Anda di halaman 1dari 8

BAB II

TINJAUAN TEKNIK PERENCANAAN

A. Data Perencanaan
1. Luas lahan yang tersedia
Luas lahan Perencanaan Bangunan Rumah Tinggal Bertingkat Di
Jalan Kuala Mas XV , Semarang adalah 200 m2 dengan ukuran (
12.5x16 ) m². Memiliki luas bangunan 192.5 m2. Dengan perincian : luas
bangunan lantai 1 adalah 105.28 m² dan luas bangunan lantai 2 adalah
87.22 m².

2. Keadaan Tanah

Keadaan tanah pada Perencanaan Bangunan Rumah Tinggal


Bertingkat ini memiliki kontur yang rata dan stabil, sehingga perbedaan
elevasi lantai pada ruangan tidak begitu menonjol. Maka dari itu
digunakan pondasi lajur batu belah dan footplat sebagai pondasi setempat
yang berfungsi penyangga lantai dua.

3. Site Plan
Posisi bangunan ini menghadap kearah selatan condong ke timur
sehingga bisa mendapat cahaya matahari pagi. Penentuan terhadap arah
matahari sangat penting karena mempengaruhi pencahayaan yang dapat
masuk kedalam bangunan. Untuk itu , bangunan rumah tinggal ini
direncanakan menggunakan jendela yang relative banyak dan ada di
setiap ruangan agar cahaya matahari dapat masuk kedalam ruangan.
Gambar 1. Site Plan

4. Fungsi dari Bangunan


Perencanaan Bangunan Rumah Tinggal Bertingkat ini direncanakan
sebagai bangunan yang bersifat pribadi yang berfungsi sebagai rumah
tinggal biasa.

5. Konstruksi Bangunan/Struktur Bangunan


Yang tidak kalah penting dalam membangun sebuah bangunan dari
segi arsitektur juga dari segi konstruksi. Yaitu konstruksi yang kuat dan
sesuai dengan umur bangunan. Dalam Perencanaan Bangunan Rumah
Tinggal Bertingkat ini mengunakan mutu beton f’c=25 Mpa atau f’c =250
kg/m2 ,dengan berat jenis 2400 kg/m3. Mutu baja fy = 2400 kg/m2 atau
fy=240 Mpa. Mutu beton dan mutu baja ini digunakan untuk seluruh
konstruksi bangunan. Konstruksi Beton tersebut meliputi sloof, kolom,
balok, plat lantai, plat atap, kantilever, serta ring balok.

6. Konstrusi Atap
Konstruksi atap menggunakan kuda-kuda jenis kayu bengkirai dengan
ukuran 8/12, rangka atap menggunakan usuk 5/7, reng-reng 2/3 , dan
menggunakan genteng keramik. Perencanaan konstruksi kuda-kuda rangka
kayu dihitung sesuai dengan syarat-syarat yang berlaku dan disertakan
angka keamanan sehingga konstruksi menjadi lebih aman.

7. Sirkulasi

Penetuan arah angin sangat penting dalam mepengaruhi sirkulasi


udara yang masuk kedalam bangunan. Untuk daerah Kuala Mas Semarang
ini sendiri arah datangnya arah angin berada di utara yang berasal dari laut
yang lebih sejuk dibandingkan dengan arah angin dari darat. Bagian ruang
tidur utama, ruang makan dan dapur akan menghadap pada arah utara
sehingga lebih banyak menerima angin maka dari itupun juga akan
diberikan banyak jendela sehingga bangunan dalam dapat menerima banyak
angin dari arah utara. Dan sebaliknya diarah selatan juga diberi banyak
jendela agar sirkulasi udara yang dari arah utara dapat berhembus keluar.
menerima angin darat yang lebih panas sehingga memberikan sirkulasi
udara yang baik untuk rumah.
8. Organisasi Ruang

Bagian ruang makan dan dapur dijauhkan dari kamar mandi agar
bau tidak sedap yang berasal dari kamar mandi tidak sampai pada ruang
makan. Bagian garasi dan dapur lebih di dekatkan bertujuan mempermudah
penghuni saat membawa banyak barang untuk ditempatkan dalam ruangan.
Ruang keluarga diberikan pada lantai 2 dan didekatkan pada balkon agar
sirkulasi udara yang masuk dapat memenuhi ruangan dan membuat rileks
para penghuni.

B. Latar Belakang Perencanaan


Suatu bangunan rumah harus dapat berinteraksi dengan alam yang ada
dengan baik. Hal ini sangat diperlukan agar bangunan tersebut dapat
memenuhi fungsinya dengan baik. Untuk dapat berinteraksi dengan baik,
suatu bangunan harus dapat menyesuaikan dan memberi respon positif pada
keadaaan alam yang ada sehingga diperlukan upaya memaksimalkan
penggunaan energi alami, sehingga penggunaan energi listrik di dalam
rumah tersebut digunakan secara optimal dan menjamin keamanan untuk
penghuni.
Bangunan rumah merupakan tempat berkumpul beberapa orang atau
dalam satu keluarga yang digunakan untuk tempat tinggal, beristirahat, atau
bercengkrama dengan anggota keluarga sehingga dalam rumah tersebut
dibutuhkan rasa kenyamanan dan keamanan. Namun pada kenyataannya
penggunaan energi listrik yang digunakan didalam rumah tersebut masih
boros, tingkat keamanan pada rumah hunian cenderung hanya melindungi
dari gangguan luar, tetapi kurang memperhatikan keamanan dan
keselamatan dari dalam rumah itu sendiri. Salah satu contohnya adalah
kelalaian untuk menutup kembali pintu dan jendela, tidak mematikan suatu
peralatan ketika selesei digunakan seperti lampu, sehingga membuang
energi listrik dan bisa menimbulkan bahaya dan tidak aman terhadap
penghuni.

C. Maksud dan Tujuan Perencanaan

Maksud dari Perencanaan Bangunan Rumah Tinggal Bertingkat ini


adalah tersedianya perencanaan teknis rumah tinggal biasa secara detail
sehingga dapat dipakai sebagai acuan yang mempermudah pelaksanaan dan
pengendalian pekerjaan fisik di lapangan guna memperoleh hasil pekerjaan
yang maksimal memenuhi persyaratan teknis berdasarkan kualitas, biaya
serta waktu pelaksanaan. Perencanaan dilakukan semaksimal mungkin dan
dapat dipertanggung jawabkan secara teknis agar diperoleh hasil yang
optimal serta dengan mengusahakan sedikit mungkin adanya perubahan
maupun pergeseran dalam pelaksanaan pekerjaan. Bila hal tersebut terjadi
dapat dikonfirmasikan dengan pihak konsultan perencana maupun pihak
pemberi kerja.
Tujuan Perencanaan Bangunan Rumah Tinggal Bertingkat Di Jalan
Kuala Mas XV Semarang adalah :
1. Sebagai tempat beraktifitas rumah tangga dalam hal ini dapat juga
diartikan dengan tempat berkumpulnya keluarga.
2. Untuk menjaga keamanan dari gangguan luar.

D. Ruang Lingkup Pekerjaan Perencanaan


Pekerjaan Perencanaan Pembangunan Rumah Tinggal Bertingkat Di Jalan
Kuala Mas XV Semarang meliputi :
1. Pekerjaan survey dan pemetaan lahan
Survei adalah pemeriksaan atau penelitian secara komprehensif
Sebelum melakukan perencanaan dilakukan terlebih dahulu survey dan
pemetaan lahan untuk mengetahui keadaan lokasi proyek dan segala sesuatu
yang ada disekitarnya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui posisi lahan
terhadap jalan, arah mata angin dan mengetahui kontur tanah.

Pekerjaan survey dan pemetaan lahan ini dilakukan agar tidak terjadi
kesalahan dalam Perencanaan Bangunan Rumah Tinggal Bertingkat Di
Jalan Kuala Mas XV Semarang ini sehingga dapat mengurangi perubahan
spesifikasi dari perencanakan ketika pelaksanaan pekerjaan.

2. Pekerjaan gambar pra rencana


Gambar pra rencana merupakan gambaran awal bentuk bangunan
maupun denah bangunan yang akan direncanakan, maka dibuat gambar pra
rencana. Perencanaan untuk gambar pra rencana harus sesuai dengan data di
lapangan sesuai dengan hasil survey dan pemetaan lahan, hal ini dilakukan
agar tidak terjadi banyak perubahan ketika proses perencanaan berlangsung.
Gambar pra rencana meliputi site plan, denah lantai 1 dan lantai 2,
potongan, serta tampak bangunan.
Gambar pra rencana dibuat bertujuan agar ketika melakukan
perencanaan secara keseluruhan, perencana mampu melakukan perencanaan
semaksimal mungkin dan tidak keluar jauh dari perencanaan awal atau
gambar pra rencana.Gambar pra rencana ini dibuat sebagai bahan pengajuan
proyek sebelum dilaksanakan.

3. Pekerjaan Gambar rencana


Gambar rencana adalah gambar yang digunakan sebagai acuan untuk
dilaksanakan / dikerjakan di lapangan, gambar rencana ini harus di buat
sedemikian rupa sehingga mudah / bisa dimengerti dalam pelaksanaan
pekerjaannya. Gambar rencana dibuat sesuai dengan perencanaan dan
perhitungan konstruksi mulai dari perhitungan konstruksi beton sampai
dengan perhitungan konstruksi kayu.

Gambar rencana terdiri dari gambar site plan, denah, tampak,


potongan, denah pondasi dan detailnya, denah struktur dan detailnya, denah
atap dan detailnya, denah mekanikal elektrikal dan detainya, denah sanitasi
dan detailnya, serta gambar-gambar pelengkap lain. Gambar rencana dibuat
sedetail mungkin sehingga ketika pelaksanaan pekerjaan tidak terjadi
kesalahan yang diakibatkan karena gambar tidak lengkap.

4. Pembuatan Rencana Kerja dan Syarat (RKS)


Pekerjaan Rencana Kerja dan Syarat (RKS) bertujuan untuk
mendampingi gambar, memberikan informasi tentang syarat – syarat yang
harus dilaksanakan dalam pekerjaan proyek tersebut , syarat tersebut
meliputi : Syarat Teknis, Syarat Umum, dan Syarat Administrasi, memuat
tentang bahan yang digunakan maupun spesifikasi lain misal warna,
kekurangan pada gambar akan terjawab pada RKS demikian juga
sebaliknya.
5. Pekerjaan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Rencana Anggaran Biaya adalah penghitungan kebutuhan biaya yang
diperlukan untuk menyelesaikan suatu kegiatan atau pekerjaan sesuai
dengan kontrak. Dalam melakukan estimasi biaya diperlukan adanya
pengetahuan dan keterampilan teknis estimator, seperti membaca gambar ,
melakukan estimasi (penghitungan),dll. Perhitungan Rencana Anggaran
Biaya (RAB) dilakukan untuk mengetahui berapa biaya yang dibutuhkan
untuk Perencanaan Bangunan Rumah Tinggal Bertingkat Di Jalan Kuala
Mas XV Semarang ini. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB)
dihitung sesuai dengan gambar rencana yang sudah selesai atau sudah tidak
ada perubahan-perubahan lagi.

Rencana Anggaran Biaya (RAB) dihitung mulai dari pekerjaan


persiapan sampai dengan pekerjaan finishing, sehingga dapat diketahui
jumlah biaya keseluruhan yang dibutuhkan dalam Perencanaan
Pembangunan Rumah Tinggal Bertingkat Di Jalan Kuala Mas XV
Semarang ini. Dalam Pembuatan RAB juga dicantumkan Time Schedule
yang berfungsi sebagai kontrol progress pekerjaan ketika pelaksanaan
berlangsung.