Anda di halaman 1dari 15

DAFTAR ISI

Halaman Judul ........................................................................................................................... i


Daftar Isi .................................................................................................................................... i
BAB I Pendahuluan .............................................................................................................. 1
A. Latar Belakang .................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................... 1
BAB II Pembahasan ............................................................................................................... 2
A. Kontraksi Panjang Lorentz .................................................................................. 2
B. Dilatasi Waktu ..................................................................................................... 4
C. Aplikasi Dilatasi Waktu Dalam Kehidupan Sehari-Hari .................................... 5
D. Massa ................................................................................................................... 6
E. Momentum ......................................................................................................... 10
F. Energi Relativitas ............................................................................................... 12

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Albert Einstein tidak menciptakan sendiri transformasi koordinat yang dibutuhkan
untuk relativitas khusus. Dia tidak harus melakukannya, karena transformasi yang dibutukan
telah ada sebelumnya. Einstein menjadi seorang yang ahli dalam pekerjaannya yang terdahulu
dan menyesuaikan diri pada situasi yang baru, dan juga dengan transformasi Lorentz seperti
yang telah Planck gunakan pada 1900 untuk menyelesaikan permasalahan bencana ultraviolet
pada radiasi benda hitam, Einstein merancang solusi untuk efek fotolistrik, dan dengan
demikian dia telah mengembangkan teori foton untuk cahaya.
Transformasi Lorentz tersebut menggunakan sistem koordinat empat dimensi, yaitu
tiga koordinat ruang (x, y, dan z) dan satu koordinat waktu (t). Koordinat baru ditandai dengan
tanda apostrof diucapkan “abstain,” seperti x’ dibaca “x-abstain.”
Teori relativitas khusus Einstein sebenarnya ada empat: yaitu yang mencakup:
Pemendekan Panjang (Length Contraction), Pemelaran Waktu/Dilatasi Waktu (Time
Dilation), Penambahan Massa (Mass Increase), dan juga hubungan antara energi dan massa
yang terkenal dengan rumusnya: . Namun yang paling mempesonakan saya adalah masalah
Dilatasi Waktu/ Pemelaran Waktu (Time Dilation) saja, yang akan saya tulis dalam postingan
ini.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Mengenai kontraksi panjang Lorentz
2. Mengenai dilatasi waktu / time dilation
3. Mengenai Massa, Momentum dan Energi Relativitas

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Kontraksi Panjang Lorentz


Telah diketahui bahwa karena dilatasi waktu dua pengamat yang saling bergerak
dengan kelajuan konstan relatif satu terhadap lainnya akan mengukur selang waktu berbeda
diantara dua kejadian. Selang waktu adalah jarak dibagi kelajuan. Karena kelajuan relatif
pangamat satu terhadap pengamat lainnya adalah sama menurut kedua pengamat itu, maka
supaya selang waktu berbeda jarak menurut kedua pengamat harus berbeda. ternyata panjang
benda atau jarak antara duat titik yang diukur oleh pengamat yang bergeak relatif terhadap
benda selalu lebih pendek daripada panjang yang diukur oleh pengamat yang diam terhadap
benda. Pemendekan ini dikenal dengan sebutan kontraksi panjang.
Salah satu konsekuensi dari adanya dilasi waktu adalah kontraksi panjang objek yang
diamati, objek itu terlihat lebih besar atau terlihat lebih kecil. Kita dapat mengetahui jenis
kontraksi apa yang terjadi pada pengamatan objek berdasarkan arah gerak objek tersebut
terhadap pengamat.
Pada dasarnya hal ini terjadi pada semua benda yang bergerak terhadap suatu
pengamat, namun perubahannya lebih terlihat jika benda tersebut bergerak mendekati
kecepatan cahaya. Untuk peristiwa ini, mungkin salah satu yang bisa kita amati saat ini adalah
kereta api. Anggap kita adalah sebagai pengamat yang berada di samping rel kereta api. Kita
tahu panjang satu deret kereta itu sepanjang apa, tetapi ketika mengamati kereta itu berjalan,
tampak seolah-olah kereta tersebut lebih pendek dari kenyataannya. Dalam hal ini, kita sebut
ukuran kereta api itu berkontraksi.
Pengukuran panjang seperti halnya pengukuran selang waktu juga dipengaruhi oleh
gerak relative. Panjang L benda yang bergerak terhadap pengamat kelihatannya lebih pendek
dari panjang Lo bila diukur dalam keadaan diam terhadap pengamat. Gejala ini dikenal sebagi
pengerutan Lorentz. Panjang Lo suatu benda dalam kerangka diamnya disebut sebagai panjang
proper.
Perhatikan sebatang tongkat berada dalam keadaan diam di S’ dengan satu ujung
di x2’ dan ujung lain di x1’. Panjang tongkat dalam kerangka ini ialah panjang propernya Lo=
x2’- x1’. Panjang tongkat dalam kerangka S didefinisikan sebagai L= x2- x1, dengan x2
merupakan posisi satu ujung pada suatu waktu t2 dan x1 dalam t1= t2 sebagaimana yang
diukur di kerangka S.

2
Pengukuran panjang dipengaruhi oleh relativitas. Kita akan mengamati sebuah tongkat
yang terletak pada sumbu x_ dalam kerangka acuan S_ yang bergerak dengan kecepatan v
terhadap kerangka acuan S. Kedudukan tongkat terhadap S_ adalah x_1 dan x_2. Panjang
batang terhadap kerangka acuan S adalah L = x2 – x1 sedangkan panjang batang terhadap
kerangka acuan S_ adalah L0 = x_2 – x_1.
Rumus :
L = Panjang benda diukur oleh pengamat yang bergerak terhadap benda
Lo = Panjang benda diukur oleh pengamat yang diam terhadap benda
V = kecepatan relatif terhadap karengka acuan
Contoh Soal Kontraksi Panjang
Seorang astronot yang tingginya 2 m, berbaring sejajar dengan sumbu pesawat angkasa yang
bergerak dengan kelajuan 0,6 c relatif terhadap bumi. Berapakah tinggi astronot jika diukur
oleh pengamat di bumi?
Jawab:
L0 = 2 m
v = 0,6 c
Jika pesawat bergerak terhadap bumi. Kita dapat menetapkan bumi sebagai kerangka acuan
diam.

3
B. Dilatasi Waktu
Menurut Einstein, selang waktu yang diukur oleh pengamat yang diam tidak sama
dengan selang waktu yang diukur oleh pengamat yang bergerak terhadap suatu kejadian.
Ternyata waktu yang diukur oleh sebuah jam yang bergerak terhadap kejadian lebih besar
dibandingkan terhadap jam yang diam terhadap kejadian. Peristiwa ini disebut dilatasi waktu
(time dilation).
Bila dua peristiwa, misalnya letusan dua petasan, terjadi disatu terjadi pada saat yang
berbeda diamati oleh dua orang pengamat, yang satu diam sedang yang kedua bergerak dengan
kecepatan U, maka selisih waktu letusan dua petasan tersebut akan dicatat oleh pengamat
kedua sebesar ∆t yang nilainya lebih besar dari yang diamati oleh yang diam, dan memenuhi
rumus yang uraianya cukup rumit, yaitu ;

∆t = selisih waktu yang diamati oleh pengamat ke I {diam}


∆t’ = selisih waktu yang diamati oleh pengamat ke II
U = kecepatan pengamat ke II
C = kecepatan cahaya.
Dari rumus di atas, bila U makin cepat, maka akan diperoleh ∆t’ akan makin naik.
Inilah gejala yang disebut dengan istilah dilatasi waktu (perpanjangan waktu).
Sebagai contoh praktis, apabila kita meledakkan dua bom atom pada tempat yang sama
jam 06.00 pagi dan yang kedua jam 18.00 ( selisih 12 jam ). Apabila kita mengendarai
kendaraan secepat cahaya, maka waktu 12 jam tersebut akan dirasakan dalam waktu :

Dalam jarak waktu yang lainpun akan dirasakan demikian, yaitu dalam waktu tidak
terhingga. Jadi kalau kita mampu membuat kendaraan dengan kecepatan cahaya, maka
menurut rumus di atas, kita dapat merasakan hidup hamper kekal dan hampir mutlak, dimana
konsep waktu menjadi tidak berlaku. Inikalau kita tinjau menurut ukuran waktu dunia.
Oleh karena itu sebaliknya bila kita mati dan menjadi ruh berkecepatan melampaui
kecepatan cahaya itu, jika menuruti hitungan manusia bumi telah tercatat beribu ribu abad
tahun, tetapi pada saat kita di bangkitkan (hari akhirat) akan mengatakan “baru satu atau

4
setengah hari”, sebagaimana ditegaskan dalam alQuran. Pengertian ini harus dilihat dari alam
akhirat nanti.
Dengan rumus di atas akan dengan mudah dicerna adanya alam lain disamping dunia
ini yaitu alam surga dan neraka yang kekal, karena pada saat tersebut kita berada pada posisi
yang serba mutlak, tidak pernah tua dan selalu muda, bersandingan dengan bidadari yang
selalu muda juga, karena kita telah berada dalam posisi dengan kecepatan ruh atau malaikat,
yaitu minimum memiliki kecepatan sebesar kecepatan cahaya.
Contoh praktis untuk menggambarkan gejala dilatasi waktu ini adalah sebagai berikut:
1) Apabila kita mengadakan perjalan dengan kendaraan yang berkecepatan sebesar kecepatan
cahaya, maka setelah kita kembali ke bumi menurut catatan kita baru satu menit perjalan,
teman teman kita yang yang sebaya di bumi barangkali sudah menjadi kakek kakek atau
bahkan sudah mati karena tua bangka. Ini kedengarannya aneh tetapi gejala ini pernah
dibuktikan oleh D.H. Frish dan J.H. Smith ketika melakukan pengukuran jimlah muon dari
sinar cosmos yang terdapat di dua tempat, yang satu dekat permukaan air laut sedangkan
yang lain lagi pada ketinggian 1,9 km. dari pengamatan tersebut dapat dibuktikan gejala
dilatasi waktu tersebut.
2) Contoh kedua adalah apabilakita mampu memiliki umur di dunia ini mencapai seratus
tahun, maka semua amalan kita tersebut dicatat oleh malaikat dalam waktu 17,28 detik.
Kata malaikat, itu rusan enteng, tidak perlu capek capek. Dengan adanya gejala dilatasi
waktu maka “kerja malaikat” yang kedengarannya aneh itu, tidak sulit diterima bukan!!!?

C. Aplikasi Dilatasi Waktu Dalam Kehidpan Sehari-Hari


Muon adalah partikel yang hanya hidup selama 2μ detik atau 2 x 10-6 detik. Muon
terbentuk saat sinar kosmik terbentur atmosfir atas bumi dan memiliki kelajuan sekitar 2,994
× 108 m/s atau 0,998c serta mencapai permukaan laut dalam jumlah besar. Karena Muon hidup
hanya selama 2μ detik atau 2 x 10-6 detik, jika dihitung muon harusnya mereka hanya mampu
berjalan dengan menempu jarak:
vt0 = (2,994 × 108 m/s)(2 × 10-6 s) = 600 m
jadi dalam waktu 2 μdetik atau 2 x 10-6 detik muon hanya mampu bergerak sejauh 600 m, akan
tetapi kenyataanya, banyak Muon ditemukan di permukaan bumi padahal terbetuknya muon
di atas atmosfer bumi yang jaraknya lebih dari 6.000 m dari permukaan laut. Kenapa bisa
begitu?
Ini merupakan contoh aplikasi dalam kehidupan sehari-hari tentang konsep dilatasi waktu.
Ingat pada materi sebelumnya yang menjelaskan konsep dilatasi waktu atau pemekaran waktu,
5
dimana waktu itu bersifat relatif terhadap pengamat. Untuk memecahkan paradoks muon, kita
akan memperhatikan umur muon 2 μs diperoleh oleh pengamat dalam keadaan diam terhadap
muon. Karena muon bergerak ke arah kita dengan kelajuan tinggi 0,998c, umurnya
memanjang terhadap kerangka acuan kita dengan pemekaran waktu menjadi:

Jadi, muon yang bergerak memiliki umur 16 kali lebih panjang daripada dalam keadaan diam.
Dalam selang waktu 31,6 s, sebuah muon yang memiliki kelajuan 0,998c dapat menempuh
jarak:
vt0 = (2,994 x 108 m/s)(31,6 10-6 s) = 9.500 m
Meskipun umur muon hanya 2 μs terhadap kerangka acuan pengamat yang diam, namun muon
dapat mencapai tanah dari ketinggian 9.500 m karena dalam kerangka acuan muon yang
bergerak, umur muon adalah 31,6 μs.

D. Massa
Massa adalah pengukuran berapa banyak materi dalam suatu objek. Massa adalah
kombinasi dari jumlah total atom , kerapatan atom, dan jenis atom dalam suatu objek. Dan
berikut ini adalah uraian tentang pengertian Massa dalam fisika semoga bermanfaat bagi yang
membacanya.

6
Massa (berasal dari bahasa Yunani μάζα) adalah suatu sifat fisika dari suatu benda yang
digunakan untuk menjelaskan berbagai perilaku objek yang terpantau. Dalam kegunaan
sehari-hari, massa biasanya disinonimkan dengan berat. Namun menurut pemahaman ilmiah
modern, berat suatu objek diakibatkan oleh interaksi massa dengan medan gravitasi.
Sebagai contoh, seseorang yang mengangkat benda berat di Bumi dapat mengasosiasi
berat benda tersebut dengan massanya. Asosiasi ini dapat diterima untuk benda-benda yang
berada di Bumi. Namun apabila benda tersebut berada di Bulan, maka berat benda tersebut
akan lebih kecil dan lebih mudah diangkat namun massanya tetaplah sama.
Tubuh manusia dilengkapi dengan indera-indera perasa yang membuat kita dapat
merasakan berbagai fenomena-fenomena yang diasosiasikan dengan massa. Seseorang dapat
mengamati suatu objek untuk menentukan ukurannya, mengangkatnya untuk merasakan
beratnya, dan mendorongnya untuk merasakan gaya gesek inersia benda tersebut.
Penginderaan ini merupakan bagian dari pemahaman kita mengenai massa, namun tiada
satupun yang secara penuh dapat mewakili konsep abstrak massa. Konsep abstrak bukanlah
berasal dari penginderaan, melainkan berasal dari gabungan berbagai pengalaman manusia.
Konsep modern massa diperkenalkan oleh Sir Isaac Newton (1642-1727) dalam
penjelasan gravitasi dan inersia yang dikembangkannya. Sebelumnya, berbagai fenomena
gravitasi dan inersia dipandang sebagai dua hal yang berbeda dan tidak berhubungan. Namun,
Isaac Newton menggabungkan fenomena-fenomena ini dan berargumen bahwa kesemuaan
fenomena ini disebabkan oleh adanya keberadaan massa.
Satuan-satuan massa
Alat yang digunakan untuk mengukur massa biasanya adalah timbangan. Dalam satuan
SI, massa diukur dalam satuan kilogram, kg. Terdapat pula berbagai satuan-satuan massa
lainnya, misalnya:
 gram: 1 g = 0,001 kg (1000 g = 1 kg)
 ton: 1 ton = 1000 kg
 MeV/c2 (Umumnya digunakan untuk mengalamatkan massa partikel subatom.)
Pada situasi normal, berat suatu objek adalah sebanding dengan massanya. Namun
perbedaan antara massa dengan berat diperlukan untuk pengukuran berpresisi tinggi.
Oleh karena hubungan relativistik antara massa dengan energi, adalah mungkin untuk
menggunakan satuan energi untuk mewakili massa. Sebagai contoh, eV normalnya digunakan
sebagai satuan massa (kira-kira 1,783×10−36 kg) dalam fisika partikel.

7
Pengertian Massa Jenis
Massa jenis merupakan pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa
jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa jenis rata-rata setiap
benda ialah total massa dibagi dengan total volumenya.
Kerapatan suatu zat disebut massa jenis, yang dilambangkan dengan ρ (rho), yakni hasil bagi
massa zat oleh volumenya. Hal ini sesuai dengan sifat utama dari suatu zat, yakni massa dan
volume.
Rumus Massa Jenis
Anda bisa melihat bahwa massa jenis suatu benda bisa berbeda, meskipun bahan penyusunnya
mempunyai ukuran sama. Hal ini karena massa jenis bergantung pada besar massa dan
volumenya.
Secara matematis, massa jenis suatu zat bisa ditentukan melalui persamaan berikut ini.
P= m/v
Keterangan:
ρ = massa jenis (kg m-3)
m = massa zat (kg)
V = volume zat (m3)
Satuan Massa Jenis
Satuan massa jenis bisa juga dinyatakan dalam g cm-3. Tahukah kamu bagaimana cara
mengonversi satuan dari kg m-3 menjadi g cm-3 ?? Perhatikan uraian berikut.

Sehingga:
1 kg m-3 = 0,001 g cm-3 atau 1 g cm-3 = 1.000 kg m-3
Perhatikan tabel massa jenis beberapa zat berikut ini.

8
Pengukuran volume terkadang kurang teliti bila dibandingkan pada pengukuran massa. Untuk
itulah dalam menentukan massa jenis hanya dilakukan pengukuran massa.
Hal inilah yang mendasari digunakannya massa jenis relatif. Massa jenis relatif didefinisikan
sebagai nilai perbandingan massa jenis bahan dengan massa jenis air. Massa jenis air diketahui
yakni 1 g cm-3 atau 1.000 kg m-3.
Contoh Soal Massa Jenis
Sebuah balok dari bahan kuningan mempunyai panjang 8 cm, lebar 5 cm, dan tinggi 2,5 cm.
Bila diketahui massa jenis balok kuningan tersebut 8.400 kg/m3, berapa massa balok tersebut?
Pembahasan
Diketahui:
balok dari kuningan
p = 8 cm = 0,08 m
l = 5 cm = 0,05 m
t = 2,5 cm = 0,025 m
ρ = 8.400 kg/m3
Ditanya: m = …?
Jawab: V = p x l x t
V = 0,08 m x 0,05 m x 0,025 m
= 0,0001 m3
m=ρxV
= (8.400 kg/m3) ( 0,0001 m3)
= 0,84 kg

9
Jadi, massa balok kuningan adalah 0,84 kg.

E. Momentum
Momentum merupakan istilah fisika mengacu pada kuantitas gerak dan massa yang
dimiliki suatu objek. Definisi momentum diartikan sebagai besaran yang dihasilkan dari
perkalian antara besaran skalar massa benda dengan besaran vektor kecepatan geraknya. Jadi
momentum termasuk besaran vektor (besaran yang dipengaruhi oleh arah). Arah momentum
searah dengan arah kecepatan. Momentum sebuah partikel dapat dipandang sebagai ukuran
kesulitan untuk mendiamkan benda.Semakin besar momentum, maka semakin dahsyat
kekuatan yang dimiliki oleh suatu benda. Jika materi dalam keadaan diam, maka
momentumnya sama dengan nol. Sebaliknya semakin cepat pergerakannya, semakin besar
juga momentumnya.
Momentum dimiliki oleh benda yang bergerak. Mudahnya, momentum adalah
kecenderungan benda yang bergerak untuk melanjutkan gerakannya pada kelajuan yang
konstan. Momentum dapat dirumuskan sebagai hasil perkalian massa dengan kecepatan.
Berikut penjelasan mengenai rumus momentum :
Rumus Momentum
Dalam mekanika klasik, momentum (dilambangkan dengan P) ditakrifkan sebagai hasil
perkalian dari massa dan kecepatan, sehingga menghasilkan vektor.
Momentum suatu benda (P) yang bermassa m dan bergerak dengan kecepatan v diartikan
sebagai berikut :
p=m.v
p = momentum (Kg m/s)
m = massa benda (Kg)
v = kecepatan benda (m/s)
Contoh Momentum
Sebuah truk berat mempunyai momentum yang lebih besar dibandingkan mobil yang ringan
yang bergerak dengan kelajuan yang sama. Gaya yang lebih besar dibutuhkan untuk
menghentikan truk tersebut dibandingkan dengan mobil yang ringan dalam waktu tertentu.
(Besaran mv kadang-kadang dinyatakan sebagai momentum linier partikel untuk
membedakannya dari momentum angular).
Jenis-jenis tumbukan dibedakan berdasarkan perubahan energi. Ketika dua benda mengalami
tumbukan elastis atau lenting sempurna, energi kinetik benda sebelum dan sesudah tumbukan
sama. Jika ditulis dalam persamaan menjadi
10
Sementara itu, tumbukan tak lenting persamaannya dapat ditulis menjadi

Kecepatan dan arah benda pertama setelah tumbukan akan sama dengan kecepatan tumbukan
benda kedua setelah tumbukan. Hal ini dikarenakan salah satu benda mengikuti gerak benda yang
lainnya setelah tumbukan. Tumbukan tak lenting biasanya terjadi ketika ‘kekuatan gerak’ salah
satu benda sangat besar dari benda yang lainnya. Sehingga, benda bermassa kecil dengan
kecepatan rendah akan terbawa arah geraknya dengan benda yang bermassa besar dan kecepatan
besar.
[Contoh soal]
1. Sebuah mobil bermassa 2000 kg melaju dengan kecepatan 120 km/jam, menabrak sebuah
becak bermassa 500 kg yang diam. Berapa kecepatan mobil dan becak setelah
tumbukan?

11
Jadi kecepatan akhir kedua benda = 96 km/jam. Penurunan kecepatan benda pertama setelah
tumbukan menunjukan adanya perubahan energi menjadi bentuk energi yang lain.

F. Energi Relativitas
Teori relativitas Albert Einstein adalah sebutan untuk kumpulan dua teori fisika:
"relativitas umum" dan "relativitas khusus". Kedua teori ini diciptakan untuk menjelaskan
bahwa gelombang elektromagnetik tidak sesuai dengan teori gerakan Newton.
Gelombang elektromagnetik dibuktikan bergerak pada kecepatan yang konstan, tanpa
dipengaruhi gerakan sang pengamat. Inti pemikiran dari kedua teori ini adalah bahwa dua
pengamat yang bergerak relatif terhadap masing-masing akan mendapatkan waktu dan
interval ruang yang berbeda untuk kejadian yang sama, namun isi hukum fisika akan terlihat
sama oleh keduanya.
Relativitas khusus adalah teori mengenai struktur ruang-waktu. Diperkenalkan oleh
Einstein melalui karyanya tahun 1905, Tentang Elektrodinamika Benda Bergerak (untuk
kontribusi fisikawan lainnya lihat Sejarah relativitas khusus). Relativitas khusus menunjukkan
bahwa jika dua pengamat berada dalam kerangka acuan lembam dan bergerak dengan
kecepatan sama relatif terhadap pengamat lain, maka kedua pengamat tersebut tidak dapat
melakukan percobaan untuk menentukan apakah mereka bergerak atau diam. Bayangkan ini
seperti saat Anda berada di dalam sebuah kapal selam yang bergerak dengan kecepatan tetap.
Anda tidak akan dapat mengatakan apakah kapal selam tengah bergerak atau diam. Teori
relativitas khusus disandarkan pada postulat bahwa kecepatan cahaya akan sama terhadap
semua pengamat yang berada dalam kerangka acuan lembam.
Postulat lain yang mendasari teori relativitas khusus adalah bahwa hukum fisika
memiliki bentuk matematis yang sama dalam kerangka acuan lembam manapun. Dalam teori
relativitas umum, postulat ini diperluas untuk mencakup tidak hanya kerangka acuan lembam,
namun menjadi semua kerangka acuan.
Teori ini juga menyebabkan banyak kejutan. Beberapa diantaranya adalah:
 Relativitas simultanitas: 2 kejadian yang simultan untuk 1 pengamat, mungkin tidak
simultan bagi pengamat lainnya jika ia bergerak relatif.
 Dilatasi waktu: Jarum jam akan bergerak lebih lambat daripada jam pengamat yang
"diam".
 Massa relativistik

12
 Kontraksi panjang: Objek akan memendek pada arah di mana mereka bergerak dalam
kaitannya dari pengamat.
 Ekivalensi massa-energi: E = mc2, energi dan massa ekivalen dan dapat berubah satu
sama lain.
 Kecepatan maksimum terbatas: Tidak ada objek, pesan, atau garis medan dapat bergerak
lebih cepat daripada kecepatan cahaya di ruang hampa.
 Efek gravitasi hanya dapat berpindah melalui ruang hampa pada kecepatan cahaya, tidak
lebih cepat atau seketika.
Relativitas umum adalah teori gravitasi yang dikembangkan oleh Einstein pada tahun
1907-1915. Pengembangan relativitas umum dimulai dengan asas ekivalensi, di mana keadaan
gerak dipercepat dan diam pada sebuah medan gravitasi (contohnya, ketika berada pada pada
permukaan bumi) yang identik secara fisik. Hasilnya adalah jatuh bebas adalah gerak inersia:
objek yang sedang jatuh bebas akan jatuh karena itulah bagaimana objek bergerak ketika tidak
ada gaya yang diberikan pada benda tersebut, bukan akibat gaya gravitasi seperti pada kasus
mekanika klasik. Maka hal ini tidak cocok dengan mekanika klasik dan relativitas khusus
karena pada teori ini objek yang bergerak inersia tidak dapat mempercepat terhadap satu sama
lain, namun objek yang jatuh bebas dapat. Untuk menyelesaikan masalah ini, Einstein
mengajukan bahwa ruang-waktu adalah kelengkungan. Tahun 1915, ia merancang persamaan
medan Einstein yang menghubungkan kelengkungan ruang-waktu terhadap massa, energi, dan
momentum.
Beberapa akibat relativitas umum adalah:
 Jam akan bergerak semakin lambat pada lubang gravitasi yang makin dalam. Hal ini
disebut dilatasi waktu gravitasi.
 Presesi orbit dengan cara yang tidak sama dengan teori gravitasi Newton. (Hal ini telah
diamati pada orbit Merkurius dan binary pulsar).
 Sinar cahaya berbelok dengan adanya medan gravitasi.
 Massa berotasi "menyeret" sepanjang ruang-waktu di sekitarnya, fenomena yang dikenal
dengan "frame-dragging".
 Meluasnya alam semesta, dan bagian yang jauh bergerak dari kita lebih cepat dari
kecepatan cahaya.

Albert Einstein pada tahun 1905 menyatakan bahwa ada kesetaraan antara massa dan energi
pada benda yang bergerak mendekati kecepatan cahaya. Pada penyinaran zat radioaktif, selalu
disertai energi yang sangat besar. Energi ini diserap dan berubah menjadi panas. Jika benda diam
13
menerima energi kinetik, massa relatif benda akan bertambah. Tetapi, jika kehilangan energi,
massa benda relatif akan berkurang. Dalam fisika klasik kita mengenal dua prinsip kekekalan,
yaitu kekekalan massa (klasik) dan kekekalan energi. Dalam relativitas, kedua prinsip kekekalan
tersebut bergabung menjadi prinsip kekekalan massa-energi, dan memegang peranan penting
dalam reaksi inti.
Menurut Einstein, benda yang bergerak dengan kelajuan v, akan memiliki energi kinetik.
Ini karena adanya kesetaraan antara massa dengan energi.

Dalam menghitung energi kinetik suatu partikel untuk mempercepatnya dari keadaan diam.

Contoh Soal:
Sebuah benda dengan massa diam 2 kg bergerak dengan kelajuan 6.106 m/s. Tentukan besar
energi relativistis benda tersebut.
Pembahasan:

14