Anda di halaman 1dari 14

TUGAS PERENCANAAN DAN EVALUASI KESEHATAN

ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH

KELOMPOK 3

Nama Kelompok:
1. Karina Dayanti P (185059027)

2. Tegus Adhi (185059031)

3. Muchammad Fadhli Syaddad (185059032)

4. Trias Kartika S (1850509034)

5. Choirunnisa (185059043)

6. Krisman N

S1-KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA
JAKARTA
A. PENGERTIAN MASALAH DAN PEMECAHAN MASALAH

1. MASALAH
Dalam kehidupan, masalah merupakan paket komplit yang harus ada
dalam menjalani kehidupan. Sebagai manusia, kita tidak bisa menghindari diri
dari masalah. Sebagian besar orang berpendapat bahwa masalah merupakan
sebuah kesialan atau sebuah bencana. Padahal jika dikaji lebih dalam,
masalah merupakan kendala persoalan yang harus dipecahkan, masalah
dapat dijadikan sebagai bentuk peluang untuk memperbaiki kelemahan yang
ada di dalam diri. Kita harus paham bahwa masalah yang dihadapi dapat
mendewasakan diri, namun tak jarang pula masalah dapat membuat orang
menjadi lebih buruk karena tidak dapat menyelesaikan masalah dengan baik.

Pengertian masalah Menurut Ahli

Untuk lebih memahami tentang pengertian masalah, berikut ini merupakan


definisi masalah menurut pendapat para ahli.

1. Menurut Irmansyah Effendi, masalah merupakan pelajaran ketika anda


sadar, sebagai kesadaran jiwa anda dapat melihat dengan mudah berbagai
kelemahan dan masalah hidup anda.

2. Menurut Hudojo, masalah merupakan pertanyaan kepada seseorang yang


mana orang itu tidak memiliki hukum yang dapat digunakan dengan segera
untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut.

3. Menurut Istijanto, masalah merupakan bagian penting dalam suatu proses


riset, karena masalah dapat menghadirkan petunjuk berupa jenis informasi
yang nantinya akan sangat dibutuhkan.

4. Menurut Kartini Kartono, masalah merupakan sembarang situasi yang


memiliki sifat-sifat khas (karakteristik) yang belum mapan atau belum
diketahui untuk dipecahkan atau diketahui secara pasti.

5. Menurut KBBI, masalah merupakan sesuatu yang harus diselesaikan

6. Menurut Prajudi Atmosudirjo, masalah merupakan sesuatu yang


menyimpang dari apa yang di harapkan, direncanakan dan ditentukan
untuk dicapai sehingga masalah merupakan rintangan atau tantangan
menuju tercapainya sebuah tujuan.

7. Menurut Notoadmojo, masalah merupakan suatu kesenjangan antara apa


yang seharusnya terjadi dengan apa yang sudah terjadi tentang suatu
perihal, atau kesenjangan antara kenyataan yeng terjadi dengan yang
seharusnya terjadi serta harapan dan kenyataannya.

8. Menurut Dorothy Craig, masalah merupakan situasi atau kondisi yang akan
datang dan tidak diharapkan.

9. Menurut Roger Kaufman , masalah merupakan suatu kesenjangan yang


harus ditutup antara hasil yang dicapai pada saat ini atau sebelumnya
dengan hasil yang diharapkan.

2. PEMECAHAN MASALAH

Pemecahan masalah oleh Evans (1994) diartikan sebagai aktivitas


yang dihubungkan dengan penyeleksian sebuah cara yang cocok untuk
tindakan dan mengubah suasana sekarang menjadi suasana yang
dibutuhkan. Artinya dalam setiap tahapan penyelesaian masalah, dibutuhkan
sebuah filter dalam menentukan cara yang baik untuk menyelesaikan
masalah tersebut. Dengan menyaring berbagai persoalan yang ada,
seseorang akan dengan mudah dalam melakukan sebuah proses pemecahan
masalah dari berbagai masalah yang dihadapinya.

Masalah seringkali disebut orang sebagai kesulitan, hambatan,


gangguan, ketidakpuasan, atau kesenjangan. Secara umum dan hampir
semua ahli sepakat bahwa masalah adalah suatu kesenjangan antara situasi
sekarang dengan situasi yang akan datang atau tujuan yang diinginkan
(problem is a gap or discrepancy between present stante and future state or
desired goal). Keadaan sekarang sering pula disebut originsl state,
sedangkan keadaan yang diharapkan sering pula disebut final state. Jadi,
suatu masalah muncul apabila adal halangan atau hambatan
Pemecahan masalah menurut Robert W. Balley (1989: 116)
merupakan suatu kegiatan yang komplek dan tingkat tinggi dari proses mental
seseorang. Pemecahan masalah didefinisikan sebagai kombinasi dari
gagasan yang cemerlang untuk membentuk kombinasi gagasan yang baru, ia
mementingkan penalaran sebagai dasar untuk mengkombinasikan gagasan
dan mengarahkan kepada penyelesaian masalah. Ditambah pula bahwa,
seseorang yang telah banyak pengalanman untuk bidang tertentu selalu
memiliki respon

Jadi, pemecahan masalah merupakan suatu proses pemikiran dengan


tujuan terarah untuk menemukan jalan keluar dari sebuah masalah yang
dihadapi tersebut demi mencapai tujuan yang diinginkan, dengan melalui
enam proses tahapan penyelesaian masalah yang diantaranya adalah
mengidentifikasi, merepresentasi, merencanakan solusi, merealisasikan
rencana, mengevaluasi rencana dan mengevaluasi solusi

3. MANFAAT PEMECAHAN MASALAH


Menurut Djahiri (1983:133) metode problem solving memberikan beberapa
manfaat antara lain :
a) Mengembangkan sikap keterampilan siswa dalam memecahkan
permasalahan, serta dalam mengambil kepuutusan secara objektif dan
mandiri
b) Mengembangkan kemampuan berpikir para siswa, anggapan yang
menyatakan bahwa kemampuan berpikir akan lahir bila pengetahuan
makin bertambah
c) Melalui inkuiri atau problem solving kemampuan berpikir tadi diproses
dalam situasi atau keadaan yang bener – bener dihayati, diminati siswa
serta dalam berbagai macam ragam altenatif
d) Membina pengembangan sikap perasaan (ingin tahu lebih jauh) dan cara
berpikir objektif – mandiri, krisis – analisis baik secara individual maupun
kelompok
4. LANGKAH – LANGKAH METODE PEMECAHAN MASALAH (PROBLEM
SOLVING METHOD)

Penyelesaian masalah Menurut David Johnson dan Johnson dapat


dilakukan melalui kelompok dengan prosedur penyelesaiannya dilakukan
sebagai berikut (W.Gulo 2002 : 117):

1. Mendifinisikan Masalah
Mendefinisikan masalah di kelas dapat dilakukan sebagai berikut:
a) Kemukakan kepada siswa peristiwa yang bermasalah, baik melalui
bahan tertulis maupun secara lisan, kemudian minta pada siswa untuk
merumuskan masalahnya dalam satu kalimat sederhana (brain
stroming). Tampunglah setiap pendapat mereka dengan menulisnya
dipapan tulis tanpa mempersoalkan tepat atau tidaknya, benar atau
salah pendapat tersebut.
b)Setiap pendapat yang ditinjau dengan permintaan penjelasan dari
siswa yang bersangkutan. Dengan demikian dapat dicoret beberapa
rumusan yang kurang relevan. Dipilih rumusan yang tepat, atau
dirumuskan kembali (rephrase, restate) perumusan – perumusan yang
kurang tepat. akhirnya di kelas memilih satu rumusan yang paling tepat
dipakai oleh semua.
2. Mendiagnosis masalah
Setelah berhasil merumuskan masalah langkah berikutnya ialah
membentuk kelompok kecil, kelompok ini yang akan mendiskusikan
sebab – sebab timbulnya masalah
3. Merumuskan Altenatif Strategi
Pada tahap ini kelompok mencari dan menemukan berbagai altenatif
tentang cara penyelesaikan masalah. Untuk itu kelompok harus kreatif,
berpikir divergen, memahami pertentangan diantara berbagai ide, dan
memiliki daya temu yang tinggi
4. Menentukan dan menerapkan Strategi
Setelah berbagai altenatif ditemukan kelompok, maka dipilih altenatif
mana yang akan dipakai. Dalam tahap ini kelompok menggunakan
pertimbangan- pertimbangan yang cukup cukup kritis, selektif, dengan
berpikir kovergen
5. Mengevaluasi Keberhasilan Strategi
Dalam langkah terakhir ini kelompok mempelajari :
1) Apakah strategi itu berhasil (evaluasi proses)?
2) Apakah akibat dari penerapan strategi itu (evaluasi hasil) ?

B. ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH

1. Pengertian alternatif masalah

Pengertian alternatif adalah satu dari dua atau lebih cara untuk mencapai
tujuan atau akhir yang sama. Alternatif tidak harus menjadi pengganti dekat untuk
pilihan pertama (atau alternatif lain), atau harus memecahkan masalah dengan cara
tertentu. Contoh: bundling produk, promosi yang luas, harga yang lebih rendah,
garansi dan penawaran khusus adalah cara-cara alternatif untuk mencapai tujuan
yang sama yaitu pendapatan penjualan perusahaan yang lebih besar.

Pengertian alternatif pemecahan masalah adalah pilihan yang terdiri dari


beberapa rumusan yang dapat dijadikan sebagai sebuah solusi bagi permasalahan
yang tengah dihadapi. Alternatif pemecahan masalah seringkali disebut sebagai
alternatif solusi.

Masalah merupakan sebuah hal yang akan selalu muncul di dalam kehidupan
kita, di mana di dalam setiap kemunculannya kita akan dituntut untuk memiliki
sejumlah solusi atau alternatif dalam menyelesaikannya. Setiap orang tentu saja
akan memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menyelesaikan sebuah
masalah dan hal ini akan sangat bergantung pada pola pikir dan kemampuan
seseorang untuk menganalisa dan memilih sebuah jalan penyelesaian yang terbaik
bagi masalah tersebut. Di dalam hal ini akan sangat dibutuhkan kecerdasan
membuat alternatif pemecahan masalah dan ketenangan dalam mengambil
keputusan.
2. Langkah-langkah membuat alternatif penyelesaian masalah
Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membuat suatu alternatif
penyelesaian masalah:
1. Pengenalan dan pemahaman terhadap masalah yang terjadi
2. Penentuan sejumlah solusi penyelesaian yang akan digunakan sebagai
alternatif
3. Pemilihan kriteria yang akan digunakan di dalam melakukan evaluasi
terhadap solusi alternatif penyelesaian
4. Melakukan evaluasi solusi alternatif yang telah dipilih
5. Pemilihan terhadap solusi alternatif yang telah terpilih
6. Pelaksanaan solusi alternatif yang telah dipilih
7. Melakukan evaluasi terhadap solusi akhir yang dilakukan untuk mendapatkan
sebuah solusi yang memuaskan. Tujuan evaluasi alternatif pemecahan
masalah adalah untuk mengukur sampai sejauh mana solusi tersebut bisa
memberikan efek positif atau negatif bagi suatu masalah.
a) Menyusun Alternatif Penyelesaian Masalah
Untuk menyusun alternatif jalan keluar, biasanya digunakan berfikir kreatif.
Namun, apabila masih belum menemukan alternatif jalan keluar, dapat
menggunakan langkah sebagai berikut:
1) Menentukan berbagai penyebab masalah
2) Untuk menentukan penyebab masalah, dilakukan curah pendapat (Brain
storming) dengan membahas data yang telah dikumpulkan. Dapat digunakan
alat bantu diagram hubungan sebab akibat (cause-effect diagram) atau
populer pula dengan sebutan diagram tulang ikan (diagram fish bone).

Selanjutnya, adalah memilih prioritas jalan keluar (solusi masalah). Berbagai


macam alternatif tersedia haruslah dianalisis secara seksama sebelum
keputusan terhadap alternatif yang terpilih diambil. Analisis terhadap alternatif
yang tersedia sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini:

1) Terdapat relevansi antara hasil alternatif dengan tujuan pemecahan


masalah yang dilakukan artinya dapat membantu mengurangi atau
mengatasi masalah yang ada.
2) Efektifitas
3) Relatif cost, dalam hal ini berapa besar biaya dari masing-masing
alternatif, pilihlah alternatif dengan biaya relatif murah namun tidak
mengurangi efektifitasnya
4) Technical feasibility, apakah secara teknik suatu alternatif dapat
dijalankan
5) Ketersediaan sumber daya untuk menjalankan alternatif yang dipilih
6) Keuntungan yang dimiliki oleh suatu alternatif dibandingkan dengan
alternatif lainnya.
7) Kerugian yang mungkin timbul akibat pemilihan suatu alternatif.

Untuk memilihnya, dapat memakai kriteria matriks: melalui efektifitas jalan


keluar dan efisiensi jalan keluar. Prioritas jalan keluar adalah nilai efektiftasnya
paling tinggi. Untuk menentukan efektifitas jalan keluar, dipergunakan kriteria
tambahan seperti, besarnya masalah yang dapat diselesaikan (magnitude),
pentingnya jalan keluar (importancy), sensivitas jalan keluar (vulnerability).
Untuk nilai efisien, biasanya dikaitkan dengan biaya (cost) yang diperlukan
untuk melaksanakan jalan keluar.

b) Metoda Alternatif Penyelesaian Masalah


Pemilihan metode prioritas pemecahan masalah tergantung kesepakatan
perencana. Misalnya metode : Reinke, Bryant, USG, dan NGT. Sedangkan cara
penentuan alternatif pemecahan masalah dapat dilakukan dengan melakukan
FGD, Brainstroming atau NGT.
1) Brainstorming
Braistorming atau curah pendapat adalah teknik yang efektif untuk membantu
memunculkan atau mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat bagi
berbagai komponen masyarakat, memilah penyebab-penyebabnya, dan
mengajukan solusinya. Teknik ini ditemukan oleh Alex Osborn (1930). Metode
ini adalah suatu cara untuk mendapatkan sejumlah besar ide-ide dari
sekelompok orang dalam waktu singkat. Terdapat aturan dalam brainstorming
yang harus diikuti secara teknis sehingga dapat efektif, yaitu:
 Tidak ada kritik: Tidak ada komentar terhadap ide peserta lain atau pada
saat yang lain berbicara.
 Bebas bependapat: Proses Brainstorming mengekspresikan dan
mempromosikan kebebasan mengeluarkan ide, tanpa analisis atau
evaluasi, tanpa diedit.
 Dapatkan mutu: Mendapatkan sebanyak mungkin kontribusi suatu
pendapat. Rancang metode ini sehingga anggota tim secara bergilir
menyampaikan pendapatnya.
 Menelorkan gagasan (ide): Setelah langkah tersebut, setiap orang harus
mengemukakan ide yang lebih baik untuk digunakan. Kelompok
kemudian dapat menyeleksi ide yang akan dikembangkan atau
dilaksanakan.
 Pemupukan silang: Menggunakan ide orang lain sebagai dasar
menghasilkan gagasan. Membangun ide pada ide adalah suatu cara
yang efektif untuk menciptakan gagasan terbaik.

Metode Brainstroming ada dua macam, yaitu:

a. Bebas (free wheeling)


 Ide-ide dibagi secara simultan
 Daftar semua ide yang keluar tanpa diskusi
b. Usulan (Round Robin)
 Setiap orang dapat memberi usulan, pertimbangan atau memikirkan
suatu ide
 Seseorang dapat meninggalkan suatu putaran
 Kontinyu sampai tak ada lagi ide baru
 Semua ide yang ditawarkan didaftar

Untuk suksesnya Brainstorming, ada petunjuk teknis, yaitu:

 Tuliskan di flip chart topic yang akan di Brainstroming dan dapat dilihat
sepenuhnya oleh semua anggota
 Tuliskan peraturan untuk Brainstroming, review dengan tim dan
semuanya dapat memahami
 Pemanasan beberapa menit dengan Brainstroming yang praktis,
seperti mengemukakan sesuatu hal yang sederhana misalnya
menggunakan keadaan ruangan, masalah actual, kemacetan lalu
lintas, perang, dan sebagainya.
 Pilihlah sukarelawan (jangan memaksa) untuk menulis seluruh ide di
flip chart pada waktu Brainstroming
 Ide dimulai
 Utamakan peran “cheerleader” dengan tim untuk menjaga momentum
pengeluaran ide-ide
 Buatlah lelucon. Tertawa seringkali merupakan tanda kreativitas
 Apabila tim telah memanas, cobalah mendapat ide lagi dengan
membuatnya ide terdahulu penting atau seleksi ide yang lebih luas dan
membangun ide atasnya
 Pemanasan ide. Buatlah tiap orang identifikasi ide tersebut dimana
yang lebih baik digunakan
 Cadangkan Brainstroming. Pikirkan semua hal yang sekiranya salah
dengan ide yang telah diseleksi

Catatan :

Tulilah semua ide, bahkan repetisi pada flipchart agar semua melihat.
Tulisan tersebut akan memacu ide-ide lain dari tim.

2) Diskusi Umum
Metode ini bertujuan untuk tukar menukar gagasan, pemikiran,
informasi/pengalaman diantara peserta, sehingga dicapai kesepakatan
pokok-pokok pikiran (gagasan, keseimpulan). Untuk mecapai kesepatan
tersebut, peserta dapat saling beradu argumentasi untuk meyakinkan
peserta lainnya. Kesepakatan pikiran inilah yang kemudian ditulis sebagai
hasil diskusi. Aplikasi dalam kelas maupun pada masyarakat dapat
dilakukan dengan metode partisipatif ini. Metode diskusi umum akan efektif
untuk kelompok kecil karena pengelolaannya akan lebih mudah.

3) Diskusi Kelompok
Metode partisipatif ini akan bagus untuk mengelola kelompok yang
besar, sehingga perlu dipecah menjadi kelompok-kelompok kecil. Diskusi
kelompok adalah pembahasan suatu topik dengan cara tukar pikiran antara
dua orang atau lebih , dalam kelompok-kelompok kecil, yang direncanakan
untuk mencapai tujuan tertentu. Metode ini dapat membangun suasana saling
menghargai perbedaan pendapat dan juga meningkatkan partisipasi peserta
yang masih belum banyak berbicara dalam diskusi yang lebih luas. Tujuan
penggunaan metode ini adalah mengembangkan kesamaan pendapat atau
kesepakatan atau mencari suatu rumusan terbaik mengenai suatu persoalan.
Setelah diskusi kelompok, proses dilanjutkan dengan diskusi pleno. Pleno
adalah istilah yang digunakan untuk diskusi kelas atau diskusi umum yang
dimulai dengan pemaparan hasil diskusi kelompok.

4) Bermain Peran (Role-Play)


Bermain peran pada prinsipnya merupakan metode untuk ‘menghadirkan’
peran-peran yang ada dalam dunia nyata ke dalam suatu ‘pertunjukan peran’
di dalam kelas/pertemuan, yang kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi
agar peserta memberikan penilaian. Misalnya: menilai kenunggulan maupun
kelemahan masing-masing peran tersebut, lalu memberikan memberikan
saran/alternative pendapat bagi pengembangan peran-peran tersebut.
Metode ini lebih menekankan terhadap masalah yang diangkat dalam
‘pertunjukkan’, dan bukan pada kemampuan pemain dalam melakukan
permainan peran.

5) Simulasi
Metode simulasi adalah bentuk metode praktek yang sifatnya untuk
mengembangkan keterampilan peserta belajar (keterampilan mental maupun
teknis). Metode ini memindahkan suatu situasi yang nyata ke dalam kegiatan
atau ruang belajar karena adanya kesulitan untuk melakukan praktek di
dalam situasi yang sesungguhnya. Peserta lebih banyak berperan sebagai
dirinya sendiri saat melakukan suatu kegiatan/tugas yang benar-benar akan
dilakukannya. Metode ini juga dapat diterapkan untuk menggal ikreativitas
dari berbagai kelompoki kecil untuk menciptakan sesuatu produk atau barang
atau alat dengan bantuan peralatan sederhana.
6) Sandiwara
Metode sandiwara seperti memindahkan ‘sepenggal caerita’ yang
menyerupai kisah nyata atau situasi sehari-hari ke dalam pertunjukkan.
Penggunaan metode ini ditujukan untuk mengembangkan diskusi dan analisa
peristiwa (kasus). Tujuannya adalah sebagai media untuk memperlihatkan
berbagai permasalahan pada suatu tema (topic) sebagai bahan refleksi dan
analisis solusi penyelesaian masallah. Sehingga penyadaran dan peningkatan
kemampuan analisis dikombinasikan secara seimbang.

7) Mind Maps

Mind mapping merupakan teknik yang dapat meningkatkan cara


seseorang untuk mencatat, mendukung serta mencapai pemecahan masalah
secara kreatif. Teknik ini dipopulerkan oleh Tony Buzan. Pokok masalah
diletakkan atau ditulis pada tengah kertas kemudian (bisa digunakan meta
plan warna warni), hal penting dari individu atau peserta yang berkaitan
dengan pokok masalah atau subyek mudah dimunculkan dan fakta yang
berkaitan satu dengan yang lainnya. Mind Map dapat membantu membuat
atau mencari hubungan dengan mudah. Mind maps juga berguna dalam hal :

 Meringkas informasi
 Mengkonsolidasikan informasi
 Berpikir terhadap masalah yang kompleks
 Memaparkan informasi dengan format dan strutur keseluruhan atau
lengkap
c) Contoh Tabel Alternatif Penyelesaian Masalah
Tabel 3.1. Penentuan Alternatif Pemecahan Masalah

No Prioritas Masalah Alternatif Pemecahan Masalah

1 Kurangnya pengetahuan
1) Pelatihan pencegahan DBD pada masyarakat
masyarakat
2) Penyuluhan DBD pada masyarakat

2 Pendapatan masyarakat rendah 1) Bantuan kelambu pada masyarakat

2) Pengobatan penderita DBD oleh petugas


kesehatan

Tabel 3.2. Penetapan Prioritas Pemecahan Masalah

Prioritas Pemecahan
No Prioritas Masalah Alternatif Pemecahan Masalah
Masalah

1 Kurangnya o Pelatihan pencegahan DBD Penyuluham DBD pada


pengetahuan pada masyarakat masyarakat
masyarakat o Penyuluhan DBD pada
masyarakat

2 Pendapatan o Bantuan kelambu pada Bantuan kelambu pada


masyarakat rendah masyarakat masyarakat
o Pengobatan penderita DBD
oleh petugas kesehatan
Referensi

1) Musthofa, Syamsulhuda Budi; Sutopo Patria Jati; dan Budiyono. 2009.


Menguasai Pemecahan Masalah Kesehatan Masyarakat Dengan Pendekatan
Partisipatif Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro
2) http://panthom-zone.blogspot.com/2011/11/langkah-langkah-perencanaan.html
3) https://www.academia.edu/28563574/MAKALAH_Perencanaan_Program_Keseh
atan_Masyarakat_berdasarkan_PROBLEM_SOLV_CYCLE
4) http://wahyuhidaryani.blogspot.com/2017/11/perencanaan-dan-evaluasi-
program.html
5) http://www.pengertianmenurutparaahli.net/pengertian-alternatif-pemecahan-
masalah/
6) http://www.academia.edu/15556271/Pemecahan_Masalah_Kesehatan_Masyara
kat_Partisipatif
7) https://www.kajianpustaka.com/2016/04/pengertian-dan-tahapan-pemecahan-
masalah.html
8) http://hitamandbiru.blogspot.com/2012/08/metode-pemecahan-masalah-
problem.html#ixzz5Z1SAP2aU