Anda di halaman 1dari 18

MINI RISET

MK. PENDIDIKAN
KEWIRAUSAHAAN
PRODI S1 PTE - FT

SKOR NILAI :

LAPORAN MINI RISET PERUSAHAAN

NAMA MAHASISWA : DWI JAKA PRANATA


NIM : 5162331002
DOSEN PENGAMPU : Dr. ROSNELLI, M.Pd
MATA KULIAH : PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO


JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK - UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
DESEMBER 2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT dan Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat nya
tugas penyusunan laporan tugas mini riset ini dapat saya selesaikan.
Laporan mini riset ini disusun untuk diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah
Pendidikan Kewirausahaan pada semester ganjil.
Saya mengucapakan banyak terima kasih kepada bapak Dr. Rosnelli., M.Pd selaku dosen
mata kuliah Pendidikan Kewirausahaan yang telah membimbing saya dalam penyelesaian
laporan tugas mini riset ini.
Saya menyadari bahwa penyusunan tugas mini riset ini masih jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu, saya senantiasa mengharapkan kritik dan saran dari pembaca sekalian demi
perbaikan laporan tugas mini riset ini dimasa yang akan mendatang. Semoga tugas mini riset
ini dapat menambah wawasan, pengetahuan, dan kelak dapat bermanfaat bagi para pembaca
sekalian. Aamiin.

Medan, Desember 2018

Dwi Jaka Pranata

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................i
DAFTAR ISI.............................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................................1
1.1 Latar Belakang.............................................................................................................1
1.2 Identifikasi Masalah....................................................................................................1
1.3 Pembatasan Masalah...................................................................................................1
1.4 Rumusan Masalah.......................................................................................................1
1.5 Tujuan Survey..............................................................................................................1
BAB II LANDASAN TEORI..................................................................................................2
2.1 Managemen Usaha......................................................................................................2
2.2 Perencanaan Usaha dan Analisis SWOT.....................................................................6
2.3 Strategi Pemasaran......................................................................................................7
2.4 Analisis Pasar..............................................................................................................8
BAB III METODE SURVEY..................................................................................................9
3.1 Wawancara...................................................................................................................9
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN................................................................................11
4.1 Hasil Survey..............................................................................................................11
4.2 Pembahasan...............................................................................................................12
BAB V PENUTUP..................................................................................................................14
5.1 Kesimpulan................................................................................................................14
5.2 Saran..........................................................................................................................14

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Berdirinya perusahaan ini tidak terlepas dari besarnya peluang dalam mengembangkan
industri turunan kelapa sawit seperti industri oleokimia di Indonesia. Peluang tersebut didapat
karena bahan baku yang tersedia yakni minyak kelapa sawit sangat berlimpah. Indonesia
sendiri dikenal sebagai negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Kelapa sawit
telah menjadi komoditi yang paling diandalkan oleh pertanian Indonesia karena kelapa sawit
memiliki masa tumbuh yang terbilang cepat serta memiliki peran strategis dalam
perekonomian nasional. Industri oleokimia sendiri merupakan industri turunan pengolahan
kelapa sawit yang mampu menaikkan nilai tambah dari hasil produksi yang dihasilkannya.
Berdirinya PT. Sinar Oleochemical Internasional diprakarsai oleh salah satu investor
Indonesia dan salah satu investor Jepang yang mengadakan pertemuan di Jakarta Convention
Center, Jakarta pada tahun 1991. Ide awal pembentukan perusahaan ini karena besarnya
peluang pasar bahan-bahan kimia saat itu dan juga dikarenakan tersedianya bahan baku yang
banyak di Indonesia untuk proses produksi.

1.2 Identifikasi Masalah

Pesaing dalam perusahaan PT SociMas

1.3 Pembatasan Masalah


a. Sejarah PT SociMas
b. Visi dan Misi
c. Management Organisasi
d. Strategi Pemasaran

1.4 Rumusan Masalah


a. Bagaimana management usaha dalam perusahaan PT SociMas ?
b. Bagaimana strategi pemasaran dalam perusahaan PT SociMas?
1.5 Tujuan Survey
a. Agar mengetahui manajemen usaha dalam perusahaan PT SociMas
b. Agar mengetahui strategi pemasaran dalam perusahaan PT SociMas

1
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Managemen Usaha

Visi
Visi perusahaan ini adalah “we aim to be the best to become the largest integrated and
most profitable palm-based consumer company”

Misi
Misi perusahaan ini adalah
1. Surpassing the highest standard of quality.
2. Maintaining the highest level of sustainability and integrity.
3. Empowering society and community.
4. Trend setting innovation and technology.
5. Achieving maximum value for shareholders

Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia.
Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan
kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain. Demi tercapainya tujuan tersebut maka
perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan
sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk
mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari
manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka mencapai tujuan manajemen maka
harus ada organisasi.
Dalam organisasi yang baik pula masing-masing orang harus memiliki kedudukan dan
fungsi yang jelas dan tepat yang diatur dalam pembagian tugas. Pembagian tugas tersebut
bertujuan agar masing-masing orang mampu mengenali apa yang menjadi tugas dan
tanggung jawabnya. Dengan adanya pembagian tugas tersebut maka setiap anggota organisasi
akan mampu bekerja dengan baik sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-
masing demi kepentingan dan tujuan organisasi.

2
Pembagian Tugas
Adapun pembagian tugas dan tanggung jawab pada PT. Soci Mas dapat dijelaskan
sebagai berikut:

Struktur Organisasi PT. Soci Mas

a. Director
Tugas-tugas :
1) Memimpin dan mengurus kegiatan perusahaan sesuai dengan tujuan perusahaan dan
senantiasa berusaha untuk meningkatkan efisiensi perusahaan
2) Membawahi langsung Administration, Finance and Accounting Manager, Factory
Manager dan Logistic Manager.
3) Menentukan manajemen yang akan diterapkan oleh perusahaan.
4) Mengadakan perubahan struktur organisasi perusahaan.
5) Mengadakan persetujuan ataupun penolakan terhadap kebijaksanaan bawahan.
Tangung Jawab :
Memberikan pertanggungjawaban dan segala keterangan tentang keadaan dan jalannya
perusahaan termasuk laporan keuangan, baik laporan tahunan ataupun laporan berkala
lainnya kepada pemegangsaham.

b. Administration Department Assistant Manager


Tugas-tugas :
1) Mengatur penyediaan jasa-jasa administrasi yang berhubungan dengan Human
Resources Department, Purchasing dan arsippersonil.

3
2) Mempersiapkan hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan pendidikan dan
pelatihan serta mengatur pelaksanaannya dalam perusahaan dan lembaga pendidikan
yang sesuai.
Tanggung jawab :
Bertanggung jawab kepada Administration, Finance and AccountingManager.

c. Finance and Accounting Department Assistant Manager


Tugas-tugas :
1) Mengatur penerimaan dan penyimpanan serta pengeluaran uang perusahaan sesuai
dengan sasaran dan kebijaksanaan perusahaan.
2) Menyusun neraca dan perhitungan rugi laba setiap bulan.
3) Merencanakan anggaran pendapatan dan belanja tahunan.
4) Mengoordinir penagihan atas piutang yang timbul akibat penjualan hasil produksi
serta piutang lainnya.
5) Menghitung gaji karyawan.
Tanggung jawab :
1) Bertanggung jawab atas pengeluaran uang untuk pembiayaan usaha dan pembayaran
kepada pihak lain.
2) Bertanggung jawab kepada keuangan perusahaan.
3) Bertanggung jawab kepada General Manager Administration, Finance and
Accounting.

d. Maintenance and Engineering Department Assistant Manager.


Tugas-tugas :
1) Mengarahkan dan mengontrol aktivitas maintenance dan utilitas.
2) Menangani masalah yang timbul baik dalam pelaksanaan aktivitas maintenance di
lapangan maupun di workshop yang tidak dapat ditangani oleh bawahan.
3) Merencanakan persediaan suku cadang, seitem pemeliharaan, reparasi mesin dan
peralatan pabrik.
4) Memimpin kegiatan pemeliharaan dan perbaikan semua peralatan.
5) Menyusun rencana kerja Engineering.
Tugas-tugas :
Bertanggung jawab terhadap Factory Manager.

e. Production Department Assistant Manager.


Tugas-tugas :
1) Merencanakan dan mengawasi produksi agar sesuai dengan spesifikasi dan standar
mutu yang telah ditetapkan.

4
2) Mengawasi dan mengevakuasi kegiatan produksi untuk mendeteksi kekurangan dan
penyimpangan sehingga dapat dilakukan perbaikan.
Tanggung jawab :
1) Bertanggung jawab kepada Factory Manager.
2) Bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan kegiatan produksi.

f. Quality Assurance Department Assistant Manager.


Tugas-tugas :
1) Meneliti, memeriksa dan menganalisa mutu produk sejak dari bahanbaku sampai
produk jadi agar sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.
2) Mengadakan roving (peninjauan langsung) dan menganalisa.
Tanggung jawab :
1) Bertanggung jawab kepada Factory Manager.
2) Bertanggung jawab penuh terhadap mutu produk.
3) Bertanggung jawab atas pelaksanaan karakteristik ISO 9002.

g. Logistic Department Assistant Manager.


Tugas-tugas :
1) Mengoordinir penerimaan bahan sesuai dengan order dari perusahaan.
2) Membuat laporan bahan masuk.
3) Mengatur dan menyimpan hasil produksi yang telah siap dipasarkan.
4) Melaksanakan penerimaan bahan hasil produksi sesuai dengan permintaan dari
pembeli yang dilaksanakan perusahaan.
Tanggung jawab :
1) Bertanggung jawab kepada Logistic and Sales Manager.
2) Bertanggung jawab atas pengawasan terhadap keamanan bahan baik terhadap
kuantitas maupun kualitas.

h. Sales Department Assistant Manager.


Tugas-tugas :
1) Melaksanakan administrasi yang berhubungan dengan pengadaan bahan-bahan dan
transaksi penjualan produk.
2) Berusaha semaksimal mungkin untuk memperluas pangsa pasar produk perusahaan.
3) Memonitor harga penjualan di pasar untuk mengambil kebijakan penentuan harga jual
produk.
Tanggung jawab :
Bertanggung jawab terhadap Logistic and Sales Manager.
.

5
2.2 Perencanaan Usaha dan Analisis SWOT

Secara umum, analisa SWOT dapat dibagi ke dalam dua kategori, yaitu faktor internal
dan faktor eksternal. Faktor internal tersebut meliputi Strength (Kekuatan) dan Weakness
(Kelemahan), sedangkan faktor eksternal meliputi Opportunities (Peluang) dan Threats
(Ancaman).
Berikut penjelasan dan panduan dasar dalam pembuatan keempat komponen tersebut:

1. Strength (Kelebihan)
Strength merupakan situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan yang dimiliki oleh
perusahaan atau organisasi yang bisa memberikan pengaruh positif pada saat ini atau pun di
masa yang akan datang. Analisa ini dapat diisi menggunakan panduan berikut:
a) Kelebihan apa yang dimiliki oleh perusahaan atau organsiasi kita?
b) Apa yang membuat perusahaan atau organisasi kita lebih baik dari perusahaan atau
organisasi lainnya?
c) Keunikan apa yang dimiliki oleh perusahaan atau organisasi kita?
d) Apa yang menyebabkan perusahaan kita mendapatkan penjualan?
e) Apa yang dilihat atau dirasakan oleh konsumen kita sebagai suatu kelebihan?

2. Weakness (Kelemahan)
Weakness merupakan situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan yang dimiliki oleh
perusahaan atau organisasi yang bisa memberikan pengaruh negatif pada saat ini atau pun di
masa yang akan datang. Analisa ini dapat diisi menggunakan panduan berikut:
a) Apa yang dapat kita tingkatkan dalam perusahaan atau organisasi?
b) Apa saja yang harus dihindari oleh perusahaan atau organisasi kita?
c) Faktor apa saja yang menyebabkan kehilangan penjualan?
d) Apa yang dilihat atau dirasakan oleh konsumen sebagai suatu kelemahan perusahaan
atau organisasi kita?
e) Apa yang dilakukan oleh pesaing sehingga mereka dapat lebih baik dari perusahaan
atau organisasi kita?

3. Opportunities (Peluang)

6
Opportunities merupakan situasi atau kondisi yang merupakan peluang atau kesempatan
di luar perusahaan atau organisasi yang bisa memberikan peluang untuk berkembang di
kemudian hari. Analisa ini dapat diisi menggunakan panduan berikut:
a) Kesempatan apa yang dapat kita lihat?
b) Perkembangan tren apa yang sejalan dengan perusahaan atau organisasi kita?

4. Threats (Ancaman)
Threats merupakan ancaman-ancaman apa saja yang mungkin akan dihadapi oleh
perusahaan atau organisasi yang bisa menghambat laju perkembangan dari perusahaan atau
organisasi tersebut. Analisa ini dapat diisi menggunakan panduan berikut:
a) Hambatan apa yang sedang kita hadapi sekarang?
b) Apa saja hal yang dilakukan oleh pesaing perusahaan atau organisasi kita?
c) Perkembangan Teknologi apa yang menyebabkan ancaman bagi perusahaan atau
organisasi kita?
d) Adakah perubahan peraturan pemerintah yang akan mengancam perkembangan
perusahaan atau organisasi kita?

2.3 Strategi Pemasaran

Daerah pemasaran yang dipilih oleh PT. Soci Mas dalam memasarkan produk-produknya
adalah berdasarkan pada produk yang dihasilkan yaitu fatty acid dan glycerin. Produk
tersebut tentu merupakan bahan yang dapat diolah menjadi produk lain yang mempunyai nilai
tambah yang lebih baik.Oleh karena itu, konsumen yang menjadi target perusahaan
adalahperusahaan-perusahaan industri yang menggunakan fatty acid dan glycerin sebagai
bahan baku untuk deterjen, minyak wangi, sabun, kosmetik, campuran obat-obatan dan lain-
lain. Dalam membagi wilayah tujuan pemasaran produk mereka PT. Soci Mas membaginya
ke dalam dua wilayah yakni pasar luar negeri dan pasar dalam negeri. Pemasaran produk ke
luar negeri mendapat porsi sebanyak 90% sementara sisanya sebesar 10% ditujukan untuk
pasar dalam negeri. Negaranegara yang menjadi tujuan penjualan produk untuk pasar luar
negeri adalah Jepang, Cina, Korea, Taiwan, Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah dan lain-
lain. Besarnya porsi yang diberikan untuk pasar luar negeri dibanding dengan pasar dalam
negeri dikarenakan oleh pasar yang lebih luas dan besarnya permintaan perusahaan-
perusahaan dari luar negeri tersebut akan fatty acid dan glycerin. Pesaing pada PT SociMas
adalah PT Adolina

7
2.4 Analisis Pasar

Melihat peluang tersebut di atas maka didirikanlah sebuah perusahaan yang dinamai
dengan PT. SOCI Mas. PT SOCI Mas adalah salah satu perusahaan yang selama ini fokus
bergerak di industri oleochemical atau industri pengolahan minyak kelapa sawit menjadi
bahan-bahan kimia seperti asam lemak (fatty Acid) dan gliserin. Perusahaan yang sejak tahun
2008 lalu diambil alih PT Smart Tbk (kelompok usaha Sinar Mas Group) itu sebelumnya
bernama PT Sinar Oleochemical International (SOCI), sebuah perusahaan joint venture yang
mayoritas sahamnya dimiliki konsorsium empat perusahaan Jepang.
Selain membagi wilayah pemasaran produknya agar mencapai target penjualannya, PT
Soci Mas juga selalu berusaha untuk mempererat kerja sama dengan para konsumennya
dengan menjaga hubungan baik serta berusaha untuk selalu memberikan pelayan terbaik serta
menjaga kepuasan konsumen. Perusahaan juga selalu berusaha untuk memastikan setiap
permintaan konsumen dikirim tepat waktu.
Daerah pemasaran yang dipilih oleh PT. Soci Mas dalam memasarkan produk-produknya
adalah berdasarkan pada produk yang dihasilkan yaitu fatty acid dan glycerin. Produk
tersebut tentu merupakan bahan yang dapat diolah menjadi produk lain yang mempunyai nilai
tambah yang lebih baik. Oleh karena itu, konsumen yang menjadi target perusahaan adalah
perusahaan-perusahaan industri yang menggunakan fatty acid dan glycerinsebagai bahan
baku untuk deterjen, minyak wangi, sabun, kosmetik, campuran obat-obatan dan lain-lain.
Dalam membagi wilayah tujuan pemasaran produk mereka PT. Soci Mas membaginya ke
dalam dua wilayah yakni pasar luar negeri dan pasar dalam negeri. Pemasaran produk ke luar
negeri mendapat porsi sebanyak 90% sementara sisanya sebesar 10% ditujukan untuk pasar
dalam negeri. Negaranegara yang menjadi tujuan penjualan produk untuk pasar luar negeri
adalah Jepang, Cina, Korea, Taiwan, Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah dan

8
BAB III
METODE SURVEY

3.1 Wawancara
Salah satu metode pengumpulan data adalah dengan jalan wawancara, yaitu
mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden. Cara inilah yang
banyak dilakukan di Indonesia belakangan ini. Wawancara merupakan salah satu bagian
terpenting dari setiap survey. Tanpa wawancara, peneliti akan kehilangan informasi yang
hanya dapat diperoleh dengan jalan bertanya langsung kepada responden. Data semacam itu
merupakan tulang punggung suatu penelitian survey.
Yang dimaksud dengan wawancara menurut Nazir (1988) adalah proses memperoleh
keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si
penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat
yang dinamakan interview guide (panduan wawancara). Walaupun wawancara adalah proses
percakapan yang berbentuk tanya jawab dengan tatap muka, wawancara adalah suatu proses
pengumpulan data untuk suatu penelitian. Beberapa hal dapat membedakan wawancara
dengan percakapan sehari-hari adalah antara lain:
a. Pewawancara dan responden biasanya belum saling kenal-mengenal sebelumnya.
b. Responden selalu menjawab pertanyaan.
c. Pewawancara selalu bertanya.
d. Pewawancara tidak menjuruskan pertanyaan kepada suatu jawaban, tetapi harus selalu
bersifat netral.
e. Pertanyaan yang ditanyakan mengikuti panduan yang telah dibuat sebelumnya.
Pertanyaan panduan ini dinamakan interview guide.

Untuk mendapatkan informasi, ada beberapa metode yang digunakan oleh pewawancara
ketika mengadakan wawancara.

a. Mencatat
Metode yang pertama adalah mencatat. Para pewawancara biasanya menyiapkan buku
dan pulpen untuk mencatat jawaban – jawaban dari narasumber. Ketika mencatat jawaban
tersebut, pewawancara akan menulisnya dengan sangat cepat dengan cara hanya menuliskan
point – pointnya saja. Karena kalau tidak, mereka tidak akan mendapat informasi yang telah

9
diutarakan oleh narasumbernya. Setelah mendapatkan catatan hasil wawancara, barulah
catatan itu dikembangkan dengan menggunakan tulisan yang baik dan informative.

b. Merekam / Recording
Metode selanjutnya adalah merekam. Pewawancara membutuhkan suatu alat yang
berupa perekam suara. Alat ini digunakan untuk merekam jawaban – jawaban yang diberikan
oleh narasumber, sehingga mereka tidak akan kehilangan informasi sedikitpun. Setelah
mendapatkan rekaman, pewawancara akan menulis transkip tanya jawab tersebut dan
menjadikannya sebuah tulisan berita.

10
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Survey


Secara umum, ada dua bentuk produk oleochemical yang diproduksi PT Soci Mas, yaitu
berupa padatan (khususnya untuk kelompok produk fatty acid) dan cairan (khususnya untuk
kelompok glycerin). Produk padatan terbagi dalam dua bentuk, yaitu dalam bentuk serpihan
(flake) dan dalam bentuk butiran (bead). Secara umum sekitar 90% produk oleochemical
yang dihasilkan PT SOCI Mas diekspor ke mancanegara antara lain ke Jepang, Korea,
Taiwan, Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah dan lain-lain. Sisanya sebesar 10% dijual
kepada perusahaan lokal. Sebagai perusahaan yang suda mapan, PT Soci Mas terus berupaya
untuk meningkatkan investasinya di industri oleokimia dengan melakukan penambahan
kapasitas pabrik yang sudah ada sekaligus melakukan diversifikasi produk yang dihasilkan.
Dengan peningkatan investasi itu rencananya mulai bulan April 2013 kapasitas produksi
terpasang PT. SOCI Mas akan meningkat 1,5 kali lipat menjadi 250.000 ton per tahun.
Dengan penambahan investasi itu maka kapasitas produksi fatty acid perusahaan naik
menjadi 220.000 ton per tahun dan kapasitas produksi gliserin naik menjadi 22.000 ton per
tahun. Selain itu, produksi juga diperluas ke produk lainnya yang agak lebih hilir seperti
methyl ester, soap noodles dan oleic acid. Saat ini PT Soci Mas mempekerjakan karyawan
sebanyak 325 orang yang hampir seluruhnya warga negara Indonesia dengan mempekerjakan
hanya satu orang ekspatriat asal India. Saat ini perusahaan mengoperasikan pabriknya secara
penuh selama tujuh hari per minggu dan 24 jam per hari yang setiap harinya para karyawan
dibagi ke dalam tiga shift (jam kerja).

Fasilitas
Perusahaan juga memberikan beberapa fasilitas selain upah resmi kepada setiap
karyawan, yaitu:
1. Peralatan dan Perlengkapan Kerja
Perusahaan menyediakan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk menunjang
kelancaran dan keselamatan kerja para karyawan seperti kaca mata las, sarung tangan,
pelindung kepala (helm), sepatu pengaman dan sebagainya.
2. Poliklinik untuk perawatan kesehatan para karyawan di pabrik.
3. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

11
Perusahaan memberikan asuransi keselamatan kerja untuk setiap karyawan guna
melindungi mereka dari hal-hal yan tidak diinginkan. Asuransi ini meliputi jaminan
kecelakaan kerja,
kematian, dan hari tua atau pensiun.
4. Kantin
Perusahaan menyediakan kantin kepada para karyawan di dalam lingkungan perusahaan.
Para karyawan juga diberikan jatah makan siang gratis dmi menjaga stamina dan
kebugaran setiap karyawan.
5. Perusahaan juga memberikan bus karyawan untuk membantu transportasi
karaywan
6. Para manajer juga diberikan fasilitas mobil sebagai alat transportasi.

4.2 Pembahasan
Berdirinya PT. Sinar Oleochemical Internasional diprakarsai oleh salah satu investor
Indonesia dan salah satu investor Jepang yang mengadakanpertemuan di Jakarta Convention
Center, Jakarta pada tahun 1991. Ide awal pembentukan perusahaan ini karena besarnya
peluang pasar bahan-bahan kimia saat itu dan juga dikarenakan tersedianya bahan baku yang
banyak di Indonesia untuk proses produksi. Kemudian, investor Indonesia yang diwakili oleh
Sinar Mas Grup dan investor Jepang yang diwakili oleh Nippon Oil and Fat (NOF)
mengadakan perteman dengan investor-investor Jepang yang berminat menjadi mitra
perusahaan ini di Jakarta.
Dari pertemuan tersebut, disepakati bahwa ada lima perusahaan termasuk empat investor
Jepang yang setuju menjadi mitra kerja dalam mengelola dan menjalankan perusahaan ini
yaitu :
1. Sinar Mas Grup, menguasai bidang administrasi dan penyediaan bahan baku.
2. Nippon Oil and Fat (NOF), menguasai teknologi pengolahan RBDPO (Refined Bleched
Deodorized Palm Olein), RBDPS (Refined Bleched Deodorized Palm Stearin), dan PKO
(Palm Kernel Oil).
3. Shiseido Company, menguasai bidang pengendalian mutu
4. Merubeni Corporation, menguasai bidang perdagangan.
5. Hitachi Sozen, menguasai bidang permesinan.
Kelima perusahaan tersebut di atas sepakat untuk bekerja sama dalam mendirikan dan
mengelola perusahaan yang dinamai PT. Sinar Oleochemical International (SOCI) dengan
modal investasi sebesar 48,840 miliar rupiah melalui mekanisme Penanaman Modal Asing
(PMA) sesuai dengan Surat Keputusan Presiden No. SPP 161/pma/1992. Pada tanggal 24

12
Agustus 1994 akhirnya, perusahaan ini diresmikan oleh Menteri Perindustrian Republik
Indonesia Bapak Tungki Aribowo.
Kepemilikan masing-masing saham pada perusahaan tersebut adalah :
1. Sinar Mas Grup sebesar 40%
2. Nippon Oil and Fat (NFO) sebesar 30%
3. Shiseido Company sebesar 12,5%
4. Merubeni Corporation sebesar 12,5%
5. Hitachi Sozen sebesar 5%

Sistem Pengupahan
Sistem pengupahan yang diterapkan pada perusahaan ini digolongkan berdasarkan tiga
golongan karyawan yakni:

1. Karyawan Tetap
Karyawan tetap merupakan karyawan yang memiliki upah tetap dari perusahaan untuk
setiap bulannya. Karyawan tetap juga diberikan pelayanan kesehatan dan asuransi.
Pembayaran gaji karyawan tetap dilakukan pada tanggal terakhir bulan berjalan, apabila
tanggal tersebut jatuh pada hari minggu atau libur besar maka pembayarannya dimajukan satu
hari. Karyawan yang bekerja melebihi jam kerja yang ditentukan undang-undang atau bekerja
pada hari minggu atau libur besar dihitung sebagai over time (lembur). Sistem upah lembur
mengacu pada keputusan Menteri Tenaga Kerja No.72/MEN/1994 yaitu: Upah per jam
karyawan tetap = 1/173 x gaji pokok Jam kerja lembur = 1,5 x upah satu jam
2. Karyawan Kontrak
Karyawan kontrak merupakan tenaga yang diperbantukan di perusahaan dan bekerja
sesuai dengan kontrak kerja yang telah dibuat. Kontrak kerja itu sendiri dapat diperpanjang
atau dipersingkat sesuai dengan pertimbangan manajemen. Karyawan kontrak ini meliputi
berbagai profesi seperti dokter, perawat, sopir dan tenaga keamanan yang menerima gaji
secara bulanan.
3. Karyawan Harian
Karyawan harian merupakan tenaga kerja yang digaji berdasarkan kebutuhan dalam satu
waktu dan sifatnya hanya sementara seperti buruh angkut atau buruh bongkar muat barang.
Gaji yang diberikan ditentukan berdasarkan target kerja yang dicapai oleh karyawan tersebut.

13
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Inovatif akan mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi usaha atau bisnisnya
pada zaman sekarang. Adanya inovasi akan membawa perkembangan dan perubahan
ekonomi, serta mempengaruhi semangat kerja para wirausaha. Adanya inovasi seorang
wirausaha akan mendorong semangat kerja di dalam usaha nya atau bisnis nya. Pondasi
utama dalam menjalan kan usaha bisa juga dilakukan dengan adanya perencanaan yang
benar-benar matang terlebih dahulu untuk kedepan nya seperti apa dan bagaimana untuk
melanjutkan usaha tersebut. Sesuatu apapun apabila memang memiliki perencanaan yang
terbaik dan sangat matang akan mendapatkan hasil yang benar-benar optimal begitu pula
dalam melakukan usaha seharusnya memiliki kematangan yang baik. Setelah perencanaan
pengorganisasian, pelaksanaan dan pengontrolan maka managemen usaha dapat berjalan
dengan efektif dan efisisen secara berkesinambungan.

5.2 Saran
Disini saya menyadari penuh atas kekurangan saya dalam pembuatan makalah ini tugas
mata kuliah kewirausahaan , maka dari itu saya mengharapkan bagi para pembaca untuk
memberikan pendapat maupun kritikan dan saran, agar dapat memperbaiki pada penulisan
tugas-tugas berikutnya sekaligus sebagai evaluasi diri.

14
Dokumentasi

15