Anda di halaman 1dari 81

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON


S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pertumbuhan dan perkembangan dunia properti di Indonesia
semakin tahun semakin terus meningkat. Pertumbuhan dunia properti
tersebut tentunya diiringi dengan perkembangan bangunan properti seperti
bangunan hunian, bangunan komersil yang meliputi pusat perbelanjaan,
rumah sakit, gedung perkantoran, motel, hotel, dan superblock ( komplek
bangunan komersial dan residensial). Hal tersebut menuntut para Engineer
Konstruksi untuk berlomba - lomba menciptakan bangunan industri yang
kokoh, kuat, nyaman, dan tahan lama.
Salah satu bentuk proyek konstruksi yang bergerak dalam bidang
pembangunan ialah Proyek Pembangunan Icon Mall dan Apartemen
Gresik. Tujuan dibangunnya bangunan komersil ini adalah untuk
memfasilitasi kebutuhan masyarakat Gresik akan adanya Mall dan
Apartemen. Dengan adanya mall dan apartemen ini juga di harapkan
mampu berkontribusi dalam mempermudah masyarakat pendatang kota
Gresik agar lebih nyaman dan bahagia berada di Gresik.
Pada kesempatan kali ini, penulis melakukan kerja praktek pada
pembangunan Icon Mall dan Apartemen yang bertempat di Gresik. Di
pilihnya proyek Icon Mall dan Apartemen karena kompleksitas pekerjaan
dan proyek pembangunan Icon Mall dan Apartemen Gresik dipegang oleh
kontraktor nasional BUMN yaitu PT WIKA Gedung sehingga di rasa akan
mendapat banyak ilmu, pengalaman dan pengetahuan yang guna
memahami pengaplikasian ilmu dan teori perkuliahan di lapangan maupun
di kantor.
Penulis melaksanakan kerja praktek dimulai dari tanggal 26
Desember 2017 – 11 Maret 2018 ( 75 hari kerja ). Terhitung tanggal 26
Desember 2017, progress aktual proyek Apartemen Icon Gresik mencapai
16,4296% dan progress rencananya ialah 15,9478% yang berarti proyek

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 1
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

ini berjalan lebih cepat dari yang direncanakan dan memiliki deviasi
kemajuan / deviasi positif sebesar 0,4818%. Penulis akan membahas
tentang pengendalian sumber daya proyek yang terdiri dari 5M ( money,
man, machine, method, material ) dan pengendalian resiko proyek. Hasil
pengamatan dari kerja praktek tersebut akan di bahas secara rinci di bab
selanjutnya.

1.2 Tujuan
Tujuan yang diharapkan dalam laporan kerja praktek ini adalah
1. Monitoring dan pengendalian sumber daya proyek (money, man,
machine, method, material)
2. Pengendalian resiko proyek

1.3 Manfaat
1. Dapat mengetahui pengendalian sumber daya proyek (money, man,
machine, method, material) pada proyek Icon Mall dan Apartemen
Gresik.
2. Dapat mengetahui pengendalian resiko proyek pada proyek Icon Mall
dan Apartemen Gresik.

1.4 Batasan – Batasan Masalah


Untuk membatasi permasalahan yang akan dibahas pada laporan ini,
penulis akan melakukan pengamatan pengendalian sumber daya proyek
dilakukan pada semua pekerjaan pada progres actual 16,4296% sampai
dengan 22,687%

1.5 Pelaksanaan Kegiatan


Praktek Kerja Lapangan dilaksanakan pada proyek pembangunan
Icon Mall dan Apartemen di Kebomas, Gresik. Pemilik proyek tersebut
adalah adalah PT Raya Bumi Nusantara Permai yang kemudian

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 2
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

dikerjakan oleh Main Contractor PT. WIKA Gedung. Serta pekerjaan


konstruksi di lapangan diawasi oleh Konsultan Pengawas PT.
Manajemen Konstruksi Utama (MKU). Penulis melakukan pengamatan
dibawah naungan Main Contractor PT. WIKA Gedung.

1.6 Jadwal Kegiatan dan Alokasi Waktu


Praktek Kerja Lapangan dilaksanakan selama 75 hari kerja, dimulai
dari tanggal 26 Desember 2017 – 11 Maret 2018 pada hari kerja, yaitu
hari Senin sampai hari Sabtu. Jam kerja pada hari Senin sampai hari
Jum’at yaitu pukul 08.00 – 17.00 WIB dilanjut jam 19.00 – 22.00.
Sedangkan untuk hari Sabtu mulai pukul 08.00 – 17.00. Selama proses
kerja praktek, kegiatan yang dilakukan adalah mempelajari Commersil ,
Engineering, Pelaksanaan Quality Control, Health and Safety Enviroment
dan Pelaksanaan Production Planning Control. Kegiatan – kegiatan
tersebut meliputi pengerjaan Calculation Sheet, Bar Bending Schedule,
Penjadwalan Kurva S, autocad, monitoring semua pekerjaan di lapangan,
melakukan Inspeksi di area proyek pra sampai paska pengecoran,
melakukan kontrol terhadap pelaksanaan Health Safety & Environment
(HSE) di dalam proyek.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 3
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

BAB 2. TINJAUAN UMUM PROYEK

2.1 PT. Wijaya Karya Gedung


2.1.1 Sejarah Perusahaan
WIKA Gedung, sebagai salah satu dari enam anak perusahaan PT Wijaya
Karya (Persero) Tbk (WIKA), telah tumbuh dan berkembang secara konsisten
melayani pasar pemerintah, BUMN/BUMD, loan dan swasta di Indonesia. Berdiri
pada 24 Oktober 2008, WIKA Gedung memulai usaha di bidang konstruksi
bangunan gedung dan memiliki reputasi sebagai perusahaan konstruksi terdepan
di Indonesia.
Sebagai langkah inisiatif dalam mengembangkan inovasi jasa konstruksi,
WIKA Gedung melanjutkan pengembangan ke bisnis properti pada 2013. Sejalan
dengan arahan pemegang saham untuk melakukan transformasi, WIKA Gedung
mulai mengembangkan bisnis properti ke arah investasi dan konsesi untuk
mendukung pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan dan memperoleh hasil
dari recurring income.
WIKA Gedung telah mengalami transformasi bisnis dalam rangka
mencapai sasaran yang ditetapkan dalam RJP (Rencana Jangka Panjang) maupun
RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) untuk mampu beradaptasi
terhadap perubahan lingkungan usaha.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 4
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Pada 2012, WIKA Gedung fokus pada profitabilitas melalui pemilihan


pelanggan yang selektif, penerapan Blue Ocean Strategy, efisiensi biaya, dan
peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai aset perusahaan (Human
Capital). WIKA Gedung menjalankan transformasi 2 melalui pengembangan ke
bisnis properti pada 2012-2013 dan melanjutkan transformasi 3 dengan
melakukan Penawaran Umum Perdana atau IPO (Initial Public Offering) pada
2017, sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Demi tercapainya pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan, WIKA Gedung
mengutamakan produk dan service yang berkualitas, bernilai tambah serta peduli
terhadap keselamatan dan lingkungan untuk kehidupan manusia yang lebih baik.
Selain itu, perusahaan turut membangun engagement dengan para pemangku
kepentingan sebagai kunci kesuksesan hubungan bisnis.
Kesuksesan WIKA Gedung juga berdasar pada manajemen bisnis yang
adil dan transparan, yang dapat dilihat melalui komitmen perusahaan dalam
menerapkan standar tertinggi dari praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau
GCG (Good Corporate Governance) serta menciptakan inovasi untuk
meningkatkan pertumbuhan dan penciptaan nilai. Selain itu, perusahaan turut
menerapkan konsep Manajemen Pengetahuan demi tercapainya objektif
perusahaan melalui pemanfaatan aset informasi sebaik-baiknya.
Sejak berdirinya pada bulan Oktober tahun 2008 sampai saat ini PT. WIKA
Gedung telah berpartisipasi dalam beberapa proyek – proyek gedung di Indonesia,
seperti :
1. Terminal 3 Ultimate Soekarno-Hatta International Airport – Banten
2. FEB ( Fakultas Ekonomi dan Bisnis) Universitas Gajah Mada –
Yogyakarta
3. Modern Market Puncak Permai – surabaya
4. Puncak Permai Apartment – Surabaya
5. Solo Paragon Hotel & Residences – Surakarta
6. Sepinggan International Airport – Balikpapan, Kalimantan Timur
7. Sahid Eminence Ciloto – Puncak

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 5
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

8. Bethsaida Hospital, - Tangerang, Banten


9. Stadion Utama PON XVIII Riau – Pekanbaru
10. Da Vinci – Jakarta
11. Gedung kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik
Indonesia – Jakarta
12. Star Square manado – Sulawesi Utara
13. Hyatt Regency Hotel – Jakarta
14. Hotel Ibis Semarang – jawa Tengah
15. Kantor Gubernur Provinsi Riau- Pekanbaru
16. GMF AeroAsia – jakarta
17. Rumah Sakit Universitas Indonesia – Depok
18. RSUD ( Rumah Sakit Umum Daerah ) Pasar Minggu – Jakarta
19. Luxton Hotel – Bandung
20. Kirana Apartment – Jakarta
21. Permata Berlian apartment – Jakarta
22. Puncak Bukit Golf – Surabaya
23. Rumah Sakit Husadda – Jakarta
24. Sahid Sahirman Memorial Hospital – Jakarta
25. Sentra Land – Semarang
26. Solo Paragon Mall
27. Artotel Hotel Surabaya
28. Aston Priority – Jakarta
29. Ross Inn Hotel – Yogyakarta
30. Sheerwood residence – Jakarta
31. Transmart Tegal
32. Transmart Sidoarjo
33. Adi Wangsa Apartment – Surabaya
34. Masjid Nurul Bilad Mandalika – Lombok
35. Uttara The Icon – Yogyakarta
36. Dll

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 6
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

2.1.2 Ruang Lingkup Usaha


Dengan memposisikan diri sebagai "Total Solution Contractor", WIKA
Gedung senantiasa memberikan solusi bernilai tambah, pelayanan terbaik dalam
quality & safety dengan menciptakan dan meningkatkan keunggulan kompetitif
perusahaan dalam bidang konstruksi, meliputi feasibility study, perencanaan,
engineering design, konstruksi bangunan gedung, manajemen proyek, pendanaan,
serta operation & maintenance.
Demi memenuhi kebutuhan jangka panjang pelanggan, WIKA Gedung
memperkuat core business perusahaan (konstruksi bangunan gedung), dengan
membangun pertumbuhan usaha melalui pengembangan kerjasama strategis
dengan developer besar di Indonesia, partisipasi dalam realisasi program
pemerintah “Program Satu Juta Rumah” dan penerapan pola kerjasama investasi
dimana WIKA Gedung berperan sebagai kontraktor utama.

2.1.3 Visi dan Misi Perusahaan

Visi :
Menjadi partner pilihan dalam menciptakan ruang (space) untuk kehidupan
manusia yang lebih baik.

Misi :
 Produk dan services yang berkualitas
 Peduli terhadap kehidupan
 Engagement pemangku kepentingan
 Good Corporate Governance dan praktik etika bisnis.
 Inovasi untuk meningkatakan pertumbuhan dan penciptaan nilai.

2.1.4 Nilai Inti Perusahaan


 Agility (Fokus, Fleksibel, dan Cepat)
 Caring (People, Safety, dan Environment)

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 7
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

 Excellence (Mengkolaborasikan produksi yang bersinergi dan


menciptakan kualitas yang bagus)

2.2 Lokasi Proyek


Proyek Pembangunan Icon Mall dan Apartement Gresik terletak di Jalan
Dr. Wahidin Sudirohusodo no. 788 Kembangan, Kebomas, Kabupaten Gresik,
Jawa Timur 61124

Gambar 2. 1 Lokasi Proyek Pembangunan Icon Mall dan Apartement Gresik


(Sumber : google earth , 2018)

2.3 Data – Data Proyek


Proyek Pembangunan Icon Mall dan Apartement Gresik ini memiliki data
proyek sebagai berikut :

Nama Proyek : Icon Mall dan Apartemen


Lokasi Proyek : Komplek Green Garden, Jalan Dr. Wahidin
Sudirohusodo 788 Kembangan, Kebomas,
kabupaten Gresik, Jawa Timur 61124
Nilai Kontrak : Rp 275.000.000.000 ( include Ppn 10%)
Pemilik Proyek : PT Raya Bumi Nusantara Permai
Main Contractor : PT WIKA Bangunan Gedung
Konsultan Arsitektur : 1. PT WIKA Bangunan Gedung

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 8
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Konsultan Struktur : 1. PT WIKA Bangunan Gedung


:
Konsultan MEP : 1. PT WIKA Gedung

Konsultan MK : PT Manajemen Konstruksi Utama


Nomor Kontrak : Surat Perjanjian Pemborongan 146/SPK-
RBNPP.APT/XI/2016
Tanggal Perolehan : 10 Oktober 2016
Waktu Penyelesaian 1146 hari kalender atau 38 bulan (10
November 2016 s/d. 31 Desember 2019)
Waktu Pemeliharaan : 180 ( Seratus Delapan Puluh) hari sejak Berita
Acara Serah Terima 100%
Lingkup Pekerjaan : Struktur Baawah, Atas, Finishing, MEP,
hardscape
Luas Tanah : 6337 m2
Luas Bangunan : 79.801 m2
Manajer Proyek : Fachrul Razi

2.4 Perencanaan Proyek


Proyek Pembangunan Icon Mall dan Apartment Gresik ini didesain dan
direncanakan langsung oleh PT. Wijaya Karya Bangunan gedung. Sebelum
perencanaan dilakukan banyak faktor–faktor yang perlu dipertimbangkan, antara
lain peninjauan lokasi pembangunan, desain bangunan yang diinginkan owner
proyek, lama pengerjaan proyek, dan yang paling penting adalah biaya yang akan
di habiskan mulai dari proyek dimulai sampai selesai. Biaya dan waktu yang di
rencanakan pun harus efisien, namun tidak mengurangi kualitas dan keamanan
bangunan.
Pada awal perencanaan dilakukan pelelangan tender oleh PT. Raya Bumi

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 9
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Nusantara Permai selaku owner dari proyek Icon Mall dan Apartment Gresik.
Selanjutnya PT. Manajemen Konstruksi Utama (MKU) melakukan perencanaan
berdasarkan konsep yang telah disiapkan oleh pihak owner dalam pembangunan
Icon Mall dan Apartment. Selanjutnya dilakukan pelelangan tender untuk
penunjukan main contractor oleh PT. Raya Bumi Nusantara Permai selaku owner.
Selanjutnya terpilih main contractor sebagai pemenang pelelangan tender
yang melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati.
Kemudian dari pihak owner menunjuk konsultan pengawas yang dalam proyek ini
adalah PT. Manajemen Konstruksi Utama (MKU). Setelah pihak konsultan
perencana selesai merencanakan maka akan menghasilkan dokumen gambar For
Information Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik .
Selanjutnya gambar akan memasuki tahap Tinjau Ulang , tahap ini di
lakukan jika terjadi pembaharuan atau ketidak cocokan antara gambar for
information dengan keadaan di lapangan oleh PT. WIKA Gedung. Jika gambar
tinjau ulang sudah di setujui maka di keluarkan gambar for Approval yang sudah
di Approved, setelah di Approved maka selanjutnya keluar gambar for contruction
yang telah di setujui oleh pihak owner, konsultan perencana dan konsultan
pengawas. Selain dokumen gambar For Construction, juga ada dokumen Rencana
Kerja dan Syarat (RKS) yang dapat digunakan sebagai pedoman. RKS merupakan
dokumen tambahan apabila dalam dokumen For Construction kurang jelas dan
tidak lengkap.
Pada saat pengerjaan proyek, pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana
yang diawasi oleh konsultan pengawas. Acuan utama yang digunakan adalah
Gambar For Construction digambar ulang menjadi Shop Drawing. Shop Drawing
dibuat karena bisa saja ada gambar yang ingin dirubah oleh perencana ataupun
pemilik proyek. Sebelum Shop Drawing diaplikasikan di lapangan, terlebih
dahulu gambar tersebut diasistensikan dan harus disetujui oleh Konsultan
pengawas, mengingat Konsultan pengawas merupakan konsultan yang mengawasi
pekerjaan di lapangan sesuai atau tidak dengan perencanaan. Shop Drawing juga
merupakan gambar detail dan menyeluruh dari bangunan yang akan dibangun.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 10
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Jika Shop Drawing sudah diaplikasikan di lapangan, akan ada As Built Drawing
yang merupakan gambar jadi yang telah diaplikasikan di lapangan.

2.5 Struktur Instansi dan Organisasi

Dalam proyek ini terdapat intansi yang memiliki kegiatan masing-masing,


Berikut kegiatan yang menggambarkan instansi-instansi yang berada di proyek :
1. PT. Raya Bumi Nusantara Permai, yang merupakan pihak owner
mempunyai agenda kegiatan yakni :
a. Check list kegiatan proyek yang hendak di laksanakan di lapangan.
b. Menyediakan biaya yang diperlukan untuk terwujudnya suatu
pekerjaan bangunan.
c. Menerima pekerjaan apabila sudah selayaknya dan tidak keberatan
menyetujui :
 Bukti bahwa kontraktor telah memenuhi kewajiban dalam
menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak yang telah
disepakati.
 Perpindahan resiko dari kontraktor ke owner setelah masa
perawatan bangunan selama 1 tahun.

2. PT. Manajemen Konstruksi Utama ( MKU ), sebagai konsultan


pengawas mempunyai agenda kegiatan, yakni :
a. Membimbing pengawasan utama pelaksanaan pekerjaan/bangunan.
b. Menyelenggarakan dalam surat menyurat yang berhubungan
dengan pelaksanaan pekerjaan.
c. Mengatur dan meneliti kesesuaian progress pekerjaan lapangan.
d. Memeriksa dan memperbaiki gambar kerja yang dibuat main-
contractor
e. Menyusun laporan kemajuan pekerjaan.
f. Mengawasi dan menguji kualitas/mutu bahan bangunan.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 11
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

g. Menyiapkan dan menyusun berita acara pekerjaan.

3. PT. WIKA Gedung, yang merupakan main-contractor mempunyai


agenda kegiatan yakni seluruh pekerjaan konstruksi yang :
a. Bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh owner sebagai
akibat langsung dari kesalahan yang dibuat perencana.
b. Merencanakan desain proyek dari lingkup
 Pekerjaan pokok terdiri dari : sketsa gagasan, pra rencana,
rencana pelaksanaan, gambar detail, RAB, pelelangan
subcontractor, pengawasan berkala, uraian lingkup
pekerjaan (uraian umum, administrasi, teknik).
 Pekerjaan pelengkap : pembuatan maket, gambar
perspektif, penyelidikan tanah, pemetaan tapak, pengadaan
data.
 Pekerjaan khusus : pekerjaan lain yang memerlukan
keahlian khusus berupa gambar, perhitungan struktur,
instalasi teknik, dll.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 12
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

STRUKTUR ORGANISASI
PROYEK PEMBANGUNAN ICON MALL DAN APARTEMEN GRESIK

Agar kegiatan konstruksi berjalan secara teratur dan sistematis, dibuat struktur
organisasi yang memiliki berbagai macam divisi dan memiliki tugas pokok yang
berbeda-beda. Tugas pokok masing-masing divisi tersebut dapat dijelaskan
sebagai berikut:
 Project Manager
Project Manager adalah orang yang bertanggung jawab penuh terhadap
pelaksanaan proyek, yang mengawasi semua tenaga kerja yang terlibat dalam
proyek, baik yang berada di lapangan maupun yang bertugas di kantor
 Site Manager
Site Manager merupakan staff ahli untuk mewakili perkerjaan kontraktor di
lapangan dan memiliki wewenang penuh untuk mengambil tindakan yang
berkaitan dengan pelaksanaan semua pembangunan serta bertanggung jawab atas

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 13
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

segala hal yang terjadi pada pekerjaan proyek konstruksi.


 Commersial
Commersial memiliki tugas untuk menghitung volume pekerjaan, mengawasi
pelaksanaan pekerjaan di lapangan dan secara intens berinteraksi dengan tenaga
kerja di lapangan dan secara langsung pula memberi instruksi atau komando pada
tenaga kerja. Commersial juga berperan untuk menentukan metode yang tepat
dalam pelaksanaan kerja di lapangan, agar pekerjaan dapat berjalan secara efektif
dan efisien.
 Engineering
Engineering membantu tugas manajer proyek yang memiliki tugas dalam
perencanaan teknis dan material yang meliputi menentukan volume pekerjaan,
calculation sheet dan bar bending schedule. Hal ini berkaitan dengan
penghitungan pengadaan material yang akan digunakan dalam konstruksi.
Penghitungan harus dilakukan secara tepat, agar tidak terjadi over material atau
bahkan kekurangan material di lapangan, sehingga perusahaan tidak mengalami
kerugian.
 Quality Control (QC)
Tugas Quality Control adalah melakukan inspeksi (material, alat pekerjaan).
Memeriksa dokumen sertifikasi (material, alat, pekerjaan). Mengawasi
pelaksanaan dan menganalisa hasil pengujian (material, pekerjaan).
 Production
Produksi bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan untuk konsumen dan
meminimalisir investasi pada persediaan perencanaan kapasitas, pengesahan
produksi dan pengesahan pengenalian produksi, persediaan kapasitas,
penyimpanan dan penggerakan material, peralatan, routing dan juga proses
planning.
 Safety, Health and Environment (SHE)
Safety, Health and Environment memliki tugas untuk memastikan keselamatan
kerja memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan SHE. Melakukan inspeksi situs
keamanan rutin dan tindak lanjut, seperti apabila terdapat pekerjaan galian, maka

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 14
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

daerah galian tersebut diberi baricade. Membantu penyelidikan insiden,


melakukan dan menyajikan temuan keselamatan. Melaksanakan penilaian risiko
dan kontrol pada kegiatan situs.
 Gudang
Merupakan bagian yang menangani pengadaan barang, peralatan dan material
untuk pelaksanaan proyek.
 Keuangan
Bagian ini merupakan bagian yang membantu project manager dalam menangani
masalah administrasi maupun keuangan. Tugasnya adalah mengatur administrasi
proyek, mengatur keuangan proyek, mengatur upah tenaga kerja dan mengatur
surat-surat yang diperlukan

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 15
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

BAB III.
PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

3.1 Kegiatan Harian Kerja Praktek


Kerja praktek yang dilaksanakan di Proyek Pembangunan Gresik Icon
Apartemen dimulai dari tanggal 26 Desember 2017 sampai dengan 11 Maret
2018. Dalam waktu tersebut, terhitung 75 hari masuk kerja yang segala kegiatan
selama kerja praktek telah tercatat dan terdokumentasi.

3.2 Pelaksanaan Kerja Praktek


 Minggu 1 ( 26 Desember – 31 Desember 2017)
a. Aktifitas / kegiatan :
1. Mapping progress pekerjaan arsitektur dan struktur di lapangan
lalu hasil mapping diinput di autocad dan di print sebagai laporan
mingguan.
2. Sentris kolom
3. Convert pekerjaan tender dari format pdf menjadi dwg
menggunakan aplikasi Any PDF to DWG converter dan scaling
sesuai dengan dimensi yang tertera pada autocad.
4. Monitoring pekerjaan pengecoran ramp di P3.
b. Output kegiatan :
1. Mengetahui progress apa saja yang terjadi pada minggu pertama
kerja praktik
2. Mengetahui kecocokan antara gambar shop drawing dan realita di
lapangan saat centering kolom.
3. Mengetahui cara mengonvert pekerjaan dari format pdf menjadi
dwg dan mengingatt kembali cara mengoperasikan autocad
4. Mengetahui tahap proses pengecoran ramp yang medannya miring.
c. Permasalahan :
1. Masih agak bingung dalam membaca denah dan menyesuaikan

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 16
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

dengan posisi di lapangan


2. Kolom yang akan di centering sangat banyak dan proses centering
membosankan
3. Aplikasi untuk konvert pekerjaan hanya dapat dilakukan 3x
convert, apabila akan mengonvert lebih dari 3 harus memulai ulang
aplikasi tersebut.
4. Pengecoran ramp dilaksanakan pada malam hari sekitar pukul
23.00 WIB dan kami pulang kerja praktek pukul 22.00 WIB dan
itulah yang menyebabkan kantuk dan lelah.
d. Rekomendasi :
1. Lebih memperhatikan denah proyek agar mengerti dan tidak
kebingungan saat membaca denah di lapangan.
2. Sebaiknya centering kolom dilakukan dengan senang hati agar
tidak membosankan
3. Mencari aplikasi yang dapat mengonvert lebih baik daripada
aplikasi yang diberikan
4. Setelah memonitoring pengecoran ramp sebaiknya langsung
pulang dan tidur agar keesokan harinya tetap fresh.
 Minggu 2 ( 1 Januari – 7 Januari 2018 )
a. Aktifitas / kegiatan :
1. Menghitung pekerjaan shear wall pada tender proyek Manyar,
Surabaya, meliputi perhitungan kebutuhan volume tulangan,
sengkang, kros kolom, beton, dan bekisting.
2. Menghitung volume beton untuk tangga pada tender proyek
Manyar, Surabaya.
3. Mapping progress pekerjaan arsitektur dan struktur di lapangan
lalu hasil mapping diinput di autocad dan di print sebagai laporan
mingguan.
b. Output kegiatan :
1. Mengetahui cara menghitung volume tulangan, sengkang, kros

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 17
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

kolom, beton dan bekisting pada shear wall dan mengetahui cara
menghitung volume beton pada tangga
2. Mengetahui cara membaca gambar detail shear wall dan tangga
3. Mengetahui progress apa saja yang terjadi pada minggu kedua
kerja praktik
c. Permasalahan :
1. Agak susah dalam membaca gambar detail shear wall dan detail
tangga.
2. Susah dalam menghitung shear wall dan tangga karena saat itu
saya (Andini) mengerjakan pekerjaan sendirian dan tidak ada
teman diskusi karena para staff sibuk dengan pekerjaan masing-
masing dan saya sungkan mau bertanya banyak pada mereka. dan
ini merupakan kali pertama saya menghitung untuk tender, jadi
pastinya saya menghitung dengan diselimuti perasaan takut salah.
3. Merupakan minggu terberat saya (Andini) karena 3 hari berturut-
turut saya berkutat dengan perhitungan shear wall dan tangga yang
memiliki banyak bagian.
d. Rekomendasi
1. Lebih santai lagi dalam mengerjakan tugas karena masih kerja
praktik, wajar jika ada kesalahan dalam bekerja.
2. Lebih luwes dengan orang orang di divisi agar tidak terlalu
sungkan apabila akan bertanya.
 Minggu 3 ( 8 Januari – 14 Januari 2018 )
a. Aktifitas / kegiatan :
1. Melakukan pekerjaan centris balok P2 tower B
2. Mengamati pelaksanaan pemasangan pembesian pada kolom dan
pemasangan bekisting pada plat dan balok
3. Mapping progress pekerjaan arsitektur dan struktur di lapangan
lalu hasil mapping diinput di autocad dan di print sebagai laporan
mingguan.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 18
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

4. Mengurutkan data-data IPL


b. Output kegiatan :
1. Mengetahui bagaimana cara sentris kolom
2. Mengetahui pelaksanaan pemasangan pembesian pada kolom dan
pemasangan bekisting pada plat maupun balok.
3. Mengetahui fungsi IPL
c. Permasalahan :
1. Pada saat sentris balok, terdapat kesulitan dalam mencari
markingan, ada yang markingannya tertimbun oleh kotoran, ada
markingan yang hilang, padahal kami sudah menyikat lantai
dengan sikat kawat tapi tetap terkadang susah dalam menemukan
markingan.
d. Rekomendasi :
1. Lebih semangat dalam mencari markingan yang terkadang susah
ditemukan
2. Sebaiknya lingkungan proyek setelah ada pekerjaan harus
dirapikan kembali agar tidak menghalangi pekerjaan lainnya.
 Minggu 4 ( 15 Januari – 21 Januari 2018 )
a. Aktifitas / Kegiatan :
1. Mengamati pelaksanan pembesian plat pada P6 tower B
2. Mengamati pelaksanaan pembongkaran besi dan bekisting pada P6
tower A
3. Menghitung kebutuhan besi pada balok dan plat area P6 tower B
4. Quality control bersama MKU ( cek pekerjaan pilecap,
penyemprotan anti rayap dan pengecekan dimensi balok aea P6 )
5. Menghitung luasan balok area parkir dan ramp untuk kebutuhan
plesteran dan skimcoat (autocad)
b. Output kegiatan :
1. Mengetahui bagaimana pelaksanaan pemasangan pembesian plat
dan pembongkaran besi dan bekisting plat

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 19
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

2. Mengetahui cara menghitung kebutuhan besi pada balok dan plat


3. Mengetahui proses pekerjaan pondasi (penulangan pilecap,
pemasangan batako, pemasangan tulangan sloof)
4. Mengetahui proses penyemprotan anti rayap pada pondasi
5. Mengetahui cara menghitung luasan untuk kebutuhan plesteran dan
skimcoat
c. Permasalahan :
1. Lelah karena banyak pekerjaan di lapangan dan panas-panasan.
2. Pusing karena harus menghitung kebutuhan besi pada balok dan
plat sendirian 
d. Rekomendasi
1. Minum vitamin C agar tidak mudah sakit dan tetap jaga kesehatan

 Minggu 5 ( 22 Januari – 29 Januari 2018 )


a. Aktifitas / Kegiatan :
1. Menghitung kebutuhan bekisting plat pada area P6
2. sakit
 Minggu 6 ( 30 Januari – 4 Februari 2018 )
a. Aktifitas / Kegiatan :
1. Input bon material / alat sejak desember 2017
2. Checklist bersama MKU
3. Monitoring pekerjaan kolom P6
4. Rekap pemakaian besi selama bulan Januari dan sesuaikan
dengan stok besi yang ada
b. Output kegiatan :
1. Mengetahui material apa saja yang digunakan sejak bulan
desember 2017
2. Mengetahui adanya kesalahan dalam pengecoran kolom
c. Permasalahan :
1. Bon yang diinput banyak, jadi harus cekatan dan teliti dalam

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 20
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

membaca karena tulisan tidak begitu jelas.


2. insyaAllah ndak ada
d. Rekomendasi
1. Bertanya kepada staff lainnya mengenai tulisan di bon yang tidak
jelas
2. Tetap konsumsi vitamin C

 Minggu 6 ( 5 Februari – 11 Februari 2018 )


a. Aktifitas / kegiatan :
1. Rekap bon pemakaian material / alat
2. Rekap laporan mingguan
3. Rekap laporan bulanan
4. Cek progress di lapangan mulai dari P1 – P6
5. Mapping progress pekerjaan arsitektur dan struktur di lapangan
lalu hasil mapping diinput di autocad dan di print sebagai laporan
mingguan.
b. Output kegiatan :
1. Mengetahui material apa saja yang digunakan sejak bulan januari
2018
2. Mengetahui format membuat laporan harian dan bulanan
3. Mengetahui kegiatan apa saja yang terjadi pada hari tersebut
4. Mengetahui cara print autocad dengan kombinasi warna
c. Permasalahan :
1. Bon yang diinput banyak, jadi harus cekatan dan teliti dalam
membaca karena tulisan tidak begitu jelas.
2. Di lapangan sedang ada pekerjaan pemboran beton, banyak debu
yang berterbangan dan membuat kami bersin dan flu keesokan
harinya.

d. Rekomendasi :

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 21
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

1. Bertanya kepada staff lainnya mengenai tulisan di bon yang tidak


jelas.
2. Harus memakai masker saat monitoring di lapangan demi menjaga
kesehatan.

 Minggu 7 ( 12 Februari – 18 Februari 2018 )


a. Aktifitas / kegiatan :
1. Monitoring progress pekerjaan dan safety di lapangan
2. Sentris balok
3. Mapping pekerjaan struktur dan arsitektur pada P1 sampai P3
4. Monitoring pekerjaan pengecoran kolom
b. Output kegiatan :
1. Mengetahui progress apa saja yang sedang berlangsung di proyek.
2. Mengetahui adanya kontrol posisi balok setelah pengecoran dan
mengetahui cara pengoperasian alat 3D Liner Laser
3. Mengetahui pelaksanaan pengecoran kolom
c. Permasalahan :
d. Rekomendasi :
 Minggu 8 ( 26 Februari – 4 Maret 2018 )
a. Aktifitas/kegiatan
1. Centris kolom P4
2. Punchlist finishing pasangan dinding
3. Checklist penulangan kolom
4. Monitoring pengecoran plat dan balok
b. Output Kegiatan
1. Mengetahui adanya kontrol posisi kolom setelah pengecoran
2. Mengetahui persyaratan perkerjaan pasangan dinding
3. Mengetahui kelengkapan tulangan (utama, sengkang, sepihak)
4. Mengetahui tahap-tahap dan kontrol pengecoran plat dan balok.
c. Permasalahan

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 22
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

1. Ada beberapa posisi kolom yang melenceng namun masih dalam


toleransi
2. Punchlist harus maksimal karena pekerjaan finishing adalah tolak
ukur kerapian pekerjaan.
3. Adanya sambungan dari tulangan kolom sebelumnya yang
membuat pekerjaan susah rapi (jarak antar sengkangnya)
4. Mobilisasi beton yang secara berkala membuat mutu beton tidak
merata
d. Rekomendasi
1. Memperhatikan perkuatan bekisting, agar saat proses pengecoran
getaran yang dihasilkan dari vibrator tidak mempengaruhi posisi
bekisting yang sebelumnya sudah dipasang.
2. Pemasangan dinding harus sesuai dengan metode kerja
3. Pemasangan sengkang pada daerah sambungan harus sesuai
dengan jarak antar sengkang yang telah ditentukan
4. Memperhitungkan durasi mobilisasi beton agar mutu beton tetap
terjaga sampai pengecoran selesai.

 Minggu 9 ( 5 Maret 2018 s/d 11 Maret 2017)


a. Aktifitas/kegiatan
1. Centris balok
2. Monitoring load bekisting kolom
3. Cek elevasi plat dan balok P6
b. Output Kegiatan
1. Mengetahui adanya kontrol posisi balok setelah pengecoran dan
mengetahui cara pengoperasian alat 3D Liner Laser
2. Mengetahui cara penempatan bekisting agar sesuai dengan posisi
yang telah ditentukan
3. Mengetahui cara untuk memasang bekisting sesuai elevasi
rencana

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 23
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

c. Permasalahan
1. Belum pernah menjumpai pekerjaan centris balok di perkuliahan
dan belum pernah menjumpai alat 3D Line Laser dan Laser
Meter
2. Bentang tulangan kolom yang panjang mengakibatkan tulangan
tidak dapar berdiri tegak sempurna
d. Rekomendasi
1. Membaca pekerjan-pekerjaan apa saja yang dilakukan setelah
pekerjaan pengecoran balok (pekerjaan struktur)
2. Memberikan beton decking pada tulangan untuk menjaga tebal
selimut beton.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 24
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Uraian Umum


Pengendalian proyek menurut sudut pandang MK adalah suatu proses
rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menjamin hasil kerja dengan cara
melakukan tindakan korektif jika terjadi penyimpangan yang dijumpai pada
saat pelaksanaan pekerjaan konstruksi baik dari segi mutu, waktu dan biaya.
Pengendalian proyek bertujuan untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan
supaya tetap sesuai rencana awal proyek. Pengendalian proyek juga bertujuan
sebagai salah satu alternatif untuk memantau laporan pekerjaan yaitu dengan
cara membuat laporan tentang kemajuan pelaksanaan proyek yang telah
dilaksanakan khususnya dalam pekerjaan konstruksi. Pengendalian dilakukan
dengan beberapa tahapan yaitu monitoring, pengawasan, penilaian dan
evaluasi. Dari kelima pengendalian yang dilakukan oleh MK seluruhnya
membutuhkan tahapan monitoring, pengawasan, penilaian dan evaluasi.
Pengendalian proyek konstruksi pada Proyek Icon Mall dan Apartemen ini
terdiri dari beberapa jenis pengendalian yakni pengendalian biaya,
pengendalian jadwal, pengendalian mutu, pengendalian sumber daya manusia,
pengendalian material dan peralatan dan pengendalian K3.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 25
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Pengendalian
Biaya

Pengendalian Pengendalian
Material Waktu

Pengendalian
Proyek

Pengendalian
Pengendalian
Sumber Daya
Mutu
Manusia

Pengendalian
K3

Gambar 8. Cakupan Pengendalian Proyek

4.2 Pengendalian Waktu


Pengendalian waktu dalam sebuah proyek pembangunan perlu
dilakukan, karena sebuah waktu yang diperlukan akan mempengaruhi dari
segi mutu serta biaya yang dibutuhkan. Peranan MK dalam pengendalian
waktu, mutu dan biaya tentang pekerjaan konstruksi sangat diperlukan.
Pengendalian waktu dilakukan agar pekerjaan yang dikerjakan oleh
kontraktor dapat terselesaikan sesuai dengan rencana awal. Pengendalian
waktu dilakukan juga untuk membandingkan time shedule rencana dengan
time schedule realisasi. Time schedule berfungsi sebagai alat pengontrol
pelaksanaan pekerjaan, sehingga dari time schedule ini akan diketahui mana
pekerjaan yang harus mulai atau selesai atau pekerjaan yang bisa bersamaan
pelaksanaannya. Dalam penyusunan time schedule ini diperlukan data
volume, kapasitas tenaga kerja, waktu mulai dan selesai pekerjaan.
Pengendalian waktu dengan time schedule dilakukan oleh Manajemen
Konstruksi sebagai Manager Konstruksi. MK bekerja untuk mengawasi

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 26
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

pekerjaan kontraktor agar pengendalian waktu dapat terlaksana dengan baik.


Pengawasan dilakukan agar hasil pekerjaan sesuai dengan rencana dan secara
teknis dapat dipertanggung jawabkan. Kualitas pekerjaan yang tidak
memenuhi syarat dapat ditolak dan diperbaiki. Sehingga peranan MK sangat
menentukan dalam keberhasilan pengendalian kualitas pekerjaan. Salah satu
tindakan yang dilakukan pada proyek ini untuk mengendalikan kualitas
pekerjaan yaitu laporan-laporan pelaksaan yang dilaporkan dan dikaji secara
berkala. Pengendalian waktu dalam proyek ini berhubungan erat dengan
laporan harian, laporan mingguan dan laporan bulanan proyek.
a. Laporan Harian (oleh Kontraktor)
Laporan harian disusun setiap hari secara tertulis oleh pihak
pelaksana proyek dalam hal ini PT WIKA Gedung melakukan tugasnya
dalam mempertanggung jawabkan terhadap apa yang telah
dilaksanakan serta mengetahui hasil kemajuan pekerjaannya apakah
sesuai dengan rencana atau tidak. Laporan harian ini dibuat untuk
memberikan informasi bagi pengendali proyek dan pemberi tugas
melalui direksi tentang kemajuan dan perkembangan proyek yang
dilakukan setiap hari dapat dipantau meliputi:
1) Jumlah dan macam keahlian tenaga-tenaga sub kontraktor dan
kontraktor yang bekerja di lapangan.
2) Jumlah dan jenis material, bahan perlengkapan yang masuk di
lapangan.
3) Rencana dan program kerja kontraktor pada hari berikutnya.
4) Program kerja kontraktor pada hari sebelumnya dan hari ini.
5) Kondisi cuaca pada hari tersebut
Contoh laporan harian pada proyek Icon Mall dan Apartemen
terlampir.
b. Laporan Mingguan (oleh kontraktor kepada Manajemen
Konstruksi)
Laporan Mingguan (oleh kontraktor kepada Manajemen Konstruksi)

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 27
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

meliputi:
1) Prestasi kemajuan pekerjaan di lapangan selama satu minggu.
2) Program kerja kontraktor selama satu minggu.
3) Jumlah dan macam keahlian tenaga-tenaga sub kontraktor dan
kontraktor yang bekerja di lapangan.
4) Masalah-masalah lain yang mempengaruhi pelaksanaan terutama
yang diperkirakan dapat mengakibatkan hambatan pekerjaan.
Laporan mingguan pada proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik
terlampir.
c. Laporan Bulanan (oleh Manajemen Konstruksi kepada owner)
Merupakan kesimpulan dan evaluasi terhadap kegiatan lapangan
selama sebulan. Laporan ini diberikan kepada owner sebagai
pengontrol, laporannya berisi:
1) Penjelasan umum
2) Keputusan-keputusan, instruksi penting.
3) Hasil-hasil peninjauan
4) Masalah-masalah yang berkaitan dengan perencanaan
5) Masalah-masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan
6) Masalah-masalah yang berkaitan dengan pengadaan maupun
peralatan
7) Rencana dan target baru
8) Foto-foto pelaksanaan dengan penjelasannya
9) Masalah masalah lain
Tinjauan pembahasan dalam pengendalian waktu pada laporan kerja
praktek ini ialah pada minggu-61 sampai minggu ke-71. Berikut time
schedule dari proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik :

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 28
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Time Schedule Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 29
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 30
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Berikut rekap progress rencana dan aktual menurut time schedule Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik :

29
Andini Wihenda Lafatza (151910301118)
Arrizal Firdaus (151910301125)
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

30
Andini Wihenda Lafatza (151910301118)
Arrizal Firdaus (151910301125)
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

4.3 Pengendalian Biaya


Pengendalian biaya dimaksudkan untuk mengetahui besarnya biaya yang
telah dikeluarkan dengan melihat tahap pekerjaan yang telah dicapai. Besarnya
biaya ini dapat dibandingkan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang
telah disusun. Dari pembandingan ini, dapat diketahui apabila pada pekerjaan
yang telah dilaksanakan tersebut terjadi pembengkakan biaya sehingga dapat
dilakukan evaluasi biaya. Alur pembayaran juga perlu diawasi agar
penyampaian dana sesuai dengan pembayaran yang benar.
Pengendalian biaya meliputi proses-proses yang diperlukan untuk
memastikan bahwa proyek selesai dengan dana yang telah disepakati.
Pengendalian biaya tidak hanya merupakan pemantauan/pemonitoran biaya dan
perekaman jumlah data, tetapi juga analisa data agar tindakan koreksi dapat
dilakukan sebelum terlambat. Pengendalian biaya dilakukan oleh seluruh
personil baik dalam struktur organisasi manajemen proyek Owner maupun
Kontraktor Utama. Namun demikian didalam manajemen proyek Owner harus
bertanggung jawab terhadap pengendalian biaya proyek, termasuk manajemen
pendanaan, persetujuan dan pembayaran tagihan dari Kontraktor Utama serta
pengendalian dana/budget. Metode pengendalian biaya harus secara jelas
didefinisikan dan diimplementasikan.
Fungsi dari pengendalain biaya agar dari Rencana Anggaran Biaya (RAB)
tidak membengkak dalam pelaksanaannya. Adanya pembengkakkan maka
perlunya evaluasi biaya.
Salah satu penyebab terjadi pembengkakkan biaya adalah adanya
ketidaksempurnaan pekerjaan dalam pelaksanaan di lapangan sehingga
membutuhkan perbaikan yang tentu saja menambah biaya dari segi biaya
material maupun tenaga kerja, maka untuk menghindari adanya
pembengkakkan biaya yaitu dengan cara melakukan pelaksanaan di lapangan
dengan baik dan hati-hati.
Pengendalian biaya pada Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik ini

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 30
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

adalah dengan membandingkan besarnya Rencana Anggaran Biaya (RAB)


yang telah disusun dengan pekerjaan yang telah dilaksanakan, dan jika terjadi
pembengkakan maka dapat dilakukan evaluasi biaya proyek.
Berdasarkan kurva S pada time schedule proyek Icon Mall dan
Apartemen Gresik, progress aktual pekerjaan pada minggu ke 61 hingga
minggu ke 71 ialah sebesar 6,2682% yang berarti (mengacu pada kontrak
proyek antara kontraktor dan owner), biaya yang telah disetorkan owner
kepada kontraktor ialah sebesar :
6,2682 x Rp250.000.000.000 = Rp15.670.500.000
Sedangkan biaya aktual yang telah dikeluarkan oleh WIKA Gedung
selama 10 minggu ini ialah sebesar Rp14.963.735.187 (mengacu pada RAB
proyek) ; yang berarti WIKA Gedung mendapatkan margin sebesar
Rp15.670.500.000- Rp14.963.735.187 = Rp706.764.813
Jika ditinjau berdasarkan time schedule dan biaya proyek, Proyek Icon
Mall dan Apartemen Gresik mengalami percepatan dan mendapat margin
sebesar Rp706.764.813, namun hal tersebut tidak mengurangi mutu yang telah
direncanakan.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 31
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

4.3 Pengendalian Mutu


Kualitas dalam pekerjaan sangat menentukan untuk bisa mencapai
ketentuan dalam spesifikasi yang telah direncanakan, sehingga pengendalian
mutu pekerjaan sangatlah penting akan keberhasilan pembangunan dalam
suatu proyek.
Divisi Quality Control PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung, Tbk
pada proyek Icon Mall Apartemen Gresik memiliki beberapa prosedur untuk
mengontrol kualitas pekerjaan yang dihasilkan. Prosedur yang disusun
diterapkan pada saat pra, pelaksanaan, paska pekerjaan.

a. Checklist Tulangan
Prosedur checklist
Bukti Checklist
Izin Pelaksanaan Lapangan
b. Monitoring pengecoran
Prosedur pengecoran
Tes slump
Pembuatan benda uji
c. Quality Product Assement System (QPASS)
Kontrol kualitas pada tahap ini untuk mengetahui posisi dan
kerapian elemen struktur (kolom, balok, plat, shear wall).
Untuk control posisi dilakukan pengecekan menggunakan alat 3D
Liner Laser dan Laser Meter. Kontrol posisi elemen struktur ini mengacu
pada as grid bangunan.
Hasil QPASS
Prosedur QPASS

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 32
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 11. QPASS menggunakan 3D Liner Laser


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik 2018)

2. Pengendalian Mutu Beton


Pemakaian beton semakin banyak dijumpai untuk berbagai macam
konstruksi bangunan. Hal ini dikarenakan beton memiliki berbagai macam
keuntungan, antara lain seperti memiliki kekuatan yang tinggi, perawatan yang
murah, dan dapat dicor sesuai dengan bentuk dan ukuran yang dikehendaki.
Beton merupakan elemen pembentuk struktur yang merupakan campuran dari
semen, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan
lainnya. Dalam hal pencapaian mutu pekerjaan beton terdapat beberapa faktor
yang mempengaruhi hasil dari pekerjaan beton. Faktor-faktor tersebut dapat
kita kelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal
mencakup mutu bahan–bahan campuran beton. Faktor eksternal mencakup
proses pelaksanaan.

a. Sifat – sifat Beton


Untuk keperluan perancangan dan pelaksanaan struktur beton, maka
pengetahuan tentang sifat-sifat adukan beton maupun sifat-sifat beton setelah
mengeras perlu diketahui. Sifat-sifat tersebut antara lain :

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 33
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

1) Durability (Keawetan)
Merupakan kemampuan beton bertahan seperti kondisi yang direncanakan
tanpa terjadi korosi dalam jangka waktu yang direncanakan. Dalam hal ini perlu
pembatasan nilai factor air semen maksimum maupun pembatasan dosis semen
minimum yang digunakan sesuai dengan kondisi lingkungan.
2) Kuat Tekan
Kuat tekan beton ditemukan berdasarkan pembebanan unaksial benda uji
silinder beton diameter 150 mm, tinggi 300 mm dengan satuan Mpa (N/mm2)
untuk SKSNI 91. Benda uji silinder juga digunakan pada silinder ACI sedangkan
British Standar benda uji yang digunakan adalah kubus dengan sisi ukuran 150
mm.

Gambar dibawah ini menunjukan hasil uji tekan yang dilakukan oleh PT
Anugerah Beton Indonesia pada proyek Icon Mall Apartemen Gresik. Hasil
tersebut menunjukan bahwa kuat tekan beton tersebut sesuai dengan kuat tekan
yang direncanakan yaitu untuk fc’ 30 kuat tekan minimumnya adalah 19,65 MPa
untuk pengujian selama 7 hari dan dari hasil yang didapat dalam uji tekan ini
sesuai dengan perencanaan.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 34
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 30. Pengujian Tekan Beton


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2018)

Gambar 31. Hasil Uji Tekan


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2018)
3) Kuat Tarik
Kuat tarik beton jauh kebih kecil dari kuat tekannya, yaitu sekitar 10% - 15%
dari kuat tekannya. Kuat tarik beton merupakan sifat yang penting untuk
memprediksi retak dan defleksi balok.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 35
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

4) Modulus Elastisitas
Modulus Elastisitas beton adalah perbandingan antara kuat tekan beton
dengan regangan beton biasanya ditentukan pada 25-50% dari kuat tekan beton.
5) Rangkak (Creep)
Merupakan salah satu sifat beton dimana beton mengalami deformasi terus
menerus menurut waktu dibawah beban yang dipikul.
6) Susut (Shringkage)
Merupakan perubahan volume yang tidak berhubungan dengan pembebanan.
7) Kelecakan (Workability)
Workability adalah sifat-sifat adukan beton atau mortar yang ditentukan oleh
kemudahan dalam pencampuran, pengangkutan, pengecoran, pemadatan, dan
finishing. Workability juga dapat diartikan besarnya kerja yang dibutuhkan untuk
menghasilkan kompaksi penuh.
Pembuatan sampel benda uji jumlah minimum adalah contoh benda uji
beton kubus atau silinder harus satu set terdiri dari (silinder) untuk tiap
100 m3 beton. Semua pengambilan contoh benda uji harus dilakukan pada
tempat dimana beton dituangkan.
Contoh benda uji (silinder 150 x 300 mm)
harus sesuai dengan ASTM C 39. Masing-masing
benda uji untuk dites pada umur 3 hari, 7 hari, 14
hari, dan 28 hari. Proyek Icon Mall Apartemen
Gresik ini memakai beton ready mix dari PT.
Anugerah Beton Indonesia. Proyek ini pada
metode mat foundation mengambil sample
sebanyak 3 sample benda uji yang akan diujikan Gambar 32. Sampel Benda Uji Beton Silinder
(Sumber : Dokumenasi Pribadai, 2018)
pada umur 7 hari, 14 hari, 28 hari sebanyak
2 sample dan 1 sebagai cadangan.
Pengujian ini diambil berdasarkan urutan mixer, yaitu :
 Mixer ke 1, 1 kali pengambilan sebanyak 3 silinder
 Mixer ke 2-5, 1 kali pengambilan sebanyak 3 silinder

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 36
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

 Mixer ke 6-10, 1 kali pengambilan sebanyak 3 silinder


 Setiap 100 m3, 1 kali pengambilan sebanyak 3 silinder

Gambar 32. Sampel Benda Uji Beton Silinder


(Sumber : Dokumenasi Pribadai, 2018)

Pengendalian mutu beton pada proyek Icon Mall Apartemen Gresik


ini sesuai dengan flow chart pengendalian mutu beton berikut :

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 37
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 35. Flow Chart Pengendalian Mutu Beton


(Sumber : PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, 2018)

Gambar 36. Surat Jalan Penerimaan Beton


(Sumber : Hasil Analisis, 2018)

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 38
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 37. Uji Slump


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2018)
Gambar diatas menunjukan hasil uji slump yaitu 16 cm yang sudah
sesuai dengan syarat slump beton yang diinginkan yaitu 14 ± 2 cm.

3. Pengendalian Metode Kerja Konstruksi


Semua jenis pekerjaan harus sesuai dengan standar atau spesifikasi teknis
yang diberikan oleh konsultan perencana, agar kualitas bahan material
pekerjaan dapat berjalan dengan standarisasi. Pekerjaan pada setiap jenis
pelaksanaan dilapangan dibutuhkan kesiapan dan ketelitian agar mencapai
mutu pekerjaan yang telah disyaratkan dan direncanakan sesuai dengan
shop drawing. Pengawasan sesuai dengan hasil yang telah diharapkan

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 39
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

maka pada pengawasan mutu pelaksanaan dimulai awal pelaksanaan


proyek baik hingga finishing proyek. Bagan metode konstruksi
(construction method) untuk pekerjaan struktur pada proyek Icon Mall
Apartemen Gresik yaitu:

METODE
KONTRUKSI

Pekerjaan
Struktur Pekerjaan
Persiapan Struktur Atas Mekanikal dan
Bawah Finishing
Elektrikal

Gambar 38. Alur Pelaksanan Pekerjaan


(Sumber: PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, 2018)
a. Pekerjaan Kolom
Kolom adalah suatu struktur tiang/penyangga yang berfungsi
meneruskan beban yang ada di atasnya ke struktur yang ada di bawahnya
hingga pada akhirnya ke pondasi suatu bangunan. Kolom dalam bangunan
gedung bertingkat sangat penting untuk diperhatikan. Terutama kolom
pada lantai dasar, baik dari segi perencanaan maupun dari segi
pelaksanaan. Perencanaan kolom harus benar-benar diperhitungkan secara
matang, sebab apabila terjadi kesalahan maka akan terjadi keruntuhan
bangunan. Pelaksanaan pekerjaan kolom harus sesuai dengan perencanaan.
Tahap tahap ataupun metode dalam pelaksanaan pekerjaan kolom pada
proyek Icon Mall Apartemen Gresik sebagai berikut:

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 40
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Fabrikasi Pembesian

Penentuan As Kolom

Pembesian Kolom

Pemasangan Tulangan Kolom

Pemasangan Sepatu

Pemasangan Bekisting
Kolom
Pengecoran Kolom

Pembongkaran

Perawatan Kolom

Selesai

Gambar 40. Bagan Alir Pekerjaan Konstruksi Kolom


(Sumber: PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, 2018)

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 41
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 40. Bagan Alir Pekerjaan Konstruksi Kolom


(Sumber: PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, 2018)
b. Pekerjaan Shear Wall
Metoda yang digunakan dalam pelaksanaan Shear Wall adalah
metoda climbing. Metoda climbing ini adalah metoda yang dipakai hanya
untuk struktur jenis Shear Wall, yang istimewa dari metoda ini adalah
pembangunan yang terus dilaksanakan tanpa harus menunggu pengecoran
plat lantai dan balok hingga berselisih dua hingga tiga lantai dibawah

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 42
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

dinding Shear Wall itu sendiri.


Tahapan metode dalam pelaksanaan pekerjaan Shear Wall pada
proyek Icon Mall Apartemen Gresik sebagai berikut :

Fabrikasi Pembesian

Penentuan As Shear Wall

Pembesian Shear Wall

Pemasangan Tulangan Shear

Perkerjaan pemasangan block out


(Shear Wall dengan sterofoam)

Pemasangan Sepatu

Pemasangan Bekisting

Pengecoran Shear

Pembongkaran

Perawatan Shear Wall

Selesai

Gambar 41. Bagan Alir Pekerjaan Konstruksi Shear Wall


(Sumber: PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, 2018)

4.4 Pengendalian Sumber Daya Manusia atau Tenaga Kerja


Penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan jumlah dan kemampuannya
dapat menunjang tercapainya efisiensi dalam suatu pekerjaan proyek (the right
man in the right place), oleh karena itu, diperlukan suatu pengendalian kualitas
tenaga kerja. Penentuan jumlah tenaga kerja juga harus sesuai dengan

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 43
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

produktifitas tenaga kerja itu sendiri. Diperlukan perhitungan yang matang agar
diperoleh jumlah tenaga yang efisien dan optimum agar target pekerjaan dapat
terpenuhi.
Perlu diperhatikan juga bahwa manusia merupakan sumber daya yang
komplek dan sulit diprediksi sehingga diperlukan adanya usaha dan pemikiran
lebih mendalam dalam pengelolaan tenaga kerja. Dalam manajemen tenaga kerja
terdapat proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan :
a. Penentuan ukuran dan jumlah tenaga kerja.
b. Recruitment dan pembagian tenaga kerja dalam kelompok kerja.
c. Komposisi tenaga kerja untuk setiap jenis pekerjaan.
d. Pengendaliaan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan selama proyek
berlangsung.
e. Perencanaan, penjadwalan, pengarahan, dan pengawasan kegiatan tenaga
kerja.
Pada proyek Icon Mall Apartemen Gresik ini setiap pekerja mempunyai ciri
khas tersendiri yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi yang berbeda pula.
Setiap item pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja membedakan setiap pekerjaan
yang berlainan, hal ini untuk memudahkan mandor untuk mengkoordinasi
pekerjanya. Contohnya warna helm dan rompi yang berbeda. Disamping itu, pada
proyek ini dilengkapi dengan alat komunikasi berupa handy talky yang siap
dipakai.
Tabel 8. Spesifikasi Tenaga Kerja Proyek Icon Mall Apartemen Gresik
Warna Helm yang
Jenis Pekerja Rompi
Digunakan
Staff Kontraktor PT.
Wijaya Karya Bangunan Putih Kuning Stabilo
Gedung
Pekerja Struktur Hijau Oranye
Pekerja Finishing Oranye Oranye
Pekerja ME Biru Oranye

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 44
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

(Sumber : PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, 2015)


Pada bulan Januari 2018, di dalam Proyek Icon Mall dan Apartemen
terdapat 180 – 340 orang pekerja yang merupakan staff WIKA Gedung dan
pekerja borongan yang akan dibagi ada beberapa pekerjaan diantaranya
pembesian, bekisting, dll. Dan Jika di lihat dari segi laju progres pekerjaan maka
pekerja dengan sistem borongan akan cenderung bekerja lebih cepat dari pada
pekerja dengan sistem harian. Pembagian jumlah manpower di atur berdasarkan
jumlah kebutuhan pekerjaan yang terdapat pada masing-masing pekerjaan.
Dalam pelaksanaan setiap mandor akan membawahi sejumlah pekerja dan
tukang , di mana mandor yang akan mengawasi pekerjaan tukang dan pekerja
namun tetap di bawah instruksi dari supervisor. Rekap Man Hour bulan januari
dapat dilihat dari tabel berikut :

4.4 Pengendalian Material dan Alat


Dalam pengelolaan sebuah proyek, biasanya terjadi interaksi yang
rumit antara faktor manusia, material, peralatan, metoda, dan modal.
Sehingga tidak menutup kemungkinan di lapangan terjadi
ketidaksesuaian pelaksanaan dari rancana awal. Oleh karena itu, agar
proyek dapat berjalan dengan baik serta memenuhi kriteria, maka
diperlukan perencanaan pengendalian material dengan memperhatikan
mobilisasi dari gudang ke lokasi kerja.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 45
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 1.2. Site Management


(Sumber : Dokumen PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung, 2018)

Lokasi pembangunan proyek Icon Mall Apartemen Gresik terletak


di pusat kota Gresik dan terletak di kawasan Green Garden yang
merupakan sebuah kompleks perumahan. Pengendalian material perlu
diperhatikan dikawasan seperti ini agar mobilisasi material menuju
proyek tidak menyebabkan gangguan pada lingkungan sekitar.

Gambar . Pengangkutan material besi tulangan menggunakan truck tronton


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik 2018)

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 46
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Gambar . Batching plan beton milik PT ABI mix


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik 2018)

Gambar 18. Tempat Fabrikasi besi


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, Proyek Icon
Mall dan Apartemen Gresik 2018)

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 47
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Gambar. Pengangkutan material dari tempat fabrikasi ke lapangan menggunakan crane


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik 2018)

Gambar 24. Floor Hardener


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik 2018)

4.5 Pengendalian Peralatan dan Material


Suatu proyek agar lancar dan memenuhi target mutu dan waktu harus
didukung oleh peralatan yang memadai. Agar dalam penyediaan alat bisa
berfungsi secara optimal perlu adanya manajemen peralatan yang tertib. Dalam
manajemen ini diperhatikan masalah pengelolaan peralatan proyek, terdiri dari

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 48
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

penyewaan, pembelian dan masalah perawatan alat. Hal ini untuk mengefektifkan
keberadaan alat di lapangan. Data-data yang perlu diperhatikan adalah waktu
pendatangan alat, lama penggunaan dan kondisi alat baik yang melalui
peminjaman maupun pembelian atau milik sendiri. Karena tidak sedikit kondisi
lapangan yang tidak akan bisa atau begitu mudah ditangani hanya dengan tenaga
manusia saja. Faktor-faktor yang mempengaruhi jenis peralatan yang diperlukan
dalam suatu proyek adalah sebagai berikut :
1. Besar kecilnya proyek.
2. Metode pelaksanaan yang digunakan di lapangan.
3. Jenis dan besarnya volume pekerjaan yang ada.
4. Jumlah waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
5. Kondisi dan keadaan di lapangan.
6. Kapasitas kerja alat, biaya operasional dan jumlah unit yang tersedia.
7. Kualitas hasil pekerjaan yang dihasilkan sehingga sesuai dengan keinginan
pemilik proyek.
Pertimbangan biaya yang diperlukan peralatan yaitu:
1. Efektifitas dan produktifitas alat.
2. Lama operasi peralatan.
3. Ketahanan alat dan tersedianya suku cadang.
4. Pengisian bahan bakar dan pelumas

a. Pengadaan alat dan material

Bon permohonan pengadaan material/alat


(Sumber : PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, 2018)

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 49
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Bon permohonan pengadaan material hanya bisa digunakan untuk


material bantu, seperti sika grout, kawat ayam, waterstop, kawat, lem hilti,
maupun material bantu lainnya. Untuk pengadaan material utama harus
menggunakan schedule seperti gambar dibawah

Proses pengadaan bahan dan peralatan dilakukan oleh pihak


kontraktor. Untuk tahapan pengadaan bahan dapat dilihat pada flowchart
berikut :

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 50
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Flowchart Pengadaan material


Sumber : PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, 2018

Untuk peralatan konstruksi, alat-alat berat yang dipakai Proyek Icon Mall
Apartemen Gresik kebanyakan milik kontraktor, sehingga biaya akan lebih
murah. Peralatan yang kurang disewa dari pihak ketiga. Pihak gudang akan
membuat daftar peralatan yang diperlukan. Proses selanjutnya sama dengan
proses pengadaan material.

b. Pemakaian material dan alat


Proses pemakaian material / alat dilakukan oleh mandor. Mandor menulis
material dalam bon pemakaian material alat yang ada di gudang lalu
diajukan ke pelaksana. Setelah pelaksana melakukan verifikasi volume, bon
pemakaian material dibawa ke komersial untuk verifikasi volume ulang.
Setelah mendapat tanda tangan pihak komersial, mandor bisa meminta
material di gudang.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 51
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 43. Nota Pemakaian Pengadaan Material / Alat


(Sumber: PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, 2018)

B. Pengendalian K3
Perlindungan tenaga kerja dalam suatu proyek dimaksudkan agar tenaga
kerja dapat secara aman melakukan pekerjaannya sehari-hari sehingga dapat
meningkatkan produktivitas kerja dan kualitas pekerjaan.
Menurut Mangkunegara (2002) Keselamatan dan kesehatan kerja adalah
suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 52
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada
umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur.
Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah salah satu bentuk
upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran
lingkungan. Hal ini dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan kerja dan
penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan
produktifitas kerja. Kecelakaan kerja tidak saja menimbulkan korban jiwa maupun
kerugian materi bagi pekerja dan pengusaha, tetapi juga dapat mengganggu proses
produksi dan merusak lingkungan. Efek tersebut pada akhirnya akan berdampak
bagi masyarakat luas.
Kecelakaan kerja pada umumnya disebabkan oleh tidak dijalankannya
semua syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan baik dan benar.
Perlu adanya suatu kegiatan sosialisasi dan kampanye yang terus-menerus guna
meningkatkan kepedulian masyarakat sehingga K3 dapat membudaya.
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) terus berupaya
melakukan pengawasan dan peningkatan K3 dengan cara mengadakan seminar
dan pelatihan manajemen K3 secara berkelanjutan. Depnakertrans juga
mengadakan penilaian dan pem-berian penghargaan bagi perusahaan dengan
penerapan K3 yang terbaik.
Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dituntut di setiap
tempat kerja termasuk di sektor kesehatan, untuk itu kita perlu mengembangkan
dan meningkatkan K3 disektor kesehatan dalam rangka menekan serendah
mungkin risiko kecelakaan dan penyakit yang timbul akibat hubungan kerja, serta
meningkatkan produktivitas dan efesiensi.
Menurut Mangkunegara (2002), bahwa indikator penyebab keselamatan
kerja adalah:
1. Keadaan tempat lingkungan kerja, yang meliputi:
a. Penyusunan dan penyimpanan barang-barang yang berbahaya yang kurang
diperhitungkan keamanannya.
b. Ruang kerja yang terlalu padat dan sesak

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 53
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

c. Pembuangan kotoran dan limbah yang tidak pada tempatnya.


2. Pemakaian peralatan kerja, yang meliputi:
a. Pengaman peralatan kerja yang sudah usang atau rusak.
b. Penggunaan mesin, alat elektronik tanpa pengaman yang baik
c. Pengaturan penerangan.
Kecelakaan selalu diartikan sebagai kejadian yang tidak dapat diduga.
Kecelakaan kerja dapat terjadi karena kondisi yang tidak membawa keselamatan
kerja atau perbuatan yang tidak selamat. Kecelakaan kerja dapat didefinisikan
sebagai setiap perbuatan atau kondisi tidak selamat yang dapat mengakibatkan
kecelakaan. Berdasarkan definisi kecelakaan kerja maka lahirlah keselamatan dan
kesehatan kerja yang mengatakan bahwa cara menanggulangi kecelakaan kerja
adalah dengan meniadakan unsur penyebab kecelakaan dan atau mengadakan
pengawasan yang ketat. (Silalahi, 1995)
Menurut Mangkunegara (2002) bahwa tujuan dari keselamatan dan
kesehatan kerja adalah sebagai berikut:
1. Setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik
secara fisik, sosial, dan psikologis.
2. Setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya selektif
mungkin.
3. Semua hasil produksi dipelihara keamanannya.
4. Adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi
pegawai.
5. Meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja.
6. Terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau
kondisi kerja.
7. Setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja.
Setiap perusahaan idealnya wajib menerapkan sistem manajemen K3 yang
terintegrasi dan sistematis untuk menjamin faktor resiko terhadap keselamatan &
kesehatan di lingkungan kerja. Penerapan sistem manajemen K3 dimulai dari:
1. Pembentukan komitmen

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 54
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

2. Perencanaan
3. Pengorganisasian
4. Penerapan
5. Pengendalian
6. Evaluasi
Ruang lingkup K3 pada Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik ini yaitu
Safety Morning Talk, Safety Patrol, Safety Meeting, Safety Induction dan Inspeksi
K3. K3 dalam Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik biasa disebut SHE,
singkatan dari Safety Health Environment.

SAFETY
TALK

SAFETY
INSPEKSI K3
PATROL

K3

SAFETY SAFETY
INDUCTION MEETING

Gambar 70. Pengendalian K3


(Sumber : PT Wika Gedung Tbk, 2015)

1. Sasaran K3
a. Setiap pekerja baru wajib diberikan safety induction
b. General Safety Talk seminggu sekali
c. Safety Patrol seminggu sekali
d. Menjaga kebersihan jalan lingkungan sekitar proyek
e. Tidak ada korban meninggal karena kecelakaan kerja.
f. Tingkat kecelakaan kerja yang rendah (Zero Accident).
g. Tertib kartu pengenal.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 55
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

2. Struktur Organisasi HSE

Gambar 71. Struktur Organisasi SHE


(Sumber : PT WIKA Gedung , Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik, 2018)

Perencanaan K3 berkaitan dengan penyusunan Safety Plan, Pengamanan


Proyek (Security Plan), dan pengelolaan ketertiban serta kebersihan proyek
(House Keeping) dengan target ‘zero accident’ (tidak ada kecelakaan kerja).

3. Safety Plan
Perencanaan keamanan (Safety Plan) dibuat dengan mengikuti ketentuan-
ketentuan maupun arahan yang dikeluarkan oleh Depnaker selaku instansi yang
melakukan kontrol terhadap dal ini.
Safety plan ini menjelaskan tentang struktur organisasi, prosedur, dan sistem
pengolahan yang akan dijalankan dan diselaraskan dengan aktivitas proyek untuk
memenuhi standar yang ditetapkan oleh owner sebagai panduan PT WIKA
Gedung serta seluruh sub kontraktor untuk menjalankan sistem K3 di Proyek
Pembangunan Icon Mall dan Apartemen Gresik. PT WIKA Gedung akan
melakukan hal sebagi berikut untuk memastikan safety plan akan terlaksana :
a. Memastikan bahwa karyawan PT WIKA Gedung dan seluruh subkon
mengerti dan akan mengimplementasikan safety plan.
b. Menjalankan proses konstruksi sesuai dengan ketentuan dari owner.
c. Memastikan seluruh material, peralatan, program dan peraturan yang akan
dijalankan dilokasi proyek sesuai dengan permintaan owner.
d. Memastikan karyawan PT WIKA Gedung dan subkon mengerti cara kerja
yang aman dan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit
akibat hubungan kerja dan pencemaran terhadap lingkungan.
e. Melaporkan seluruh kondisi tidak aman, nyaris celaka, kerusakan material,
kasus kecelakaan kerja dan pencemaran lingkungan manajemen.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 56
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Safety Plan mencakup anatara lain penyusunan Safety Management,


identifikasi bahaya kerja, dan penanggulangannya, rencana penempatan alat-alat
pengamanan seperti pagar pengaman, jaring pada tangga dan tepi bangunan,
railing serta rambu-rambu K3 serta rencana penempatan alat-alat kebakaran
(tabung pemadam api), dan lain-lain.

Gambar 72. Alat Pemadam Api , Rambu Hati-Hati dan Rambu K3 di tepi bangunan
(Sumber : Dokumentasi Pribadi, Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik 2018)

4. Security Plan
Security Plan mencakup prosedur keluar masuk bahan proyek, prosedur
penerimaan tamu, identifikasi daerah rawan di wilayah sekitar proyek, dan
prosedur komunikasi di proyek.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 57
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 73. Rambu Pemberitahuan Wajib Memakai APD


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik 2018)

Gambar 74. Rambu Pemberitahuan Pemeriksaan Keamanan dan Kerapian Area parkir
(Sumber : Dokumentasi Pribadi, Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik 2018)

5. House Keeping
Pengelolaan kebersihan proyek meliputi penempatan cerobong bak sampah,
lokasi penempatan dan jumlah toilet pekerja, tempat sementara penimbunan
material bekas, pengaturan kantor, jalan sementara, gudang, los kerja, barak
pekerja dan lain-lain.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 58
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 75. Rambu-Rambu Saat Di Area House Keeping


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik 2018)

Gambar 76. Fasilitas kebersihan


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik 2018)

6. Program K3 Proyek Apartement Pondok Indah Residences


a. Safety Morning Talk
1) Setiap ada suatu pekerjaan/lokasi/produk/jasa yang mengandung
resiko, baik di kantor pusat maupun di proyek, personil SHE
bertanggung jawab untuk mengadakan pengarahan tentang K3L
kepada seluruh personal (staff, pekerja) dalam bentuk :
 SHE Talk, yaitu pengarahan secara bersama-sama
 Tool Box Meeting, yaitu pengarahan secara berkelompok
menurut area kerja atau disiplin pekerjaan.
2) SHE talk harus diikuti/dihadiri oleh para kepala regu pekerjaan,
mandor, para pengawas (tingkat pelaksana) dan Site Manager baik dari
internal TOTAL maupun subkontraktor, sedangkan Tool Box Meeting
terutama ditujukan kepada para pekerja dan pengawas.
3) SHE Talk dan Tool Box Meeting selain memberi pengarahan juga
dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi pekerja untuk

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 59
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

melakukan dialog/konsultasi perihal K3L terkait dengan pekerjaan


yang dilakukan sebelum pekerjaan dimulai. (kurang lebih selama 10-
15 menit).
4) Personil yang memberikan pengarahan dalam SHE Talk dan Tool Box
Meeting tidak harus dari personil SHE, bisa dari pihak lain (missal :
SM, Q-Spv, SE, dll)
5) Materi pengarahan antara lain mengenai hal-hal berikut:
 Potensi bahaya kecelakaan & kemungkinan timbulnya sakit
akibat dari pekerjaan yang akan dilakukan pada hari itu dan
tindakan pencegahannya.
 Potensi bahaya pencemaran dan material B3 yang akan
digunakan pada hari itu dan tindakan pencegahannya.
 Kondisi pada hari itu yang perlu diperhatikan (missal: hujan,
licin, area yang harus dihindari, dll)
 Tata tertib yang perlu dipertegas lagi.
 Informasi kejadian yang sering terjadi di lapangan.
 Cara untuk mencegah pencemaran/ kecelakaan.
6) Morning Talk dilakukan setiap hari selasa pada jam 8.00 oleh petugas
yang ditunjuk. Materi yang disampaikan bervariasi, agar tidak
membosankan. Misalnya: minggu ke-1 tentang perlunya pemakaian APD,
minggu ke-2 tentang Peraturan K3 dan seterusnya.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 60
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 77. Kegiatan Safety Morning Talk


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik 2018)

b. Safety Patrol (SHE Patrol)


1) Dilakukan setiap hari kamis pada pukul 09.00 s/d selesai. SHE
Supervisor bertanggung jawab melakukan SHE patrol yang meliputi
seluruh area kerja, dan terhadap area dimana ada pekerjaan yang telah
diidentifikasikan mempunyai potensi kecelakaan dan pencemaran
harus diberikan perhatian yang lebih.
2) SHE Supervisior harus segera/langsung memberikan perintah secara
lisan ditempat untuk menghentikan pekerjaan bilamana ditemukan
keadaan yang berbahaya.
 Bilamana potensi bahaya bisa langsug diatasi/diperbaiki dalam
waktu yang singkat, maka SHE Suervisior harus menunggu dan
mengawasi perbaikan tersebut sampai selesai, untuk kemudian
mengijinkan pekerjaan dilanjutkan.
 Bilamana perbaikan tidak dapat dilakukan dalam waktu
singkat, maka SHE Supervisior setelah memberikan perintah
lisan pekerjaan dihentikan, selanjutnya meneruskan dengan
proses pembuatan laporan ketidaksesuaian K3L.
3) SHE Supervisor harus memberikan perintah lisan ditempat untuk
mengehentikan pekerjaan bilamana ditemukan pekerjaan berbahaya
yang dilakukan tanpa surat ijin berkerja yang berlaku, dan selanjutnya
meneruskan dengan proses pembuatan Laporan Ketidaksesuaian K3L.

c. Safety Meeting (Rapat Koordinasi K3L)


1) SHE manager/officer bertanggung jawab mengadakan rapat koordinasi
K3L yang dihadiri oleh Site Manager TOTAL, subkontraktor dan
pihak lain yang diperlukan. Safety Meeting dilaksanakan seminggu

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 61
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

sekali pada hari Jum’at pukul 14.00 sampai dengan selesai.


2) Materi yang dibahas antara lain:
 Ringkasan laporan jumlah kecelakaan kerja, sakit akibat kerja dan
pencemaran lingkungan yang terjadi, langkah perbaikan, serta
tindakan pencegahan agar tidak berulang kembali.
 Masalah-masalah lain yang menimbulkan potensi kecelakaan kerja,
sakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan berikut tindakan
pencegahannya.
3) Rapat Koordinasi K3L dapat/boleh digabung dengan rapat koordinasi
pelaksanaan proyek, karenanya rapat koordinasi K3L menjadi
tanggung jawab Site Manager juga.

d. Safety Induction
1) Dilakukan setiap ada pekerja baru dan tamu. Safety Induction ini
ditujukan untuk tamu, pekerja baru & pegawai baru yang berisi
mengenai penggunaan APD, denda, evakuasi dan lain-lain.
2) SHE Induction di proyek dilakukan untuk membersihkan pengarahan
oleh personil SHE kepada setiap pekerja yang baru dan oleh Security
kepada setiap tamu/non pekerja yang datang.
3) Isi pengarahan/penjelasan ini adalah:
Khusus untuk tamu/non pekerja (oleh security)
 Komitmen TOTAL dalam menerapkan K3L.
 Jalur yang harus dilalui ke tempat tujuannya.
 Jalur evakuasi jika terjadi keadaan darurat.
 Tentang keharusan menggunakan APD yang sesuai.
Khusus untuk pekerja (oleh personal HSE)
 Tata tertib proyek.
 Arti rambu-rambu.
 Pemakaian APD yang sesuai.
4) Penjelasan untuk tamu dapat dilakukan lisan atau dibuat dalam bentuk

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 62
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

tulisan yang ditunjukkan kepada tamu.


5) Penjelasan untuk pekerja dapat dilakukan lisan atau dibuat bentuk
tulisan pada sebuah papan untuk kemudian ditunjukkan dan dijelaskan
kepada setiap pekerja, setelah induction kartu pengenal baru dapat
diberikan.
6) Tamu proyek harus membubuhkan tanda tangannya dibuku tamu
sebagai bukti telah mengetahui penjelasan tersebut, sedang pekerja
yang telah diberikan induction harus menandatangani pernyataan telah
mengikuti induction tersebut.

Gambar 78. Kegiatan Safety Induction


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2015)

e. Inspeksi K3
1) Inspeksi K3 ini adalah kegiatan pemeriksaan yang dilakukan untuk
memastikan keamanan pekerja dan berjalannya penerapan program K3
seperti inspeksi alat, inspeksi pekerjaan, pemeliharaan peralatan dan
lain-lain yang dilakukan setiap hari.
2) Inspeksi K3L dilakukan secara bersama oleh PM, SM, GA, SHE
Manager/Office dari TOTAL dan subkontraktor, dan juga pihak lain
(seperti :: MK, NSC) dengan tujuan menjaga konsistensi penerapan
standard K3L untuk seluruh area proyek.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 63
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

3) Waktu dan frekuensi pelaksanaan inspeksi disesuaikan dengan


kebutuhan dan kondisi proyek. Pada masa dimana kegiatan pekerjaan
sangat tinggi, kompleks, dan melibatkan banyak pekerja, peralatan dan
material, maka inspeksi harus dilakukan minimal 1 kali setiap minggu.
4) Topik/item yang diperiksa saat melakukan inspeksi adalah sesuai
dengan standar K3L, minimal sebagaimana “Check-List” yang
tercantum pada Laporan Inspeksi K3L.
5) SHE Manager/Officer harus membuat Laporan Inspeksi K3L dan
Laporan Ketidaksesuaian K3L serta harus mendistribusikannya kepada
pihak yang harus menindaklanjuti paling lambat 60 menit setelah
inspeksi selesai dilaksanakan.

7. Upaya Preventif Keselamatan Kerja Proyek Pembangunan Icon Mall dan


Apartemen Gresik
Upaya Preventif Keselamatan Kerja Proyek Pondok Indah Residences
yaitu dengan memenuhi :
a. Personal/pekerja
1) Sehat jasmani dan rohani.
2) Usia minimal 18 tahun atau telah memiliki KTP.
3) Tidak mabuk dan pengaruh obat terlarang.
4) Tidak berpenyakit/dalam keadaan sakit yang dapat membahayakan
bagi dirinya maupun orang lain.
b. Alat pelindung diri (APD)
Selama berada dilokasi proyek/lingkungan proyek :
1) Wajib menggunakan helm proyek dengan benar dan alat kerja yang
lengkap.
2) Wajib menggunakan sepatu proyek/sepatu kerja yang layak.
3) Wajib menggunakan rompi proyek pada saat melakukan pekerjaan.
4) Gunakan safety belt bila bekerja pada ketinggian, tepian atau terbuka.
5) Gunakan kacamata atau masker untuk pekerjaan las, chipping, gerinda,

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 64
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

bobok dll.
6) Sediakan masker, sarung tangan dam earlug untuk pekerjaan tertentu.
7) Alat pelindung diri yang lain yang dibutuhkan sesuai dengan jenis
pekerjaannya.

Gambar 79. Pemakaian Safety Belt Saat Bekerja di Ketinggian


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik 2018)

c. Rambu – rambu dan sign board


Pemasangan rambu–rambu dan sign board dilapangan berupa gambar dan
tulisan yang mempunyai makna larangan, perhatian dan anjuran. Sebagai
salah satu sosialisasi keselamatan kerja di lapangan antara lain.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 65
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 80. Rambu – rambu K3


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik 2018)

d. Sarana safety untuk proteksi


1) Hand railing
Dipasang di atas table form dan dilapis menggunakan kassa net.

Gambar 81. Hand Railing


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2015)

2) Penggunaan void/lubang shaft


Diproteksi menggunakan plywood/net untuk mengamankan pintu lift

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 66
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

dan dinding bebas akan diproteksi menggunakan safety net.


3) Akses jalan
Disediakan akses kerja bagi para pekerja yang hendak naik maupun
turun dengan menggunakan tangga scaffolding temporary atau dengan
passengger hoist yang dilengkapi dengan shelter.

Gambar 82. Akses Jalan


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2015)
4) Police line
Dipasang disekitar pekerjaan sampit atau apabila ada lubang dengan
menggunakan police line, sehingga pekerja mengetahui kalau ditempat
itu berbahaya.

5) Alat Pemadam Api Ringan (APAR)


Disediakan APAR di area kantor, gudang, bedeng pekerja, work
shop, TC da pos security.

e. Kotak P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan)


Akan disediakan kotak P3K di kantor proyek dan diruang P3K yang
berisikan:
1) Kain kassa
2) Perban
3) Plester
4) Balsem
5) Desinfektan (alkohol 70% revanol)
6) Obat luka
7) Salep luka bakar
8) Eye wash
9) Gunting kecil, dll

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 67
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 83. Kotak P3K


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2015)

f. Ruang Safety
Disediakannya ruang ini apabila terjadi kecelakaan proyek berupa
kecelakaan yang ringan atau pun berat. Fasilitas yang tersedia pada
ruangan ini berupa kotak P3K, kasur untuk tempat berbaring, meja, AC
sebagai pendingin ruangan, dll.

Gambar 85. Ruang Safety


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2015)

8. Tindakan Terjadinya Kecelakaan Kerja


Apabila terjadi kecelakaan ringan segera laporkan ke administrasi
proyek, dan di tindak lanjuti apakah korban kecelakaan tersebut perlu
dibawa ke RS atau tidak, jika tidak pengobatan cukup dilakukan di ruang
safety, lalu buat rekaman data kecelakaan.
Apabila terjadi kecelakaan berat segera laporkan ke ketua K3 proyek
dan lakukan penanganan administrasi, laporan asuransi sampai pemberian
asuransi sementara korban di larikan ke RS, dan ditangani sampai proses
penyembuahan. Lalu buat rekaman data kecelakaan.
Apabila terjadi kecelakaan sampai korban meninggal dunia segera
laporkan ke ketua K3 proyek. Ketua K3 juga segera melapor ke kepolisian

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 68
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

untuk pemeriksaan, dan memberitahukan ke pihak keluarga korban,


apakah korban langsung di bawa ke keluarga atau di visum. Jika tidak di
visum, kumpulkan data-data korban sampai dengan menyelesaikan
administrasi asuransi, lalu buat rekaman data kecelakaan.

Alur penanganan kecelakaan kerja pada proyek Pondok Indah


Residences ini sesuai dengan alur penanganan kecelakaan kerja berikut :

Terjadi Kecelakaan

Laporan kecelakaan ke
regu P3K

Pertolongan/ Pengobatan

Tidak Perlu dibawa


kerumah sakit

Y
Selesai a
Dibawa ke dokter/
klinik/ rumah sakit

Tindak lanjut sesuai prosedur


laporan kecelakaan investigasi
& penyelesaian

Gambar 85. Alur Penanganan Kecelakaan Kerja


(Sumber : PT TOTAL BANGUN PERSADA Tbk, 2015)

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 69
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

9. Alur penanganan kebakaran


Apabila terjadi kebakaran ringan, langsung ditanggulangi oleh tim proyek atau
pekerja proyek dengan menggunakan APAR yang sudah tersedia. Apabila terjadi
kebakaran berat, segera lapor pada pemadam kebakaran atau pihak yang berwajib,
lalu periksa ada korban jiwa dan benda atau tidak, jika ada langsung bawa ke RS
dan inventarisir keruskan pada benda, atau autopsy dan keterangan kematian jika
ada korban meninggal, lalu buat laporan data kejadian secara lengkap dan jelas.
Alur penanganan kebakaran pada proyek Pondok Indah Residencess
ini sesuai dengan alur penanganan kebakaran berikut :

Fire alarm
berbunyi
Fire
Alarm palsu S (kebakaran)
ta
 Matikan Alarm t Padamkan
 Kembalikan situasi u
ke normal
s

Selesai
Api bisa
dikendalikan?
?

Lokalisir Berhasil Padam :


Panggil pemadam kebakaran Kembalikan sitausi
ke normal

Siapkan jalur untuk mobil Evakuasi Selesai


pemadam

Gambar 88. Alur Penanganan Kebakaran


Pemadaman
(Sumber :PT WIKA Gedung, 2015)
Api
Andini Wihenda Lafatza (151910301118)
Arrizal Firdaus (151910301125) 70
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

10. Jalur Evakuasi


Jalur evakuasi adalah jalur khusus yang menghubugkan semua area ke area
yang aman (titik kumpul). Dalam sebuah proyek konstruksi, jalur evakuasi
sangatlah penting untuk mengevakuasi para pekerja ke tempat aman apabila di
dalam sebuah proyek terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Alur evakuasi pada proyek Pondok Icon Mall dan Apartemen ini
sesuai dengan alur evakuasi berikut :

Keadaan darurat & keputusan


melakukan evakuasi

Evakuasi

Pendataan di Master Point

Ti
Lengkap
dak

Y
Cari/Rescue
a
Instruksi tindak
lanjut
Ke procedure P3K
Selesai
jika ada
kecelakaan
Gambar 89. Alur Jalur Evakuasi
(Sumber :PT TOTAL BANGUN PERSADA Tbk, 2015)

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 71
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 90. Rambu Jalur Evakuasi


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik 2018)

C. Permasalahan Dalam Pelaksanaan Proyek


Pelaksanaan dilapangan biasanya akan mengalami masalah pada item
pekerjaan tertentu. Pengendalian teknis menunjukkan tahap untuk pengawasan
dan kontrol terhadap kualitas pekerjaan. Hal ini memerlukan suatu manajemen
kualitas agar hasil pekerjaan dapat tercapai mutu sesuai rencana proyek. Jika
permasalahan yang dihadapi memerlukan perhitungan teknis maka pihak
engineering akan memuat metode repair yang kemudian akan diajukan terlebih
dahulu kepada Konsultan Perencana (MK). Dalam pengendalian mutu ini peran
QC (Quality Control) akan sangat berperan dalam pelaksanaan dilapangan.
Selama pelaksanaan pekerjaan, timbul beberapa masalah yang
menyebabkan terhambatnya kemajuan Proyek Icon Mall dan Apartemen Gresik.
Masalah-masalah yang timbul dibagi dalam beberapa kategori, yaitu :
1. Faktor Cuaca
a. Faktor alam yang menyebabkan terhambatnya kemajuan proyek adalah
hujan. Dalam pelaksanaan pekerjaan, sebagian besar proyek ini melalui
musim penghujan. Air hujan dapat mengakibatkan terjadinya genangan
pada galian dan memperlambat pekerjaan lainnya, misalnya pengecoran.
b. Sedangkan pada musim kemarau/panas akan mempercepat proses
kehilangan air semen pada konstruksi yang baru dicor sehingga dibutuhkan
suatu perawatan beton berupa penyiraman hasil pengecoran dengan air
untuk memperlambat penguapan dan proses kehilangan air semen yang
cepat.
c. Selain itu, faktor cuaca seperti hujan juga dapat menyebabkan berhentinya

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 72
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

suatu pekerjaan dengan alasan keamanan maupun untuk menghindari


penurunan mutu bahan seperti pekerjaan pembesian, fabrikasi tulangan
kolom, pembekistingan, dll.
2. Faktor Peralatan
Faktor peralatan yang menyebabkan terhambatnya kemajuan proyek
adalah Truck mixer yang mengangkut beton ready mix yang datang mengalami
keterlambatan. Keterlambatan ini diakibatkan ketika adanya pekerjaan yang
akan dilaksanakan pengecoran masih belum selesai, sehingga truck mixer
menunggu cukup lama. Dan juga karena terjadi kemacetan di saat jam kerja.
Seringkali pengecoran ditunda atau menunggu saat malam hari karena sering
kali terjadi macet pada jam kerja.
3. Faktor Koordinasi
Perbedaan persepsi untuk mengaplikasikan gambar kerja antara pelaksana
di lapangan dengan pihak engineering yang membuat shop drawing sehingga
akan menghambat jalannya pekerjaan. Perbedaan persepsi tersebut kadang juga
berakibat pada kesalahan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
4. Faktor Pelaksanaan
Permasalahan pada waktu pelaksanaan pekerjaan disebabkan empat hal
pokok, yaitu keterbatasan pengawasan, kelalaian pekerja, urutan pekerjaan
yang kurang tepat, dan adanya kesulitan dalam mengaplikasikan gambar
rencana.
a. Beton mengalami keropos (segregasi)
Pada beberapa bagian seperti pada beberapa bagian balok dan kolom
terjadi keropos (segregasi). Hal ini terjadi kemungkinan akibat pada saat
pengecoran
1) Pada kolom bagian bawah tidak sempurna akibat pengecoran
dilakukan secara bersamaan dengan plat lantai.
2) Kurang rapatnya pemasangan bekisting kolom dan balok
3) Saat proses pengecoran kurang ratanya dalam proses pemadatan
menggunakan vibrator.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 73
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 91. Beton Segregasi


(Sumber : Hasil Observasi, Proyek Icon Mall dan Apartemen, 2018)

b. Kolom mengalami perubahan posisi


Pada bagian kolom mengalami perubahan posisi sehingga
menimbulkan eksentrisitas terhadap tinjauan analisa strukturnya. Hal ini
kemungkinan diakibatkan :
1) Kurang baiknya pada saat pemasangan tulangan.
2) Pihak surveyor kurang tepat dalam menentukan titik untuk
pemasangan kolom.

Gambar 92. Kolom mengalami perubahan posisi


(Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2015)

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 74
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

c. Terjadinya kecelakaan pada pekerja yang jarinya tersangkut bar cutter


yang menyebabkan satu jari pekerja hampir putus.
D. Pemecahan Permasalahan Proyek
Adanya permasalahan di proyek, selalu diusahakan untuk mencari
jalan keluar yang terbaik. Dalam hal ini ada beberapa alternatif yang dapat
dilakukan oleh pihak kontraktor, antara lain sebagai berikut :
1. Faktor Cuaca
a. Untuk mengatasi jam kerja yang berkurang jika hujan turun, maka jam
kerja yang terpotong dialihkan hingga malam hari (pemberlakuan jam
lembur).
b. Untuk pekerjaan pengecoran jika hujan turun maka pada lokasi pengecoran
sudah disiapkan terpal. Akan tetapi penuangan tidak dipasang terpal karena
air hujan yang turun tidak terlalu berpengaruh pada beton ready mixnya.
c. Perlu dibuat re-schedule pelaksanaan pekerjaan yang harus
mempertimbangkan waktu pekerjaan terkait cuaca.

2. Faktor Peralatan
a) Waktu tunggu truck mixer dapat diatasi dengan cara mempercepat pekerjaan
agar sesuai dengan waktu pengecoran yang telah ditetapkan
b) Pengecekan dan perawatan alat-alat seperti pemberian oli, dll harus
dilakukan secara rutin.
3. Faktor Koordinasi
Koordinasi antara semua pihak yang terlibat dalam proyek ini harus
ditingkatkan, dari pimpinan proyek sampai pelaksana di lapangan harus
diikutkan dalam rapat koordinasi. Selain itu, komunikasi di lapangan antara
mandor dengan site manager maupun pihak engineer harus terus dijalin
sehingga interpretasi terhadap shop drawing dapat dipahami oleh pihak
pelaksana di lapangan.
4. Faktor Pelaksanaan.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 75
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

a. Beton yang mengalami segregasi dibersihkan dari material beton yang


keropos. Apabila kekuatan strukturnya masih aman-aman saja maka beton
yang mengalami segregasi diatasi dengan cara grouting yaitu dengan
menyuntikkan semen khusus dengan mutu yang lebih tinggi sehingga dapat
menyatu dengan beton yang sudah mengeras sebelumnya.

Gambar 94. Setelah Grouting


(Sumber : Hasil Observasi, Proyek Icon Mall dan Apartemen 2018)

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 76
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

BAB V
KESIMPULAN

1.

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 77
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROYEK GRESIK APARTEMEN ICON
S1 TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS JEMBER

Andini Wihenda Lafatza (151910301118)


Arrizal Firdaus (151910301125) 78