Anda di halaman 1dari 5

Analisa Sintesa Tindakan Keperawatan

(LOG BOOK)

Nama : Mariati

Ruangan : Bedah Umum

Tindakan Keperawatan yang dilakukan:

1. Nams klien : Tn.A


2. Diagnosa Medis : Pre Operasi Batu Ureter
3. Diagnosa Keperawatan : Kurang pengetahuan tentang terapi obat yang
berhubungan dengan kurang informasi dan pengalaman
4. Justifikasi tindakan : dilakukan pemberian obat intra vena untuk mempercepat
proses penyembuhan
5. Prinsip-prinsip tindakan dan rasional :
1) Benar Obat
Ketika obat pertama kali diprogramkan, perawat membandingkan tiket
obat atau format pencatatan unit-dosis dengan instruksi yang ditulis
dokter. Ketika memberikan obat perawat memberikan label pada
wadah obat dengan format atau tiket obat. Perawat melakukan ini 3x
yaitu:
a. Sebelum memindahkan wadah obat dari laci/lemari
b. Pada saat sejumlah obat yang diprogramkan dipindahkan dari
wadahnya.
c. Sebelum mengembalikan wadah obat ketempat penyimpanan

Perawat hanya memberikan obat yang dipersiapkan. Jika terjadi


kesalahan,perawat yang memberikan obat bertanggung jawab terhadap
efek obat. Pada kebanyakan kasus, instruksi obat telah diunbah,
Namun, pertanyaan klien bias mengungkap suatu kesalahan. Perawat
harus tidak boleh memberikan obat tersebut sampai program dokter
diperiksa kembali. Obat dosis tunggal dan obat yang belum dikemas
dapat dikembalikan ketempat penyimpanan, jika belum dibuka

2) Benar Dosis
Ketika sebuah obat harus disediakan dari volum atau kekuatan obat
yang lebih besar atau lebih kecil dari yang dibutuhkan atau jika
seorang dokter memprogramkan suatu sistem perhitungan obat yang
berbeda dari yang disediakan oleh ahli farmasi, resiko kesalahan
meningkat pada situasi ini, perawat harus memeriksa perhitungan dosis
yang dilakukan oleh perawat lain. Setelah menghitung dosis, perawat
menyiapkan obat dengan menggunakan alat penghitung standar. Klien
sebaiknya melakukan perhitungan dengan menggunakan sendok yang
bisa digunakan didapur dari pada sendok the dan sendok makan datar
yag volumnya berfsriasi.
Untuk membelah tablet membentuk biji ( scored tablet ),perawat yang
harus yakin bahwa potongan tersebut rata. Sebuah tablet dapat dibagi 2
dengan menggunakan sisi pisauatau dengan pembungkud tablet
dengan tisu kemudian membelahnya dengan jari. Setelah obat dibelah,
perawat dapat memberikan kedua bagian obat secara berurutan, namun
hanya dibagian ke2 telah kembali dikemas dan dilabel,. Alat
penghancur harus selalu dibersihkan secara keseluruhan sebelum tablet
dihancurkan. Obat yang dihancurkan harus dicampur dengan air
ataumakanan dalam jumlah yang sangat sedikit.
3) Benar Klien
Langkah peenting dalam pemberian obat yang aman adalah
meyakinkan bahwa obat tersebut diberikan kepada klien yang benar.
Perawat yang bekerja dirumah sakit atau lingkungan perawatan lain
sering bertanggung jawab untuk memberikan obat pada banyak klien.
Untuk mengidentifikasi klien dan meminta klien menyebutkan
namanya, ketika menanyakan nama klien, perawat sebaiknya tidak
menyebut suatu nama dan berasumsi bahwa respon klien menunjukan
bahwa klien adalahorang yang benar. Hal ini sangat penting bahkan
jika perawat telah merawat klien selama beberapa hari, supaya klien
tidak merasa tidak nyaman , perawat dapat mengatakan bahwa dalam
memberikan obat secara rutin perawat harus meidentifikasi nama klien.
4) Benar Rute Pemberian
Ketika sebuah instruksi obat tidak menerangkan rute pemberian obat,
perawat mengkonsultasikannya kedokter. Demikian juga bila rute
pemberian obatbukan cara yang direkomendasikan, perawat harus
segera mengingatkan dokter . saat melakukan injeksi, rute yang
benarsangat penting. Juga sangat penting untuk menyiapkan injeksi
hanya dari preparat yang ditetapkan untuk pengguanaan parenteral.
Meinjeksi cairan yang dirancang untuk penggunaan oral dapat
menimbulkan komplikasi, misalnya bases steril atau efek sistemik
yang fatal, perusahaan obat memberi label”hanya untuk injeksi” pada
obat-obatan parenteral
5) Benar Waktu
Perawat harus mengetahui alasan sebuah obat diprogramkan untuk
waktu tertentu dalam 1 hari dan apaakah jadwal tersebut dapat diubah.
Contoh, diprogramkan 2 obatsatu q8h (setiap 8 jam) dan yng lain tid(
3x sehari)-ke2 obat diberika 3x dalam 24 jam . tujuan dokter
memberikan obatq8h daam hitungan jam adalah mempertahankan
kadar terapeutik obat. Setiap institusi memiliki rekomendasi jadwal
waktu untu obatyang harus dengan interval sering, conntoh, obat qid
94x sehari)dpat diberikan pada pukul 08.00, 12.00, 1600, 20.30 obat
tid dapat dapat diberikan pad pukul08.00-14.00 dan 20.00
6. Bahaya- bahaya yang mungkin terjadi akibat tidakan tersebut dan cara
pencegahannya :
 Obat yang diberikan tidak bisa ditarik kembali, sehingga efek toksit mudsh
terjadi, pencegahannya dengan menerapkan 5 B
 Jika penderita alergi terhadap obat, reaksi alergi akan lebih cepat terjadi
pencegahannya lakukan skin test
7. Tujuan tindakan tersebut dilakukan
 Memasukan obat secara tepat
 Mempercepat penyerapan obat
 Untuk menghindari terjadinya kerusakan jaringan
 Untuk memasukan obat dalam jumlah ysng lebih besar
8. Hasil yang didapat dan maknanya
Pada umumnya injeksi dilakukan dengan tujuan untuk mempercepat proses
penyerapan(absorbsi) obat untuk mendapatkan efek obat yang cepat, indikasi
pemberian obat secara injeksi juga disebabkan karena ada beberapa obat yang
merangsang atau dirusak getah lambung (hormone), atau tidak rearbsorbsi
oleh usus, pemberian injeksi bisa juga dilakukan utuk anatesi local.
9. Identifikasi tindakan keperawatan lainnya yang dapat dilakukan untuk
mengatasi masalah/diagnose tersebut(mandiri briankolaborasi
 Setiap injeksi intra vena dilakukan amat perlahan antara 50 sampai 70
detik lamanya, tempat injeksi harus tepat kena pada daerah vena
 Jenis sepuit dan jarum yang digunakan
 Infeksi yang mungkin terjadi selama injeksu
 Kondisi atau penyakit klien
 Obat yang baik dan benar
 Klien yang akan di injeksi adalah klien yang tepat dan benar
 Dosis yang diberikan harus tepat
 Harus benar cara atau rute pemberian obat melalui injrksi
 Kolaborasi dengan dokter an apoteker dann apoteker dalm pemberian obat
klien.
Banjarmasi,03. Januari 2019

perawat,

( Mariati, S.Kep )

Perseptor Akademik , Perseptor Klinik

(Muhammad Saputra, S.Kep., Ns., MM ) ( Suci kurniya, S.kep., Ns )