Anda di halaman 1dari 5

2.

Diketahui : Dari 30 sampel kaleng, rata-rata beratnya adalah 345 gram


Standar Deviasi 105 gram
Uji dengan taraf nyata/ α = 5%
Ditanya : Apakah berat kaleng rata-rata di pasaran tetap 200 gram?
Hipotesis : H0 µ = nilai standar (200 gram)
Ha µ ≠ nilai standar (200 gram)
Jawab :
Menggunakan uji one sample t test karena akan membandingkan rata-rata berat kaleng di
pasaran dengan standarnya (200 gram). H0 ditolak jika memenuhi persyaratan berikut
1. Nilai t hitung ≥ CV
2. Nilai CI tidak mencakup angka nol (0)

Mencari Nilai t Hitung dan CV


𝑥̅ − 𝑡𝑒𝑠𝑡. 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒
𝑡=
𝑠𝑑/√𝑛
Nilai rata-rata dari 30 sampel kaleng adalah 345 gram dengan SD 105
345 − 200
𝑡=
105/√30
145
𝑡=
19,16
𝑡 = 7,57
Kemudian menentukan nilai CV dengan melihat tabel distribusi t pada df = 30-1 = 29 dan α
= 0,05. Didapatkan nilai CV = 2,045

Mencari Nilai Confidence Interval


CI (1-α) = beda ± CV x sd/√n
CI (95%) = (345 gram – 200 gram) ± 2,045 x 105/√30
= 145 ± 2,045 x 19,16
= 145 ± 39,18
= (105,82 – 184,18)
Interpretasi dari nilai CI tersebut yaitu jika melakukan sampling berkali-kali, dari populasi
berdistribusi normal dan SD yang diketahui, kita 95% yakin bahwa perbedaan berat rata-
rata kaleng di pasaran dengan berat standarnya berada pada rentang 105,82 gram sampai
184,18 gram. Dengan kata lain, berat rata-rata kaleng di pasaran tidak akan sama dengan
berat standarnya.

Kesimpulan
1. Nilai t hitung > CV, yaitu 7,57 > 2,045
2. Nilai CI tidak mencakup angka 0, yaitu CI 95% = (105,82 – 184,18)
Dengan demikian H0 ditolak, jadi terdapat perbedaan rata-rata berat bersih susu yang
dipasarkan dengan berat standarnya (200 gram)

3. Diketahui : Terdapat 12 kaleng minyak


Nilai standarnya 1,2 kg per kaleng
Uji dengan taraf nyata/α = 1%
Standar Deviasi 2,5
Ditanya : Apakah berat kaleng minyak rata-rata adalah 1,2 kg?
Hipotesis : H0 µ = nilai standar (1,2 kg)
Ha µ ≠ nilai standar (1,2 kg)
Jawab :
Terlebih dahulu dicari nilai rata-rata dari 12 kaleng minyak yang sudah didata
(1,21 + 1,24 + 1,19 + 1,21 + 1,22 + 1,18 + 1,23 + 1,24 + 1,19 + 1,20 + 1,21 + 1,23)
𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 =
12
14,55
𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 =
12
𝑹𝒂𝒕𝒂 − 𝒓𝒂𝒕𝒂 = 𝟏, 𝟐𝟏 kg
Menggunakan uji one sample t test karena akan membandingkan rata-rata berat kaleng
minyak di pasaran dengan standarnya (1,2 kg). H0 ditolak jika memenuhi persyaratan
berikut
1. Nilai t hitung ≥ CV
2. Nilai CI tidak mencakup angka nol (0)
Mencari Nilai t Hitung dan CV
𝑥̅ − 𝑡𝑒𝑠𝑡. 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒
𝑡=
𝑠𝑑/√𝑛
Nilai rata-rata dari 12 sampel kaleng adalah 1,21 kg dengan SD 2,5
1,21 − 1,2
𝑡=
2,5/√12
0,01
𝑡=
0,72
𝑡 = 0,14
Kemudian menentukan nilai CV dengan melihat tabel distribusi t pada df = 12-1 = 11 dan α
= 0,01. Didapatkan nilai CV = 3,105

Mencari Nilai Confidence Interval


CI (1-α) = beda ± CV x sd/√n
CI (99%) = (1,21 kg – 1,2 kg) ± 3,105 x 2,5/√12
= 0,01 ± 3,105 x 0,72
= 0,01 ± 2,24
= (-2,23 – 2,25)
Interpretasi dari nilai CI tersebut yaitu jika melakukan sampling berkali-kali, dari populasi
berdistribusi normal dan SD yang diketahui, kita 99% yakin bahwa perbedaan berat rata-
rata kaleng di pasaran dengan berat standarnya berada pada rentang -2,23 kg sampai 2,25
kg gram. Dengan kata lain, bisa saja berat rata-rata kaleng minyak yang didata tidak
memiliki perbedaan dengan berat standarnya (1,2 kg)

Kesimpulan
1. Nilai t hitung < CV, yaitu 0,14 < 3,105
2. Nilai CI mencakup angka 0, yaitu CI 99% = (-2,23 – 2,25)
Dengan demikian H0 tidak ditolak, jadi tidak ada perbedaan rata-rata berat kotor kaleng
minyak pada data tersebut dengan berat standarnya (1,2 kg)
1. Diketahui : 250 siswa diberi penyuluhan, 15 orang kurang paham
200 siswa tidak diberi penyuluhan, 15 orang kurang paham
Uji dengan taraf nyata/α = 5%
Standar Deviasi 40
Ditanya : Apakah pemberian penyuluhan akan membuat siswa menjadi lebih baik
dibandingkan dengan siswa yang tidak diberi penyuluhan?
Hipotesis : H0 P1 = P2 (Tidak ada perbedaan proporsi tingkat pemahaman siswa pada
kedua kelompok tersebut)
Ha P1 ≠ P2 (Ada perbedaan proporsi tingkat pemahaman siswa pada kedua
kelompok tersebut)
Jawab :
Uji yang digunakan untuk menyelesaikan soal ini adalah uji Chi Square. Untuk membantu
perhitungan, maka perlu dibuat tabel silang seperti berikut
Tingkat Pemahaman
Penyuluhan Jumlah
Paham Kurang Paham
Diberi Penyuluhan 235 15 250
Tidak Diberi Penyuluhan 185 15 200
Total 420 30 450

Kemudian menentukan nilai observasi (O) dan ekspektasi (E)


250 𝑥 420
𝑂1 = 235, 𝐸1 = = 233,3
450
250 𝑥 30
𝑂2 = 15, 𝐸2 = = 16,67
450
200 𝑥 420
𝑂3 = 185, 𝐸3 = = 186,67
450
200 𝑥 30
𝑂4 = 15, 𝐸2 = = 13,33
450
Langkah selanjutnya yaitu memasukkan angka-angka di atas ke dalam rumus Chi Square
(𝑂 − 𝐸)2
𝑥2 = ∑
𝐸
(235 − 233,3)2 (15 − 16,67)2 (185 − 186,67)2 (15 − 13,3)2
𝑥2 = + + +
233 16,67 186,67 13,3
(1,7)2 (−1,67)2 (−1,67)2 (1.7)2
𝑥2 = + + +
233 16,67 186,67 13,3
2,89 2,7889 2,7889 2,89
𝑥2 = + + +
233 16,67 186,67 13,3
𝑥 2 = 0,012 + 0,167 + 0,015 + 0,217
𝑥 2 = 0,411

Langkah selanjutnya yaitu mencari nilai CV atau x2 tabel di tabel distribusi Chi Square. Tabel
yang digunakan di atas adalah tabel 2x2, oleh karena itu nilai df adalah (kolom-1) x (baris-
1) = (2-1) x (2-1) = 1.

Untuk df = 1 dan nilai α = 0,05 dapat diketahui nilai CV atau x2 tabel adalah 3,841.

Kesimpulan
1. Nilai x2 hitung < CV atau nilai x2 tabel, yaitu 0,411 < 3,841
Dengan demikian H0 tidak ditolak, jadi tidak ada perbedaan proporsi tingkat pemahaman
siswa pada kelompok yang diberi penyuluhan dengan kelompok yang tidak diberi
penyuluhan