Anda di halaman 1dari 12

PENGERTIAN DISKRIMINASI

adalah suatu sikap, perilaku, dan tindakan yang tidak adil atau tidak seimbang
yang dilakukan oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok
lainnya.

Ada juga yang menyebutkan arti diskriminasi adalah suatu tindakan atau perlakuan
yang mencerminkan ketidakadilan terhadap individu atau kelompok tertentu yang
disebabkan oleh adanya karakteristik khusus yang dimiliki oleh individu atau
kelompok tersebut.

Ada banyak sekali bentuk diskriminasi yang dilakukan di dalam kehidupan


bermasyarakat dan bernegara. Hal ini terjadi karena manusia umumnya memiliki
kecenderungan untuk membeda-bedakan atau mengelompokkan diri.

Perlakukan secara tidak adil bisa terjadi dimana dan kapan saja karena adanya
perbedaan karakteristik berikut ini;

 Perbedaan suku dan ras


 Perbedaan kelas sosial
 Perbedaan jenis kelamin (gender)
 Perbedaan agama/ kepercayaan
 Perbedaan pandangan politik
 Perbedaan kondisi fisik
 Dan lain-lain
Pengertian Fanatik adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyebut suatu
perilaku yang menunjukkan ketertarikan terhadap sesuatu secara berlebihan.
Fanatisme adalah paham atau keyakinan atau suatu pandangan tentang sesuatu.
 Pandangan tersebut tidak memiliki sandaran teori atau pijakan kenyataan,
tetapi dianut secara mendalam sehingga susah diluruskan atau diubah. (A
Favourable or unfavourable belief or judjment, made without adequate
evidence and not easily alterable by the presentation of contrary evidence).
 Bisa dikatakan seseorang yang fanatik memiliki standar yang ketat dalam
pola pikirnya dan cenderung tidak mau mendengarkan opini maupun ide
yang dianggapnya bertentangan.

PENGERTIAN EKSTREMISME adalah keyakinan yang sangat kuat


terhadap suatu paham tidak dalam batas kewajaran dan sangat bertentangan
dengan hokum atau aturan yang berlaku. Pengertian Ekstremisme merupakan
gerakan yang di gunakan oleh suatu kelompok gerakan yang bersifat fanatic
untuk mencapai jutuan yang tidak baik. Akibat dari ekstremisme bisa
membuat seseorang salah paham, perpecahan sodara, saling mencurigai, dan
masih banyak lain.

 Berbicara mengenai ekstemisme tidak terlepas dari suku dan agama. Sangat
banyak orang yang tidak paham mengenai toleransi dan cenderung famatik.
Semua agama itu mengajarkan baik, saling menghormati sangat perlu untuk
masalah agama dan suku. Semua kelompok ada adat nya masing-masing dan
tidak perlu pihak lain berkomentar menganai tradisi mereka. Karena itu
sangat senditif sekali, jika sudah tersinggung karena diolok-olok akan
menjadi masalah besar

Eksklusivisme adalah paham yang yang memiliki kecenderungan untuk


memisahkan diri dari bagian masyarakat lainnya. Sedangkan sikap
primordialisme merupakan sikap kesukuan yang

berlebihan sehingga menganggap kebudayaan orang lain dinilai berdasarkan


standar budaya sendiri, terutama menyangkut seperti bahasa, perilaku,
kebiasaan, serta agama.
eksistensi adalah pembicaraan, sebagai contoh yaitu eksistensi seorang aktris
dalam dunia hiburan dinilai berdasarkan kualitas acting pada tokoh yang
diperankan. Apakah pengertian dari eksistensi itu sendiri? Dalam kamus bahasa
Indonesia, eksistensi diartikan sebagai keberadaan. Artinya, eksistensi menjelaskan
tentang penilaian ada atau tidak adanya pengaruh terhadap keberadaan seseorang
tersebut. Apabila orang lain menganggap kita mempunyai sebuah eksistensi, maka
keberadaan kita sudah dianggap dan dapat diperhitungkan oleh orang-orang di
sekeliling kita.

Eksistensi biasanya dijadikan sebagai acuan pembuktian diri bahwa kegiatan atau
pekerjaan yang diakukan seseorang dapat berguna dan mendapat nilai yang baik di
mata orang lain. Contoh di dalam lingkup sekolah misalnya, eksistensi seorang
siswa yang rajin akan selalu diingat oleh pengajar dan lebih terlihat menonjol
dibandingkan dengan siswa yang malas belajar. Selain itu, eksistensi juga dianggap
sebagai sebuah istilah yang bisa diapresiasi kepada seseorang yang sudah banyak
memberi pengaruh positif kepada orang

Orang zimmi adalah orang yang menyembunyikan atau mengingkari kebenaran.


Dalam terminologi kultural kata ini digunakan dalam agama Islam untuk merujuk
kepada orang-orang yang mengingkari nikmat Allah (sebagai lawan dari kata
syakir, yang berarti orang yang bersyukur).

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Apa Arti Kafir
Dzimmi dan Harbi?, http://lampung.tribunnews.com/2013/12/04/apa-arti-kafir-
dzimmi-dan-harbi.
fundamental” adalah nilai-nilai religus yang melekat pada doktrin utama.
Fundamentalisme, dalam artikel ini, adalah sebuah gerakan di dalam Gereja
yang menjunjung nilai-nilai utama dari iman Kristen. Di masa modern ini, kata
“fundamentalis” ini seringkali dipakai dalam situasi yang kurang tepat.

Gerakan fundamentalis bermula dari Princeton Theological Seminary karena


terkait erat dengan lulusan dari sana. Dua petinggi gereja yang kaya raya
menugaskan sembilan puluh tujuh (97) pemimpin gereja konservatif dari Barat
untuk menuliskan dua belas (12) jilid buku mengenai doktrin-doktrin utama dari
iman Kristen. Mereka kemudian mempublikasikan buku ini dan
menyebarluaskan 300.000 buku ini secara cuma-cuma kepada para Hamba
Tuhan dan mereka yang terlibat di kepemimpinan Gereja. Buku ini berjudul The
Fundamentals, dicetak dalam bentuk dua jilid.

Fundamentalisme secara resmi lahir di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20,
oleh orang-orang Kristen Konservatif— seperti John Nelson Darby, Dwight L.
Moody, B. B. Warfield, Billy Sunday, dan lainnya—yang sangat prihatin
melihat nilai-nilai moral yang sedang memudar karena disebabkan modernisme.

Modernisme sendiri adalah sebuah paham yang percaya kalau umat manusia
(bukannya Allah) yang menciptakan, memajukan, dan mengembangkan
lingkungan sekitar mereka dengan bantuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
eksperimen. Selain melawan pengaruh modernism, Gereja juga harus melawan
gerakan Kritik Tinggi (higher criticism movement) dari Jerman, yang
menyangkal Alkitab sebagai Firman Allah.

Fundamentalisme ditopang oleh lima doktrin utama dari iman Kristen, walaupun
ada gerakan lain yang juga memegang lima doktrin ini.

1) Alkitab itu secara harafiah benar adanya. Alkitab itu Firman Allah, tidak bisa
salah. Isinya tidak ada yang bertentangan satu sama lainnya.

2) Kelahiran Kristus dari seorang perawan dan keilahian Kristus. Kelompok


fundamentalis percaya kalau Yesus lahir dari perawan Maria dan dikandung dari
Roh Kudus. Bahwa Dia adalah Anak Allah; sepenuhnya manusia dan
sepenuhnya Allah.

3) Karya salib merupakan penebusan dosa umat manusia, di mana Yesus sebagai
korban pengganti. Kelompok fundamentalis percaya kalau keselamatan hanya
bisa diterima melalui kasih karunia Allah dan iman-percaya kepada karya salib
Kristus sebagai penebusan dosa umat manusia.

4) Kebangkitan tubuh Yesus. Pada hari ketiga setelah kematian-Nya, Yesus


bangkit dari kubur dan saat ini duduk di sebelah kanan Allah Bapa.

5) Mukjizat Yesus yang dicatat di Alkitab sungguh-sungguh terjadi dan apa


adanya. Kedatangan-Nya yang kedua kali akan terjadi menurut pandangan pre-
millenial.

Doktrin lain yang dipegang kelompok Fundamentalis ini termasuk mengenai


Musa sebagai penulis kelima kitab pertama di Alkitab. Juga, mengenai Gereja
yang akan diangkat sebelum tibanya masa siksaan (masa Tribulasi) di akhir
jaman. Sebagian besar kelompok Fundamentalis ini juga termasuk kelompok
dispensasionalis.
Orang-orang dari gerakan fundamentalis ini memiliki daya juang yang tinggi
untuk menyuarakan kebenaran, sehingga sering menimbulkan perdebatan di
mana-mana. Dari gerakan ini, lahir banyak denominasi baru sehingga orang-
orang meninggalkan gerejanya demi kemurnian doktrin. Gerakan fundamentalis
ini dipandang sebagai para penjaga kebenaran (the guardian of the truth).
Mereka biasanya kritis terhadap penafsiran Alkitab yang keliru.
Pada saat lahirnya Fundamentalisme ini, dunia sedang dipengaruhi oleh
liberalisme, modernisme, dan Darwinisme. Gereja sendiri saat itu sedang
diserang para guru palsu. Fundamentalisme lahir sebagai reaksi atas hilangnya
pengajaran yang alkitabiah.

ESENSI adalah apanya kenyataan, yaitu hakikatnya. Pengertian mengenai esensi


mengalami perubahan sesuai dengan konsep penggunaannya, sehingga esensi ialah
pada konsepnya sendiri.
kini kita membicarakan sejumlah istilah yang berhubungan dengan sesuatu yang
khusus. Perhatikan suatu segitiga. Suatu segitiga tidak bereksitensi. Karena apa
yang kita jumpai didalam eksistensi hanyalah hal-hal yang mendekati segitiga.
Namun demikian, suatu segitiga bersifat nyata. Segitiga itu bukan impian tatau
khayalan, Segitiga merupakan satuan yang konseptual atau akali.bahwa segitiga itu
ada.agaknya sudah jelas. Macam kenyataan yang memungkin tidak begitu jelas.

Tetapi kita perlu mengadakan pembedaan antara apakah segitiga itu dengan
kenyataan bahwa segitiga itu ada. Esensi segitiga ialah sesuatu yang menjadikan
segitiga merupakan suatu segitiga. Dewasa ini salah satu di antara masalah-
masalah yang mengganggu kita terletak pada kebingungan kita mengenai esensi
manusia. Orang senantiasa bertanya,”apakah manusia itu?” esensi dan sifat
terdalam sering di gunakan dalam arti yang sama. Maka, esensi sesuatu ialah
hakekatnya.
pluralisme adalah anggapan bahwa dua atau lebih agama sama-sama benar. Lebih
dari sekedar toleransi, pluralisme agama menganggap benar adanya berbagai jalan
menuju Allah dan pada umumnya bertentangan dengan "ekslusifitas," ide bahwa
hanya ada satu agama yang benar atau satu cara untuk mengenal Allah.

Meskipun pluralisme agama sudah aja setidaknya sejak abad ke-17, konsep ini
berkembang pesat di tengah abad ke-20 di Eropa Barat dan Amerika Serikat.
Secara khusus, masyarakat semakin menerima ide pluralisme agama yang diajukan
oleh ide ekumenisme agama (semua agama bekerjasama sebagai satu) dan gerakan
antar-agama.

Pluralisme sebetulnya lebih dari sekedar memiliki kesamaan dalam nilai-nilai atau
pendirian terhadap isu-isu sosial. Pemeluk agama Buddha dan umat Kristen
percaya bahwa membantu orang miskin itu penting, namun persetujuan semacam
itu bukan yang dimaksud oleh pluralisme agama. Pluralisme agama berhubungan
dengan pemberian pengakuan terhadap keyakinan lain yang menawarkan klaim
kebenaran yang berbeda, dan menerima perbedaan keyakinan mereka tentang
Allah dan keselamatan.

Selebihnya, dua atau lebih agama dapat bersetuju dengan doktrin tertentu namun
sangat berbeda dalam keyakinannya. Sebagai contoh, umat Muslim dan umat
Kristen keduanya mempercayai bahwa Allah itu tunggal - namun keduanya
mendefinisikan Allah secara berbeda dan memiliki keyakinan yang tidak dapat
dipertemukan.

Apakah ajaran Alkitab mengenai pluralisme agama? Pertama, Alkitab mengaku


bahwa hanya ada satu Allah (Ulangan 6:5). Oleh karena itu, pluralisme agama
tidak sejalan dengan ajaran alkitabiah karena pluralisme menerima berbagai sudut
pandang tentang Allah, bahkan keyakinan yang percaya adanya lebih dari satu
Allah.

Kedua, Alkitab mengajarkan eksklusifitas karena ada hanya satu cara mengenal
Allah - melalui Yesus Kristus. Yohanes 14:6 mengajar bahwa Yesus adalah sang
jalan, kebenaran, dan hidup dan bahwa tidak seorangpun dapat datang kepada Bapa
jika tidak melalui DiriNya. Para rasul mengajarkan pesan yang sama di dalam
Kisah 4:12: "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam
Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada
manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Ketiga, Alkitab berulang kali mengecam agama lain dengan menyatakan bahwa
mereka mengikuti ilah yang sebetulnya tidak ilahi (atau bukan Allah). Sebagai
contoh, Yosua 23:16 menyatakan, "Apabila kamu melangkahi perjanjian, yang
telah diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan pergi beribadah kepada
allah lain dan sujud menyembah kepada mereka. Maka murka TUHAN akan
bangkit terhadap kamu, sehingga kamu segera binasa dari negeri yang baik, yang
telah diberikan-Nya kepadamu."

Kebebasan beragama menjamin bahwa berbagai agama dapat beribadah dengan


damai, dan umat Kristen menghargai kebebasan itu, karena menyembah Allah
secara terbuka diperbolehkan. Sebagai kontras, pluralisme beragama mengajarkan
bahwa semua agama benar, sesuatu yang secara jelas ditolak oleh Alkitab.
Meskipun kita mendukung kebebasan beragama, kita harus menyampaikan ajaran
Alkitab bahwa "Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara
Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus" (1 Timotius 2:5).
Pengertian Thaghut
َ , artinya melampaui batas.
Secara bahasa, kata ini diambil dari kata ‫طغَى‬

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:


ِ ‫ْال َما ُء َح َم ْلنَا ُك ْم فِي ْال َج‬
‫ار َي ِة َطغَى ِإنَّا لَمـَّا‬
Sesungguhnya ketika air melampaui batas, Kami bawa kalian di perahu. (Al-
Haqah:11)

Ada beberapa definisi Thaghut dari para Sahabat maupun Ulama Terdahulu.
 Umar bin al-Khottob dan Ibnu Abbas radhiyallahu anhu
menyatakan: Thaghut adalah Syaithan (riwayat atThobary, dinyatakan sanadnya
kuat oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Baari).
 Imam Malik menjelaskan makna Thaghut adalah segala sesuatu yang disembah
selain Allah (riwayat Ibnu Abi Hatim).
 Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah merangkum penjelasan-penjelasan para Ulama
sebagai definisi Thaghut secara istilah syar’i adalah : segala sesuatu yang
diperlakukan melampaui batas dalam hal disembah, diikuti, atau ditaati (I’laamul
Muwaqqi’iin (1/50)).
Ibnul Qayyim juga berkata:

“Jika engkau perhatikan thaghut-thaghut di alam ini, tidak akan keluar dari tiga
jenis golongan tersebut.”

Definisi lain, thaghut adalah segala sesuatu yang diibadahi selain Allah
(dalam keadaan dia rela).

Wajibnya Mengingkari Thaghut


Allah subhanahu wa ta’ala mewajibkan kepada seluruh hamba-Nya untuk
mengkufuri thaghut dan beriman kepada Allah. Dasarnya adalah:
1. Allah subhanahu wa ta’alamengutus Rasul-Nya untuk mendakwahkan masalah
ini.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
ُ ‫الطا‬
َ‫غوت‬ ُ ‫َولَقَ ْد بَ َعثْنَا فِي ُك ِِّل أ ُ َّم ٍة َر‬
َّ ‫سوالً أ َ ِن ا ْعبُدُوا هللاَ َواجْ تَنِبُوا‬
Dan telah kami utus pada setiap umat seorang Rasul, (yang menyeru
umatnya):Beribadahlah kalian kepada Allah dan jauhilah oleh kalian
thaghut. (An-Nahl: 36)

2. Kufur kepada thaghut merupakan syarat sah iman, sehingga tidak sah iman
seseorang hingga mengingkari thaghut.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
‫سكَ بِ ْالعُ ْر َو ِة ْال ُوثْقَى‬
َ ‫ت َويُؤْ ِم ْن ِباهللِ فَقَ ِد ا ْست َْم‬ َّ ِ‫فَ َم ْن َي ْكفُ ْر ب‬
ُ ‫الطا‬
ِ ‫غو‬

Barangsiapa yang kufur kepada thaghut dan beriman kepada Allah maka dia telah
berpegang dengan tali yang kokoh. (Al-Baqarah: 256)

3. Karena ini terkandung dalam lafadz Laa ilaha illallah. Ilallah adalah iman
kepada Allah subhanahuwata’ala dan kufur kepada thaghut.
Relasi adalah suatu aturan yang memasangkan anggota himpunan satu ke
himpunan lain.

Suatu relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah pemasangan atau


perkawanan atau korespondensi dari anggota-anggota himpunan A ke anggota-
anggota himpunan B.

Jika diketahui himpunan A = {0, 1, 2, 5}; B = {1, 2, 3, 4, 6}, maka relasi “satu
kurangnya dari” himpunan A ke himpunan B dapat disajikan dalam diagram
panah, diagram Cartesius, himpunan pasangan berurutan, dan dengan rumus.

Relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah aturan yang memasangkan


anggota himpunan A dan anggota himpunan B dengan aturan tertentu.

TASYAWUR adalah proses pemikiran dan perasaan yang menurut tabiatnya sulit
didefinisikan. Tasawuf tampak merupakan upaya akal manusia untuk memahami
hakikat segala sesuatu, dan untuk menikmati hubungan intim dengan Allah SWT.

Adapun aspek pertama dari upaya ini adalah segi falsafi daripada tasawuf; sedang
aspek kedua adalah segi agamis. Kegiatan pertama bersifat pemikiran dan
renungan; sedang kegiatan kedua amali. Dan segi amali daripada tasawuf muncul
terlebih dahulu daripada segi falsafinya. Para sufi itu memulai kegiatannya
selamanya dari mujahadah dan riyalat, bukan dengan merenung dan berpikir.

Oleh karena itu ‘hati’ adalah lebih penting dari pada akal bagi para sufi; bahkan
hati itu bagi para sufi adalah segalanya, karenanya hati mereka pandang sebagai
‘singgasana’ bagi Allah SWT.
KONTEKS Adalah wacana merupakan unit kebahasaan yang lebih besar dari
pada kalimat dan klausa dan mempunyai hubungan antara unit kebahasaan yang
satu dengan yang lain. Atau dengan kata lain, wacana merupakan satuan bahasa
terlengkap; dalam hirarki gramatikal tertinggi atau terbesar. Wacana ini
direalisasikan dalam bentuk wacana yang utuh.

Teks adalah bahasa yang berfungsi, maksudnya adalah bahasa yang sedang
melaksanakan tugas tertentu (menyampaikan pesan atau informasi) dalam konteks
situasi, berlainan dengan kata-kata atau kalimat-kalimat lepas yang mungkin
dituliskan di papan tulis. Konteks adalah sesuatu yang menyertai atau yang
bersama teks. Sedangkan koteks adalah teks yang berhubungan dengan sebuah teks
yang