Anda di halaman 1dari 4

Dimensi-Dimensi/Prinsip Perencanaan Pembelajaran

1. Signifikansi
Perencanaan pembelajaran harus memperhatikan signifikansi dan kegunaan social dari tujuan
pendidikan yang diajukan. Pengambilan keputusan harus mempunyai garis-garis yang jelas
dan mengajukan criteria evaluasi. Signifikansi dapat ditentukan berdasarkan kriteria yang
dibangun dalam proses perencanaan.

2. Relevansi
Perencanaan pembelajaran memungkinkan penyelesaian persoalan secara lebih spesifik atau
waktu yang tepat agar dapat dicapai tujuan spesifik secara optimal.

3. Adaptif
Perencanaan pembelajaran bersifat dinamis sehingga perlu mencari umpan balik (feedback).
Penggunaan berbagai proses memungkinkan perencanaan pembelajaran yang fleksibel,
adaptatif, realistis, yakni dapat dirancang untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan.

4. Feasibilitas
Feasibilitas artinya perencanaan terkait dengan teknik dan estimasi biaya dalam pertimbangan
yang realistic.

5. Kepastian atau defenitivenes


Sekalipun perlu banyak alternative yang disediakan dalam perencanaan pembelajaran, konsep
kepastian yang dapat meminimumkan atau mengurangi kejadian-kejadian yang tidak diduga
tetap perlu diutamakan.

6. Ketelitian atau psimoniusness


Prinsip seharusnya mendapat perhatian yang sangat besar agar perencanaan pembelajaran
disusun dalam bentuk yang sederhana dan sensitive terhadap kaitan-kaitan antara komponen
pembelajaran. Berbagai alternative perlu disediakan sehingga mudah dipilih alternative mana
yang paling efisien.

7. Waktu Perencanaan
pembelajaran hendaknya dapat memprediksi kebutuhan masa depan, dengan tetap
memperhatikan dan bertumpu pada realitas kekinian.

8. Monitoring atau pemantauan


Monitoring merupakan proses dan prosedur untuk mengetahui apakah komponen yang ada
berjalan sebagaimana mestinya. Dengan monitoring, hambatan atau kendala dalam
implementasi pelaksanaan akan cepat diketahui, solusi pun dapat lebih mudah ditemukan,
dan pelaksanaan pembelajaran berlangsung secara efektif.
9. Isi perencanaan merujuk pada hal-hal yang akan direncanakan.
Dengan demikian, perencanaan pengajaran perlu memuat hal-hal sebagai berikut.
a) Tujuan apa yang diinginkan.
b) Program dan layanan.
c) Tenaga manusia.
d) Keuangan.
e) Bangunan fisik.
f) Struktur organisasi.
g) Kontek sosial.

Ternyata manfaat perencanaan antara lain adalah sebagai berikut :


1. Melihat prediksi
Salah satu manfaat perencanaan adalah untuk melihat prediksi dengan melakukan rencana
terlebih dahulu. Rencana yang di lakukan antara lain adalah perencanaan yang telah di ambil
kesimpulannya secara akurat dan matang. Sehingga saat terjadi kendala

2. Memecahkan masalah
Perencanaan belajar juga bermanfaat untuk memecahkan masalah. Masalah kadang banyak di
temui di dalam kehidupan sehari – hari namun dalam belajar banyak cara yang harus di
lakukan untuk belajar lebih baik lagi. Untuk memecahkan masalah ini penting untuk
perencanaan sehari – hari.

3. Pembelajaran sistematis
Dengan adanya rencana maka segalanya menjadi lebih tersusun dengan lebih rapi lagi.
Susunan yang lebih rapi membuat semuanya secara sistematis. Pembelajaran yang sistematis
memudahkan belajar. Sistematis ini penting untuk lebih baik lagi dalam kehidupan harian.

4. Sumber pembelajaran yang tepat


Manfaat perencanaan pembelajaran lainnya adalah untuk sumber pembelajaran yang tepat.
Cara belajar yang tepat membuat semua lebih baik dan pelajaran yang di lakukan lebih baik
dan mudah dimengerti.

5. Pola dasar mengatur tugas


Pola dasar yang dilakukan untuk perencanaan pembelajaran penting untuk mengatur tugas
dengan lebih baik. Tugas yang lebih baik menjadi semua tugas terarah. Pola dasar tugas ini
memudahkan semua pihak untuk menjadi mudah dan meningkatkan kecerdasan intelektual
pembelajar.

6. Pedoman kerja
dalam dunia belajar juga terdapat pedoman dalam hidup kerja. Pedoman kerja penting untuk
menjadikan belajar menyenangkan sehari – hari. Kerja dengan menggunakan pedoman
membuat semuanya menjadi lebih terarah. Saat terjadi hal di luar keinginan maka bisa
kembali lagi pada pedoman dan tidak hilang arah.
7. Penyusunan data
Data adalah kumpulan kumpulan data yang di gunakan untuk menarik kesimpulan dari
beberapa informasi yang ada. Data ini di susun sesuai dengan rencana pembelajaran yang
baik dan aman untuk kedepannya. Data di susun biasanya sesuai dengan rencana agar tidak
menyulitkan saat mulai melaksanakn perencanaan yang di inginkan.

8. Menghemat waktu
Dengan adanya rencana menjadi jelas fungsi dan tujuan dari perencanaan pemeblajaran. Jadi
pada setiap prosesnya yang di lakukan adalah yang sesuai dengan rencana awal Jika ini di
lakukan maka dapat di pastikan menghemat waktu yang ada. Sebagaimana di ketahui waktu
merupaka salah satu hal alami yang harus di manfaatkan dengan sebaik – baiknya karena
tidak akan mungkin terulang kembali.

9. Alat ukur efektifitas


Manfaat perencanaan pembelajaran yang kesembilan adalah sebagai alat ukur efektifitas.
Efektifitas disini memiliki arti waktu yang singkat tapi juga menghasilkan hasil yang
memuaskan tentu dengan proses yang matang dan tidak melenceng dari perencanaan
sebelumnya. Alat ukur efektifitas yang tidak berjalan baik dapat di evaluasi titik lemahnya
dan di perbaiki untuk menjadi lebih baik lagi.

10. Petunjuk arah dalam belajar


Petunjuk arah juga banyak di lakukan dan di ambil manfaatnya dari manfaat perencanaan
pembelajaran. Ini bertujuan agar semua menjadi terkendali dan baik. Arah yang jelas bisa
menjadi petunjuk yang menguntungkan bagi beberapa pihak yang ada.

Prinsip pengembangan silabus disajikan sebagai berikut ini :

1. Ilmiah : keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi mutan dalam silabus harus
benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan;
2. Relevan : cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran, dan urutan penyajian materi dalam
silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan
spiritual peserta didik;
3. Sistematis : komponen-komponen silabus saling berhubunga secara fungsional dalam
mencapai kompetensi;
4. Konsisten : adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas ) antara kompetensi dasar,
indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian;
5. Memadai : cakupana indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan
sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kmpetensi dasar;
6. Aktual dan Kontekstual : cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar,
sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatiak perkembangan ilmu, teknologi, dan
seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi;
7. Fleksibel : keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keseragaman peserta
didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi; serta
8. Menyeluruh : komponen silabus mencakup keeluruhan ranah kompetensi ( kognitif,
afektif, psikomotor ).

Model ROPES
( Review, Overview, presentation, Exsercise, Summary)

dengan langkah-langkah sebagai berikut.


1. Review,
kegiatan ini dilakukan dalam waktu 1 sampai 5 menit, yakni mengukur kesiapan
siswa untuk mempelajari bahan ajar dengan melihat pengalaman sebelumnya yang
sudah dimiliki oleh siswa dan diperlukan sebagai prerequisite unuk memahami
bahan yang disampaikan hari itu. Dalam hal ini guru harus yakin dan tahu betul jika
siswa sudah siap menerima pelajaran baru. Dan jika guru mengetahui siswa belum
menguasai pelajaran sebelumnya, maka guru dengan bijak memberi kesempatan
kepada siswauntuk memahami terlebih dahulu.
2. Overview,
sebagai mana review, overview dilakukan tidak terlalu lama yaitu berkisar antara 2
samapai 5 menit, guru menjelaskan program pembelajaran yang akan
dilaksanakan pada hari itu dengan menyampaikan isi secara singkat dan strategis yang
akan di gunakan dalam proses pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk memberi
kesempatan pada siswa untuk menyampaikan pandangannya sehingga siswa merasa
senang dan merasa dihargai keberadaannya.
3. Presentation,
tahap ini adalah merupakan inti dari proses kegiatan belajar mengajar, karena disini
guru sudah tidak memberikan penjelasan-penjelasan singkat, akan tetapi sudah masuk
pada proses telling showing, dan doing. Proses tersebut sangat diperlukan untuk
meningkatkan daya serap dan daya ingat siswa tentang pelajaran yang mereka
dapatkan.
4. Exsercise,
yakni suatu proses untuk memberikan kesempatan kepada siswa mempraktekkan
apa yang telah mereka pahami. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman
langsung kepada siswa sehingga hasil yang dicapai lebih bermakna.
5. Summary,
dimaksudkan untuk memperkuat apa yang telah mereka fahami dalam proses
pembelajaran. Hal ini sering tertinggal oleh guru karena mereka disibukkan dengan
presentase, dan bahkan mungkin guru tidak pernah membuat Summary ( kesimpulan)
dari apa yang telah mereka ajarkan.