Anda di halaman 1dari 8

Pendahuluan

Rumah sakit dalam kegiatannya harus menyediakan fasilitas yang aman, berfungsi, dan
suportif bagi pasien, keluarga, staf, dan pengunjung. Untuk mencapai tujuan tersebut fasilitas
fisik, peralatan medis, dan peralatan lainnya harus dikelola secara efektif. Secara khusus,
manajemen harus berupaya keras

 mengurangi dan mengendalikan bahaya dan risiko;


 mencegah kecelakaan dan cidera; dan
 memelihara kondisi aman.

Manajemen yang efektif melibatkan multidisiplin dalam perencanaan, pendidikan, dan


pemantauan. Pimpinan merencanakan ruangan, peralatan, dan sumber daya yang dibutuhkan
yang aman dan efektif untuk menunjang pelayanan klinis yang diberikan. Seluruh staf dididik
tentang fasilitas, cara mengurangi risiko, serta bagaimana memonitor dan melaporkan situasi
yang dapat menimbulkan risiko.Kriteria kinerja digunakan untuk mengevaluasi sistem yang
penting dan mengidentifikasi perbaikan yang diperlukan.

Latar belakang

Sejarah singkat
Pada awal tahun 1966, tepatnya tanggal 09 Dzulqo’dah atau bertepatan dengan tanggl 01
Maret 1966 berdirilah sebuah Klinik dan Rumah Bersalin di kota Bantul yang diberi nama Klinik
dan Rumah Bersalin PKU Muhammadiyah Bantul. Sebagai sebuah karya tokoh-tokoh
Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah pada waktu itu.
Seiring perjalanan waktu perkembangan klinik dan RB PKU Muhammadiyah Bantul
semakin pesat ditandai adanya pengembangan pelayanan di bidang kesehatan anak baik sebagai
upaya penyembuhan maupun pelayanan di bidang pertumbuhan dan perkembangan anak pada
tahun 1984. Dan hal inilah yang menjadi dasar perubahan Rumah Bersalin menjadi Rumah Sakit
Khusus Ibu dan Anak dengan Surat Keputusan Ijin Kanwil Depkes Propinsi DIY no
503/1009/PK/IV/1995 yang selanjutnya pada tahun 2001 berkembang menjadi RUMAH SAKIT
UMUM PKU MUHAMMADIYAH BANTUL dengan diterbitkannya ijin operasional dari Dinas
Kesehatan No : 445/4318/2001.
Saat ini RSU PKU Muhammadiyah Bantul telah mendapatkan sertifikat ISO 9001 – 2008
untuk Pelayanan Kesehatan Standar Mutu Internasional.
VISI MISI
Falsafah RSU PKU Muhammadiyah Bantul merupakan perwujudan ilmu, iman dan amal shalih.
Visi
Terwujudnya rumah sakit islami yang mempunyai keunggulan kompetitif global, dan menjadi
kebanggaan umat.
Misi
Berdakwah melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan mengutamakan peningkatan
kepuasan pelanggan serta peduli pada kaum dhu’afa.
Motto
Layananku Ibadahku.

Rumah sakit agar menyusun program manajemen risiko fasilitas dan lingkungan yang
mencakup enam bidang.

1. Keselamatan dan Keamanan, Keselamatan adalah keadaan tertentu karena gedung,


lantai, halaman, dan peralatan rumah sakit tidak menimbulkan bahaya atau risiko bagi pasien,
staf, dan pengunjung. Keamanan adalah perlindungan terhadap kehilangan, pengrusakan dan
kerusakan, atau penggunaan akses oleh mereka yang tidak berwenang.

2. Bahan berbahaya dan beracun (B3) serta limbahnya meliputi penanganan,


penyimpanan, dan penggunaan bahan radioaktif serta bahan berbahaya lainnya harus
dikendalikan dan limbah bahan berbahaya dibuang secara aman.

3. Manajemen Penanggulangan Bencana meliputi risiko kemungkinan terjadi bencana


diidentifikasi, juga respons bila tejadi wabah, serta bencana dan keadaan emergensi direncanakan
dengan efektif termasuk evaluasi lingkungan pasien secara terintegrasi.

4. Sistem Proteksi Kebakaran meliputi properti dan penghuninya dilindungi dari kebakaran
dan asap.
5. Peralatan Medis meliputi peralatan dipilih, dipelihara, dan digunakan sedemikian rupa
untuk mengurangi risiko.

6. Sistem Penunjang meliputi listrik, air, dan sistem pendukung lainnya dipelihara untuk
meminimalkan risiko kegagalan pengoperasian.

Identifikasi masalah

Pada saat kunjungan FST ke RS PKU Muhammadiyah Bantul di temukan pada design
ruangan koridor terlihat banyak barang dan benda lainnya yang mengganggu jalan atau akses
masuk keluar bagi aktifitas rumah sakit.

Rumusan masalah

Keselamatan adalah keadaan tertentu karena gedung, lantai, halaman, dan peralatan
rumah sakit tidak menimbulkan bahaya atau risiko bagi pasien, staf, dan pengunjung. Keamanan
adalah perlindungan terhadap kehilangan, pengrusakan dan kerusakan, atau penggunaan akses
oleh mereka yang tidak berwenang.

Pada SNARS Edisi 1 di dapatkan maksud dan Tujuan MFK 2 Program manajemen risiko
diperlukan untuk mengelola risiko-risiko di lingkungan pelayanan pasien dan tempat kerja staf.
Rumah sakit menyusun satu program induk atau beberapa program terpisah yang meliputi
sebagai berikut:

Keselamatan dan Keamanan

 Keselamatan–sejauh mana bangunan, area, dan peralatan rumah sakit tidak menimbulkan
bahaya atau risiko bagi pasien, staf, atau pengunjung
 Keamanan–perlindungan terhadap kerugian, kerusakan, gangguan atau akses, atau
penggunaan oleh pihak yang tidak berwenang.

Dalam pedoman teknis bangunan rumah sakit yang aman dalam situasi darurat dan
bencana oleh direktorat bina pelayanan penunjang medik dan sarana kesehatan direktorat bina
upaya kesehatan kementerian kesehatan ri tahun 2012 menyebutkan dalam pasal 2.4.2.2 tentang
aksesibilitas didapatkan aturan pedoman :

(1) Tidak ada penghalang di jalan menuju rumah sakit.

(2) Memiliki akses ke lebih dari satu jalan (jalur alternatif) dan memiliki pintu masuk lokasi dan
pintu keluar lokasi terpisah

(3) Memiliki jalan akses yang diaspal (semen atau aspal) yang diidentifikasi dan diberi label
dengan benar.

(4) Tersedia tanda arah, dipasang dengan benar dan mudah dibaca dalam keadaan gelap.

(5) Koridor, lorong dan gang harus mempunyai lebar 2,4 ~ 2,5 meter.

(6) Menggunakan ram sebagai akses ke lantai dua dan yang lebih tinggi.

(7) Jalur tangga yang aman dan dipasang dengan rel pegangan tangga dengan lebar tangga
sekurang-kurangnya 112 ~ 120 m, setiap anak tangga harus mempunyai ketinggian kurang dari
17 cm dan dibuat dari beton.

(8) Setiap bukaan pada dinding diproteksi dengan pintu tahan api atau jendela tetap dengan kaca
kawat.

(9) Setiap pintu ke tangga, ram, saf lif, pencahayaan, saf ventilasi atau parasut di jalur tangga
tertutup harus menutup sendiri dan dalam keadaan normal dijaga selalu tertutup.

(10) Tangga keluar bangunan harus tertutup dan bukaan terproteksi.

(11) Tersedia parkir yang aman dan pencahayaannya baik.

Pada RSU PKU Muhammadiyah Bantul ditemukan lebar koridor sudah memenuhi
standar namun terlihat banyak brangkar dan tempat tidur pasien terletak di sisi koridor dan
menggangu jalan akses, seperti pada gambar di bawah ini :
Dari gambar kita bisa melihat akses koridor RS PKU Muhammadiyah Bantul terlihat
sempit dan banyak benda yang menghalangi. Hal ini bisa menimbulkan potensi akan tersendat
nya alur masuk ataupun alur keluar jika terjadi sesuatu dan mengharuskan evakuasi segera dalam
jumlah besar. Pasien rumah sakit dan orang serta karyawan jika terjadi bencana atau kebakaran
atau hal lainnya maka ini akan menghambat proses evakuasi. Pihak direksi dan manajemen
terkait harus mengambil langkah solusi dalam menghilangkan benda benda yang menutupi
koridor.

Solusi dari masalah

Solusi dari hal tersebut bisa di sediakan ruang khusus bagi brangkar ataupun tempat
penyimpanan lainnya, agar tidak menggangu akses pasien, karyawan atau orang lain dalam
berkunjung ke RS PKU Muhammadiyah Bantul.

Dan juga jika terjadi code RED atau kejadian lainnya yang menimbulkan evakuasi segera
jalan koridor tidak terhalangi dan mudah bagi penolong masuk atau korban yang ada di rumah
sakit.

Pemindahan pos satpam saat masuk harus di lakukan dengan penyedian di tempat lain,
akses bank atau mesin atm juga perlu di pindah ketempat lain yang tidak menghalangi jalan.
Referensi

 Diambil pada tanggal 23 desember 2018. http://www.pkubantul.com/company-profile/

 Pedoman Teknis Bangunan Rumah Sakit Yang Aman Dalam Situasi Darurat Dan
Bencana Oleh Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik Dan Sarana Kesehatan
Direktorat Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Ri Tahun 2012

 Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Edisi 1, Komisi Akreditasi Rumah Sakit
Agustus 2017