Anda di halaman 1dari 16

PT.

MULTI GUNA KARYA

5.1 Konsep Penanganan Infrastruktur Kawasan Kumuh Kota Tangerang


Selatan
Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis yang telah dilakukan terdapat 6 ditambah 1
permasalahan tentang infrastruktur dasar yang terdapat dikawasan kumuh di Kota
Tangerang khusus kewenangan Provinsi Banten, Yaitu :

1. Jalan;
2. Drainase;
3. Persampahan;
4. Sanitasi;
5. Air Bersih;
6. Bangunan; dan
7. Proteksi Kebakaran.

5.2.1 Konsep Penanganan Jalan Lingkungan


Berdasarkan hasil survey kondisi jalan lingkungan yang terdapat di kawasan kumuh
Kota Tangerang Selatan bervariasi. Dengan kondisi yang bervariasi tersebut kami
klasifikasikan menjadi dua jenis kondisi jalan lingkungan yaitu rehabilitasi jalan
lingkungan dan pembangunan jalan lingkungan.

Konsep yang penanganan jalan lingkungan sebagai berikut :

1. Pembangunan jalan lingkungan dengan jenis perkerasan aspal/pavling/cor.

V.1
PT. MULTI GUNA KARYA

Gambar 5.1 Penampang Jalan Lingkungan

2. Rehabilitas/perbaikan jalan lingkungan dengan jenis perkerasan


aspal/pavling/cor.

Gambar 5.2 Contoh Perbaikan/Rehabilitas Jalan Lingkungan

V.2
PT. MULTI GUNA KARYA

V.3
PT. MULTI GUNA KARYA

V.4
PT. MULTI GUNA KARYA

V.5
PT. MULTI GUNA KARYA

V.6
PT. MULTI GUNA KARYA

5.2.2 Konsep Penanganan Drainase Lingkungan


Saluran drainase pada dasarnya berfungsi sebagai saluran pembuangan air hujan.
Saluran ini pada umunya terdapat di sepanjang jaringan jalan yang terdapat disekitar
pusat kota dan pada lingkungan permukiman penduduk yang sudah teratur maupun
permukiman yang telah berkembang secara alami yaitu air mengalir dengan adanya
gaya gravitasi dari daerah tinggi kedaerah yang lebih rendah melaluo alur – alur alam
dan saluran – saluran buatan yang sesuai dengan bentuk topografinya.

Pada umunya saluran hujan menggunakan saluran terbuka, sebab dengan cara ini
pemasukan air hujan akan lebih cepat. Sedangkan untuk saluran air hujan yang
melewati daerah ramai serta sibuk, umunya menggunakan saluran tertutup, dimana
diatas saluran tersebut dapat digunakan untuk kepentingan lain seperti jalur jalan
sepeda motor dan pejalan kaki.

Mengingat telah padatnya permukiman di kawasan kumuh Kota Tangerang maka


desain drainase yang sesuai dengan kondisi tersebut adalah dengan bentuk setengah
lingkaran. Berfungsi untuk menyalurkan limpasan air hujan untuk debit yang kecil.
Bentuk saluran ini sesuai dengan kondis permukiman dan perumahan yang padat.

Gambar 5.3 Contoh Perbaikan/Rehabilitas Drainase Lingkungan

V.7
PT. MULTI GUNA KARYA

V.8
PT. MULTI GUNA KARYA

V.9
PT. MULTI GUNA KARYA

V.10
PT. MULTI GUNA KARYA

V.11
PT. MULTI GUNA KARYA

5.2.3 Konsep Penanganan Persampahan


Sampah adalah sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu
yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh
manusia (termasuk kegiatan industri), tetapi bukan biologis (karena human waste
tidak termasuk didalamnya) dan umumnya bersifat padat.

Sumber sampah bisa bermacam-macam, diantaranya adalah : dari rumah tangga,


pasar, warung, kantor, bangunan umum, industri, dan jalan. Berdasarkan komposisi
kimianya, maka sampah dibagi menjadi sampah organik dan sampah anorganik.
Penelitian mengenai sampah padat di Indonesia menunjukkan bahwa 80% merupakan
sampah organik, dan diperkirakan 78% dari sampah tersebut dapat digunakan
kembali.

Pengelolaan sampah adalah semua kegiatan yang dilakukan dalam menangani


sampah sejak ditimbulkan sampai dengan pembuangan akhir. Secara garis besar,
kegiatan di dalam pengelolaan sampah meliputi pengendalian timbulan sampah,
pengumpulan sampah, transfer dan transport, pengolahan dan pembuangan akhir

Penanganan persampahan di Kawasan kumuh Kota Tangerang dapat digunakan cara


sebagai berikut :

1. Pembangunan prasarana sarana persampahan;


Kondisi saat ini persampahan di kawasan kumuh Kota Tangerang Selatan ada
sebagian masyarakat masih membuang sampah yang belum pada tempatnya
seperti drainase, perkarangan rumah dan lahan kosong kondisi ini menurut hasil
wawancara dengan masyarakat belum adanya prasarana dan sarana untuk
membuang dan mengolah sampah rumahan tangga.

Dengan adanya kondisi seperti itu, konsep yang tepat dalam penanganan
persampahan di kawasan kumuh Kota Tangerang Selatan bisa dengan
membangunan dan melengkapi prasarana dan sarana persampahan
dilingkungan setiap RT. Lihat Gambar 5.12.

V.12
PT. MULTI GUNA KARYA

Gambar 5.4 Contoh Prasarana Sarana Persampahan

2. Pembentukan Bank Sampah disetiap RT


Timbunan sampah yang terus menumpuk akan berakibat buruk bagi kesehatan
lingkungan serta menimbulkan berbagai penyakit dan sampah rumah tangga
merupakan penyumbang sampah terbesar. Sementara, Tempat Pembuangan
Sampah (TPS) yang tersedia tidak akan bisa menampung sampah yang terus
menerus dihasilkan masyarakat jika masyarakat tidak mulai bertindak untuk
mengurangi sampah yang dihasilkan.

Untuk itulah penanganan masalah sampah harus dimulai dari sumbernya. Bank
sampah adalah suatu sistem pengelolaan sampah kering secara kolektif yang
mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif di dalamnya. Sistem ini akan
menampung memilah, dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pasar
sehingga masyarakat mendapat keuntungan ekonomi dari menabung sampah.

Sistem Bank Sampah yang berfokus pada tiga hal; Berorientasi Pada Manusia,
Sistem yang Terstandarisasi dan Pengembangan Berkelanjutan bisa menjadi
solusinya. Untuk membentuk bank sampah, ada beberapa hal yang harus
dilakukan, yaitu:

a. Pemilahan sampah sesuai dengan jenisnya yang dilakukan sejak dari


sumbernya (rumah tangga).
b. Tiap rumah memiliki sarana untuk mengumpulkan sampah kering terpilah,
misalnya glansing atau plastik.
c. Menyediakan pengurus bank sampah.
d. Membuat kesepakatan jadwal penjualan.

V.13
PT. MULTI GUNA KARYA

e. Membuat sistem administrasi.


f. Memiliki pengepul dengan jadwal pengambilan rutin.

5.2.4 Konsep Penanganan Sanitasi


Sanitasi adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan
lingkungan dari subjeknya, misalnya menyediakan air bersih untuk keperluan mencuci
tangan, menyediakan tempat sampah agar tidak dibuang sembarangan (Depkes RI,
2004). Batasan pengertian sanitasi menurut WHO adalah pengawasan penyediaan air
minum masyarakat, pembuangan tinja dan air limbah, pembuangan sampah, vektor
penyakit, kondisi perumahan, penyediaan dan penanganan makanan, kondisi
atmosfer dan keselamatan lingkungan kerja.

Sedangkan menurut pengertian umum, sanitasi adalah pencegahan penyakit dengan


mengurangi atau mengendalikan faktor – faktor lingkungan fisik yang berhubungan
dengan rantai penularan penyakit. Pengertian lain dari sanitasi adalah upaya
pencegahan penyakit melalui pengendalian faktor lingkungan yang menjadi mata
rantai penularan penyakit. Sanitasi sering juga disebut dengan sanitasi lingkungan dan
kesehatan lingkungan, sebagai suatu usaha pengendalian semua faktor yang ada pada
lingkungan fisik manusia yang diperkirakan dapat menimbulkan hal-hal yang
mengganggu perkembangan fisik, kesehatannya ataupun kelangsungan hidupnya
(Adisasmito, 2006).

Menurut Entjang (2000) sanitasi lingkungan adalah pengawasan lingkungan fisik,


biologis, sosial dan ekonomi yang mempengaruhi kesehatan manusia, yang mana
lingkungan berguna ditingkatkan dan diperbanyak sedangkan yang merugikan
diperbaiki atau dihilangkan.

Sanitasi lingkungan adalah status kesehatan suatu lingkungan yang mencakup


perumahan, pembuangan kotoran, penyediaan air bersih dan sebagainya
(Notoadmojo, 2003). Sanitasi lingkungan dapat pula diartikan sebagai kegiatan yang
ditujukan untuk meningkatkan dan mempertahankan standar kondisi lingkungan yang
mendasar yang mempengaruhi kesejahteraan manusia. Kondisi tersebut mencakup:

1. pasokan air yang bersih dan aman;


2. pembuangan limbah dari hewan, manusia dan industri

V.14
PT. MULTI GUNA KARYA

3. perlindungan makanan dari kontaminasi biologis dan kimia;


4. udara yang bersih dan aman
5. rumah yang bersih dan aman.

Pada prinsipnya usaha sanitasi bertujuan untuk menghilangkan sumber – sumber


makanan (Food Presences), tempat perkembangbiakan (Breeding Places) yang sangat
dibutuhkan vector dan binatang pengganggu. Sanitasi lingkungan smerupakan upaya
pengendalian terhadap faktor – faktor lingkungan fisik manusia yang dapat
berpengaruh buruk terhadap kesehatan atau upaya kesehatan untuk memelihara dan
melindungi kebersihan lingkungan dari subyeknya, misalnya menyediakan air bersih
untuk mencuci tangan dalam memelihara dan melindungi kebersihan tangan,
menyediakan tempat sampah untuk membuang sampah dalam memelihara
kebersihan lingkungan, membangun jamban untuk tempat membuang kotoran dalam
memelihara kebersihan lingkungan dan menyediakan air minum yang memenuhi
syarat kesehatan dalam upaya memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Penanganan sanitasi lingkungan dapat dilakukan dengan cara :

1. Sistem Air Limbah Terpusat


Sistem air limbah terpusat terdiri dari jaringan got dan instalasi pengolahan air
limbah. Untuk meningkatkan operasi , diperlukan sistem penagihan biaya yang
tepat, meningkatnya efisiensi, meningkatnya pendapatan melalui basis
pembayaran dan pelanggan yang lebih luas, dan perhatian lebih pada perbaikan
dan pemeliharaan.

Gambar 5.5 Contoh Sistem Pengelolaan Sanitasi Terpusat

V.15
PT. MULTI GUNA KARYA

2. Sanitasi berbasis Masyarakat


Adalah sistem kecil yang biasanya melibatkan hingga 100 keluarga dan
dioperasikan oleh masyarakat atau LSM setempat atas nama masyarakat. Di
wilayah yang rumah-rumahnya memiliki toilet, terdiri atas jaringan saluran
pembuangan dari masing-masing rumah menuju fasilitas pengolahan bawah
tanah. Untuk lingkungan perumahan yang tidak memiliki toilet, fasilitas sanitasi
ini adalah Mandi, Cuci dan Kakus (MCK++), termasuk pasokan air dan fasilitas
pengolahan air limbah bawah tanah.

V.16