Anda di halaman 1dari 5

4.

5 Perencanaan Terminal
Konsep yang digunakan dalam perencanaan terminal penumpang ini adalah
konsep pier finger. Dalam konsep ini, terdapat sebuah gedung utama terminal dan
beberapa pier yang memanjang dari gedung utama tersebut. Dalam desain yang
kami lakukan, direncanakan akan terdapat 4 buah pier dengan 8 buah parking stand
untuk pesawat dan 8 buah gate pada masing-masing pier. Desain terminal tersebut
dapat dilihat pada Gambar 5.1. Pemilihan sistem pier ini dikarenakan system ini
akan lebih akomodatif untuk pengembangan lebih lanjut di masa yang akan datang
guna mengakomodasi pertambahan jumlah pergerakan penumpang tahunan. Untuk
mengatasi salah satu kelemahan dari sistem pier ini, yaitu penumpang perlu berjalan
jauh dari gedung utama terminal ke gate dan sebaliknya, kami melakukan antisipasi
dengan memasang sistem ban berjalan pada pier yang ada.
Berdasarkan standar IATA, jarak paling jauh untuk penumpang berjalan kaki
dimana penumpang masih merasa nyaman adalah sejauh 300 m. Panjang pier yang
kami rencanakan pada terminal penumpang BIJB ini adalah mencapai 350 m. Untuk
mengatasi jarak yang jauh ini diperlukan ban berjalan (moving walkways) agar
penumpang tidak terlalu jauh berjalan serta kemyamanan penumpang tetap dapat
terjaga. Ban berjalan yang dipakai menggunakan spesifikasi Hitachi tipe S1400MXH
yang bisa melayani 9000 orang/jam dengan kecepatan 40 m/menit. Dengan jumlah
penumpang jam puncak sebanyak 1240 orang untuk penumpang domestic dan 400
orang untuk penumpang internasional, maka dengan spesifikasi ban berjalan yang
dipakai dapat digunakan.

Gambar 4.7 Konsep Distribusi Terminal Bandara


4.5.1 Perencanaan Luas Terminal dan Luas Parkir
Luas parkir pada pelabuhan udara harus direncanakan agar fasilitas yang
sudah dibuat nantinya dapat melayani penumpang dengan baik, maka dapat dilihat
rencana luas parkir yang sudah ditentukan sebagai berikut:

Tabel 4.5.1 Besaran Ruang Parkir


No. Nama ruang Luas ruang
PARKIR
Parkir Mobil
1 21.906 m2
Pengunjung
Parkir Motor
2 192 m2
Pengunjung
3 Parkir Mobil Pengelola 360 m2
4 Parkir Motor Pengelola 122 m2
5 Parkir Taksi 600 m2
6 Parkir Bus 432 m2
TOTAL 23.612 m2
TOTAL + SIRKULASI 20% 28.334 m2
Sumber: Analisa, April (2015)

4.6 Perhitungan Analisis Arah Angin (WINDROSE)


Windrose diagram (Diagram Mawar Angin) merupakan diagram yang
mempresentasikan nilai kecepatan angin pada setiap arah mata angin dengan
tujuan untuk mengetahui arah dominan angin yang terjadi pada tempat yang diteliti.
Diagram windrose membantu untuk menggambarkan pola angin pada suatu tempat,
diagram windsore merupakan cara yang umum digunakan untuk menggambarkan
data angin, dapat diukur dengan “Speed Distribution” dan “Frequency Distribution”.
Windrose dapat merupakan data tahunan, atau pada rentang waktu tertentu,
beberapa juga menyantumkan informasi temperature tempat yang diamati.
1. Perhitungan Windrose Diagram
Lokasi : Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Periode : 1 Februari 2005 – 31 Mei 2005
Sumber Data : BMKG
a. Membuat Tabel Range berdasarkan Arah Angin Berhembus
Tabel 1. Range of Wind Direction
Direction Min of Wind Dir Range of Wind Dir
E 348.8 348.8-10.58
NNE 12.11 12.11-32.95
NE 34.51 34.51-55.58
ENE 68.5 68.5-74.62
N 78.91 78.91-101.2
NNW 101.3 101.3-123.71
NW 123.84 123.84-146.14
WNW 146.26 146.26-168.7
W 168.79 168.79-190.97
WSW 191.41 191.41-213.62
SW 213.92 213.92-236.23
SSW 236.57 236.57-258.7
S 258.76 258.76-280.96
SSE 281.41 281.41-303.43
SE 303.76 303.76-326.22
ESE 326.27 326.27-348.66
Dari tabel ini dapat diketahui rentang sudut arah angin berhembus pada setiap arah
mata angin.

b. Membuat tabel Frekuensi Kecepatan Angin berdasarkan Arah Angin


(Frequency Distribution)
Tabel 2. Frekuensi Kecepatan Angin (Frequency Distribution)

Wind Speed (Knot)


Wind Grand
0-1 1-2 2-3 3-4 4-5 5-6 6-7 7-8 8-9
Direction Total
E 5 23 10 23 34 64 44 22 0 225
ENE 5 16 16 7 9 7 2 0 0 62
N 5 15 18 3 0 0 0 0 0 41
NE 4 15 10 7 5 0 0 0 0 41
NNE 8 19 7 2 0 0 0 0 0 36
NNW 1 10 31 0 0 0 0 0 0 42
NW 2 21 20 5 0 1 0 0 0 49
S 9 38 36 22 6 0 0 0 0 111
SE 10 44 26 50 84 63 37 18 0 332
SEE 9 30 24 20 103 150 181 87 22 626
SSE 12 57 29 41 31 41 15 1 0 227
SSW 4 54 59 19 5 0 0 0 0 141
SW 4 36 25 50 15 0 0 0 0 130
W 6 29 36 83 109 72 32 11 14 392
WNW 5 32 6 18 28 29 22 0 0 140
WSW 9 25 68 69 34 60 14 6 0 285
Grand Total 98 464 421 419 463 487 347 145 36 2880

c. Membuat tabel Distribusi berdasarkan Arah Hembusan Angin (WR Plot)

Tabel 3. Distribusi berdasarkan Arah Hembusan (WR plot)

Wind Speed (Knot)

Wind Grand
0-1 1-2 2-3 3-4 4-5 5-6 6-7 7-8 8-9
Direction Total
E 0.17% 0.80% 0.35% 0.80% 1.18% 2.22% 1.53% 0.76% 0.00% 7.81%
ENE 0.17% 0.56% 0.56% 0.24% 0.31% 0.24% 0.07% 0.00% 0.00% 2.15%
N 0.17% 0.52% 0.63% 0.10% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 1.42%
NE 0.14% 0.52% 0.35% 0.24% 0.17% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 1.42%
NNE 0.28% 0.66% 0.24% 0.07% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 1.25%
NNW 0.03% 0.35% 1.08% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 1.46%
NW 0.07% 0.73% 0.69% 0.17% 0.00% 0.03% 0.00% 0.00% 0.00% 1.70%
S 0.31% 1.32% 1.25% 0.76% 0.21% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 3.85%
SE 0.35% 1.53% 0.90% 1.74% 2.92% 2.19% 1.28% 0.63% 0.00% 11.53%
SEE 0.31% 1.04% 0.83% 0.69% 3.58% 5.21% 6.28% 3.02% 0.76% 21.74%
SSE 0.42% 1.98% 1.01% 1.42% 1.08% 1.42% 0.52% 0.03% 0.00% 7.88%
SSW 0.14% 1.88% 2.05% 0.66% 0.17% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 4.90%
SW 0.14% 1.25% 0.87% 1.74% 0.52% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 4.51%
W 0.21% 1.01% 1.25% 2.88% 3.78% 2.50% 1.11% 0.38% 0.49% 13.61%
WNW 0.17% 1.11% 0.21% 0.63% 0.97% 1.01% 0.76% 0.00% 0.00% 4.86%
WSW 0.31% 0.87% 2.36% 2.40% 1.18% 2.08% 0.49% 0.21% 0.00% 9.90%
Grand
3.40% 16.11% 14.62% 14.55% 16.08% 16.91% 12.05% 5.03% 1.25% 100.00%
Total
d. Menggambar Windrose Diagram

Gambar 1. Windrose Diagram


am

(Sumber : Pribadi)

e. Penarikan Kesimpulan

Dari diagram windrose yang terlampir diatas, dapat diketahui bahwa arah dominan
angin di Semarag pada rentang waktu 1 Februari – 31 Mei 2005 adalah ke arah SEE
(South East-East).