Anda di halaman 1dari 4

Bagaimana Persiapan pemeriksaan USG

a.Pencegahan Infeksi
b.Persiapan alat
c.Persiapan pasien
d.Persiapan pemeriksa

Bagaimana persiapan pemeriksaan USG pada pasien


1.Menjelaskan kepada pasien mengenai pemeriksaan USG yang akan dijalani dan informasi penting tersebut
adalah harapan dari hasil pemeriksaan,cara pemeriksaan akurasi ketepatan diagnostik, perlu tidaknya
pemeriksaan USG 3D dan berapa biaya pemeriksaan
2.menandatangani /memberikan persetujuan untuk dilakukan pemeriksaan USG atas dirinya
3.Bila pemeriksaan USG transvaginal ditanyakan apakah pasien apakah NY atau NN dan menjelaskan dan
perlihatan tentang pemakain kondom yang baru pada setiap pemeriksaan (kondom penting untuk pencegahan
infeksi).
4.Menjelaskan kepada pasien bahwa USG bukanlah suatu alat yang dapat melihat seluruh tubuh janin atau
organ kandungan dan hanyalah salah satu dari alat bantu diagnostik didalam bidang kedokteran

Bagaimana Persiapan pemeriksaan USG pada alat


1.mesin USG di sebelah kanan tempat tidur pasien ,bila pemeriksa bertangan kiri maka diletakkan di sisi kiri
pasien.
2.hidupkan peralatan USG sesuai dengan tatacara yang dianjurkan oleh pabrik untuk mencegah kerusakan alat
3.pasang stabilisator tegangan listrik dan UPS.
4.setiap selesai melakukan pemerikasaan USG ,bersihkan semua peralatan USG dengan hati-hati terutama
pada transuder karena mudah rusak.
5.taruh kembali transduser pada tempatnya rapikan dan bersihkan kabel-kabel jangan sampai terinjak dan
terjepit setelah selesai tutup mesin USG dengan plastik penutupnya.
6.tentukan seseorang sebagai penganggung jawab pemelihara alat USG supaya tidk mudah rusak.

Pemeriksaan USG trimester I


 menentukan lokasi kehamilan, misalnya kehamilan intra uterin atau kehamilan ektopik.
 Deteksi dini kegagalan kehamilan.
 Prediksi keadaan janin berdasarkan ditemukannya janin hidup.
 Penentuan usia gestasi.
 Menentukan jumlah embrio, keadaan amnion dan korion.
 Diagnosis penyakit trofoblas gestasional.
 Diagnosis beberapa kelainan kongenital.
 Diagnostik kelainan organ genitalia dan pelvik misalnya neoplasma ovarium dan mioma uteri.

Pemeriksaan USG Trimester II


Pemeriksaan biometri pada trimester II adalah untuk memantau pertumbuahan janin, deteksi cacat
bawaan, usia gestasi dalam kehamilan lanjut dan taksiran berat janin.
pemeriksaan bimetri janin dapat dipakai yaitu:
Diameter biparietal (DBP) Lingkar kepala (LK)
Diameter oksipito-frontalis (DOF) Diameter trans-serebellar (DTS)
Panjang Humerus (PH) Panjang femur (PF)
Lingkar perut (LP) Taksiran berat janin (TBJ)
Syarat DBP
Bidang potong thalamus
 Gambaran kepala seperti bola rugby (rugby-football-shaed skull) berbentuk lebih bundar pada daerah
posterior dan lebih lancip pada daerah anterior.
 Ekho faris tengah yang terletak simetris dari anterior ke posterior kepala hanya sebagian.
 Kavum septum pellusidum membelah ekho garis tengah pada daerah 1/3 garis anterior kepala.
 tampak gambaran thalamus sebagai daerah hypoekhoik berbentuk seperti arah panah
 basal sisterna
Bidang potong ventrikel lateral
 Gambaran kepala seperti bola rugby (rugby-football-shaed skull) berbentuk lebih bundar pada daerah
posterior dan lebih lancip pada daerah anterior.
 Ekho faris tengah yang terletak simetris dari anterior ke posterior kepala hanya sebagian.
 Kavum septum pellusidum membelah ekho garis tengah pada daerah 1/3 garis anterior kepala.
 Kedua kornu anterior ventrikel lateral terletak simetris sekitar garis tengah.
 Keseluruhan atau sebagian dari kornu posterior ventrikel lateral terletak simetris sekitar garis tengah.

Syarat-syarat pemeriksaan CRL


 CRL diukur pada posisi netral (mendatar) karena pada posisi ini panjang bayi mendekati ukuran
sebenarnya (tubuh bayi lebih lurus)
 Diukur dari kepala sampai bokong secara cermat, hati-hati jangan sampai ekstremitas inferior atau yolk
sac ikut terukur
 pengukuran CRL hanya dapat dipakai sampai usia gestasi 12 minggu

Syarat pemeriksaan FL
 Tentukan letak kepala janin, setelah dapat tentukan rotasi sampai tampak vertebra kemudian susuri
sepanjang vertebra, kemudian susuri sepanjang vertebra sampai ke daerah lumbal atau sakrum dan
lakukan rotasi 45 derajat ke kiri dan ke kanan untuk mencari gambaran femur yang baik.
 Bila femur tampak sejajar dengan transuder dan kedua tepinya jelas terlihat , maka gambaran yang
baik telah diperoleh dan dapat dilakukan pengukuran panjang femur.
 Pada usia gestasi 12 minggu panjang femur sudah dapat dipakai untuk menentukan usia gestasi.
 Pengukuran FL terutama bila DBP tidak dapat diukur dengan baik misalnya kepala sudah masuk rongga
panggul atau persyaratan pengukuran DBP yang baik tidak terpenuhi.
 Usahakan letak femur sejajar dengan transuder.

Syarat pemeriksaan HL
Humerus dicari melalui potongan transversal rongga dada bagian atas, akan tampak sebagai bonggol
hiperekoik didaerah bahu, kemudian transuder diputar perlahan-lahan samoai diperoleh keseluruhan panjang
humerus.

Syarat pemeriksaan AC( Abdominal Circumferentia)


Ambil potongan longitudinal tubuh janin sehingga tampak gambaran vertebra, jantung dan vesika
urinaria. Setelah tampak jantung, putarlah transduser 900 sehingga tampak transversal jantung.
Kemudian gerakan transduser beberapa millimeter ke arah inferior sehingga tampak gambaran
vertebra, gaster, vena umbilikalis dalam satu bidang transversal. Pada potongan ini tidak boleh
tampak gambaran jantung dan vesika urinaria dan bentuk lingkaran perut harus sebundar mungkin.
Bila tidak bundar, lakukan koreksi sedikit dengan cara mengerakkan transuder ke kiri atau ke kanan
atau ke atas dan ke bawah secara perlahan-lahan.
Karakteristik lingkar perut :
1.Potongan sirkuler perut menunjukkan ekho kostae yang tidak terputus dan simetris kiri dan kanan.
2.Pada potongan melintang korpus vertebra tampak sebagai tiga buah titik yang membentuk
gambaran segitiga.
3.Tampak gambaran sebagian vena porta, terletak pada 1/3 jarak antara dinding anterior abdomen
dan vertebra. Tampilan vena porta tersebut berbentuk agar melengkung seperti huruf “J“.
4.Tampak gambaran gaster, berbentuk sirkuler, hipoekhoik dan terletak di sisi kiri abdomen.
5.Pada janin presentasi kepala, urutan tampilan vertebra gaster dan vena umbilicus seperti arah
jarum jam. Bila janin presentasi bokong, gambaran tersebut kebalikan dari arah jarum jam.

Gambaran plasenta pada persalinan derajat maturasi plasenta.


 Kehamilan 10 minggu dapat dibedakan secara jelas dengan jaringan di sekitarnya dan tampak
sebagai organ berbentuk cakram.
 Antara kehamilan 8-20 minggu plasenta tampak homogen dengan ekhogenitas moderat
merupakan organ granular yang berbeda nyata dengan miometrium yang hipoekhoik.
 Kehamilan 20 minggu jumlah danau-danau plasenta semakin bertambah yang tampak sebagai
daerah hipoekhoik dan juga terlihat peningkatan deposit kalsium.
 Lokasi plasenta dapat pada dinding anterior uterus, dinding posterior, dinding lateral, atau di
fundus.

Derajat Maturasi Plasenta


0 = cakram khorion tampak halus dan homogeny dan pada daerah cakram basalis juga tidak
ditemukan daerah ekhogenik.
1 = cakram khorion masih tampak halus, tetapi permukaannya mulai tampak sedikit
bergelombang.
2 = perubahan pada derajat maturasi 2 mencakup ketiga lapisan plasenta. Tampak indentasi yang
jelas pada permukaa cakram khorion dan tonjolan-tonjolan seperti koma yang menuju daerah
basalis sehingga plasenta tampak terpisah oleh sekat-sekat.
3 = Cakram khorion tampak terpisah oleh tonjolan-tonjolan ekhogenik yang berjalan dari lapisan
permukaan hingga lapisan basalis plasenta

Apa yang menyebabkan Hidramnion


Penyebab hidramnion antara lain kelainan traktus digestivus, susunan saraf pusat, kelainan
plasenta dan tali pusat, hidrops fetalis dan penyebab yang tidak ketahui.

Apa yang menyebabkan polihiramnion


Kelainan janin, pertumbuhan janin terhambat, dan ketuban pecah preterm.
Gambaran Hidrosfetalis
 tampak asites, hidro foraks, pericardial, efusi, edema kulit kepala, edema anasarka, hidrokel.

Gambaran anencephalus
 janin tidak memiliki cranium dan sebagian besar jaringan otak juga tidak terbentuk.
 orbita masih ada dan tampak terlihat dominan sehingga tampilan gambaran janin
anencephalus tampak seperti katak.

Cara mengukur indeks cairan amnion ada 3 cara


1. Penilaian subyektif : berdasarkan pengalaman subyektif pemeriksa Bila dikatakan normal bila masih ada
bagian janin yang menempel pada dinding uterus dan pada bagian lain cukup terisi oleh cairan amnion. Bila
sedikit, maka sebagian besar tubuh janin akan melekat pada dinding uterus sedangkan bila hidramnion, maka
tidak ada bagian janin yang menempel pada dinding uterus.
2. Penialain semikuantitatif : Dilakukan melalui pengukuran satu kantong (single pocket) amnion terbesar yang
terletak antara dinding uterus dan tubuh janin, tegak lurus terhadap lantai.
Hasil : 2 cm – 8 cm : N
 > 8 cm : polihodramnion
 <1 cm: oligohidramnion
3. Penilaian 4 kuadran (oleh Phelan dkk (1987) ) : abdomen dibagi 4 kuadran. Garis yang melalui vertical ke
bawah dan transversal. Kemudian transuder ditempatkan secara vertical tegak lurus lantai dan cari diameter
terbesar dari kantong amnion, tidak boleh ada bagian janin atau umbilikusndi dalam kantong tersebut. Setelah
diperoleh empat pengukuran, kemudian dijumlahkan dan hasilnya ditulis dalam millimeter atau sentimeter.
More dan Cayle melakukan pengukuran ICA pada usia gestasi 16-24 minggu dalam nilai persentil.
Hasil pengukuran mnrt Phelan Interprestasi
50-250 mm Normal
>250 mm polihidramnion
<50 mm oligohiramnion

Deskripsi USG
Terima kasih atas konsulnya mengenai pasien ny Reni 24 thn dari hasil pemeriksaan USG didapatkan-janin
tunggal hidup presentasi kepala
BPD 83,7 cm sebanding 34w1D
FL 63,7 cm sebanding dengan 33w
Amnion fluid cukup 32,3 17,8
19,6 18,7
Plasenta di korpus depan
Tidak terdapat kelainan kongenital mayor
K/Hamil 33-34 minggu janin tunggal hidup presentasi kepala
Plasenta diperiksa transversal uterus diatas berarti anterior