Anda di halaman 1dari 28

UJIAN AKHIR SEMESTER

MATA KULIAH PEMBIAYAAN AGRIBISNIS


SKEMA PEMBIAYAAN USAHA TERNAK BEBEK PEDAGING

Disusun oleh :
Kelompok 5
Alfi Fauzi Zaki 11150920000037

Arif Fajar Setiawan 11150920000039

Firda Yanti 11150920000050

Dewi Wulandari 11150920000055

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA

i
DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR ISI .......................................................................... i
DAFTAR TABEL ..................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR .................................................................. iii
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................ iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Gambaran Umum Perusahaan ......................................... 1
1.2 Permasalahan Permodalan Usaha Ternak Bebek ................... 2
1.3 Kondisi Penyaluran Pembiayaan Usaha Ternak Bebek.............. 5
1.4 Siklus Usaha .............................................................. 6

BAB II TEORI PEMBIAYAAN


2.1 Sistem Agribisnis ........................................................ 8
2.1.1 Sistem Agribisnis Pada Usahatani Ternak Bebek Pedaging ..... 10
2.2 Jenis Pembiayaan Usaha Agribisnis Bebek Pedaging ............... 11
2.3 Jenis Lembaga Keuangan Untuk Usaha Bebek Pedaging ........... 12

BAB III SKEMA PEMBIAYAAN AGRIBISNIS


3.1 Mekanisme Pembiayaan Usaha Bebek................................. 14
3.2 Lembaga Yang Dianggap Cocok Sebagai Penyalur Pembiayaan ... 15

BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan................................................................ 18
4.2 Saran ....................................................................... 18

DAFTAR PUSTAKA ................................................................. 19


LAMPIRAN ........................................................................... 20

i
DAFTAR TABEL
Halaman

1. Gambaran Umum Usaha Ternak Bebek ..................................... 1


2. Kondisi Permodalan Usaha Ternak Bebek 1 ................................ 3
3. Kondisi Permodalan Usaha Ternak Bebek 2 ................................ 4
4. Kendala dan Harapan Pembiayaan Pada Peternak Bebek 1 dan 2 ...... 5

ii
DAFTAR GAMBAR

Halaman

1. Siklus Usaha Peternak Bebek 1 ............................................... 6


2. Siklus Usaha Peternak Bebek 2 ............................................... 7
3. Sistem Agribisnis ............................................................... 8
4. Sistem Agribisnis Pada Usahatani Ternak Bebek ........................... 10
5. Mekanisme Pembiayaan Usaha Ternak Bebek .............................. 14

iii
DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

1. Bukti Persetujuan Wawancara ............................................... 20


2. Proses Pengambilan Data Pada Peternak Bebek 1......................... 21
3. Kondisi Kandang Bebek Peternak 1 .......................................... 22
4. Proses Wawancara Dan Kondisi Kandang Bebek Peternak 2 ............. 23

iv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Gambaran Umum Perusahaan

Nama Peternak Peternak 1 Peternak 2

Nama pemilik Bapak Rojalih Bapak Imam

Alamat Peternak Kampung Duren Serebu Kampung Duren Mekar


RT 002/004, Kecamatan
Bojongsari, Kabupaten
Depok, Jawa Barat
Jenis Usaha Bebek Pedaging jenis Bebek pedaging jenis
bebek jawa bebek hybrida

Latar Belakang Berawal dari hanya Berawal dari ajakan


Berdirinya Usaha sekedar mengisi waktu teman yang mengajak
luang, Bapak Rojali Bapak Imam untuk ikut
membeli 30 ekor Day dalam membuat usaha
Old Duck (DOD) yang perternakan bebek,
beliau dapatkan dari dengan modal nekat
Kecamatan Gunung dan keberanian.
Sindur, Kabupaten
Bogor. Lokasi tersebut
dipilih karena tidak
terlalu jauh dari lokasi
peternakan bebek.
Beliau menjual bebek
hibrida dengan jenis
bebek jawa yang
diminati oleh
konsumen.

Karakteristik usaha  Mengambil DOD di  Mengambil DOD di


daerah gunung daerah gunung sindur
sindur  Memiliki kandang
 Memiliki kandang panggung
panggung kotoran  Kotoran ayam
ayam di biarkan dan dibuang dan
diberikan untuk terkadang diberikan
pakan ikan. ke ikan
 Tergantung pada  Tergantung pada
supplier namun dod supplier dod, apabila
bebek jawa selalu supplier dod tidak
ada ada, maka tidak

1
 Memakai pakan produksi.
berupa pur ayam dan  Memakai pakan
ampas tahu berupa pur ayam dan
ampas tahu.

Tabel 1. Gambaran Umum Usaha Ternak Bebek


1.2 Permasalahan Permodalan Usaha Ternak Bebek
Agribisnis terdiri dari berbagai macam subsektor mulai dari subsektor
tanaman pangan, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan peternakan. Subsektor
peternakan juga memiliki peran penting sebagai penghasil pangan. Produk utama
subsektor peternakan seperti daging, susu, dan telur yang merupakan sumber
bahan pangan bergizi tinggi dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Salah satu
komoditas yang penting dalam subsektor peternakan adalah unggas. Unggas
menjadi pendorong utama penyediaan protein hewani nasional dari subsektor
peternakan. Salah satu contoh ternak unggas yang paling popular adalah ternak
bebek pedaging. Usaha ternak bebek pedaging bertujuan untuk menghasilkan
daging. Namun, ada berbagai macam faktor yang menjadi kendala dalam usaha
ternak bebek. Salah satu faktor yang menjadi kendala ternak bebek ialah
ketersediaan modal yang terbatas. Kemampuan peternak untuk membiayai
ternak bebeknya sangatlah terbatas mengi1ngat kebutuhan akan sarana produksi
ternak bebek ini cukup besar. Kemudian juga adanya ketidak inginan peternak
dalam meminjam modal dari lembaga keuangan, di satu sisi peternak lain juga
belum menginginkan adanya lembaga keuangan yang membantu usahanya
tersebut. Berikut Kondisi permodalan peternak bebek.

Uraian Periode 1
Vol. Kuantitas Harga Jumlah
MODAL/ PEMBIAYAAN
Biaya Variabel
1. Bibit / DOD 320 ekor 10000 3200000
2. Pakan /pur 6 karung 25000 150000
3. Obat-obatan 1 buah 25000 25000
4. Tenaga kerja 2 org 2000000 4000000
5. Penyusutan Kandang 1 periode 20000 20000
6. Transport 12.8 liter 7800 100000
Jumlah 7495000

Biaya Tetap
1. Kandang
- Bambu 180 batang 28000 8000000

- Paku 17 kg 16000 272000

2
- Terpal 80 meter 11000 880000
- Tali 400000 400000
- Kuli / Pekerja 3500000
- dll 11588000
2. Tempat minum 12 galon 30000 360000
Jumlah 25000000

Jumlah Total 32495000

Penerimaan
Pendapatan Kotor
1. Bebek besar/ periode 200 Ekor 50000 10000000

Pendapatan bersih -22495000


R/C (Ratio) 0.307739652
BEP 37475

Tabel 2. Kondisi Permodalan Usaha Ternak Bebek 1.

Pada peternak pertama modal pembiayaan masih menggunakan modal


pribadi. Modal awal yang dikeluarkan, adalah sebesar Rp. 25.000.000 sedangkan
pada lahannya menggunakan lahan pribadi sebesar 800m. Keuntungan bersih yang
dihasilkan sebesar -22495000, sedangkan perbandingan antara penerimaan
dengan biaya sebesar 0,37, hasil R/C atau ratio msih tergolong kedalam usaha
yang tidak layak untuk di perjuangkan. Namun apabila melihat BEP harga yang
dihasilkan dipasar lebih tinggi dibandingkan di tingkat petani, sehingga apabila
dilihat dari BEP harganya maka peternak masih mengalami keuntungan.

1 Periode 1
Kuantita
Vol. s Harga Jumlah
MODAL/ PEMBIAYAAN
Biaya Variabel
1. Bibit / DOD 200 ekor 10000 2000000
2. Pakan /pur 30 karung 25000 750000
3. Obat-obatan 1 buah 25000 25000
4. Tenaga kerja 1 org 600000 600000
5. Penyusutan Kandang 1 periode 20000 20000
6. Transport 10 liter 7800 78000
Jumlah 3473000

Biaya Tetap

3
1. Kandang
- Asbes 6 65000 8000000
- baut 1000 kg 200 200000
- Terpal 80 meter 11000 880000
- Bambu 60 buah 400000 400000
- baja ringan 20 batang 72000 1440000
11588000
2. Tempat minum 3 galon 30000 90000
Jumlah 22598000

Jumlah Total 26071000

Penerimaan
Pendapatan Kotor
1. Bebek besar/ periode 180 ekor 40000 7200000

Pendapatan bersih -18871000


R/C (Ratio) 0.276168923
BEP 17365

Tabel 3. Kondisi Permodalan Usaha Ternak Bebek 2

Pada peternak kedua modal masih menggunakan modal pribadi. Modal


awal yang dikeluarkan, adalah sebesar Rp. 26.071.000 sedangkan pada lahannya
menggunakan lahan pribadi sebesar 80m. Keuntungan bersih yang dihasilkan
sebesar -18871000, sedangkan perbandingan antara penerimaan dengan biaya
sebesar 0,27, hasil R/C atau ratio masih tergolong ke dalam usaha yang tidak
layak untuk di perjuangkan. Namun apabila melihat BEP harga yang dihasilkan di
pasar lebih tinggi dibandingkan di tingkat petani, sehingga apabila dilihat dari
BEP harganya maka peternak masih mengalami keuntungan, karena harga BEP
sebesar 17365 sedangkan harga pasar sebesar 40000. Jenis bebek yng
dibudidayakan oleh peternak dengan 2 berbeda. Bebek yang digunakan dalam
peternak adalah jenis bebek jawa yang memiliki pertumbuhan selama 45 hari,
sedangkan pada peternak ke dua adalah bebek jenis hybrida yang dapat dipanen
setelah 40 hari. Kemudian pada peternak dua dod yang dibeli mengandalkan
supplier dibandingkan dengan peternak. Dengan alasan bibit dod hybrida sukar di
temukan.

4
1.3 Kondisi Penyaluran Pembiayaan Usaha Ternak Bebek
Penyaluran pembiayaan usaha ternak bebek ini nyatanya masih belum
terealisasi dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat pada peternak bebek di
Gunung Sindur dan Bojongsari Depok. Padahal peran penyuluh dalam pertanian
dan peternakan sangatlah diperlukan guna sebagai konsultan pemandu,
fasilitator, dan mediator antara peternak dengan aparatur pemerintahan.
Berikut ini adalah kondisi permodalan diusaha peternakan bebek:
Peternak 1 Peternak 2

Kondisi pembiayaan pada


peternak 2 adalah
Kendala pembiayaan ketidktahuannya dan
adalah dari diri peternak ketidak inginan peternak
itu sendiri, sebab pada dalam mengambil
peternak yaitu bapak pinjaman. Bapak imam
rojalih tidak selaku pengusaha belum
menginginkan pinjman pernah memikirkan atau
dengan syarat yang rumit. terlintas untuk mengambil
Kemudian peternak yang pinjaman dari bank lain.
memakai hanya modal Sehingga kendala yang
pribadi dapat dipastikan kurang adalah
Kendala dalam perluasan usahanya  Petani belum
Pembiayaan akan tergolong lama. terfikirkan untuk
 Belum adanya izin meminjam. Sehingga
usaha perlu adanya kontribusi
 Belum mau dinas perternakan untuk
mendaftarkan memberikan sebuah
usahanya. penyuluhan.
 Tidak mengikuti  Belum adanya izin
gapoktan atau usaha
membentuk gapoktan  Tidak mengikuti
gapoktan atau
membentuk gapoktan.

Harapan dari peternak


adalah bantuan yang
Adanya bantuan dari
diberikan memiliki
Harapan lembaga pembiayaan
prosedur yang mudah
pembiayaan dalam memberikan
seperti penggunaan KTP
bantuan berupa bibit dod.
dan KK saja.

Tabel 4. Kendala dan Harapan Pembiayaan Pada Peternak Bebek 1 dan 2

5
1.4 Siklus Usaha

Peternak 1

Pembelian
Pembangunan
peralatan untuk
kandang berikut
membangun
Modal Pribadi dengan isi yang
kandang serta
dibutuhkan seperti
pencarian supplier
tempat minum
DOD

Pembelian DOD, Pembesaran bebek


Panen
Pakan, obat pedaging

Pemasaran

Gambar 1. Siklus Usaha Peternak Bebek 1

Pada awal pembuatan usaha bebek ini, Bapak Rojalih selaku peternak
pertama menggunakan modal pribadinya. Kemudian, merencanakan untuk
membangun kandang dengan membeli peralatan yang dibutuhkan serta pencarian
supplier DOD. Pada saat pembangunan kandang dibuat, tidak lupa peternak
membeli peralatan yang dibutuhkan untuk proses pembesaran bebek. Lalu
setelah kandang jadi maka peternak membeli DOD, pakan serta obat yang
dibutuhkan. Kemudian setelah itu bebek di besarkan dan menunggu waktu panen
selama 45 hari. Setelah 45 hari siap panen baru kemudin di pasarkan. Pemasaran
biasanya dilakukan secara offline di dekat Pasar Serpong dan Parung.

6
Peternak 2

Pembangunan
Pembelian
kandang berikut
peralatan untuk
Modal Pribadi dengan isi yang
membangun
dibutuhkan seperti
kandang.
tempat minum

Pembelian DOD Pembesaran


Panen
dan Pakan bebek pedaging

Pemberian panen
kepada supplier
untuk
memasarkan.

Gambar 2. Siklus Usaha Peternak Bebek 2

Pada awal pembuatan usaha bebek ini, Bapak Imam selaku peternak kedua
menggunakan modal pribadinya. Awal pembangunan usahanya membeli peralatan
untuk membangun kandang. Kemudin pembangunan kandang berikut dengan isi
yang dibutuhkan seperti tempat minum. Setelah kandang sekiranya dapat
ditempati, maka peternak membeli dod, pakan serta obat yang dibutuhkan.
Peternak disini memiliki posisi sebagai pembesaran bebek. Setelah bebek sudah
panen maka peternak menelpon supplier untuk mengangkut bebek panennya ,
dan diganti dengan DOD kembali. Supplier bertugas memasarkan bebek yang
telah panen tersebut. Kemudian hasil dari penjualan dibagi hasil antara peternak
dengan supplier.

7
BAB II
TEORI PEMBIAYAAN

2.1 Sistem Agribisnis


Menurut asal muasalnya kata agribisnis berasal dari kata agribusiness,
dimana Agri=Agriculture artinya pertanian dan Business berarti usaha atau
kegiatan pertanian serta apapun yang terkait dengan pertanian berorientasi
profit. Istilah agribusiness untuk pertama kali dikenal oleh masyarakat Amerika
Serikat pada tahun 1955, ketika John H. Davis menggunakan istilah tersebut
dalam makalahnya yang disampaikan pada “Boston Conference on Distribution”.
Kemudian John H. Davis dan Ray Goldberg kembali lebih mengenalkan agribisnis
melalui buku mereka yang berjudul “A Conception of Agribusiness” yang terbit
pada tahun 1957 di Harvard University.
Sebagai subjek akademik, agribisnis mempelajari strategi memperoleh
keuntungan dengan mengelola aspek penyediaan bahan baku, budidaya,
pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran. Dengan definisi ini
dapat diturunkan ruang lingkup agribisnis yang mencakup semua kegiatan
pertanian yang dimulai dengan pengadaan penyaluran sarana produksi, produksi
usahatani, dan pemasaran produk usahatani maupun produk pengolahannya.
Ketiga kegiatan ini mempunyai hubungan yang erat, sehingga gangguan pada
salah satu kegiatan akan berpengaruh pada kegiatan lainnya.

Agribisnis Hulu Budidaya Agribisnis Hilir Pemasaran


 Industri  Usahatani  Penggilingan
Pupuk  Perkebunan Padi
 Offline
 Industri Rakyat  Industri
dan
Mesin  Perkebunan Tepung
online
Pertanian Besar Milik  Industri
 Industri Swasta Makanan dan
Benih Minuman
 Industri
Pestisida

Lembaga Keuangan, Lembaga Penelitian, Lembaga Penyuluhan

Gambar 3. Sistem Agribisnis

8
Secara konsepsional sistem agribisnis dapat diartikan sebagai semua
aktivitas, mulai dari pengadaan dan penyaluran sarana produksi sampai dengan
pemasaran produk-produk yang dihasilkan oleh usahatani serta agroindustri, yang
saling terkait satu sama lain. Dengan demikian sistem agribisnis merupakan suatu
sistem yang terdiri dari:
1. Subsistem Agribisnis Hulu
Meliputi pengadaan sarana produksi pertanian antara lain dari benih,
bibit, makanan ternak, pupuk, pestisida.
2. Subsistem Budidaya
Usahatani menghasilkan produk pertanian berupa bahan pangan, hasil
perkebunan, buah-buahan, bunga dan tanaman hias, hasil ternak,
hewan dan ikan.
3. Subsistem Agribisnis Hilir
Dalam subsistem ini terdapat rangkaian kegiatan mulai dari
pengumpulan produk usahatani, pengolahan, penyimpanan, dan
distribusi. Sebagian produk yang dihasilkan dari usahatani
didistribusikan langsung ke konsumen baik di dalam negeri maupun luar
negeri. Sebagian lainnya mengalami proses pengolahan terlebih dahulu
sebelum didistribusikan ke konsumen.
4. Subsistem Pemasaran
Dalam subsistem ini terdapat jenis apa yang dilakukan petani tersebut
dalam memasarkan produk pertaniannya.
5. Subsistem Pendukung
Subsistem ini adalah semua jenis kegiatan yang berfungsi untuk
mendukung dan melayani serta mengembangkan kegiatan semua
subsistem yang ada. Lembaga-lembaga yang terkait dalam subsistem ini
adalah penyuluh, konsultan, keuangan, dan penelitian.

9
2.1.1 Sistem Agribisnis Pada Usahatani Ternak Bebek Pedaging

Berdasarkan pengertian-pengertian yang sudah disebutkan diatas, sistem


usahatani ternak bebek yang menjadi fokus penelitian ini adalah sebagai berikut:

Agribisnis Hulu Budidaya Agribisnis Hilir Pemasaran

 Industri Usahatani Penanganan


ternak bebek pasca panen,
Pakan
(mengelola dalam industry
 Industri produksi dod Pemasaran
ini adalah
untuk melalui media
DOD memilih bebek
menghasilkan offline
 Industri yang layak
bebek siap untuk di
Obat panen.
panen.
ternak

Koperasi, Penyuluh pertanian

Gambar 4. Sistem Agribisnis Pada Usahatani Ternak Bebek

Penjelasan dari gambar tersebut adalah sebagai berikut:

1. Subsistem Hulu
Meliputi industri pakan yang memasok pakan bebek seperti ampas
tahu, tahu, dan pur ayam termasuk juga alat-alat seperti tong untuk
meletakkan pakan bebek tersebut. Industri DOD yang memasok DOD ke
peternak dan industri obat ternak yang berguna untuk mengobati
ternak jika terkena penyakit.
2. Budidaya
Berupa usahatani ternak bebek yang dijalani oleh peternak dimulai dari
persiapan kandang, DOD, pakan, dan sebagainya sampai bebek tersebut
bisa dipanen oleh peternak yang kemudian akan dipasarkan. Ciri-ciri
bebek yang dapat di panen adalah memiliki mata yang cerah, bulu yang
mengkilap, gemuk, sehat dan biasanya panen dilakukan setelah 45 hari
untuk bebek jawa dan 35 hari untuk bebek hybrida.

10
3. Subsistem Hilir
Kegiatan ekonomi yang mengolah dan memperdagangkan hasil usaha
ternak bbek dlm industri ini adalah industri daging bebek.
4. Susbsistem Pemasaran
Berupa tujuan pemasaran dari bebek hasil budidaya tersebut yang
berupa rumah makan, rumah sakit, dan pasar tanah abang. Pemasaran
pada bebek ini masih menggunakan sistem offline, dari mulut ke mulut.
5. Subsistem Penunjang
Berupa lembaga penunjang yang dapat memberikan bantuan berupa
permodalan kepada pelaku usaha ternak bebek tersebut. Dalam hal ini,
koperasi dapat memberikan bantuan berupa pinjaman modal dan
penyuluh pertanian dapat memberikan sosialisasi berupa cara
mengembangkan usaha ternak bebek ini menjadi lebih maju lagi.

2.2 Jenis Pembiayaan Usaha Agribisnis Bebek Pedaging

Pembiayaan pada dasarnya diberikan atas dasar kepercayaan. Dengan


demikian, pemberian pembiayaan adalah pemberian kepercayaan. Hal ini berarti
prestasi yang diberikan benar-benar harus diyakini dapat dikembalikan oleh
penerima pembiayaan sesuai dengan waktu dan syarat-syarat yang telah
disepakati bersama. Jenis-jenis pembiayaan adalah:
a) Jenis pembiayaan dilihat dari segi kegunaan
1. Pembiayaan investasi, adalah pembiayaan yang biasanya digunakan
untuk perluasan usaha atau membangun proyek/pabrik atau untuk
keperluan rehabilitasi.
2. Pembiayaan modal kerja, adalah pembiayaan yang biasanya
digunakan untuk keperluan meningkatkan produksi dalam
operasionalnya.
b) Jenis pembiayaan dilihat dari tujuan
1. Pembiayaan konsumtif, bertujuan untuk memperoleh barang-barang
atau kebutuhan-kebutuhan lainnya guna memenuhi keputusan dalam
konsumsi.
2. Pembiayaan produksi, bertujuan untuk memungkinkan penerima
pembiayaan dapat mencapai tujuannya yang apabila tanpa
pembiayaan tersebut tidak mungkin dapat terwujud.
3. Pembiayaan perdagangan, digunakan untuk membeli barang
dagangan yang pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan
barang dagangan tersebut.
c) Jenis pembiayaan dilihat dari jangka waktu
1. Short Term (Pembiayaan jangka pendek), yaitu suatu bentuk
pembiayaan yang berjangka waktu minimum satu tahun.
2. Intermediate Term (Pembiayaan jangka waktu menengah), adalah
suatu bentuk pembiayaan yang berjangka waktu lebih dari satu tahun
sampai tiga tahun.

11
3. Long Term (Pembiayaan jangka panjang), yaitu suatu bentuk
pembiayaan yang berjangka waktu lebih dari tiga tahun.
4. Demand Loan atau Call Loan adalah suatu bentuk pembiayaan yang
setiap waktu dapat diminta kembali.
d) Jenis pembiayaan dilihat dari segi jaminan:
1. Pembiayaan dengan jaminan, yaitu pembiayaan yang diberikan
dengan suatu jaminan, jaminan tersebut dapat berbentuk barang
berwujud atau tidak berwujud atau jaminan orang.
2. Pembiayaan tanpa jaminan, yaitu pembiayaan yang diberikan tanpa
jaminan barang atau orang tertentu. Pembiayaan ini diberikan
dengan melihat prospek usaha dan karakter serta loyalitas atau nama
baik calon peminjam selama ini.

Karena usaha ternak bebek ini pada awalnya berasal dari modal sendiri,
oleh sebab itu belum adanya jenis pembiayaan yang masuk dalam kategori ini.
Selain itu juga, belum pernah meminjam modal dari pihak luar seperti bank
menjadikan usaha ternak bebek ini menjadi sulit untuk berkembang karena
keterbatasan modal yang dimiliki. Keinginan untuk memperluas pasar dan
mengembangkan usaha memang diinginkan oleh pemilik akan tetapi persyaratan
yang sulit menyebabkan pemilik usaha enggan untuk melakukan pinjaman modal,
baik itu di bank maupun koperasi.

2.3 Jenis Lembaga Keuangan Untuk Usaha Bebek Pedaging

Lembaga keuangan merupakan padanan dari istilah bahasa Inggris, financial


institution. Sebagai badan usaha, lembaga keuangan menjalankan usahanya di
bidang jasa keuangan, baik penyediaan dana untuk membiayai usaha produktif
dan kebutuhan konsumtif, maupun jasa keuangan bukan pembiayaan. Jadi,
dalam kegiatan usahanya lembaga keuangan lebih menekankan pada fungsi
keuangan, yaitu jasa keuangan pembiayaan dan jasa keuangan bukan
pembiayaan. Jenis-jenis lembaga keuangan adalah:
a) Lembaga Keuangan Bank
1. Bank Sentral, Bank sentral di Indonesia dipegang atau dilaksanakan
oleh Bank Indonesia. Tujuan utama dari Bank Indonesia sebagai bank
sentral yaitu untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
2. Bank Umum, yaitu bank yang mampu memberikan layanan jasa dalam
lalu lintas pembayaran.
3. Bank Perkreditan Rakyat (BPR), yaitu lembaga keuangan bank yang
menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka,
tabungan, atau bentuk lainnya yang disetarakan dan menyalurkan
dananya sebagai usaha BPR.
b) Lembaga Keuangan Bukan Bank
1. Koperasi Simpan Pinjam, yaitu suatu lembaga keuangan bukan bank
yang berbentuk suatu koperasi yang bekerja dibidang perkreditan.

12
2. Perum Pegadaian, yaitu suatu lembaga keuangan bukan bank dalam
bentuk perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah yang usahanya
untuk melayani suatu kepentingan umum yang membutuhkan
pinjaman uang dalam modal kecil dengan jaminan berupa barang
yang memiliki nilai harga.
3. Perusahaan Asuransi, yaitu suatu perusahaan yang memberi jaminan
atau pertanggungan kepada nasabah yang mengalami suatu kerugian
sesuai dengan surat perjanjian.
4. Dana Pensiun, yaitu suatu perusahaan yang didapat melalui suatu
pemotongan gaji pegawai setiap bulan selama seseorang masih aktif
dalam bekerja, dana tersebut akan dikembalikan apabila pegawai
yang bersangkutan sudah pensiun.

Dalam mengembangkan usaha ternak bebek ini diperlukan adanya bantuan


dari subsektor penunjang yaitu lembaga keuangan untuk memberikan bantuan
berupa tambahan modal. Banyak lembaga keuangan yang dapat memberikan
bantuan permodalan khususnya bagi pelaku usaha ternak bebek ini, salah satunya
adalah koperasi. Dalam UU No.17 Tahun 2012 Pasal 1 ayat 1 koperasi adalah
badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum
koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk
menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama dibidang
ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi.

Koperasi dalam menjalankan usahanya selain berasaskan kekeluargaan juga


mempunyai prinsip terbuka dan bersifat sukarela. Artinya selain untuk mencapai
kesejahteraan bagi anggota-anggotanya yang merupakan tujuan utama dari
dibentuknya koperasi itu sendiri, untuk menjadi anggota koperasi tersebut
siapapun boleh tanpa memandang golongan, suku, ras, agama, orang tersebut.
Selain itu juga tidak ada paksaan bagi siapapun juga untuk menjadi anggota
koperasi atau tidak. Tujuan dari pembentukan koperasi itu menurut UU No.17
Tahun 2012 Pasal 4 adalah koperasi bertujuan meningkatkan kesejahteraan
anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, sekaligus sebagai
bagian yang tidak terpisahkan dari tatanan perekonomian nasional yang
demokratis dan berkeadilan.

13
BAB III
Skema Pembiayaan Agribisnis

3.1 Mekanisme Pembiayaan Usaha Bebek


Pembiayaan secara luas berarti financing atau pembelanjaan, yaitu
pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi yang telah direncanakan
baik dilakukan sendiri maupun dijalankan oleh orang lain. Dalam arti sempit
pembiayaan dipakai untuk mendefinisikan pendanaan yang dilakukan oleh
lembaga pembiayaan seperti bank syari’ah kepada nasabah.

Hasil Panen

Bibit

Mengajukan Pembiayaan
Petani Koperasi Pemasaran
Memberikan pinjaman

Modal + 30%
keuntungan
Hasil
70% Keuntungan Penjualan

Mengajukan Pembiayaan
POKTAN Bank
BEBEK Memberikan pinjaman
Gambar 5. Mekanisme Pembiayaan Usaha Ternak Bebek
Skema dalam gambar diatas terdapat 3 cara petani dalam mendapatkan
pembiayaan
Cara pertama:
1) Petani mengajukan pembiayaan kepada koperasi, petani melengkapi
berkas seperti KK dan KTP serta berkas lainnya seperti Izin usaha.
2) Koperasi memberikan sejumlah pengecekan serta membuat kesepakatan
pada petani.
3) Koperasi memberikan pinjaman berupa dan bantuan yang telah di ajukan
atau sesuai dengan angsuran petani sebelumnya kepada koperasi. Apabila
petani tersebut sebelumnya pernah mengajukan dana.
4) Petani memberikan kembali modal pinjaman kepada koperasi sesuai
dengan perjanjian yang sebelumnya telah disepakati.

14
Cara kedua:
1) Koperasi memiliki peran, dimana koperasi memberikan sejumlah bibit
kepada petani.
2) Petani menerimaa bibit yang diberikan dana merawat bibit tersebut
sampai siap panen, hasil panen kemudian diberitahukan kepada koperasi.
3) Koperasi memberikan naungan sebagai pemasaran produk petani tersebut.
4) Hasil yang didapat dari koperasi yang berupa uang, kemudian dibagi
kepada petani dan koperasi mendapatkan modal awalnya kembali dengan
keuntungan 30% sedangkan keuntungan yang didapat petani sebesar 70%.
Cara ketiga:
1) Petani membuat atau bergabung kepada Kelompok Tani.
2) Dengan adanya gabungan kelompok tani, maka dapat mudah mendapatkan
bantuan pinjaman kepada bank konvensional. Bank bertugas melihat
daftar para petani yang ada di kelompok tersebut dan membuat perjanjian
kepad ketua kelompok tani.
3) Bank memberikan pinjaman sejumlah dana kepada ketua kelompok tani
tersebut.
4) Ketua kelompok tani memberikan dana kepada petani yang ada di
kelompok peternak bebek tersebut.
5) Kemudian para petani dikelompok tersebut membayar iuran sesuai dengan
pinjaman yang di ajukan ditambah dengan bunga yang berlaku di bank
konvensional tersebut.
3.2 Lembaga yang Dianggap Cocok Sebagai Penyalur Pembiayaan Usaha Ternak
Bebek
Lembaga pembiayaan mempunyai syaratnya masing-masing untuk
memberikan bantuan dana kepada sebuah usaha. Karena pada usaha ternak ini
sudah berdiri 2 tahun lamanya, maka jenis pembiayaan yang kurang lebih
mewakili atau dapat dijadikan sebagai bantuan untuk memperluas usaha Bapak
Rojalih yang telah disesuaikan dengan skema pembiayaan adalah Koperasi dan
KUR.
1. Koperasi Simpan Pinjam
Koperasi simpan pinjam merupakan koperasi yang menghimpun
dana dari para anggotanya kemudian menyalurkan kembali dana
tersebut kepada para anggota koperasi dan masyarakat umum
(Kasmir, 2003;6-7). Artinya para anggota koperasi simpan
pinjam menyimpan uangnya yang sementara belum digunakan.
Kemudian oleh pengurus koperasi, uang tersebut dipinjamkan
kembali pada anggotanya yang membutuhkan termasuk kepada
masyarakat umum yang membutuhkan jika memungkinkan.
Koperasi sendiri memiliki keuntungan berupa adanya:

15
1. Penyuluhan pertanian atau penyuluhan bagaimana mengambangkan
sebuah bisnis.
2. Menampung produk yang akan dijual oleh koperasi.
3. Mendapatkan SHU atau Sisa Hasil Usaha setiap satu tahun sekali
4. Mendapatkan harga yang relatif lebih murah dari non-anggota.
5. Membuat anggota bisa memiliki investasi
6. Mendapatkan pengetahuan mengenai kekoperasian
7. Tidak perlu mengeluarkan biaya administrasi dalam operasional.
8. Bagi hasil yang adil
9. Mendapatkan relasi yang lebih luas.
10. Pengembangan potensi dan ekonomi anggota dilibatkan.

2. Koperasi Produksi
Koperasi Produksi yaitu koperasi yang kegiatan utamanya bergerak
dalam bidang produksi untuk menghasilkan barang dan atau jasa
yang menjadi kebutuhan anggotanya. Sumber- sumber modal koperasi
produksi menggunakan modal untuk pengadaan alat-alat produksi, alat-
alat pengolah hasil produksi, dan pembelian hasil dari para anggotanya
(Kartasapoetra, 2005).
Koperasi produksi adalah koperasi yang anggota-anggotanya
adalah para Produsen dari usaha yang sejenis atau hampir serupa.
Anggota koperasi ini adalah pemilik (owner) dan pengguna pelayanan
(user), dimana dalam kedudukannya sebagai produsen, anggota
koperasi produksi mengolah bahan baku/input menjadi barang
jadi/output, sehingga menghasilkan barang yang dapat
diperjualbelikan, memperoleh sejumlah keuntungan dengan transaksi
dan memanfaatkan kesempatan pasar yang ada.
a. Koperasi ini menjalankan beberapa fungsi, di antaranya :
b. Pembelian ataupun pengadaan input yang diperlukan anggota
c. Pemasaran hasil produksi (output) yang dihasilkan dari usaha
anggota.
d. Proses produksi bersama atau pemanfaatan sarana produksi
secara bersama.
e. Menanggung resiko bersama atau menyediakan kantor
pemasaran bersama.

3. KUR (Kredit Usaha Rakyat)

KUR adalah Kredit/pembiayaan kepada UMKM dan Koperasi yang


tidak sedang menerima Kredit/Pembiayaan dari Perbankan dan/atau yang
tidak sedang menerima Kredit Program dari Pemerintah, pada saat
permohonan Kredit/Pembiayaan diajukan, yang dibuktikan dengan hasil

16
Sistem Informasi Debitur dikecualikan untuk jenis KPR, KKB, Kartu Kredit
dan Kredit Konsumtif lainnya. Kredit Modal Kerja dan atau Kredit Investasi
dengan plafon kredit sampai dengan Rp 500 juta yang diberikan kepada
usaha mikro, kecil dan koperasi yang memiliki usaha produktif yang akan
mendapat penjaminan dari Perusahaan Penjamin.

Masing-masing produk KUR memiliki perbedaan. Kredit yang dapat diambil


yaitu KUR dengan jenis KUR Mikro, yaitu:
1. Calon debitur adalah individu yang melakukan usaha produktif yang
layak
2. Memiliki legalitas yang lengkap :
- KTP / SIM
- KK
- Lama usaha minimal 6 bulan
Kemudian keunggulan KUR adalah
1. Bebas biaya administrasi
2. Fleksibel dalam pengajuan baik melalu kantor cabang, Kantor unit, KUP
teras.
3. Proses pengajuan mudah dan angsuran mudah
4. Persetujuan cepat
5. Pencairan dana cepat
6. Transparan.

17
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil ini adalah bahwa kedua usaha
peternak sudah cukup mampu apabila ingin mengambil pinjman, karena usaha
bapak Rojalih dan bapak imam sudah mempunyai pasar kemudian usahanya yang
sudah di dirikan selama 2 tahun. Dalam hasil usahanya juga bapak Rojalih sudah
dapat menghasilkan keuntungan yang dapat menutupi biaya investasi awalnya.
Sehingga usaha ini dapat tergolong menjadi usaha yang menjanjikan. Namun
pada usaha bapak imam masih belum menjanjikan , karena tergntung pada
supplier dalam memasarkan bebeknya. Pebedaan di kedua peternak tersebut
tidak terlalu signifikan. Perbedaannya adalah jenis DOD dan kandang serta
pemasaran. Keseluruhannya memiliki kemiripan seperti penggunaan pakan,
tempat supplier.
Mekanisme pembiayaan yang telah dibuat, lebih merujuk kepada lembaga
pembiayaan koperasi, kaena koperasi memiliki akses kekeluargaan. Selain itu
koperasi juga selain dapat membantu secara finansial, juga dapat membantu
petani dalam mendapatkan bibit. Seperti halnya pak imam yang masih
mengandalakn supplier. Apabila peternak 2 menjadi bgian dari koperasi, maka
akan sangat membantu sekali dalam usaha peternak tersebut.

3.2 Saran
Pada usaha yang digeluti bapak rojalih dan pak imam harus mendaftarkan
usahanya ke SIUP untuk menjmin berjalannya usaha serta memudahkan untuk
meminjam dana. Mengikuti kelompok tani peternak bebek untuk menambah ilmu
dan menambah pengetahuan. Kemudian dengan mengikuti GAPOKTAN itu sendiri
dapat membantu usaha Bapak Rojalih dalam mengambil dananya juga semakin
mudah, serta dapat memiliki akses jaringan pasar yang lebih luas.
Selain itu dari sisi pemerintah juga harus melakukan berupa seminar atau
penyuluhan pertanian betapa pentingya kelembagaan pembiayaan. Selain dapat
meningkatkan hasil petani dari segi Negara pun juga dapat meningkatkan tingat
produktivitas bebek di Indonesia, khususnya di daerah Depok. Karena menurut
pernyataan belum ada pihak kelembagaan yang menawarkan kredit kepada
beliau. Kemudian dari peternak kedua juga belum mau atau belum terfikirkan
untuk mengambil biaya dari lembaga lain.

18
DAFTAR PUSTAKA
Bitar. Lembaga Keuangan: Pengertian, Manfaat, Fungsi, dan Jenis Beserta
Contohnya Secara Lengkap. Diakses pada 19 Mei 2018 Pukul 16:34 WIB melalui
www.gurupendidikan.co.id/lembaga-keuangan-pengertian-manfaat-fungsi-
dan-jenis-beserta-contohnya-secara-lengkap/

Hermawan, Hari. 2012. Lembaga Keuangan Mikro Agribsinis Penguatan


Kelembagaan dan Pembiayaan Pertanian di Pedesaan[Jurnl] . Bogor. Balai
besar pengkajian dan pengembangan teknologi pertanian.

Riadi, Muchlisin. Pengertian, Unsur, Tujuan, dan Jenis Pembiayaan. Diakses pada
19 Mei 2018 Pukul 12:42 WIB melalui
https://www.kajianpustaka.com/2014/02/pengertian-unsur-tujuan-jenis-
pembiayaan.html

Maulidah, Silvana. 2012. Modul 1 Manjemen Agribisnis. Malang: Universitas


Brawijaya.

Sunaryo. 2013. Hukum Lembaga Pembiayaan. Jakarta: Sinar Grafika.


Tim Asisten Koperasi Perikanan. 2015. Buku Panduan Praktikum Koperasi
perikanan. Malang. Universitas Brawijaya.
Undang-undang Republik Indonesia No. 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian

Wardiyah, Mia Lasmi. 2017. Manajemen Pasar Uang dan Pasar Modal. Bandung.
CV Pustaka Setia. hlm. 48-51

19
LAMPIRAN

Lampiran 1. Bukti Persetujuan Wawancara

20
Lampiran 2. Proses Pengambilan Data Pada Peternak Bebek 1

21
Lampiran 3. Kondisi Kandang Bebek Peternak 1

22
Lampiran 4. Proses Wawancara Dan Kondisi Kandang Bebek Peternak 2

23