Anda di halaman 1dari 6

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/304111314

Perspektif Pengembangan Wilayah & Kota

Book · June 2016

CITATIONS READS
0 945

2 authors:

Prananda Navitas Eko Budi Santoso


Queensland University of Technology Institut Teknologi Sepuluh Nopember
12 PUBLICATIONS   9 CITATIONS    53 PUBLICATIONS   27 CITATIONS   

SEE PROFILE SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Ecological Fooprint in GKS Region, East Java View project

Planning for Natural Hazard Risk Mitigation and Improved Disaster Resilience in the Built Environment: Bushfire-prone Areas in South East Queensland View project

All content following this page was uploaded by Eko Budi Santoso on 17 August 2018.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


BAB .....

Daftar Isi

PERSEMBAHAN v
Kata Pengantar vii
Daftar Isi ix
Daftar Gambar xv
Daftar Tabel xix
Bab 1 Kawasan Waterfront Perkotaan: Prinsip dan Langkah 1
Perancangan
Prananda Navitas dan Mochamad Yusuf *)
1.1 Berawal dari Tepi Air 1
1.2 Pertemuan Air dan Daratan 3
1.3 Kriteria Kawasan Waterfront 3
1.4 Tipologi Kawasan Waterfront 3
1.5 Fungsi Kawasan Waterfront 4
1.6 Faktor-faktor yang Memengaruhi Pengembangan 4
Waterfront
1.7 Progresi Perkembangan Kawasan Waterfront 5
1.8 Isu dan Permasalahan dalam Pengembangan 16
Waterfront
1.9 Prinsip Pengembangan Kawasan Waterfront 17
1.10 Langkah-langkah Merancang Kawasan Waterfront 19
1.11 Kriteria keberhasilan 28
Daftar Pustaka 30
x Perspektif Pengembangan Wilayah dan Kota

Bab 2 Daya Saing Kota: Konsep dan Aplikasi dalam 33


Pembangunan Perkotaan
Eko Budi Santoso *)
2.1 Pendahuluan 33
2.2 Konsep Teoritis Daya Saing Daerah dan Kota 35
2.3 Ukuran Daya Saing Daerah dan Kota 37
2.3 Indeks Daya Saing Kota sebagai Benchmark dalam 43
Pembangunan Perkotaan
Daftar Pustaka 44
Bab 3 Administrasi Pertanahan, Aspek yang Sering Diabaikan 47
dalam Penataan Ruang
Mulyono Sadyohutomo *)
3.1 Persoalan Pertanahan dalam Penataan Ruang 47
3.2 Esensi Kata Tanah dan Agraria 50
3.3 Lingkup Administrasi Pertanahan 53
3.4 Status Tanah (Land Title) 56
3.5 Jenis-jenis Hak Atas Tanah (Land Rights) 59
3.6 Kaitan Administrasi Pertanahan dengan Penataan 67
Ruang
3.7 Pengendalian Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah 78
3.8 Perpajakan Tanah 87
3.9 Rangkuman 90
Daftar Pustaka 91
Bab 4 Lahan Terlantar di Perkotaan: Eksplorasi 93
Permasalahan dan Upaya Penanganannya
Putu Gde Ariastita *)
4.1 Urgensi Penanganan Lahan Terlantar di Perkotaan 93
4.2 Eksplorasi Konsep Teoritik Lahan Terlantar 96
4.3 Struktur Persoalan Lahan Terlantar 98
4.4 Prinsip Penanganan Lahan Terlantar 101
4.5 Landasan Penanganan Lahan Terlantar 101
4.6 Perangkat Penanganan Lahan Terlantar 103
4.7 Upaya Penanganan Lahan Terlantar di Perkotaan 104
Daftar Isi xi

4.8 Kesimpulan dan Rekomendasi 109


Daftar Pustaka 110
Bab 5 Pemintakatan Kawasan Pengembangan Bangunan 111
Tinggi di Wilayah Surabaya Timur
Heru Purwadio, Putu Gde Ariastita, Haryo Sulistyarso
5.1 Pendahuluan 111
5.2 Gambaran Wilayah Studi 113
5.3 Metode Pendekatan 115
5.4 Faktor-faktor yang Memengaruhi Pengembangan 117
Kawasan Bangunan Bertingkat
5.5 Penentuan Faktor-faktor Prioritas Pengembangan 119
Kawasan Bangunan Tinggi
Kesimpulan 130
Daftar Pustaka 130
Bab 6 Usaha Meningkatkan Pemanfaatan Rencana Tata 133
Ruang dalam Mekanisme Perencanaan Program
Pembangunan di Kota/Kabupaten
Sardjito
6.1 Pendahuluan 133
6.2 Eksplorasi Faktor yang Memengaruhi Pemanfaatan 138
Rencana Tata Ruang dalam Mekanisme Perencanaan
Program Pembangunan
6.3 Pengetahuan dan Pemahaman Masyarakat terhadap 139
Rencana Tata Ruang
6.4 Peserta Pernah Membaca Dokumen Rencana 141
Tata Ruang
6.5 Kualitas Dokumen Rencana Tata Ruang 142
6.6 Kualitas Aparat dan Kelembagaan 145
6.7 Kualitas Peserta Forum Rakorbang 146
6.8 Perubahan dan Kecenderungan (Trend) 147
Perkembangan
6.9 Perubahan dan/atau Penyempurnaan Peraturan dan 148
/atau Rujukan Sistem Penataan Ruang yang Berlaku
xii Perspektif Pengembangan Wilayah dan Kota

6.10 Perubahan Kebijaksanaan Strategis Formal dan 148


/atau Sektoral yang Berdampak pada Pengalokasian
Pembangunan
6.11 Perubahan dan/atau Pergeseran Nilai yang Berlaku 148
di Masyarakat
6.12 Penyebarluasan Dokumen Rencana Tata Ruang 149
6.13 Penggunaan Rencana Tata Ruang 149
6.14 Perumusan Pemanfaatan Rencana Tata Ruang 150
6.15 Upaya Peningkatan Pemanfaatan Rencana Tata 151
Ruang dalam Penyusunan Rencana Program
Pembangunan
Bab 7 Regionalisasi Pengelolaan Permukiman Kumuh pada 159
Aspek Infrastruktur dan Kelembagaan di Kabupaten
Pekalongan
Dana Adisukma *)
7.1 Pendahuluan 159
7.2 Pendekatan dalam Identifikasi Potensi dan 160
Permasalahan Kawasan Permukiman Kumuh
Penyangga Kota Metropolitan
7.3 Tinjauan Tentang Wilayah/Region dan Perwilayahan 162
/ Regionalisasi
7.4 Tinjauan Tentang Kawasan dan Permukiman Kumuh 164
7.5 Kondisi Wilayah Kabupaten Pekalongan 165
7.6 Permasalahan Permukiman Kumuh di Kabupaten 176
Pekalongan
7.7 Prioritas Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh 184
Kesimpulan 200
Daftar Pustaka 201
Bab 8 Pengarusutamaan Pendidikan untuk Pembangunan 203
Berkelanjutan di Pendidikan Tinggi
Rulli Pratiwi Setiawan
8.1 Pendahuluan 203
Daftar Isi xiii

8.2 Tinjauan Literatur Pendidikan untuk Pembangunan 205


Berkelanjutan dan Penetapan Dekade Pendidikan
untuk Pembangunan Berkelanjutan
8.3 Implementasi ESD di Pendidikan Tinggi 206
8.3 Peran Pendidikan Tinggi dalam Mewujudkan Masa 208
Depan yang Lebih Baik
8.4 Peran Pendidikan Tinggi dalam Mewujudkan Masa 208
Depan yang Lebih Baikketerkaitan Tujuan Dekade
Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan
dengan Tahap Pembelajaran dan Kompetensi
Perencana 208
8.5 Peran Pendidikan Tinggi dan Mahasiswa Sebagai 210
Agen Perubahan
8.6 Implementasi ESD di Pendidikan Tinggi Sebagai 211
Upaya Pengarusutamaan
8.7 Keberlanjutan Dekade Pendidikan untuk
Pembangunan Berkelanjutan dalam Kerangka
Sustainable Development Goals (Sdg’s) 214
Kesimpulan 215
Daftar Pustaka 215

-oo0oo-

View publication stats