Anda di halaman 1dari 28

1

BAB XII. SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR

Keterangan

Pokja ULP menguraikan Spesifikasi Teknis dan Gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan
pekerjaan dengan ketentuan :
1. Tidak mengarah pada merk/produk tertentu, tidak menutup kemungkinan digunakannya
produksi dalam negeri.
2. Semaksimal mungkin diupayakan mengggunakan standar nasional.
3. Metoda pelaksanaan harus logis, realistic dan dapat dilaksanakan.
4. Jadual waktu pelaksanaan harus sesuai dengan metoda pelaksanaan.
5. Harus mencantumkan macam, jenis, kapasitas dan jumlah peralatan utama minimal yang
diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan.
6. Harus mencantumkan syarat – syarat bahan yang dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan.
7. Harus mencantumkan syarat – syarat pengujian bahan dan hasil produksi.
8. Harus mencantumkan kriteria kinerja produk (output performance) yang diinginkan.
9. Harus mencantumkan tata cara pengukuran dan tata cara pembayaran.

1. LINGKUP 1. Program, Kegiatan,Pekerjaan yang dilaksanakan adalah :


PROGRAM, Program : Program Pengembangan Industri
KEGIATAN, Kegiatan : Penumbuhan dan Pengembangan Usaha Industri
PEKERJAAN Berbasis Agro, Makanan dan Minuman
Pekerjaan : Belanja Hibah Barang/Jasa Yang Diserahkan
KepadaMasayarakat /Pihak Ketiga -
(Pembangunan Gudang Gula Semut dan Kamar
Mandi/WC (DAK))
Lokasi : Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo
Tahun Anggaran : 2018

2. Pekerjaan yang dilaksanakan meliputi :


a. GUDANG
1) Pekerjaan persiapan
2) Pekerjaan tanah dan pasir
3) Pekerjaan pasangan dan plesteran
4) Pekerjaan beton
5) Pekerjaan kayu
6) Pekerjaan atap dan plafond
7) Pekerjaan lantai dan halaman
8) Pek. Penggantung, pengunci, besi dan kaca
9) Pekerjaan sanitasi
10) Pekerjaan instalasi listrik
11) Pekerjaan cat

b. INFRASTRUKTUR
1) Pekerjaan persiapan
2) Pekerjaan tanah dan pasir

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
2

3) Pek. Pasangan dan plesteran


4) Pekerjaan beton
5) Pek. Cat dan lain lain
6) Pekerjaan drainase dan sanitasi

Uraian Pekerjaan pekerjaan tersebut diatas secara rinci dapat dilihat


pada Daftar Kuantitas dan Harga seperti terlampir pada Dokumen
Pengadaan ini.

3. Pekerjaan Persiapan.
a. Mobilisasi Peralatan
Penyediaan pengangkutan, peralatan – peralatan, kendaraan –
kendaraan / alat – alat besar yang menunjang pelaksanaan
kegiatan baik yang menyewa maupun milik perusahaan.
b. Persiapan Lapangan.
1) Pembersihan areal lokasi pekerjaan dan dan pemindahan
barang-barang yang dianggap mengganggu pelaksanaan
kegiatan dan Penyedia Barang / Jasa harus membuat brak
kerja dan bahan yang dianggap cukup.
2) Pekerjaan – pekerjaan sarana lainnya sehingga pelaksanaan
dapat berjalan dengan lancar.
4. Pengukuran
Sebelum memulai pekerjaan, Penyedia Barang / Jasa harus
mengadakan pengukuran – pengukuran lapangan dan pematokan
untuk dapat menentukan patok – patok utama bagi pembangunan.
Biaya pengukuran dan pematokan sepenuhnya ditanggung oleh
Penyedia Barang / Jasa / tertuang dalam penawaran.
5. Sarana Kegiatan.
Penyedia barang / Jasa harus memperhitungkan sarana kegiatan
berupa fasilitas penerangan dan penyedia air bersih dan air kerja
yang cukup pada saat pelaksanaan pekerjaan, serta membuat jalan
masuk kedalam kegiatan dimana kekuatan struktur dari jalan
tersebut mampu menerima keluar masuknya angkutan – angkutan
material.
6. P.P.P.K
Penyedia Barang / Jasa selama pelaksanaan harus menyediakan
kotak obat – obatan untuk P.P.P.K.
7. Keamanan Kegiatan.
Penyedia Barang / Jasa harus menempatkan petugas keamanan
untuk menjaga keamanan kegiatan, baik barang – barang milik
perusahaan maupun Direksi.
8. Pemeliharaan Bangunan
Penyedia Barang / Jasa harus memperhitungkan biaya pemeliharaan,
kebersihan dan tanggung jawab atas kerusakan – kerusakan akibat
kesalahan teknis selama waktu pemeliharaan.
9. Kontrol Kualitas Bahan.
Kecuali ditentukan lain Penyedia Barang / Jasa harus sudah
mempertimbangkan semua biaya sehubungan dengan kontrol

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
3

kualitas bahan kepada pihak ke tiga. Penyedia Barang / Jasa harus


menyediakan alat – alat praktis untuk memeriksa bahan – bahan
tersebut.
10. Brak kerja dan los bahan
Penyedia Barang /Jasa diwajibkan Menyediakan ruang kerja untuk
Pengawas dan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan serta los kerja untuk
menyimpan bahan-bahan bangunan.
11. Tenaga Kerja dan Bahan-Bahan Bangunan
Penyedia Barang /Jasa dalam melaksakan pekerjaan tersebut diatas
termasuk juga mendatangkan tenaga kerja dan bahan-bahan
bangunan dalam jumlah yang cukup serta peralatan yang cukup
untuk pelaksanan pekerjaan.
12. Papan Nama Kegiatan / Pekerjaan
Penyedia Barang /Jasa diwajibkan memasang papan nama Pekerjaan
dengan ukuran 80 x 125 cm dari bahan seng BJLS 30 rangka kayu
atau dengan di cetak (dengan tiang 2 buah 5/7 cm), tinggi 2,5 m
dan dipasang di tempat lokasi Kegiatan yang mudah dilihat umum.
13. Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)
Penyedia Barang /Jasa diwajibkan Mengurus Ijin Mendirikan
Bangunan (IMB), administrasi disiapkan oleh Pejabat Pembuat
Komitmen sedangkan pengurusannya dilakukan oleh Penyedia
Barang / Jasa (Segala biaya yang timbul akibat Pembuatan Brak Kerja
dan pengurusan IMB ini diperhitungkan dalam penawaran atau
Insklusife di Rencana Anggaran Biaya.
14. Penggunaan Persyaratan Teknis.
Persyaratan teknis ini disiapkan untuk menjadi pedoman dalam
pelaksanaan pekerjaan yang disebutkan sebagai syarat terhadap
seluruh bangunan – bangunan dan pekerjaan – pekerjaan lainnya
sebagai kesatuan yang tidak dapat terpisahkan, kecuali disebutkan
lain. Maka setiap bab dalam persayaratan ini, disesuaikan dengan
yang dinyatakan dalam gambar – gambar kerja. Keterangan –
keterangan tambahan tertulis dan perintah dari Konsultan Pengawas
/ Perencana.
15. Standar yang dipakai.
- Semua pekerjaan harus berdasarkan Normalisasi Indonesia (NI),
Standard Industri Indonesia (SII)
- Peraturan peraturan Nasional maupun Internasional lainnya
yang berhubungan dengan pekerjaan ini / Menurut Ketentuan
syarat Teknis.
- Standard – standard yang dipakai terutama adalah standard –
standard yang berlaku, sedangkan untuk pekerjaan – pekerjaan
yang standardnya belum dibuat dan diberlakukan di Negara ini,
maka harus digunakan Standard – standard internasional yang
berlaku atau setidak – tidaknya standard dari Negara Negara
produsen bahan yang menyangkut pekerjaan tersebut.
16. Akhir Kerja
Pada akhir kerja, Penyedia Barang / Jasa diharuskan membersihkan
lahan tempat kegiatan dari segala kotoran akibat pelaksanaan

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
4

kegiatan (yang bersifat sampah) termasuk sisa-sisa material


bangunan serta gundukan tanah, bekas galian dan lain sebagainya.

2. PEKERJAAN 1. Air Kerja.


PENGAMANAN Air untuk keperluan pekerjaan harus diadakan apabila mungkin
LAPANGAN DAN didapat dari sumber yang sudah ada dilokasi kegiatan dan
PENGADAAN sebelumnya harus dikoordinasikan kepada Pejabat Pembuat
SARANA Komitmen.
2. Jalan Masuk
Tempat Pekerjaan dan jalan sementara / jalan masuk ketempat
pekerjaan harus diadakan oleh Penyedia Barang / Jasa bila mana
diperlukan atau disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan
lokasi kegiatan tersebut. Selama pekerjaan Penyedia Barang / Jasa
harus memelihara seluruh jalan sementara dan sebagainya yang
mungkin diperlukan untuk memasuki bagian pekerjaan dan
menyingkirkan / membersihkan kembali pada waktu penyelesaian
pekerjaan atau jika diperintahkan juga memperbaiki segala
kerusakan yang diakibatkan.
3. Iklan
Penyedia Barang / Jasa tidak diijinkan membuat / memasang iklan
dalam bentuk apapun di dalam lokasi kegiatan, tanpa siizin dari
Pihak Pejabat Pembuat Komitmen.
4. Pencegahan Pelanggaran Wilayah.
Penyedia Barang / Jasa diharuskan memagari/mengamankan daerah
operasinya di sekitar tempat pekerjaan.
5. Orang – orang yang tidak berkepentingan.
Penyedia Barang / Jasa harus melarang siapapun yang tidak
berkepentingan memasuki tempat pekerjaan dan dengan tegas
memberikan perintah demikian kepada staf pelaksana yang bertugas
dan para penjaga.
6. Perlindungan Terhadap Milik Umum.
a. Penyedia Barang / Jasa harus menjaga jalan umum dan hak
memakai jalan, bersih dari alat – alat mesin, bahan – bahan
bangunan dan sebagainya serta memelihara kelancaran lalu
lintas, baik dari kendaraan umum maupun pejalan kaki, selama
kontrak berlangsung.
b. Penyedia Barang / Jasa harus bertanggung jawab atas gangguan
dan pemindahan yang terjadi atas utilitas (perlengkapan umum)
seperti aluran air, telephone, listrik dan sebagainya yang
disebabkan oleh operasi – operasi Penyedia Barang / Jasa.
7. Perlindungan Terhadap Bangunan yang Ada.
Selama masa – masa pelaksanaan Kontrak, Penyedia Barang / Jasa
bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan, utilitas, jalan –
jalan, saluran – saluran pembuangan dan sebagainya ditempat
pekerjaan, dan kerusakan – kerusakan sejenis yang disebabkan
karena operasi – operasi Penyedia Barang / Jasa dalam arti kata yang
luas, itu semua harus diperbaiki oleh Penyedia Barang / Jasa hingga
dapat diterima oleh Pejabat Pembuat Komitmen.

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
5

8. Penjagaan dan Pemagaran Sementara.


Penyedia Barang / Jasa bertanggung jawab atas penjagaan,
penerangan dan perlindungan terhadap pekerjaan yang dianggap
penting selama pelaksanaan kontrak, siang malam. Pejabat Pembuat
Komitmen tidak bertanggung jawab terhadap Penyedia Barang /
Jasa, dan sub Penyedia Barang / Jasa, atas kehilangan dan kerusakan
bahan – bahan bangunan atau peralatan atau pekerjaan yang sedang
dalam pelaksanaan. Penyedia Barang / Jasa wajib mengadakan,
mendirikan dan memelihara pagar sementara yang mungkin
diperlukan untuk pengamanan dan perlindungan terhadap
pekerjaan dan umum.
9. Perlindungan Pekerjaan.
Penyedia Barang / Jasa bertanggung Jawab atas keamanan seluruh
pekerjaan termasuk bahan – bahan bangunan dan perlengkapan
instalasi ditempat pekerjaan, hingga kontrak selesai dan diterima
oleh Pejabat Pembuat Komitmen.
10. Gangguan Pada Tetangga
Segala pekerjaan yang menurut Pejabat Pembuat Komitmen mungkin
akan menyebabkan gangguan pada penduduk yang terdekat,
hendaknya dilaksanankan sesuai pengarahan Pejabat Pembuat
Komitmendan semua resiko akibat gangguan ini menjadi beban
Penyedia Barang / Jasa.
11. Pelaksanaan Pekerjaan di Luar Jam Kerja Normal.
Penyedia Barang / Jasa akan mendapat izin lisan dari Pengawas
Lapangan untuk melaksanakan pekerjaan yang tertera dalam
Kontrak ini di luar jam – jam kerja biasa, pada hari – hari minggu
atau hari – hari libur resmi.
12. Pelaksanaan Pekerjaan di Luar Lokasi Pekerjaan
Apabila Penyedia Barang / Jasa melaksanakan pekerjaan di luar
lokasi pekerjaan supaya memberitahukan kepada konsultan
pengawas atau Pejabat Pembuat Komitmen untuk diadakan
pemeriksaan.

3. PEKERJAAN YANG 1. Menurut Dokumen Pengadaan :


AKAN 1.1. Spesifikasi Teknik
DILAKSANAKAN 1.2. Gambar kerja
1.3. Berita Acara penjelasan pekerjaan (Aanvulling)
1.4. Perubahan-perubahan dalam pelaksanaan (bila ada)
Dokumen-dokumen tersebut harus sudah disyahkan oleh Pejabat
Pemmbuat Komitmen dan Instansi teknis yang terkait.
2. Menurut syarat dan ketentuan sebagai berikut :
2.1. Argeme Voorweden Voor Uitvoedin van Openbere Warken,
yang disyahkan dengan Surat Keputusan Pemerintah Hindia
Belanda No. 9 tanggal 28 Mei 1941 dan tambahan lembaran
Negara Nomor 14571 dan Persyaratan Pembangunan di
Indonesia yang disyahkan oleh Pemerintah Belanda
(Khususnya pasal-pasal yang masih berlaku)

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
6

2.2. Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan


Kerja.
2.3. Peraturan Konstruksi kayu Indonesia (PPKI – N.1.5/1961).
2.4. Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBI) 1982.
2.5. PUPI ( Peraturan Umum Pembebanan Indonesia ) Tahun 1987.
2.6. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBI) tahun
1983 bulan April 1983 yang diterbitkan oleh Yayasan
Lembaga Penyelidikan masalah Bangunan dan SNI 03-1729-
1989 Tentang Tatacara Perencanaan Baja untuk Bangunan
Gedung.
2.7. SNI Nomor : 03 – 1726 – 1984. Tentang : Pedoman
Perencanaan Tahan Gempa untuk Rumah dan Gedung.
2.8. SNI Nomor : 03 – 0106 – 1987. Tentang : Penggunaan ubin
lantai keramik marmer dan cara uji.
2.9. SNI Nomor : 03 – 0675 – 1989. Tentang : Penggunaan kosen,
pintu dan jendela dari kayu.
2.10. SNI Nomor : 03 – 3527 – 1994. Tentang : Mutu kayu
bangunan.
2.11. SNI Nomor : 03 – 1734 – 1989. Tentang : Pedoman
Perencanaan Beton Bertulang dan Struktur Dinding Bertulang
untuk Rumah & Gedung.
2.12. SNI Nomor : 03 – 1727 – 1989. Tentang : Perencanaan
Pembebanan untuk rumah dan gedung.
2.13. SNI Nomor : 03 – 2847 – 1992. Tentang : Perhitungan
Struktur Beton untuk Bangunan Gedung.
2.14. SNI Nomor : 03 – 2834 – 1992. Tentang : Tata cara
pembuatan rencana Campuran Beton Normal.
2.15. SNI Nomor : 03 – 1736 – 1989. Tentang : Tata cara
Perencanaan struktur bangunan untuk penanggulangan
bahaya kebakaran.
2.16. SNI Nomor : 03 – 2996 – 1991. Tentang : Tata cara dan
Perancangan penerangan alami siang hari untuk Rumah dan
Gedung.
2.17. SNI Nomor : 03 – 2407 – 1991. Tentang : Tata cara
pengecatan kayu untuk rumah dan gedung.
2.18. SNI Nomor : 03 – 2410 – 1991. Tentang : Tata cara
pengecatan dinding tembok dengan cat Emulsion.
2.19. Peraturan Instalasi Khusus Air Bersih dan Listrik ( AVWI dan
AVE PUIL – N.I.6 – 1978 )
2.20. SNI Nomor : 0255 – 1987. D. Tentang : Persyaratan Instalasi
Listrik.
2.21. Persyaratan Umum Instalasi Listrik Indonesia ( PUIL ) Tahun
2000 dan ketentuan – ketentuan setempat.
2.22. Keputusan Menteri PU Nomor : 10/KPTS/2000 Tentang
Ketentuan Teknis Pengamanan terhadap Bahaya Kebakaran
pada Bangunan Gedung dan Lingkungannya.
2.23. Keputusan Menteri PU Nomor : 468/KPTS/1998 tanggal 1
Maret 1998 Tentang: Persyaratan Teknis Aksesbilitas pada
Bangunan Umum dan Lingkungan.

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
7

2.24. Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor :


441/KPTS/1998 tanggal10 Nopember 1998, tentang
Persyaratan Teknis Bangunan Gedung.
2.25. Peraturan Perburuan di Indonesia (Tentang penggunaan
Tenaga Kerja harian, Mingguan dan Bulanan / Borongan ).
2.26. Peraturan dan Standard-standard yang berkaitan dengan
penilaian bahan bangunan di Indonesia.
2.27. Menurut lampiran gambar Kerja pelaksanaan dan gambar
detail yang telah disahkan oleh Pejabat Pemmbuat Komitmen
dan Instansi yang berwenang/umum yang terkait.
2.28. Lahan tersebut diserahkan kepada Penyedia barang/Jasa pada
saat menerima SPPBJ dalam keadaan 0 % (Nol prosen).
Pekerjaan tersebut harus diserahkan kepada Pejabat Pemmbuat
Komitmen dalam keadaan selesai 100 % (seratus prosen), sesuai dengan
Dokumen Pengadaan yang telah disyahkan oleh Pejabat Pemmbuat
Komitmen dan Instansi teknis yang terkait.

4. KUASA PENYEDIA 1. Dilapangan pekerjaan, Penyedia Barang / Jasa wajib menunjuk


BARANG / JASA seorang kuasa Penyedia Barang / Jasa atau bisa disebut Kordinator
DAN KEAMANAN Pelaksana yang cukup untuk Memimpin pelaksanaan pekerjaan
DI LAPANGAN dilapangan dan mendapat kuasa penuh dari Penyedia Barang / Jasa ,
minimum dengan tabel dalam SDP:

2. Dilapangan pekerjaan, Penyedia Barang / Jasa wajib memiliki


kemampuan untuk menyediakanfasilitas/peralatan/ perlengkapan
melaksanakan Pekerjaan ini melaksanakan Pekerjaan ini, sesuai
dalam SDP:
3. Dengan adanya pelaksana dilapangan, tidak berarti bahwa Penyedia
Barang / Jasa lepas tanggung jawab sebagaian maupun
keseluruhan terhadap kewajibannya.
4. Bila dikemudian hari, menurut pendapat Direksi / Pengawas /
Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan dan Pejabat Pembuat Komitmen,
Pelaksana kurang mampu atau tidak cukup cakap dalam memimpin
pekerjaan, maka akan diberitahuan kepada Penyedia Barang / Jasa
secara tertulis untuk disediakan penggantianya.
5. Penyedia Barang / Jasa diwajibkan menjaga keamanan lapangan
terhadap barang-barang milik Kegiatan , Pengawasan dan milik
Pihak lain yang ada dilapangan.
6. Penyedia Barang / Jasa bertanggung jawab penuh atas penjagaan,
penerangan dan perlindungan terhadap barang yang dianggap
penting selama pelaksanaan kontrak, siang dan malam. Pemberi
tugas tidak bertanggung jawab terhadap Penyedia Barang / Jasa
dan sub Penyedia Barang / Jasa atas kehilangan dan kerusakan
bahan-bahan bangunan atau peralatan atau pekerjaan yang sedang
dalam pelaksanaan. Penyedia Barang / Jasa wajib mengadakan,
mendirikan dan memelihara pagar sementara untuk pengamanan
dan perlindungan yang mungkin diperlukan terhadap pekerjaan dan
umum. Juga membayar upah dan biaya yang resmi untuk keperluan
tersebut.

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
8

7. Bila terjadi kehilangan bahan bangunan yang telah disetujui


Pengawas baik yang telah dipasang maupun yang belum dipasang
menjadi tanggung jawab Penyedia Barang / Jasa
8. Apabila terjadi kebakaran. Penyedia Barang / Jasa bertanggung
jawab atas akibatnya, baik yang berupa barang maupun keselamatan
jiwa.

5. JAMINAN 1. Penyedia Barang / Jasa diwajibkan mebuat Rencana program


KESELAMATAN keselamatan dan kesehatan Kerja (K3) dan menyediakan obat-obat
KERJA menurut syarat-syarat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK)
yang selalu dalam keadaan siap digunakan dilapangan, untuk
mengatasi segala kemungkinan musibah bagi petugas dan pekerja
lapangan
2. Penyedia Barang / Jasa wajib menyediakan air minum yang cukup
bersih dan memenuhi syarat-syarat kesehatan bagi semua petugas
dan pekerja yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan para
pekerja wajib diberikan oleh Penyedia Barang / Jasa sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku (JAMSOSTEK).

6. TIMBANGAN DUGA 1. Timbangan duga (peilthootge) ditentukan sesuai dengan kondisi


(PEILTHOOTGE) lapangan.
2. Penyedia Barang / Jasa harus memeriksa kecocokan semua ukuran
di dalam gambar, bila terjadi ketidak cocokan wajib segera
memberitahukan kepada Konsultan Pengawas / Perencana untuk
meminta pertimbangan dan bila terjadi kekeliruan menjadi tanggung
jawab Penyedia Barang / Jasa

7. UKURAN POKOK 1. Penyedia Barang / Jasa diharuskan menggunakan alat-alat


DAN PERBEDAAN (Instrumen) yang diperlukan (tidak rusak) untuk mendapatkan
ukuran, sudut-sudut dan ukuran tegak secara tepat dan dapat
dipertanggung jawabkan. Untuk itu harus dihindari cara-cara
pengukuran dengan perasaan, penglihatan dan secara kira-kira.
2. Ukuran pokok dicantumkan dalam gambar kerja, ukuran-ukuran di
dalam gambar yang belum tercantum dapat ditanyakan pada
Pengawas / Perencana sesuai dengan, kondisi lapangan.
3. Penyedia Barang / Jasa harus memeriksa kecocokan semua ukuran
di dalam gambar, bila terjadi ketidak cocokan wajib segera
memberitahukan kepada Konsultan Pengawas / Perencana untuk
meminta pertimbangan dan bila terjadi kekeliruan menjadi tanggung
jawab Penyedia Barang / Jasa .
4. Penyedia Barang / Jasa wajib mencocokkan ukuran dalam gambar
sesuai dengan yang lain, jika terjadi selisih atau perbedaan wajib
memberitahukan kepada Pengawas / Perencana sesuai kondisi
lapangan.
5. Bila gambar kerja pada dokumen pengadaan tertulis tidak sama
dengan gambar, maka gambarlah yang mengikat.
6. Bila dalam gambar kerja tertulis pada dokumen pengadaan tertulis
tidak sama dengan gambar, maka dokumen pengadaan, yang

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
9

mengikat.
7. Bila dalam dokumen pengadaan tertulis sedangkan di dalam gambar
tidak tertulis maka dokumen pengadaan yang mengikat.
8. Jika ada perbedaan antara gambar kerja dan gambar detailnya maka
Penyedia Barang / Jasa wajib meminta pertimbangan kepada
Pengawas / Perencana / Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
9. Dalam jangka 3 (tiga) hari setelah Gunning Penyedia Barang / Jasa
diharuskan mempelajari seluruh dokumen Perencana dan bila terjadi
permasalahan / kejanggalan-kejanggalan perbedaan gambar dan
lainnya, Penyedia Barang / Jasa diwajibkan konsultasi/lapor kepada
Perencana / Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan hal mana dapat
dibicarakan penyelesaianya dengan Pejabat Pembuat Komitmen.

8. PEKERJAAN 1. Sebelum memulai suatu pekerjaan yang ada dalam kontrak, Penyedia
PEMBERSIHAN barang/jasa harus mengunjungi tempat pekerjaan dan meninjau
LAPANGAN kondisi (keadaan) serta bahan-bahan yang akan didatangkan.

2. Tempat dari pekerjaan yang dimaksud harus bersih dari segala


tumbuh-tumbuhan, rumput dan akar tumbuhan dan kotoran
sebagainya serta rintangan yang terdapat disekitar daerah pekerjaan
tersebut dan siap untuk penggalian.
3. Penyedia Barang / Jasa tidak diperkenankan membasmi / menebang
atau merusak pagar hidup kecuali yang ada alam batas-batas
penggalian atau yang jelas tercantum di dalam gambar kerja, bahwa
harus disingkirkan. Jika ada suatu hal yang mengharuskan Penyedia
Barang / Jasa untuk melakukan penebangan, maka ia harus
mendapat ijin dari Pejabat Pembuat Komitmen.
4. Penyedia Barang / Jasa harus memindahkan barang-barang yang
terdapat di lingkungan pekerjaan dengan berkonsultasi dengan
pengawas / Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan / Pejabat Pembuat
Komitmen.

9. PEKERJAAN 1. Pekerjaan persiapan meliputi :


PERSIAPAN a. Yang dimaksud pekerjaan persiapan adalah pengeprasan tanah,
pemerataan tanah, pembuangan tanah dan pembersihan lokasi
dilingkungan dimana bangunan akan dilaksanakan sebagai
berikut :
1) GUDANG
a) Bouwplank
b) Pembersihan
c) Air kerja langsiran dll
d) Papan nama proyek
2) INFRASTRUKTUR
a) Pengukuran / bowplank
b) Bongkar drainase lama

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
10

c) Pembersihan
b. Setelah pekerjaan persiapan, pembersihan lokasi sudah selesai,
Penyedia Barang / Jasa bersama dengan Konsultan Pengawas,
Konsultan Perencana dan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan
selanjutnya melaksanakan pengecekan dilapangan mengadakan
pengamatan / pengecekan atau mengadakan pengukuran–
pengukuran (Uitzet) atau pemasangan bouwplank.
c. Menyediakan ruang kerja untuk Pengawas dan Pejabat Penerima
Hasil Pekerjaan serta los kerja untuk menyimpan bahan-bahan
bangunan.
2. Spesifikasi teknis :
a. Lahan yang akan didirikan bangunan harus dibersihkan dari
segala kotoran, seperti sisa-sisa tumbuhan, akar-akar dan lain-
lainnya.
b. Kayu-kayu untuk bouplank digunakan kayu klas III dengan mutu
kayu sesuai SII No. 0458/8
c. Dalam pembuatan brak kerja/los-los bahan menggunakan
bahan-bahan non permanen dan mudah dibongkar.

10. PEKERJAAN TANAH 1. Pekerjaan tanah dan Pekerjaan pasir meliputi :


DAN PASIR
a. GUDANG
1) Galian tanah
2) Urug tanah kembali
3) Urug pasir

b. INFRASTRUKTUR
1) Galian tanah
2) Urug tanah kembali
3) Urug pasir
4) Urug tanah perataan lahan
2. Galian Tanah :
a. Galian Tanah pondasi dikerjakan setelah pemasangan bouwplank
disetujui oleh Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan / Pejabat
Pembuat Komitmen / Pengawas. Galian tanah untuk pondasi
dengan patokan sesuai gambar rencana. Lebar dasar galian tanah
untuk pondasi 20 cm lebih besar dari pondasi.
b. Untuk pekerjaan galian dan semua hasil galian sedapat mungkin
di timbun di Site terbuka agar mengurangi beban dinding galian
atau sesuai petunjuk Konsultan Pengawas, dan Pejabat Penerima
Hasil Pekerjaan.
c. Apabila ternyata terdapat pipa-pipa air, gas, pipa pembuangan,
kabel-kebal listrik, kabel telpon, sumur air bersih dan lainnya
yang masih dipergunakan, maka secepatnya memberitahukan
kepada pengawas atau kepada instansi yang berwenang untuk
mendapatkan petunjuk-petunjuk seperlunya. Penyedia Barang /
Jasa bertanggung jawab penuh atas segala kerusakan sebagai

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
11

akibat dari pekerjaan galian tersebut.


d. Apabila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah
ditentukan, maka Penyedia Barang / Jasa harus mengisi /
mengurug daerah tersebut dengan bahan pondasi yang sesuai
dengan baik serta sesuai dengan spesifikasinya.
e. Penyedia Barang / Jasa harus menjaga agar lubang-lubang
galian pondasi tersebut bebas dari genangan air (bila perlu
dipompa) sehingga pekerjaan pondasi dapat dilakukan dengan
baik sesuai dengan spesifikasinya.
f. Galian tanah terdiri dari galian pondasi dan semua hasil tanah
galian dibuang keluar blouwplank.
g. Urugan kembali memakai tanah bekas galian yang bersih dari
segala kotoran atau urugan tanah dari luar lokasi dengan
ketentuan tanah yang didatangkan tersebut harus kwalitas baik
dan bersih dari segala kotoran maupun humus.
h. Cara pengurugan tanah dengan cara selapis demi lapis sambil
disirami air secukupnya, dan ditumbuk sampai padat.

i. Pekerjaan pengurugan tanah kembali ini hanya boleh dilakukan


setelah diadakan pemeriksaan dan mendapat persetujuan
konsultan pengawas.
j. Urugan tanah dikerjakan sesuai dengan patokan pada gambar
dan dikerjakan setelah pekerjaan pondasi selesai.
Urugan pasir digunakan untuk :
a. Alas pondasi setebal 10 cm jadi (Sesuai gambar)
b. Dibawah lantai setebal 10 cm jadi (Sesuai gambar)
3. Urugan tanah digunakan untuk :
a. Urugan tanah harus dilaksanakan lapis demi lapis dan disiram
air sehingga kepadatannya memenuhi syarat dan Tiap lapis tebal
20 cm.
b. Setiap pekerjaan pemadatan tanah pada bangunan harus
menggunakan alat pemadat tanah mekanik (Stamper)

11. PEKERJAAN 1. Pasangan pondasi terdiri dari pasangan pondasi batu kali (Quary)
PASANGAN 1pc : 3kp : 10ps dan pasangan talud dan drainase depan 1pc :
BATU KALI(QUARY) 5ps(ukuran dan letak sesuai gambar kerja).
2. Semua Pasangan pondasi dan talud depan menggunakan bahan batu
kali (Quary) serta dipilih yang berkualitas baik dan atas persetujuan
Pengawas / Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
3. Pelaksanaan pemasangan batu hitam belah (batu quary) pada
pondasi dengan cara mundur kebelakang dan tidak boleh diinjak-
injak sehingga didapat ikatan antara batu dengan spesi.
4. Semua pasangan batu kali (Quary) pada pondasi harus diberap
sesuai spesinya (Sesuai gambar kerja).
5. Pasangan batu kali (Quary) yang dimaksud untuk pasangan adalah
berukuran  15/20 cm dan minimal mempunyai tiga bidang
permukaan.

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
12

6. Celah-celah yang besar diantara batu-batu di isi dengan batu kecil


yang sesuai.
7. Susunan batu yang satu dengan yang lainnya tidak boleh
bersinggungan dan selalu ada perekat diantaranya (mempunyai
sisi).
8. Sebelum dipasang, batu-batu harus dibersihkan dari kotoran.
9. Pemasangan batu kali (Quary) tidak boleh dijatuhkan langsung dari
atas, jadi harus diatur dengan baik agar tidak berongga.
10. Batu kali (Quary) yang digunakan adalah batu keras, kasar, pada
pemecahan tidak boleh dipukul / dipecahkan dengan bodem
didekat alur galian / pasangan pondasi.

12. PASANGAN BATU 1. Pekerjaan Pasangan batu bata dan Roster beton yang dilaksanakan
BATA meliputi :
a. Pas. Tasram 1pc : 2ps
b. Pas. Tembok 1pc : 3kp : 10ps
c. Pas. Bata 1pc : 5ps

2. Spesifikasi Pelaksanaan pasangan batu bata sebagai berikut :


a. Pasangan batu bata harus dikerjakan dengan verband yang baik,
dan pemasangannya tidak boleh lebih dari 1 (satu) meter per
harinya
b. Batu bata yang digunakan harus berkualitas baik dengan
prosentase pecah max 10%.
c. Batu bata sebelum dipasang harus direndam atau disiram air
sampai buih-buihnya habis dan bersih dari kotoran.
d. Pembuatan perancah tidak boleh menebus tembok.
e. Pasangan batu bata yang telah selesai secara kontinyu harus
dihasi dengan air.
f. Bahan-bahan untuk semua pasangan sebelum dicampur harus
diayak terlebih dahulu dengan kawat kasa dengan sudut
kemiringan paling kecil 50 derajat dengan tanah.
g. Semua bahan yang digunakan harus mendapat persetujuan dari
Konsultan Pengawas / Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan .
h. Pada hubungan kolom beton dengan dinding batu Bata harus
diberi angkur dari besi beton 0,8 mm tiap jarak 50 cm vertikal,
berlaku pada struktur kolom yang dikerjakan dulu.

13. PEKERJAAN BETON 1. Pekerjaan beton dikerjakan atas dasar perhitungan dan gambar yang
BERTULANG dibuat oleh perancana sesuai SNI 1991 dengan campuran beton 1pc
: 2ps : 3kr.
2. Mutu Pekerjaan Beton
a. Mutu beton untuk struktur bangunan dengan campuran beton
1pc : 2ps : 3kr atau dengan kuat desak K 175.
b. Baja tulangan dengan diameter lebih besar atau sama dengan 13
mm menggunakan baja tulangan deform (BJTD)
c. Baja tulangan dengan diameter lebih kecil sama dengan 12 mm

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
13

menggunakan baja tulangan polos (BJTP)


3. Bahan beton :
a. Pasir harus dari butir-butiran meniral yang keras dengan
diameter butiran antara  0,075 mm s/d  5 mm.
b. Kerikil alam atau batu pecah harus dari butiran meneral yang
keras dengan diameter antara  20 mm s/d  35 mm.
c. Pasir dan kerikil sebelum digunakan harus dibersihkan dari
segala kotoran, terutama dalam bahan organic yang merugikan
beton.
d. Semen Portland yang digunakan sekualitas merk Gresik atau
Nusantara kode PC dengan mutu I dengan standart Mutu SII
0013 – 81.
e. Besi beton yang dipakai harus baru dengan standart industri
Indonesia (SII).
f. Air yang digunakan harus bersih/jernih tidak mengandung
bahan organic yang merugiakan mutu beton.

4. Perbandingan campuran dan Pengadukan beton ;


a. Untuk Pekerjaan beton pada bagian konstruksi dengan
campuran beton 1pc : 2ps : 3kr atau dengan kuat desak K 175
sedangkan untuk campuran beton 1pc : 3ps : 5kr atau dengan
kuat desak K 100 digunakan untuk (rabat beton dan Cor beton
Cyclope).
b. Ketentuan campuran campuran supaya menyesuaikan ketentuan
Fakttor Air Semen (FAK) yang ada.
c. Pasir, kerikil dan air sebelum diaduk semua bahan tersebut harus
dibersihkan atau dicuci hingga bersih, sehingga bebas dari
segala bahan organic, humus dan kotoran-kotoran lain yang
bisa merugikan mutu beton.
5. Pembuatan Cetakan/bekesting, pemasangan suri-suri dan steger :
a. Bekisting harus cukup kuat menggunakan kayu kalimantan
kelas III atau kayu tahun lokal yang baik dan tidak bocor (kedap
air), apabila dalam pembuatan cetakan dengan menggunakan
papan kayu dan ukuran papan kayu yang dipakai mnimal 2x15
cm.
b. Untuk kayu steger diameter minimal  7,5 cm, jarak maximal
0,50 cm, konstruksi cetakan beton dengan menggunakan kayu
Dolkenatau apabila memungkinkan menggunakan Scafoolding.
c. Pemasangan bekesting dan steger harus benar dan kokoh,
sehingga dimensi dan peil sesuai dengan yang dimaksud.
d. Pemasangan bekesting dan steger dupayakan menjamin
kedudukan dan bentuk dari konstruksi beton sesuai gambar
rencana.
e. Dasar pijakan tiang steger supaya kokoh, sehingga menjamin
kedudukan steger dan bekesting beton secara kesuluhan.
f. Apabila memungkinkan menggunakan Scafoolding

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
14

6. Pengecoran beton :
a. Sebelum di Cor kebersihan cetakan beton ketepatan dan
kebenaran pemasangan besi betn harus diperhatikan sebaik-
baiknya.
b. Pengecoran beton harus betul-betul padat dengan
menggunakan pemadat manual atau mekanik yang disetujui
Konsultan Pengawas dan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
c. Pengecoran dapat dapat dilaksanakan setelah mendapat Ijin dari
konsultan Pengawas dan Tim Teknis Pelaksanaan Kegiatan.
d. Penghentian pengecoran (siar) sesuai petunjuk konsultan
pengawas / Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. atau sesuai dengan
ketentuan SK-SNI-T-15-1991.
7. Pengerjaan besi beton :
a. Pengerjaan besi beton harus dilaksanakan sesuai ketentuan
gambar rencana dan peraturan yang berlaku.
b. Pembengkokan tulangan harus dilaksanakan pada kondisi
dingin, dengan panjang kait dan panjang penyaluran tegangan
sesuai ketentuan teknis.

c. Perkuatan antar besi tulangan, menggunakan kawat beton


(bendrat, ikatan harus kuat dan kokoh).
8. Selimut beton / beton deking :
Beton deking harus dibuat khusus untuk keperluan ini dengan
ketentuan sebagai berikut :
a. Selimut beton harus dibuat menurut tebal beton deking yang
ditentukan dan dipasang secukupnya dengan campuran
1Pc:3Ps.
b. Ukuran tebal tebal beton deking, menyesuaikan ketentuan yang
ada sedang lebar / panjangnya + 5 x 5 cm.
c. Tiap beton deking supaya diberi kawat beton untuk dapat
diikatkan dengan besi tulangan, sehingga posisi beton deking
terjamin ketapatannya.
d. Selimut beton/beton deking :
1) Sloof 15x20 1pc : 2ps : 3kr=1,50 cm
2) Kolom 12x12 1pc : 2ps : 3kr=1,50 cm
3) Ring 12x20 1pc : 2ps : 3kr=1,50 cm
4) Topi topi beton 1pc : 2ps : 3kr=1,50 cm
5) Beton ram pintu masuk 1pc : 2ps : 3kr=1,50 cm
9. Pembongkaran begesting dan Pemeliharaan beton :
a. Begesting harus dibongkar setelah memenuhi peraturan SNI
1991 atau sekurang-kurang sudah berumur 3 (tiga) minggu
kecuali menggunakan bahan campuran kimia pemercepat
pengerasan beton.
b. Siraman air selama proses pengerasan beton harus cukup SNI
1991 Sehingga proses pengeringan beton berlangsung dengan
baik.
10. Ukuran/Dimensi beton :
a. Ukuran atau dimensi beton diperhitungan sesuai ukuran cetak.

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
15

b. Dimensi konstruksi beton sesuai gambar rencana.


c. Penulangan konstruksi beton sesuai gambar rencana.
d. Untuk semua pekerjaan beton dalam perhitungan adalah ukuran
cetak, demikian pula untuk pekerjaan konstruksi dan struktur
lainnya.
11. Teknis pelaksanaan :
Sebelum pelaksanaan pekerjaan besi beton pada Stek tulangan,
penyedia barang / jasa supaya terlebih mengadakan konsultasi
dengan konsultan pengawas atau Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan,
pekerjaan dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan dari
konsultan pengawas atau Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
12. Segala ukuran dan penjelasan yang belum disebut disini pada
prinsipnya pelaksanaannya sesuai dengan penjelasan gambar
rencana dan sebelum melangkah pada pekerjaan beton dimaksud,
penyedia barang/jasa terlebih dahulu harus memberitahu kepada
Konsultan pengawas dan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.

14. PEKERJAAN 1. Semua pasangan batu bata, batu belah dan cor beton diplester
PLESTERAN dengan spesi ditentukan sebagai berikut :
a. Plester tasram 1pc : 2ps
b. Plester beton 1pc : 3ps
c. Plester 1pc : 5ps
d. Plester tembok 1pc : 3kp : 10ps
e. Acian
f. Sponengan
2. Cara plesteran :
a. Semua pekerjaan beton yang kelihatan diplester dan Sebelum
beton diplester harus dibersihkan dulu permukaannya dilapis
perekat Pc.
b. Semua pekerjaan plesteran harus diaci dan pada setiap Sudut
disponeng dengan dengan Pc semua pekerjaan sponengan di
kerjakan dengan halus dan rapi.
c. Untuk cor rabat beton yang terbuka diplester / di aci dengan pola
gepyok sapu lidi.
d. Sebelum dinding diplester semua pipa instalasi harus sudah
terpasang dan mendapat pesetujuan dari pengawas atau Pejabat
Penerima Hasil Pekerjaan.
e. Pasangan batu bata sebelum diplester harus dibersihkan dari
segala kotoran, dan sebelumnya terlebih dahulu dinding harus
dibasahi dengan air sampai jenuh.
f. Plesteran harus menggunakan jalur-jalur kepala vertikal
selebar kurang lebih 15 cm dengan jarak antara paling besar
100 cm satu sama lain, jalur kepala ini harus benar-benar
vertikal dan datar. Jalur kepala ini merupakan
patokan/pedoman untuk plesteran selanjutnya

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
16

g. Bidang-bidang yang telah selesai diplester harus segera


dikontrol dengan mistar yang panjangnya tidak boleh kurang
200 cm.
h. Apabila ternyata terdapat cekungan, cembungan, ataupun
plesteran tidak vertikal (tegak) dan tidak siku, maka harus
diperbaiki selambat-lambatnya dalam waktu kurang dari 2 x 24
jam.
i. Pada waktu panas plesteran secara rutin harus disiram air.
j. Bahan-bahan seperti pasir, kapur sebelum dicampur disaring
terlebih dahulu dan dibersihkan dari segala kotoran.

15. PEKERJAAN 1. Lingkup Pekerjaan Rangka Atap dan Konstruksi Atap Serta Penutup
RANGKA ATAP Atapyang dilaksanakan pada bangunan sebagai berikut :
DAN KONSTRUKSI a. Gording C 125x50x2.3 + sagrot 12 mm
ATAP SERTA b. Usuk reng baja ringan
PENUTUP ATAP c. Genteng metal roof lapis pasir
d. listplang GRC
2. Penyediaan bahan, peralatan, tenaga dan petunjuk teknis (bagi sub
kon) untuk melaksanakan pekerjaan – pekerjaan sebagai berikut :
a. Pelaksanaan pemasangan rangka atap baja ringan harus
dilakasanakan berdasarkan gambar dan perhitungan struktur
atap baja ringan yang dibuat oleh sub kon yang akan
melaksanakan pekerjaan /Pemasangan rangka atap konstruksi
baja ringan.
b. Bahan yang digunakan (lebih rinci harus sesuai gambar dan
Perhitungan Baja Ringan yang dibuat oleh sub kon).
c. Penyediaan bahan, peralatan, tenaga dan petunjuk teknis (bagi
sub kon rangka atap baja ringan) untuk melaksanakan pekerjaan
– pekerjaan
3. Sub kon yang mengerjakan dipersyaratkan :
a. Mempunyai tenaga ahli yang disetujui oleh Pejabat Penerima
Hasil Pekerjaan dan Pejabat Pembuat komitmem.
b. Mempunyai peralatan yang cukup
c. Mampu mengadakan bahan baku yang memenuhi persyaratan
d. Minimum sekaliber / sekualitas “SMARTRUSS” atau “KOBE
TRUSS MANDIRI” atau sesuai yang diajukan/ditunjuk oleh
Penyedia barang/jasa yang akab melaksanakan pekerjaan.
e. Pemasangan / Pembuatan rangka atap konstruksi baja ringan
harus berdasarkan perhitungan struktur atap baja ringan.
f. Pada saat pelaksanaan harus ada penanggung jawab lapangan
dan selalu mengawal pelaksanaannya.
g. Mempunyai data ukur lapangan untuk mendukung pembuatan
Shop Drawing.
h. Pengadaan bahan dan fabrikasi konstruksi baja ringan dari
produk sekaliber / sekualitas “SMARTRUSS” atau “KOBE TRUSS
MANDIRI”
i. Pengangkutan kontruksi baja ketempat lokasi pekerjaan dimana
bangunan akan dilaksanakan dengan hati-hati.

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
17

j. Penyimpanan sementara kontruksi baja di lokasi / disimpan /


diamankan dalam brak / gudang bahan yang memadai.
k. Pembersihan seluruh permukaan konstruksi baja ringan dan
lapisan dasar sebelum pemasangan harus diperhatikan kaitan
keadaan cuaca alam saat ini.
l. Pemasangan (erection) kontruksi baja ringan di lokasi sampai
seluruh komponen terpasang sesuai dengan gambar perencanaan
dan spesifikasi teknis dari fabrikasinya.
4. Standard – Standard
Kecuali ditentukan lain dalam spesifikasi teknis ini, maka seluruh
syarat pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti ketentuan – ketentuan
yang tercantum dalam standars – standard dan peraturan –
peraturan dari fabrikasi konstruksi baja ringan dari produk sekaliber
/ sekualitas Bahan Bluescope.
5. Bahan yang digunakan (lebih rinci sesuai gambar / Perhitungan Baja
Ringan)
6. Pekerjaan Baja ringan dan Lingkup pekerjaan sistem komponen
struktur baja ringan ini adalah :

a. Penyambungan baja ringan menggunakan baut (sesuai


Ketentuan dalam spesifikasi brosur fabrikasinya).
b. Memasang Rangka baja ringan proses penyambungan beserta
baut-baut dan ringnya harus terpasang sesuai dengan rencana
yang tertera dalam gambar (sesuai Ketentuan dalam spesifikasi
brosur fabrikasinya).
c. Mur baut yang dipergunakan sekualitas dengan mutu baja
ringan yang terpasang (sesuai Ketentuan dalam spesifikasi brosur
fabrikasinya).
d. Setiap sambungan / hubungan pada pembuatan Baja ringan
(sesuai gambar pelaksanaan dari sub kon nya)
e. Semua detail sambungan harus dibuat teliti, dipasang hati-hati
sehingga menghasilkan tampak rapi.
f. Semua lubang baut pada profil siku harus dibuat dengan alat
(sesuai Ketentuan dalam spesifikasi brosur fabrikasinya).
7. Jaminan mutu
a. Semua bahan-bahan yang dipakai harus disertai jaminan mutu
dari fabrikasi yang sudah umum dikenal dan dengan sertifikat
pengujian dari lembaga pengujian bahan yang disetujui
Konsultan Pengawas dan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
b. Persetujuan Konsultan Pengawas dan Pejabat Penerima Hasil
Pekerjaan harus diminta satu bulan sebelum pekerjaan
dilaksanakan.
8. Gambar
a. Penyedia barang / jasa harus mencantumkan semua informasi
sambungan-sambungan baja ringan dan bagian-bagian yang
tidak tercantum pada gambar kerja dan semua penjelasan di
lapangan, termasuk detail-detail pemasangan.
b. Setelah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas dan

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
18

Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan tidak boleh diadakan


perubahan gambar lagi kecuali dengan persetujuan
Konsultan Pengawas dan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan .
c. Perubahan-perubahan, tambahan-tambahan dan bagian-bagian
pada detail atau keduanya beserta uraian yang menyebabkan
harus diberikan beserta gambar untuk disetujui oleh Konsultan
Pengawas dan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
d. Perubahan-perubahan yang disetujui, pengganti-pengganti dan
penambahan pada bagian-bagian yang perlu untuk pekerjaan ini
harus dikoordinasikan oleh Konsultan Pengawas dan Pejabat
Penerima Hasil Pekerjaan dan Penyedia barang / jasa sanggup
melaksanakan tanpa penambahan biaya
e. Tanggung-jawab atas kesalahan-kesalahan yang terjadi, Penyedia
barang / jasa harus bertanggung jawab.
4. Pelaksanaan
a. Pemasangan harus dilakukan dengan toleransi yang
diijinkan / tertera dalam standart yang telah disetujui.

b. Pemotongan dan penyambunganyang dilaksanakn dengan baik


di bengkel atau pun di lapangan harus mendapat persetujuan
Konsultan Pengawas dan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan .
c. Dalam pemasangan harus diusahakan agar pekerjaan terlindung
sehingga permukaan tampak sesuai dengan tampak orisinil.
d. Bahan-bahan baja ringan harus disimpan dengan tidak
menyentuh tanah dan harus diletakkan pada dasar yang rata
serta tidak boleh disimpan di udara terbuka untuk jangka
waktu yang lama.

16. PEKERJAAN 1. Lingkup Pekerjaan Rangka Plafond dan Penutup adapun pelaksanaan
RANGKA PLAFOND pekerjaan dan bahan yang digunakan adalah : Plafond kalsiboard,
DAN PENUTUP rangka hollow, Lis profil gypsum ombak polos lebar 9 cm dan lis
PLAFOND profil kayu(adapun pemasangan sesuai gambar kerja).
a. Persyaratan bahan rangka palfond dan penutup plafond adalah
kalsiboard dengan rangka hollow dan penggantung plafond yang
dipergunakan dari bahan besi hollow 4 x 4 cm dengan kualitas
baik, letak pemasangan menyesuaikan gambar kerja.
b. Bahan penutup Plafond kalsiboard dengan rangka hollow dan Lis
profil gypsum ombak polos lebar 9 cmdan lis profil kayu dengan
kualitas baik letak pemasangan menyesuaikan gambar kerja.
2. Persyaratan pemasangan :
a. Pemasangan Plafond dikerjakan setelah semua peralatan yang
terdapat di dalam plafond (kabel-kabel, alat penggantung dan
penguat rangka plafond) sudah siap dan telah selesai dikerjakan.
b. Pembuatan rangka plafond harus memperhitungkan ukuran
kalsiboard dan sebelum pemasangan penutup plafond harus
mendapat persetujuan dari pengawas dan Pejabat Penerima Hasil
Pekerjaan.

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
19

c. Pola pemasangan Plafond kalsiboard dengan rangka hollow tiap


kesatuan ruang dibuat simetris dan disesuaikan pembagian
ceillingnya atau sesuai gambar rencana.
d. Rangka dan penggantung plafond kalsiboard dengan rangka besi
hollow dan dimeni besi sekualitas "ZINCHROMATE".
e. Sebelum pemasangan lembaran kalsiboard, rangka penggantung
harus cukup kuat dan harus sudah mendapat persetujuan
Konsultan Pengawas dan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
3. Persyaratan teknis Pelaksanaan.
a. Pemasangan plafond kalsiboard harus rata dan yang pecah /
cacat pada waktu pemasangan harus segera diganti.
b. Penyedia Barang / Jasa harus betanggung jawab atas segala
akibat yang mungkin terjadi terhadap :
c. Kemungkinan dibuatnya lubang-lubang untuk pemeriksaan
(Menhole).
d. Kemungkinan-kemungkinan pemasangan alat – alat
maintenance pada plafond diluar bangunan.

4. Untuk setiap awal pekerjaan harus mengadakan koordinasi dengan


minta persetujuan dari Pengawas dan Pejabat Penerima Hasil
Pekerjaan.
5. Bidang-bidang besi hollow yang telah dicat meni harus bersihkan
permukaannya dari debu, minyak dan sebagainnya sebelum
dipasang gypsum.
6. Pelaksanaan Pemasangan rangka besi hollow, sebelum dipasang
harus dimeni besi sekualitas "ZINCHROMATE". adapun mengenai
bentuk, ukuran dan letak pemasangan menyesuaikan gambar kerja.

17. PEKERJAAN KAYU 1. Lingkup Pekerjaan kayuyang dilaksanakan dan bahan yang
digunakan adalah :
a. Kosen kayu kruwing
b. Daun pintu panil kayu kruwing
c. Daun pintu panil kayu kruwing lapis seng
d. Daun jendela kaca kayu kruwing
e. Irung irung
2. Lingkup pemasangan Pekerjaan:
a. Semua pekerjaan kayu yang terlihat harus diketam halus dan
dicat menurut ketentuan yang disyaratkan.
b. Semua bahan kayu yang dipakai atau dipergunakan harus
mendapat persetujuan dari Pengawas atau Pejabat Penerima
Hasil Pekerjaan
c. Semua kayu yang didatangkan belum dicat/meni dan telah
mendapat persetujuan dari Pengawas atau Pejabat Penerima Hasil
Pekerjaan.
d. Bahan-bahan kayu tersebut sebelum dikerjakan dimintakan
persetujuan kepada pengawas / Pejabat Penerima Hasil
Pekerjaan, apabila dikerjakan digudang atau work shop, Penyedia

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
20

Barang / Jasa wajib memberitahukan menunjukkan lokasinya.

18. PEKERJAAN BESI, 1. Lingkup Pekerjaan, Besi, Kaca, Penggantung dan Pengunci meliputi :
KACA,PENGGANTU a. Slot tanam sek. Tanaya
NG, PENGUNCI b. Engsel pintu
DAN KACA c. Engsel jendela
d. Espanolet/grendel tanam
e. Grendel jendela
f. Hak angin
g. Handel jendela
h. Kaca bening 5 mm
i. Kaca buram 3 mm
j. Fodling gate
k. Pagar BRC tinggi 90 cm dia. 6 mm

Semua bahan Besi, Kaca, Penggantung dan Pengunci yang pasang,


penyedia barang/jasa harus mengajukan contoh terlebih dahulu dan
harus mendapat persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen.

2. Lingkup teknis pemasangan besi :


a. Pemasangan Pintu Folding gate dan Pagar BRC tinggi 90 cm dia.
6 mmke bangunan harus dengan menggunakan angkur yang
kuat / dengan perkuatan sesuai spesifikasi pabrikasinya.
b. Penyedia Barang / Jasa wajib membersihkan Pintu Folding gate
dan Pagar BRC tinggi 90 cm dia. 6 mmyang sudah terpasang,
apabila ada kotoran-kotoran seperti kena air, semen, cat,
plesteran dan kotoran lainnya.
3. Lingkup teknis pemasangan Kaca :
a. Pemasangan kaca pada daun pintu /daun jendela dalam keadaan
ditutup atau dibuka kaca-kaca tidak boleh bergetar dan untuk
pemasangan pemasangan supaya dilengkapi perkuatan lainnya.
b. Semua pemasangan kaca harus menjamin bahwa kaca tidak akan
begetar / kendor, yang nantinya akan mengakibatkan kaca
mudah pecah akibat terpengaruh oleh cuca baik kena air hujan,
panas sinar matahari, maupun udara luar dan semua kaca yang
cacat / pecah harus diganti sebelum diserahkan
c. Penyedia Barang / Jasa wajib membersihkan semua kaca yang
sudah terpasang, apabila ada kotoran-kotoran seperti kena air,
semen, cat, plesteran dan kotoran lainnya.
4. Lingkup teknis pemasangan penggantung pengunci dan asesoris :
a. Semua bahan yang akan digunakan / dipasang harus dengan
mutu kualitas baik (standar SNI)
b. Penyedia Barang/Jasa menyediakan tukang yang ahli dalam
pemasangan penggantung pengunci agar mendapatkan hasil
secara maksimal.
c. Pemasangan penggantung pengunci dan asesoris harus dengan
menggunaan peralatan yang memenuhi syarat,

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
21

19. PEKERJAAN LANTAI 1. Lingkup Pekerjaan pemasangan Keramik lantai dan Keramik Pelapis
Dinding meliputi :
a. Rabat beton bwh lantai dan selasar t. 5 cm 1pc : 3ps : 5kr
b. Keramik lantai 30x30 (Mulia, Roman, Asia)
c. Keramik km/wc 20x20 (Mulia, Roman, Asia)
d. Keramik dinding 20x25 sek. (Mulia, Roman, Asia)
e. Plint keramik
2. Penyedia Barang / Jasa terlebih dahulu harus memberikan contoh
semua bahan-bahan yang akan dipasang dan harus mendapat
persetujuan dari pengawas / Pejabat Pembuat Komitmen.
3. Dasar lantai kerja lantai keramik di cor dengan Rabat beton bawah
lantai 1pc : 3ps : 5kr atau dengan mutu kuat desak beton K 100
dengan ketebalan sesuai petunjuk gambar kerja.
4. Pemasangan Keramik lantai dan plint dipasang dengan perekat
1pc:4ps dan dikolot dengan Pc sewarna, adapun mengenai warna
keramik akan ditentukan kemudian dan letak pemasangan sesuai
petunjuk gambar rencana.
5. Pemasangan Keramik Plint harus rata, baik / secara vertikal tidak
bergelombang dan letak pemasangan sesuai gambar rencana.
6. Proses Pemasangan Keramik lantai sebelumnya diberi kepala dulu
kemudian diweterpas dan dilot agar lurus dan tidak bergelombang
baik secara vertikal atau horisontal.
7. Semua pasangan Keramik lantai setelah selesai dikolot dengan PC
sewarna, setelah rapi dan kering dibersihkan (dipel dengan
menggunakan obat pembersih lantai).
8. Untuk pekerjaan cor Rabat beton yang tidak ada pasangan
keramiknya diplester / di aci dengan pola gepyok sapu lidi (kecuali
disebutkan lain dalam dalam gambar) dan letak pengerjaannya sesuai
petunjuk gambar rencana,

20. PEKERJAAN 1. Syarat Umum.


INSTALASI LISTRIK a. Pekerjaan instalasi listrik ini harus dilaksanakan oleh instalatir
yang telah mempunyai surat pengakuan SPI dan SIKA Golongan
C dari PLN.
b. Gambar spesifikasi dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan
merupakan satu kesatuan yang saling mengikat dan melengkapi.
c. Penyedia Barang / Jasa harus menjalin hubungan baik dengan
Sub Penyedia Barang / Jasa lain dalam pekerjaan ini, sehinggga
didapat hubungan baik secara bersama-sama dalam
menyelesaikan pekerjaan ini sesuai dengan jadwal dan spesifikasi
yang ditentukan.
d. Pada dasarnya untuk pelaksanaannya pekerjaan instalasi listrik
ini disamping Dokumen Pengadaan ini berlaku :
1) AVE, VDE dan PUIL 1987
2) Peraturan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja
setempat.
3) Ketentuan yang dikeluarkan Pabrik yang memuat kelistrikan,
mesin peralatan dan material yang digunakan pada Kegiatan

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
22

ini.
4) Peraturan lainnya yang berlaku syah di Indonesia.
e. Semua gambar-gambar kerja (Shop drawing) yang dibuat oleh
Sub Penyedia Barang / Jasa Instalatir listrik sebelum
melaksanakan terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan
dari pengawas dilapangan atau Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan
paling lambat satu minggu sebelum pekerjaan dilaksanakan.
f. Penyedia Barang / Jasa wajib membuat gambar-gambar
rencana kerja untuk semua pekerjaan yang akan dilaksanakan,
serta harus mendapatkan persetujuan dari pengawas / Pejabat
Penerima Hasil Pekerjaan, gambar rencana kerja ini harus
tersedia di ruang Penyedia Barang / Jasa dan mudah diperiksa
oleh Pengawas / Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
g. Penyedia Barang / Jasa wajib dan bertanggung jawab atas
semua pekerjaannya.
h. Penyedia Barang / Jasa wajib menempatkan tenaga pengawas
dan tenaga ahli untuk mengawasi pekerjaan dan dapat
menganbil keputusan penuh demi kelancaran pekerjaan.

2. Ruang lingkup pekerjaan listrik ini meliputi pemutusan aliran listrik


dan penyambungan kembali, pemasangan instalasi, pengujian,
pengesahan dari semua peralatan / material yang disebutkan dalam
spesifikasi ini atau pengadaan dan pemasangan peralatan / material
yang mendukung sehingga sisitem instalansi ini akan bekerja dengan
baik.
3. Lingkup pekerjaannya :
a. Memasang titik lampu, Saklar dan stop kontak. Instalasi listrik
dalam gedung ini harus dapat dimatikan atau dinyalakan dari
satu tempat.
b. Menyediakan peralatan serta material yang diperlukan baik yang
tercantum dalam Gambar atau tidak, yang secara umum perlu
untuk instalasi yang baik dan memenuhi persyaratan instalasi
listrik.
c. Pemasangan Instalasi penerangan baru sesuai gambar kerja atau
meliputi pada :
1) Sekring box + mcb
2) Stop kontak + instalasi
3) Saklar ganda + instalasi
4) Saklar tunggal + instalasi
5) Lampu SL 18 W (Philips, Panasonic)
6) Penyambungan dengan bangunan terdekat

4. Semua bahan yang digunakan harus dari jenis berkualitas terbaik,


baru sesuai dengan standart yang berlaku baik standart nasional
maupun internasional.
5. Sebelum dilakukan pemasangan instalatir harus menyerahkan
contoh-contoh dari bahan-bahan yang digunakan kepada pengawas.
6. Daftar peralatan / material yang akan digunakan, katalog dan

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
23

brosur harus dilampirkan dalam dokumen tender, bila kemudian


hari ada kelainan anatar daftar dengan pengadaannya maka
Penyedia Barang / Jasa wajib menggantikan semua peralatan yang
telah dipasang.
7. Persyaratan Teknis.
a. Kabel cabang dari panel (branch circuit) untuk lampu-lampu
adalah type NYA ukuran 3 x 2,5 mm2
b. Bus bar adalah dari bahan tembaga
c. Kabel yang boleh dipasang harus memenuhi PUIL
d. Saluran kabel yang berupa pipa berukuran minimal 5/8 inch dan
jumlah kabel dalamnya disesuaikan dengan peraturan PUIL.
e. Tikungan atau belokan harus dengan radius besar 3 (tiga) kali
diameter pipa dan harus rata.
f. Pipa dari bahan pralon maspion, rucika, wavin termsuk pipa yang
dipasang diluar bangunan.
8. Pemasangan Kabel :
a. Kabel PLN buatan kabel mental, kabelindo atau SPLN Kabelindo.
b. Setiap peeder bila menembus tembok harus diberi selumbung.

c. Semua penyambungan kabel harus menggunakan sepatu kabel


(kable plugs) sesuai dengan ukuran kabel yang akan disambung
kemudian dipatri atau dipress, sambungan dan taps diberi
disolator yang baik.
d. Radius lengkungan kabel utama harus sesuai dengan
rekomendasi pabrik / pembuatannya.
e. Kabel (feeder) Yang ditanam dalam tanah / lantai harus diberi
pelingkung, letak dan kedalaman harus sesuai dengan standar
yang berlaku.
9. Peralatan Material :
a. Saklar lampu-lampu penerangan dipasang 1,50 m diatas mulai
lantai, sekurang-kurangnya dengan rating 6A–250 V.
b. Stop kontak dan saklar yang dipakai sekualitas ”BROCO”
c. Kotak kontak AC yang dipakai sekualitas ”BROCO” kaki tiga
d. lengkap dengan lampu indikator sedangan instalasinya
menggunakan jenis NYM ukuran 3x4 mm2, setara SUPREME.
e. Fitting yang dipasang sekualitas ”BROCO”
f. Semua bahan tersebut sebelum dipasang dimintakan persetujuan
dari pengawas / direksi / Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
10. Pemasangan instalasi listrik dan lampunya didasarkan pada tegangan
220 voltage
11. Penyedia Barang / Jasa harus menyelesiakan pekerjaan listrik
sampai dengan listrik dapat menyala.
a. Saluran kabel berupa pipa berukuran minimal 5/81 dan jumlah
kabel didalamnya disesuikan dengan peraturan dari PUIL.
b. Lekukan atau belokan dengan radius sebesar 3 x diameter pipa
dan harus rata.
c. Pipa dari bahan pralon “ MASPION, RUCIKA, WAVIN” termasuk
pipa dipasang diluar bangunan.

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
24

d. Pemasangan pipa harus dilakukan sebelum tembok diplester.

21. PEKERJAAN 1. Lingkup Pekerjaan Pengecatan dengan menggunakan Cat tembok/


PENGECATAN plafond (Catylac, Decolith), Cat kayu Emco, mowilex, Dulux, Cat
meni besi zinkromat dan Cat meni kayu sek. Jago meliputi pada :
a. Cat tembok (Catylac, Decolith)
b. Cat plafond (Catylac, Decolith)
c. Cat meni kayu sek jago
d. Cat kayu Emco lux, mowilex, Dulux
2. Untuk Cat meni besi dan kayu dipergunakan untuk dasar
pengecatan.
3. Semua rangka besi hollow dan penggantung plafond gypsum dengan
rangka besi hollow 4 x 4 cm dan sebelum dipasang harus dimeni
besizinkromat.
4. Untuk semua pengecatan pada dinding tembok luar dan dalam harus
diplamir kemudian dogosok dengan kertas penggosok hingga rata
halus selanjutnya dicat 3 x sampai rata.
5. Untuk langit-langit / Plafond dicat dengan warna putih

22. PEKERJAAN 1. Lingkup Pekerjaan Sanitasi dan lain-lain meliputi :


SANITASI DAN a. Galian tanah drainase
LAIN-LAIN b. Urug tanah kembali
c. Urug pasir
d. Pas bata 1pc : 5ps
e. Plester 1pc :5ps
f. Acian
g. Sponengan
h. Buis beton 1/2 dia.20
i. Kran air dia. 1/2 "
j. Floor drain
k. Klosed jongkok "sek. Ina"
l. Septictank
m. Sumur peresapan
n. Instalasi air bersih
o. Instalasi air kotor
p. Bak kontrol tertutup
q. Pasang PAM
2. Sebelum Proses Pekerjaan Sanitasi (sebelum dilaksanakan) penyedia
barang/jasa supaya mengajukan contoh jenis barang yang akan
digunakan) dan harus dimintakan persetujuan / pengarahan dari
Konsultan pengawas / Pejabat Pembuat Komitmen.

23. PEKERJAAN 1. Lingkup Pekerjaan pada halamanmeliputi :


PAVING BLOK a. Beton ram pintu masuk 1pc : 2ps : 3kr
b. Paving blok tebal 8 cm K 200
c. Kanstin pas batu kali 1pc : 5ps
2. Proses pekerjaan pemasangan Paving blok:

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
25

a. Proses Pemasangan Paving blok tebal 8 cm K 200 dan pada akhir


/ tepi pasangan Paving blok dipasang Kanstin pas batu kali 1pc :
5psdan di Plester 1pc:5ps, diaci dan disponeng.
b. Sebelum Pemasangan Paving blok tebal 8 cm K 200, Penyedia
Barang / Jasa harus menyerahkan contoh dari Paving blok tebal
8 cm K 200 yang akan dipakai untuk mendapatkan persetujuan
dari Pengawas / Pejabat Pembuat Komitmen.
c. Type Paving blok tebal 8 cm K 200 dengan produk sekualitas
Mutiara dan Dyamond (sudah mempunyai sertifikat dari
laboratorium Teknik yang di akui)
d. Untuk pemasangan Paving blok tebal 8 cm K 200 pada alas dasar
nya harus dengan dilapis pasir 6 cm.
e. Setelah selesai pemasangan digilas sampai rata kemudian
dihampar dengan pasir halus dan disiram dengan air
secukupnya.
f. Pada bagian tepi dikunci dengan Kanstin pas batu kali 1pc : 5ps
dan di Plester 1pc:5ps, diaci dan disponeng demikian pada awal
dan akhiran pelaksanaan.

g. Semua perbedaan / penyimpangan – penyimpangan di lapangan


harus dilaporkan oleh pengawas / Pejabat Pembuat Komitmen.
h. Ukuran –ukuran patok harus dipasang oleh penyedia
barang/jasa di saksikan bersama – sama pengawas / Pejabat
Pembuat Komitmen.
i. Duga / peil yang di setujui / ditetapkan dengan menambah
peninggian tanah sesuai kondisi dilapangan.
j. Pengurugan harus menggunakan tanah yang baik, bersih dari
kotoran dan mencapai tinggi peil yang ditentukan.
k. Tanah dasar yang akan dipasang Paving blok tebal 8 cm K 200
harus dipadatkan alat berat Stoom Wales (Kecil).
l. Sebelum diberi lapisan pasir permukaan tanah dasar harus bersih
dari kotoran Lapisan pasir di atas tanah ini dipadatkan sampai
mencapai tinggi yang ditetapkan.
m. Pasir yang digunakan kualitas pasir urug yang bersih dari
kotoran dan lumpur
n. Untuk memperoleh lapisan tebal 8 cm padat harus digelar pasir
setebal 6 cm.
o. Di kiri / kanan dan awalan / akhiran Paving blok tebal 6 cm K
200 sebagai pembatas dipasang Kanstin pas batu kali 1pc : 5ps
dan di Plester 1pc:5ps, diaci dan disponeng (sesuai ketentuan
gambar).
p. Setelah selesai Pemasangan Paving blok tebal 8 cm K 200
dipadatkan sampai rata dengan alat berat Stoom Wales (Kecil)
dan selanjutnya dihampar dengan pasir halus sebagai pengisi
naad.
q. Pada pekerjaan paving blok sebagaimana dimaksud pada
prinsipnya baik ukuran dan letaknya menyesuaikan gambar kerja

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
26

24. PEKERJAAN Pekerjaan Prasarana dan Penyelesaian halaman


PRASARANA DAN 1. Membersihkan lokasi dan merapikan halaman dari sisa bahan
PENYELESAIAN bangunan / kotoran yang bersifat sampah ke luar lokasi.
HALAMAN 2. Semua kerusakan bangunan dan lingkungan yang ada
diakibatkan oleh pelaksanaan pembangunan, maka Penyedia
Barang / Jasa bertanggung jawab untuk memperbaikinya.
3. Semua penggunaan fasilitas di lingkungan pekerjaan, Penyedia
Barang / Jasa supaya minta ijin Kepala Instansi Dinas yang
bersangkutan.

25. STÁNDAR BAHAN Dalam penggunaan bahan-bahan bangunan PUBI 1982 dan Standar
yang dipakai di Indonesia seperti terurai di bawah ini :
1. Semen Portland (P.C)
Semen Portland yang digunakan adalah semen jenis I dengan standar
mutu SII 0013-81, maka dari itu dapat digunakan semen Gresik,
Nusantara, Tiga Roda.

2. Kapur Bangunan
Kapur yang digunakan adalah kapur padam yaitu jenis kapur lahar
yang dipadamkan dengan air dan membentuk hidrat adapun
persyaratannya sesuai tabel 4-2 PUBI 1982 dan juga SMI-03-2097-
1991.
3. Air
Air yang digunakan harus bersih tidak mengandung lumpur,
minyak, benda terapung, yang bisa dilihat secara visual dan asam –
asam zat organik dan sebagainya.
4. Tanah Urug
Tanah Urug kualitas baik harus bersih dari humus, akar tanaman,
rumput dan lain-lain.
5. Pasang Pasir
Pasang Pasir harus bersih, kadar air maksimum 5% tidak
mengandung zat organik, dan angka kehalusan yang lolos ayakan
0,3 mm minimal 20%.
6. Pasir Urug
Pasir Urug berbutir halus, bersih, kadar lumpur maksimum 10%
tidak mengandung zat organik dan angka kehalusan yang lolos
syarat 0,5 mm minimal 20%.
7. Seplit Beton
Seplit Beton yang digunakan adalah kerikil alam atau pecah yang
berukuran 5-25 mm. Persyaratan kerikil beton berdasarkan syarat
fisik dan syarat kimia PUBI 1982 pasal 12 ayat 2.1 ayat 2.2.
8. Batu Bata
Ukuran standar dengan toleransi ukuran sesuai tabel 27-1 dan 27-2
PUBI 1992. Bagian yang pecah dari bata Bata tidak boleh dari 10 %.
Persyaratan kuat tekan harus memenuhi ketentuan pada tabel 27-3
PUBI 1982.
9. Besi Beton

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
27

Besi Beton yang digunakan adalah besi beton St. 37 yang memenuhi
PBI 1971 dan memenuhi standar SII.
10. Keramik
Keramik yang dipakai untuk lantai 30/30 cm 30/30 cm sekualitas
(Mulia, Roman, Asia) atau standart spesifikasinya sesuai dengan
an SNI-03-0028-1987.
11. Meni besi / Kayu
Meni besi / Kayu Sekualitas PATNA/JAGO, cat kayu Sekualitas EMCO
LUX Cat tembok (Catylac, Decolith) harus memenuh persyaratan
yang ditetapkan dalam PUBI 1982 tabel 53-1 dengan referensi NI.4,
Peraturan Cat Indonesia. Cat Tembok yang digunakan adalah cat
emulsion dengan persyaratan sesuai tabel 54-2 PUBI.
12. Semua bahan yang dipakai untuk pekerjaan ini dapat bersifat
pabrikasi yang dengan syarat memiliki kualitas yang homogen :
semua bahan yang bersifat pabrikasi (besi/baja) dimensi yang
dipakai harus sesuai yang ada dan beredar di perdagangan umum
dengan toleransi sesuai SII (Stándar Industri Indonesia).

26. JASA KONTRUKSI Sesuai Undang – Undang Republik Indonesia nomor 18 Tahun 1999
tetang Jasa Konstruksi :

1. Pasal 25
Pejabat Pemmbuat Komitmen dan penyedia jasa wajib bertanggung
jawab atas kegagalan bangunan.
Kegagalan bangunan yang menjadi tanggung jawab penyedia jasa
ditentukan terhitung sejak penyerahan akhir perjaan kontruksi dan
paling lama 10 (sepuluh) tahun.

2. Pasal 28
Ketentuan mengenai jangka waktu dan penilai ahli, tanggung jawab
perencana kontruksi, pelaksanaan kontruksi dan pengawasan serta
tanggung jawab Pejabat Pemmbuat Komitmen diatur lebih lanjut
dalam Peraturan Pemerintah.

3. Pasal 29
Masyarakat berhak untuk melakukan pengawasan untuk mewujud
tertib pelaksanaan jasa kontruksi dan memperolah pengganti yang
layak atas kerugian yang dialami secara langsung sebagai akibat
penyelenggaraan pekerjaan kontruksi.

4. Pasal 30
Masyarakat bekewajiban menjaga ketertiban dan memenuhi
ketentuan yang berlaku dibidang pelaksanaan jasa kontruksi dan
turut mencegah terjadinya pekerjaan kontruksi yang membahayakan
kepentingan umum.

27. PENUTUP Apabila dalam Dokumen Pengadaan masih terdapat kekurang lengkapan
maka akan digunakan ketentuan yang berlaku dan akan dituangkan

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi
28

dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Anvulling) sebagaimana


mestinya.

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik


Pekerjaan Konstruksi
Metode e-Lelang [Pemilihan Langsung]
dengan Pascakualifikasi