Anda di halaman 1dari 6

PENILAIAN KESADARAN

No. Dokumen:
SOP SOP/UKP.KK.01-PKM KJ/2018
No. Revisi : 00
Puskesmas Tanggal Terbit : 04 Januari 2018 Ditetapkan oleh
Kecamatan Halaman : 1 dari 3 Drg. Junaidah
Kebon Jeruk Kepala Puskesmas : NIP.
196507171992032009

1. Pengertian Penilaian kesadaran adalah prosedur bagi petugas pemberi pelayanan


medis untuk menilai tingkat kesadaran pasien, baik secara kualitatif (alert,
verbal, pain, unresponsive) dan kuantitatif (Glasgow Coma Scale/GCS
dengan menyebutkan hasil Eye Movement Verbal)
2. Tujuan Sebagai acuan langkah - langkah dalam pelaksanaan penilaian
kesadaran pasien bagi petugas kesehatan
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk No. 5 tahun 2018
tentang Kebijakan Pelayanan Klinis di Puskesmas Kecamatan Kebon
Jeruk
4. Referensi KMK RI No. 514 Tahun 2015 tentang Panduan Praktek Klinis bagi Dokter
di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
5. Prosedur/ 1. Petugas mencuci tangan dan menggunakan alat pelindung diri
Langkah- 2. Petugas melihat apakah pasien membuka mata spontan (alert)
langkah 3. Bila mata pasien terbuka (Eye):
3.1 Petugas meminta pasien menyebutkan nama atau identitas lainnya
untuk menilai verbal pasien (Verbal)
3.2 Petugas meminta pasien mengangkat tangan atau kakinya untuk
menilai gerakan (Movement)
4. Bila mata pasien tertutup, petugas memanggil nama pasien dan atau
meminta pasien membuka mata (verbal).
4.1.1.1 Bila pasien merespon, petugas melakukan penilaian verbal
dan gerakan pasien
4.1.1.2 Bila pasien tidak merespon, petugas melakukan rangsang
nyeri dengan menekan daerah sternum (pain)
5. Petugas memberikan skor untuk pemeriksaan Eye, yaitu :
5.1 Petugas memberi skor 4, jika pasien membuka mata spontan
tanpa ransangan
5.2 Petugas memberi skor 3, jika pasien membuka mata setelah
diperintahkan
PENILAIAN KESADARAN

No. Dokumen:
SOP SOP/UKP.KK.01-PKM KJ/2018
No. Revisi : 00
Puskesmas Tanggal Terbit : 04 Januari 2018 Ditetapkan oleh
Kecamatan Halaman : 2 dari 3 Drg. Junaidah
Kebon Jeruk Kepala Puskesmas : NIP.
196507171992032009

5. Prosedur/ 5.3 Petugas memberi skor 2, jika pasien membuka mata setelah
Langkah- diberikan rangsangan nyeri
langkah 5.4 Petugas memberi skor 1, jika pasien tetap tidak membuka mata
setelah diberikan rangsang nyeri
6. Petugas memberikan skor untuk pemeriksaan Movement, yaitu :
6.1 Petugas memberikan skor 6, jika pasien dapat bergerak mengikuti
perintah petugas
6.2 Petugas memberikan skor 5, jika pasien berespon mendekati arah
rangsang nyeri
6.3 Petugas memberikan skor 4, jika pasien melakukan gerakan
menghindar saat petugas memberikan ransang nyeri
6.4 Petugas memberikan skor 3, jika pasien memperlihatkan gerakan
flexi abnormal tungkai/lengan saat petugas memberi ransang nyeri
6.5 Petugas memberikan skor 2, jika pasien memperlihatkan gerakan
ekstensi abnormal tungkai/lengan saat petugas memberi ransang
nyeri
6.6 Petugas memberikan skor 1, jika pasien tidak ada respon gerakan
saat petugas memberi ransang nyeri
7. Petugas memberikan skor untuk pemeriksaan Verbal, yaitu :
7.1 Petugas memberikan skor 5, jika pasien bisa menjawab
pertanyaan petugas dengan benar
7.2 Petugas memberikan skor 4, jika pasien menjawab dengan
bingung pertanyaan petugas (disorientasi waktu dan tempat)
7.3 Petugas memberikan skor 3, jika pasien hanya dapat
mengucapkan satu kata seperti “aduh” atau “sakit”
7.4 Petugas memberikan skor 2, jika pasien hanya memberikan
respon satu suku kata/ mengerang
7.5 Petugas memberikan skor 1, jika pasien tidak memberikan respon
sama sekali
8. Petugas mencatat hasil pemeriksaan dalam rekam medis
PENILAIAN KESADARAN

No. Dokumen:
SOP SOP/UKP.KK.01-PKM KJ/2018
No. Revisi : 00
Tanggal Terbit : 04 Januari 2018
Puskesmas Halaman : 3 dari 3 Ditetapkan oleh
Kecamatan Kepala Puskesmas : Drg. Junaidah
Kebon Jeruk NIP.
196507171992032009

6. Bagan Alir
Cuci tangan dan
gunakan APD

YA Lihat apakah
TIDAK
pasien
membuka mata
spontan

Minta pasien menyebutkan Panggil/minta pasien


nama/identitas YA membuka mata, lihat
lain/keluhannya apakah pasien berespon

Minta pasien untuk


mengangkat TIDAK
tangan/kakinya

YA Lakukan ransang nyeri


Berikan skoring dengan menekan
menggunakan Glasgow sternum, lihat apakah
Coma Scale* pasien berespon

TIDAK
Catat hasil dalam
rekam medis
*Glasgow Coma Scale
pasien
Eye
4 = buka mata spontan
3 = buka mata dengan ransang verbal
2= buka mata dengan rangsangan nyeri
1= tidak ada respon

Movement
6= dapat bergerak mengikuti perintah
5= dapat melokalisir nyeri
4= respon menghindari nyeri/ flexi normal
3= flexi tungkai abnormal terhadap ransang nyeri
2= ekstensi abnormal terhadap ransang nyeri
1= tidak ada respon

Verbal
5=bicara normal
4=bicara bingung/disorientasi waktu
3=bicara kata-kata kacau/ hanya satu suku kata
2=hanya mengerang/suara tidak tentu
1= tidak ada respon

Riwayat Perubahan Dokumen


No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai diberlakukan
PENILAIAN KESADARAN

No. Dokumen:
DAFTAR DT/UKP.KK.01-PKM KJ/2018
TILIK No. Revisi : 00
Tanggal Terbit : 04 Januari 2018
Puskesmas Halaman : 1 dari 3 Ditetapkan oleh
Kecamatan Kepala Puskesmas : Drg. Junaidah
Kebon Jeruk NIP.
196507171992032009

Unit : .........................................................................................

Nama Petugas : .........................................................................................

Tanggal Pelaksanaan : .........................................................................................

Tidak
Langkah Kegiatan Ya Tidak
berlaku
1. Apakah petugas mencuci tangan dan menggunakan alat
pelindung diri?
2. Apakah petugas melihat apakah pasien membuka mata spontan
(alert)?
3. Bila mata pasien terbuka (Eye):
3.1 Apakah petugas meminta pasien menyebutkan nama atau
identitas lainnya untuk menilai verbal pasien (Verbal)?
3.2 Apakah petugas meminta pasien mengangkat tangan atau
kakinya untuk menilai gerakan (Movement)?
4. Bila mata pasien tertutup, apakah petugas memanggil nama
pasien dan atau meminta pasien membuka mata (verbal)?
4.1 Bila pasien merespon, apakah petugas melakukan penilaian
verbal dan gerakan pasien?
4.2 Bila pasien tidak merespon, apakah petugas melakukan
rangsang nyeri dengan menekan daerah sternum (pain)?
5. Apakah petugas memberikan skor untuk pemeriksaan Eye, yaitu
5.1 Apakah petugas memberi skor 4, jika pasien membuka mata
spontan tanpa ransangan?
5.2 Apakah petugas memberi skor 3, jika pasien membuka mata
setelah diperintahkan?
PENILAIAN KESADARAN

No. Dokumen:
DAFTAR DT/UKP.KK.01-PKM KJ/2018
TILIK No. Revisi : 00
Puskesmas Tanggal Terbit : 04 Januari 2018
Kecamatan Halaman : 2 dari 3 Ditetapkan oleh

Kebon Jeruk Kepala Puskesmas : Drg. Junaidah


NIP.
196507171992032009

Tidak
Langkah Kegiatan Ya Tidak
berlaku
5.3 Apakah petugas memberi skor 2, jika pasien membuka mata
setelah diberikan rangsangan nyeri?
5.4 Apakah petugas memberi skor 1, jika pasien tetap tidak
membuka mata setelah diberikan rangsang nyeri?
6. Apakah petugas memberikan skor untuk pemeriksaan
Movement, yaitu :
6.1 Apakah petugas memberikan skor 6, jika pasien dapat
bergerak mengikuti perintah petugas?
6.2 Apakah petugas memberikan skor 5, jika pasien berespon
mendekati arah rangsang nyeri?
6.3 Apakah petugas memberikan skor 4, jika pasien melakukan
gerakan menghindar saat petugas memberikan ransang
nyeri?
6.4 Apakah petugas memberikan skor 3, jika pasien
memperlihatkan gerakan flexi abnormal tungkai/lengan
saat petugas memberi ransang nyeri?
6.5 Apakah petugas memberikan skor 2, jika pasien
memperlihatkan gerakan ekstensi abnormal tungkai/lengan
saat petugas memberi ransang nyeri?
6.6 Apakah petugas memberikan skor 1, jika pasien tidak ada
respon gerakan saat petugas memberi ransang nyeri?
7. Apakah petugas memberikan skor untuk pemeriksaan Verbal,
yaitu :
PENILAIAN KESADARAN

No. Dokumen:
DAFTAR DT/UKP.KK.01-PKM KJ/2018
TILIK No. Revisi : 00
Puskesmas Tanggal Terbit : 04 Januari 2018
Kecamatan Halaman : 3 dari 3 Ditetapkan oleh

Kebon Jeruk Kepala Puskesmas : Drg. Junaidah


NIP.
196507171992032009

Tidak
Langkah Kegiatan Ya Tidak
berlaku
7.1 Apakah petugas memberikan skor 5, jika pasien bisa
menjawab pertanyaan petugas dengan benar?
7.2 Apakah petugas memberikan skor 4, jika pasien menjawab
dengan bingung pertanyaan petugas (disorientasi waktu
dan tempat)?
7.3 Apakah petugas memberikan skor 3, jika pasien hanya
dapat mengucapkan satu kata seperti “aduh” atau “sakit”?
7.4 Apakah petugas memberikan skor 2, jika pasien hanya
memberikan respon satu suku kata/ mengerang?
7.5 Apakah petugas memberikan skor 1, jika pasien tidak
memberikan respon sama sekali?
8. Apakah petugas mencatat hasil pemeriksaan dalam rekam medis?
Jumlah
Tingkat Kepatuhan : ..........................%

Jakarta,........................................

Petugas Pemeriksa

________________________