Anda di halaman 1dari 33

PEMERIKSAAN DENGUE IgG

DAN IgM
No. Dokumen : 8.1.2.2/
234a/PKM Sukamara/2016
No. Revisi :
TanggalTerbit : 8 September
SOP
2016
Halaman : 1/2

DARMADI
UPTD PUSKESMAS
NIP.19721202 199303
SUKAMARA
1 011
1. PENGERTIAN perangkat cek Dengue IgG / IgM adalah tes
Immunokromatograpi cepat untuk mendeteksi
simultananeous antibodi IgG dan IgM virus dengue dalam
serum darah seluruh manusia atau plasma assay digunakan
sebagai tes skrining untuk infeksi virus dengue dan sebagai
bantuan untuk diagnosis diferensial dari infeksi primer dan
sekunder dalam hubungannya dengan kriteria lain

Digunakan sebagai tes skrining untuk infeksi virus dengue dan


2. TUJUAN
sebagai bantuan untuk diagnosis diferensial dari infeksi primer
dan sekunder
Pemeriksaan dilakukan atas permintaan dokter dengan pasien
3. KEBIJAKAN yang dicurigai terpapar virus dengue

1. Halstead, S.B. (1981) patogenesis demam berdarah.


Amer .J.efidemiol 114; 632
2. Hanchal, E.A dan putnuk, .R.J., Virus dengue, clin.
microl. rev, Oktober 376 -. 396, 1990
3. advences di diagnosis dengue maria G guzman,
gustavo Kouri. Klinis dan diagnostik imunologi
laboratorium, November 1996, Vol 3, no. 6, p 621-
627
4. Evaluasi klinis dari tes immunochromatographic
yang cepat untuk diagnosis infeksi virus dengue,
4. REFERENSI mengunyah Theng bernyanyi, lim siew hoon andrea
cuzzubbo peter devine. Klinis dan diagnostik
imunologi laboratorium, mungkin tahun 1998, vol.
5, No.3 p. 407-409
5. Dengue dan demam berdarah dengue, duane
J.Gubler ulasan mikrobiologi klinik, Juli 1998,
vol.11, No. 3, p 0,480-496
6. Demam berdarah dengue diagnosis, pencegahan
dan pengendalian pengobatan. 2nd edition. Jenewa:
Organisasi kesehatan dunia 1997

5. HAL-HAL YANG Analis/ petugas laboratorium terlatih mencatat data penderita,


PERLU melakukan persiapan pederita, serta peralatan dan reagensia,
DI PERHATIKAN melakukan tindakan melaksanakan prosedur pemeriksaan,
membuat pencatatan dan pelaporan.
1. Bawa komponen kit untuk suhu kamar sebelum
pengujian
2. Buka kantong dan mengeluarkan kartu sekali
dibuka, kartu ujian harus segera digunakan.
3. Beri label kartu ujian dengan identitas pasien
4. Terapkan 5ul dari serum, plasma atau darah utuh ke
daerah "S1" ditunjukkan dengan tanda panah.
5. Tambahkan 2 tetes buffer sampel untuk baik
ditandai sebagai "S"
6. Pada 20 menit membaca hasil Sampel positif yang
kuat dapat menunjukkan hasil sebelumnya.

 INTERPRETASI HASIL

A. POSITIF
6. PROSEDUR 1. Kedua IgG / IgM positif
PELAKSANAAN Kontrol line dan kedua garis uji muncul. Ini
mengindikasikan kemungkinan infeksi sekunder akut
2. IgG positif IgM negatif
Kedua garis kontrol dan garis tes kedua (semakin tinggi
garis uji) muncul. Hal ini menunjukkan kemungkinan
infeksi primer
3. IgM negatife IgM Positife
Kedua garis kontrol dan garis tes kedua (garis uji yang
lebih rendah yang lebih dekat ke sampel juga) muncul.
Hal ini menunjukkan kemungkinan infeksi sekunder
atau infeksi masa lalu.
B. NEGATIF
Hanya garis kontrol muncul.
C. INVALID
Hasil tes tidak valid jika sebuah band berwarna tidak
terbentuk di daerah kontrol. sampel harus diuji ulang,
menggunakan perangkat tes baru

1. Laboratorium
2. Poli umum
7. UNIT TERKAIT

8. DOKUMEN Buku Register Laboratorium


TERKAIT

9. REKAMAN No Yang diubah Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan


HISTORIS
PERUBAHAN
PEMERIKSAAN LEUKOSIT
No. Dokumen : 8.1.2.2/234b
/PKM Sukamara/2016
No. Revisi :
SOP TanggalTerbit : 8 September
2016
Halaman : 1/2

UPTD PUSKESMAS DARMADI


SUKAMARA NIP.19721202 199303
1 011

1. PENGERTIAN Pemeriksaan komponen darah yang dilakukan dengan


mengencerkan darah dengan larutan yang bersifat asam lemah
dan hipotonis dalam volume terentu yang telah ditentukan
2. TUJUAN Untuk mengetahui jumlah leukosit pasien yang berkaitan dengan
daya tahan tubuh
3. KEBIJAKAN Surat keputusan Kepala UPTD Puskesmas Sukamara Tahun
2015 tentang uraian tugas petugas laboratorium.
4. REFERENSI 1) Haematologi Kapita Selekta, A.V.Hoffbiand,EGC, Penerbit
buku Kedokteran
2) Penuntun Laboratorium Klinik , R.Gandasoebrata, Penerbit
Dian Rakyat
3) Haematologi Sederhana, FKUI bagian Patologi Klinis , edisi
ke 2
5. HAL-HAL YANG Analis/ petugas laboratorium terlatih mencatat data penderita,
PERLU DI melakukan persiapan pederita, serta peralatan dan reagensia,
PERHATIKAN melakukan tindakan melaksanakan prosedur pemeriksaan,
membuat pencatatan dan pelaporan.
A.Tahap Pra Analitik
1) Petugas laboratorium menyiapkan reagen Turk.
2) Petugas laboratorium menyiapkan semua alat dan bahan
yang diperlukan.
3) Petugas laboratorium memeriksa sampel yang ada,
memenuhi syarat untuk dapat dilakukan pemeriksaan
6. PROSEDUR
atau tidak
PELAKSANAAN
B.Tahap Analitik
1) Petugas laboratorium masukan 500 ul reagen Turk
dalam tabung reaksi
2) Petugas laboratorium masukan 20 ul sampel ke dalam
reagen Turk, campur hingga homogen.
3) Petugas laboratorium meletakan kamar hitung yang
bersih dengan kaca penutupnya di meja datar
4) Petugas laboratorium mengocok tabung 1 menit, ambil
reagen turk tadi dengan mikropipet kemudian masukan
ke kamar hitung dengan menyentuh pinggir kaca
penutup.
5) Petugas laboratorium mendiamkan kamar hitung 2-3
menit, agar leukosit mengendap
6) Petugas laboratorium menghidupkan mikroskop
7) Petugas laboratorium menghitung seluruh sel leukosit
dalam 4 bidang dengan pembesaran 10 x
8) Jumlah sel leukosit yang ditemukan dikalikan dengan
65, menghasilkan
9) Jumlah leukosit per ul darah
10) Petugas laboratorium mencatat hasil pemeriksaan
C.Tahap Pasca Analitik
1) Petugas laboratorium mencatat hasil pemeriksaan pada
lembar hasil pasien
2) Petugas laboratorium mematikan fotometer, jika tidak
ada pemeriksaan lagi.
3) Petugas laboratorium mengemaskan alat-alat dan
membersihkan meja kerja
4) Petugas laboratorium mencuci tangan.
Petugas laboratorium mencatat register dan hasil
pemeriksaan pada buku arsip laboratorium

7. DOKUMEN Buku register laboratorium


TERKAIT

1. Laboratorium
2. Poli umum
8. UNIT TERKAIT
3. Kia

9. REKAMAN No Yang diubah Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan


HISTORIS
PERUBAHAN
PEMERIKSAAN TROMBOSIT
No. Dokumen : 8.1.2.2/ 234
c/PKM Sukamara/2016
No. Revisi :
SOP TanggalTerbit : 8 September
2016
Halaman : 1/2

UPTD PUSKESMAS DARMADI


SUKAMARA NIP.19721202 199303
1 011

1. PENGERTIAN Pemeriksaan komponen darah yang dilakukan dengan


mengencerkan darah dengan suatu larutan yang mengandung
Briliant Crecyl Blue dalam volume tertentu yang telah
ditentukan
2. TUJUAN Untuk mengetahui jumlah trombosit dalam darah
3. KEBIJAKAN Surat keputusan Kepala UPTD Puskesmas Sukamara Tahun
2015 tentang uraian tugas petugas laboratorium.
4. REFERENSI 1) Haematologi Kapita Selekta, A.V.Hoffbiand,EGC, Penerbit
buku Kedokteran
2) Penuntun Laboratorium Klinik , R.Gandasoebrata, Penerbit
Dian Rakyat
3) Haematologi Sederhana, FKUI bagian Patologi Klinis , edisi
ke 2
5. HAL-HAL YANG Analis/ petugas laboratorium terlatih mencatat data penderita,
PERLU melakukan persiapan pederita, serta peralatan dan reagensia,
DI PERHATIKAN melakukan tindakan melaksanakan prosedur pemeriksaan,
membuat pencatatan dan pelaporan.
6. PROSEDUR A.Tahap Pra Analitik
PELAKSANAAN 1) Petugas laboratorium menyiapkan reagen Rees Ecker
2) Petugas laboratorium menyiapkan semua alat dan bahan
yang diperlukan.
3) Petugas laboratorium memeriksa sampel yang ada,
memenuhi syarat untuk dapat dilakukan pemeriksaan
atau tidak

B.Tahap Analitik
1) Petugas laboratorium memasukan 2000 ul reagen Rees
Ecker dalam tabung reaksi
2) Petugas laboratorium memasukan 10 ul sampel ke dalam
reagen Rees Ecker, campur hingga homogen.
3) Petugas laboratorium meletakan kamar hitung yang bersih
dengan kaca penutupnya di meja datar
4) Petugas laboratorium mengocok tabung 1 menit, ambil
reagen Rees Ecker tadi dengan mikropipet kemudian
masukan ke kamar hitung dengan menyentuh pinggir kaca
penutup.
5) Petugas laboratorium mendiamkan kamar hitung 10
menit, agar trombosit mengendap
6) Petugas laboratorium menghidupkan mikroskop
7) Petugas laboratorium menghitung seluruh sel trombosit
dalam bidang besar dengan pembesaran lensa objektif 40
x
8) Jumlah sel trombosit yang ditemukan dikalikan dengan
2000, menghasilkan jumlah trombosit per ul darah
9) Petugas laboratorium mencatat hasil pemeriksaan
C.Tahap Pasca Analitik
1) Petugas laboratorium mencatat hasil pemeriksaan pada
lembar hasil pasien
2) Petugas laboratorium matikan mikroskop, jika tidak ada
pemeriksaan lagi.
3) Petugas laboratorium mengemaskan alat-alat dan
membersihkan meja kerja
4) Petugas laboratorium mencuci tangan.
5) Petugas laboratorium mencatat register dan hasil
pemeriksaan pada buku arsip laboratorium

7. DOKUMEN
TERKAIT Buku register laboratorium

 Laboratorium
 Poli umum
8. UNIT TERKAIT  KIA
9. REKAMAN
HISTORIS No Yang diubah Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan
PERUBAHAN

PEMERIKSAAN ERITROSIT
No. Dokumen : 8.1.2.2/234d
/PKM Sukamara/2016
No. Revisi :
SOP TanggalTerbit : 8 September
2016
Halaman : 1/2

UPTD PUSKESMAS DARMADI


SUKAMARA NIP.19721202 199303
1 011

1. PENGERTIAN Pemeriksaan komponen darah yang dilakukan dengan


mengencerkan darah dengan suatu larutan yang bersifat isotonis
dalam volume tertentu yang telah ditentukan
2. TUJUAN Untuk mengetahui jumlah eritrosit dalam darah
3. KEBIJAKAN Surat keputusan Kepala UPTD Puskesmas Sukamara Tahun
2015 tentang uraian tugas petugas laboratorium.
4. REFERENSI 1) Haematologi Kapita Selekta, A.V.Hoffbiand,EGC, Penerbit
buku Kedokteran
2) Penuntun Laboratorium Klinik , R.Gandasoebrata, Penerbit
Dian Rakyat
3) Haematologi Sederhana, FKUI bagian Patologi Klinis , edisi
ke 2

5. HAL-HAL YANG Analis/ petugas laboratorium terlatih mencatat data penderita,


PERLU melakukan persiapan pederita, serta peralatan dan reagensia,
DI PERHATIKAN melakukan tindakan melaksanakan prosedur pemeriksaan,
membuat pencatatan dan pelaporan.
6. PROSEDUR A.Tahap Pra Analitik
PELAKSANAAN 1) Petugas laboratorium menyiapkan reagen hayem
2) Petugas laboratorium menyiapkan semua alat dan bahan
yang diperlukan.
3) Petugas laboratorium memeriksa sampel yang ada,
memenuhi syarat untuk dapat dilakukan pemeriksaan atau
tidak

B.Tahap Analitik
1) Petugas laboratorium memasukan 2000 ul reagen Hayem
dalam tabung reaksi
2) Petugas laboratorium memasukan 10 ul sampel ke dalam
reagen Rees Ecker, campur hingga homogen.
3) Petugas laboratorium meletakan kamar hitung yang
bersih dengan kaca penutupnya di meja datar
4) Petugas laboratorium mengocok tabung 1 menit, ambil
reagen Hayem tadi dengan mikropipet kemudian
masukan ke kamar hitung dengan menyentuh pinggir
kaca penutup.
5) Petugas laboratorium mendiamkan kamar hitung 2-3
menit, agar erytrosit mengendap
6) Petugas laboratorium menghidupkan mikroskop
7) Hitung seluruh sel erytrosit dalam 5 bidang besar
dengan pembesaran lensa objektif 40 x
8) Jumlah sel erytrosit yang ditemukan dikalikan dengan
10.000, menghasilkan jumlah erytrosit per ul darah
9) Petugas laboratorium mencatat hasil pemeriksaan

C.Tahap Pasca Analitik


1) Petugas laboratorium mencatat hasil pemeriksaan pada
lembar hasil pasien
2) Petugas laboratorium mematikan mikroskop, jika tidak
ada pemeriksaan lagi.
3) Petugas laboratorium mengemaskan alat-alat dan
membersihkan meja kerja
4) Petugas laboratorium mencuci tangan.
5) Petugas laboratorium mencatat register dan hasil
pemeriksaan pada buku arsip laboratorium
7. DOKUMEN
TERKAIT Buku register laboratorium

8. UNIT TERKAIT 1. Laboratorium


2. Poli umum
3. KIA
9. REKAMAN
HISTORIS No Yang diubah Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan
PERUBAHAN

PEMERIKSAAN LED
No. Dokumen : 8.1.2.2/234e
/PKM Sukamara/2016
No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit : 8 September
2016
Halaman : 1/2

UPTD PUSKESMAS DARMADI


SUKAMARA NIP.19721202 199303
1 011

1. PENGERTIAN Pemeriksaan komponen darah yang dilakukan dengan


mengendapkan darah yang diukur dengan satuan mm dalam 1
jam
2. TUJUAN Untuk mengetahui kecepatan pengendapan eritrosit dalam
plasma.
3. KEBIJAKAN Surat keputusan Kepala UPTD Puskesmas Sukamara Tahun
2015 tentang uraian tugas petugas laboratorium.
4. REFERENSI 1) Haematologi Kapita Selekta, A.V.Hoffbiand,EGC, Penerbit
buku Kedokteran
2) Penuntun Laboratorium Klinik , R.Gandasoebrata, Penerbit
Dian Rakyat
3) Haematologi Sederhana, FKUI bagian Patologi Klinis , edisi
ke 2
5. HAL-HAL YANG Analis/ petugas laboratorium terlatih mencatat data penderita,
PERLU melakukan persiapan pederita, serta peralatan dan reagensia,
DI PERHATIKAN melakukan tindakan melaksanakan prosedur pemeriksaan,
membuat pencatatan dan pelaporan.
A.Tahap Pra Analitik
1) Petugas laboratorium menyiapkan reagen larutan NaCl
0,9 %
2) Petugas laboratorium menyiapkan semua alat dan bahan
yang diperlukan.
3) Petugas laboratorium memeriksa sampel yang ada,
memenuhi syarat untuk dapat dilakukan pemeriksaan atau
tidak

B.Tahap Analitik
1) Petugas laboratorium memasukan 0,4 ml Larutan Nacl
dalam tabung reaksi
2) Petugas laboratorium mengambil 1,6 ml darah masukan
dalam tabung reaksi yang telah berisi larutan NaCl tadi
3) Petugas laboratorium mencampur hingga homogen
4) Petugas laboratorium mengisap campuran tadi dengan
menggunakan pallius ball kedalam pipet westergren
6. PROSEDUR
sampai garis tansa nol.
PELAKSANAAN
5) Petugas laboratorium meletakkan pipet westergren pada
rak dengan posisi vertikal , catat waktu
penggantunganya.
6) Petugas laboratorium menghidupkan Timer
7) Setelah 1 jam baca tinggi plasma dalam satuan mm / jam
8) Petugas laboratorium mematikan Timer
9) Petugas laboratorium mencatat hasil pemeriksaan

C.Tahap Pasca Analitik


1) Petugas laboratorium mencatat hasil pemeriksaan pada
lembar hasil pasien
2) Petugas laboratorium mengemaskan alat-alat dan
membersihkan meja kerja
3) Petugas laboratorium mencuci tangan.
4) Petugas laboratorium mencatat register dan hasil
pemeriksaan pada buku arsip
7. DOKUMEN
TERKAIT Buku register laboratorium

8. UNIT TERKAIT 1. Laboratorium


2. Poli umum
3. Kia
9. REKAMAN No Yang diubah Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan
HISTORIS
PERUBAHAN

PEMERIKSAAN DIFFCOUNT
No. Dokumen : 8.1.2.2/234f
/PKM Sukamara/2016
No. Revisi :

SOP TanggalTerbit : 8 September


2016
Halaman : 1/2

DARMADI
UPTD PUSKESMAS
NIP.19721202 199303
SUKAMARA
1 011
1. PENGERTIAN Pemeriksaan komponen darah yang dilakukan dengan membuat
sedian apus darah kemudian diwarnai maka akan didapat
perbedaan morfologi leukosit berdasarkan daya serap masing-
masing jenis leukosit terhadap zat warna.
2. TUJUAN Untuk mengetahui dan membedakan jenis-jenis leukosit.
3. KEBIJAKAN Surat keputusan Kepala UPTD Puskesmas Sukamara Tahun
2015 tentang uraian tugas petugas laboratorium.
4. REFERENSI 1) Haematologi Kapita Selekta, A.V.Hoffbiand,EGC, Penerbit
buku Kedokteran
2) Penuntun Laboratorium Klinik , R.Gandasoebrata, Penerbit
Dian Rakyat
3) Haematologi Sederhana, FKUI bagian Patologi Klinis , edisi
ke 2
5. HAL-HAL YANG Analis/ petugas laboratorium terlatih mencatat data penderita,
PERLU DI melakukan persiapan pederita, serta peralatan dan reagensia,
PERHATIKAN melakukan tindakan melaksanakan prosedur pemeriksaan,
membuat pencatatan dan pelaporan.
A.Tahap Pra Analitik
1) Petugas laboratorium menyiapkan reagen Giemsa
6. PROSEDUR
2) Petugas laboratorium menyiapkan semua alat dan bahan
PELAKSANAAN
yang diperlukan.
3) Petugas laboratorium memeriksa sampel yang ada,
memenuhi syarat untuk dapat dilakukan pemeriksaan atau
tidak

B.Tahap Analitik
1) Petugas laboratorium membuat sedian apus darah tipis di
kaca objek
2) Petugas laboratorium membiarkan sediaan kering di
udara
3) Petugas laboratorium meletakkan sediaan yang akan
diwarnai di atas rak pengecatan dengan lapisan darah
diatas.
4) Petugas laboratorium meneteskan methanol ke atas
sediaan sehingga seluruh bagian yang terlapis darah
tertutup semua, biarkan 5 menit
5) Petugas laboratorium membuang kelebihan methanol
yang ada di kaca objek
6) Petugas laboratorium menetes sedian dengan cat giemsa
dan biarkan selama 10 menit
7) Petugas laboratorium menetakkan sediaan dalam sikap
vertikal dan biarkan mengering.
8) Petugas laboratorium menghidupkan mikroskop
9) Setelah kering, petugas laboratorium membaca sediaan
dengan mikroskop pembesaran 100x
10) Petugas laboratorium menghitung 100 sel leukosit yang
terdiri atas : Eosinofil, Basofil, Staff, Segmen , Lymfosit,
dan Monosit.

C.Tahap Pasca Analitik


1) Petugas laboratorium mencatat hasil pemeriksaan pada
lembar hasil pasien
2) Petugas laboratorium mengemaskan alat-alat dan
membersihkan meja kerja
3) Petugas laboratorium mencuci tangan.
4) Petugas laboratorium mencatat register dan hasil
pemeriksaan pada buku arsip

7. DOKUMEN Buku register laboratorium


TERKAIT
8. UNIT TERKAIT  Laboratorium
 Poli umum
 Kia

9. REKAMAN No Yang diubah Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan


HISTORIS
PERUBAHAN

PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS
MALARIA
No. Dokumen : 8.1.2.2/234f
/PKM Sukamara/2016
No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit : 8 September
2016
Halaman : 1/2

UPTD PUSKESMAS DARMADI


SUKAMARA NIP.19721202 199303
1 011

1. PENGERTIAN Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui adanya parasit


dalam darah yang diperiksa dalam bentuk suatu preparat.
2. TUJUAN Untuk mengetahui adanya parasit malaria dalam darah
3. KEBIJAKAN Surat keputusan Kepala UPTD Puskesmas Sukamara Tahun
2015 tentang uraian tugas petugas laboratorium.
4. REFERENSI 1) Haematologi Kapita Selekta, A.V.Hoffbiand,EGC, Penerbit
buku Kedokteran
2) Penuntun Laboratorium Klinik , R.Gandasoebrata, Penerbit
Dian Rakyat
3) Haematologi Sederhana, FKUI bagian Patologi Klinis , edisi
ke 2
5. HAL-HAL YANG Analis/ petugas laboratorium terlatih mencatat data penderita,
PERLU melakukan persiapan pederita, serta peralatan dan reagensia,
DI PERHATIKAN melakukan tindakan melaksanakan prosedur pemeriksaan,
membuat pencatatan dan pelaporan.
A.Tahap Pra Analitik
1) Petugas laboratorium menyiapkan reagen Giemsa
2) Petugas laboratorium menyiapkan semua alat dan bahan
yang diperlukan.
6. PROSEDUR 3) Petugas laboratorium memeriksa sampel yang ada,
PELAKSANAAN memenuhi syarat untuk dapat dilakukan pemeriksaan atau
tidak

B.Tahap Analitik
1) Petugas laboratorium membuat sedian apus darah tipis
dan tebal di kaca objek
2) Petugas laboratorium membiarkan sediaan kering di udara
3) Petugas laboratorium meletakkan sediaan yang akan
diwarnai di atas rak pengecatan dengan lapisan darah
diatas.
4) Petugas laboratorium meneteskan methanol ke atas
sediaan darah tipis sehingga seluruh bagian yang terlapis
darah tertutup semua, biarkan 5 menit
5) Petugas laboratorium membuang kelebihan methanol
yang ada di kaca objek
6) Petugas laboratorium menetes sedian darah tipis dan tebal
dengan cat giemsa dan biarkan selama 10 menit
7) Petugas laboratorium meletakkan sediaan dalam sikap
vertikal dan biarkan mengering.
8) Petugas laboratorium menghidupkan mikroskop
9) Setelah kering, petugas laboratorium membaca sediaan
dengan mikroskop pembesaran 100x
10) Petugas laboratorium mengamati adanya parasit malaria
di preparat tersebut.
11) Adanya parasit dilaporkan dengan positif beserta jenis
plasmodium yang ditemukan
12) Tidak ditemukan parasit dilaporkan negatif

C.Tahap Pasca Analitik


1) Petugas laboratorium mencatat hasil pemeriksaan pada
lembar hasil pasien
2) Petugas laboratorium matikan mikroskop, jika tidak ada
pemeriksaan lagi.
3) Petugas laboratorium mengemaskan alat-alat dan
membersihkan meja kerja
4) Petugas laboratorium mencuci tangan.
5) Petugas laboratorium mencatat register dan hasil
pemeriksaan pada buku arsip laboratorium
7. DOKUMEN Buku register laboratorium
TERKAIT
8. UNIT TERKAIT  Laboratorium
 Poli umum
 Kia

9. REKAMAN No Yang diubah Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan


HISTORIS
PERUBAHAN

PEMERIKSAAN GOLONGAN
DARAH
No. Dokumen : 8.1.2.2/234g
/PKM Sukamara/2016
No. Revisi :
SOP TanggalTerbit : 8 September
2016
Halaman : 1/2
DARMADI
UPTD PUSKESMAS
NIP.19721202 199303
SUKAMARA
1 011
1. PENGERTIAN Pemeriksaan yang dilakukan dengan melihat reaksi aglutinasi
antara aglutinogen dalam erytrosit dengan antisera yang telah
diketahui jenisnya.Jika bersesuaian akan terjadi reaksi aglutinasi.
2. TUJUAN Untuk mengetahui jenis aglutinogen didalam darah
3. KEBIJAKAN Surat keputusan Kepala UPTD Puskesmas Sukamara Tahun
2015 tentang uraian tugas petugas laboratorium.
4. REFERENSI 1. Haematologi Kapita Selekta, A.V.Hoffbiand,EGC, Penerbit
buku Kedokteran
2. Penuntun Laboratorium Klinik , R.Gandasoebrata, Penerbit
Dian Rakyat
3. Haematologi Sederhana, FKUI bagian Patologi Klinis , edisi
ke 2
5. HAL-HAL YANG Analis/ petugas laboratorium terlatih mencatat data penderita,
PERLU melakukan persiapan pederita, serta peralatan dan reagensia,
DI PERHATIKAN melakukan tindakan melaksanakan prosedur pemeriksaan,
membuat pencatatan dan pelaporan.
A.Tahap Pra Analitik
1) Petugas laboratorium menyiapkan Anti A, Anti B, dan
Anti AB
2) Petugas laboratorium menyiapkan semua alat dan bahan
yang diperlukan.
3) Petugas laboratorium memeriksa sampel yang ada,
memenuhi syarat untuk dapat dilakukan pemeriksaan atau
tidak

B.Tahap Analitik
1) Petugas laboratorium meneteteskan 1 tetes anti A, anti B
dan anti AB pada kaca objek secara terpisah
2) Teteskan darah pada masing-masing reagen tadi
3) Diaduk dengan stik sampai rata.
4) Petugas laboratorium mengamati adanya aglutinasi
6. PROSEDUR setelah 2 menit
PELAKSANAAN 5) Untuk memperjelas melihat aglutinasi bisa dilihat
dibawah mikroskop menggunakan pembesaran 10 x

C.Tahap Pasca Analitik


1) Petugas laboratorium mencatat hasil pemeriksaan pada
lembar hasil pasien
2) Matikan mikroskop, jika tidak ada pemeriksaan lagi.
3) Petugas laboratorium mengemaskan alat-alat dan
membersihkan meja kerja
4) Petugas laboratorium mencuci tangan.
5) Petugas laboratorium mencatat register dan hasil
pemeriksaan pada buku arsip laboratorium
7. DOKUMEN Buku register laboratorium
TERKAIT
8. UNIT TERKAIT  Laboratorium
 Poli umum
 Kia
9. REKAMAN No Yang diubah Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan
HISTORIS
PERUBAHAN

PEMERIKSAAN RHESUS
No. Dokumen : 8.1.2.2/234h
/PKM Sukamara/2016
No. Revisi :
SOP TanggalTerbit : 8 September
2016
Halaman : 1/2

UPTD PUSKESMAS DARMADI


SUKAMARA NIP.19721202 199303
1 011
1. PENGERTIAN Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui adanya rhesus
positif atau negatif
2. TUJUAN Untuk menentukan rhesus positif atau negatif
3. KEBIJAKAN Surat keputusan Kepala UPTD Puskesmas Sukamara Tahun
2015 tentang uraian tugas petugas laboratorium.
4. REFERENSI 1) Haematologi Kapita Selekta, A.V.Hoffbiand,EGC, Penerbit
buku Kedokteran
2) Penuntun Laboratorium Klinik , R.Gandasoebrata, Penerbit
Dian Rakyat
3) Haematologi Sederhana, FKUI bagian Patologi Klinis , edisi
ke 2
5. HAL-HAL YANG Analis/ petugas laboratorium terlatih mencatat data penderita,
PERLU melakukan persiapan pederita, serta peralatan dan reagensia,
DI PERHATIKAN melakukan tindakan melaksanakan prosedur pemeriksaan,
membuat pencatatan dan pelaporan.
A.Tahap Pra Analitik
1) Menyiapkan Anti D
2) Menyiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan.
3) Memeriksa sampel yang ada, memenuhi syarat untuk
dapat dilakukan pemeriksaan atau tidak

B. .Tahap Analitik
1) Petugas laboratorium meneteskan 1 tetes anti D, dan
Bovine Albumin pada kaca objek secara terpisah
2) Teteskan darah pada masing-masing reagen tadi
3) Diaduk dengan stik sampai rata.
4) Petugas laboratorium mengamati adanya aglutinasi
6. PROSEDUR
setelah 2 menit
PELAKSANAAN
5) Untuk memperjelas melihat aglutinasi bisa dilihat
dibawah mikroskop menggunakan pembesaran 10 x

C.Tahap Pasca Pra Analitik


1) Petugas laboratorium mencatat hasil pemeriksaan pada
lembar hasil pasien
2) Matikan mikroskop, jika tidak ada pemeriksaan lagi.
3) Petugas laboratorium mengemaskan alat-alat dan
membersihkan meja kerja
4) Petugas laboratorium mencuci tangan.
5) Petugas laboratorium mencatat register dan hasil
pemeriksaan pada buku arsip laboratorium
7. DOKUMEN Buku register laboratorium
TERKAIT
8. UNIT TERKAIT  Laboratorium
 Poli umum
 Kia

9. REKAMAN No Yang diubah Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan


HISTORIS
PERUBAHAN
PEMERIKSAAN PP TEST
No. Dokumen : 8.1.2.2/234i
/PKM Sukamara/2016
No. Revisi :
SOP TanggalTerbit : 8 september
2016
Halaman : 1/2
DARMADI
UPTD PUSKESMAS
NIP.19721202 199303
SUKAMARA
1 011
1. PENGERTIAN Pemeriksaan kadar hormon HCG pada urine pasein
2. TUJUAN Untuk mengetahui pasein dalam keadaan hamil atau tidak
3. KEBIJAKAN Surat keputusan Kepala UPTD Puskesmas Sukamara Tahun
2015 tentang uraian tugas petugas laboratorium.
4. REFERENSI Prosedur pemeriksaan Tes kehamilan .One Med
5. HAL-HAL YANG Analis/ petugas laboratorium terlatih mencatat data penderita,
PERLU melakukan persiapan pederita, serta peralatan dan reagensia,
DI PERHATIKAN melakukan tindakan melaksanakan prosedur pemeriksaan,
membuat pencatatan dan pelaporan.
A.Tahap Pra Analitik
1) Petugas laboratorium menyiapkan semua alat dan bahan
yang diperlukan.
2) Sampel ditampung dalam wadah yang bersih
3) Petugas laboratorium menggunakan sarung tangan

B.Tahap Analitik
1) Petugas laboratorium mengeluarkan alat tes dari
pembungkus
2) Meminta pasien untuk menampung urinenya dalam
wadah yang bersih,kemudian celupkan strip ke dalam
wadah urine. Jangan melebihi tanda batas MAX
3) Angkat strip setelah 10 detik, letakkan pada bidang datar
yang bersih dan kering.Baca hasil tes dalam 40 detik.
4) Untuk memastikan hasil negative, tunggu hingga 5
6. PROSEDUR menit.Tidak dianjurkan membaca hasil tes jika lebih dari
PELAKSANAAN 30 menit
5) Interprestasi hasil ;
 Positif : Terbentuk dua garis berwarna,pada garis test
dan conrol
 Negatif : Terbentuk satu garis warna pada zona
control

C.Tahap Pasca Analitik


1) Petugas laboratorium mencatat hasil pemeriksaan pada
lembar hasil pasien
2) Petugas laboratorium mengemaskan alat-alat dan
membersihkan meja kerja
3) Petugas laboratorium mencuci tangan.
4) Petugas laboratorium mencatat register dan hasil
pemeriksaan pada buku arsip laboratorium

7. DOKUMEN Buku register laboratorium


TERKAIT
8. UNIT TERKAIT  Laboratorium
 Poli umum
 Kia

9. REKAMAN No Yang Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan


HISTORIS diubah
PERUBAHAN
PEMERIKSAAN BTA ( Ziehl
Neelsen )
No. Dokumen : 8.1.2.2/234j
/PKM Sukamara/2016
No. Revisi :
SOP TanggalTerbit : 8 September
2016
Halaman : 1/2
DARMADI
UPTD PUSKESMAS
NIP.19721202 199303
SUKAMARA
1 011
1. PENGERTIAN Pemeriksaan dahak / sputum pasein. Dilakukan 3 kali yaitu
Sewaktu 1, Pagi, dan sewaktu 2
Untuk mengetahui adanya bakteri mycobacterum tuberculosis,
2. TUJUAN
penyebab penyakit TB Paru-paru
Surat keputusan Kepala UPTD Puskesmas Sukamara Tahun
3. KEBIJAKAN
2015 tentang uraian tugas petugas laboratorium.
1) Haematologi Kapita Selekta, A.V.Hoffbiand,EGC, Penerbit
buku Kedokteran
2) Penuntun Laboratorium Klinik , R.Gandasoebrata, Penerbit
4. REFERENSI
Dian Rakyat
3) Haematologi Sederhana, FKUI bagian Patologi Klinis , edisi
ke 2
5. HAL-HAL YANG Analis/ petugas laboratorium terlatih mencatat data penderita,
PERLU melakukan persiapan pederita, serta peralatan dan reagensia,
DI PERHATIKAN melakukan tindakan melaksanakan prosedur pemeriksaan,
membuat pencatatan dan pelaporan.
A.Tahap Pra Analitik
1) Petugas laboratorium menggunakan sarung tangan
2) Petugas laboratorium menyiapkan semua alat dan bahan
yang digunakan
B.Tahap Analitik
1) Petugas laboratorium memuat sediaan dari sputum
pasien.
2) Petugas laboratorium meletakkan sediaan diatas rak
dengan jarak minimal 1 jari telunjuk.
3) Petugas laboratorium menuangkan Carbol Fuchsin
menutupi seluruh permukaan sediaan.
4) Panaskan sediaan dengan sulut api sampai keluar uap (
jangan sampai mendidih ) , kemudian dinginkan selama
5 menit
6. PROSEDUR
5) Petugas laboratorium membuang Carbol Fuchsindari
PELAKSANAAN
sediaan satu persatu secara perlahan dengan cara dibilas
menggunakan air mengalir mulai dari bagian slide yang
frosted
6) Petugas laboratorium menuangkan Asam Alkohol pada
sediaan, biarkan beberapa sat lalu bilas dengan air
mengalir sampai bersih( tidak tampak sisa zat warna
merah ).
7) Bila masih tampak warna merah lakukan decolorisasi ini
berulang kali.
8) Petugas laboratorium menuangkan Methylene Blue
hingga menutupi seluruh sediaan dan biarkan 10 -20
detik
9) Petugas laboratorium membuang Methylen Blue dari
sediaan satu persatu secara perlahan –lahan dengan cara
menggunakan air mengalir.
10) Petugas laboratorium mengeringkan sediaan pada rak
pengering.
11) Interprestasi Hasil ;

Pengujian Hasil Penulisan


0 – BTA / 100 LP Negatif Neg

1 – 9 BTA / 100 LP Scanty Tulis jumlah BTA

10 – 99 BTA / 100 LP 1+ 1+

1 – 10 BTA / 1 LP 2+ 2+

>10 BTA / 1 LP 3+ 3+

C.Tahap Pasca Analitik


1) Petugas laboratorium mencatat hasil pemeriksaan pada
lembar hasil pasien
2) Petugas laboratorium mengemaskan alat-alat dan
membersihkan meja kerja
3) Petugas laboratorium mencuci tangan.
4) Petugas laboratorium mencatat register dan hasil
pemeriksaan pada buku arsip laboratorium
7. DOKUMEN Buku register laboratorium
TERKAIT
8. UNIT TERKAIT  Laboratorium
 Poli umum
 Kia

9. REKAMAN No Yang diubah Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan


HISTORIS
PERUBAHAN
PEMERIKSAAN WIDAL
No. Dokumen : 8.1.2.2/234k
/PKM Sukamara/2016
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit : 8 September
2016
Halaman : 1/2

UPTD DARMADI
PUSKESMAS NIP.19721202 199303
SUKAMARA 1 011

1. PENGERTIAN Pemeriksaan untuk mengetahui adana antibody (uji kualitatif) titer


antibody (uj kuantitatif) terhadap infeksi salmonella thyposa.
2. TUJUAN Untuk membantu diagnosa penyskit typus.
3. KEBIJAKAN Surat keputusan Kepala UPTD Puskesmas Sukamara Tahun 2015
tentang uraian tugas petugas laboratorium.
4. REFERENSI 1) Haematologi Kapita Selekta, A.V.Hoffbiand,EGC, Penerbit
buku Kedokteran
2) Penuntun Laboratorium Klinik , R.Gandasoebrata, Penerbit
Dian Rakyat
3) Haematologi Sederhana, FKUI bagian Patologi Klinis , edisi
ke 2
5. HAL-HAL YANG Analis/ petugas laboratorium terlatih mencatat data penderita,
PERLU melakukan persiapan pederita, serta peralatan dan reagensia,
DI PERHATIKAN melakukan tindakan melaksanakan prosedur pemeriksaan,
membuat pencatatan dan pelaporan.
A.Tahap Pra Analitik
1) Menyiapkan reagen widal
2) Menyiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan.
3) Memeriksa sampel yang ada, memenuhi syarat untuk
dapat dilakukan pemeriksaan atau tidak

B.Tahap Analitik
1) Disiapkan slide kering dan bersih dengan 6 lingkaran
2) Dengan mikropipet di masukkan reagen widal ( H, AH,
BH, O, AO dan BO) dengan volume 40 ul ke dalam
lingkaran – lingkaran tadi.
6. PROSEDUR 3) Di masukkan serum dengan volume sampel 40 ul ke dalam
PELAKSANAAN lingkaran – lingkaran tadi, di campur dan di goyang.
4) Apabila hasil positif terjadi aglutinasi .
lihat tingkat aglutinasi pada tiap lingkaran untuk
menentukan titer thypus.( 1/40, 1/80, 1/160, 1/320, 1/640)

C.Tahap Pasca Analitik


1) Catat hasil pemeriksaan pada lembar hasil pasien
2) Matikan mikroskop, jika tidak ada pemeriksaan lagi.
3) Mengemaskan alat-alat dan membersihkan meja kerja
4) Mencuci tangan.
5) 5. Mencatat register dan hasil pemeriksaan pada buku
arsip laboratorium
7. DOKUMEN Buku register laboratorium
TERKAIT
8. UNIT TERKAIT  Laboratorium
 Poli umum
 Kia

9. REKAMAN No Yang diubah Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan


HISTORIS
PERUBAHAN
PEMERIKSAAN GULA DARAH
(NESCO)
No. Dokumen : 8.1.2.2/234l
/PKM Sukamara/2016
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit : 8 September
2016
Halaman : 1/2
DARMADI
UPTD PUSKESMAS
NIP.19721202 199303
SUKAMARA
1 011
1. PENGERTIAN Pemeriksaan darah yang berhubungan dengan fraksi karbohidrat
dalam tubuh yang ditentukan secara kuantitatif. Pemeriksaan
fraksi karbohidrat terdiri dari: Gula darah sewaktu, Gula darah
puasa, dan Gula darah 2 jam Post Prandial (GD2JamPP).
2. TUJUAN Untuk mengetahui kadar gula darah dalam tubuh pasien.
3. KEBIJAKAN Surat keputusan Kepala UPTD Puskesmas Sukamara Tahun
2015 tentang uraian tugas petugas laboratorium.
4. REFERENSI 1) Haematologi Kapita Selekta, A.V.Hoffbiand,EGC, Penerbit
buku Kedokteran
2) Penuntun Laboratorium Klinik , R.Gandasoebrata, Penerbit
Dian Rakyat
3) Haematologi Sederhana, FKUI bagian Patologi Klinis , edisi
ke 2
4) Brosur alat Nesco
5. HAL-HAL YANG Analis/ petugas laboratorium terlatih mencatat data penderita,
PERLU melakukan persiapan pederita, serta peralatan dan reagensia,
DI PERHATIKAN melakukan tindakan melaksanakan prosedur pemeriksaan,
membuat pencatatan dan pelaporan.
A.Tahap Pra Analitik
1) Petugas laboratorium menyiapkan Alat nesco
2) Petugas laboratorium menyiapkan semua alat dan bahan
yang diperlukan.
3) Petugas laboratorium memeriksa sampel yang ada,
memenuhi syarat untuk dapat dilakukan pemeriksaan atau
tidak
B.Tahap Analitik
1) Teteskan darah dari kapiler ke pada sisi tepi dari tes stik.
2) Tes stik akan secara otomatis menyerap darah ke dalam
celah reaksi dan alat akan mulai mengukur selama 10
6. PROSEDUR detik.
PELAKSANAAN 3) Baca hasilnya dan secara otomatis hasil akan mucul pada
layar alat.
C.Tahap Pasca Analitik
1) Petugas laboratorium mencatat hasil pemeriksaan pada
lembar hasil pasien
2) Petugas laboratorium mematikan alat nesco, jika tidak ada
pemeriksaan lagi.
3) Petugas laboratorium mengemaskan alat-alat dan
membersihkan meja kerja
4) Petugas laboratorium mencuci tangan.
5) Petugas laboratorium mencatat register dan hasil
pemeriksaan pada buku arsip laboratorium
7. DOKUMEN Buku register laboratorium
TERKAIT
8. UNIT TERKAIT  Laboratorium
 Poli umum
 Kia

9. REKAMAN No Yang diubah Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan


HISTORIS
PERUBAHAN
PEMERIKSAAN ASAM URAT
(NESCO)
No. Dokumen : 8.1.2.2/234m
/PKM Sukamara/2016
No. Revisi :
SOP TanggalTerbit : 8 September
2016
Halaman : 1/2

UPTD DARMADI
PUSKESMAS NIP.19721202 199303
SUKAMARA 1 011

1. PENGERTIAN Salah satu pemeriksaan darah yang berkaitan dengan faal ginjal.
2. TUJUAN Untuk mengetahui kadar asam urat dalam tubuh pasien.
3. KEBIJAKAN Surat keputusan Kepala UPTD Puskesmas Sukamara Tahun 2015
tentang uraian tugas petugas laboratorium.
4. REFERENSI 1) Haematologi Kapita Selekta, A.V.Hoffbiand,EGC, Penerbit
buku Kedokteran
2) Penuntun Laboratorium Klinik , R.Gandasoebrata, Penerbit
Dian Rakyat
3) Haematologi Sederhana, FKUI bagian Patologi Klinis , edisi
ke 2
4) Brosur alat Nesco
5. HAL-HAL YANG Analis/ petugas laboratorium terlatih mencatat data penderita,
PERLU melakukan persiapan pederita, serta peralatan dan reagensia,
DI PERHATIKAN melakukan tindakan melaksanakan prosedur pemeriksaan,
membuat pencatatan dan pelaporan.
A.Tahap Pra Analitik
1) Petugas laboratorium menyiapkan Alat nesco
2) Petugas laboratorium menyiapkan semua alat dan bahan
yang diperlukan.
3) Petugas laboratorium memeriksa sampel yang ada,
memenuhi syarat untuk dapat dilakukan pemeriksaan atau
tidak

B.Tahap Analitik
1) Teteskan darah dari kapiler ke pada sisi tepi dari tes stik.
2) Tes stik akan secara otomatis menyerap darah ke dalam
celah reaksi dan alat akan mulai mengukur selama 20
6. PROSEDUR detik.
PELAKSANAAN 3) Baca hasilnya dan secara otomatis hasil akan mucul pada
layar alat.

C.Tahap Pasca Analitik


1) Petugas laboratorium mencatat hasil pemeriksaan pada
lembar hasil pasien
2) Petugas laboratorium mematikan alat nesco, jika tidak ada
pemeriksaan lagi.
3) Petugas laboratorium mengemaskan alat-alat dan
membersihkan meja kerja
4) Petugas laboratorium mencuci tangan.
5) Petugas laboratorium mencatat register dan hasil
pemeriksaan pada buku arsip laboratorium
7. DOKUMEN Buku register laboratorium
TERKAIT
8. UNIT TERKAIT  Laboratorium
 Poli umum
 Kia

9. REKAMAN No Yang diubah Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan


HISTORIS
PERUBAHAN
PEMERIKSAAN KOLESTEROL
(NESCO)
No. Dokumen : 8.1.2.2/234n
/PKM Sukamara/2016
No. Revisi :
SOP TanggalTerbit : 8 September
2016
Halaman : 1/2
DARMADI
UPTD PUSKESMAS
NIP.19721202 199303
SUKAMARA
1 011
1. PENGERTIAN Salah satu pemeriksaan darah yang berkaitan dengan faal ginjal.
2. TUJUAN Untuk mengetahui kadar asam urat dalam tubuh pasien.
3. KEBIJAKAN Surat keputusan Kepala UPTD Puskesmas Sukamara Tahun
2015 tentang uraian tugas petugas laboratorium.
4. REFERENSI 1. Haematologi Kapita Selekta, A.V.Hoffbiand,EGC, Penerbit
buku Kedokteran
2. Penuntun Laboratorium Klinik , R.Gandasoebrata, Penerbit
Dian Rakyat
3. Haematologi Sederhana, FKUI bagian Patologi Klinis , edisi
ke 2
4. Brosur alat Nesco
5. HAL-HAL YANG Analis/ petugas laboratorium terlatih mencatat data penderita,
PERLU melakukan persiapan pederita, serta peralatan dan reagensia,
DI PERHATIKAN melakukan tindakan melaksanakan prosedur pemeriksaan,
membuat pencatatan dan pelaporan.
A.Tahap Pra Analitik
1) Petugas laboratorium menyiapkan Alat nesco
2) Petugas laboratorium menyiapkan semua alat dan bahan
yang diperlukan.
3) Petugas laboratorium memeriksa sampel yang ada,
memenuhi syarat untuk dapat dilakukan pemeriksaan
atau tidak

B.Tahap Analitik
1) Teteskan darah dari kapiler ke pada sisi tepi dari tes stik.
2) Tes stik akan secara otomatis menyerap darah ke dalam
celah reaksi dan alat akan mulai mengukur selama 2
6. PROSEDUR menit.
PELAKSANAAN 3) Baca hasilnya dan secara otomatis hasil akan mucul
pada layar alat.

C.Tahap Pasca Analitik


1) Petugas laboratorium mencatat hasil pemeriksaan pada
lembar hasil pasien
2) Petugas laboratorium mematikan alat nesco, jika tidak
ada pemeriksaan lagi.
3) Petugas laboratorium mengemaskan alat-alat dan
membersihkan meja kerja
4) Petugas laboratorium mencuci tangan.
5) Petugas laboratorium mencatat register dan hasil
pemeriksaan pada buku arsip laboratorium
7. DOKUMEN Buku register laboratorium
TERKAIT
8. UNIT TERKAIT  Laboratorium
 Poli umum
 Kia

9. REKAMAN No Yang diubah Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan


HISTORIS
PERUBAHAN
PEMERIKSAAN URINE
LENGKAP
No. Dokumen : 8.1.2.2/234o
/PKM Sukamara/2016
No. Revisi :
SOP TanggalTerbit : 8 September
2016
Halaman : 1/2
DARMADI
UPTD PUSKESMAS
NIP.19721202 199303
SUKAMARA
1 011
1. PENGERTIAN Pemeriksaan urine secara keseluruhan meliputi fisik, kimia dan
sedimen.
2. TUJUAN Untuk mengetahui keadaan urine pasien baik atau tidak.
3. KEBIJAKAN Surat keputusan Kepala UPTD Puskesmas Sukamara Tahun
2015 tentang uraian tugas petugas laboratorium.
4. REFERENSI Penuntun laboratorium klinik, R. Gandasoebrata, penerbit Dian
Rakyat.
5. HAL-HAL YANG Analis/ petugas laboratorium terlatih mencatat data penderita,
PERLU melakukan persiapan pederita, serta peralatan dan reagensia,
DI PERHATIKAN melakukan tindakan melaksanakan prosedur pemeriksaan,
membuat pencatatan dan pelaporan.
A. TAHAP PRA ANALITIK
1) Petugas laboratorium menyiapkan semua alat dan
bahan yang di perlukan
2) Petugas laboratorium menggunakan alat pelindung diri
lengkap

B. TAHAP ANALITIK
1) Petugas laboratorium memasukkan urine ke dalam
tabung centrifuge
2) Petugas laboratorium mengamati warna dan
kejernihan, kemudian lakukan pemeriksaan kimia
dengan strip combur test
3) Petugas laboratorium mengamati BJ, pH, lekosit,
trombosit, reduksi, protein, nitrit, urobilinogen,
eritrosit, dan keton, catathasilnya.
4) Centrifuge 3200 RPM selama 3 menit untuk
6. PROSEDUR mendapatkan sedimen
PELAKSANAAN 5) Buang bagian atas urine, dengan gerakan cepat dan
luwes, sisakan bagian bawahnya.
6) Kocok sisa sedimen yang berada di bagian dasar
tabung, ambil 1 tetes kemudian letakkan di objek glass
dan tutup dengan cover glass.
7) Periksa sedimen urine dengan menggunakan
mikroskop perbesaran 10X kemudian 40X untuk
melihat sedimen urine ( epitel, lekosit, eritrosit, kristal,
jamur, cilinder, bakteri)

C. TAHAP PASCA ANALITIK


1) Petugas laboratorium mmencatat hasil pemeriksaan
pada lembar haasil pasien
2) Petugas laboratorium menggemaskan alat-alat dan
membersihkan meja kerja
3) Petugas laboratorium mencuci tangan
4) Petugas laboratorium mencatat register dan hasil
pemeriksaan pada buku arsip laboratorium

7. DOKUMEN Buku register laboratorium


TERKAIT
8. UNIT TERKAIT  Laboratorium
 Poli umum
 Kia

9. REKAMAN No Yang diubah Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan


HISTORIS
PERUBAHAN