Anda di halaman 1dari 31

BAB III

TINJAUAN KASUS
PENGKAJIAN NEONATUS

I. DATA BAYI
Nama bayi : By. K.P Tanggal dirawat :17/11-2018
Jenis kelamin : Laki-laki Alamat :Kakaskasen
Tanggal lahir/usia : 17 – 11 – 2018/ 2 hari
Nama orang tua, Ayah : Tn. H.P
Ibu : Ny. T.L
Pendidikan Ayah : SMA
Ibu : SMA
Pekerjaan Ayah : Wiraswasta
Ibu : Wiraswasta
Usia Ayah : 24 tahun
Ibu : 20 tahun
Diagnosa Medis : Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

A. Riwayat Bayi
Apgar score : 3/5/7
Nilai Jumlah
Tanda 0 1 2 Menit ke Menit ke Menit ke
1 3 5
Denyut ( ) Tidak ( ) < 100 ( ) < 100
Jantung ada

Usaha ( ) Tidak ( ) Lambat ()


Napas ada Menangis
kuat

Tonus () () ( ) Gerakan
Otot Lumpuh Ektremitas Aktif
fleksi
sedikit
Refleks ( ) Tidak ( ) Gerakan ( ) Reaksi
bereaksi sedikit Melawan

Warna ( ) Biru/ ( ) Tubuh ()


Pucat Kemerahan Kemerahan
Usia gestasi : 34-35 minggu
Berat Badan : 1600 gram
Antropometri, LK : 32 cm
LD : 29 cm
LP : 22 cm
LLA : 11 cm
PB : 41 cm

Komplikasi Persalinan : ( ) Ada ( √ ) Tidak


a. Aspirasi mekonium :(-)
b. Denyut jantung janin abnormal :(-)
c. Masalah lain :(-)
d. Prolaps tali pusat/ lilitan tali pusat :(-)
e. Ketuban pecah dini :(-)

B. Riwayat Ibu
USIA GRAVIDA PARTUS ABORTUS
20 Tahun 1 0 0

Jenis persalinan :
- Pervaginam (√)
- Sectio cecarea (- )
Komplikasi kehamilan
- Perawatan Antenatal (√)
- Ruptur plasenta/plasenta previa (-)
- Pre eklamsia/toxcemia (-)
- Suspect sepsis (-)
- Persalinan prematur/post matur (√)
- Masalah lain : tidak ada

II. PENGKAJIAN FISIK NEONATUS


1. Refleks :
Moro (√)
Menggenggam ( √ ) : kuat
Menghisap ( √ ) : kuat

2. Tonus/aktifitas
a. Aktif (√) Tenang ( - ) Letargi ( - ) Kejang ( - )
b. Menangis keras ( √ ) Sulit Menangis ( - )

3. Kepala/leher
a. Fontanel anterior : Lunak ( √ ) Tegas ( - )
Datar ( √ ) Menonjol ( - ) Cekung ( - )
b. Sutura sagitaris : Tepat ( √ ) Terpisah ( - )
c. Gambaran wajah Simetris : ( √ ) Asimetris ( - )
d. Molding ( - ) Caput succedaneum ( - ) Cephalhetoma ( - )

4. Mata
Bersih : ( √ ) Sekresi ( - )
Jarak interkantus : Sklera : Anikterik

5. THT
a. Telinga Normal ( √ ) Abnormal ( - )
b. Hidung Semetris ( √ ) Asimetris ( - )
Sekresi ( - ) Napas cuping hidung ( - )

6. Mulut
Bibir sumbing (-)
Bibir kering (√)
Sumbing langit-langit/ palatum ( - )

7. Abdomen
a. Lunak (√) Tegas ( - )
Datar (√) Kembung ( - )
b. Lingkar perut : 22 cm
c. Liver Teraba ( √ )

8. Thoraks
a. Simetris ( √ ) Asimetris ( - )
b. Retraksi derajat 0 ( √ ) Derajat 1 ( - ) Derajat 2 ( - )

9. Paru-paru
a. Suara nafas kanan kiri sama ( √ ) Tidak sama ( - )
b. Suara nafas bersih (√) Ronchi (-) Sekresi ( - )
Wheezing ( - ) Vasikuler ( √ )
c. Respirasi spontan ( √ )
Alat bantu nafas ( - )
10. Jantung
a. Bayi normal sinus rhytim (NSR) ( √ )
Frekuensi : 132x/mnt
b. Murmur ( - ) PMI ( - ) Lokasi : -
c. Waktu pengisian kapiler : < 2 detik
d. Denyut nadi :
Nadi perifer Keras Lemah Tidak ada
Brakial kanan √
Brakial kiri √
Femoral Kanan √
Femoral kiri √

11. Ekstremitas
Gerakan bebas ( √ ) ROM terbatas (-) Tidak terkaji (-)
Ekstermitas atas Normal (√) Abnormal (-)
Ekstremitas bawah Normal (√) Abnormal (-)
Panggul Normal (√) Abnormal (-)

12. Umbilikus
Normal (√) Abnormal ( - )
Inflamasi (-) Drainase ( - )

13. Genital
Perempuan Normal (-) Laki-laki normal (√)
Abnormal (-)
Sebutkan :

14. Anus Paten ( √ ) Imperforata ( - )

15. Spina Normal ( √ ) Abnormal ( - )

16. Kulit
a. Warna Pink ( √ ) Pucat ( - ) Jaundice ( - )
Sianosis ( - )
b. Turgor kulit baik, tekstur tipis (keriput)

17. Suhu
a. Lingkungan
Penghangat radian ( ) Penghangat suhu ( )
Suhu ruangan ( ) Inkubator (√ ) Boks terbuka ( )
b. Suhu Kulit : 36,4 °C
III. RIWAYAT SOSIAL
1. Struktur Keluarga

Keterangan :
: Laki-laki
: Perempuan
: Klien
2 hr
: Tinggal serumah

Kesimpulan : Orang tua klien tinggal serumah, sementara klien menjalani perawatan
di rumah sakit di ruangan neonati. Saat dikaji klien baru berusia 2 hari.
2. Antisipasi vs pengalaman nyata kelahiran : tidak ada
3. Budaya : Indonesia
4. Suku : Minahasa
5. Agama : Kr. Protestan
6. Bahasa utama : Indonesia
7. Perencanaan makanan bayi : ASI
8. Masalah soasial yang penting : tidak ada
9. Hubungan orang tua dan bayi : Sejak di rawat di rumah sakit, kedua
orang tuanya selalu datang untuk melihat bayi mereka di rumah sakit.

IBU TINGKAH LAKU AYAH


√ Menyentuh √
- Memeluk -
- Berbicara -
√ Bekunjung √
- Memanggil nama -
√ Kontak mata √

10. Orang terdekat yang dapat dihubungi : Ayah dan Ibu


11. Orang tua berespon terhadap penyakit : ya ( √ ) tidak ( - )
Respon : orang tua klien mengerti dengan keadaan bayi mereka, dan mendukung
setiap perawatan yang dinerikan kepada bayi mereka.
12. Orang tua berespon terhadap hospitalisasi : ya ( √ ) tidak ( - )
Respon : orang tua klien selalu datang ke rumah sakit untuk melihat bayi mereka.
13. Resume hasil pengkajian
By. K.T lahir prematur pada tanggal 17 November 2018 dengan berat badan lahir
rendah yaitu 1550 gram. Setelah dilakukan pengukuran antropometri didapatkan hasil
: LK: 32 cm, LD : 29 cm, LP : 22 cm, LLA : 11 cm, PB : 41 cm. Setelah dilahirkan
By. K.T mendapat perawatan intresif di inkubator ruangan neonati karena bayi
memiliki berat badan lahir rendah.
Hasil Laboratorium

Nama : By K. P Age : 1 day Birthday : 17-11-2018


Sex : Male Run Time : 18-11-2018

Perameter Result Unit Ref. Range

WBC 13.94x10^g/L 6.00-17.00


Neu% 78,1 % 40.0-80.0
Lym% L 14.9 % 20.0-70.0
Mon% 5.9 % 1.0-11.0
Eos% 0.7 % 0.5-5.0
Bas% 0.4 % 0.0-1.0
Neu# 10.88x10^g/L 1.60-16.00
Lym# 2.08x10^g/L 0.40-4.40
Mon# H 0.82x10^g/L 0.00-0.80
Eos# 0.11x10^g/L 0.02-0.80
Bos# 0.05x10^g/L 0.00-0.20

RBC 5.07x10^12/L 3.60-5.20


HGB H 19.3 g/dL 10.7-13.1
HCT H 50.8 % 35.0-43.0
MCV 100.2 fL 74.0-102.0
MCH H 38.0 pg 23.0-31.0
MCHC H 37.9 g/dl 28.0-32.0
RDW-CV H 14.7 % 13.0-14.5
RDW-SD H 61,7 fL 35.0-56.0

PLT 244x10^g/L 217-497


MPV H 8.4 fL 0.0-0.0
PDW 17.0
PCT 0.204%
KLASIFIKASI DATA

DATA SUBJEKTIF (DS) DATA OBJEKTIF (DO)


- Antropometri
- LK : 32 cm
LD : 29 cm
LP : 22 cm
PB : 41 cm
- BB : 1600 gram
- Kulit teraba dingin
- TTV :
SB : 36,4 °C
R : 46 x/mnt
HR : 132x/mnt
- Tali pusat masih basah
- Refleks menghisap masih lemah
- Bayi lahir prematur
- Umur bayi 2 hari
- Bibir kering
ANALISA DATA

NO. DATA ETIOLOGI MASALAH


1. Ds: BBLR Defisit nutrisi
-
Do:
- Antropometri Prematuritas
BB : 1600 gram
LK : 32 cm
LD : 29 cm Fungsi organ-organ belum
LP : 22 cm baik
PB : 41 cm
- Bayi lahir premature
- Bibir kering Imaturitas sentrum sentral
vital

Refleks menelan belum


sempurna

Nutrisi kurang dari kebutuhan


tubuh

2 Ds : BBLR Risiko hipotermia


-
Do :
- Kulit klien teraba Prematuritas
dingin
- SB : 36,4°C
- R : 46x/mnt Jaringan lemak
- Bayi lahir
prematur
- Umur bayi 2 hari Kehilangan panas melalui
kulit

Risiko hipotermi
3. Ds : Proses persalinan Risiko infeksi
-
Do :
- Tali pusat masih Bayi baru lahir
basah
- Umur bayi 2 hari,
- Bayi lahir prematur Perubahan fisiologis
- TTV : SB : 36,4°c
RR : 46 kali/menit
TB : 41 cm Pemotongan tali pusat
BB : 1600 gram

Post the entry bakteri

Risiko infeksi
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Nama : By. K.T Kamar : NICU
Umur : 2 hari Ruangan : Neonati

No Diagnosa Keperawatan Tanggal Ditemukan Tanggal Teratasi Prioritas

1. Defisit Nutrisi b.d fisiologis tubuh 19 November 2018 (Belum teratasi) Aktual (I)
prematur yang ditandai dengan Peningkatan berat badan
merupakan proses yang
Ds : - sangat penting dalam
tatalaksana BBLR
Do : disamping pencegahan
- Antropometri terjadinya penyulit.
BB : 1600 gram Proses peningkatan
LK : 32 cm berat badan bayi tidak
LD : 29 cm terjadi secara otomatis,
LP : 22 cm melainkan terjadi secara
PB : 41 cm bertahap sesuai dengan
- Bayi lahir prematur umur bayi. Peningkatan
- Bibir kering berat yang adekuat akan
sangat mebantu
pertumbuhan dan
perkembangan bayi
secara normal di masa
depan sehingga akan
sama dengan
perkembangan bayi
berat badan lahir normal
(Septira, 2016)
2. Risiko hipotermia b.d prematuritas BBLR 19 November 2018 (Belum teratasi) Risiko (II)
yang ditandai dengan Bayi baru lahir pada
umumnya tidak dapat
Ds: - mengatur temperatur
Do : tubuhnya secara
- Kulit klien teraba dingin memadai sehingga bayi
- SB : 36.4° C cepat mengalami
R : 46 X / Menit kedinginan bila tidak
- Bayi lahir prematur segera ditangani bayi
- Umur bayi 2 hari akan kehilangan panas.
Bayi yang mengalami
hipotermia berisiko
tinggi untuk jatuh sakit
atau meninggal.
Hipotermia sering
terjadi pada neonates
BBLR, karena jaringan
lemak subkutan rendah,
dan permukaan luas
tubuh yang relatif besar
(Hutogaol, 2014)
3. Risiko Infeksi b.d post the entry bakteri 19 November 2018 (Belum Teratasi) Risiko (III)
yang ditandai dengan Bayi BBLR mudah
sekali mengalami risiko
Ds : infeksi karena cadangan
- immunoglobulin
Do : maternal yang menurun
- Tali pusat masih basah sehingga kemampuan
- Usia bayi 2 hari, membuat antibodi rusak,
- Bayi lahir prematur mengalami imaturitas
- TTV : SB : 36,4°c organ-organ tubuhnya
RR : 46 kali/menit (Elizabeth, 2013)
TB : 41 cm
BB : 1600 gram
ASUHAN KEPERAWATAN

Nama : By. K.P Kamar : NICU


Umur : 2 hari Ruangan : Neonati

No DIAGNOSA TUJUAN/ INTERVENSI RASIONAL JAM IMPLEMENTASI EVALUASI


KEPERAWATAN KRITERIA (NIC)
(SDKI) HASIL
(NOC)
1 Defisit nutrisi b.d 1. Nutritional Nutrition Senin 19 Nov
fisiologis tubuh status management 2018
prematur ditandai 2. Nutritional 1. Kaji maturase 1. Menentukan 15.20 1. Mengkaji Pukul : 19:40
dengan: status : nutrient refleks metode maturase refleks
Ds: intake berkenaan pemberian berkenaan S:-
- 3. Weight control dengan makanan dengan
Do : Setelah diberikan pemberian yang tepat pemberian O:
- Antropometri asuhan makan untuk makan -
BB : 1600 gram keperawatan pemenuhan Hasil : - Bayi dengan
LK : 32 cm selama 3x24 am nutrisi bayi Menghisap BB rendah
LD : 29 cm diharapkan (Newfield, lemah, - BB : 1600
LP : 22 cm kebutuhan nutrisi 2012) Refleks menelan gram
PB : 41 cm bayi terpenuhi lemah - Bayi terpasang
- Bayi lahir dengan NGT
premature Kriteria hasil: - Terpasang
- Bibir kering - Bayi Infus
mendapat Dex 10% 79cc
nutrisi yang D40% 7cc
adekuat (5) Nacl 3% 3.1cc
- Mempertaha Kcl 1.6cc
nkan 2. Timbang BB 2. Mengidentifi 15.30 2. Menimbang BB Mg SO4 20%
pertumbuhan setiap hari kasikan setiap hari 0.75cc
dan adanya risiko Hasil: Ca Gluko 10%
perkembanga derajat dan BB : 1600 gram 1cc
n BB tetap resiko pada Aminofusin
(5) pola 5% 93cc
pertumbuhan Aplos 9tts/mnt
(Newfield,
2012) - Bayi belum
diberi ASI
3. Pantau masukan 3. Memberikan 16.00 3. Memantau karena ASI
dan pengeluaran informasi masukan dan belum keluar
tentang pengeluaran
masukan Hasil : A : Defisit
aktual dalam Masukan: Cairan Nutrisi
hubungannya Dex 10% 6-7
dengan tts/mnt P : lanjutkan
perkiraan Pengeluaran : intervensi
kebutuhan Pempers 3 x 1. Kaji maturase
dan ganti sehari refleks
penyesuaian berkenaan
diet dengan
(Teixeira, pemberian
2016) makan
2. Kaji BB setiap
4. Diskusikan 4. Keterlibatan 16.05 4. Mendiskusikan hari
dengan orang orang tua dengan orang 3. Pantau
tua mengenai sangat tua mengenai masukan dan
pemberian ASI diperlukan pemberian ASI pengeluaran
secara aktif, Hasil : 4. Berikan
dukungan Dijelaskan minum sesuai
yang manfaat ASI dengan
diberikan pada orang tua kebutuhan
keluarga karena ASI 5. Kaji tanda-
dapat merupakan tanda
mempengaru nutrisi yang hipoglikemia
hi psikologis
kesehatan tepat pada 6. Kolaborasi:
ibu BBLR. berikan
(Newfield, supermen
2012) elektrolit
sesuai indikasi
5. Berikan minum 5. Membantu 15.20
sesuai dengan pemenuhan 5. Memberikan
kebutuhan kebutuhan minum sesuai
harian bayi, dengan
nutrisi dari kebutuhan
ASI dapat Hasil :
membantu Bayi belum
peningkatan diberikan ASI,
imun bayi belum ada ASI
serta
perkembanga
n dan
pertumbuhan
bayi
(Teixeira,
2016)

6. Kaji tanda-tanda 6. Hipoglikemi 14.10


hipoglikemia : a dapat 6. Mengkaji tanda-
takipnea, terjadi pada tanda
menangis keras, awal 3 jam hipoglikemia :
nada tinggi, bayi SGA takipnea,
gemetar dan saat menangis keras,
kejang. cadangan nada tinggi,
glikogen gemetar dan
cepat kejang.
berkurang Hasil :
dan
glikotinogen Bayi sering
esis tidak menangis
adekuat
(Newfield,
2012)

7. Kolaborasi : 7. Ketidakstabil
Berikan an
suplemen metabolisme 7. Mempertahanka
elektrolit sesuai pada bayi n masukan
indikasi SGA/NGA Cairan infus
dapat Dextrose 10% 6-
memerlukan 7 tts/mnt
suplemen
untuk
mempertaha
nkan
homeostatis
(Teixeira,
2016)

2 Risiko hipotermi 1.Thermoregulati Temperature Senin 19 Nov


b.d prematuritas, on regulation 2018
BBLR 2.Thermoregulati 1. Monitor suhu 1. Penurunan 15.00 1. Memonitor Pukul 19:45
Ditandai dengan : on: neonate badan minimal suhu badan suhu badan
Ds : - Setelah diberikan tiap 2 jam menandakan minimal tiap 2 S: -
Do : asuhan adanya risiko jam
- Kulit klien teraba keperawatan hipotermia Hasil : O:
dingin selama 3x24 jam sehingga SB : 36.4 °C - Kulit teraba
- SB : 36.4° C diharapkan pemantau tidak dingin
- R : 46 X / Menit hipotermi tidak yang intensif - Bayi berada
- Bayi lahir terjadi diperlukan dalam
prematur guna inkubator
- Umur bayi 2 hari Dengan kriteria mencegah - TTV :
hasil : hipotermia R : 54x//mnt
- Suhu tubuh pada bayi SB : 36.8°C
dalam batas (Caldas,
normal (5) 2017) A : Risiko
- Akral teraba hipotermi
hangat (5)
2. Monitor warna 2. Untuk 15.20 2. Memonitor P : Intervensi
dan suhu kulit mendeteksi warna dan suhu dilanjutkan
perubahan kulit
status yang Hasil : 1. Kaji KU dan
memerluka suhu badan
n intervensi 2. Observasi
tambahan sistem
untuk pengaturan
stabilisasi suhu
(Fatsman, inkubator
2014) setiap 15
menit
3. Gunakan
3. Observasi 3. Mengetahui 15.10 3. Mengobservasi lampu
sistem adanya sistem pemanas
pengaturan peningkatan pengaturan selama
suhu inkubator dan suhu inkubator prosedur
setiap 15 penurunan setiap 15 menit 4. Kurangi
menit suhu Hasil : pemajanan
inkubator Air : 33.1 °C pada aliran
yang dapat udara
mempengaru 5. Ganti pakaian
hi suhu bila basah
tubuh
(Fatsman,
2014)
4. Kurangi 4. Mengurangi 16.10 4. Mengurangi
pemajanan penguapan pemajanan
pada aliran melalui pada aliran
udara konveksi udara
sehingga Hasil :
dapat cela/lubang
mengontrol pada incubator
suhu dibuka hanya
lingkungan sedikit
dan menjaga
suhu bayi
stabil
(Caldas,
2017)

5. Ganti pakaian 5. Pakaian 5. Mengganti


bila basah basah bisa pakaian/popok
menyebabka bila basah
n hipotermi Hasil :
pada bayi. Popok//
Kulit yang pempers
masih tipis diganti saat
pada bayi bayi
BBLR dapat BAK/BAB
memicu
pengupan
yang
berlebih dari
tubuh bayi
sehingga
suhu badan
pada bayi
tidak dapat
dipertahanka
n (Fatsman,
2014)
3 Risiko infeksi b.d 1. Immune status Infection control Senin, 19-11-
kerentangan bayi 2. Risk control 1. Observasi 1. Untuk 1. Mengobservasi 2018. 20.00
atau imanutiritas, Setelah diberikan TTV, terutama mengetahui TTV, terutama
luka terbuka (tali asuhan SB kondisi SB S:-
pusat), ditandai keperawatan bayi. Hasil :
dengan : selama 3x24 jam Penurunan SB : 36,4 °C O:
Ds : - Tidak terjadi suhu tubuh RR : 46 x/menit - Tali pusat
Do : tanda-tanda bayi TB : 41 cm masih basah
- Tali pusat ifeksi, dengan BB : 1600 gram - SB : 36,8 °C
masih basah Dengan kriteria BBLR RR : 46x/menit
- Umur dua hari hasil : dapatberisi TB : 41 cm
– Bayi lahir - Tidak ada ki tinggi BB : 1600
prematur tanda-tanda untuk jatuh gram
- TTV : infeksi (5) sakit -
SB : 36,4°c - Tidak ada bahkan A : Risiko
RR : 46x/menit gangguan meninggal Infeksi
TB : 41 cm fungsi tubuh (Hutogaol,
BB : 1.600 kg (5) 2014) P : Intervensi
Dilanjutkan

2. Inspeksi kulit 2. Membran 2. Menginspeksi


dan membran mukosa kulit dan
mukosa yang membran
terhadap kemerahan , mukosa
kemerahan, panas terhadap
panas, drainase merupakan kemerahan,
tanda panas, drainase
dimana Hasil :
pada bayi
dengan
BBLR
mengalami
penurunan
cadangan
imunoglobu
lin sehingga
dapat
menimbulk
an berbagai
masalah
seperti
risiko
infeksi
(Elizabeth,
2013)

3. Pertahankan 3. Bayi 3. Mempertahank


teknik aseptik dengan an teknik
petugas BBLR aseptik petugas
kesehatan mengalami kesehatan
maupun orang imaturitas maupun orang
tua setiap organ- tua setiap
melakukan organ tubuh melakukan
tindakan pada serta tindakan pada
bayi penurunan bayi
imunitas Hasil :
tubuh. Perawat dan
Sehingga orangtua
untuk mencuci tangan
berinterksi sebelum dan
dengan sesudah
bayi harus melakukan
mempertah tindakan
nkan teknik aseptik
bersih
untuk
menghindar
kan bayi
dari
pajanan
kuman
yang
dibawa
(Elizabeth,
2013)

4. Lakukan 4. Perawatan 4. Melakukan


perawatan tali tali pusat perawatan tali
pusat yaitu untuk pusat
menjaga Hasil :
tetap kering Perawatan tali
dan pusat dilakukan
mencegah setiap 2 jam
terjadinya dengan
infeksi menggunakan
(Yuliana, kapas alkohol
2017)

5. Batasi 5. Bayi 5. Membatasi


pengunjung dengan pengunjung
yang datang BBLR Hasil :
mengalami
imaturitas Pengunung
organ- dibatasi, hanya
organ tubuh orang tua yang
serta diijinkan masuk
penurunan menjenguk
imunitas
tubuh.
Berinterkas
i dengan
pengunjung
yang
datang
dapat
memungkin
kan
membuat
bayi
terganggu
dan mudah
terkena
penyakit
yang tanpa
disadari
sudah
dibawah
oleh
pengunung
(Elizabeth,
2013)
6. Kolaborasi 6. Antibiotik
dengan dokter menekan 6. Memberikan
dalam atau antibiotik
pemberian menghentik Amoxicicilin 80
antibiotik an mg
perkemban
gan bakteri
atau
mikroorgan
isme
berbahaya
dalam
tubuh
(Schulz,
2014)
CATATAN PERKEMBANGAN
HARI/ NDX JAM IMPLEMENTASI EVALUASI
TANGGAL
Selasa, 20 Nov I 08.00 1) Mengkaji maturasi Selasa 20/11-2018
2018 refleks berkenaan Pukul : 13.20
dengan pemberian
makan S:
Hasil : -
Menghisap lemah,
refleks menelan lemah O:
- Berat badan bayi
08.10 2) Mengkaji berat badan rendah
setiap hari - BB : 1700 gram
Hasil : - PB : 41 cm
BB : 1700 gram - Bayi terpasang infus
Dex 10% 122cc
11.20 3) Memantau masukan dan D40% 11cc
pengeluaran Nacl 3% 3.1cc
Hasil : Kcl 1.6cc
Masukan IVFD 85 Mg SO4 20% 0.75cc
cc/8jam Ca Gluko 10% 1cc
Pengeluaran urine : Aminofusin 5% 93cc
popok 1x ganti Aplos 9-10tts/mnt
- Bayi terpasang NGT
10.10 4) Memberikan minum - Bayi masih puasa
sesuai dengan kebutuhan
Haasil : A: Defisit nutrisi
Pasien masih puasa
P : lanjutkan intervensi
08.10 5) Mengkaji tanda-tanda 1. Kaji maturase
hipoglikemia : refleks berkenaan
takipnea, menangis dengan pemberian
keras, nada tinggi, makan
gemetar dan kejang 2. Kaji BB setiap hari
Hasil : 3. Pantau masukan dan
Bayi sering menangis pengeluaran
4. Berikan minum
08.00 6) Pemberian cairan IVFD sesuai dengan
Dex 10% 79cc kebutuhan
D40% 7cc 5. Kaji tanda-tanda
Nacl 3% 3.1cc hipoglikemia
Kcl 1.6cc 6. Kolaborasi: berikan
Mg SO4 20% 0.75cc supermen elektrolit
Ca Gluko 10% 1cc sesuai indikasi
Aminofusin 5% 93cc
Aplos 9tts/mnt
Selasa 20/11- II 09.30 1) Mengkaji KU dan suhu Selasa 20/11-2018
2018 badan Pukul 13:20 WITA
Hasil :
KU : sedang S:
SB : 36.8°C -

09.30 2) Mengobservasi sistem O:


pengaturan suhu - Ku : sedang
inkubator setiap 15 - TTV
menit R : 50x/mnt
Hasil : SB : 36.7°C
Suhu udara : 33.2°C - Kulit tidak teraba
dingin
09.35 3) Mengurangi pemajanan - Bayi berada dalam
pada aliran udara inkubator
Hasil :
Cela udara pada A: Risiko hipotermi
incubator hanya dibuka
sedikit P : Lanjutkan Intervensi
1. Kaji KU dan SB
10.10 4) Mengganti 2. Observasi system
pakaian/popok bayi bila pengaturan suhu
basah inkubator
Hasil : 3. Kurangi pemajanan
Popok bayi diganti pada aliran udara
setelah bayi BAK/BAB 4. Ganti pakaian/popok
bila basah

Selasa, 20- 11- III 1. Mengkaji pola makan bayi Selasa, 20-11-2018, 19.00
2018 dan kebutuhan nutrisi
Hasil: S:-
ASI merupakan nutrisi
yang dibutuhkan oleh bayi O:
- ASI merupakan nutrisi
2. Mengobservasi refleks yang dibutuhkan oleh bayi
hisap dan menelan - Refleks menghisap masih
Hasil : lemah
Refleks menghisap masih - Diberikan melalui NGT 2
lemah cc/3 jam

4. Meningkatkan
pemberian makan peroral A : Ketidakefektifan pola
sejalan makin efektifnya pemberian makanan bayi
P : Intervensi dilanjutkan
bayi makan/minum
melalui mulut 3. kaji pola makan bayi dan
Hasil : kebutuhan nutrisi
Diberikan melalui NGT 2
cc/3 jam 4. observasi refleks hisap dan
menelan

4. tingkatkan pemberian
makan peroral sejalan
makin efektifnya bayi
makan/minum melalui
mulut

Selasa, 20-11- IV 1. Mengobservasi TTV, Selasa, 20-11-2018. 20.00


2018 terutama SB
Hasil : S:-
SB : 36,8 °C
RR : 46 x/menit O:
TB : 41 cm - Tali pusat masih basah
BB : 1600 gram - SB : 36,7 °C
2. mempertahankan Teknik RR : 46x/menit
kesterilan setiap TB : 41 cm
melakukan tindakan pada BB : 1600 gram
bayi - Perawatan tali pusat
Hasil : dilakukan setiap 2 jam
Perawat mencuci tangan dengan menggunakan
sebelum dan sesudah kapas alcohol
melakukan tindakan
aseptic A : Risiko Infeksi

7. Melakukan perawatan tali P : Intervensi dilanjutkan


pusat 1. Observasi TTV, terutama
Hasil : Perawatan tali pusat SB
dilakukan setiap 2 jam 2. Pertahankan Teknik
dengan menggunakan kapas kesterilan setiap
alcohol melakukan tindakan pada
bayi
8. memberikan antibiotic 3. Lakukan perawatan tali
Hasil : pusat
Axocicilin 80 mg 4. Kolaborasi dengan
dokter dalam pemberian
antibiotik
CATATAN PERKEMBANGAN
HARI/TANGGAL NDx JAM IMPLEMENTASI EVALUASI
Rabu 21/11-2018 I 15.20 1. Mengkaji maturasi Rabu 21/11-2018
refleks berkenaan dengan Pukul 19:20
pemberian makan
Hasil : S:-
Menghisap lemah,
refleks menelan lemah O:
- KU sedang
14.30 2. Mengkaji berat badan - BB : 1700 gram
setiap hari - PB : 41 cm
Hasil : - Bayi terpasang
BB : 1700 gram IVFD
- Bayi terpasang
16.10 3. Memantau masukan dan NGT
pengeluaran - Bayi sudah tidak
Hasil : puasa
Masukan IVFD 85
cc/8jam + ASI : 20 cc/3 A : Defisit nutrisi
jam
Pengeluaran urine : P : Intervensi dilanjutkan
popok 1x ganti

16.30 4. Memberikan minum


sesuai dengan kebutuhan
Haasil :
ASI diberikan 20 cc/3
jam Via NGT

15.10 5. Mengkaji tanda-tanda


hipoglikemia :
takipnea, menangis
keras, nada tinggi,
gemetar dan kejang
Hasil :
Bayi sering menangis

14.10 6. Pemberian cairan IVFD


Dex 10% 79cc
D40% 7cc
Nacl 3% 3.1cc
Kcl 1.6cc
Mg SO4 20% 0.75cc
Ca Gluko 10% 1cc
Aminofusin 5% 93cc
Aplos 9tts/mnt
Rabu, 21/11-2018 II 15.10 1) Mengkaji KU dan suhu Rabu 21/11-2018
badan Pukul 19:20 WITA
Hasil :
KU : sedang S:
SB : 37°C -

15.15 2) Mengobservasi sistem O:


pengaturan suhu - Ku : sedang
inkubator setiap 15 - TTV
menit R : 52x/mnt
Hasil : SB : 37°C
Suhu udara : 33.1°C - Kulit teraba
hangat
15.15 3) Mengurangi pemajanan - Bayi berada
pada aliran udara dalam inkubator
Hasil :
Cela udara pada A: Resiko hipotermi
incubator hanya dibuka
sedikit P : Lanjutkan Intervensi
5. Kaji KU dan SB
16.00 4) Mengganti 6. Observasi system
pakaian/popok bayi bila pengaturan suhu
basah inkubator
Hasil : 7. Kurangi
Popok bayi diganti pemajanan pada
setelah bayi BAK/BAB aliran udara
8. Ganti
pakaian/popok
bila basah
Rabu, 21-11-2018 III 1. Mengkaji pola makan Rabu, 21-11-2018
bayi dan kebutuhan 14:00
nutrisi
Hasil :
ASI merupakan nutrisi S:-
yang dibutuhkan oleh O:
bayi - ASI merupakan
nutrisi yang
2. Mengobservasi refleks dibutuhkan oleh
hisap dan menelan bayi
Hasil : - Refleks menghisap
Refleks menghisap masih masih lemah
lemah - ASI diberikan
melalui NGT 2 cc/3
4 Meningkatkan pemberian jam
makan peroral sejalan
dengan makin efektifnya A : Ketidakefektifan pola
bayi makan/minum pemberian makan bayi
melaui mulut
Hasil : ASI diberikan A: Intervensi dilanjutkan
melalui NGT 2 cc/3 jam

Rabu, 21-11-2018 IV 1. Mengobservasi TTV, Rabu, 21-11-2018. 20.00


terutama SB
Hasil : S:-
SB : 37 °C
RR : 46 x/menit O:
TB : 41 cm - Tali pusat masih
BB : 1600 gram basah
- SB : 37 °C
2. Pertahankan Teknik RR : 46x/menit
kesterilan setiap TB : 41 cm
melakukan tindakan pada BB : 1600 gram
bayi - Perawatan tali pusat
Hasil : dilakukan setiap 2
Perawat mencuci tangan jam dengan
sebelum dan sesudah menggunakan kapas
melakukan tindakan alcohol
aseptic A : Resiko Infeksi

3. Melakukan perawatan tali P : Intervensi


pusat Dilanjutkan
Hasil : Perawatan tali
pusat dilakukan setiap 2
jam dengan menggunakan
kapas alcohol

4. Kolaborasi dengan dokter


dalam pemberian
antibiotic
Hasil :
Axocicilin 80 mg 1x2