Anda di halaman 1dari 9

OLEH :

NAMA: SRI WAHYUNI


KELAS: X AP 2
BAB 1
Pentingnya Mengendalikan Diri (Mujahada ‘An-Nafs)

Sumber :http://bisikaninsan.blogspot.co.id/2012/11/mujahadah-al-nafs.html

A. Kajian Qs Al-Anfal [8]:72 Tentang Kontrol Diri


1. Bacaan

َّ ِ‫ل فِي وهاوأ ْنفُ ِس ِه َّْم آمنُوا الذِينَّ إ‬


‫ن‬ َِّ ‫َللاِ سبِي‬
َّ َّ‫ولئِكَّ ونص ُروا آو ْوا والذِين‬ َٰ ُ ‫أ‬
ُ ‫اج ُروا ول َّْم آمنُوا والذِينَّ َّۚب ْعضَّ أ ْو ِليا َُّء ب ْع‬
‫ض ُه َّْم‬ ِ ‫ن ل ُك َّْم ما يُه‬ َّْ ‫وَليتِ ِه َّْم ِم‬
َّْ ‫ى ش ْيءَّ ِم‬
‫ن‬ ََّٰ ‫اج ُروا حت‬ َِّ ‫ِّين فِي ا ْست ْنص ُرو ُك َّْم و ِإ‬
ِ ‫ن َّۚيُه‬ َِّ ‫ص َُّر فعل ْي ُك َُّم ال ِد‬ْ ‫ِإَلَّ الن‬
‫ى ِبأ ْموا ِل ِه َّْم وجاهدُوا علج ُروا‬ ََّٰ َّ‫َّۗميثاقَّ وبيْن ُه َّْم بيْن ُك َّْم ق ْوم‬
ِ ُ‫َللا‬ َّ ‫ت ْعملُونَّ ِبما و‬
َّ‫صير‬ ِ ‫ب‬

Terjemahan ayat :

‘’sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta


berjihat dengan harta dan jiwanya pada jalan allah dan orang-
orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan Sumber :
(kepada muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi, http://bareskrim.com/2015/0
dan (terhadap) orang orang yang beriman tetapi belum berhijrah, 7/10/tolong-menolong/
maka tidak ada kewajiban sedikitpun bagimu melindungi mereka,
sampai mereka berhijrah. (tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam
(urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali
terhadap kaum yang telah terkait perjanjian antara kamu dan mereka. Dan allah maha
melihat apa yang kamu kerjakan.’’

Asbabun Nuzul (Sebab Turunya Ayat)


Menurut ibnu munzir, ayat ini turun sebagai pertanyaan dan jawaban kaum muslim, ayat ini
turun sebagai penjelasan bahwa antara mukmin dan kafir tidak saling mewarisi harta.

B. Kajian Hadits Tentang Kontrol Diri


Al-Quran dan hadits merupakan dua sumber yang tidak bisa dipisahkan. Hadits menguatkan
hukum yang telah ditetapkan al-quran. Berikut ini beberapa contoh hadits yang terkait
dengan kajian tentang kontrol diri.

1. Bacaan

ُّ ‫ ِبال‬، ‫ك ذِىِّّالَّ الشدِي َّدُ إِنما‬


« َّ‫صرع َِّة الشدِي َّدُ ليْس‬ َِّ َّ‫ْالغض‬
َُّ ‫ب ِع ْندَّ ن ْفس َّهُ ي ْم ِل‬
»
Terjemahan dan makna hadits :
‘Bukanlah orang kuat itu yang (bisa menang) saat
bertarung/bergulat, tetapi orang kuat itu adalah orang yang
(mampu) mengendalikan nafsunya ketika marah’’
(HR iman ahmad)

Sumber:
https://kanglondo.wordpress.com
Rangkuman : /2013/05/08/cara-
meredammenahan-amarah-atau-
Kontrol diri (Mujahadah al-anfs) adalah perjuangan sungguh- emosi/
sungguh atau jihad melawan ego atau nafsu pribadi. Perjuangan ini
dilakukan karena nafsu diri memiliki kecenderungan untuk mencari berbagai kesenangan,
masa bodoh terhadap hak-hak yang harus ditunaikan, serta mengabaikan terhadap
kewajiban-kewajiban. Siapapun yang gemar menuruti apa saja yang diinginkan oleh hawa
nafsunya, maka sesungguhnya ia telah tertawan dan diperbudak oleh nafsunya itu. Hal
inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Nabi SAW menegaskan bahwa jihad
melawan nafsu lebih dahsyat daripada jihad melawan musuh (qital).
BAB 2
Berprasangka Baik (Husnuzan)

Sumber : http://bambangaerawan.blogspot.co.id/2015/03/berprasangka-baik-yuuukk.html

A. Kajian Qs Al-Hujurat [49]:12 Tentang Husnuzan


1. Bacaan

Terjemahan ayat

‘’wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari


prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa,
dan janganlah mencari-cari kesalahan orang lain. Apakah
ada diantara kamu yang suka makan daging saudaranya
yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah Sumber: www.google.com
kepada allah, sesungguhnya allah maha penerima tobat, maha penyayang.’’

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)


Menurut ibnu munzir dan ibnu juraij, ayat ini turun dengan kebiasaan salma al-farizi
yang makan lalu tidur dengan mendengkur. Sebagian orang membicarakannya, maka
turunlah ayat ini yang melarang umat islam untuk mengujinging dan mengumpat.

B. Kajian Hadist Tentang Husnuzan


Hadits merupakan sumber hukum islam yang kedua setelah al-quran. Sebagian muslim,
disamping wajib menaati al-quran, kita berkewajiban pula menaati apa saja yang
disampaikan oleh nabi muhammad SAW, yakni hadits (QS al hasyr [59]:7
1. Bacaan

Terjemahan ayat :

Dari abu hurairah, rasulullah saw bersabda: allah yang


maha mulia dan maha agung berfirman, ‘’ketentuan ku
sangat tergantung pada perasaan hambaku terhadapku.
Aku akan selalu bersamanya jika dia mengingatku. Demi
allah, sungguh allah lebih bergembira atas tobat hambanya
dibandingkan kegembiraan salah seorang dari kalian yang
menemukan barangnya yang hilang. Jika dia mendekat kepada
Sumber: www.google.com
sejauh sejengkal, maka aku akan mendekat kepadanya sejauh
sehasta. Jika dia mendekat kepadaku sejauh sahasta , maka aku
akan mendekat kepadanya sejauh sedepa. Jika dia datang kepada ku sambil berjalan
kaki, maka aku akan mendatanginya sambil berjalan cepat’’ (Hr Iman Ahmad)
C. Hikmah Dan Manfaat Husnuzan
Sifat husnuzan merupakan salah satu sifat terpuji. Seseorang yang memiliki sifat ini
termaksud orang yang beruntung karna jika kehidupan rohaninya telah diwarnai sifat
ini, akan lebih mampu untuk menahan dan mengendalikan diri serta tidak mudah
memberi penilaian yang salah atau negatif terhadap sifat dan tingkah laku orang lain,
terutama terhadap keputusan (takdir) Allah SWT (Qs Al-Fajr [89]:15-16)

Keuntungan lain dari husnuzan adalah hidupnya selalu diliputi oleh ketenangan dan
ketentraman serta kedamaian, jauh dari perasaan gelisah, was was dan khwatir serta
sakit hati (QS ar-Ra’d [13]:28-29).

D. Perbedaan Husnuzan, Gibah, Buhtan, Dan Fitnah


Terdapat beberapa istilah lain yang saling terkait dengan husnuzan, yakni gibah,
buhtan, dan fitnah yang kesemuanya perlu ditempatkan pada makna yang tepat.

Gibah adalah menyebut orang lain yang tidak hadir tentang sesuatu yang tidak
disenanginya, walaupun termaksud yang disebut itu cocok dengan pelaku. Jika
keburukan yang disebut itu tidak bersandang dengan bersangkutan itulah yang
dinamakan buthan/bohong besar. Perkataan bohong atau tanpa berdasarkan
kebenaran dengan maksud menjelekan orang lain disebut fitnah.

Rangkuman
Husnuzan artinya berbaik sangka, lawan katanya adalah suuzan yang artinya berburuk
sangka. Berbaik sangka dan berburuk sangka merupakan bisikan jiwa, yang dapat
diwujudkan melalui perilaku yakni ucapan dan perbuatan. Perilaku husnuzan termasuk
akhlak terpuji karena akan mendatangkan manfaat. Adapun perilaku suuzan termasuk
akhlak tercela, karena akan mendatangkan kerugian. Sungguh tepat jika Allah SWT. dan
Rasul-Nya melarang berperilaku buruk sangka.

Macam-macam husnuzan di antaranya adalah husnuzan terhadap Allah SWE, husnuzan


terhadap sesama manusia, dan terhadap diri sendiri. Husnuzan kepada Allah artinya
berprasangka baik kepada Allah. Berprasangka baik kepada Allah termasuk akhlak yang
terpuji. Husnuzan kepada Allah SWT, adalah salah satu dari beberapa maqam keyakinan.
Husnuzan ini terbagi atas dua golongan, menurut keadaan manusia yang mengamalkannya
yaitu yang bersifat khusus dan bersifat umum. Orang yang termasuk khusus adalah
golongan ulama, orang-orang yang taat dan dekat kepada Allah.
BAB 3
Indahnya Persaudaraan (Ukhuwah)

Sumber : http://aazis04.blogspot.co.id/2013/01/sisi-lain-dunia-kampus.html

A. Kajian Qs Al-Hujurat[49]:10 Tentang Persaudaraan


1. Bacaan
‫ص ِل ُحوا ِإ ْخوةَّ ْال ُمؤْ ِمنُونَّ ِإنما‬
ْ ‫لعَّل ُك َّْم َللاَّ واتقُوا خو ْي ُك َّْمّأ بيْنَّ فأ‬
َّ‫ت ُ ْرح ُمون‬
Terjemahan ayat
‘’Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karna
itu damaikan lah antara kedua saudaramu (yang berselisih
dan bertaqwalah kepada allah agar kamu mendapat
rahmat).

Asbabun Nuzul ( Sebab Turunya Ayat )


Sumber: www.google.com
Ayat ini terkait dengan ayat sebelumnya, yaitu ayat 9. Jadi tidak ada asbabun nuzul
khusus dari ayat 10 ini. Jika dikaitkan dengan ayat 9, ada beberapa versi atau riwayat
yang dapat dijelaskan. Satu riwayat berkaitan dengan pertengkaran yang
menyebabkan perkelahian antar suku aus dan khazrjar

B. Kajian Hadits Tentang Persaudaraan


Diantara fungsi lain dari hadits adalah merinci atau menjelaskan dari tuntunan al-quran
yang masih umum (global). Berikut ini beberapa contoh hadits yang berkaitan tentang
persaudaraan ukhuwa yang memberi penjelasan lebih luas atau memberi pemahaman
lain tentang masalah yang kita bahas

a. Bacaan

ْ‫عن‬
َ ْ‫ل ُمطعمْ بنْ ُجبَير‬ َْ ‫سم َْع أَن ْهُ أَخبَ َرْهُ ُمطعمْ بنَْ ُجبَي َْر إنْ قَا‬َ ْ‫صلى النبي‬
َ ُ‫ّللا‬
ْ
ْ‫علَيه‬
َ ‫سل َْم‬ ُْ ‫ل َيقُو‬
َ ‫ل َو‬ َْ ‫ل‬ُْ ‫رحمْ قَاطعْ ال َجن ْةَ َيد ُخ‬. َ ‫البخاري رواه‬

Terjemahan dan makna hadits :

Diriwayatkan dari jubairbin mut’im RA bahwa dia pernah


mendengar nabi SAW bersabda: orang yang memutuskan
hubungan (silaturahmi) tidak akan masuk surga.’’ (HR Bukhri)
Sumber: www.google.com

Rangkuman :
Manusia sebagai makhluk sosial dan selalu hidup berdampingan tentunya
menginginkan adanya keidupan yang rukun, aman, damai dan tentram. Oleh sebab itu,
ditengah perbedaan – perbedaan yang ada hendaknya didalam dirinya manusia dapat
menumbuhkan Al-Ikha (persaudaraan), Al-Musaawaah (persamaanderajat), Al
Ta`aawun (Saling tolong-menolong), Al-Tasamuh (toleransi), dan Al-A`dalah (keadilan).
Dengan tumbuhnya hal-hal tersebut didalam diri manusia, maka dengan mudah
kerukunan antar sesama akan mudah terjalin. Dan berbagai masalah seperti permusuhan
dan pertengkaran tidak akan mudah terjadi.
Selain itu juga, dalam menumbuhkan rasa persaudaraan, perlu diketahui ada
berbagai bentuk persaudaraan yang perlu dibangun. Seperti menurut Quraisy Shihab,
yaitu Ukhuwah ‘ubudiyyah, Ukhuwah Insaniyyah (basyariyyah), Ukhuwah Wathaniyah wa
an-nasab, danUkhuwah fi ad-din al-Islam.