Anda di halaman 1dari 3

Nama : Silverius Frederika Prastika

Kelas/NIM : 3B/01916085

REVIEW JURNAL

Judul Penelitian : “Modifikasi Nebulizer Kompresor Dengan Menambahkan


Pengaturan Timer Dan Detektor Cairan Obat Sebagai
Batasan Waktu Terapi Pemberian Obat Pada Penderita
Asma”
Penulis : Andica Fernando, Alex Surapati, dan Faisal Hadi
Volume & Halaman : Vol. II, Halaman 1-11.
Tahun : 2016.
Bidang Keahlian : Teknik Elektro.
Tujuan Penelitian : Tujuan utama penulis adalah melakukan modifikasi alat
Nebulizer Kompresor dengan menambahakan pengaturan
timer dan detector cairan obat sebagai batasan waktu terapi,
dengan melakukan modifikasi ini diharapkan dapat
memudahkan kerja perawat atau dokter dalam
mengoperasikannya pada pasien.
Metode Penelitian : Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode
kuantitatif deskriptif, karena penulis melakukan penelitian
secara terperinci, sistematis, dan terstruktur sehingga di
dapatkan hasil akhir berupa data tabel dan menarik suatu
kesimpulan dari data tersebut.
Data Hasil Penelitian :
Volume (cc) Volume Waktu Vout/Volume Waktu/Volume
(Volt) (Detik) (Volt/cc) (Detik/cc)
1 0,276 613 0,726 613
2 0,832 1357 0,416 673,5
3 0,843 2086 0,281 695,33
4 0,926 2527 0,2315 631,75
5 1,116 3163 0,2232 632,6
6 1,221 3492 0,2035 582
Rata-rata 0,3469 638,86
Analisis Data : Berdasarkan pengambilan data untuk 6 sampel percobaan
1-6 cc dapat dianalisa bahwa waktu yang dibutuhkan untuk
menguapkan cairan obat semakin banyak cairan obat maka
semakin lama juga waktu yang dibutuhkan untuk
menguapkan cairan obat tersebut. Kemudian dilakukan
perhitungan untuk mengetahui rata-rata waktu yang
dibutuhkan nebulizer untuk menguap didapati selama 638,86
detik/cc dan tegangan output sensor ratarata per cc nya
adalah 0,3469 V/cc untuk menguapkan cairan obat sebanyak
1 cc.
Pembahasan : Dalam pembahasan jurnal yang dibuat penulis, penulis
melakukan modifikasi alat Nebulizer Kompresor dengan
menambahkan timer otomatis dan detector cairan obat
sebagai pembatas waktu lamanya proses terapi. Modifikasi
yang dilakukan penulis terdiri dari perencanaan pembuatan
rangkaian catu daya, dan rangkaian relay. Dengan
menggunakan dua konduktor penghatan yang dimasukkan
kedalam chamber (tempat obat) sebagai detector cairan obat,
pada saat alat bekerja maka akan terjadi proses nebulasi
sehingga berkurangnya cairan obat dalam chamber, pada saat
cairan obat habis maka dua konduktor tidak terbubung
sehingga tidak ada arus yang mengalir ke basis transistor,
sehingga transistor memberikan trigger cut off pada relay dan
mematikan system kompresor dan buzzer akan menyala
sebagai pertanda obat telah habis dan proses nebulasi
berhenti secara otomatis dengan kata lain modifikasi alat
Nebulizer Kompresor ini hanya memanfaatkan dua lempeng
konduktor yang dimasukkan ke chamber sebagai pembatas
lamanya waktu terapi.
Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa alat Nebulizer hasil modifikasi
penulis dapat diaplikasiakan untuk terapi pasien secara
langsung, namun perlu dilakukan uji strandarisasi oleh pihak
berwenang. Rangkaian timer dan detektor cairan obat pada
alat nebulizer yang terhubung dengan buzzer, disambungkan
ke driver relay yang terhubung dengan motor kompresor
yang akan melakukan proses nebula menuju masker pasien
bekerja dengan baik dan kompak.
Komentar :
1. Pembahasan teori dasar mengenai penyakit asma dan alat Nebulizer secara
umum sangat baik, sehingga pembaca dapat mengetahui kegunaan alat yang
dikembangkan.
2. Penggunaan tata bahasa yang digunakan penulis sangat baik, sehingga
pembaca dapat memahaminya dengan baik.
3. Metode penelitian yang dibuat sangat baik yang meliputi cara kerja alat
sampai dengan dihasilkan suatu data analisa alat modifikasi.
4. Kurang lengkap dalam menyimpulakan apakah alat tersebut dapat benar-
benar diterapkan ke pasien.