Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

TUMBUH KEMBANG ANAK

MAKALAH TUMBUH KEMBANG ANAK OLEH: NOR ALISA NIM . BSN17929 AKADEMI KEBIDANAN BINA SEHAT NUSANTARA BONE

OLEH:

NOR ALISA NIM . BSN17929

AKADEMI KEBIDANAN BINA SEHAT NUSANTARA BONE TAHUN AKADEMIK 2018/2019

i
i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah senantisa memberkati dalam menyelesaikan makalah ini, sehingga kami bisa menyelesaikannya tepat pada waktunya. Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah. Selaku penulis, saya menyadari bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kami membutuhkan kritik dan saran untuk menyempurnakan pembuatan makalah selanjutnya. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi semua yang membacanya. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.

Watampone,

Desember 2018

Penulis

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR ISI

ii

BAB I PENDAHULUAN

1

  • A. Latar Belakang

1

  • B. Rumusan Masalah

2

  • C. Tujuan Penulisan

2

BAB II PEMBAHASAN

3

  • A. Tumbuh Kembang pada toddler

3

  • B. Tumbuh Kembang Anak Pra Sekolah

4

  • C. Tumbuh Kembang Anak Usia Sekolah

6

  • D. Tumbuh Kembang Anak Remaja Awal

8

  • E. Peran Keluarga dalam Tumbuh Kembang Anak

12

  • F. Konsep Interaksi pada Anak dan keluarga

12

BAB III PENUTUP

14

  • A. Kesimpulan

14

  • B. Saran

14

DAFTAR PUSTAKA

15

ii

  • A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN

Kecepatan pertumbuhan anak di rentang usia ini merupakan kecepatan genetis masing-masing anak, yang juga dipengaruhi faktor lingkungan, terutama makanan. Hasil dari perbedaan pertumbuhan mengakibatkan ada anak yang berbadan pendek dan ada yang tinggi. Komposisi tubuh anak setelah usia 5 tahun mulai berubah. Perbedaan komposisi tubuh anak perempuan dan anak laki-laki mulai tampak berbeda. Tubuh anak perempuan lebih banyak lemak, sedangkan tubuh anak laki-laki lebih banyak otot. Di sisi lain, sebagian besar waktu anak usia ini banyak dimanfaatkan dengan aktivitas di luar rumah, yakni sekitar 3-6 jam di sekolah, beberapa jam untuk bermain, berolahraga, dan sebagainya, sehingga anak memerlukan energi yang lebih banyak. Waktu yang lebih banyak digunakan bersama teman ini dapat mempengaruhi jadwal makan anak, bahkan terhadap pola makannya

Anak Usia 6-12 tahun adalah masa usia sekolah tingkat SD bagi anak yang normal. Perkembangan anak masih sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. Sebagai orang tua harus mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anaknya terutama pada usia ini karena pertumbuhan anak-anak sangat pesat yang harus diimbangi dengan pemberian nutrisi dan gizi yang seimbang. Menurut Yusuf (2011) anak usia sekolah adalah periode yang dimulai dari usia 60-12 tahun. Anak usian sekolah disebut sebagai masa intelektual, dimana anak mulai berpikir secara konkrit dan rasional. Pada usia sekolah dasar anak sudh dapat mereaksi rangsangan intelektual, atau melaksanakan tugas-tugas belajar. Menurut Wong (2004) periode perkembangan usia anak sekolah merupakan salah satu tahap perkembangan ketika anak diarahkan menjauh dari kelompok keluarga dan berpusat di dunia hubungan sebaya yang lebih luas. Anak usia sekolah mengalami perkembangan dari usia anak menjadi remaja, yang ditandai dengan perubahan fisik pada masa remajanya. Menurut Santrock (2002) pertumbuhan

1

masa kanak-kanak awal tidak terjadi sepesat pada masa bayi. Pada masa kanak-kanak awal, rata-rata anak bertambah tinggi 6,25 cm setiap tahun, dan bertambah berat 2,5-3,5 kg setiap tahun. Pada usia 6 tahun berat harus kurang lebih mencapai tujuh kali berat pada waktu lahir. Usia 6-12 tahun juga sering disebut usia sekolah artinya sekolah menjadi pengalaman inti anak anak usia ini, yang menjadi titik pusat perkembangan fisik, kogninisi dan psikososial.

  • B. Rumusan Masalah

    • 1. Bagaimana Tumbuh Kembang pada toddler?

    • 2. Bagaimana Tumbuh Kembang Anak Pra Sekolah?

    • 3. Bagaimana Tumbuh Kembang Anak Usia Sekolah?

    • 4. Bagaimana Tumbuh Kembang Anak Remaja Awal?

    • 5. Bagaimana Peran Keluarga dalam Tumbuh Kembang Anak?

    • 6. Bagaimana Konsep Interaksi pada Anak dan keluarga?

  • C. Tujuan Penulisan

    • 1. Untuk mengetahui Tumbuh Kembang pada toddler

    • 2. Untuk mengetahui Tumbuh Kembang Anak Pra Sekolah

    • 3. Untuk mengetahui Tumbuh Kembang Anak Usia Sekolah

    • 4. Untuk mengetahui Tumbuh Kembang Anak Remaja Awal

    • 5. Untuk mengetahui Peran Keluarga dalam Tumbuh Kembang Anak

    • 6. Untuk mengetahui Konsep Interaksi pada Anak dan keluarga

  • 2

    BAB II PEMBAHASAN

    • A. Tumbuh Kembang pada toddler Anak usia toddler adalah anak usia 12 36 bulan ( 1 3 tahun ) pada periode ini anak berusaha mencari tahu bagaimana sesuatu bekerja dan bagaimana menngontrol orang lain melalui kemarahan, penolakan, dan tindakan keras kepala. Hal ini merupakan periode yang sangat penting untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan intelektual secara optimal. Pertumbuhan merupakan bertambah jumlah dan besarnya sel seluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur. Sedangkan perkembangan merupakan bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuh kematangan belajar. Usia 1 tahun merupakan usia yang penuh berbagai hal yang menarik antara lain berubah dalam cara makan, cara bergerak, juga dalam keinginan dan sikap atau perasaan si kecil apabila disuruh melakukan sesuatu yang tidak ia sukai, ini akan menyatakan sikap dan nalurinya mengatakan “tidak” baik dengan kata kat maupun perbuatan, meskipun sebetulnya hal itu disukai ( psikolog menyebutnya negatifisme ). Kenyataan ini berbeda pada saat usia di bawah satu tahun, si kecil akan menjadi seseorang penyidik yang sangat menjengkelkan, mereka akan menyelinap masuk setiap sudut rumah, menyentuh semua benda yang ditemukannya, menggoyangkan meja dan kursi, menjatuhkan benda apapun yang bisa dijatuhkan, memanjat apa yang bisa di oanjat, memasukkan benda kecil ke dalam benda yang lebih besar dan sebagainya. Pada usia 2 tahun si kecil cenderung mengikuti orang tuanya kesana kemari, ikut-ikutan menyapu, mengepel, menyiram tanaman, semua ini dilakukan dengan penuh kesungguhan. Pada usia 2 tahun anak sudah mulai belajar bergaul, ia senang sekali menonton anak lain bermain, perasaan tauk dan cemas sering terjadi apabila orang tuanya meninggalkan anak sendiri. Seandainya orang tua harus bepergian lama atau memutuskan untuk kembali.

    3

    Anak pada usia 3 tahun biasanya lebih mudah dikendalikan karena anak sudah dalam perkembangan emosi, sehingga mereka mengenggap ayah dan ibunya sebagai orang yang istimewa. Sikap permusuhan dan kebandelan yang muncul pada usia antara 2,5 sampai 3 tahun tampaknya makin berkurang, sikap pada orang tua bukan saja bersahabat tapi sangat ramah dan hangat. Anak menjadi sangat patuh pada orang tuanya, sehingga mereka akan bertingkah laku baik dan menurut sekali. Jika keinginan mereka bertentangan dengan kehendak orang tuanya, karena mereka tetap mahluk hidup yang mempunyai pendapat sendiri. Pada usia 3 tahun, anak cenderung meniru siapapun yang dilakukan orang tuanya sehari-hari, disebut proses identifikasi. Dalam proses inilah karakter anak dibentuk jauh lebih banyak dibentuk dari petunjuk yang diterima dari orang tuanya, seperti membentuk model diri mereka, membina kepribadian, membentuk sikap dasar bai terhadap pekerjaan, orang tua dan dirinya sendiri.

    • B. Tumbuh Kembang Anak Pra Sekolah 1. Pertumbuhan Beberapa aspek pertumbuhan fisik terus menjadi stabil dalam tahun prasekolah. Waktu rata-rata denyut jantung dan pernapasan menurun hanya sedikit mendekati 90x/menit dan pernapasan 22-24x/menit. TD meningkat sedikit ke nilai rata-rata 95/58mmHg. Berat badan anak meningkat kira-kira 2,5 kg per tahun, berat rata-rata pada usia 5 tahun adalah kira-kira 21 kg, hampir 6 kali berat badan lahir. Prasekolah bertumbuh 2-3 inci per tahun, panjang menjadi dua kali lipat panjang lahir pada usia 4 tahun,dan berada pada tinggi rata-rata 43 inci pada ulang tahun kelima mereka. Perpanjangan tungkai kaki menghasilkan penampilan yang lebih kurus. Kepala sudah mencapai 90% dari ukuran orang dewasa pada ulang tahun ke enam. Perbedaan kecil terjadi antara jenis kelamin, walaupun anak laki-laki sedikit lebih besar dengan lebih banyak otot dan kurang jaringan lemak. Kekurangan nutrisi umunya terjadi pada anak-anak berusia dibawah 6 tahun adalah kekurangan vitamin A dan C serta zat besi.

    4

    2.

    Perkembangan

    • a. Rasa keingintahuan tentang hal-hal yang berada dilingkungan semakin besar dan dapat mengembangkan pola sosialisasinya.

    • b. Anak sudah mulai mandiri dalam merawat diri sendiri, seperti mandi, makan, minum, menggosok gigi, BAK, dan BAB.

    • c. Mulai memahami waktu.

    • d. Penggunaan tangan primer terbentuk.

    • 3. Perkembangan psikoseksual ( Sigmund Freud )

    Fase perkembangan psikoseksual untuk anak usia prasekolah masuk pada fase falik. Selama fase ini, genitalia menjadi area yang menarik dan area tubuh yang sensitif. Anak mulai mengetahui perbedaan jenis kelamin dengan mengetahui adanya perbedaan jenis kelamin.

    • a. Perkembangan psikososial ( Eric Ericson ) Fase perkembangan psikososial pada anak usia prasekolah adalah inisiatif vs rasa bersalah. Perkembangan ini diperoleh dengan cara mengkaji lingkungan melalui kemampuan bereksplorasi terhadap lingkungannya. Anak belajar mengendalikan diri dan memanipulasi lingkungan. Inisiatif berkembang dengan teman sekelilingnya. Kemampuan anak berbahasa meningkat. Anak mulai menuntut untuk melakukan tugas. Hasil akhir yang diperoleh adalah menghasilkan suatu prestasinya. Perasaan bersalah akan timbul pada anak jika anak tidak mampu berpretasi. Rasa bersalah dapat menyebabkan anak kurang bersosialisasi, lebih marah, mengalami regresi, yaitu kembali ke perkembangan sebelumnya, misalnya mengompol dan menghisap jempol.

    • b. Perkembangan kognitif ( Jean Piaget ) Fase berkembangan kognitif anak usia prasekolah adalah fase praoperasional. Karakteristik utama perkembangan intelektual tahap

    5

    ini didasari sifat egosentris. Pemikiran di dominasi oleh apa yang dilihat, dirasakan dan dengan pengalaman lainnya. Fase ini dibagi menjadi 2 yaitu:

    1)

    Prokonseptual ( 2- 4 tahun )

    2)

    Anak mengembangkan kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bermasyarakat. Anak mulai mengembangkan sebab-akibat, trial dan error dan menginterpretasikan benda/kejadian. Anak mulai menggunakan sinbul kata-kata, mengingat masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Intuitive thuoght ( 4-6 tahun )

    Anak mampu bermasyarakat namun masih belum mampu berpikir timbal balik. Anak biasanya banyak meniru perilaku orang dewasa tetapi sudah bisa memberi alasan pada tindakan yang dilakukan.

    • c. Perkembangan Moral ( Kahlberg ) Fase perkembangan moral pada anak usia prasekolah memasuki fase prekonvensional. Anak belajar baik dan buruk, benar dan salah melalui budaya sebagai dasar peletakan nilai moral. Fase ini terdiri dari 3 tahapan yaitu:

    1)

    Didasari adanya rasa egosentris pada anak, yaitu kebaikan

    2)

    Orientasi hukuman dan ketaatan

    3) Anak berfokus pad motif yang menyenangkan sebagai suatu

    kebaikan

    • C. Tumbuh Kembang Anak Usia Sekolah

    Pada masa ini peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada

    panjang badannya. Peningkatan berat badan anak selama masa ini terjadi terutama karena bertambahnya ukuran system rangka dan otot, serta ukuran beberapa organ tubuh. Pada saat yang sama kekuatan otot-otot secara berangsur-angsur bertambah dan gemuk bayi ( babyfat ) berkurang. Pertambahan kekuatan otot ini adalah karena faktor keturunan dan latihan

    6

    (olah raga). Karena faktor perbedaan jumlah sel-sel otot, maka pada umumnya untuk anak laki-laki lebih kuat dari pada anak perempuan Menurut Hurlock perkembangan fisik pada anak usia sekolah dasar sebagai berikut

    • 1. Tinggi Kenaikan tinggi pertahun adalah 5-8 cm. Rata-rata anak perempuan 11 tahun mempunyai tinggi badan 147 cm dan anak laki-laki 146 cm.

    • 2. Berat Kenaikan berat lebih bervariasi dari pada kenaikan tinggi, berkisar antara 1-2,26 kg pertahun. Rata-rata ank perempuan usia 11 tahun memeliki berat badan 40,14 kg dan anak laki-laki 38, 78 kg

    • 3. Perbandingan Tubuh Meskipun kepala masih terlampau besar dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya, beberapa perbandingan bagian wajah yang kurang menari menghilang dengan bertambah besarnya mulut dan rahang, dahi melebar dan rata, bibir semain berisi, hidung menjadi lebih besar dan membentuk. Badan memanjang menjadi lebih langsing, leher menjadi lebih panjang,dada melebar, perut tidak buncit, lengan dan tungkai memnjnag, dan tangan dan kai denagn lambat tumbuh membesar.

    • 4. Kesederhanaan Perbandingan tubuh yang kurang baik yang sangat memcolok pada akhir masa kanak-kanak menyebabkan meningkatkan kesederhanaan pada masa ini. Disampinhg itu kurangnya perhatian terhadap penampilan dan kecenderungan untuk berpakaian seperti teman-temantanpa mempedulikan pantas tidaknya, jugamenambah kesederhanaan.

    • 5. Perbandingan Otot-Lemak Selama usia SD, jaringan lemak berkmbang lebih cepat dari pada jaringan otot yang berlembangnya mulai lmelejit pada awal pubertas.

    7

    6.

    Gigi

    Pada permulaan pubertas, umumnya seorang umumnya soirang anak sudah mempunyai 22 gigi tetap. Keempat gigi terakhir disebut dengan gigi kebijaksanaan. Tingkat pertumbuhan fisik anak pada usia sekolah dasar ini dapat berbeda-beda, hal ini disebabkan karena perbedaan ras, bangsa, dan tingkat sosial ekonominya. Selain dari perbedaan keturunan, pertumbuhan fisik anak juga dipengaruhi oleh lingkungan mereka, seperti contohnya anak anak yang tumbuh paling tinggi biasanya dalam hidupnya tidak mengalami kekurangan gizi dan tidak terkena penyakit yang menggangu pertumbuhan fisiknya. Agar pertumbuhan fisik anak pada usia sekolah dasar dapat berjalan dengan baik maka diperlukan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembang anak. Pada usia sekolah dasar ini biasanya anak mempunyai nafsu makan yang bagus. Mereka banyak makan karena kegiatannya menuntut energy yang banyak. Kekurangan nutrisi dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lamban.

    • D. Tumbuh Kembang Anak Remaja Awal Seorang remaja pada tahap ini akan terheran-heran akan perubahan- perubahan yang terjadi pada tubuhnya sendiri dan dorongan-dorongan yang menyertai perubahan-perubahan itu. Mereka mengembangkan pikiran-pikiran baru, cepat tertarik pada lawan jenis dan mudah terangsang secara erotis. Kepekaan yang berlebih-lebihan ini ditambah dengan berkurangnya kendali terhadap “ego” menyebabkan para remaja awal ini sulit mengerti dan dimengerti orang dewasa. Tugas perkembangan masa remaja difokuskan pada upaya meninggalkan sifat kekanak-kanakan serta berusaha untuk mencapai kemampuan bersikap dan berperilaku secara dewasa. Adapun tugas-tugas perkembangan masa remaja menurut Hurlock (teen task development) (1991) adalah berusaha:

      • 1. Mampu menerima keadaan fisiknya

      • 2. Mampu menerima dan memahami peran seks usia dewasa

    8

    • 3. Mampu membina hubungan baik dengan anggota kelompok yang berlawanan jenis

    • 4. Mencapai kemandirian emosional

    • 5. Mencapai kemandirian ekonomi

    • 6. Mengembangkan konsep dan keterampilan intelektual yang sangat diperlukan untuk melakukan peran sebagai anggota masyarakat

    • 7. Memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai orang dewasa dan orang tua

    • 8. Mengembangkan perilaku tanggung jawab sosial yang diperlukan untuk memasuki dunia dewasa

    • 9. Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan

    10. Memahami dan mempersiapkan berbagai tanggung jawab kehidupan

    keluarga. Tugas-tugas perkembangan fase remaja sangat berkaitan dengan perkembangan kognitifnya, yaitu fase operasional formal. Kematangan pencapaian fase kognitif akan sangat membantu kemampuan

    • E. Peran Keluarga dalam Tumbuh Kembang Anak Keluarga/ orangtua berfungsi untuk memastikan bahwa anaknya sehat dan aman, memberikan sarana dan prasana untuk mengembangkan kemampuan sebagai bekal di kehidupan sosial, serta sebagai media dalam menanamkan nilai sosial dan budaya sedini mungkin. Orangtua memberikan kasih sayang, penerimaan, penghargaan, pengakuan, dan arahan kepada anaknya. Hubungan antara orangtua dan anak sangat penting untuk membangun kepercayaan terhadap orang lain dan diri sendiri. Selain itu juga dapat membantu perkembangan sosial, emosional, dan kognitif pada anak. Penelitian menyebutkan bahwa hubungan antara orangtua dan anak yang hangat, terbuka, dan komunikatif; terdapat batas yang wajar antar usia; menyampaikan alasan terkait hal-hal yang tidak boleh dilakukan anak, akan meningkatkan rasa percaya diri dan juga performa di sekolah maupun

    9

    lingkungan masyarakat. Selain itu anak akan lebih terhindar dari hal-hal negatif seperti, depresi dan penggunaan narkoba. Budaya, kepercayaan, tradisi, dan nilai yang dianut dalam suatu keluarga juga mempengaruhi tumbuh kembang anak. Dalam suatu penelitian yang dilakukan pada orangtua Cina-Amerika menyebutkan bahwa para orang tua memiliki cukup andil dalam mengatur tingkah laku anaknya, sehingga masalah terkait penyimpangan perilaku pada anak jarang dijumpai. Pada masa remaja-dewasa muda, orangtua memiliki tugas dan peran baru seiring dengan berubahnya kebutuhan anak pada masa ini. Perubahan yang terjadi pada masa ini adalah perubahan secara fisik, kognitif, dan juga sosial. Anak akan mulai melepaskan diri dari ketergantungan pada keluarga dan mulai fokus pada kehidupan sosial di luar rumah. Tantangan bagi orangtua adalah bagaimana harus menyeimbangkan antara mempertahankan ikatan dalam keluarga dan meningkatkan otonomi anak seiring dengan bertambahnya usia dan pendewasaan pada anak. Dalam suatu penelitian disebutkan bahwa orangtua yang tetap mempertahankan komunikasi yang baik dan hangat memiliki anak dengan luaran lebih baik dalam kehidupan sosialnya, tidak menggunakan narkoba, mengalami gangguan cemas dan depresi yang lebih sedikit daripada anak dengan orangtua yang tidak menjaga komunikasi pada masa remaja-dewasa muda. Keberhasilan tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh faktor lingkungan, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas. Peran keluarga utamanya orangtua sangat penting dalam membentuk lingkungan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan pengertian. Mengapa peran keluarga utamanya orangtua sangat penting? Lingkungan paparan pertama dan tersering bagi anak-anak adalah keluarga. Pembentukan karakter dan proses tumbuh kembang pertama kali dimulai dari sini. Anak-anak harus dipersiapkan sedini mungkin untuk menjadi penentu kehidupannya nanti. Harus dipersiapkan untuk bisa membuat keputusan sendiri dan tumbuh menjadi pribadi yang kompeten di masyarakat. Proses ini dapat didapatkan sedini mungkin tergantung pada lingkungan tempat tinggal anak dibesarkan.

    10

    Kondisi yang optimal di rumah, pemenuhan nutrisi yang cukup, dan interaksi antar orangtua maupun dengan anak sangat mempengaruhi perkembangan dan perilaku anak. Orangtua bertanggungjawab untuk menyediakan lingkungan yang aman, memantau aktivitas anak, membantu mengembangkan emosi sosial dan kognitif, serta menyediakan arahan dan panduan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menyediakan lingkungan rumah yang aman dan kondusif, anak akan senang bermain, mengeksplorasi hingga menemukan berbagai hal baru yang dapat meningkatkan level perkembangan kognitif, sosial, dan emosional. Harapannya kelak dapat menjadi pribadi yang bertanggungjawab dan produktif. UNICEF bersama dengan komunitas lain memberdayakan keluarga dan komunitas di lingkungan sekitarnya untuk membantu setiap anak mendapatkan awal yang baik di kehidupannya. Salah satu bentuk upaya UNICEF untuk membantu mencapai tumbuh kembang anak yang optimal dan meningkatkan taraf hidup anak adalah program kerjasama dengan WHO, Care for Child Development. Dalam program ini lebih difokuskan pada kerjasama orangtua dan keluarga dalam menrawat dan mendidik anak secara efektif. Program ini sudah terbukti memiliki hasil yang baik pada keluarga maupun anaknya sendiri. Pada Family and community practice that promote child survival,

    growth and development terdapat 12 hal yang perlu diperhatikan dalam upaya mengoptimalkan tumbuh kembang anak:

    • 1. Imunisasi

    • 2. Pemberian ASI

    • 3. Makanan pelengkap selain ASI

    • 4. Micronutrients

    • 5. Kebersihan

    • 6. Treated bednets

    • 7. Asupan makanan dan minuman

    • 8. Perawatan di rumah

    • 9. Care-seeking

    11

    10.

    Adherence

    • 11. Stimulation

    • 12. Antenatal care

    Kedua belas hal di atas membutuhkan peran orangtua, keluarga, komunitas, hingga pemerintah setempat agar dapat terlaksana dengan baik. Sehingga tumbuh kembang anak bisa optimal dan angka harapan hidup khususnya pada anak pun bisa meningkat.

    • F. Konsep Interaksi pada Anak dan keluarga Peran dari orang tua juga seharusnya lengkap. Anak butuh peran seorang ayah dan seorang ibu. Tak bisa seorang ibu menggantikan peran seorang ayah, begitupun sebaliknya. Orang tua adalah guru dan orang pertama yang akan menjadi teladan bagi anak-anak, khususnya ibu. Seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ibu adalah guru, dan ayah adalah kepala sekolahnya. Idealnya, ibu di rumah mendidik anak, sedangkan ayah bekerja mencari nafkah. Namun tanggung jawab seorang anak tak bisa diserahkan sepenuhnya kepada si ibu. Ayah juga berperan untuk menyayangi, mendidik, melindungi, mengarahkan, serta mengenalkan anak pada dunia luar. Hal paling utama yang harus dilakukan orang tua adalah mengenalkan Tuhan dan tuntunan agama kepada si anak sejak dini. Meski masih kecil, anak sudah harus diajarkan tentang moral, tentang mana yang baik dan mana yang buruk serta menunjukkan contoh keduanya. Karena jika anak hanya dikenalkan pada hal-hal baik saja, ada kemungkinan ia ingin mencoba hal-hal buruk nantinya karena penasaran. Hal yang tak kalah penting lainnya, namun seringkali disepelekan adalah pengawasan ketat dari orang tua. Meskipun telah masuk usia sekolah, anak tidak boleh sepenuhnya diserahkan kepada guru. Orang tua harus tetap mengawasi dan memantau kondisi anak, sedang apa dan di mana, serta dengan siapa si anak berteman. Sebab penting bagi orang tua untuk mengenali teman- teman anaknya.

    12

    Memang ada banyak hal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Tetapi hal itu bisa dibentengi dari keluarga. Itulah mengapa kasih sayang serta perhatian dari orang tua sangat dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak. Jika hak anak tersebut tidak terpenuhi, maka bisa jadi ia akan mencari pelampiasan di luar rumah. Apabila hal ini terjadi, kita tak bisa menyalahkan anak jika nantinya ia mulai mencicipi rokok, minuman keras, narkoba, ataupun bertindak asusila. Memang tak selamanya keburukan anak menjadi indikasi kebobrokan sistem pendidikan orang tua. Adakalanya seorang anak buruk karena pengaruh lingkungan. Memilihkan lingkungan yang baik dan madani bagi anak juga tak kalah penting. Meski telah dibekali dengan pendidikan yang cukup baik dari orang tua dan tetap dalam pemantauan, tak selamanya orang tua selalu bersama anak. Sehingga lingkungan juga bisa menjadi pengaruh yang luar biasa bagi anak. Karena sejatinya, manusia dibentuk oleh dua hal, yakni buku apa yang ia baca dan lingkungan di mana ia berada.

    13

    • A. Kesimpulan

    BAB III

    PENUTUP

    Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Pertumbuhan (growth) merupakan peningkatan jumlah dan besar sel diseluruh bagian tubuh

    selama sel-sel tersebut membelah diri dan menyintesis protein-protein baru. Menghasilkan penambahan jumlah berat secara keseluruhan atau sebagian. Dan Perkembangan (development), adalah perubahan secara berangsur-angsur dan bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh, meningkat dan meluasnya kapasitas seseorang melalui pertumbuhan, kematangan, atau kedewasaan, dan pembelajaran. Perubahan dalam perkembangan yang ditunjukkan dengan adanya saling kebergantungan atau saling mempengaruhi antara aspek-aspek fisik dan psikis dan merupakan satu kesatuan yang harmonis. Perkembangan bukan hanya berkenaan dengan aspek-aspek tertentu tetapi menyangkut semua aspek. Perkembangan aspek tertentu mungkin lebih terlihat dengan jelas, sedangkan aspek yang lainnya lebih tersembunyi. Permasalahan yang sering muncul sering kali disebabkan ketidaktahuan para orang tua dan pendidik,sehingga perilaku mereka seringkali tidak mampu mengarahkan remaja menuju kepenuhan perkembangan mereka. Bahkan tidak jarang orang tua dan pendidik mengambil sikap yang kontra produktif dari yang seharusnya diharapkan.

    • B. Saran Penulis menyadari makalah ini mungkin masih jauh dengan kata sempurna. Akan tetapi bukan berarti makalah ini tidak berguna. Besar harapan yang terpendam dalam hati semoga makalah ini dapat memberikan sumbangsi pada suatu saat terhadap makalah tema yang sama. Dan dapat menjadi referensi bagi pembaca serta menambah ilmu pengetahuan bagi kita semua.

    14

    DAFTAR PUSTAKA

    Indiarti, MT. 2009. Perkembangan Bayi Sehat 0-3 Tahun. Yogyakarta: Andi Offset.

    Kassanti Annia. 2008. Buku Pintar kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak. Yogyakarta: Araska Piranti

    Manurung, Ernika. 2006. Karya Tulis Ilmiah Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Tumbuh Kembang Anak Usia 6-12 Bulan Di Klinik Bersalin Keluarga Medan.

    Riyadi Sujono.2009. Asuhan Keperawatan Pada Anak. Yogyakarta: Graha Ilmu

    Soetjiningsih. 1995. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Buku Kedokteran EGC

    Suratyo Nano. 2008. Panduan Merawat Bayi dan Balita Agar Tumbuh Sehat dan Cerdas. Yogyakarta: Bangun Tafan.

    Widyastuti, dkk. 2009. Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Fitramaya.

    15