan Pengawasan Tempat Pengolahan 99 66 66,67 75 88,89
Makanan (TPM)
7 Cakupan Pengawasan Industri 81 56 69,14 75 92,18
8 Cakupan Kegiatan Klinik Sanitasi 4.527 864 19,09 25 76,34
CAKUPAN VARIABEL 1.B.
C. UPAYA KIA & KB

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 15


KESEHATAN IBU
1 Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4 1.395 1.340 96,06 95,00 101.11
2 Cakupan Pertolongan Persalinan oleh 1.395 1.200 86.02 90.00 95,58
Tenaga Kesehatan
3 Cakupan Komplikasi Kebidanan yang 282 85 30,14 63,42 47,53
ditangani
4 Cakupan Pelayanan Nifas 1.332 1.180 88.59 90,00 98.43
KESEHATAN ANAK
5 Cakupan Kunjungan Neonatus 1 (KN1) 1.281 1390 108,51 89,00 121,92
6 Cakupan Kunjungan Neonatus Lengkap (KN 1.269 1.231 97,01 80,00 121,26
Lengkap)
7 Cakupan Neonatus dengan Komplikasi yang 152 45 29,61 34,93 84,76
ditangani
8 Cakupan Kunjungan Bayi 1.304 937 71,86 80,85 88,88
9 Cakupan Pelayanan Anak Balita 5.314 5.114 96,24 90,00 106,93
KELUARGA BERENCANA
10 Cakupan Peserta KB Aktif 9.105 8.360 91,82 100,00 91,82
CAKUPAN VARIABEL 1.C.
D. UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT
1 Cakupan Keluarga Sadar Gizi 54.146 39.293 72,57 100 72.57
2 Cakupan Balita Ditimbang (D/S) 5412 4.378 80.89 80 101.12
3 Cakupan Distribusi Kapsul Vitamin A bagi 950 950 100 90 111.11
Bayi (6-11 bulan)
4 Cakupan Distribusi Kapsul Vitamin A Bagi 4099 4099 100 90 111.11
Anak Balita (12-59 bulan)
5 Cakupan Distribusi Kapsul Vitamin A bagi 1345 1299 96.58 100 96.58
Ibu Nifas
6 Cakupan Distribusi Tablet Fe 90 tablet pada 1411 1324 93.83 95 98.77
ibu hamil
7 Cakupan Distribusi MP- ASI Baduta Gakin 1913 1913 100 100 100
8 Cakupan balita gizi buruk mendapat 5 5 100 100 100

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 16


perawatan
9 Cakupan ASI Eksklusif 854 444 51.99 80 64.99
CAKUPAN VARIABEL 1.D.
E. UPAYA PENCEGAHAN & P2M
PELAYANAN IMUNISASI DASAR
1 Cakupan BCG 1272 1246 97.96 85 115.24
2 Cakupan DPTHB 1 1272 1260 99.06 85 116.54
3 Cakupan DPTHB 3 1272 1173 92.22 85 108,49
4 Cakupan Polio 4 1272 1180 92,77 85 109.14
5 Cakupan Campak 1272 1159 91,12 85 107,20
PELAYANAN IMUNISASI LANJUTAN
6 Cakupan BIAS DT 1362 1331 97,72 95 102,87
7 Cakupan BIAS TD 2653 2620 98,76 95 103,95
8 Cakupan BIAS Campak 1420 1356 95,49 95 100,52
9 Cakupan Pelayanan Imunisasi Ibu Hamil 1355 1231 90,85 85 106,88
TT2+
10 Cakupan Desa/ Kelurahan Universal Child 9 9 100 100 100
Immunization (UCI)
11 Cakupan Sistem Kewaspadaan Dini 0 0 0 90 0
12 Cakupan Surveilans Terpadu Penyakit 5 5 100 100 100
13 Cakupan Pengendalian KLB 0 0 0 100 0
PENEMUAN DAN PENANGANAN
PENDERITA PENYAKIT
14 Cakupan Penderita Peneumonia Balita 243 224 92,18 100 92,18
15 Cakupan Penemuan Pasien baru TB BTA 46 38 82,61 100 82,61
Positif
16 Cakupan Kesembuhan Pasien TB BTA 38 25 65,79 100 65,79
Positif
17 Cakupan Penderita DBD yang ditangani 0 3 0 0 0
18 Cakupan Penemuan Penderita Diare 51040 1850 3,62 100 3,62
CAKUPAN VARIABEL 1.E.

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 17


F. UPAYA PENGOBATAN
1 Kunjungan Rawat Jalan 33.480 36.760 109.80 100 109.80
2 Kunjungan Rawat Jalan Gigi 2118 1623 76,63 100 76.63
3 Cakupan jumlah seluruh Pemeriksaan 10.980 8039 73.21 80 91,52
Laboratorium Puskesmas
4 Cakupan Jumlah Pemeriksaan Laboratorium 0 0 0 0 0
yang dirujuk
5 BOR 5215 4921 94,36 100 94,36
CAKUPAN VARIABEL 1.F.
CAKUPAN VARIABEL 1.
Prognosa : November : Pencapaian /11 * 12
b. Pelayanan (berdasarkan kelompok)
KINERJA PELAYANAN TH. 2015
Realisasi KET
NO. KEL. PELAYANAN SATUAN
Target (S/D Bln Prognosa (%)
Nov)
1 Kunjungan Rwt Jalan 33.480 36,76 34092 109,80
Kunjungan rawat 5215 10%dr 4921 94,36
2 inap rwt jln
3 Kunjungan IGD 483 483 526.9.
4 Pasien PONED 479 479 522.5
5 Kunjungan Pustu 50175 5838 1.39
2. Keuangan
memuat pencapaian semua aspek kinerja keuangan, dengan membandingkan antara
realisasi dan anggaran, sekurang-kurangnya meliputi:
 pendapatan;
 biaya;
 investasi;
 pendanaan; dan
 analisis keuangan lainnya, seperti:
- likuiditas meliputi rasio lancar, rasio cepat, rasio kas;
- solvabilitas meliputi rasio hutang terhadap ekuitas, rasio hutang terhadap aset;

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 18


- aktivitas meliputi perputaran aset, perputaran piutang, perputaran persediaan;
- rentabilitas meliputi pendapatan operasional dibagi biaya operasional (POBO),
rasio proporsi pendapatan;
- produktivitas (hasil produksi setiap unit pelayanan dibagi dengan sumber daya
yang digunakan dalam rupiah);
- efisiensi (output dibandingkan input)

a. Realisasi Pendapatan

REALISASI
NO JENIS PENDAPATAN Januari – Des 2016

1 RETRIBUSI PELAYANAN 0
2 APBN (BOK) 414.615.000 398.800.000
3 KAPITASI JKN 0
4 NON KAPITASI RAWAT INAP PERSALINAN 0
JUMLAH 0

b. Realisasi Biaya
Realisasi Total Biaya
Anggaran Realisasi s/d Prog
Thn 2015 Desember nosa
Komponen Biaya Capaian Ket
2015 Thn
2016
1 2 3 4 5=(4)/(2) 6
A. Biaya Pelayanan
1. Biaya pegawai 2.700.000
2. Biaya bahan1 251.037.000
3. Biaya jasa pelayanan 1.056.722.800
4. Biaya pemeliharaan 31.000.000
5. Biaya barang dan jasa
6. Biaya depresiasi
7. Biaya pelayanan lainnya 10.320.000
B. Biaya Umum Dan
Administrasi
1. Biaya pegawai 1.200.000
2. Biaya administrasi kantor 33.964.114
3. Biaya pemeliharaan 1.000.000

1
Termasuk harga pokok barang yang dijual.

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 19


Anggaran Realisasi s/d Prog
Thn 2015 Desember nosa
Komponen Biaya Capaian Ket
2015 Thn
2016
1 2 3 4 5=(4)/(2) 6
4. Biaya barang dan jasa 50.159.000
5. Biaya promosi
6. Biaya depresiasi
7. Biaya umum dan 22.200.000
administrasi lainnya.
C. Biaya Non Operasional
1. Biaya bunga
2. Biaya administrasi bank
3. Kerugian penjualan aset
4. Kerugian penurunan nilai
5. Biaya non operasional
lainnya
Jumlah Biaya (A+B+C)

c. Pencapaian Program Investasi dan Pendanaan


1). Investasi
Anggaran Th. Realisasi s.d Capaian
No Jenis Investasi Ket
2015 Juni (%)
1. Pelepasan aset
a. Kendaraan 0 0
b. Mesin 0 0
c.dst............
2. Pencairan investasi
a. Pencairan deposito 0 0
b. Penjualan surat 0 0
berharga
c. dst............
Jumlah 0 0

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 20


Pengeluaran Investasi

SUMBER DANA, ANGGARAN, DAN REALISASI


Cap
aia
Jenis Lain-lain Jumla Ket
No n
Investasi Jasa layanan Hibah Kerjasama APBD APBN Pendapatan h
(%)
BLUD yang
sah
Ang
Angg Angg Angg gar Angg Rea Angg
Realis Realis Realis Realisasi Reali
aran aran aran an aran lisa aran
asi asi asi Sd Sd .des sasi
Th Th Th Th Th si Th
Sd... Sd... ... 2015 Sd ...
2015 2015 2015 201 2015 Sd.. 2015
5
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 17 18
6
1. Tanah
2. Peralatan dan 313.901.286
mesin
3. Gedung dan
bangunan
4. Kendaraan
5. Perlengkapan
dan peralatan
kantor
6. Jalan, irigasi,
dan jaringan
7. Aset sewa
guna usaha

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 21


8. Surat utang2
dan surat
modal3.
9. Deposito
jangka waktu
lebih dari 12
bulan
10. Sistem
Informasi
11. dst..............
Jumlah

2 Contoh surat utang: SUN (Surat Utang Negara), pembelian obligasi, SBI (Sertifikat Bank Indonesia)
3 Contoh surat modal: Saham

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 22


2) Pendanaan
a) Penerimaan Pendanaan
Anggaran Realisasi Capaian
No Jenis Pendanaan Ket
Tahun 2015 s.d..... (%)
1. Penarikan Pinjaman
dari ....
2. dst..............
Jumlah

Penjelasan Pencapaian Kinerja :


........................................................................................................................................
........................................................................................................................................

b) Pengeluaran Pendanaan
Jenis Anggaran Realisasi Capaian
No Ket
Pendanaan Tahun 2015 s.d..... (%)
1. Pembayaran
utang kepada.....
2. dst..............

D. LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2015


1. NERACA

NERACA
PER 31 DESEMBER 2015

ANGGARAN REALISASI PROGNOSA SELISIH


KOMPONEN 2015 s/d Des TH. 2016 %
I ASET
A Aset Lancar
1) Kas dan Setara 589.396.496 589.396.496
Kas
2) Investasi jk. 0 0
Pendek
3) Piutang Usaha 0 0
4) Piutang Lain-lain 0 0
5) Persediaan 33.751.517 33.751.517
6) Uang Muka 0 0
7) Pendapatan Yang Masih 108.653.088 108.653.088
Harus Diterima
8) dst........
Jumlah Aset Lancar 731.801.101 731.801.101
B Investasi Jangka Panjang

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 23


ANGGARAN REALISASI PROGNOSA SELISIH
C AsetKOMPONEN
Tetap
1) Tanah 248.571.000 248.571.000
2) Bangunan & Gedung 455.199.996 455.199.996
3) Peralatan & 789.060.854 789.060.854
Mesin
4) Kendaraan 9.000.000 9.000.000
5) Perlengkapan dan 780.060.854 780.060.854
Peralatan Kantor
6) Jalan, irigasi dan 0 0
peralatan kantor
7) Pengadaan barang dan
jasa
Jumlah Aset Tetap 0 0
Akumulasi Penyusutan 0 0
Nilai Buku Aset Tetap 0 0

D Aset Lain-Lain
1) Aset tak berwujud
Konstruksi dalam
2) pengerjaan

Jumlah Aset Lain-Lain


JUMLAH ASET ( A + B + C+D ) 3.013.693.805 3.013.693.805

II KEWAJIBAN
A Kewajiban Jangka Pendek
1) Hutang Usaha
2) Hutang Pajak
3) Biaya Yang Masih Harus 2.702.005 2.702.005
Dibayar
4) Hutang Jangka Panjang
Yang Jatuh Tempo
dalam Satu Tahun
5) Pendapatan yang
Diterima Dimuka
6) Dst………..
Jumlah Kewajiban Jangka
Pendek

B Kewajiban Jangka Panjang


1 Hutang jangka panjang
) yang jatuh tempo lebih
dari satu tahun
Dst……..

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 24


ANGGARAN REALISASI PROGNOSA SELISIH
2) KOMPONEN
Jumlah Kewajiban Jangka
Panjang
JUMLAH KEWAJIBAN (A+B) 0 0 0 0
II EKUITAS
I
1 Ekuitas tidak terikat
)
a. Ekuitas Awal
b. Surplus (deficit)
sampai dengan periode
tahun lalu
c. Surplus (defisit)
tahun berjalan
2 Terikat Permanen
)
3 Terikat Kontemporer
)
4 Hibah
)
5 Donasi
)
6 Dst…….
)
Jumlah Ekuitas
JUMLAH KEWAJIBAN DAN 0
EKUITAS (II+III)

2. LAPORAN OPERASIONAL
LAPORAN OPERASIONAL
TAHUN 2015

No ANGGARAN REALISASI PROGNOSA SELISI


KOMPONEN
H
TH. 2015 s/d Des 2015 TH. 2016 %
A. PENDAPATAN BLUD
1) Jasa Layanan 89.422.000 89.422.000 retribu
si
2) Hibah
3) Hasil Kerjasama
4) Pendapatan dari APBD 1.522.236.481 1.522.236.481
5) Pendapatan dari APBN 221.450.000 221.450.000 Bok
6) Lain-lain Pendapatan
BLUD yang Sah

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 25


JUMLAH 1.833.108.481 1.833.108.481
PENDAPATAN
B BIAYA OPERASIONAL
1) Biaya Pelayanan
2) Biaya Umum dan
Administrasi
JUMLAH BIAYA
OPERASIONAL (1+2)
SURPLUS (DEFISIT) SETELAH
BIAYA OPERASIONAL (A-B)
C PENDAPATAN NON
OPERASIONAL
D BIAYA NON
OPERASIONAL
SURPLUS (DEFISIT) SEBELUM
POS KEUNTUNGAN/KERUGIAN
SURPLUS (DEFISIT) SEBELUM
POS-POS LUAR BIASA
1) Pendapatan dari
Kejadian Luar Biasa
2) Biaya dari Kejadian
Luar Biasa
SURPLUS (DEFISIT) TAHUN
BERJALAN BERSIH

3. LAPORAN ARUS KAS

LAPORAN ARUS KAS


TAHUN 2015
(Metode langsung)
REALISASI
No. KOMPONEN ANGGARAN s/d Des PROGNOSA SELISIH
2015
TH. 2015 (Rp) TH. 2016 %
A ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASIONAL
Arus Masuk
1 Jasa Layanan
2 Hibah
3 Hasil Kerjasama
4 Pendapatan dari APBD
5 Pendapatan dari APBN
6 Lain-lain Pendapatan BLUD
yang Sah
Arus Keluar

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 26


1 Biaya Pelayanan
2 Biaya Umum dan Administrasi
3 Biaya Lain-lain
Arus Kas Bersih dari Aktivitas
Operasional
B ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Arus Masuk
1 Hasil Penjualan Aset Tetap
2 Hasil Investasi
3 Dst ................
Arus Keluar
1 Perolehan Aset Tetap
2 Pembelian Investasi
3 Perolehan Aset Lainnya
4 Dst ................
Arus Kas Bersih dari Aktivitas
Investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
C PENDANAAN
1 Penerimaan Pinjaman dari ….
2 Dst. ….....
Arus Kas Keluar
Pembayaran pinjaman kepada
1 .....
2 Dst. ............
Arus Kas Bersih dari Aktivitas
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Kas Bersih
Kas dan Setara Kas Awal
Kas dan Setara Kas Akhir

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 27


4. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

a. Umum
Dalam penyajian catatan atas laporan keuangan akhir tahun Puskesmas
Bayongbong sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), jenis transaksinya
meliputi : pendapatan retribusi, belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan
belanja modal.
Laporan keuangan yang disajikan mengacu pada karakteristik kualitatif laporan
keuangan yang merupakan ukuran-ukuran normatif yang perlu diungkapkan dalam
penyajian informasi akuntansi sehingga dapat memenuhi tujuannya. Adapun
karakteristik tersebut antara lain :
a. Relevan, apabila informasi yang termuat didalamnya dapat mempengaruhi
keputusan pengguna dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa
lalu atau masa kini, dan memprediksi masa depan, serta menegaskan atau
mengoreksi hasil evaluasi mereka dimasa lalu. Dengan demikian, informasi
laporan keuangan yang relevan dapat dihubungkan dengan maksud
penggunaannya.
b. Andal, yaitu laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan
kesalahan material, menyajikan setiap fakta secara jujur serta dapat diverifikasi.
c. Dapat dibandingkan, yaitu informasi yang termuat dalam laporan keuangan akan
lebih berguna jika dapat dibandingkan.
d. Dapat dipahami, yaitu informasi disajikan dalam laporan keuangan dapat
dipahami oleh pengguna dan dinyatakan dalam bentuk serta istilah yang
disesuaikan dengan batas pemahaman para pengguna.
b. Kebijakan Akuntansi

Berikut ini disajikan delapan prinsip yang digunakan dalam pencatatan


akuntansi dan pelaporan UPTD Puskesmas Bayongbong tahun anggaran 2015, yaitu
:
Basis akuntansi (accounting basis);

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 28


a. Basis akuntansi yang digunakan adalah basis kas untuk pengakuan pendapatan,
belanja, dan pembiayaan dalam laporan realisasi anggaran; dan basis akrual
untuk pengakuan aset, kewajiban dan ekuitas dalam neraca.
b. Basis Kas untuk laporan realisasi anggaran berarti bahwa belanja diakui pada
saat kas dikeluarkan dari rekening kas umum UPTD Puskesmas atau entitas
pelaporan.
c. Basis akrual untuk neraca berarti bahwa aset, kewajiban dan ekuitas dana diakui
dan dicatat pada saat terjadinya transaksi atau pada saat kejadian.
d. Nilai historis;
a) Aset dicatat sebesar pengeluaran kas dan setara kas yang dibayar atau
sebesar nilai wajar dari imbalan (consideration) untuk memperoleh aset
tersebut pada saat perolehan. Kewajiban dicatat sebesar jumlah kas dan
setara kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk melunasi kewajiban
dimasa yang akan datang dalam pelaksanaan kegiatan UPTD
b) Nilai historis lebih dapat diandalkan daripada penilaian yang lain karena lebih
objektif dan dapat diverifikasi
e. Realisasi;
a) Pendapatan yang tersedia yang telah diotorisasikan melalui anggaran
pemerintah daerah selama satu tahun anggaran akan digunakan untuk
membiayai belanja yang terjadi dalam periode tersebut.
b) Prinsip layak temu biaya-pendapatan (matching-cost against revenue principle)
dalam akuntansi pemerintahan tidak mendapat penekanan sebagaimana
dipraktekkan dalam akuntansi komersial.
f. Substansi mengungguli bentuk formal
Informasi dimaksudkan untuk menyajikan dengan wajar transaksi serta peristiwa
lain yang seharusnya disajikan, maka peristiwa tersebut harus dicatat dan
disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi, bukan hanya mengikuti
aspek formalitas.

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 29


g. Periodisitas
a) Kegiatan akuntansi dan pelaporan keuangan entitas UPTD perlu dibagi
menjadi periode-periode pelaporan sehingga kinerja entitas dapat diukur dan
posisi sumber daya yang dimilikinya dapat ditentukan.
b) Periode pelaporan keuangan yang digunakan adalah tahunan.
h. Konsistensi;
a) Perlakuan akuntansi yang sama diterapkan pada kejadian yang serupa dari
periode ke periode oleh suatu entitas pelaporan (prinsip konsistensi internal).
Hal ini tidak berarti bahwa tidak boleh terjadi perubahan dari satu metode
akuntansi ke metode akuntansi yang lain.
b) Metode akuntansi yang dipakai dapat diubah dengan syarat bahwa metode
yang baru diterapkan harus menunjukkan hasil yang lebih baik dari metode
yang lama. Pengaruh atas perubahan penerapan metode ini harus
diungkapkan dalam laporan keuangan.
i. Pengungkapan lengkap;
Laporan keuangan harus menyajikan secara lengkap informasi yang dibutuhkan
oleh pengguna. Informasi yang dibutuhkan oleh pengguna laporan keuangan
dapat ditempatkan pada lembar muka (on the face) laporan keuangan atau
catatan atas laporan keuangan.
j. Penyajian wajar
a) Laporan keuangan harus menyajikan dengan wajar laporan realisasi
anggaran, neraca, arus kas dan catatan atas laporan keuangan UPTD
Puskesmas Bayongbong
b) Faktor pertimbangan sehat bagi penyusun laporan keuangan diperlukan ketika
menghadapi ketidakpastian peristiwa dan keadaan tertentu. Ketidakpastian
seperti itu diakui dengan mengungkapkan hakikat serta tingkatnya dengan
menggunakan pertimbangan sehat dalam penyusunan laporan keuangan.
Pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan
prakiraan dalam kondisi ketidakpastian sehingga aset atau pendapatan tidak
dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban tidak dinyatakan terlalu rendah.

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 30


c. Penjelasan atas pos-pos laporan keuangan.

1) Kas dan setara kas, terdiri dari :

Realisasi Selisih
Anggaran
Uraian s.d Prognosa (%)
Thn. 2015
Desember
2015
Kas di bendahara
penerimaan
Giro Bank BJB
Tabungan Bank ...
Deposito Bank .....
Jumlah

2) Piutang usaha, terdiri dari :

Anggaran Realisasi Selisih


Uraian Prognosa
Thn. 2015 s.d Nop (%)

Piutang kepada bpjs


Piutang kepada .....
Jumlah

d. Penjelasan Atas Informasi-Informasi Non Keuangan.

REALISASI
KOMPONEN Ket
s/d Des
I ASET
1 Aset Tetap
1) Tanah
2) Bangunan & Gedung
3) Peralatan &
Mesin
4) Kendaraan
5) Konstruksi dalam
pengerjaan
6) Jalan, irigasi dan
peralatan kantor
7) Dst..........
Jumlah Aset Tetap
Nilai Buku Aset Tetap

RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 31


RBA UPTD Puskesmas Bayongbong Page 32