Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Kejang Demam


Sasaran : Keluarga pasien
Tempat : Kamar 9 D Ruang Anggrek RSUD Salatiga
Waktu Pertemuan : 1 x 15 Menit
Hari / Tanggal : Sabtu, 14 Desember 2018

I. Latar Belakang
Kejang demam merupakankelainan neurologis yang paling sering
terjadi pada anak, 1 dari 25 anak akan mengalami satu kali kejang demam.
Hal ini dikarenakan, anak yang masih berusia dibawah 5 tahun sangat
rentan terhadap berbagai penyakit disebabkan sistem kekebalan tubuh
belum terbangun secara sempurna (Harjaningrum, 2011). Serangan kejang
demam pada anak yang satu dengan yang lain tidaklah sama, tergantung
nilai ambang kejang masing-masing. Oleh karena itu, setiap serangan
kejang harus mendapat penanganan yang cepat dan tepat, apalagi kejang
yang berlangsung lama dan berulang.Sebab, keterlambatan dan kesalahan
prosedur bisa mengakibatkan gejala sisa pada anak, bahkan bisa
menyebabkan kematian (Fida&Maya, 2012). Kejang yang berlangsung
lama biasanya disertai apneu (henti nafas) yang dapat mengakibatkan
terjadinya hipoksia (berkurangnya kadar oksigen jaringan) sehingga
meninggikan permeabilitas kapiler dan timbul edema otak yang
mengakibatkan kerusakan sel neuron otak. Apabila anak sering kejang,
akan semakin banyak sel otak yang rusak dan mempunyai risiko
menyebabkan keterlambatan perkembangan, retardasi mental, kelumpuhan
dan juga 2-10% dapat berkembang menjadi epilepsi (Mohammadi, 2010).
WHO memperkirakan pada tahun 2005 terdapat lebih dari 21,65 juta
penderita kejang demam dan lebih dari 216 ribu diantaranya meninggal.
Selain itu di Kuwait dari 400 anak berusia 1 bulan-13 tahun dengan
riwayat kejang, yang mengalami kejang demam sekitar 77% (WHO,
2005).
II. Tujuan Instruksional Umum :
Setelah diberikan penyuluhan tentang kejang demam terhadap
keluarga klien diharapkan dapat mengerti tentang pentingnya mengetahui
penyakit kejang demam

III. Tujuan Instruksional Khusus :


1. Keluarga pasien dapat menjelaskan pengertian dari demam thypoid
2. Keluarga pasien dapat menyebutkan tanda dan gejala demam thypoid
3. Keluarga pasien dapat menjelaskan penyebab demam thypoid
4. Keluarga pasien menyebutkan cara pencegahan demam thypoid
5. Keluarga pasien menjelaskan pengobatan demam thypoid

IV. Materi :
1. Pengertian demam thypoid
2. Tanda dan gejala demam thypoid
3. Penyebab demam thypoid
4. Pencegahan demam thypoid
5. Pengobatan demam thypoid

V. Metode :
Diskusi dan tanya jawab

VI. Media :
Lembar balik dan leaflet

VII. Evaluasi Pembelajaran :


1. Prosedur : Post Tes
2. Jenis Tes : Lisan
3. Butir Soal :
a. Jelaskan pengertian kejang demam
b. Sebutkan tanda dan kejang demam
c. Jelaskan penyebab kejang demam
d. Jelaskan penanganan kejang demam

VIII. Kegiatan Penyuluhan

No Waktu KegiatanPenyuluhan KegiatanKeluarga


pasien
1 2 menit Pembukaan :
Mengucapkan salam. Menjawab salam.
Memperkenalkan diri. Mendengarkan.
Menjelaskan tujuan dari kegiatan Memperhatikan.
penyuluhan. Memperhatikan.
Menyebutkan materi yang akan
disampaikan.
2 8 menit Pelaksanaan :

Menjelaskan pengertian kejang Memperhatikan


demam

Menjelaskan tanda dan gejala kejang Memperhatikan.


demam

Menjelaskan penyebab kejang Memperhatikan.


demam
Memperhatikan.
Menjelaskan penanganan kejang
demam

3 2 menit Evaluasi:
Menanyakan kepada klien tentang Menjawab pertanyaan.
materi yang telah disampaikan.
4 3menit Terminasi :
Mengucapkan terima kasih atas Mendengarkan dan
waktu yang diluangkan, perhatian membalas ucapan
serta peran aktif klien selama terimakasih.
mengikuti kegiatan penyuluhan. Menjawab salam.
Salam penutup.
IX. Pengorganisasian
Pembicara : Utin Feny Karmila Effendi

X. Kriteria evaluasi
a. Evaluasi struktur:
Keluarga dan klien ikut dalam kegiatan penyuluhan.
Penyelenggaran penyuluhan dilakukan pada An. R di kamar 9 D Ruang
Anggrek RSUD Salatiga

b. Evaluasi proses :
Keluarga klien antusias terhadap materi penyuluhan.
Keluarga klien terlibat langsung dalam kegiatan penyuluhan (diskusi).

c. Evaluasi hasil :
Klien mengerti tentang imunisasi dan mampu menjelaskan ulang tentang :
1. Pengertian kejang demam
2. Tanda dan gejala kejang demam
3. Penyebab demam kejang demam
4. Penanganan demam kejang demam

XI. Sumber Pustaka


Cahyono, J.B. Suharyo. 2010. Vaksinasi, Cara Ampuh Cegah Penyakit Infeksi.
Yogyakarta: Kanisius.

Nurarif, Amin Huda & Kusuma, Hardi. 2013. Aplikasi Asuhan Keperawatan
Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC NOC Jilid 2. Jakarta: EGC.

repository.poltekkeskdi.ac.id/711/1/MUHAMMAD%20IRFAN%20SAPUTRA.p
df diakses tanggal 14 desember 2018
MATERI KEJANG DEMAM

A. Pengertian
Kejang demam adalah kejang yang disebabkan kenaikan suhu tubuh lebih dari
o
38,5 C tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat atau gangguan elektrolit akut
pada anak berusia di atas 1 bulan tanpa riwayat kejang sebelumnya
Pada anak dikenal 2 macam kejang yaitu: kejang demam sederhana dan kejang
demam kompleks. Kejang demam harus dibedakan dengan epilepsy, yaitu
yang ditandai dengan kejang berulang tanpa demam.
B. Etiologi
Hingga kini belum diketahui dengan pasti. Demam sering disebabkan infeksi
saluran pernafasan atas, otitis media, gastroenteritis dan infeksi saluran kemih.
Kejang tidak selalu timbul pada suhu tinggi, kadang-kadang demam yang
tidak begitu tinggi dapat menyebabkan kejang.
Pada kejang demam kompleks ditandai dengan :
 Adanya kejang disertai demam
 Bersifat umum
 Lama kejang lebih dari 15 menit
 Kejang multiple, dalam 1 hari ada 2 atau lebih bangkitan kejang

Pada kejang demam sederhana ditandai dengan :


 Umur anak waktu kejang pertama 4 bulan sampai 4 tahun
 Kejang bersifat umum
 Kejang berlangsung tak lebih 5 menit
 Frekuensi bangkitan kejang tak lebih 4 kali dalam setahun dan tidak
multiple.

C. Tanda Dan Gejala


 Gerakan tangan, kaki dan muka yang menyentak-nyentak atau kaku
 Bola mata berputar ke arah belakang kepala
 Pernafasan bermasalah
 Hilang kesadaran
 Mengompol
 Muntah
 Suhu badan meningkat - biasanya lebih dari 38.5ºC
D. Penanganan Kejang Demam di Rumah
Apa yang harus dilakukan bila terjadi kejang demam pada anak di rumah?
1. Rebahkan anak Anda di lantai atau matras yang beralas lembut. Jangan
merebahkan anak di ranjang yang sempit sehingga berisiko terjatuh,
sambil ukur suhu dengan thermometer bila tersedia di rumah.
2. Jika anak mulai muntah atau banyak air liur di mulutnya, pelan-pelan
miringkan tubuhnya agar dia tidak tersedak dan untuk menghindari
tersumbatnya jalan nafas.
3. Longgarkan pakaian yang ketat, terutama di sekitar leher, dan dada.
4. Singkirkan benda-benda berbahaya yang dapat melukai dia.
5. Jangan menahan gerakan anak Anda selama kejang.
6. Jangan menaruh benda apa pun ke dalam mulutnya karena berisiko
merusak gigi dan cedera mulut lain.
7. Cobalah untuk tetap tenang. Kejang akan berhenti sendiri dalam
beberapa menit.
8. Fokuskan perhatian Anda untuk menurunkan demamnya.
9. Jangan memberi minuman ataupun makanan segera setelah berhenti
kejang, tunggu beberapa saat setelah anak benar– benar sadar untuk
menghindari anak tersedak.

E. Sumber Pustaka
Cahyono, J.B. Suharyo. 2010. Vaksinasi, Cara Ampuh Cegah Penyakit Infeksi.
Yogyakarta: Kanisius.

Nurarif, Amin Huda & Kusuma, Hardi. 2013. Aplikasi Asuhan Keperawatan
Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC NOC Jilid 2. Jakarta: EGC.

repository.poltekkeskdi.ac.id/711/1/MUHAMMAD%20IRFAN%20SAPUTRA.p
df diakses tanggal 14 desember 2018
Salatiga, Desember 2018

Mahasiswa Pembimbing Klinik

( ) ( )