Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Nutrisi pada Bayi dan Anak


Sasaran : Keluarga pasien
Tempat : Kamar 11 C Ruang Anggrek RSUD Salatiga
Waktu Pertemuan : 1 x 15 Menit
Hari / Tanggal : Sabtu, 14 Desember 2018

I. Latar Belakang
Anak adalah sebagai individu yang unik dan mempunyai kebutuhan
sesuai dengan tahap perkembangan. Sebagai individu yang unik anak
memiliki berbagai kebutuhan yang berbeda satu dengan yang lainnya
sesuai dengan usia tumbuh kembang. Kebutuhan tersebut dapat meliputi
kebutuhan fisiologi seperti kebutuhan nutrisi dan cairan, aktivitas,
eliminasi, istirahat, tidur dan lain-lain. Selain kebutuhan fisiologis
tersebut, anak juga sebagai individu yang juga membutuhkan kebutuhan
psikologis, sosial, dan spiritual. (Hidayat, 2008).
Ibu adalah primary care yang mempunyai keterlibatan langsung
dalam perawatan dan pemberian makan pada balita, oleh karena itu ibu
memiliki peran yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan anak.
Dalam pemberian nutrisi, ibu berperan merencanakan variasi makanan,
menyediakan daftar menu yang diperlukan anak dan keluarga, serta
mengidentifikasi kebutuhan nutrisi yang diperlukan anak.(Sodikin, 2011).
Kebiasaan pemberian makanan yang benar sangat penting untuk
keberlangsungan kehidupan, pertumbuhan, perkembangan, serta gizi bayi
dan anak. Gizi merupakan salah satu faktor lingkungan dan merupakan
penunjang agar proses tumbuh kembang tersebut dapat berjalan dengan
memuaskan. Hal ini berarti pemberian makanan yang berkualitas dan
kuantitasnya baik menunjang tumbuh kembang, sehingga bayi dapat
tumbuh normal dan sehat serta terbebas dari penyakit. (Mitayani &
Sartika. W, 2010). Pengetahuan ibu tentang kebutuhan gizi, cara
pemberian makan, dan jadwal pemberian makan anak balita sangat
berperan dalam menentukan status gizi anak salah satu upaya yang dapat
dilakukan adalah dengan mencukupi kebutuhan lahir dan batin anak-
anaknya (Dahlia & Ruslianti, 2008).
Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2010) Jumlah
balita di indonesia yang mengalami berat badan turun mencapai 17,9%.
Yang terdiri dari 13,% gizi kurang dan gizi buruk 4,9%. Prevalensi Status
gizi balita di Jawa Tengah yang mengalami kekurangan gizi sebesar
15,7% dengan prevalensi gizi kurang 12,4% dan gizi buruk 3,3%. (RAD
MDGs Jawa Tengah, 2011).

II. Tujuan Instruksional Umum :


Setelah diberikan penyuluhan tentang nutrisi pada bayi dan anak
terhadap keluarga klien diharapkan dapat mengerti tentang pentingnya
mengetahui nutrisi pada bayi dan anak.

III. Tujuan Instruksional Khusus :


1. Keluarga pasien dapat menjelaskan pengertian nutrisi.
2. Keluarga pasien dapat menyebutkan manfaat makanan pada bayi.
3. Keluarga pasien dapat menjelaskan cara pemberian makan bayi.

IV. Materi :
1. Pengertian nutrisi
2. Manfaat makanan pada bayi
3. Cara pemberian makan bayi

V. Metode :
Diskusi dan tanya jawab

VI. Media :
Lembar balik dan leaflet

VII. Evaluasi Pembelajaran :


1. Prosedur : Post Tes
2. Jenis Tes : Lisan
3. Butir Soal :
a. Jelaskan pengertian nutrisi.
b. Sebutkan manfaat makanan pada bayi.
c. Jelaskan cara pemberian makan bayi.

VIII. Kegiatan Penyuluhan

No Waktu KegiatanPenyuluhan KegiatanKeluarga


pasien
1 2 menit Pembukaan :
Mengucapkan salam. Menjawab salam.
Memperkenalkan diri. Mendengarkan.
Menjelaskan tujuan dari kegiatan Memperhatikan.
penyuluhan. Memperhatikan.
Menyebutkan materi yang akan
disampaikan.
2 8 menit Pelaksanaan :

Menjelaskan pengertian nutrisi. Memperhatikan

Menyebutkan manfaat makanan pada Memperhatikan.


bayi.
Menjelaskan cara pemberian makan Memperhatikan.
bayi.

3 2 menit Evaluasi:
Menanyakan kepada klien tentang Menjawab pertanyaan.
materi yang telah disampaikan.
4 3menit Terminasi :
Mengucapkan terima kasih atas Mendengarkan dan
waktu yang diluangkan, perhatian membalas ucapan
serta peran aktif klien selama terimakasih.
mengikuti kegiatan penyuluhan. Menjawab salam.
Salam penutup.

IX. Pengorganisasian
Pembicara : Utin Feny Karmila Effendi

X. Kriteria evaluasi
a. Evaluasi struktur:
Keluarga dan klien ikut dalam kegiatan penyuluhan.
Penyelenggaran penyuluhan dilakukan pada An. L di kamar 11 C Ruang
Anggrek RSUD Salatiga

b. Evaluasi proses :
Keluarga klien antusias terhadap materi penyuluhan.
Keluarga klien terlibat langsung dalam kegiatan penyuluhan (diskusi).

c. Evaluasi hasil :
Klien mengerti tentang imunisasi dan mampu menjelaskan ulang tentang :
1. Pengertian nutrisi.
2. Manfaat makanan pada bayi.
3. Cara pemberian makan bayi.

XI. Sumber Pustaka


Cahyono, J.B. Suharyo. 2010. Vaksinasi, Cara Ampuh Cegah Penyakit Infeksi.
Yogyakarta: Kanisius.

Nurarif, Amin Huda & Kusuma, Hardi. 2013. Aplikasi Asuhan Keperawatan
Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC NOC Jilid 2. Jakarta: EGC.

repository.poltekkeskdi.ac.id/711/1/MUHAMMAD%20IRFAN%20SAPUTRA.p
df diakses tanggal 14 desember 2018
MATERI KEJANG DEMAM

A. Pengertian
Nutrisi atau zat makanan adalah merupakan bagian dari makanan
termasuk di dalamnya air, protein dan asam amino yang membentuknya,
lemak dan asam lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin.

B. Manfaat Makanan Pada Bayi


Untuk memenuhi kebutuhan gizi pada tubuh agar tidak terganggu
pertumbuhannya.

C. CARA PEMBERIAN MAKAN BAYI


1. Umur 0 – 6 Bulan
 Berikan Air Susu Ibu (ASI) sesuai dengan keinginan anak, paling sedikit
8 kali sehari, siang atupun malam.
 Dapat diberikan formula jika anak tidak mau/tidak boleh minum ASI.

2. Umur 6 – 12 Bulan
 Berikan Air SusuIbu (ASI) sesuai dengan keinginan anak, paling sedikit 8
kali sehari, siang maupun malam.
 Beri makanan pendamping ASI 2 kali sehari, tiap kali 2 sendok makan
 Pemberian makanan pendamping ASI dilakukan setelah pemberian ASI
 Makanan pendamping ASI adalah :
Bubur tim lumat ditambah kuning telur/ ayam/ ikan/ tempe/ tahu/
dagingsapi/ wortel/ bayam/ kacang hijau/ santan/ minyak.
 Setiap kali makan diberikan sebagai berikut :
Umur 6 Bulan : 6 sendok makan

Umur 7 Bulan :7 sendok makan

Umur 8 Bulan: 8 sendok makan

Umur 9 Bulan: 9 sendok makan

Umur 10 Bulan: 10 sendok makan


Umur 11 Bulan: 11 sendok makan

Umur 12 Bulan : 12 sendok makan

 Berikan juga makanan selingan 2 kali sehari diantara waktu makan seperti
: bubur kacang hijau, pisang, biskuit, nagasari dan sebagainya

3. Umur 13 – 24 Bulan
 berikan Air SusuIbu (ASI) sesuai keinginan anak
 Berikan nasi lembik yang ditambah
telur/ayam/ikan/tempe/tahu/dagingsapi/wortel/bayam/kacanghijau/santa
n/minyak.
 Berikan makan tersebut 3 kali sehari
 Berikan juga makanan selingan 2 kali sehari diantara waktu makan
seperti:
 Bubur kacang hijau, pisang, biskuit, nagasari dan sebagainya.

4. Umur 2 Tahun atau Lebih


 Berikan makanan yang biasa dimakan oleh keluarga 3 kali sehari
yang terdiri dari nasi, lauk, pauk, sayur dan buah.
 Berikan juga makanan yang bergizi sebagai selingan 2 kali sehari
diantara waktu makan seperti :
 Bubur kacang hijau
 Biskuit
 Nagasari.

Catatan:Cucilah tangan sebelum menyuapkan makanan anak).

Gunakan bahan makanan yang baik dan aman, peralatan masak yang
bersih dan cara memasak yang benar).

Anjuran Pemberian Makan untuk anak dengan Diare Persisten :

 Jika masih mendapatkan ASI, berikan lebih sering dan lebih lama, siang
dan malam.
 Jika anak mendapat susu selain ASI :
 Gantikan dengan meningkatkan pemberian ASI atau
 Gantikan dengan setengah bagian susu dengan bubur nasi dan
ditambah tempe
 Jangan diberi susu kental manis.
 Untuk makanan lain, ikuti anjuran pemberian makanan yang sesuai dengan
umur anak.
D. Sumber Pustaka
Cahyono, J.B. Suharyo. 2010. Nutrisi pada Anak. Yogyakarta: Kanisius.

Nurarif, Amin Huda & Kusuma, Hardi. 2013. Aplikasi Asuhan Keperawatan
Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC NOC Jilid 2. Jakarta: EGC.

repository.poltekkeskdi.ac.id/711/1/MUHAMMAD%20IRFAN%20SAPUTRA.p
df diakses tanggal 14 desember 2018
Salatiga, Desember 2018

Mahasiswa Pembimbing Klinik

( ) ( )