Anda di halaman 1dari 2

KESIMPULAN

1. TEORI
Postpartum adalah masa atau waktu sejak bayi dilahirkan dan plasenta keluar lepas
dari rahim, sampai enam minggu berikutnya, disertai dengan pulihnya kembali organ-organ
reproduksi sampai kembali ke keadaan normal sebelum hamil (Bobak, 2010 ; Suherni,
2009).
Tanda dan gejala dari postpartum diantaranya adalah :
a. Peningkatan perdarahan : bekuan darah dan keluarnya jaringan
b. Keluar darah segar terus menerus setelah persalinan atau lochea
c. Nyeri yang hebat
d. Peningkatan suhu
e. Perasaan kandug kemih yang penuh dan ketidakmampuan mengosongkan
f. Perluasan hematoma
g. Muka pucat, dingin, kulit lembab, peningkatan HR , chest pain, batuk (Siswosudarmo,
2008).
Menurut Suherni (2009), ada beberapa jenis lochea, diantaranya adalah :
a. Lochea rubra (Cruenta) : ini berisi darah segar sisa – sisa selaput ketuban, sel – sel
desidua, vernix caseosa, lanugo dan meconium, selama 2 hari pasca persalinan.
b. Lochea sanguinolenta : warnanya merah kuning berisi darah dan lender. Ini terjadi pada
hari ke – 3 – 7 pasca persalinan.
c. Lochea serosa : berwarna kuning dan cairan ini tidak berdarah lagi pada hari ke – 7 – 14
pasca persalinan.
d. Lochea alba : cairan putih yang terjadinya pada hari setelah 2 minggu pasca persalinan.
e. Lochea parulenta : ini karena terjadi infeksi, keluar cairan seperti nanah berbau busuk.
f. Lochiotosis : lochea tidak lancar keluarnya
Penatalaksanaan post partum diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Observasi ketat 2 jam post partum (adanya komplikasi perdarahan)
b. 6-8 jam pasca persalinan : istirahat dan tidur tenang, usahakan miring kanan kiri
c. Hari ke- 1-2 : memberikan KIE kebersihan diri, cara menyusui yang benar dan
perawatan payudara, perubahan-perubahan yang terjadi pada masa nifas, pemberian
informasi tentang senam nifas.
d. Hari ke- 2 : mulai latihan duduk
e. Hari ke- 3 : diperkenankan latihan berdiri dan berjalan (Manjoer, 2001)

2. PENGKAJIAN PASIEN
Masalah yang terjadi pada ibu post partum bagitu banyak, diantaranya adalah keluhan
nyeri dibagian yang dijahit akibat luka episiotomy, perdarahan pasca melahirkan,
penggunaan pembalut akibat pengeluaran darah segar yang masih aktif. Namun demikian,
ibu selalu berusaha untuk melakukan mobilisasi miring kanan miring kiri dan
memperbanyak istirahat untuk mempercepat proses penyembuhan sesuai yang sudah
dianjurkan oleh perawat/bidan. Sehingga walaupun masih pada hari ke 0, ibu sudah tampak
bisa berjalan ke kamar mandi dengan sedikit dibantu oleh keluarganya.

3. HUBUNGAN TEORI DENGAN PASIEN


Dari data yang sudah didapat, ternyata memang ada hubungan antara teori dengan
kondisi yang dihadapi pasien, yaitu terkait perdarahan atau lochea pasca melahirkan.
Dimana kondisi ibu saat ini yaitu mengalami lochea rubra yang sesuai dengan teori bahwa
ibu yang melahirkan kurang dari 2 hari akan mengalami lochea rubra, yaitu keluarnya darah
segar berwarna merah. Pasien pun sudah bisa melakukan mobilisasi miring kanan miring
kiri sesuai dengan teori yang ada. Jadi kondisi yang dialami ibu saat ini adalah suatu hal
yang normal tanpa komplikasi.