Anda di halaman 1dari 2

LATAR BELAKANG

Kanker merupakan masalah paling utama dalam bidang kesehatan dan merupakan
salah satu dari sepuluh penyebab kematian utama di dunia serta merupakan penyakit
keganasan yang bisa mengakibatkan kematian pada penderitanya karena sel kanker
merusak sel lain. Sel kanker adalah sel normal yang mengalami mutasi atau perubahan
genetik dan tumbuh tanpa terkoordinasi dengan sel-sel tubuh lain. Kanker paru dalam
arti luas adalah semua penyakit keganasan di paru, mencakup keganasan yang berasal
dari paru sendiri maupun keganasan dari luar paru atau disebut metastasis tumor di paru.
Dalam pedoman penatalaksaan ini yang di maksud dengan kanker paru ialah kanker
paru primer, yakni tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus atau karsinoma
bronkus. (Jurnal Fisika Unand.Vol.5.No.4,Oktober 2016)
Menurut (WHO, 2012) Kanker paru merupakan kasus yang sering terjadi di dunia
dengan kejadian 1,2 juta kasus baru per tahun dan akan terus meningkat menjadi 12 juta
kasus pada tahun 2030. Kanker paru merupakan keganasan sel yang berada di paru,
kanker ini dapat menyerang laki-laki maupun perempuan terutama berusia diatas 35
tahun. Menurut KEMENKES RI pada tahun 2015 dalam data GLOBOCAN (IARC)
kanker paru sering terlambat di diagnosis, sehingga lebih dari 50% kanker telah menyebar
ke seluruh tubuh. (Ismail, 2011)
Proses pembentukan kanker atau karsinogenesis merupakan kejadian somatik dan
sejak lama di duga disebabkan karena akumulasi perubahan genetik dan epigenetik yang
menyebabkan perubahan pengaturan normal kontrol molekuler perkembangbiakan sel.
Perubahan genetik tersebut dapat berupa aktivasi proto-onkogen dan atau inaktivasi gen
penekan tumor yang dapat memicu tumorigenesis dan memperbesar progresinya. (Ismail,
2011)
Oleh sebab itu, para perawat berfungsi sebagai pemberi layanan kesehatan yang tidak
bergantung pada siapapun dalam berbagai layanan kesehatan, seperti di layanan
kesehatan primer, bertanggung jawab dalam mengatur pelayanan kesehatan bagi pasien,
perawat juga memberikan tindakan preventif dan pemberian terapi. Pasien juga menjadi
lebih bertanggung jawab untuk berperan aktif dalam mempertahankan atau memperbaiki
kesehatannya.
TAMBAHAN DAFTAR PUSTAKA

1. Andriani, C., Miltiva, D dan Nazir, F. Estimasi Penyebaran Kanker Paru pada Bagian
Tulang Belakang. Jurnal Fisika Unand. Vol. 5 No.4, Oktober 2016. Diambil dari
http://jfu.fmipa.unand.ac.id/index.php/jfu/article/download/236/199
2. Ismail D., 2011. Harapan Baru untuk Pederita Kanker Paru, Harian Joglo Semar. Diambil
dari http://harianjoglosemar.com/berita/harapan-baru-untuk-penderita-kankerparu-49728.html
3. Kemenkes, RI., 2015. Stop Kanker. Infodatin. Kemenkes RI, Jakarta
4. WHO., 2012. Statistik Kesehatan Dunia. Diambil dari
http://www.who.int/gho/publications/world_health_statistics